Penerjemah : Kueosmanthus
Editor : Jeffery Liu


Melihat pertanda buruk dari Jiao iblis yang tiba-tiba muncul selama upacara pengorbanan, ini merupakan pukulan besar bagi moral dari banyak prajurit dan warga Jiangnan. Tidak banyak orang yang bisa membedakan antara Jiao iblis ini dan naga sejati, dan mereka hanya bisa secara tidak sadar menahan napas, mendengarkan ramalan yang diumumkan Wang Ziye ketika dewa palsu turun!

“Diam!” Chen Xing langsung bereaksi, berteriak dengan marah.

Sima Yao sudah diperingatkan jauh sebelumnya oleh Xiang Shu bahwa ketika upacara pengorbanan terjadi, mungkin ada keadaan yang tidak terduga. Tepat ketika dia akan menanggapi dengan balasan, kemarahan Chen Xing meningkat pada saat yang tepat. Membuatnya lebih sesuai untuk berbicara daripada meminta Sima Yao melakukannya.

“Keluarga Sima adalah penguasa sejati, keturunan naga!” Suara Chen Xing bergema di kedua tepi sungai. “Enam puluh sembilan tahun setelah Bencana Yongjia dan peralihan kekuasaan ke selatan, wilayah Jiangnan tidak tersentuh oleh kekacauan perang, karena keluarga kerajaan Sima telah melindungi ratusan ribu warga di selatan! Kamu hanyalah jiao iblis yang menyebabkan masalah dan mendatangkan malapetaka di seluruh dunia manusia, hak apa yang kau miliki untuk mengekspresikan kehendak surga!”

Jiao meraung panjang, dan suara Wang Ziye berkata dengan dingin, “Karena sudah seperti ini, maka aku akan menunggu kehancuranmu!”

“Lepaskan anak panahnya!” Xie An segera memerintahkan.

“Lindungi Yang Mulia!” semua petugas militer berteriak menanggapi.

Dalam sekejap, puluhan ribu penyergap di kedua sisi tepi sungai secara bersamaan menembakkan anak panah mereka, dan anak panah itu mengikuti kait yang bergulat di belakang mereka saat mereka melesat menuju jiao. Pasukan mulai mengawal warga pergi. Saat Wang Ziye sedang menunggangi jiao busuk itu ke udara, kaitnya menangkap mereka, menyebabkan mereka jatuh ke Sungai Huai sebagai gantinya, menimbulkan gelombang besar!

Ombak menyapu pelataran pengorbanan, dan air dingin memercik ke seluruh tubuh Chen Xing. Pergelangan tangannya diraih oleh Xie An, dan dia diseret keluar dari kerumunan.

“Xiang Shu! Xiang Shu!” Chen Xing berteriak.

Xie An: “Xiao Shidi! Lindungi Yang Mulia! Pergi dari sini!”

“Bertindak sesuai rencana!” Xiang Shu berteriak. “Pancing ke tepi sungai!”

“Pergilah!” Xie Daoyun menghunuskan pedangnya dan bergegas ke pelataran, meraih Chen Xing dan berteriak, “Yang Mulia! Ayo mundur bersama kami!”

Xie An sudah lama memposisikan bidak-bidaknya, tapi sejak pertempuran hebat mereka di Kuaiji terakhir kali, jiao iblis itu sudah meningkatkan keterampilan bertarungnya lebih dari satu tingkat, dan metode Wang Ziye yang dia gunakan untuk menyediakan setengah jalan jiao yang berkultivasi ini dengan banyak kebencian bahkan lebih dari sebuah misteri. Tidak hanya luka dari pertarungan terakhir mereka yang sudah sembuh total, tapi kecepatan terbang jiao itu juga jauh lebih cepat; makhluk itu segera mengguncang Xiang Shu dan yang lainnya, bergegas lebih dulu ke arah Sima Yao!

“Hari ini, aku akan melaksanakan kehendak surga dalam menaklukkan bahaya ini!” Suara serak Wang Ziye tertawa liar.

Sima Yao menjadi marah, dan dia akhirnya mengesampingkan semua pengekangan dirinya sebagai seorang kaisar, meraung, “Kau bajingan, kaulah pembawa bencana itu sendiri! Lihat aku…”

“Yang Mulia, jangan mengutuk dia lagi!” Xie Daoyun meraih kerah Sima Yao dari belakang, berteriak, “Cepat kabur!”

Jiao iblis itu berputar sekali di tepi sungai sebelum beralih ke Sima Yao. Jiao itu membuka mulutnya lebar-lebar, bergegas menuju Sima Yao, tapi Sima Yao berteriak, “Pengusir Setan! Kami memiliki Pengusir Setan yang Agung…”

“Jangan mengharapkan apapun dariku!” Chen Xing tiba-tiba berkata dengan meledak-ledak. Dia kemudian berteriak, “Di mana Pelindungku?! Di mana Pelindungku?!”

Dengan sebuah putaran, jiao busuk menyebabkan embusan angin naik, menyapu semua penjaga dan pasukan kekaisaran yang ada di jalurnya. Dengan lompatan terbang, Xie Daoyun membanting Chen Xing dan Sima Yao ke tanah. Xiang Shu dan Xie An bergegas menyusuri jalan utama, tapi tidak peduli apapun yang terjadi, mereka tidak bisa mengikuti kecepatan jiao busuk yang terbang itu.

Itu hanya satu gerakan, tapi pengawal Sima Yao benar-benar sudah diempaskan olehnya. Banyak warga biasa bahkan lebih berpikir bahwa mereka sudah melihat naga sungguhan, dan mereka semua berlutut dalam penyembahan. Xie An berteriak dengan marah, “Itu  yaoguai! Jangan menyembahnya!”

“Lari! Chen Xing! Xing’er!” Xiang Shu melompat ke atas atap, dengan cemas berteriak ke kejauhan.

Hampir tidak ada penjaga yang tersisa, dan hanya Chen Xing dan Sima Yao yang masih di sana. Chen Xing hanya bisa menarik Sima Yao, berlari menuju gunung di tepi Sungai Huai. Sima Yao diseret dalam kesibukan liar ini untuk menyelamatkan hidup mereka, dan dia berteriak ke arah Chen Xing, “Bukankah kau adalah seorang pengusir setan? Cepat dan panggil pedang terbang untuk membunuhnya!”

“Aku tidak memiliki mantra ah!” Chen Xing berteriak.

“Lalu apa yang bisa kau lakukan?” Sima Yao tidak pernah membayangkan ini.

“Aku sudah memberitahumu!” Kata Chen Xing. “Pertama kali aku melihatmu, aku berkata bahwa aku tidak bisa menggunakan sihir apapun!”

Kelompok orang ini sebenarnya hanyalah sekelompok penipu. Pada titik ini, ketika seorang pengusir setan dibutuhkan, dia diberitahu bahwa pengusir setan tidak bisa melakukan apa-apa?

Chen Xing berlari sampai dia tidak bisa berhenti terengah-engah, membungkuk dan menekan tangannya ke lutut, saat dia mengangkat kepalanya dan berkata pada Sima Yao, “Yang Mulia, sejujurnya, aku hanya tahu bagaimana melarikan diri… dan di atas semua itu keberuntunganku sangat baik, oke?”

“Negara Zhen!” Sima Yao meraung marah. “Warga Zhen! Mereka benar-benar menyembah yaoguai?!”

Jiao busuk ini dengan keras mendatangkan kematian dan kehancuran di dalam kota Jiankang, dan Sima Yao hampir meludahkan seteguk darah.

“Dia datang lagi!” Xie Daoyun berteriak. “Cepat, temukan tempat untuk bersembunyi!”

Jiao busuk langsung menukik saat melihat dua orang yang baru saja melewati gapura peringatan batu, berlari menuju dataran tinggi dari tepi sungai. Chen Xing dan Sima Yao sama sekali tidak berdaya pada saat itu, berdiri di tanah kosong, sementara Wang Ziye mengendarai jiao busuk itu, melaju ke arah mereka berdua dengan kekuatan petir yang menghancurkan! Tapi saat kaisar Han akan dihancurkan menjadi pasta daging–

–Chen Xing akhirnya berteriak: “Kami akan bermain sesuai aturan lama! Iuppiter–! Selamatkan aku ah!”

“Apa… Iuppiter apa?” Sima Yao belum memulihkan akalnya, tapi Chen Xing sudah melompat ke udara, memeluk Sima Yao, dengan sangat erat.

Sima Yao segera berteriak liar. “Lepaskan aku, cepat! Zhen tidak ingin mati bersamamu ah!”

Chen Xing memeluk erat Sima Yao, tidak membiarkan dia berjuang, dan mereka berdua berdiri begitu saja di tanah kosong ini. Detik berikutnya, saat jiao busuk bergegas ke arah mereka, terdengar suara keras dari batu yang mengenai daging. Seolah-olah seseorang sudah menabrak dinding, jiao busuk itu menghantam gapura peringatan dengan bunyi peng, dan tepat setelah itu, kepalanya tertancap di gapura tersebut.

Sima Yao: “…”

“Ah.” Chen Xing melepaskan Sima Yao, menoleh untuk melihat. Sekali lagi, Iuppiter sudah mengaktifkan kekuatannya yang menentang takdir.

Saat itu juga tubuh iblis jiao tergantung di luar pegunungan. Dengan bantingan ini, Wang Ziye sudah dikirim terbang oleh balok horizontal dari gapura peringatan, mendarat entah di mana. Gigi tajam jiao busuk berjarak kurang dari satu zhang darinya. Dia dengan marah mencoba membuka mulutnya, tapi dagunya menempel di tanah, dan dia tidak bisa mengeluarkan bahkan satu hembusan pun dari napas beracun.

Jiao busuk: “……”

Sima Yao: “…………”

Chen Xing menyeret Sima Yao mundur setengah langkah, hanya karena dua cakar depan jiao iblis itu mencengkeram tepi tebing saat dia berjuang mundur, dengan jelas mencoba menarik kepalanya keluar. Gapura tugu peringatan batu itu bergeser dan mengendur, dan area di mana ia ditempelkan ke bumi mulai berguncang.

Sima Yao bereaksi lebih dulu, langsung berkata, “Sekarang! Pergi sekarang dan bunuh dia!”

Chen Xing: “Tidak, tidak! Kita tidak bisa membunuhnya! Penjaga, cepat datang! Di mana para penjaga?!”

Para penjaga masih mengejarnya dari bawah gunung, dan Sima Yao berkata, “Apakah kamu membawa pedang?”

Chen Xing hanya memiliki pedang kayu persik yang digunakan untuk upacara pengorbanan, dan dia naik dan mencoba untuk memotong jiao iblis itu, dan pedang kayu persik tersebut langsung patah.

“Kita harus pergi ba!” Chen Xing berteriak. “Jiao itu hampir membebaskan dirinya sendiri! Pergilah!”

Chen Xing membuang pedang patah itu, segera berbalik dan membawa serta Sima Yao saat mereka mulai berlari lagi. Setelah beberapa saat, mereka mendengar suara keras dari atas; Jiao busuk benar-benar berhasil berjuang begitu keras sehingga mengangkat seluruh gapura peringatan dari tempat ia ditanam di tanah.

Tapi gapura itu beratnya sepuluh ribu jin, dan posisinya sempurna di atas kepala jiao busuk itu seperti poros. Gapura itu didirikan ketika Kaisar Yuan dari Jin, Sima Rui, memerintah1, dan di atasnya terukir enam kata besar: “Perbuatan baik menerima pahala yang baik”2. Pilar pualam putih di sisinya sudah dicat emas, dan memang sangat megah, tapi terlalu berat. Jiao busuk baru saja menerbangkannya sejauh beberapa zhang ketika ia segera terbebani oleh gapura itu, kepalanya terangkat ke arah bumi saat jatuh ke tanah di tepi sungai, menghancurkan batu-batuan menjadi potongan-potongan kecil.

Wang Ziye yang masih merasuki tubuh Gu Qing akhirnya terbang, sekali lagi melompat ke atas kepala jiao, dan jiao busuk mengerahkan banyak upaya untuk menyesuaikan posisinya saat ia melompat terbang sekali lagi, tapi ia harus membawa gapura seberat sepuluh ribu jin dengan tulisan “Perbuatan baik menerima pahala yang baik” di atasnya. Meski memiliki hati, ia tidak memiliki kekuatan yang cukup, jadi sangat sulit baginya untuk mengontrol arahnya. Setiap kali ia ingin menoleh, gapura itu akan membuatnya kehilangan posisinya lagi, dan kepalanya sudah terbentur benda begitu sering sehingga ia pusing dan tidak bisa membedakan kiri dan kanan.

“Apa yang salah?” Wang Ziye baru saja lolos dari tumbukan menjadi pasta daging. Untungnya, di saat-saat terakhir, dia sudah meninggalkan jiao untuk bertahan hidup. Tapi hanya dalam waktu singkat itu, makhluk  yao yang bisa bertarung melawan sepuluh ribu manusia ini dengan jelas sudah mendapatkan gapura di kepalanya, sehingga sangat mengurangi kemampuan bertarungnya. Untuk sementara dia juga tidak tahu harus berbuat apa, dan yang membuatnya semakin tidak bisa berkata-kata adalah bahwa “naga” yang sudah dia rencanakan untuk digunakan sebagai simbol murka surga memiliki “Perbuatan baik menerima pahala yang baik” di kepalanya; perbedaan ini terlalu besar.

“Di sana!” Xie An bergegas, berteriak, “Lepaskan panahnya!”

Pergerakan jiao busuk sudah sangat melambat, dan ribuan pasukan Jin mengambil kesempatan ini untuk bergegas, melemparinya dengan anak panah.

Apa yang tidak pernah diharapkan Wang Ziye adalah bahwa orang-orang Jin sepertinya sudah siap, seolah-olah mereka sudah mengetahui rencananya. Jiao busuk dalam sekejap diikat dengan erat oleh tali. Awalnya dia berada di atas angin dengan perhitungannya, di mana dia berencana untuk membantai kaisar Jin selatan ketika Sima Yao sedang melakukan ritual, melumpuhkan moral Jin yang Agung sebelum terbang dengan anggun, tapi semuanya gagal. Dia hanya bisa memerintah naga jiao yang tidak pernah berhenti meronta-ronta, menyeret ratusan ribu tali saat terbang di sepanjang sungai, mencoba membebaskan diri dari ikatannya.

Chen Xing dan Sima Yao serta para bangsawan dan pengawal lainnya berkumpul kembali dan mundur ke satu sisi. Pasukan kekaisaran dan pasukan Beifu berkerumun karena mereka semua diperintahkan untuk bergerak, dengan Xie An yang dengan tenang mengarahkan gerakan mereka.

Sima Yao berkata, “Pengusir setan yang hebat, bisakah kau menggunakan artefakmu itu? Hari ini yaoguai itu harus ditahan di sini!”

“Bagaimana kalian tahu orang ini akan melakukan penyergapan?” Chen Xing benar-benar mengabaikan fakta itu.

“Dewa bela diri bisa menebaknya,” Xie An menjelaskan. “Jangan khawatir, Yang Mulia, tali yang kami gunakan untuk mengikat jiao iblis semuanya terbuat dari baja.”

Sima Yao dan Chen Xing saling pandang. Bibir Sima Yao tidak bisa berhenti gemetar; jelas, dia sangat emosional, dan tiba-tiba dia mengeluarkan beberapa suara ke telinga Xie Daoyun. Xie Daoyun mengangguk dan bergegas pergi.

“Monster itu melarikan diri ke selatan kota!” Pasukan kekaisaran bergegas, dan bersama mereka ada Xiao Shan dan Feng Qianjun.

Chen Xing melihat mereka berdua kembali dan berkata, “Ayo pergi, ke selatan kota.”

“Kau tetap di sini,” kata Feng Qianjun. “Saudara Xiang tidak akan membiarkanmu berpartisipasi dalam pertempuran; kau hanya perlu melindungi Yang Mulia, itu saja.”

“Tidak mungkin!” Chen Xing berkata dengan marah. “Aku harus keluar dan bertarung! Untuk apa kalian semua menganggapku?!”

Xiao Shan sedikit ragu-ragu, dan Chen Xing memegangnya, berkata, “Xiao Shan, bawa aku ke sana!”

Chen Xing tidak melihat Xiang Shu, dan dia berpikir dalam hatinya, dia pasti pergi untuk mengejar jiao itu. Mendengar itu, dia menjadi frustasi, dan dia menatap Sima Yao, tepat saat Xie Daoyun membawa pedang panjang bersarung. Di depan semua orang, Sima Yao mencabut pedang bertatahkan permata yang memantulkan cahaya dari semua warna pelangi.

Xie An: “…”

Sima Yao: “Mereka sudah bertindak sejauh ini untuk menjatuhkan ini di kepala Zhen, jadi bagaimana Zhen  bisa duduk saja dan membiarkan mereka menjadi liar?”

Chen Xing: “Sangat bagus, ayo pergi!”

“Yang Mulia!” Wajah semua orang langsung berubah saat mereka mengejar Sima Yao, dan Wang Xizhi berteriak dengan liar, “Yang Mulia! Pedang Putra Surgamu tidak bisa membunuh musuh ah!”

Melihat jiao iblis yang mengenakan gapura bertuliskan “Perbuatan baik menerima pahala yang baik” saat ia terbang di kota, menabrak sesuatu, tapi tidak peduli apakah makhluk itu tidak bisa melepaskan ikatannya, dan pasukan Jin juga tidak bisa menekan makhluk itu. Xiang Shu berdiri tegak menyaksikan pertempuran itu. Jelas ini adalah strategi terperinci yang dibuat khusus untuk mengalahkannya; pertama menggunakan tali baja untuk mengikat naga jiao, seperti pergi memancing, dan setelah energinya habis karena berjuang, naga itu akan terbunuh sekaligus, dan mereka akan tamat.

Chen Xing naik ke atap sebuah perkebunan besar di selatan kota, berteriak, “Xiang Shu! Kau kembalilah ke sini!”

Xiang Shu tidak mendengar, tapi ketika Chen Xing dengan ganas mengaktifkan Cahaya Hati, Xiang Shu segera merasakannya.

Feng Qianjun dan Xiao Shan sudah dipanggil kembali ke Jiankang. Melihat bahwa Gu Qing akhirnya mengungkapkan dirinya, semua orang mengerahkan semua upaya mereka untuk mempercepat di sepanjang dua tepi sungai mengejar jiao “Perbuatan baik menerima pahala yang baik”.

Xiang Shu melirik Chen Xing, dahinya berkerut dalam-dalam, sebelum dia berbalik dan datang ke arahnya di atas atap.

“Kembalilah,” nada suara Xiang Shu sedingin es. Dia berkata, “Kembalilah ke Istana Taichu dengan kaisarmu.”

“Dengarkan aku.” Cahaya Hati di tangan Chen Xing bersinar dengan cemerlang, tapi Xiang Shu dengan keras meraih pergelangan tangannya, memutar tangan Chen Xing ke belakang punggungnya dan berkata dengan tenang di samping telinganya, “Aku bisa menyelesaikan ini. Kau tidak perlu menggunakan Cahaya Hati.” Dan mengatakan ini, dia mengangkat matanya dari balik bahu Chen Xing, melirik Sima Yao tidak jauh dari situ.

“Jika aku tidak menggunakan Cahaya Hati, maka kita tidak akan bisa mengeluarkan Wang Ziye!” Kata Chen Xing. “Dia akan mati! Dan ditambah lagi, kau harus menggunakan sihir yang memiliki kekuatan yang sama untuk menyingkirkan mereka di depan puluhan ribu warga biasa!”

Ketika Wang Ziye muncul mengendarai jiao iblis itu di tengah-tengah upacara, tujuannya sudah sangat jelas — untuk meminjam apa yang disebut “kehendak surga” dan tanpa ampun menghancurkan moral prajurit Jiangnan. Jika bahkan “naga” menyangkal putra asli klan Sima dari garis keturunan naga, apa lagi yang bisa dikatakan?

Sejak sebelum Dinasti Qin, setiap kali dinasti baru didirikan, “pertanda baik” dan “pertanda buruk” sangatlah penting. Jika mereka membiarkan jiao busuk itu kabur, maka di tahun-tahun mendatang, moral di wilayah Jiangnan akan mengalami keruntuhan yang parah, dan kesan baik yang dimiliki warga terhadap klan Sima sebagai raja, dengan klan Xie sebagai pendukung mereka, juga akan jatuh ke dalam jurang. Karena naga hitam sudah muncul, bahkan jika keadaan Jiangnan saat ini sebaik yang seharusnya, jika mereka menghancurkan Jiao busuk, itu hanya akan terlihat sebagai manusia yang berperang melawan “surga”.

Jadi untuk mengalahkan “pertanda baik” seperti itu, satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan memanggil pertanda baik lainnya pada level yang sama seperti itu, memusnahkan “naga” ini di mata warga, dan mengumumkan pada semua yang hadir bahwa keinginan dari surga benar-benar berada di dalam klan Sima.

Tiba-tiba Chen Xing menyadari, di antara alis Xiang Shu ada gelombang energi hitam. Kapan ini ditinggalkan? Terakhir kali, saat mereka bertarung dengan Wang Ziye di Danau Hong? Semua mana Xiang Shu berasal dari Cahaya Hati, dan jika tiga hun dan tujuh po miliknya mengandung kebencian, maka itu seharusnya tidak memiliki pertahanan terhadap Cahaya Hati setiap kali diaktifkan. Apakah Wang Ziye benar-benar memiliki kemampuan untuk menggunakan kebencian untuk merusak pelindungnya?!

“Kau harus menggunakannya.” Chen Xing bertarung beberapa kali, sebelum akhirnya mendorong Xiang Shu pergi, berkata dengan keras kepala, “Xiang Shu, aku tidak keberatan membuang-buang waktu sekarang. Katakan padaku apa yang kau pikirkan di dalam hatimu.”

Xiang Shu langsung menjadi frustrasi, dan dia meraung, “Kau akan mati!”

Tepat setelah mengatakan itu, Xiang Shu mengambil salah satu serangan bercahaya Chen Xing langsung ke depannya.

“Sucikan!” Chen Xing berteriak dengan marah.

Dengan ledakan keras, warna langit dan bumi berubah, tapi Xiang Shu hanya merasakan seberkas cahaya melintasinya, mengubah pikirannya, hatinya, dan bahkan seluruh dunia menjadi sepetak putih bersalju, dan cahaya itu mulai menghanguskannya, seolah-olah membakar tiga hun dan tujuh po miliknya menjadi ketiadaan!

Dalam sepersekian detik kebencian yang ditinggalkan Wang Ziye dikeluarkan, dan itu menghilang seperti asap.

Keseluruhan tubuh Chen Xing menyala dengan nyala api dari Cahaya Hati, dan dia dengan jelas mengucapkan setiap kata. “Xiang Shu, aku tahu kau takut, takut Cahaya Hati akan membakarku menjadi abu.”

“… Tapi kau, pernahkah kau menghormati keinginanku? Satu-satunya keinginan sepanjang hidupku?” Chen Xing menatap mata Xiang Shu, berkata dengan sungguh-sungguh, “Ini adalah hal yang selalu ingin aku lakukan, bahkan jika aku harus menyerahkan segalanya untuk itu. Bahkan jika tubuhku patah dan tulangku hancur, aku tidak akan ragu.”

Xiang Shu menatap dengan kaget pada Chen Xing.

“Di dalam hatimu, kau tidak memiliki keinginan lain?” Xiang Shu akhirnya berkata.

Chen Xing menoleh, menghindari tatapan Xiang Shu, berkata, “Jika kau ingin melakukan sesuatu untukku, lakukan saja.” Dan ketika dia mengatakan ini, dia menoleh lagi, sekali lagi menatap langsung ke mata Xiang Shu, berkata dengan keras kepala, “Selamatkan Gu Qing. Hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Di depan semua warga ini, singkirkan jiao ini, seperti yang dilakukan pelindung sebelumnya. Kau adalah Pelindung Dewa Bela Diri, dan ini adalah misi kita.”

Xiang Shu tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia menoleh dan melihat ke arah jiao iblis itu, hanya untuk melihat Jiao iblis itu berjuang dengan sekuat tenaga saat panah mencuat di atasnya. Darah hijau muncrat ke mana-mana, mencemari seluruh Sungai Huai.

“Bahkan jika kau seperti ngengat api, yang pada akhirnya akan membakar dirimu menjadi abu,” Xiang Shu memperhatikan jiao iblis itu, bergumam, “Kau masih tidak ragu-ragu?”

Chen Xing berkata, “Ya, karena aku selalu melakukan apa yang kuyakini benar.”

Xiang Shu tiba-tiba menoleh, menghadap Chen Xing, dan dengan nada berbahaya dalam suaranya dia berkata, “Tidak ada ruang untuk berdiskusi?”

Ekspresi Chen Xing keras kepala, dan dia tidak menjawab.

Nada suara Xiang Shu mengancam saat dia berkata dalam-dalam, “Kalau begitu, jika saatnya tiba ketika aku melakukan apa yang menurutku benar, kau harus mengingat kata-kata yang kau ucapkan hari ini.”

“Apa yang ingin kau lakukan? Jika kau tidak mau mendengarkanku,” Chen Xing akhirnya mengatakan kalimat terberat itu, “maka kau bisa pergi.”

Xiang Shu menarik napas dalam-dalam, sebelum mengangkat Pedang Acala di tangannya ke posisi horizontal.

Chen Xing tahu bahwa Xiang Shu sudah menerima bantuannya, dan dia menyalakan Cahaya Hati dengan kekuatan maksimum.

Saat itu juga, di bawah langit yang gelap dan suram, seberkas cahaya bersinar ke atas.

Seluruh tubuh Xiang Shu meledak dengan cahaya terang. Rambut panjang dikepalanya berubah menjadi bara api, dan di atas jubah bela diri emasnya yang berlapis emas, cahayanya dengan lembut menyatu menjadi baju besi emas. Pedang Kebijaksanaan muncul di tangannya, dan di belakangnya lima senjata ilahi lainnya perlahan berputar.

Xiang Shu membawa cahaya itu bersamanya saat dia berubah menjadi meteor yang berkobar, melesat ke permukaan sungai!

Tangan Chen Xing membentuk segel cahaya3, dan dia mulai melayang di udara!

Warga yang melarikan diri semuanya mendongak, dan melihat pemandangan ini terungkap di udara, banyak dari mereka berlutut.

“Dengan kehendak langit dan bumi,” di belakang Chen Xing, sosok dewa besar muncul, dan dia mendorong energi di tiga hun dan tujuh po ke batasnya saat suaranya bergema melalui langit Jiankang, “Dengan kekuatan Pengusir Setan yang Agung, dan Pelindung Dewa Bela Diri–“

“Sucikan!” Dan dengan teriakan Chen Xing yang jelas, sosok Dīpaṃkara menyatukan kedua tangannya, membentuk segel cahaya.

Bara cahaya di tubuh Xiang Shu sekali lagi menjadi cerah, dan sosok Acala muncul di belakangnya, mengeluarkan raungan marah, sebelum terbang menuju Wang Ziye dan naga jiao. Wang Ziye tertawa dingin. “Sekarang ini lebih seperti itu.”

Kemarahan Xiang Shu sudah di luar kendalinya. Dia melepaskan semua kekuatan yang dimilikinya seperti dengan raungan liar, dengan kedua tangan memegang pedangnya, dia menjatuhkannya ke kepala jiao!

“Sucikan!”

Saat itu, Wang Ziye, yang masih memiliki tubuh Gu Qing, juga bergerak. Kebencian bergulir ke arah Xiang Shu, menjalar ke atas pedang panjang itu, melingkari seluruh tubuh Xiang Shu. Tapi tubuh Xiang Shu meledak dalam cahaya keemasan, menelan kebencian itu dan membakarnya sampai kosong.

Wang Ziye tertawa aneh, dan ketika api emas itu melingkar ke arahnya, dia meninggalkan tubuh Gu Qing.

“Qing’er–”

Feng Qianjun meraih tali baja dan melompat, tapi Xiao Shan lebih cepat masuk ke kepala jiao, dan dengan sapuan cakarnya, dia dengan kuat mengaitkan Gu Qing dan melompat turun dari sana. Feng Qianjun berbalik di udara dan menangkap Gu Qing, mendarat dari kepala jiao tempat di mana dia melompat.

Tepat setelah itu, dengan satu ayunan pedangnya, Xiang Shu membelah kepala jiao menjadi dua. Sebuah cahaya listrik melesat lewat, dalam sekejap berubah menjadi seberkas cahaya yang kuat, mengiris dari kepala jiao melewati sisiknya, melewati perutnya hingga ke ekornya, dan dengan shua, jiao iblis itu terbelah menjadi dua seperti dibuat dari kertas. Darah racun menyembur ke udara, dan kebencian menghilang saat ia jatuh ke Sungai Huai!

Warga yang berbaris di tepi sungai bersorak, dan Sima Yao mengangkat pedangnya, berteriak dengan keras, “Bagus sekali!”

Chen Xing menarik kembali Cahaya Hati. Penglihatannya gelap gulita, dan dia jatuh dari langit. Dengan berbelok, Xiang Shu terbang, menangkap Chen Xing dengan erat di udara dan jatuh ke atap, membuat genteng beterbangan ke segala arah saat mereka mendarat, sebelum dia meluncur turun dan jatuh ke jalan di bawah.

Mata Chen Xing tertutup, dan dari sudut mulutnya darah menetes ke bawah.

“Dewa bela diri!” Xie An membawa para penjaga saat mereka bergegas di sepanjang jalan, dan di seluruh Kota Jiankang terdengar suara sorak-sorai.

Xiang Shu berlutut lelah di tanah, memeluk Chen Xing yang koma dalam pelukannya.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Dia memerintah pada tahun 318-323, dan merupakan kakek Sima Yao.
  2. Secara teknis ada empat kata, karena peribahasa Cina memiliki empat, tapi sentimennya tidak muat dalam empat kata, jadi enam untuk ini. (Kalau di inggrisnya lima sih).
  3. Seperti di Naruto, saat mereka membuat segel tangan untuk melafalkan mantra. Jadi, anggap saja seperti itu.
Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
cuntaa
cuntaa
9 months ago

(╥﹏╥)

evel
evel
3 months ago

Xiang shu

evel
evel
3 months ago

Xiang shu T.T