Ayahku akan membakarmu sampai menjadi abu!”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Warning : gore


Tiga binatang buas, Yazi, Suanni, dan Baxia, mendekat perlahan. Nyonya Guoguo terkekeh dingin sebelum mengulurkan tangannya dari balik jubahnya, mencegah tiga yao untuk bergerak maju. Kemudian dengan sapuan yang santai, rantai logam di tanah terbang dengan sendirinya, melilit Hong Jun dan menyeret wujud bawah sadarnya ke posisi tegak, menyebabkan punggungnya bertabrakan dengan dinding gua.

Hong Jun mengerang kesakitan, perlahan terjatuh dalam posisi duduk dengan kepala terangkat ke depan. Kesadarannya tampak gelap, dan penglihatannya dipenuhi dengan bayangan.

“Hanya tinggal satu lagi,” Nyonya Guo berkata dengan hangat, “dan seluruh Departemen Exorcism akan jatuh. Bahkan saat ini, apa kau masih berpegang akan harapan bahwa teman-temanmu akan datang untuk menyelamatkanmu.”

Seragam resmi Li Jinglong sudah robek. Bahu dan punggungnya berlumuran luka dari gigitan gigi tajam, dan darah kehitaman membasahi jubah bela dirinya. Saat dia mengangkat matanya lagi, tatapannya dipenuhi dengan amarah tampak seolah-olah dia bisa membakar semuanya dengan matanya sendiri.

“Sebutkan syarat-syaratmu!” Kata Li Jinglong dengan muram.

“Syarat? Tolong bangunlah.” Nyonya Guoguo, bagaimanapun juga, mulai tertawa. Dia berkata, “Apa kau tahu kenapa baru sekarang aku mengangkat tangan untuk mengalahkanmu?”

Li Jinglong tidak menjawab, hanya menatap dengan cemas ke arah Hong Jun, yang duduk di belakang Nyonya Guoguo. Hong Jun sedikit mengangkat kepalanya, merasa bahwa seluruh tubuhnya lemah tak tertandingi, dan dia sangat menderita seolah-olah tulangnya sudah dicabut dari dagingnya.

“Karena keberadaanmu tidak mengancamku,” kata Nyonya Guoguo dengan suara rendah. “Li Jinglong, kau terlahir sebagai manusia, dan jika kau tidak mencampuri urusan yang bukan urusanmu, mungkin kau bisa mati dengan damai di usia tua.”

“Apa kau… raja… raja yao?” Tanya Hong Jun dengan putus asa.

Nyonya Guoguo berbalik dan melihat Hong Jun dari atas ke bawah, sebelum berkata dengan acuh tak acuh, “Iya.”

“Rubah yao… semuanya adalah bawahanmu,” kata Hong Jun dengan menyakitkan.

“Berbicara tentang hal ini,” Nyonya Guoguo berbalik dan berjalan menuju lautan darah, berbicara dengan suara yang pelan. “Saat kalian membakar semua sukuku sampai mati, apa kalian sudah mempersiapkan diri kalian untuk mati hari ini?”

“Ya.” Hong Jun, masih berlutut di sudut, mengangkat kepalanya untuk melihat Nyonya Guoguo saat dia berbicara dengan pelan, “Apa kau ingin tahu kenapa? Jika kau mendekat, aku akan memberitahumu.”

Dalam sekejap, ekspresi Nyonya Guoguo berubah. Dia mengerutkan alisnya dalam-dalam saat dia menatap Hong Jun dengan penuh pertimbangan, sebelum dia berjalan perlahan menuju ke arahnya.

“Akulah yang memberi perintah untuk membunuh mereka,” tiba-tiba Li Jinglong mengatakannya. “Itu tidak ada hubungannya dengan Hong Jun!”

Saat dia mengatakan hal ini, Li Jinglong tahu bahwa Hong Jun ingin mengumpulkan semua energinya di tubuhnya untuk menyerang Nyonya Guoguo, tapi rencana itu tidak akan berhasil. Dia menggelengkan kepalanya secara perlahan ke arahnya, mencoba yang terbaik untuk membujuknya agar dia berhenti.

“Kenapa kau memilih untuk melakukan hal ini?” Hong Jun mengerutkan alisnya saat dia berbicara, “Bukankah sudah cukup untuk menjadi raja yao? Kenapa kau membunuh orang-orang?”

Saat Nyonya Guoguo mendengar kata-kata itu, dia mulai tertawa, dan dia berkata dengan pelan, “Bagaimana bisa kau begitu naif?”

Tapi saat Hong Jun melihat Nyonya Guoguo, ada rasa kasihan di matanya.

“Kau menyukai Chang’an, dan begitu juga aku.” Tatapan Hong Jun menjadi sedih saat dia berbicara. “Tapi tidak bisakah kau bertahan hidup tanpa perlu melakukan apa yang kau lakukan?”

Di mata Nyonya Guoguo muncul secercah kekagetan. Dari semua makhluk yang ada di dunia ini, hanya Hong Jun yang bisa menanyakan hal seperti itu.

“Itu, kau harus bertanya pada Di Renjie.” Dalam sekejap, ekspresinya dipenuhi dengan kekejaman. “Dia adalah yang pertama kali menyerang suku yao, membunuh mereka semua dan tidak menyisakan siapa pun!”

“Rubah yao adalah yaoguai yang paling mirip dengan manusia,” kata Hong Jun pelan. “Kalian semua sudah merasakan siksaan yang datang karena terlahir sebagai yao, tapi juga sudah merasakan suka dan duka manusia.”

“Benar,” kata Nyonya Guoguo, hampir dengan dingin. “Sekarang, aku menyadari bahwa semuanya sudah dirusak oleh emosi khayalan ini. Jika Jin Yun tidak jatuh cinta pada pemuda itu dan memjadi sangat tidak mau untuk membuang tubuhnya, menyembunyikannya di bawah tempat tidurnya jadi dia bisa menguburkannya di bawah bumi dengan damai, maka kita tidak akan berada di tempat ini sekarang.”

Saat dia mendengar hal ini, Li Jinglong terkejut!

Dari seekor kucing yang melarikan diri dari kediaman Guoguo, sampai bersembunyi di kamar Jin Yun dan menemukan mayat kering di bawah tempat tidur…

“Kau pernah ke Pingkang Li! Kau pergi untuk menemui Jin Yun!” Suara Li Jinglong bergetar saat dia berbicara. “Itu pasti karena kucing itu melihat wujud rubah yaomu, jadi dia membawa kami kesana!”

Nyonya Guoguo menghela napas, “Aku juga tidak menyangka bahwa setelah berdebat dengan Jin Yun begitu lama, dari semua hal itu adalah seekor kucing yang merusak rencana kami. Sebelum kau mati, apa ada hal lain yang ingin kau ketahui? Tanyakan saja; aku akan membiarkanmu bertanya sampai kau puas, bagaimanapun juga, kalian semua akan mati hari ini.”

Li Jinglong mengangkat kepalanya dan mengamati Nyonya Guoguo, sebelum dia berbicara. “Ada apa di kolam darah itu?”

Nyonya Guoguo berkata dengan lembut, “Itu adalah darah, esensi darah yang terkumpul dari semua manusia. Setelah rubah yao menyerap hunpo mereka, mereka mendapat kekuatan untuk berubah menjadi manusia, dan esensi darah yang mereka serap akan dikirim ke sini, masuk ke kolam darah. Setelah ujian kekaisaran, aku terus berpikir tentang cara bagaimana aku memikat kalian semua ke sini…”

“… karena itu adalah hal paling berguna yang kumiliki. Itu adalah anakku yang lain —” dia berbalik dan melihat ke arah kolam darah, berkata, “Untuk memenuhi kolam darah ini, sangatlah diperlukan darah segar. Dan kalian semua tidak akan pernah terlepas dari jari laba-laba — jejak tipis dari sebuah petunjuk1…”

“Ini adalah array pemindah yang menggunakan darah sebagai medianya.” Hong Jun menghirup napas sambil melihat ke kolam darah yang ada di tengah gua. Kolam darah yang besar bergolak terus menerus, dan array pemindah sedikit bersinar saat mengantung tinggi di atas permukaan darah.

“Benar,” Nyonya Guoguo dengan lembut mengeluarkan kata itu. “Kalian orang pintar selalu merasa bahwa selama kalian mengikuti sulur melon2, maka kalian bisa mengetahui keberadaan dan rencanaku, tapi bagaimana rasanya dibawa selangkah demi selangkah ke dalam perangkap? Jika tidak, apa kalian pikir Yazi akan sangat bodoh meninggalkan sisik di lokasi dia mengumpulkan darah?”

Hong Jun: “….”

“Orang yang pintar bisa dihancurkan oleh kepintaran mereka sendiri,” Nyonya Guoguo tertawa. “Tapi kolam darah ini bukanlah sesuatu yang bisa kau lihat dengan mudah. Ini mengandung kekuatan dari suku rubah dan dimurnikan dengan darah segar manusia; aku menggunakan banyak usaha, menghabiskan sepuluh tahun penuh untuk sampai pada ke tahap seperti sekarang ini. Melalui proses, setiap tetes darah yang menyatu, meminjamkan lebih banyak kemampuan untuk berubah menjadi wujud manusia,” Nyonya Guoguo berkata dengan lembut, sudut mulutnya melengkung membentuk senyuman tipis.

“Tapi kenapa dia bisa berubah menjadi diriku?” Sampai sekarang, Hong Jun masih tidak percaya saat dia melihat dirinya sendiri di kolam darah.

“Itu semua berkat pedang Li-Zhangshi,” Nyonya Guoguo tersenyum. “Kemarin dia menyerahkannya padaku atas kemauannya sendiri, apa kau suka?”

Hong Jun tiba-tiba teringat saat pertama kali bertemu di Departemen Exorcism, dan dia bentrok secara langsung dengan Li Jinglong, pada saat itu jarinya terluka.

“Dan sekarang, selama darah manusia terakhir ditambahkan…” Nyonya Guoguo berkata dengan lembut, “maka semuanya akan lengkap. Sayang sekali bahwa tidak ada diantara kalian yang bisa menyaksikan hal itu.”

“Kau ingin berubah menjadi siapa?” Li Jinglong merasakan serangkaian perasaan menggigil di punggungnya.

“Tidak mungkin!” Hong Jun menaikkan suaranya. “Kau tidak bisa menyentuh Putra Langit di alam manusia, dia memiliki perlindungan Bintang Ziwei3!”

“Itu benar,” kata Nyonya Guoguo. “Tapi aku bisa menahannya dalam tahanan rumah dan menukarnya dengan seorang kaisar yang sama, lalu siapa yang akan mengetahuinya? Tidak seorang pun, selain adik perempuan fanaku yang bodoh, benar bukan?”

Li Jinglong tidak bisa berhenti bernapas dengan berat.

“Apa kau sudah selesai dengan pertanyaanmu?” Tanya Nyonya Guoguo dengan lembut. “Jika kau tidak memiliki hal lain untuk dikatakan, maka aku akan melanjutkan.”

Sebuah dorongan melintas dibenak Li Jinglong, tapi saat dia berpikir tentang menyeret sesuatu keluar untuk mengulur waktu, Nyonya Guoguo berkata, “Mencoba mengulur lebih banyak waktu itu tidak akan berguna, Li-Zhangshi. Ini adalah kantong dimensi yang kubuat dengan sihirku sendiri, dan bahkan jika kalian semua berhasil melepaskan ikatan kalian, kalian tidak akan pernah bisa meninggalkan kolam darah ini.”

Setelah mengatakan hal itu, dia berjalan perlahan ke arah Hong Jun, dan napas Li Jinglong menjadi berat.

“Apa yang coba untuk kau lakukan?” Tanya Hong Jun, suaranya bergetar.

“Aku akan merobek sarafmu dan mengulitimu,” kata Nyonya Guoguo, dengan sopan dan pantas, “dan me-lingchimu4 di depan Li-Zhangshi. Pertama, aku akan membelah kulit kepalamu dan perlahan-lahan menguliti wajah cantikmu, membiarkan semua darahmu mengering, sebelum akhirnya memakan hunpomu dan berubah menjadi dirimu kemudian me-lingchi atasanmu dan teman-temanmu. Bagaimana kedengarannya?”

Hong Jun: “…..”

Li Jinglong: “…..”

Untuk sejenak, gua hanya dipenuhi dengan suara napas banyak orang. Nyonya Guoguo mengangkat tangannya dan membuat tubuh Hong Jun melayang, sebelum berkata, “Aku belum pernah melihat artefak sihirmu, biarkan aku melihatnya. Pisau lempar milikmu tampaknya sangat tajam. Baxia, bawa artefaknya kemari.”

Baxia berubah menjadi wujud manusia, dan dengan kedua tangannya dia menyerahkan artefak Hong Jun.

“Haruskah aku menggunakan pisau lempar ini, atau…” Nyonya Guoguo meliriknya secara sembarangan, tapi saat tatapannya tertuju pada bulu merak giok, dia tidak bisa menahan perubahan ekspresinya yang sangat cepat.

“Kau…” Saat Nyonya Guoguo kembali menatap Hong Jun, ekspresinya menampakkan ketidakpercayaan, dan suaranya bergetar. “Darimana asal artefak ini? Kau… tidak, seharusnya tidak, kau adalah seseorang dari Istana Yaojin?!”

Hong Jun bahkan tidak berkedip saat menatap Nyonya Guoguo.

“Jika kau mengangkat satu jari untuk menyakitiku,” Hong Jun bergumam, “Ayahku akan membakarmu sampai menjadi abu!”

Tawa yang dilebih-lebihkan dan melengking tiba-tiba keluar dari mulut Nyonya Guoguo.

“Hahaha — kau pikir wanita tua ini takut padanya?!” Nyonya Guoguo mencemooh. “Seseorang yang menderita kekalahan di tanganku? Aku harus mengirim tulang-tulangmu ke Gunung Taihang, dan melihat apa yang bisa dia lakukan setelahnya!”

Nyonya Guoguo mengangkat salah satu dari pisau lemparnya, mengamati Hong Jun dengan dingin.

“Berhenti!” Li Jinglong berseru, “Nyonya Guoguo!”

“Apa ada hal lain yang ingin kau katakan?” Nyonya Guoguo menghela napas dan menutup matanya. “Tidak satupun dari kalian yang bisa melarikan diri. Li Jinglong, kau tidak bisa meyakinkan seorang ibu untuk memaafkan pembunuh yang membunuh putranya.”

“Akulah yang melakukannya,” Li Jinglong memohon. “Karena kau memiliki masa lalu dengan ayah Hong Jun, kalau begitu minta dia untuk menghirup Serbuk Lihun dan melupakan semua ini sebelum mengirimnya pergi hidup-hidup. Bukankah itu lebih baik?”

Nyonya Guoguo menoleh untuk mengamati Li Jinglong.

Li Jinglong melanjutkan, “Meskipun aku tidak tahu masa lalumu, lebih baik menyelesaikan permusuhan daripada membiarkannya mendidih. Jika kau me-lingchiku dan membiarkannya pergi, maka satu musuhmu akan berkurang. Bukankah itu lebih baik?”

Nyonya Guoguo mengucapkan setiap kata dengan jelas, “Li Jinglong, apa kau tahu apa yang sudah dilakukan ayah kandungnya? Jika kau tahu, kau tidak akan mengucapkan kata-kata itu.”

Li Jinglong: “….”

“Ayahnya membunuh adik perempuanku,” kata Nyonya Guoguo dengan muram. “Dan sekarang, akhirnya, putranya jatuh ke dalam genggamanku.”

Hong Jun: “!!!”

Nyonya Guoguo mengangkat pisau lemparnya. Dengan seluruh kekuatan di tubuhnya, Hong Jun memiringkan kepalanya, mencoba menggunakan sisa energinya untuk memanggil pisau lemparnya kembali jadi pisau itu akan bisa menembus tenggorokan Nyonya Guoguo dalam sekali tebas. Tapi semua mana di tubuhnya sudah dihisap sampai kering, dan dia tidak bisa memanggil sedikitpun dari energinya.

Tapi dalam sekejap, salah satu cincin di tangan Nyonya Guoguo mulai bercahaya. Dia menghentikan pergerakannya dan ragu-ragu sejenak, sebelum menggunakan pisau lempar itu untuk mengiris luka di pergelangan tangan Hong Jun, menciptakan lubang darah yang menyemburkan darah segar.

Itu sangat menyakitkan sampai Hong Jun berteriak keras.

Nyonya Guoguo berkata pada tiga monster itu, “Baxia, pergi temukan orang Tocharian itu dan bawa dia kembali, Yazi dan Suanni, jaga mereka. Jangan biarkan mereka mati, aku akan segera kembali.”

Ketiga yaoguai itu mengangguk. Cincin di jari Nyonya Guoguo berkedip lagi dan lagi, sebelum disertai suara ‘weng‘, dia menghilang di udara yang tipis.

Li Jinglong gemetaran tak terkendali seolah-olah dia akan pingsan, dan saat Hong Jun mengangkat pandangannya, mata mereka bertemu. Tapi kemudian Yazi datang ke arah mereka, menekan satu lututnya ke perut Hong Jun. Hong Jun terbatuk hebat, seluruh tubuhnya sangat sakit saat dia jatuh ke tanah, menyeret rantai logam itu bersamanya.

“Apa kau ingin makan sedikit?” Yazi mengangkat Hong Jun dari tanah dengan menarik rambutnya sambil berkata, “Bagaimana dengan menelan pisau?”

Hong Jun tidak bisa terengah-engah, tapi pria berpakaian hitam lainnya bernama Suanni berkata, “Jangan membunuhnya.”

“Tocharian itu milikku,” jawab Yazi, sebelum melepaskan Hong Jun.

Perutnya masih memiliki luka hitam yang diakibatkan oleh ledakan bola api, dan dia terhuyung-huyung menuju ke tepi kolam darah dan berendam, mengeluarkan erangan yang teredam.

“Aku pergi,” kata pria berpakaian hitam bernama Baxia. Dia mengambil sedikit darah di kolam darah, dan dengan suara shua, dia berubah menjadi bola api hitam, menembak ke array yang ada di langit-langit, menghilang begitu saja.

Li Jinglong memperhatikan pergerakan Baxia, tapi saat Suanni memperhatikan Li Jinglong, Li Jinglong segera mengalihkan pandangannya. Bahkan, Suanni masih mengetahuinya, dan dia mulai berjalan ke arahnya.

“Jangan memukulnya!” Hong Jun merosot miring ke tanah, dan berkata dengan susah payah, “Dia adalah manusia!”

Suanni tersenyum dingin sebelum membuka pintu kandangnya. Saat Li Jinglong baru akan menyerang Suanni, Suanni memancarkan energi hitam yang mengelilingi Li Jinglong, menghentikan pergerakannya, lalu menyeretnya keluar dan membantingnya dengan keras ke dinding. Li Jinglong menghantam dinding gua dan segera pingsan. Hong Jun berteriak keras, dan Li Jinglong jatuh di satu sisi, terjatuh dengan keras di sampingnya.

Suanni mencemoohnya, “Sampah!”

Hong Jun membelalakkan matanya. Saat Li Jinglong dipenuhi dengan memar dan babak belur, dengan darah merembes perlahan dari lubang hidungnya, mengalir ke tanah, dia hanya bisa menggigil.

Suanni bahkan terlalu malas untuk melempar Li Jinglong kembali ke dalam kandang. Dia berbalik dan pergi, menuju ke tempat yang lebih tinggi di dalam gua, menghilang dibalik pilar batu untuk melakukan entah apa.

Hong Jun mengulurkan tangannya, mencoba untuk merasakan denyut nadi Li Jinglong, tapi Li Jinglong yang tidak sadar bergerak dan dengan lembut meraih jari-jarinya, membuka matanya dan membuat suara ‘sst‘ dengan bibirnya.

Dengan ini, Hong Jun akhirnya tenang. Dia dan Li Jinglong jaraknya tidak lebih dari satu chi, dan mereka berdua terbaring di tanah, saling menatap satu sama lain. Sekeliling mereka dipenuhi dengan keheningan, hanya dipecah dengan suara gelembung di kolam darah.

Di mata Hong Jun, saat Li Jinglong melihatnya tanpa berkedip, waktu tampaknya melambat — tapi masih mengalir, hanya karena dia melihat mata Li Jinglong menjadi merah, dan tenggorokannya terayun lembut saat dia berjuang untuk menahan isak tangisnya. Air matanya mengalir di sepanjang batang hidungnya, perlahan menetes ke tanah dan bercampur dengan darah segar.

Bibirnya bergerak sedikit, membentuk kata —

— Maaf.

Hong Jun berusaha keras untuk memberinya senyuman. Melihat Li Jinglong seperti ini membuat lukanya sendiri terlihat tampak sepele jika dibandingkan.

Setelah waktu yang lama, Hong Jun berkata pada Li Jinglong, “Kita masih hidup.”

Li Jinglong mengangguk dan melihat ke arah Yazi yang sudah merendam dirinya di dalam kolam darah, juga Suanni yang sudah pergi ke tempat yang lebih tinggi. Dalam situasi ini, di mana mereka tidak mengetahui keberadaan A-Tai, mereka harus mencari cara untuk menyelamatkan diri mereka.

“Apa yang bisa kulakukan?” Li Jinglong berbicara dengan sangat pelan.

Hong Jun bertanya dengan pelan, “Bagaimana dengan mereka?”

Tatapan mereka beralih ke arah Qiu Yongsi dan Mo Rigen yang berada di sudut. Kenyataannya, sejak Hong Jun tiba di tempat ini, mereka berdua tidak mengeluarkan suara sama sekali, seolah-olah mereka benar-benar tidak sadarkan diri.

Li Jinglong berkata dengan pelan, “Rubah yao menghisap sihir mereka, dan mereka berdua pingsan.”

Hong Jun tiba-tiba teringat bahwa Li Jinglong adalah manusia, jadi Nyonya Guoguo tidak menggunakan keahliannya untuk mengekstraknya dan menyerap kultivasinya.

“Bisakah kau mendapatkan pisau lempar?” Kata Hong Jun dengan pelan. “Jadi kita bisa menyerang mereka.”

Li Jinglong mengangkat tangan kanannya, mengisyaratkan Hong Jun untuk melihatnya.

Jari-jarinya sudah patah, dan mereka sudah terpelintir ke belakang dengan cara yang mengerikan.

Saat Hong Jun melihatnya, dia merasakan sakit yang menusuk hatinya, tapi Li Jinglong menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ini sudah tidak menyakitkan lagi. Jangan takut, mari kita balut luka yang ada di lenganmu terlebih dulu.”

Hong Jun bergumam, “Kalau kita menunggu lebih lama, kekuatanku mungkin akan kembali. Masih ada harapan bahwa aku bisa memanggil pisau lemparku kembali.”

“Berapa lama yang kau butuhkan?” Tanya Li Jinglong. “Nyonya Guoguo mungkin akan segera kembali.”

Hong Jun tidak pernah menghadapi situasi seperti ini di mana dia kehilangan semua energi yang ada di tubuhnya, dan setelah menunggu cukup lama, sihir dan kultivasinya masih belum pulih sama sekali. Seluruh tubuhnya terasa sangat lembek dan lemah, dan mungkin dia tidak akan bisa untuk menggunakan sihirnya lagi.

Mungkin tidak akan seperti itu… Hong Jun menghibur dirinya sendiri. Saat Chong Ming mengajarinya untuk menggunakan artefak, dia mengatakan bahwa Qi spiritual secara alami terlahir dari meridian, dan akan terus-menerus diisi ulang saat mengalir tanpa henti di dalam dirinya. Selama dia menghabiskan waktu untuk berkultivasi, maka itu tidak akan pernah hilang.

“Aku tidak tahu,” kata Hong Jun cemas.

Li Jinglong menunjukkan bahwa Hong Jun harus sedikit tenang, menggunakan dua jari di tangan kanannya yang patah untuk menggenggam tangan Hong Jun dengan lembut, sebelum berkata, “Bantu aku… aku mengandalkanmu.”

Hong Jun melihat jari-jari yang patah itu, dan dia benar-benar tidak tega untuk melakukannya, tapi Li Jinglong menunjukkan bahwa dia tidak perlu takut.

Hong Jun sejenak ragu, sebelum dia membalikkan tangannya dan meraih jari telunjuk dan jari tengah Li Jinglong yang ramping, dengan paksa menariknya kembali ke tempatnya dengan gerakan yang cepat saat mereka mengeluarkan suara yang tajam. Li Jinglong hampir pingsan pada saat itu juga, telapak tangan kirinya dilingkarkan di tangan kanannya saat tubuhnya sedikit meringkuk. Dia terengah-engah, mulutnya ternganga, dan setelah beberapa saat dia pulih. Sepanjang prosesnya, dia tidak mengeluarkan satu suara pun.

“Apa masih sakit?” Tanya Hong Jun cemas.

Li Jinglong berusaha untuk menggerakan jari-jarinya, sebelum berkata dengan pelan, “Patah tulangnya ada di dekat buku-buku jari. Aku bisa menggerakkannya, tapi aku tidak bisa memberikan kekuatan apa pun pada mereka.”

Napasnya sedikit tenang, dan dia bertanya, “Hong Jun, Aku ingat apa yang kau katakan sebelumnya, Cahaya Hati ada di dalam tubuhku, kan? Apa kau masih mengingatnya?”


 

Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Frasa aslinya adalah “sutra dari jaring laba-laba dan jejak tapak kaki kuda”, yang berarti petunjuk kecil.
  2. Sebuah peribahasa, jika kau mengikuti alur pemikirannya sampai pada kesimpulan.
  3. Juga disebut dengan bintang kekaisaran, karena dikatakan setiap kaisar memiliki perlindungan illahi.
  4. Juga dikenal sebagai “kematian karena seribu luka”, seperti namanya.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments