Penerjemah: Kueosmanthus
Editor: Jeffery Liu


Saat Chen Xing berbicara, dia juga merasa bahwa dia sudah menemukan petunjuk! Di depan matanya, dia hampir bisa melihat pemandangan aneh dari suatu tempat yang dipenuhi dengan Bunga Lihun ini, dan hun bumi yang sudah diambil dari sepuluh ribu lebih orang oleh Lonceng Luohun berubah menjadi kupu-kupu yang melayang dan mendarat di dalam lautan bunga! Tunggu, untuk apa mereka membutuhkan kekuatan dari banyak hun bumi ini?

“Keluarga Xiang pasti memiliki catatan!” Kata Chen Xing. “Mereka fokus meneliti titik-titik spiritual; mereka melakukan itu untuk mencari pendapatan! Feng-dage! Ayo pergi ke sana sekali lagi!”

Feng Qianjun berkata, “Aku akan mengirim orang untuk membeli sisa gulungan keluarga Fang sehingga kita bisa mempelajarinya di sini.”

Malam itu, sisa gulungan dari keluarga Fang dikirim. Feng Qianjun dan Chen Xing mulai menyelidiki. Xiao Shan bergabung dengan mereka sebentar, tapi Xiang Shu, yang tidak bisa membaca skrip segel, terpaksa berdiri di satu sisi dan menatap ke kejauhan.

“Temukan Vena Bumi, semua catatan yang berhubungan dengan Vena Bumi,” kata Chen Xing pada Xiao Shan. “Aku akan menuliskan karakternya untukmu, dua kata ini …”

“Aku tahu!” Xiao Shan dengan tidak sabar berteriak. “Aku bukan idiot!”

Chen Xing mau tidak mau memikirkan Xiao Shan sebagai anak yang dia temui di Carosha; berangsur-angsur, dia lupa bahwa Xiao Shan sudah memahami banyak hal.

Xiang Shu berkata, “Dia hanya suka memperlakukan orang lain seperti orang bodoh.”

Chen Xing hanya bisa menyerah untuk menjelaskan, tapi tidak sampai sedetik kemudian, Feng Qianjun berkata, “Chen Xing, lihat yang ini?”

Chen Xing menyebarkan gulungan sutra. Di atasnya ada peta wilayah umum Kuaiji dan Jiankang. Batas-batas kota ratusan tahun yang lalu sudah bergeser dan sangat berubah seperti di zaman modern, namun di peta itu, ada tanda jingga pudar dari batang kayu cinnabar, yang membentuk formasi aneh.

“Vena Bumi mengalir menuju …” Chen Xing bergumam, “Lokasinya ada di kota Kuaiji, ini seharusnya menjadi jalan masuk.”

Chen Xing menunjuk ke bagian tertentu. Feng Qianjun melihat peta Kuaiji zaman modern sebelum berkata, “Mari kita cari tahu waktu untuk pergi ke sana dan melihatnya?”

“Ayo pergi sekarang.” Xiang Shu tidak ingin menunggu lebih lama lagi; dia sudah cukup.

Tempat yang ditandai oleh peta kuno berada di bagian utara kota. Di tengah malam, mereka mempersiapkan diri, mempersenjatai diri dengan senjata. Mereka berempat mengikuti peta sampai mereka menemukan salah satu pintu masuk ke Vena Bumi – secara kebetulan, itu berada di belakang kediaman pejabat daerah, di dalam sumur kuno di kaki gunung, dan menyelinap ke dalam manor tidaklah sulit untuk mereka.

“Aku akan pergi turun terlebih dulu.” Feng Qianjun mengikatkan tali di pinggangnya, menjuntai di atas sumur. “Kalian tunggu di atas.”

Xiao Shan melirik ke sumur sebelum dengan malas mengambil beberapa langkah tanpa tujuan, mengintip dengan rasa ingin tahu di sekitarnya.

“Xiao Shan! Kemana kau pergi sekarang?” Kata Chen Xing.

Xiang Shu memeriksa sekitarnya. Tidak ada burung gagak, dan raja-raja iblis kekeringan tidak menunjukkan diri mereka sepanjang hari dan malam sekarang, tapi ada perasaan tidak nyaman yang terus-menerus dirasakannya. Mungkin kelompok itu saat ini bersembunyi di sudut gelap, merencanakan bagaimana mengalahkan mereka.

“Kenapa pintu masuk secara kebetulan terletak di kediaman pejabat?” Xiang Shu tiba-tiba bertanya.

“Ada beberapa pintu masuk,” kata Chen Xing. “Kita kebetulan memilih yang paling dekat… Jangan terlalu paranoid tentang segala hal. Xiao Shan, kembali!”

Keingintahuan Xiao Shan benar-benar terlalu kuat; apapun yang dia lihat, dia ingin menyodoknya. Kali ini, sepertinya dia mendengar suara-suara, jadi dia berjingkat ke sisi timur kediaman pejabat dan menyandarkan tubuhnya ke dinding di luar ambang jendela, mengintip ke dalam ruangan.

Chen Xing awalnya ingin menghentikannya, tapi kemudian dia ingat kekhawatiran Xiang Shu. Bagaimana jika benar-benar ada hubungan antara raja iblis kekeringan dan Wu Qi?

“Apa yang kau lihat?” Chen Xing bertanya dengan sangat pelan.

Xiao Shan memberi isyarat agar Chen Xing segera datang, dan segera mereka berdua berkerumun di luar ambang jendela melihat ke dalam. Di dalamnya ada pemandangan yang membuat Chen Xing sangat bingung – seorang petugas bela diri Jin dan salah satu juru tulis Wu Qi saling berpelukan erat satu sama lain tanpa sedikit pun jarak di antara mereka, dan juru tulis itu terengah-engah tak terkendali.

Xiao Shan menahan napas, wajahnya dipenuhi kecurigaan. Dia memandang Chen Xing, lalu melihat ke dalam, seolah dia bertanya, apa yang mereka lakukan?

Chen Xing memperhatikan kedua pria di dalam. Awalnya dia juga tidak mengerti karena cahaya di dalam ruangan redup, sampai Xiang Shu juga mengikuti, membungkuk untuk meringkuk di samping mereka dan melihat-lihat.

Xiang Shu: “…”

Xiao Shan: “?”

Xiang Shu segera menutupi mata Xiao Shan dan menyeretnya pergi. Chen Xing saat ini memulihkan akalnya. Dua … dua pria! Seluruh wajahnya memerah, dan Xiang Shu hanya harus berpura-pura tidak menyadarinya.

Xiao Shan: “Apa yang terjadi? Dia membunuh seseorang!”

“Jangan tanya lagi!” Xiang Shu dan Chen Xing berkata secara bersamaan.

“Dia tidak membunuh siapa pun,” kata Chen Xing. “Cepat lupakan, kau tidak melihat apa-apa…”

Xiao Shan: “????”

“Ada jalan di dasar sumur!” Feng Qianjun berada di bawah menarik-narik tali, berkata, “Turun dan lihat? Ini jalur air yang kering!”

Xiao Shan meluncur ke bawah lebih dulu. Xiang Shu berdiri di tepi sumur dan melingkarkan tali di tangannya dua kali. Dia kemudian mengulurkan tangannya ke Chen Xing sehingga Chen Xing bisa memeluknya saat mereka turun. Otak Chen Xing dipenuhi dengan pemandangan itu dari tadi, dan saat dia naik ke tepi, dia tanpa sadar terpeleset. Xiang Shu segera memeluknya, dan mereka berdua meluncur dari tali.

Chen Xing: “!!!”

Chen Xing dan Xiang Shu ditekan sangat dekat, dan tiba-tiba Chen Xing merasakan sesuatu menusuknya… Apakah tubuh Xiang Shu bereaksi? Seolah-olah gairah adegan barusan belum sepenuhnya berlalu, dan dengan posisi mereka seperti ini Chen Xing merasa lebih canggung.

Feng Qianjun benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di atas. Dalam kegelapan yang pekat dari sumur tua, embusan angin bertiup melewati mereka dari suatu titik di kejauhan. Xiang Shu mengambil waktu sejenak untuk meluruskan pakaiannya saat Chen Xing menyalakan Cahaya Hati, mengarahkannya ke sumber air. Dimana cahaya bersinar, sebuah lorong gelap muncul.

Xiang Shu menekan kepala Chen Xing, menunjukkan bahwa dia harus melihat ke arah tanah, di mana ada celah tipis bercahaya. Feng Qianjun berlutut untuk menyodok celah dengan jari, dan sebuah cahaya bersinar seperti cahaya yang berkedip-kedip dari sebongkah fluorit1 yang tersembunyi di dalam tanah.

Dengan Feng Qianjun memimpin, mereka maju ke depan, hanya untuk melihat bahwa cahaya terus bertambah terang. Mereka berjalan untuk jarak yang tidak ditentukan, dan keempat dinding gua perlahan-lahan dipenuhi dengan celah-celah bercahaya.

“Ini adalah Vena Bumi,” kata Chen Xing. “Ini adalah pasangan dari Vena Ilahi. Itu adalah aliran sungai besar di bawah kaki kita, di bumi di bawah.”

Feng Qianjun mencoba menggunakan Senluo Wanxiang, tapi dia tidak bisa mengeluarkan energi apa pun dari Vena Bumi. Chen Xing menjelaskan pada mereka bahwa Vena Ilahi memegang apa yang dianggap sebagai energi Qi spiritual tingkat tertinggi; itu mendukung perputaran seluruh Tanah Suci, dan seperti batu penjuru, itu pada dasarnya berbeda dari mana yang hilang dari mereka.

Vena Bumi awalnya terkubur jauh di dalam tanah, dan dalam keadaan normal ia tidak akan muncul, tapi di tempat yang lapisan batuannya tipis, ia bisa mengintip dari bumi hanya sedikit. Ketika melonjak keluar, itu akan membawa Qi spiritual, menciptakan area energi yang terdistorsi, dan area ini adalah apa yang biasa disebut titik spiritual.

Empat orang itu berjalan melewati dasar sungai yang kering di bawah tanah. Ratusan tahun yang lalu, tempat ini pernah menjadi jalur air bawah tanah untuk wilayah Kuaiji. Saat Vena Bumi semakin kuat, gua bawah tanah juga menjadi lebih luas, dan di tepi dasar sungai yang kering, cukup menakjubkan, Bunga Lihun muncul!

“Ada disini.” Feng Qianjun memberi isyarat pada Chen Xing untuk melihat, dan terbukti bahwa tebakan mereka terbukti benar. “Xiang-xiongdi? Apa kau baik baik saja?”

Saat Xiang Shu berjalan di sepanjang Vena Bumi, napasnya menjadi lebih susah. Pada akhirnya dia merasa lebih tidak berdaya, hampir tidak bisa melambaikan tangannya. “Ke arah ini. Aku merasakanya.”

Chen Xing dengan cemas memperhatikan Xiang Shu dan bergegas untuk mendukungnya, bertanya, “Haruskah kita kembali?”

Xiang Shu menggelengkan kepalanya saat dia bersandar di bahu Chen Xing. Dia menjawab, “Itu tidak penting, ayo pergi. Dengarkan aku.”

Seekor kupu-kupu bercahaya berhenti di salah satu kelopak bunga. Xiao Shan melambaikan cakarnya, dan kupu-kupu itu mengepakkan sayapnya, dengan lembut terbang ke dalam gua.

Bagian dalam gua sudah dipenuhi dengan cahaya dari Vena Bumi. Chen Xing menyingkirkan Cahaya Hati, fokus untuk mendukung Xiang Shu dengan hati-hati. Saat mereka berjalan, Bunga Lihun bertambah jumlahnya. Chen Xing mengingatkan mereka, “Perhatikan dan pastikan kau tidak menyentuhnya, atau kau akan bersin.”

Xiao Shan tiba-tiba memiringkan kepalanya seolah-olah dia mendengar sesuatu, dan dia mempercepat langkahnya seolah-olah dia ingin berlari ke ujung jalur sungai. Namun, Chen Xing sudah lama bersiap, dan secepat kilat, dia meraih Xiao Shan, berkata, “Jangan lari!”

Xiao Shan benar-benar terlalu tidak patuh. Chen Xing dengan aman mengikatkan seutas tali ke tubuhnya sendiri, dan dengan tangannya yang lain dia merenggut ikat pinggang Xiao Shan dengan sebuah kait yang diikat ke ujung tali yang lain.

Xiao Shan: “…”

Chen Xing: “Kau dilarang menyentuh sesuatu secara acak, atau lain kali kami tidak akan membawamu.”

Xiao Shan hanya bisa menurut dengan enggan. Mereka berempat bergerak seperti unit yang aneh saat mereka dengan hati-hati turun ke dasar sungai yang kering. Berjalan di sepanjang jalan itu, mereka mendengar suara gemericik air di depan, dan ketika mereka berbelok di tikungan, mereka melihat anak sungai kecil mengalir melalui sebuah gua yang bahkan lebih besar dan lebih terang daripada yang mereka masuki sekarang. Cahaya menyinari wajah mereka dengan tajam, dan di depan mereka lautan Bunga Lihun yang luas muncul.

Feng Qianjun tiba-tiba berbalik, menarik Chen Xing dan Xiang Shu bersamanya dalam lompatan ke samping, ketiganya bersembunyi di balik bayangan pilar batu yang terbentuk secara alami.

Di persimpangan beberapa sungai bawah tanah, air berkilau cemerlang, memantulkan kecerahan Pembuluh Bumi. Cahaya pantulannya menyingkapkan kedua sisi tepi sungai yang ditutupi Bunga Lihun!

Dalam cahaya biru yang menyihir, lautan bunga dipenuhi kupu-kupu yang terbentuk dari hunpo2.

Bagian tengah sungai dibelah oleh satu gumuk pasir. Di tengah gundukan pasir adalah barisan besar yang bersinar dengan cahaya saat mengambil mana dari kupu-kupu di laut yang luas itu, dan di tengahnya muncul seekor ular raksasa dengan satu tanduk patah tumbuh dari kepalanya.

Kebencian merasuki ruangan, membanjiri indera mereka.

“Apa itu?” Feng Qianjun memberi isyarat, membiarkan Chen Xing melihat.

Chen Xing dengan tenang dan cepat berkata, “Aku mengerti sekarang, mereka menggunakan hunpo untuk menggantikan Qi spiritual dari Langit dan Bumi untuk memberi daya pada array. Kemudian mereka menggunakan lautan Bunga Lihun untuk menjebak hunpo ini sehingga mereka tidak bisa pergi…”

“Aku tidak bertanya tentang itu! Lihat!” Feng Qianjun berkata dengan suara berbisik.

Chen Xing dan Xiao Shan menjulurkan kepala mereka, hanya untuk melihat dua orang berdiri di tepi deretan. Salah satunya adalah seorang wanita yang mengenakan satu set pakaian yang rumit, dan di sisi wajahnya ada topeng yang sama dengan yang mereka lihat sebelumnya. Yang lainnya, yang menghadap ke samping dari pandangan mereka, adalah seorang juru tulis yang memegang kipas lipat di tangannya.

Punggung Xiang Shu tertuju pada pilar batu saat dia terengah-engah, terlihat sangat kesakitan.

“Xiang Shu?” Chen Xing bertanya dengan tenang.

Semakin dekat mereka ke tempat mereka sekarang, semakin sakit yang dirasakan Xiang Shu. Chen Xing melihat lagi lonceng yang dipegang wanita itu, dan itu memang Lonceng Luohun! Dia berkata dengan tenang ke arah Feng Qianjun, “Itu adalah jiao, di mana mereka berhasil menemukannya? Setelah Keheningan menyelimuti semua sihir, sangat sedikit ular yang berhasil berkultivasi menjadi jiao …”

Sst.” Feng Qianjun memberi isyarat padanya untuk lebih diam.

“Bahkan di kota seukuran telapak tangan ini,” wanita itu mengejek, “kau bisa kehilangan orang saat mengejar mereka?”

Begitu wanita itu membuka mulutnya, Chen Xing dan Feng Qianjun langsung merasakan keterkejutan. Chen Xing mengucapkan kata-kata “Wen Zhe?”, Dan Feng Qianjun menganggukkan kepalanya.

Suara juru tulis itu bersuara serak, dan tubuhnya dilingkari api hitam saat dia menjawab, “Feng Qianjun menyuruh orang-orangnya menyerang mata dan telingaku di semua tempat, jadi terlalu sulit untuk mencari tahu ke mana mereka pergi. Kita hanya bisa menunggu sampai gelap untuk membuat raja iblis kekeringan berpencar dan mencari di sekitar area.”

“Di mana raja iblis kekeringan?” Wen Zhe bertanya. “Ketika mereka muncul, mereka penuh dengan niat membunuh, dan mereka terlihat sangat mengesankan, tapi dalam sekejap mata mereka sudah menyamar lagi?”

Juru tulis itu menjelaskan, “Jiangnan tidak di bawah kendaliku. Jika mereka muncul terlalu sering, cepat atau lambat mereka akan membuat musuh kita waspada, jadi aku menyembunyikan mereka sementara di gudang kayu keluarga.”

“Kau membiarkan ketiga bawahan ini bersembunyi di gudang kayu biasa?” Wen Zhe menjawab dengan tidak percaya. “Apa tepatnya yang kau inginkan dari Chen Xing dan Shulü Kong? Menurutku, setelah kembali ke Jiankang, kau seharusnya memikat orang-orang itu dan mengakhiri mereka semua dalam satu gerakan. Itu akan membuat segalanya lebih mudah, dan kemudian jika kau membutuhkannya nanti, kau bisa mengubahnya menjadi iblis kekeringan. Lalu apa bedanya?”

Juru tulis itu membuka kipas dan melambaikannya sekali, dan kebencian, seolah-olah itu adalah sesuatu yang nyata, menghilang. Dia dengan lemah memprotes, “Kau tidak melihat gambaran lengkapnya. Tuanku membutuhkan tubuh pengganti yang cocok untuk hidup kembali dengan sukses. Awalnya aku memilih calon tubuh dari pengguna Cahaya Hati, Chen Xing …”

Wen Zhe tersenyum mencemooh.

Juru tulis itu perlahan melanjutkan, “Setelah artefak dimurnikan oleh kebencian, itu akan menunjukkan penampilan yang sangat berbeda. Ini adalah fakta yang kau ketahui juga. Tubuh baru Tuanku secara alami harus bergantung pada artefak terkuat di dunia. Cahaya Hati adalah artefak yang bisa mendominasi hati seseorang; setelah mendapatkannya dan mampu memperbaikinya, mengubahnya menjadi Cahaya Gelap3, tubuh itu akan menjadi wadah baru Tuanku. Kemudian, dia akan memiliki kekuatan untuk mendominasi keinginan semua orang biasa di dunia. Pada saat itu, adakah yang bisa melawan kekuatan semacam ini?”

Wen Zhe berkata, “Sayang sekali, meskipun kau punya banyak intrik, rencanamu masih gagal.”

Juru tulis itu berkata, “Hanya karena aku sudah memiliki kandidat yang lebih baik yang bisa sepenuhnya menggantikan Cahaya Hati. Aku tidak bisa tinggal di sini dan bergosip, aku harus segera kembali.”

“Tunggu!” Wen Zhe berkata. “Apa maksudmu menyerahkan tumpukan sampah ini padaku?”

Suara serak juru tulis itu menjawab, “Ikuti rencana lama.”

“Ikuti rencana lama apa?!” Wen Zhe berkata. “Aku tidak ingin terus menunggu! Kapan Fu Jian akhirnya datang?”

Juru tulis itu berkata, “Ketika pasukan Qin menuju selatan untuk bertempur, tentu saja aku akan memberitahumu. Tiga raja iblis kekeringan akan sementara tinggal di sini untuk kau perintah …”

Wen Zhe berkata, “Apa gunanya aku memiliki raja-raja sampah kekeringan yang bersembunyi selama tiga hari di gudang kayu dan hanya bisa keluar pada malam hari untuk menemukan seseorang?”

Juru tulis itu menjawab, “Aku juga tidak mau, tapi saat ini mana-ku tidak cukup kuat untuk bertahan lama. Pertama-tama aku harus kembali untuk menyelesaikan masalah nomor satu kita, atau mereka cepat atau lambat akan mengetahui bahwa aku menggunakan sihir hitam… Aku akan pergi sekarang. Wen Zhe, jangan mengambil tindakan gegabah. Ingat, begitulah cara Feng Qianyi gagal mencapai tujuannya …”

Saat dia berbicara, juru tulis itu mengangkat kipas lipat di tangannya, dan kebencian naik ke langit, berubah menjadi badai api hitam. Itu membungkusnya sebelum menggali ke dalam Vena Bumi di bawah, menghilang tanpa jejak.

Pada detik terakhir, Feng Qianjun mengambil risiko terlihat oleh musuh untuk menjulurkan kepalanya dan melihatnya sekilas dari jauh.

Tapi pada saat itu, wajah juru tulis itu sudah dibayangi oleh energi hitam saat dia berubah menjadi api jahat dan terbang di sepanjang Vena Bumi. Chen Xing mengikutinya dengan menjulurkan kepalanya sendiri, tapi Feng Qianjun menggelengkan kepalanya, bahkan saat tangan yang menekan gagang pedangnya bergetar. Chen Xing menekan pergelangan tangan itu, menggelengkan kepalanya. Dia tahu bahwa Feng Qianjun putus asa secara emosional karena dia hanya dipisahkan oleh satu langkah dari pria yang memanipulasi saudaranya dari bayang-bayang.

Tapi sekarang jelas bukan waktu yang tepat untuk maju dan memulai pertarungan. Chen Xing menunjuk ke artefak dan berkata: Lonceng Luohun.
Dia harus mengambil artefak ini terlebih dahulu.

“Kita sedang memikirkan ide. Xiang Shu? Tetaplah bertahan.”

Chen Xing memeriksa Xiang Shu. Dia masih terlihat kesakitan; dahinya berkeringat, dan matanya tertutup saat dia terengah-engah tak terkendali, seolah-olah dia demam tinggi.

“Aku akan menarik musuh menjauh,” Feng Qianjun berkata dengan tenang. “Xiao Shan, kau yang bertanggung jawab untuk mencuri artefak itu.”

“Jangan menginjak Bunga Lihun!” Kata Chen Xing. “Izinkan aku mengingatkanmu sekali lagi bahwa ini adalah poin yang sangat penting!”

Feng Qianjun mengangguk sebelum menghindar di balik pilar lain. Chen Xing diam-diam berkata kepada Xiao Shan, “Sesaat ketika Feng-dage mulai bergerak, kau pergi ke sana untuk mencuri artefak itu …”

“Aku mengerti!” Xiao Shan berkata dengan suara kecil. “Kau tidak perlu mengulanginya lagi!”

Chen Xing menyatukan tangannya, diam-diam meminta Iuppiter untuk menjaga mereka …

Pada saat ini Wen Zhe memegang Lonceng Luohun di satu tangan, yang perlahan turun ke satu sisi saat dia berjalan perlahan ke dalam array. Kesedihan membanjiri wajahnya saat dia mengulurkan tangan untuk membelai jiao besar itu. Separuh tubuhnya sudah berubah menjadi mayat yang membusuk.

Feng Qianjun berdiri di belakang pilar. Dengan pedang di masing-masing tangan, dia menggambar lingkaran, melengkungkan tubuhnya dan melompat keluar dengan suara shua!

“Pergilah!” Chen Xing dengan tenang berkata.

Xiao Shan memakai cakarnya, dan dengan lengkungan tubuhnya, juga bergegas keluar dengan suara ‘xiu‘.

Mengikuti dari belakang, Chen Xing diseret keluar oleh tali yang dia ikat di pinggangnya sendiri!

“Tunggu!” Chen Xing dengan keras berteriak, “Aku lupa melepaskan tali!”

Wen Zhe berbalik hanya untuk melihat Feng Qianjun bergegas di depannya, cahaya menyebar dari pedangnya. Xiao Shan juga menarik tali yang tertinggal di tanah, menyebabkan Chen Xing meluncur ke arah mereka, dan dengan cakarnya, Xiao Shan meraih pergelangan tangan kanannya!

Wen Zhe tidak pernah menyangka bahwa tiga pengusir setan akan segera masuk ke base camp ini. Dalam sekejap wajahnya kehilangan semua warnanya, dan mengikuti dia melepaskan teriakan keras, dengan marah berkata, “Feng Qianjun! Dasar penjahat!” Segera setelah itu, dia membalik di udara, menghindari serangan Feng Qianjun, membalas dengan melempar cambuk lembut yang melilit pergelangan tangan Feng Qianjun, menariknya ke dalam array. Dengan tangan kanannya dia mengguncang Lonceng Luohun, dan dengan ‘dang‘ yang jelas dia menangkis serangan cakar dari Cangqiong Yilie Xiao Shan!

Pada saat lonceng berbunyi, semua kupu-kupu bercahaya mengepakkan sayapnya sekaligus. Seolah-olah mereka telah menerima panggilan, mereka mulai bergerak!

Wen Zhe berhenti di tangga, berdiri dengan kokoh sambil memegang Lonceng Luohun. Melihat ke arah tiga orang dengan mata penuh ketakutan, dia bertanya, “Bagaimana kalian semua bisa masuk ke sini?”

“Aku mendengar semuanya!” Chen Xing dengan marah berkata. “Diskusi antara kau dan Shi Hai, aku mendengar semuanya dengan sangat jelas! Cepat… Xiao Shan! Lepaskan dulu tali itu!”

Chen Xing mengikuti tali itu ke arah Xiao Shan, dengan cepat berjalan ke sampingnya dan melepaskan simpulnya.

Tatapan Wen Zhe mengembara dan tidak pasti saat dia berkata, “Karena sudah seperti ini, maka kalian semua tidak bisa pergi! Aku ingin melihat apa yang akan terjadi. Cahaya Hati tidak takut pada Lonceng Luohun, tapi rekan-rekanmu tidak…”

“Jangan biarkan dia merapal sihir!” Chen Xing berteriak. “Serang!”

Detik berikutnya, Xiao Shan dan Feng Qianjun bergegas pada saat yang sama, mengapit Wen Zhe di kiri dan kanan. Wen Zhe sudah setengah jalan merapal mantra, tapi melihat bahwa jika dia tidak menghindar dia akan terbunuh di tempat oleh dua serangan itu, dia hanya bisa berbalik lagi, menghindari pedang dan cakar. Feng Qianjun tidak mampu memberinya waktu untuk merapal sihir, jadi dia mengirim serangkaian serangan berturut-turut seperti itu, dan Xiao Shan juga bergegas, tubuhnya di udara, mencambuknya dengan tangan belakang.

Wen Zhe diserang dari kedua sisi, dan dia tidak bisa menghadapi Xiao Shan karena kecepatannya yang sangat cepat. Pada awalnya bahkan Xiang Shu tidak bisa menangkapnya, jadi bagaimana Wen Zhe bisa mengikuti?

“Dua lawan satu! Apakah kau masih punya kehormatan?” Wen Zhe mengamuk.

Chen Xing berada di pinggiran pertempuran. Dia takut mendekat, jadi dia hanya bisa mengarahkan gerakan mereka dari jauh, dan sekarang dia berteriak, “Jangan bicara tentang aturan pertarungan dengannya!”

Wen Zhe memblokir lagi, dan lonceng berbunyi untuk kedua kalinya. Pada saat itu, Feng Qianjun dan Xiao Shan sama-sama menerima kejutan besar pada hunpo mereka, dan mata mereka menjadi kabur dan tidak fokus. Wen Zhe mengambil kesempatan ini untuk membalikkan kepala jiao biru itu, mengumpulkan kebencian di sekitar Lonceng Luohun dalam pusaran energi hitam yang mulai berputar-putar.

Chen Xing berpikir sendiri bahwa semuanya berjalan sangat buruk; hanya dengan satu lambaian pergelangan tangannya, hunpo Feng Qianjun dan Xiao Shan akan diambil … Dia hanya bisa mempertaruhkan nyawanya dengan bergegas ke dalam barisan, melempar tali dengan kait ke Wen Zhe –
Wen Zhe dengan mudah menghindarinya, tertawa dingin, “Hanya dengan keterampilan bela diri tingkat amatirmu, kau pikir kau bisa …”

Pada saat itu, Feng Qianjun pulih. Chen Xing dengan cepat membuat pilihannya, berteriak, “Singkirkan kebencian darinya!”

Feng Qianjun menggenggam kedua tangannya saat kedua bilah itu mengalir bersama dalam bentuk baru yang berputar. Dengan satu jentikan cakar, Xiao Shan berhasil menepis kebencian yang melilit Lonceng Luohun. Pada saat itu, kebencian yang menggerakkan array itu meledak terbuka, dengan sepertiga pergi ke masing-masing dari tiga artefak. Setelah Feng Qianjun menyerap energinya, dia menyiapkan Senluo Wanxiang, tapi saat dia hendak bergegas, Chen Xing menyadari masalah yang parah.

Efek Senluo Wanxiang adalah membiarkan tanaman …

Mengikuti dari dekat, semua Bunga Lihun di sekitarnya dipengaruhi oleh Senluo Wanxiang, dan mereka membuka kelopaknya, melepaskan serbuk sari.

Chen Xing: “Tidak, tidak, cepatlah… achoo!”

Feng Qianjun: “Achoo!”

Wen Zhe: “Achoo!”

Xiao Shan: “Qiu!”

Kebencian menghilang saat tersedot ke dalam tiga artefak, dan array itu jatuh ke dalam keadaan tenang. Wen Zhe, Feng Qianjun, Xiao Shan, dan Chen Xing semuanya saling mengawasi.

Chen Xing: “Hah? Dimana ini?”

Feng Qianjun meletakkan pedangnya, “Apa yang aku lakukan?”

Xiao Shan: “?”

Wen Zhe berkata dengan curiga, “Siapa kalian semua?”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Fluorit atau yang biasa disebut fluorspar adalah mineral yang terbentuk dari kalsium florida Caf2 termasuk golongan mineral halida. Proses pengkristalan masuk ke dalam kubik isometrik, meskipun oktahedral dan tidak jarang memiliki bentuk isometrik yang lebih kompleks.
  2. “https://chinese.yabla.com/chinese-english-pinyin-dictionary.php?define=魂” 魂 : hún pò yang berarti jiwa.
  3. Versi gelap dari Cahaya Hati, yang sudah dimurnikan dengan kebencian.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments