Penerjemah : Keiyuki17
Proofreader : Jeffery Liu


Chen Xing: “Tunggu, kenapa ada naga? Siapa kau? Kau adalah pemilik Bank Dongzhe… kenapa kau ada di sini?”

Wen Zhe: “Benar! Aku adalah bos dari Bank Dongzhe… Bukan, ah! Naga ini, Fujun 1, Fujun!”

Feng Qianjun: “Fujun apa? Jangan berteriak ah!”

Wen Zhe berjalan ke arah jiao biru itu dan menghadapnya, dia bergumam, “Aku ingat… Shi Hai-daren  memintaku untuk menjalankan tempat ini, menggunakan Lonceng Luohun untuk mengumpulkan manusia tanah, memperbaiki mayat Fujun, menunggu Fu Jian menyeberangi Sungai Yangtze, setelah itu melepaskan Fujun, dan membunuh Kaisar dengan bekerja sama dengannya. Belum lama ini, sekelompok pengusir setan tiba-tiba datang… Pengusir setan! Itu adalah kalian!”

Chen Xing tertegun, “Benar! Aku adalah pengusir setan! Feng-dage! Kami di sini untuk menyingkirkan yao! Tangkap dia!”

Wen Zhe langsung berteriak dan mengaktifkan Lonceng Luohun. Feng Qianjun juga ingat, dan dia menyiapkan Senluo Wanxiang. Ketika dia baru akan bergegas maju, dengan suara gemuruh, lautan bunga meletus sekali lagi; ada Serbuk Lihun sejauh mata memandang.

Chen Xing: “Achoo!”

Feng Qianjun: “Ha… hatchi!”

Wen Zhe: “Chi!”

Xiao Shan: “Choo!”

Semua orang: “????”

Wen Zhe bingung. Dia melihat Lonceng  Luohun di tangannya dan berpikir dengan keras, “Apa yang akan aku lakukan dengan benda ini?”

Chen Xing: “Yi? Dimana ini?”

Xiao Shan: “?”

Feng Qianjun: “Wen Zhe? Kenapa kau ada di sini? Kemarilah! Ada monster di belakangmu!”

Karena panik, Wen Zhe segera berkata, “Ini Fujun-ku! Untuk membunuh jiao jahat, seluruh tubuh Fujun dikorosi oleh bisa ular, dan itu membuatnya terlihat seperti ini! Jangan membunuhnya!”

Chen Xing: “Oh? Kenapa? Tunggu, kita ada di sini untuk menyingkirkan yao? Kenapa aku ingat pernah turun ke sebuah sumur…”

“Di mana Shi Hai-daren?” Mata Wen Zhe penuh dengan ketakutan, “Daren! Kamu ada dimana?”

Feng Qianjun berteriak dengan marah, “Shi Hai! Kau membunuh kakakku! Aku akan mengambil nyawamu!”

Dalam sekejap, semua orang kembali ingat. Wen Zhe mengubah sikapnya dan berteriak, “Matilah!”

Feng Qianjun menyiapkan Saber Senluo lagi. Ketika Senluo Wanxiang dilepaskan, lautan Bunga Lihun bersinar ke segala arah, dan gelombang ketiga serbuk sari terbang keluar.

Chen Xing: “Achoo!”

Feng Qianjun: “Hachoo!”

Wen Zhe: “Achi!”

Xiao Shan: “Chi!”

Semua orang: “……”

Chen Xing: “???”

Chen Xing hanya merasakan kepalanya berputar. Dia melihat sekeliling ke lingkungan yang tidak dikenalnya. Pada saat berikutnya, Xiang Shu bergegas keluar dari balik pilar batu dengan susah payah dan berteriak, “Dengarkan aku! Jangan bernapas! Berhati-hatilah terhadap serbuk sari! Dapatkan artefak sihir di tangannya! Feng Qianjun, singkirkan sabermu!”

Setelah meneriakkan ini, Xiang Shu kehilangan semua kekuatannya. Dengan susah payah, dia berlutut dengan satu lutut di tepi array sihir, menggunakan pedangnya sebagai penyangga. Feng Qianjun mendengar apa yang dia katakan; dia menyingkirkan Saber Senluo dan pergi ke depan dengan tangan kosong. Chen Xing berkata, “Untuk apa ini?”

Feng Qianjun: “Aku tidak tahu, aku hanya mendengarkan dirinya!”

Wen Zhe berkata dengan marah, “Kalian adalah pencuri! Kenapa kau ingin merebut artefak sihirku?! Artefak sihir, Lonceng Luohun… Benar! Aku…”

Xiao Shan melolong, bergegas ke depan, lalu mengangkat cakarnya. Terlambat untuk mengelak, pergelangan tangan Wen Zhe terkena cakar itu. Lonceng Luohun terbang; Chen Xing dengan rapi menggunakan kait untuk menarik Lonceng Luohun, menariknya ke tangannya dan menggenggamnya dengan erat.

Feng Qianjun menerkam dan menahan Wen Zhe, memegang belati di lehernya. Wen Zhe terus meronta dan dengan marah berteriak, “Lepaskan aku!”

Chen Xing: “Sekarang apa? Kita datang ke sini untuk merebut artefak sihir ini? Ah, bukankah ini Lonceng Luohun? Aku ingat! Ya, ya, ya! Serahkan!”

Xiang Shu: “Cepat! Murnikan artefak sihir itu! Kenapa kau hanya berdiri di sana?!”

Chen Xing mundur beberapa langkah. Memegang Lonceng Luohun, dia mulai memurnikan artefak sihir ini dengan kekuatan Cahaya Hati. Dalam sekejap, Cahaya Hati bersinar cemerlang di sepanjang meridian di tangannya, dan dengan cepat, cahaya itu disuntikkan ke dalam Lonceng Luohun.

“Untung kau tidak terpengaruh oleh Bunga Lihun…” Chen Xing tersenyum dan berkata ke arah Xiang Shu.

“Lakukanlah!” Feng Qianjun dan Xiang Shu berteriak pada saat yang bersamaan.

Chen Xing mengerahkan mana-nya, dan kebencian di dalam Lonceng Luohun tiba-tiba meledak. Dengan suara gemuruh yang keras, lonceng menjadi terang dengan pancaran cahaya.

“Berkumpul!” Chen Xing melangkah mundur, tangan kanannya menggoyangkan loncengnya. Dong! Kupu-kupu bercahaya yang memenuhi seluruh tempat, mengingatkannya pada gugusan bintang, terus menerus terbang dan melesat ke Lonceng Luohun!

“Apa berikutnya?” kata Chen Xing. “Naik ke permukaan dan lepaskan kupu-kupunya… Xiang Shu! Xiang Shu!”

Xiang Shu jatuh ke tanah dan pingsan.

Semua kupu-kupu bercahaya sudah terbang. Array Pengikat Naga kehilangan sumber mana-nya, menjadi redup, dan dengan suara ‘dengungan‘, menghilang sepenuhnya.

“Kau… kau adalah iblis kekeringan?!” Feng Qianjun melihat kulit Wen Zhe dari dekat, hanya untuk melihat bahwa matanya berangsur-angsur menjadi berlumpur. Dia akhirnya menyadari kenapa bos ini selalu memakai wewangian tanpa alasan tertentu! Dia mencoba menyembunyikan bau tubuhnya!

“Hehe… Hahaha…” Wen Zhe dipegangi oleh Feng Qianjun, dan raut wajahnya terlihat garang. Tiba-tiba tawa aneh terdengar, dan segera setelah itu, array itu kehilangan pengaruhnya, dan jiao raksasa dan busuk itu membuka matanya dan mengangkat kepalanya ke arah Feng Qianjun dan Wen Zhe. “Feng-dage! Awas di belakangmu!” teriak Chen Xing.

Naga Jiao terbangun dan tiba-tiba bergerak! Merayap dengan kebencian hitam di belakangnya, naga itu menyapu Feng Qianjun. Xiao Shan dan Chen Xing bergegas maju bersama, hanya untuk melihat ekor naga jiao itu menepuk-nepuk dinding gua dengan keras dan membuat suara keras. Feng Qianjun dipukul dan ditepis!

Xiao Shan melompat di udara, memutar tubuhnya, dan mengayunkan Cangqiong Yilie! Akan tetapi, naga jiao membumbung tinggi, menyapu pilar yang menopang gua dengan kecepatan kilat, mengangkat cakarnya, dan menyerang gelombang kejut Cangqiong Yilie. Cakar naga patah, darah kotor menyembur darinya. Namun, tubuh besar naga jiao dengan mudah mengatasi keterkejutannya; naga itu bergerak melewati pilar batu dan mengayunkan ekornya ke samping, memukul Xiao Shan kembali ke tanah!

Gelombang kejut dari Cangqiong Yilei belum juga hilang. Memotong pilar batu menjadi dua, menyebabkan gua terus bergoyang dan batu-batu berjatuhan.

Xiao Shan berteriak saat dia jatuh di atas puing-puing. Dia bangkit dengan susah payah, ingin bertarung lagi, tapi Chen Xing menerkamnya dari samping dan menariknya menjauh.

Feng Qianjun berkata, “Gua ini akan runtuh! Ayo pergi!”

“Jangan pernah berpikir untuk pergi… ” Wen Zhe berteriak marah dengan suara melengking, “Tempat ini akan menjadi kuburanmu!”

Chen Xing, Xiao Shan, dan Feng Qianjun bergegas menuju ke sisi Xiang Shu.

“Xiang Shu! Xiang Shu!” Chen Xing memanggilnya, dengan penuh kecemasan.

Mata Xiang Shu tertutup rapat. Feng Qianjun hanya bisa menarik sabernya dan berteriak, “Tidak ada pilihan, ayo lakukan ini lagi! Chen Xing! Bisakah orang besar ini menelan Serbuk Lihun?”

Chen Xing: “Aku tidak tahu! Dia datang! Xiang Shu! Bisakah kau bergerak? Bangun ah!”

Chen Xing mengaktifkan Cahaya Hatinya dan menekankannya di dada Xiang Shu. Naga Jiao membumbung dan bergerak di udara. Wen Zhe yang kabur sudah berada di atas kepala naga itu, dan pada saat ini, dia sedang menarik tanduk naga jiao, membuatnya menukik ke arah empat orang itu! Naga itu terjun dengan kekuatan ribuan jun yang luar biasa, dan saat naga jiao membuka mulutnya, kabut hijau beracun keluar dari dalam. Naga itu seolah siap menelan keempat orang itu——

Xiang Shu, yang sedang bersandar di tanah, membuka matanya. Sebuah pedang menyapu, dan dengan suara dentang, bilah itu berubah menjadi cakram ringan, membuat suara mendengung saat berpapasan dengan serangan naga jiao! Di bawah pengaruh kekuatan yang luar biasa, kebencian meledak. Untuk sepersekian detik, di tempat di mana seorang manusia dan satu naga saling bentrok, di sana, tampaknya ada penampakan cahaya naga di sisi Xiang Shu, meneriaki naga biru dengan suara nyaring.

Chen Xing hanya merasakan gendang telinganya berdengung dengan keras, membuatnya hampir muntah darah. Xiang Shu, bagaimanapun, sudah menyeret pedang panjangnya secara alami, dengan santai menekankan satu kaki di tanah untuk bangkit. Bersandar ke satu bahu, dia memutar pedang di tangannya menjadi tali panjang yang berkilau dan melepaskannya dengan sebuah gerakan, berteriak, “Pergilah!”

Tali itu memenuhi seluruh tempat dan sekaligus, melilit naga biru itu. Kulit wajah Wen Zhe berubah, dan dia berteriak, “Apa ini?! Shulü Kong!”

Xiang Shu sudah mengikat naga biru dengan Pedang Acala yang sudah berubah bentuk menjadi tali panjang, tapi dia terus meronta dan menabrak langit-langit gua!

“Gua ini akan runtuh!” teriak Feng Qianjun.

Batu-batu besar jatuh; Xiao Shan berteriak ketika dia melambaikan Cangqiong Yilie dan memotong-motong yang jatuh menimpa mereka. Chen Xing berkata, “Ke permukaan! Jangan bertarung di sini!”

Wen Zhe berhenti berbicara dan mendesak naga biru itu untuk bergerak. Naga itu menyeret tali cahaya Pedang Acala saat ia menabrak salah satu sisi dinding gua; pepohonan dan bangunan di permukaan semuanya runtuh di sampingnya. Segera setelah itu, teriakan naga terdengar ketika ia membumbung ke langit.

Pada malam yang diterangi oleh cahaya bulan, di kota Kuaiji, tembok barat runtuh dengan suara gemuruh yang keras; seluruh distrik itu jatuh dan tenggelam di bawah tanah. Naga biru bangkit dari tanah dan melayang di langit!

Xiang Shu menggendong Chen Xing saat mereka bergegas keluar ke permukaan. Xiao Shan segera mengikuti, melompat keluar seperti anak panah menuju atap. Feng Qianjun membuat beberapa lompatan dan mendarat di jalan utama.

Empat orang itu mendongak. Naga biru, berputar-putar di langit di bawah bulan yang cerah, membuka mulutnya dan memuntahkan kabut beracun yang pekat.

“Tidak bisa menunggu lagi,” kata Wen Zhe dengan dingin, “Tidak perlu menunggu hari yang baik, hari ini, aku akan membalaskan dendam Fujun-ku!”

“Bukankah Fujun-mu adalah naga yang kau tunggangi?” Feng Qianjun, memegang Senluo Wanxiang di tangannya, berteriak, “Ia belum mati ah! Balas dendam untuk apa?”

“Kau baik-baik saja?” Chen Xing berkata dengan tidak percaya, “Tapi aku… Aku bahkan belum melepaskan jiwa-jiwa di dalam Lonceng Luohun!”

Alis Xiang Shu berkerut; dia sudah mendapatkan kembali semua kekuatannya. Dia menatap ke cakrawala, lalu menatap Chen Xing.

“Bisakah kau membantuku menangani jiao itu?” Xiang Shu tidak menjelaskan lebih jauh dan justru bertanya padanya.

Chen Xing mengangguk dan berkata, “Beri aku waktu. Lindungi aku saat aku memancarkannya. Jika orang ini terus mengamuk, kita tidak akan tahu berapa banyak orang yang akan mati.”

“Pengusir Setan, berkumpul!” Xiang Shu berteriak, “Lindungi Chen Xing!”

Feng Qianjun dan Xiao Shan turun dari atap, meninggalkan naga jiao dan berdiri di sisi Chen Xing, melindunginya. Xiang Shu berdiri di antara Chen Xing dan naga jiao, memegang pedang besarnya dengan satu tangan mengarah ke langit malam.

Chen Xing melafalkan mantra di dalam hatinya dan mengangkat Lonceng Luohun, berharap mantra yang sudah dia pelajari di bawah bimbingan masternya ini bisa digunakan.

Pancaran Cahaya Hati semakin terang. Xiang Shu sepertinya merasakannya; Pedang Acala itu memancarkan cahaya yang cemerlang, dan satu demi satu, api putih yang mengamuk berkembang di masing-masing dari sembilan prasasti pada bilahnya.

“Hapuskan!” Teriakan Chen Xing bergema.

Pada saat berikutnya, diikuti dengan ‘dong‘, suara Lonceng Luohun bergema di seluruh cakrawala! Menghadap ke langit, dalam sekejap lonceng itu melepaskan kupu-kupu bercahaya yang tidak terhitung jumlahnya; mereka meledak dengan suara gemuruh yang keras dan tersebar ke setiap bagian kota, sebelum terbang menuju Danyang, Wujun, Jiankang, dan tempat-tempat lain di tengah malam yang gelap, mengingatkan pada lautan cahaya yang berpindah antara langit dan bumi.

Ratusan ribu kupu-kupu, ratusan ribu hun manusia, indah dan penuh keagungan ketika mereka terbang kembali ke pemiliknya; itu menjadi sebuah pemandangan untuk dilihat.

Di kota Kuaiji, banyak orang bangun satu demi satu. Kupu-kupu hinggap di dahi mereka yang terkena wabah dan memasuki mereka. Setiap pasien akan bangun setelah itu, dan satu demi satu, mereka keluar dari rumah.

“Pengusir setan yang membantu para penjahat,” kata Wen Zhe di langit dengan suara yang keras, “Aku akan menyingkirkan kalian semua hari ini!”

Setelah mengaktifkan Lonceng Luohun, Chen Xing merasakan sakit yang tajam di pembuluh darah jantungnya. Dia merasa tercekik, seperti hari itu ketika dia memurnikan Genderang Zheng. Mengusir kebencian yang sudah lama menodai artefak sihir dengan hanya mengandalkan Cahaya Hati di dalam jiwa yin dan yang, sejauh yang dia ketahui, sangat melukai pembuluh darah jantungnya.

“Aku baik-baik saja.” Chen Xing mengangkat kepalanya dan bertemu dengan tatapan Xiang Shu, dengan paksa menelan seteguk darah, “Kita harus menemukan cara untuk menyingkirkan jiao ini.”

Xiang Shu berkata, “Serahkan ini padaku. Kalian berdua lindungi Chen Xing dan temukan tempat yang aman untuk tinggal.”

“Apa yang sedang terjadi?!” Wu Qi terbangun karena kebisingan dan bergegas dengan bawahannya. “Monster macam apa itu? Naga?!”

Naga Jiao mengamuk di dalam Kuaiji sambil memuntahkan kabut beracun. Orang-orang di sepanjang jalan melarikan diri satu demi satu. Mereka yang tersentuh kabut beracun, meski hanya sedikit, jatuh ke tanah dan mati. Chen Xing meraung, “Datanglah padaku! Wen Zhe!”

“Fujun-ku pernah melindungi banyak orang di Tanah Suci,” suara Wen Zhe bergema di langit, penuh kebencian dan dendam. “Namun, kalian semua memperlakukannya seperti monster jahat. Apa gunanya dunia yang seperti ini?”

“Bawa dia pergi,” kata Xiang Shu pada Wu Qi.

Chen Xing: “Tunggu! Pejabat! Evakuasi kota! Suruh mereka pergi terlebih dulu!”

Xiang Shu pindah ke atap dengan gerakan cepat. Feng Qianjun dan Xiao Shan masing-masing mencari tempat yang lebih tinggi dan menggunakannya untuk memanjat. Naga itu memiliki keunggulan dalam terbang, dan ketakutannya pada kemampuan Xiang Shu mencegahnya turun dari ketinggian. Pengusir setan tidak bisa terbang; tidak ada jalan lain, jadi mereka hanya bisa menembakkan busur dan anak panah ke langit.

Wu Qi mengirim orang untuk mengevakuasi orang-orang terlebih dulu, lalu membawa Chen Xing ke pelataran di kediaman pejabat itu. Chen Xing bergegas ke pagar hanya untuk melihat bahwa Feng Qianjun dan Xiao Shan sudah pergi. Hanya ada Xiang Shu di atas atap, melompat secara vertikal dan mengejar naga jiao itu.

Chen Xing menopang dirinya di pagar, terengah-engah. Seorang terpelajar di sisi Wu Qi bertanya, “Apakah kamu baik-baik saja?”

Chen Xing menggelengkan kepalanya dan berkata pada Wu Qi, “Sejujurnya, kami adalah pengusir setan, dan alasan sebenarnya kami datang ke Kuaiji kali ini adalah untuk menyelidiki wabah… “

“Pengusir setan?!” Semua orang tercengang.

Wu Qi, bagaimanapun, sudah mendengar tentang pengusir setan sebelumnya. Dia berkata, “Sekarang ini masih ada pengusir setan?”

Keluarga Xiang sudah mencapai puncaknya ratusan tahun yang lalu di Kuaiji, dan perbuatan mereka sudah tersebar selama bertahun-tahun. Penduduk setempat, tidak seperti orang-orang dari Dataran Tengah yang catatan sejarahnya dipisahkan oleh periode sejarah, seharusnya tidak terlalu terkejut ketika mendengar tentang pengusir setan.

Chen Xing dengan enggan mengangguk. Seorang jenderal dari pasukan Jin kemudian berkata, “Aku akan memimpin pasukan dan membantu mereka. Kita akan menggunakan pengait untuk menyeret monster itu turun dari langit!”

Terpelajar itu berkata, “Kamu sendiri harus berhati-hati.”

Chen Xing tiba-tiba teringat bahwa dia sudah melihat dua orang ini di kediaman pejabat sebelum dia memasuki sumur… Setelah mereka mengenakan pakaian mereka, aku benar-benar tidak mengenalinya sampai beberapa saat yang lalu.

“Kamu, kalian berdua… ” Chen Xing menenangkan diri. Dia ingin bertanya “apakah kalian sepasang kekasih?” tapi kemudian dia berpikir bahwa itu salah. Pada saat ini, siapa yang masih peduli dengan masalah sepele seperti itu?

Chen Xing segera mengubah kata-katanya dan berkata, “Apakah kamu memiliki catatan tentang kerusuhan naga jiao atau ular raksasa?”

Terpelajar itu berkata, “Aku akan mencarinya.”

Terpelajar itu bernama Zheng Lun, dan jenderal itu disebut Bi Hun. Mereka adalah tangan kanan dan kiri pejabat provinsi, Wu Qi. Sekarang, Wu Qi dan Chen Xing berdiri di pelataran di lantai tiga kediamannya, memberikan pemandangan yang jelas ke seluruh kota.

“Pejabat,” kata Chen Xing, “sebaiknya Anda keluar dari kota dan juga bersembunyi.”

Wu Qi berkata, “Orang tua ini adalah pejabat orang tua 2 di Kuaiji. Orang-orang belum meninggalkan kota, dan kau masih bertempur di tempat ini. Bagaimana aku bisa melarikan diri sendirian?”

Chen Xing mengagumi keberanian dan kebijaksanaan Wu Qi. Ketika jiao muncul secara tiba-tiba, pejabat tingkat rendah lokal ini tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun pada monster ini, dan sebaliknya, dia memerintahkan orang-orang dengan tenang, memberikan contoh, daripada hanya melihat naga jiao mendatangkan malapetaka di kota. Jenderal bernama Bi Hun mengumpulkan beberapa prajurit lalu mulai mengejar naga itu, mengikuti Xiang Shu.

“Tidak ada di Kuaiji.” Zheng Lun kembali dengan tergesa-gesa dan menyebarkan catatan, berkata, “Tapi aku tiba-tiba teringat bahwa beberapa dekade yang lalu, pada masa Bencana Yongjia, banyak catatan regional Ludi dibawa ke Jiangnan, dan beberapa berakhir di Kuaiji. Chen-daren, apakah kamu ingin melihat ini? Dikatakan ada masalah jiao di Sungai Si, dan pengusir setan, Xin Yuanping dan pelindungnya, Wen Che menghabisi naga itu…”

Chen Xing: “!!!”

Chen Xing teringat dalam sekejap. Dia sudah membaca peringatan yang ditulis oleh Wen Che untuk pengusir setan, Xin Yuanping ketika dia masih bersama tuannya! Wen Zhe… Wen Che, adalah seorang gadis?! Itu adalah Nyonya Wen yang ada di depanku?! Naga biru itu adalah Xin Yuanping? Tapi Xin Yuanping jelas sudah mati, mengorbankan dirinya untuk membunuh jiao, jadi kenapa dia juga berubah menjadi jiao?

“Chen-daren?” Zheng Lun menyelidiki lebih lanjut.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Secara harfiah berarti ‘Suami’, tapi menurut eng-tler, kata yang asli terasa lebih intim, jadi dia memutuskan untuk menggunakannya.
  2. 父母官 adalah sebutan informal untuk 县长, pengadilan tingkat rendah lokal.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments