Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: Keiyuki17


Permukaan lantainya bergetar; Xiang Shu memegang pedang besi berat miliknya dengan kedua tangan dan sudah bergegas keluar dari aula terlebih dahulu, jadi Feng Qianjun hanya bisa mengikutinya keluar. Dalam sekejap ribuan pasukan sudah menginjak-injak seluruh pintu masuk aula dan saat ini sedang menyerang langsung menuju ke aula utama!

Feng Qianjun, “……”

“Tahan mereka!” Xiang Shu berteriak, lalu berbalik dan meraih pintu besar berpernis merah dari aula utama yang beratnya hampir mencapai seribu jin dengan satu tangan dan dengan paksa menariknya ke bawah.
“Wah! Rebut pintu untuk keluar!1” Chen Xing berteriak.

Xiang Shu membawa Chen Xing di bahunya dan mendorong pintu kayu ke arah tanah bor di depan aula!

Meskipun Feng Qianjun berteriak dengan keras, suaranya sudah ditenggelamkan oleh pasukan yang menyerang dalam sekejap. Yang terjadi selanjutnya adalah keduanya benar-benar terpisah karena keberadaan sekelompok prajurit bayangan itu dan dia hanya bisa mulai bertempur sendirian.

Chen Xing, yang tetap di istana, sudah melayang di tengah kobaran api kebencian yang berputar di sekelilingnya. Tangan kirinya menekan Cahaya Hati yang lemah di dadanya dan melindungi meridian jantungnya, sementara jari kanannya menunjuk ke atas kepalanya. Cermin Yin Yang mulai berputar semakin cepat, lalu menyebar. Rune yang ada di udara yang meledak diikuti dengan cahaya hitam keunguan mulai kembali masuk ke dalam cermin satu per satu.

Pada saat yang sama, di Chang’an saat ini, dalam ruang belajar kekaisaran, Fu Jian sedang mendiskusikan masalah secara detail dengan Wang Ziye, yang sudah mengunjunginya pada larut malam itu.

“Bagaimana caranya agar Shulü Kong dengan sukarela menyerahkan Gulungan Ungu?” Fu Jian bertanya pada Wang Ziye.

Wang Ziye menjawab, “Mengapa Yang Mulia tidak memerintahkannya secara langsung? Mengapa bertindak begitu bertele-tele? Sebagai seorang pejabat, menyerahkan Gulungan Ungu adalah bagian dari tugasnya.”

Fu Jian terdiam sesaat sebelum berkata, “Zhen harus mengakui bahwa kau benar. Hanya saja ……”

Wang Ziye berkata, “Apakah dia memang dengan begitu beraninya, tidak mau, menyerahkannya?”

Fu Jian tersenyum, “Jika Zhen melakukannya dengan cara yang keras, sejujurnya, dia benar-benar bisa seberani itu.”

Wang Ziye berkata, “Saya ingat bahwa belum lama ini, Yang Mulia tidak akan pernah bersikap lunak pada siapa pun yang berani tidak mematuhi perintah kekaisaran, tidak peduli apakah mereka Hu atau Han.”

Fu Jian berkata, “Chanyu yang Agung pasti tidak bisa disentuh.”

Wang Ziye berkata, “Tidak bisa disentuh? Dia hanya seorang pejabat.”

Fu Jian berkata, “Dia bukan pejabat, dia Chanyu yang Agung.”

Wang Ziye, “Tidak mungkin ada dua matahari di langit, seperti halnya tidak mungkin ada dua raja di satu negara. Semua tanah di bawah langit adalah milik raja, dan semua orang adalah hamba raja. Jika Chanyu yang Agung bukan subjek, lalu apa dia sebenarnya?”

Fu Jian berhenti berbicara, dan Wang Ziye tersenyum, “Perjanjian Chi Le Kuno adalah milik masa lalu. Menurut pendapatku, tidak peduli apakah itu perjanjian kuno, Chanyu yang Agung, atau Penganugerahan Emas Gulungan Ungu, tidak satupun dari hal-hal ini yang benar-benar diperlukan untuk ada lagi. Jika Yang Mulia cukup berani, Anda dapat membuat mereka pergi ke tempat yang seharusnya.”

Fu Jian menggelengkan kepalanya, “Ini belum waktunya, setidaknya belum sekarang.”

Jika Wang Meng masih hidup, dia tidak akan menasihati Fu Jian seperti ini. Lupakan saja, Wang Ziye bukanlah Wang Meng. Fu Jian hanya berpikir bahwa semua ini tampak membosankan dan ingin berbicara lebih banyak sebelum membuat Wang Ziye pergi.

Di dalam kamar tidur, di depan Putri Qinghe, Cermin Yin Yang di atas meja mulai bergetar hebat dan mengeluarkan semburan kabut hitam.

Di dunia cermin, Xiang Shu dan Feng Qianjun sudah didorong mundur sampai mereka berada di luar pintu masuk aula.

“Apa belum selesai juga?!” Xiang Shu berteriak, “Cepatlah!”

Chen Xing menutup telinganya. Matanya tertutup rapat saat dia mengontrol Cermin Yin Yang untuk berputar terus menerus, dan sekarang putarannya jauh lebih cepat dan lebih cepat lagi. Feng Qianjun meraung, “Kami tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi!”

Xiang Shu dan Feng Qianjun berjaga-jaga di depan pintu masuk aula, dan mereka tidak bisa lagi menghitung berapa banyak prajurit bayangan yang sudah mereka potong kepalanya. Namun, bahkan setelah kepala mereka dipenggal, para prajurit hanya akan berebut di sekitar tanah untuk menemukan kepala mereka dan menyambungkannya kembali, lalu menjadi seperti baru sebelum bergegas untuk membunuh mereka lagi. Feng Qianjun sudah berjuang begitu keras untuk menghadapinya, dan dia pada akhirnya memutuskan untuk berteriak, “Chanyu yang Agung!

“Masuklah ke dalam aula! Jangan pedulikan aku! Kalian berdua harus pergi! Kita harus bisa mencoba melarikan diri apapun yang terjadi!”

Jenderal bayangan mengumpulkan pasukannya sekali lagi untuk mempersiapkan gelombang serangan berikutnya.

Feng Qianjun menggertakkan giginya, mengacungkan pedang Sen Luo, dan api hitam langsung meledak di sekujur tubuhnya.

Xiang Shu berkata dengan tidak percaya, “Apa yang kau lakukan?”

Dalam sepersekian detik, Feng Qianjun sudah memancing kebencian langit dan bumi ke arahnya.

Udara di sekitarnya berfluktuasi, dan kilatan darah melintas di matanya. “Kembalilah dan hentikan kakakku.” Feng Qianjun perlahan berkata, lalu matanya sepenuhnya ditutupi dengan warna merah tua; api hitam yang menutupi langit menyembur ke pedang Sen Luo!

Hembusan angin Yin tiba-tiba bergerak dan bangkit dari tanah, cahaya hitam meledak dari ujung pedangnya.

Sen Luo Wan Xiang, bintang-bintang bergeser!

Pedang suci yang menghilang dari Tanah Suci dan bersembunyi hampir selama 300 tahun muncul kembali tepat pada saat ini, namun pedang itu kini diliputi oleh api kemarahan yang berkobar begitu terang. Tatapan dingin yang menggigit yang terpantul dari pedang itu sudah berubah; ujungnya seperti air yang luas dan dalam serta sedingin es, dan kemudian berubah menjadi kegelapan yang tampak bahkan lebih dalam dari pada malam yang gelap dan panjang. Pedang suci itu sudah mengambil bentuk yang sama sekali berbeda, dan sekarang menjadi pedang iblis. Ketika Feng Qianjun menebas dengan pedangnya, kekuatannya yang direndam dalam kematian secara brutal menghantam seorang prajurit bayangan yang bergegas menyerang!

Pengepungan itu hancur dalam sekejap, setelah itu, Feng Qianjun melepaskan raungan marah. Sambil memegang pedang Sen Luo dengan kedua tangannya, dia menikamnya ke tanah.

Lingkaran cahaya hitam muncul dari tanah dan menyebar dengan liar ke segala arah; tanaman dan pohon seketika layu kemanapun cahaya itu menyapu dan berubah menjadi petak hitam pekat. Kemudian, bumi membengkak, batu bata runtuh, lapis demi lapis saat mereka mengirim seluruh pasukan mayat hidup yang sudah bergegas menuju tanah bor terbang menjauh!

Seolah-olah raksasa yang sedang tidur melengkungkan punggungnya ke atas; ada begitu banyak pohon yang memiliki akar saling bertautan, dan akar sebesar Panlong meledak keluar dari tanah, semuanya bersilangan satu sama lain. Mereka bangkit, menari, dan menutupi seluruh tanah pelatihan. Sementara itu, di Istana Weiyang, dan bahkan di Kota Chang’an, jutaan pohon mati dicabut beserta dengan akarnya dan mereka melancarkan serangan besar-besaran pad prajurit mayat hidup!

Xiang Shu, “Berhenti! Feng Qianjun!”

Tanaman merambat yang hitam pekat tampak berkelok-kelok satu sama lain saat mereka mulai menyegel pintu masuk ke aula. Xiang Shu segera menghunuskan pedangnya dan mengayunkannya ke arah pedang Sen Luo di tangan Feng Qianjun. Tepat pada saat itu, Chen Xing menyelesaikan mantranya, dan Cahaya Hati menyala!

Cermin Yin Yang memicu angin puyuh, dan kekuatan hisap yang luar biasa tiba tiba meledak dari dalam. Chen Xing kembali sadar. Dia dengan cepat melihat Xiang Shu, dan sebelum dia bisa memikirkannya, dia mendorong kedua tangannya. Sembilan tanda yang tertulis pada pedang berat Xiang Shu menyala dalam sekejap, bersinar dengan cahaya putih yang menghantam pedang Sen Luo di tangan Feng Qianjun dengan dentuman keras yang membuatnya terbang!

Kilatan darah di mata Feng Qianjun mereda, lalu dalam sepersekian detik, ketiganya terbang pada saat yang bersamaan dan melesat mundur ke cermin. Xiang Shu berbalik di udara, melingkarkan lengannya di sekitar Chen Xing, dan mereka berdua bergegas masuk. Feng Qianjun meraung dan juga tersapu memasuki cermin, diikuti oleh pedang Sen Luo yang melesat ke cermin diikuti dengan suara deru!

Tanaman merambat yang menyegel pintu masuk kehilangan kebencian yang mendorong mereka dan meledak di udara sebelum menghilang tanpa jejak. Hanya ada tanaman merambat berantakan yang berserakan di tanah. Api hitam dari Cermin Yin Yang ditarik, lalu jatuh ke tanah dengan dentang dan meluncur keluar dari aula, mendarat di bawah tangga.

Jenderal berzirah hitam itu turun, berjalan perlahan, dan mengambil Cermin Yin Yang.

Chen Xing membenamkan dirinya di depan Xiang Shu dan berteriak, tapi Xiang Shu sudah bersiap. Kali ini, ketika mereka terlontar dari Cermin Yin Yang, dia melangkah keluar di udara, berbalik, menekuk kaki kirinya, melangkah dengan kaki kanan, dan menginjakkan kakinya di dinding; dia berjongkok untuk melepaskan diri dari momentumnya dan berjungkir balik di udara lagi, lalu mendarat!

Aaahhhh!” Tapi Chen Xing masih berteriak.

Segera setelah itu, Feng Qianjun terlempar keluar dari Cermin Yin Yang, menabrak pilar dan menimbulkan suara yang cukup keras. Dia jatuh lemas ke tanah. Pedang Sen Luo berputar keluar setelah itu dan menancapkan dirinya ke balok yang ada di aula!

Dalam ruang belajar kekaisaran, Fu Jian dan Wang Ziye mendengar suara ini pada saat yang bersamaan. Fu Jian segera bangkit dan berlari ke kamar tidur, sementara Wang Ziye mengikuti dari belakang.

Putri Qinghe yang memegang Cermin Yin Yang dan menatap mereka bertiga, matanya melebar.

Begitu Xiang Shu bergegas keluar, dia menarik pedangnya kembali dalam posisi bertahan, tapi dia menghela napas lega ketika dia menyadari bahwa itu adalah Putri Qinghe.

Kepala Chen Xing berputar sambil berkata, “Di mana ini, yi? Kenapa kita ada disini? Putri? Kamu …… kenapa kamu memiliki cerminnya?”

Putri Qinghe menjawab, “Kalian berdua menghilang hampir sepanjang hari dan malam! Yang Mulia sangat cemas sampai dia mengirim orang untuk mencari kalian berdua ke mana-mana, tapi mereka tidak bisa menemukan siapa pun dan malah mendapatkan cermin ini dari suatu tempat.”

Putri Qinghe mengerutkan keningnya dalam-dalam saat dia melihat Cermin Yin Yang di tangannya, lalu melihat ke arah Chen Xing dan Xiang Shu. Xiang Shu menyarungkan pedangnya, sementara Chen Xing terengah-engah dan berjalan menuju ke arah Putri Qinghe.

Putri Qinghe, “Kalian …… kalian ……”

“Berikan padaku cerminnya,” kata Chen Xing, “Aku akan menjelaskannya secara perlahan padamu nanti.”

Putri Qinghe mendekati Chen Xing dan menyerahkan cermin itu padanya.

“Bagaimana … kalian bisa keluar dari cermin?” Tanya Putri Qinghe.

Chen Xing tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang salah. Xiang Shu berteriak, “Merunduk!”

Chen Xing merunduk tanpa sadar, namun Putri Qinghe lebih cepat darinya. Tangan kirinya yang memegang cermin menopang dirinya dari bawah tulang rusuk dan melingkari padanya, lengannya melingkari lehernya.

Chen Xing, “…………………………”

Xiang Shu bergegas maju dalam satu langkah, tapi dia melihat bahwa tubuh Putri Qinghe tidak bergerak. Uap hitam terbentuk di sekitar tubuhnya yang terbang dan menghantam dada Xiang Shu dengan keras, yang memukulnya begitu keras sampai dia terlempar dan jatuh ke tanah.

Feng Qianjun kehilangan kesadaran setelah terlempar dari cermin. Dia terbaring di tanah, sementara pedang Sen Luo-nya dengan kuat bersarang di pilar. Satu-satunya orang yang bisa menahan Putri Qinghe sekarang adalah Xiang Shu.

Chen Xing tidak pernah menyangka bahwa Putri Qinghe akan melakukan hal seperti itu, dan bahkan Xiang Shu sama sekali tidak siap. Dia sudah memukul luka lama di tulang rusuknya. Dia dengan paksa menahan rasa sakit yang tajam, meraih pedangnya, dan terhuyung-huyung untuk berdiri tegak di atas kakinya.

Sebuah belati muncul di tangan kanan Putri Qinghe yang dia tekan ke leher Chen Xing.

Chen Xing langsung berteriak seperti dia sudah gila, “DINGIN!! AAAAHHH! Belati ini sangat dingin!!!”

Putri Qinghe, “……”

Xiang Shu, “……”

Chen Xing, “Tidak bisakah kamu memanaskannya dulu sebelum meletakkannya di leherku?!”

Putri Qinghe berkata dengan suara tegas, “Chanyu yang Agung, jaga jarak setidaknya lima langkah dariku dan jangan bergerak, aku tahu kau kuat.” Saat dia berbicara, belatinya sedikit menusuk leher Chen Xing. Belati itu sudah disuntik dengan mana, dan seluruh bilahnya tampak berwarna hitam pekat. Jika dia mengerahkan sedikit usaha, Chen Xing akan tertusuk lurus dan darah akan keluar dari lehernya, dengan demikian dia tidak akan bisa bertahan lagi.

Aiya! Aiya!” Chen Xing segera berteriak, “Sakit!! Jiejie! Jangan terlalu kasar, kita semua adalah orang baik di sini ……”

Putri Qinghe mengencangkan cengkeramannya dan berkata dengan dingin, “Diam!”

Xiang Shu berkata dengan suara rendah, “Apa itu kau yang membuat sekelompok mayat hidup? Sebenarnya apa tujuanmu? Apa hubunganmu dengan keluarga Feng?”

Putri Qinghe menarik napas dalam-dalam dan berkata perlahan, “Chanyu yang Agung, kau terlalu sibuk. Kalian berdua adalah orang-orang yang mengalaminya sendiri, kau tidak bisa menyalahkanku. Kalau kau tidak peduli tentang anak ini, kau tidak akan mendapatkan banyak masalah.”

“Jadi kau adalah orang yang mengirim pembunuh pada malam itu,” kata Xiang Shu dengan nada yang berbahaya, “Dan aku bahkan menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk bertanya tanya dengan sia-sia mengapa Jian Tou2 ingin membunuh seorang pengusir setan yang tidak ada urusannya dengannya.”

Chen Xing dicekik oleh Putri Qinghe, dan dia hanya berpikir bahwa kekuatannya sangat luar biasa. Meskipun jauh lebih rendah dari Xiang Shu, kehebatan bela dirinya tidak bisa dianggap enteng.

“Kamu …… Aku baru tahu ……” Chen Xing hampir tidak bisa bernapas lagi, “Karena kamu terburu-buru bertindak sebagai mak comblangku, kamu memang menyembunyikan niat buruk ……”

Putri Qinghe mengencangkan cengkeramannya di leher Chen Xing dan mencibir, “Kau sudah berada di ranjang kematianmu!”

Dalam sekejap, uap hitam meledak dari tubuh Putri Qinghe, yang berputar di sekelilingnya dan Chen Xing. Saat dia berada di dalam kumpulan uap hitam itu, dia mulai melayang perlahan ke udara. Leher Chen Xing hampir putus karena dicekik, jadi dia tidak bisa berbicara lagi.

“Katakan apa maumu.” Kata Xiang Shu dengan suara yang dalam.

Putri Qinghe berkata, “Turunkan pedangmu, angkat kedua tanganmu dan mundur sampai kau berada di luar pintu.”

Xiang Shu berbalik. Dia pergi ke depan pintu masuk aula, meletakkan pedangnya yang berat, mengangkat kedua tangannya, lalu perlahan mundur. Cengkeraman Putri Qinghe sedikit mengendur. Chen Xing memegangi lengannya dan berkata saat dia disandera, “Pelindung, hati-hatilah, jangan sampai tersandung ambang pintu di belakangmu.”

Xiang Shu, “……”

Ketika Xiang Shu mundur sampai di depan pintu, Putri Qinghe segera berteriak, “Penjaga! Ada seorang pembunuh——! PENJAGA!”

Fu Jian tidak pernah suka orang-orang menjaga pintu saat dia tidur, jadi semua penjaga sedang berpatroli di taman dan koridor kekaisaran. Pada saat ini, setelah mendengar suaranya, mereka mulai berkumpul di luar kamar tidur. Namun, semua kejadian yang tidak terduga ini terjadi terlalu cepat – hanya waktu yang dibutuhkan untuk mengatakan beberapa kalimat sudah berlalu sejak Xiang Shu dan Chen Xing terbang keluar dari cermin dan Putri Qinghe tiba-tiba berubah menjadi musuh mereka.

Chen Xing melanjutkan, “Cepat dan larilah, kau bisa kembali untuk menyelamatkanku nanti ……”

Dalam waktu yang sangat singkat itu, ada begitu banyak pikiran yang terlintas di benak Xiang Shu: jika dia pergi begitu saja, Putri Qinghe akan segera menikam Chen Xing sampai mati. Sudah cukup jelas sekarang; Putri Qinghe, Feng Qianyi, dan orang-orang yang diam diam merencanakan persekongkolan dengan mayat hidup, semuanya adalah bagian dari kelompok yang sama, dan bahkan lebih mungkin bahwa mereka berdua adalah dalang dari semua ini.

Chen Xing segera menggunakan pandangannya untuk memberi isyarat pada Xiang Shu untuk pergi, tapi pada saat itu, anjing yang sudah tertidur di belakang layar bergegas keluar tanpa suara, lalu menggigit pergelangan kaki Putri Qinghe.

Putri Qinghe langsung berteriak. Chen Xing segera berjuang untuk membebaskan diri, lalu Xiang Shu menerjang ke tanah, meraih pedang beratnya dan membalik. Putri Qinghe membuang anjing itu dan menikamnya sampai mati dengan belati, tapi pedang berat Xiang Shu sudah tepat di depannya.

“Hancurkan!” Chen Xing melihat bahwa Putri Qinghe sedang memegang Cermin Yin Yang, yang berarti dia akan bisa untuk mengaktifkannya, jadi Chen Xing menyalakan Cahaya Hatinya untuk membantu Xiang Shu menerobos kebencian itu. Dalam sepersekian detik, pedang berat di tangan Xiang Shu menyala dengan cahaya yang menyilaukan, dan dengan diikuti suara “wusss“, mengusir kabut hitam itu kembali seperti nyala api yang melelehkan salju. Ketika cahaya putih menyala di depan Putri Qinghe, ketakutan segera muncul di matanya!

Xiang Shu pernah tertangkap dalam keadaan tidak siap sebelumnya dan menderita karenanya, jadi dia tahu bahwa Putri Qinghe tidak bisa diremehkan. Dengan serangan ini, Putri Qinghe akan mati, atau Xiang Shu akan mati, jadi dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengayunkan pedangnya. Tepat setelah uap hitam hancur, pedang itu menghantam dada Putri Qinghe terlebih dahulu, lalu serangan lain mendarat dengan sudut miring. Darah sudah mengalir dari mulut Putri Qinghe, yang melayang di udara. Semua tulang rusuknya patah, darah mengalir keluar dari lubangnya, dan dia terbanting ke dinding! Cermin Yin Yang terbang dari tangannya dan jatuh ke tanah.

Pada saat itu, Fu Jian bergegas ke tempat kejadian dan kebetulan secara pribadi menyaksikan adegan Xiang Shu membunuh Putri Qinghe dengan pedangnya.

Semua orang tercengang, dan bahkan Xiang Shu juga terkejut. Dia sudah merasakan ada yang tidak beres saat dia melepaskan serangan keduanya. Setelah uap hitam menghilang, pihak lain sudah kehilangan semua kekuatannya untuk melawan, tapi serangan ketiga terkait dengan dua serangan pertama dan sudah memblokir jalan keluar musuh, jadi itu masih saja terlambat untuk berhenti.

“Dia …… dia ……” Chen Xing bergegas ke depan dan berteriak, “Tunggu!”

Putri Qinghe terbaring di tanah, bibirnya sedikit terbuka, dan mulutnya penuh dengan darah.

“Aku hanya ingin …… membalaskan dendam …… untuk klan Murong ……”

Chen Xing mengangkat kepalanya dengan ekspresi kosong dan menatap Xiang Shu. Xiang Shu segera berbalik, melindungi Chen Xing di depannya saat dia menghadapi Fu Jian, yang berdiri di luar aula, serta Tuoba Yan, yang datang dengan obor dan sekelompok penjaga.

Anjing itu merintih dan merangkak ke arah Chen Xing, meninggalkan jejak noda darah di belakangnya. Dia berjuang untuk menjilat tangannya. Chen Xing mengambil anjing itu; hawa dingin menjalar di punggungnya, dan dia sejenak merasa seperti sudah jatuh ke dalam gua es.

“Xiang Shu?” Chen Xing berkata dan berpikir bahwa mereka dalam masalah besar sekarang.

Ketika Fu Jian bergegas, dia tidak tahu apakah Fu Jian sudah melihat pemandangan Putri Qinghe yang diselimuti uap hitam. Tapi bahkan jika dia melihatnya, pencahayaan di dalam aula itu redup, jadi sepertinya dia tidak bisa melihatnya dengan jelas.

Setelah tersadar dari kematian Qinghe, kesadaran Xiang Shu segera kembali. Dia menatap Fu Jian dengan waspada.

“Apa kau ingin mendengarkan penjelasan, atau langsung membalas dendam?” Xiang Shu berkata pada Fu Jian dengan suaranya yang dalam, “Guwang akan membawamu sampai akhir.”

Seolah-olah Fu Jian tidak mendengar apa-apa. Dengan kesedihan, dia segera mengeluarkan ratapan yang memilukan dan langsung bergegas menyerang dengan tangan kosong!

Di luar kamar tidur, Xiang Shu menggendong Chen Xing sementara Chen Xing menggendong anjingnya. Mereka menghancurkan jendela kayu bersama-sama dan jatuh dengan keras ke taman kekaisaran bersama dengan ribuan potongan puing.

Anak panah beterbangan kemana-mana. Fu Jian bergegas keluar dari lubang yang mereka buat dan hanya melihat sosok Xiang Shu menjauh, yang membawa Chen Xing saat mereka melompati tembok istana di tengah warna putih marmer langit fajar.

“Shulü Kong——!” Fu Jian dilanda kesedihan karena dia sudah kehilangan semua rasionalitas saat dia meraung liar, “Zhen bersumpah demi hidupku! Aku pasti akan membuatmu membayar dengan darahmu——!”


Komentar Penerjemah:

Jeff: WOW. JUST WOW. Plot twistnya gila banget sih. Dan Anjing Xiang Shunya mati TWT

Keiyuki: Pdhl anjingnya baik😭


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. LOL ini adalah permainan pepatah. Arti sebenarnya dari pepatah itu adalah paksa pintu terbuka dan bergegas keluar, tapi secara harfiah ini seperti ‘rebut pintu untuk keluar’, dan XS memang … merebut pintu …? LOL CHEN XING JANGAN BERCANDA PADA WAKTU SEPERTI INI.
  2. Fu Jian.
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
V10n4 Kaneshiro (@v1v10n4)

hikzzz sedih banged anjingnya mati T.T tegaaa sekaliiii anjing maniskuuu mati huhuhuu