Penerjemah: Keiyuki17

“Ini adalah pertama kalinya Liang Danhuo menghadapi lawan yang begitu sulit.”


Lu Xu membawa panah otomatis bersamanya, dan dia menyeberangi sungai untuk memancing yaoguai keluar. A-Tai dan Li Jinglong berdiri di tepi sungai. Tidak lama kemudian, suara gemuruh datang dari jauh, dan salah satu binatang penelan bumi datang mengejar Lu Xu saat mereka berlari menuju sungai.

Saat binatang penelan bumi itu hendak membuka mulutnya dan meraung, Li Jinglong berteriak, “Sekarang!”

Seketika, A-Tai menyulap bola api yang menerangi saluran air. Saat mereka melihat bola api itu, para prajurit yang bersembunyi di kedua tepian menembakkan panah mereka, yang terbang ke mulut binatang penelan bumi itu. Raungannya terputus sebelum sempat memulai, dan tiba-tiba ia menutup mulutnya, kemudian cahaya merah menyembur keluar dari perutnya. Terdengar suara ledakan yang tumpul, dan ia jatuh ke sungai.

Sungai meledak dengan gelombang lumpur dan bebatuan, yang memblokir sebagian besar saluran air, langsung mengubah aliran sungai, yang membuatnya merembes ke dalam hutan. Li Jinglong tidak pernah membayangkan bahwa binatang penelan bumi itu akan benar-benar terbatuk. Ini adalah pertemuan pertama barisan depan dengan yaoguai, dan saat sungai menyapu mereka, mereka langsung menjadi gugup.

“Bertahan!” Li Jinglong berteriak di belakangnya. “Tetap bertahan! Lu Xu! Yang berikutnya!”

Tapi saat itu, dari hutan di belakang mereka terdengar suara anak panah!

“Siapa yang memberi perintah?!” Li Jinglong sangat marah.

“Bunuh-“

“Jangan mundur!” Kerumunan orang langsung kebingungan. Ashina Qiong berlari kencang dengan menunggang kuda, meraung, “Bian Lingcheng mendesak pasukan untuk maju!”

“Apa dia gila?” Teriak Li Jinglong.

“Dia berpikir bahwa kita mencoba untuk menarik semuanya keluar!” Teriak Ashina Qiong. “Dia ingin memaksa kita untuk bertarung!”

Orang pertama yang ingin dibunuh Li Jinglong bukanlah musuh; sebaliknya, dia ingin berbalik dan membantai Bian Lingcheng, yang ada di pihak mereka. Mereka hanya mengatasi salah satu dari delapan binatang penelan bumi, dan garda depan pasukan Tang secara keliru mengira bahwa mereka sudah membunuh semua yaoguai. Ditambah lagi, karena lumpur dan bebatuan sudah membendung sungai, mereka semua mulai bergerak maju.

“Apa yang harus kita lakukan?” Lu Xu berteriak. “Haruskah kita memancing yang lain?”

“Tidak, jangan!” Li Jinglong berteriak. “Kita akan bertindak saat kita melihat kesempatan untuk melakukannya! Semua berpisah dan tangani mereka!”

Orang dengan kekuatan bertarung terkuat di Departemen Eksorsisme adalah A-Tai, tapi A-Tai sering membutuhkan perlindungan selama dia merapal mantra. Kecepatan Lu Xu adalah yang tertinggi di antara mereka, tapi dia hampir tidak memiliki artefak yang bisa dia gunakan untuk menghadapi yaoguai. Hongjun, yang paling cakap dalam bertarung, juga tidak ada di sini, jika tidak, dia akan mengangkat Glaive Pembunuh Abadi dan menebas setiap orang yang datang ke arah mereka, dan tidak satu pun dari yaoguai kecil ini yang akan menjadi lawannya.

“Ayo bertarung!” Teriak Ashina Qiong.

Ini adalah pertama kalinya Departemen Eksorsisme bertempur berdampingan dengan prajurit militer, dan itu benar-benar kacau. Li Jinglong akhirnya mengambil keputusan dan berteriak, “Serang!”

Semua orang memacu kuda mereka untuk bergerak dan menyerbu keluar dari hutan, bergegas menuju tepi seberang danau. Lu Xu berteriak pada Li Jinglong, “Kau tidak bisa ikut berperang! Zhangshi!”

Tapi Li Jinglong tidak mengindahkan kata-katanya. Seperti yang dia lakukan sebelumnya, dia melaju ke depan di depan anak buahnya, Pedang Kebijaksanaan di tangan saat dia memimpin para exorcist untuk menyerang perkemahan musuh.

Ketiga exorcist yang tersisa menjadi bingung karenanya. Mereka buru-buru memacu kudanya dan mengejar Li Jinglong.


Di kamp pemberontak:

An Lushan memegangi kepala Liang Danhuo dengan satu tangan saat gelombang qi hitam meresap ke dalam tubuhnya. Daging dan darah merah cerah yao dari kulit yang dilukis perlahan berubah menjadi hitam pekat, dan qi iblis perlahan merembes keluar dari daging dan pembuluh darahnya. Pada saat ini, tubuh An Lushan sangat bengkak hingga terlihat seperti kantong kulit, dan gerakannya lambat dan lesu. Sepertinya tubuhnya ini tidak bisa lagi menampung qi iblis, dan hampir mencapai batasnya.

Tiba-tiba, teriakan perang terdengar di luar kamp.

“Sudah hampir waktunya,” kata suara mengerikan An Lushan. “Aku bisa merasakannya. Ada terlalu banyak kehidupan, dan gelombang keputusasaan ini akan membantuku dalam mengambil langkah terakhir itu… “

Suara Liang Danhuo semakin serak dan ganas. “Aku akan membantai mereka semua untukmu.”

Tapi An Lushan memerintahkan, “Bantu aku. Persediaan, ada terlalu banyak persediaan …”

Di dalam tenda, ikan mas yao mencoba mencari cara untuk merobek kulit manusia yang sudah diikat erat ke kerangka burung, tapi kulit manusia itu dijahit dengan sangat baik. Ia juga tidak bisa mengetahui untuk apa burung ini digunakan, jadi ia meraih pantat burung itu dan memanjat. Saat ia melihat sekeliling, Liang Danhuo tiba-tiba memimpin sekelompok besar yaoguai, dan berkata, “Tidak perlu takut. Dengan penjagaan binatang penelan bumi, mereka tidak akan bisa melawan untuk sementara waktu.”

Yang paling ditakuti ikan mas yao adalah melihat Liang Danhuo, dan jiwanya segera terbang keluar dari tubuhnya. Ia jatuh tepat ke pantat burung dan bergegas masuk kedalamnya.

Liang Danhuo naik ke tengkuk burung besar itu, menyapa yaoguai di bawah. “Pergi dan ambil posisi berjaga di depan kamp. Bunuh siapa pun yang kau bisa.”

Semua yaoguai setuju serempak, sebelum mereka tersebar. Ikan mas yao benar-benar ketakutan, dan mulai merangkak menuju perut burung. Burung ini tidak seluruhnya terbuat dari kulit manusia; ada potongan aneh daging berwarna hitam yang membentuk bagian dalamnya. Setiap bongkahan ditekan ke bongkahan berikutnya, dan mereka dikemas dengan sangat rapat. Ikan mas yao masuk melalui celah, sampai mencapai leher. Sebuah belati tiba-tiba menusuk dari punggung burung itu, hampir menusuknya.

Liang Danhuo berada tepat di atas kepalanya, dan ia merapalkan mantra. Cahaya hijau belati langsung menyebar ke seluruh tubuh burung besar itu, dengan cepat menyebar melalui potongan daging hitam yang membentuk jeroan burung itu. Seluruh tubuh burung itu benar-benar mulai mengepakkan sayapnya, dan terbang ke udara!

Ikan mas yao terjepit di antara potongan daging, dan jaraknya hanya setengah cun dari belati itu. matanya terbuka lebar, dan mulutnya yang mencurigakan menganga; ia bahkan tidak berani berkedut. Burung mengerikan itu naik ke udara, dan ikan mas yao memiringkan kepalanya, melihat melalui paruh burung ke arah luar, hanya untuk melihat tenda jatuh dan burung besar itu naik ke langit. Ia menjulurkan setengah dari kepalanya yang mencurigakan, dan saat ia melihat ke bawah, ia melihat ada liontin kayu yang tergantung di leher burung itu, di mana tertulis sebuah kata yang menarik mata dengan darah merah cerah yang tertulis di sana – jingwei.

Ikan mas yao: “…”


Pada saat yang sama, di medan pertempuran di dataran, banyak prajurit yang tidur nyenyak di tenda mereka sudah terbangun karena terkejut. Para penyergap, sekitar puluhan ribu orang, mengeluarkan teriakan perang yang menggetarkan bumi saat mereka bergemuruh menuju kemah di kegelapan malam! Tapi sebelum kedua belah pihak bentrok dengan benar, terdengar suara “ang” dari depan perkemahan, dan binatang penelan bumi mengangkat kepala mereka dan mengeluarkan teriakan mereka sendiri!

Pada saat itu, tanah, dengan kubu pemberontak sebagai pusat getaran, mulai miring secara mengkhawatirkan. Tanah yang dipijak oleh para prajurit segera berubah menjadi lereng curam, yang semakin miring ke atas setiap saat. Pasukan Tang mengeluarkan teriakan kaget dan keterkejutan, bahkan saat Li Jinglong berteriak, “Tahan!”

Ashina Qiong mengutuk, sebelum berteriak, “Kami belum selesai bersiap! Bajingan mana yang memberi perintah untuk menyerang?!”

Bumi benar-benar terbalik dari bawah mereka. Para exorcist memanjat lereng itu, bahkan saat dunia di sekitar mereka, dan bahkan langit di atas, tampak aneh di sekitar mereka. Lu Xu berteriak, “Kita harus membunuh semua yao binatang itu!”

A-Tai balas berteriak, “Bersiaplah! Kita akan terbang!”

A-Tai kemudian jatuh sedikit ke belakang dan mengangkat Kipas Badai Ilahinya. Angin puyuh menyapu, dan dengan bunyi hong, menelan ketiganya dan kuda mereka dan menarik mereka menjauh dari lereng. Kuda-kuda itu meringkik, dan Ashina Qiong serta Lu Xu, yang menemukan diri mereka berada di depan binatang penelan bumi, berteriak keras bersamaan.

Keduanya menikam dengan pedang mereka pada saat yang sama, menusukkannya dengan kuat ke tenggorokan binatang penelan bumi. Binatang kedua penelan bumi segera mengeluarkan raungan liar, dan kemiringan tanah perlahan berkurang. Setelah melihat itu, Li Jinglong berteriak, “Exorcist, dengarkan aku! Kalahkan yao terlebih dulu!”

Delapan binatang penelan bumi memanggil kekuatan yao mereka pada saat yang sama, dan dunia sekali lagi mulai miring. Setiap kali mereka membunuh satu, kemiringan tanah akan berkurang sedikit. Lu Xu dan Ashina Qiong menggabungkan kekuatan untuk menyingkirkan yang lain, sebelum mereka masing-masing berbalik dan pergi secara terpisah untuk membunuh yang lain. A-Tai kemudian memanggil angin puyuh dan menyapu mereka berdua menuju puncak tanjakan.

Pada saat yang sama, pasukan pemberontak sudah mulai muncul dalam jumlah besar di puncak lereng di belakang, dan mereka semua mengangkat tombak mereka. Li Jinglong berbalik dan berteriak, “Mundur! Mereka akan menyerang-!”

Pada saat itulah Gao Xianzhi akhirnya berhasil masuk ke medan perang. Tepat saat dia akan mengeluarkan perintahnya, dia melihat medan tiba-tiba berubah, dan ekspresinya sangat terkejut. Apa yang awalnya merupakan dataran datar sudah berubah menjadi lereng yang sangat besar; bagaimana ini bisa terjadi?

Lu Xu dan Ashina Qiong berpisah, berlari menaiki lereng menuju binatang penelan bumi. Demi melindungi enam yang tersisa, semua yaoguai juga berlari, tapi Lu Xu melompat ke udara dan berjungkir balik, mendorong kepala salah satu binatang itu ke bawah. Belati tajam di tangannya berkilau dengan cahaya, dan seluruh dagu binatang penelan bumi itu terlepas. Darah segar menyembur ke mana-mana, dan binatang itu berbalik dan menyerbu ke depan, membanting ke salah satu binatang lain, menyebabkan dunia terbalik untuk sejenak. Ashina Qiong, sementara itu, melompat ke udara dan merentangkan jubahnya, memblokir anak panah yang terbang ke arah mereka dari barisan belakang. Dia kemudian mengirim dua pisau lempar yang ditembakkan seperti elang, tepat ke mata salah satu binatang!

Garis pertahanan yang dibentuk oleh binatang penelan bumi segera terlempar ke dalam kekacauan, dan garis pertahanan musuh runtuh secara berurutan. Lereng naik lagi, tapi saat Lu Xu hendak membunuh yang lain, dia tiba-tiba mendengar lonceng berbunyi dengan keras dari belakang barisan musuh.

Dong-“

Empat binatang lainnya tiba-tiba mulai melenguh, dan lereng naik dengan cepat. Li Jinglong merasakan ada yang tidak beres, dan buru-buru berteriak, “Mundur! Semua divisi, mundur!”

Lereng yang awalnya miring ke arah pasukan Tang naik dengan cepat ke udara, mengangkat Li Jinglong dan yang lainnya di atas barisan musuh. Tapi di tengah kekacauan, tidak ada yang mendengar teriakannya, dan saat pasukan Tang mulai mendaki dengan susah payah, binatang penelan bumi itu mengubah kemiringan tanah, memiringkannya ke bawah. Ribuan pria dan kuda kemudian mulai berguling!

Segera, orang-orang beserta kuda-kuda itu turun, dan serbuan mereka berubah menjadi serbuan yang deras. Lu Xu dan Ashina Qiong tidak waspada terhadap lereng yang tiba-tiba berubah, dan langsung jatuh ke dalam kegelapan. Saat Lu Xu baru akan berbalik dan mulai memanjat, kakinya tiba-tiba melangkahi udara tipis, dan dia segera berteriak, “Parit!”

Di belakang binatang penelan bumi ada parit besar dengan lebar hampir satu zhang dan kedalaman beberapa zhang. Semua musuh menunggu di sisi lain, dan mereka menarik busur serta menoreh anak panah mereka. Ashina Qiong segera merasakan hawa dingin mengalir di punggungnya; pada saat ini, dia akhirnya mengetahui apa yang sudah direncanakan oleh pasukan musuh! Tapi mereka terlambat memahami situasinya. Di atas kepala mereka ada puluhan ribu pasukan Tang dan kuda, yang kehilangan keseimbangan dan berguling satu sama lain, bergegas menuju parit!

Ashina Qiong berteriak, “Lompat!”

Sisi lain dipenuhi dengan pasukan pemberontak yang menunggu mereka untuk menyerang. Lu Xu menggertakkan giginya, meraih kerah Ashina Qiong dengan satu tangan, dan menikam pedang ke tanah dengan tangan lainnya. Mereka menggunakan momentum maju mereka untuk berputar, dan Ashina Qiong terlempar!

“Lu Xu!” Teriak Ashina Qiong dari tempat dia terbang di udara.

Lu Xu balas berteriak, “Apa ?!”

“Kau lebih tampan dari Hongjun!” Teriak Ashina Qiong. “Hari ini, aku mulai jatuh cinta padamu!”

Lu Xu: “…”

Li Jinglong baru saja akan menggerakkan kudanya dan bergerak mundur, tapi dalam waktu singkat, ribuan pasukan Tang datang berjatuhan di lereng dari atasnya. Li Jinglong tidak memiliki pilihan selain melompat ke punggung kuda. Pada saat itu, pemandangan yang luar biasa megah terbentang —

— Ribuan anak panah pemberontak beterbangan di udara, sementara pasukan Tang, prajurit serta kuda mereka, berjatuhan untuk mengisi parit, mengeluarkan teriakan kesakitan yang mereka bisa! Salah satu kuda perang yang berlari menuruni lereng menabrak Li Jinglong, dan qi di tubuhnya segera berubah menjadi kekacauan. Dua anak panah nyasar menghantamnya, dan rasa sakit yang luar biasa menusuk ke dalam jantungnya. Di saat-saat terakhir sebelum dia jatuh ke dalam parit, tiba-tiba ada sesuatu yang menabrak sisinya. Cahaya cemerlang muncul di kegelapan, dan dengan panggilan rusa, Rusa Putih muncul, tubuhnya terdiri dari titik-titik cahaya yang bersinar. Ia menghindari panah yang datang langsung ke arahnya, membawa Li Jinglong pergi ke langit!

Rusa Putih terbang di atas medan perang, keluar dari jangkauan panah. Pemberontak terus menembak ke dalam parit, dan bilah tajam yang tak terhitung jumlahnya juga sudah dipasang di dasar, sehingga pasukan Tang yang jatuh ke dalam parit segera binasa.

Li Jinglong: “Lompat ke sana!”

“Aku tidak bisa melompat ke sana,” kata suara dingin Lu Xu dengan muram. “Kita tidak bisa menang! Terimalah!”

Li Jinglong: “…”

Li Jinglong melihat ke bawah ke tanah, hanya untuk melihat bahwa segunung pasukan Tang sedang mengisi parit itu. Li Jinglong berteriak, “Bunuh binatang penelan bumi itu!”

Rusa Putih berputar di udara dan turun ke bawah, binatang penelan bumi sudah lama mundur. Parit, setelah menelan puluhan ribu pasukan Tang, akhirnya menjadi rata lagi, dan baru pada saat itulah pasukan utama Tang menyerbu ke medan perang. Feng Changqing dan Gao Xianzhi mengarahkan pasukan utama, dan berteriak, “Tahan! Maju!”

Para prajurit, bagaimanapun, merasa begitu ketakutan, dan mereka semua mendongak ke langit.

Terdengar teriakan serak, dan di langit malam, seekor burung besar melebarkan sayapnya dan terbang ke arah mereka.

Pada saat yang sama, para pemberontak mengangkat tombak mereka, dan dengan gelombang teriakan perang, menginjak-injak parit yang dipenuhi tubuh, memulai serangan pertama ke arah pasukan Tang! Bentang sayap burung besar itu begitu lebar sehingga tampaknya mampu menutupi seluruh langit, dan saat ia mengeluarkan pekikan seraknya, gelombang kabut darah merembes keluar darinya. Darah mengalir deras ke bagian belakang garis musuh, menukik rendah di atas medan perang. Wajah Gao Xianzhi memucat, tapi dia memerintahkan, “Semuanya tembak!”

Saat pasukan Tang menyerbu, anak panah ditembakkan ke langit. Tapi kabut darah menyelimuti udara, dan saat itu juga langit gelap gulita; menambah kekokohan kulit manusia itu, tidak mungkin anak panah bisa menembus burung itu. Saat Li Jinglong menoleh ke belakang, dia mendengar ratapan kesakitan.

Kabut darah terbelah. Komandan utama, Gao Xianzhi, sudah direnggut dan diangkat ke langit, sebelum dia jatuh ke bumi!

“Jenderal Gao-!” Li Jinglong mengeluarkan teriakan eksplosif.

Formasi pasukan Tang langsung berantakan, pada saat yang tepat ketika kedua kubu bertabrakan satu sama lain, musuh dan teman saling berputar-putar! Tanpa menunggu Li Jinglong memberi perintah, Rusa Putih melompat dengan cepat ke udara, melaju ke arah burung aneh itu.

Saat ini, satu-satunya yang tahu cara terbang adalah Lu Xu. Li Jinglong mengertakkan gigi dan mencabut anak panah di tubuhnya. Darah segar menyembur keluar, memercik ke tubuh Rusa Putih.

Rusa Putih berteriak, “Apa yang harus kami lakukan?! Kau terluka!'”

“Aku melihatnya!” Kata Li Jinglong.

“Hancurkan dia dan jatuhkan dia ke tanah!”

“Dia tahu cara terbang!” teriak Rusa Putih.

“Di mana A-Tai? A-Tai-!” Li Jinglong melewati kepala pasukan utama, terbang menuju tempat api ditembakkan ke segala arah. A-Tai memanggil angin puyuh dan naik ke udara, akan berurusan dengan burung aneh itu.

Li Jinglong terbang ke arahnya dan berteriak, “Aku akan membantu!”

“Aku akan melindungi kalian!” A-Tai balas berteriak. Beberapa cahaya api kemudian ditembakkan, terbang menuju jingwei berkulit manusia. Jingwei miring dan menghindarinya, tapi dalam sekejap mata, Rusa Putih dan Li Jinglong menabrak punggung jingwei. Segera setelah Rusa Putih melompat ke atas jingwei, ia berubah kembali menjadi Lu Xu, yang menyerang dengan tinju secepat kilatan petir.

Tangan darah Liang Danhuo mencakar ke arahnya, dan Lu Xu berhadapan dengan jari-jarinya dengan tinjunya. Dalam rentang beberapa detik singkat, mereka sudah bertukar beberapa pukulan. Li Jinglong berteriak saat dia menusukkan pedangnya ke arah tengah punggung Liang Danhuo. Namun, dia menendang ke belakang dengan satu kaki dan hampir menyapunya dari jingwei.

Saat ikan mas yao mendengar suara Lu Xu dan Li Jinglong, ia segera menjadi gugup. Liang Danhuo berteriak tepat di atas kepalanya, “Aku baru ingin tahu ke mana harus mencarimu. Ternyata kau sudah menyerahkan dirimu ke depan pintuku!”

Li Jinglong meraih sisi salah satu sayap jingwei. Lu Xu dan Liang Danhuo secepat angin puyuh, dan Liang Danhuo, seluruh tubuhnya berlumuran darah, berteriak, “Matilah-!”

“Orang yang seharusnya mati adalah kau, jalang!” Lu Xu berkata dengan dingin. Tinju yang memenuhi udara berubah menjadi serangan telapak tangan, yang melewati cakar berdarah Liang Danhuo, dan Lu Xu mendaratkan tamparan keras di pipi yao kulit yang dilukis. Lehernya berputar ke samping, dan darah segar muncrat ke segala arah!

Kemarahan Liang Danhuo memuncak, dan ia langsung mengamuk. Kabut berdarah keluar dari tubuhnya, melingkar ke arah Lu Xu, tapi Lu Xu melesat melewati kabut seperti kilatan petir, muncul di ekor burung itu. Kabut darah mengepul dan mendatanginya sekali lagi, tapi Lu Xu bergerak lebih cepat sekarang, dan dengan sekejap, melesat ke kepala jingwei!

Saat itulah bola api datang menembaki mereka dari jauh, menghantam jingwei. Burung besar itu bergetar hebat.

Ini adalah pertama kalinya Liang Danhuo bertemu dengan lawan yang begitu sulit. Dia berharap kecepatan ini sudah menghabiskan banyak energi Lu Xu, dan ia berteriak dengan liar, “Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan-“

Ia kemudian berubah kembali menjadi manusia, mengulurkan tangan untuk mengambil belati yang ditusukkan ke kepala jingwei.

Tapi tepat saat dia akan mengambil belati itu, telapak tangannya justru mengenggam udara kosong. Belati itu ditarik ke kepala burung itu.

Liang Danhuo: “??”

Jari-jari Liang Danhuo mencengkeram ujung gagang belati, mencoba menariknya keluar, tapi sepertinya ada sesuatu di dalam yang menyedot belati itu! Tangan ikan mas yao melingkari belati, dan mereka berdua bertarung satu sama lain. Jingwei segera mulai memekik, dan tubuh burung itu bergetar. Setelah melihat kesempatan, Li Jinglong menggunakan salah satu gerakan untuk mendorong dirinya ke atas punggung burung itu, sebelum dia mengangkat kaki untuk menyergap, berteriak, “Turun!”

Jingwei itu segera miring ke samping. Liang Danhuo berteriak nyaring saat ia terlempar dari punggung burung itu. Ikan mas yao keluar dari kepala jingwei, meraih belati itu, dan buru-buru menusukkannya kembali ke kepala jingwei, sambil berteriak, “Li Jinglong!”

Li Jinglong dan Lu Xu buru-buru melirik, hanya untuk melihat ikan mas yao. Sebelum mereka bisa mengatakan apa-apa, mereka juga dilempar dari punggung burung itu. Tepat setelah itu, Rusa Putih muncul lagi, dengan Li Jinglong di punggungnya, berteriak, “Kami serahkan ini padamu!”

Ia kemudian terbang melintasi langit, ke arah jatuhnya yao dari kulit yang dilukis!

“A-apa?” Ikan mas yao sedang menunggangi leher burung itu, belati tergenggam di tangannya saat ia melihat sekeliling dengan tergesa-gesa. Tanah di bawah sudah sangat kacau, dan dalam kegelapan, para pemberontak mengejar pasukan Tang, membunuh mereka di tempat mereka berdiri. Ia tidak tahu ke mana salah satu rekan seperjuangannya pergi.

“Di mana orang-orangku!” Ikan mas yao menekan belati itu sedikit, dan jingwei mengepakkan sayapnya, menukik ke bawah ke tanah. Ia mencoba mengangkat belatinya, dan jingwei bangkit. Saat ditekan, jingwei menjadi rendah. Memiringkannya ke kiri akan memutar jingwei ke kiri, dan memiringkannya ke kanan akan membuat jingwei ke kanan. Saat itu mendorong belati ke depan-

… Jingwei itu mengeluarkan teriakan melengking dan menusuk yang menyebabkan rasa sakit bagi mereka yang mendengarnya. Ia membuka mulutnya, cahaya hijau berkumpul di dalamnya, yang kemudian dimuntahkan!

Cahaya hijau melesat ke tanah, membentuk pilar cahaya. Ke mana pun pilar itu pergi, batu-batu besar, tanah, dan bahkan tumbuh-tumbuhan naik ke udara. Terjadi gempa kuat yang mengguncang tanah di bawah, dan bebatuan beterbangan ke udara, membentuk jurang. Tanah di kedua sisi jurang tumpah ke dalam, terus-menerus mengisi bagian tengahnya, menelan sekelompok prajurit yang bertempur dengan liar!

“Wow-” ikan mas yao sangat terkejut. Ia bergumam pada dirinya sendiri, “Lalu apa yang terjadi jika aku menariknya kembali?”

Saat ditarik kembali, tidak ada yang terjadi…

Teenyata baik-baik saja. Ikan mas yao mengarahkan jingwei menuju kamp pemberontak, hanya untuk melihat beberapa ribu yao dan pasukan pemberontak berkerumun bersama di kamp musuh, membantai pasukan Tang. Ikan mas yao tidak memiliki waktu luang untuk mencari tahu siapa yang teman dan siapa yang bukan, dan segera mendorong belati, menyemprotkan cahaya hijau ke mana-mana, menyebabkan tanah longsor.

Garis depan sudah didorong ke tepi sungai. Tanah sudah tertutup air berlumpur sejak awal, dan saat sihir jingwei menyembur ke atasnya, air kotor, pasir, dan bebatuan naik ke udara, mengubah tanah di bawah menjadi rawa-rawa berlumpur, yang menenggelamkan semua pemberontak yang berdiri di atasnya!


KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Leave a Reply