Penerjemah : rusmaxyz
Editor : _yunda


Keesokan harinya, di sore hari, Wang Chao masih tidur. Ketika dia mendengar suara Xie Zhuxing pergi dengan barang-barangnya, dia segera membuka matanya. Tapi dia sudah pergi.

Dia tidak bisa kembali tidur; suasana hatinya sedang tidak baik.

Mulai sekarang, dia akan sendirian lagi. Tidak ada yang akan berada di sana mendengarkan dia membual tentang 5 killstreak1 gamenya, dan dia harus mencuci pakaian dalamnya sendiri.

Sejak dia masih muda, dia memiliki kepribadian bergantung pada orang lain. Dia akan berpegang teguh pada orang tuanya dan kedua kakak laki-lakinya. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu dan ayahnya telah pindah jauh, kakak laki-lakinya sibuk dengan pekerjaan, dan dia selalu dipukuli karena betapa nakalnya dia. Lambat laun, sifat bergantungnya berkurang. Tidak bisa sembarang orang di sekitarnya, itu harus orang yang baik padanya; seperti teman kuliah lamanya yang menggunakannya sebagai ATM, dia juga baik pada awalnya.

Sekarang, orang yang baik padanya adalah Xiao Xie.

Dia mengusap bagian belakang kepalanya. Setelah tidur sepanjang malam, benjolan yang dia alami karena dia membenturkan kepalanya di mobil tadi malam, telah menghilang. Sebenarnya, kemarin juga tidak terlalu sakit.

Xiao Xie benar-benar baik padanya. Dia sangat khawatir dia akan ditangkap oleh paparazzi karena mobil yang bergoyang, sampai-sampai dia menjadi sangat marah. Tapi meski begitu, hatinya masih melunak saat melihat benjolan di kepalanya. Ini membuat tas Prada itu sepadan dengan apa yang dia alami.

Xie Zhuxing pergi ke tempat barunya untuk bersih-bersih. Saat melakukannya, dia menelepon Yan Jiajia.

“…Xiao Xie?” Yan Jiajia mungkin tidak akan pernah mengira pria itu akan menghubunginya, akibatnya suaranya penuh keraguan.

Dia menjawab, “Ini aku. Apakah kamu di rumah sekarang?”

“Ya, iya, aku dirumah.”

“Kalau begitu aku akan datang sekarang untuk mengambil barang-barangku. Aku akan memberikan kuncinya kepadamu saat aku tiba di sana.”

Karena dia telah tinggal di sana selama setengah tahun, dia memiliki banyak barang. Tapi tidak perlu baginya untuk mengambil semuanya. Seperti yang dikatakan Duan Yikun, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk memakai pakaian dan sepatu lamanya di masa depan. Yang terpenting adalah semua dokumen resmi di sana.

Yan Jiajia tampaknya juga memahami hal ini.

Jadi ketika dia berjalan masuk, dia langsung melihat semua dokumennya tertata rapi di atas meja.

Dia mengambil dokumen dan memasukkannya ke dalam tasnya sambil berkata, “Terima kasih.”

“Tidak masalah.”

Dia mengatur dokumen dan kemudian meletakkan kunci di atas meja. “Masih ada dua minggu lagi masa sewa. Jika kamu masih ingin tinggal di sini saat masa sewa habis, maka tanda tangani kontrak baru dengan pemiliknya. Cari teman untuk menandatanganinya denganmu, sebaiknya laki-laki. Tuan tanah adalah seorang duda. Tidak akan aman jika dia tahu kamu tinggal sendirian,” ucapnya.

“…Hm.”

“Kalau begitu, aku akan pergi sekarang.”

Tepat ketika dia berjalan ke pintu dan bersiap untuk membukanya, Yan Jiajia bergegas ke arahnya dan memeluknya dari belakang.

“…”

Yan Jiajia menangis ketika dia berkata, “Aku tahu aku salah. Jangan putus — aku masih mencintaimu.”

Xie Zhuxing mengerutkan alisnya. “Jangan seperti ini.”

Yan Jiajia terus berbicara tentang dirinya sambil menangis, “Aku tahu kamu akan segera debut dan kamu khawatir itu akan berdampak padamu. Aku tidak ingin ketenaran apapun. Kamu dapat memberi tahu orang lain bahwa kamu lajang, tapi jangan tinggalkan aku. Sekarang aku tidak punya apa-apa selain kamu.”

Xie Zhuxing melepaskan tangannya dan berbalik, sebelum kemudian mundur beberapa langkah. Dia berkata terus terang, “Ini tidak ada hubungannya dengan debutku dan aku tidak marah padamu karena ingin putus sebelumnya. Hanya saja aku tidak ingin merepotkanmu lagi. Jiajia, aku tidak mencintaimu.”

Yan Jiajia menatapnya dan mencoba berhenti menangis. “Kamu tidak mencintaiku? Atau kamu tidak pernah benar-benar mencintaiku?”

Xie Zhuxing mengerutkan bibir bawahnya.

Jawabannya sangat jelas untuk pertanyaan ini; hanya saja dia lebih memilih alasan yang lebih lembut.

Ponsel di sakunya mulai berdering. Nada deringnya adalah “Summer lce”… Nada dering pribadi khusus Wang Chao. Wang Chao sendirilah yang mengaturnya di ponselnya.

“Apakah kamu sudah selesai bersih-bersih?” Wang Chao bertanya. “Tebak di mana aku sekarang?”

Dilihat dari suaranya, Xie Zhuxing bisa membayangkan alis Wang Chao naik dengan sikap angkuh.

Wang Chao tertawa, “Aku di tempat barumu! Hahaha!”

“… Aku tidak berada di rumah.”

Wang Chao berkata dengan kecewa seolah baru saja disiram seember air dingin. “Lalu di mana kamu sekarang?”

“Aku di tempat lamaku mengambil beberapa barang.”

Ketika Wang Chao mendengar ini, dia segera berkata, “Apakah wanita jalang itu ada di sana? Jangan bersikap baik, awas dia mencoba merayumu!”

Rumah itu sepi. Suara yang datang dari telepon bisa terdengar jelas di seluruh ruangan.

Yan Jiajia bertanya, “Siapa yang dia sebut jalang?”

Wang Chao juga mendengarnya saat dia membalas dengan keras, “Siapa lagi yang bisa aku bicarakan? Tentu saja aku sedang membicarakanmu!”

Yan Jiajia tahu dari nada suaranya bahwa dia adalah pria yang tidur dengan Xie Zhuxing terakhir kali. Dia menaikkan suaranya juga saat dia berkata, “Aku mengingatmu! Dasar bajingan homo!”

Xie Zhuxing, “…”

Wang Chao, “…Apa? Apa-apaan ini?”

Xie Zhuxing mengakhiri panggilan tanpa berpikir. “Omong kosong apa yang kamu keluarkan?”

Yan Jiajia tertawa dingin. “Aku telah melihat banyak gay seperti ini sebelumnya.”

“Kalau begitu ada yang salah dengan matamu kali ini …” kata Xie Zhuxing.

Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, “Summer Ice” mulai terputar lagi.

Xie Zhuxing menekan tombol “terima panggilan” saat dia berkata kepada Yan Jiajia, “Aku pergi dulu.” Dia baru saja akan pergi ketika Wang Chao mendengar dan berkata di telepon, “Tetap di tempatmu sekarang! Apakah dia baru saja memanggilku gay?!”

“Dia tidak—”

Tapi Yan Jiajia melanjutkan, “Ya, aku melakukannya! Kau homo sialan!  Merayu pacarku!”

Xie Zhuxing terdiam.

Wang Chao mulai marah juga saat dia mulai memuntahkan api, “Siapa pacarmu? Xiao Xie pasti sudah buta sebelumnya untuk tertarik pada pelacur sepertimu. Kalian sudah lama putus — bagaimana dia masih pacarmu?! Apakah kamu tidak punya rasa malu?!”

Yan Jiajia langsung membalas, “Siapa yang tidak tahu malu?! Xiao Xie adalah pria lurus murni, mangsa yang sempurna untuk kelinci kecil2 sepertimu. Aku sudah sering melihat ini terjadi sebelumnya!”

“Siapa yang kamu sebut kelinci kecil?! Datang kemari dan lihat penis berlian 8 inci milikku!”

Keduanya saling berteriak melalui telepon Xie Zhuxing. Semakin mereka mengutuk, semakin buruk penghinaan mereka.

Xie Zhuxing benar-benar terdiam. “Berhenti berbicara!”

Yan Jiajia menutup mulutnya.

Wang Chao berkata, terengah-engah karena marah, “Berhenti bicara, berhenti bicara! Kamu! Jangan tinggal di sana lebih lama lagi, cepatlah kemari. Aku sudah memberitahu Ji Jie dan yang lainnya, kita akan pergi ke rumah Liang-ge malam ini untuk hang out.”

“Baiklah, aku tutup.”

Saat dia mengakhiri panggilan, dia berkata kepada Yan Jiajia dengan wajah penuh keseriusan, “Kamu benar-benar salah menilai dia kali ini. Dia sangat menyukai perempuan, bahkan lebih dariku.”

Yan Jiajia berkata dengan penuh kebencian, “Kalau begitu dia haruslah yang menjadi diatas. Aku belum pernah melihat pria lurus yang akan menempel sedekat itu dengan pria lurus lain sebegitunya.”

“…”

Dia merasa bahwa Wang Chao bukan seorang top. Cara dia menempel padanya mirip dengan anak sekolah dasar yang menempel pada teman dekat mereka. Kontak fisik mengungkapkan keintiman dan tidak ada hubungannya dengan gender, apalagi seks.

Wang Chao duduk di mobil sendirian sambil mengutuk Yan Jiajia beberapa kali karena tidak tahu malu. Tiba-tiba, dia memikirkan bagaimana jalang itu mengatakan Xiao Xie sangat rentan dimangsa oleh kaum gay.

… Ini tidak bagus.

Dia akan membawa Xiao Xie ke rumah seorang gay malam ini. Terlebih lagi, gay ini adalah CP online Xiao Xie,  “Mencuci Mobil Liang”.3

Xie Zhuxing terlalu malas untuk menjelaskan kepada Yan Jiajia lagi. “Aku pergi sekarang. Jaga dirimu.”

Yan Jiajia tahu dia tidak bisa menahannya lagi, jadi dia berkata dengan sederhana, “Baiklah, kamu juga. Aku harap grup kalian menjadi besar.”

Kemudian, “Summer Ice” berdering untuk ketiga kalinya.

Xie Zhuxing, “… Apa yang kamu inginkan sekarang?”

Wang Chao, “Apakah kamu sudah pergi?”

“Aku akan pergi sekarang.”

“Bawa gadis itu bersamamu malam ini.”

Xie Zhuxing, “???”

Wang Chao berkata dengan samar, “Kita akan pergi ke rumahnya untuk makan hotpot malam ini. Kita membutuhkan seorang gadis untuk mencuci sayuran.”

Xie Zhuxing bingung. “Tidak perlu, aku yang akan mencucinya.”

“Berikan telepon itu padanya. Aku akan bicara.”

“Berhenti bermain-main.”

Wang Chao, “Apa maksudmu aku bermain-main?”

“Apakah kamu tidak sedang bermain-main sekarang?”

“Berikan saja telepon itu padanya!”

Yan Jiajia menjadi marah ketika dia mendengarkan mereka saling bercanda dengan genit. “Apa yang ingin dia katakan padaku? Ke mana kita akan pergi?”

“Tidak ada.”

Wang Chao berkata dengan keras, “Kita akan pergi ke tempat Liang Xi. Apa kamu mau ikut?!”

Yan Jiajia membeku. “… Ya.”

Xie Zhuxing, “…”

“Kalau begitu aku akan datang sekarang untuk menjemput kalian. Aku akan sampai di sana sebentar lagi.”

Dia masih agak khawatir, jadi dia memberi tahu Xie Zhuxing lagi, “Jangan terlalu dekat dengannya!”

Kemudian, dia menutup telepon.

“Apakah itu Liang Xi? Bintang terkenal yang membagikan postingan Weibomu?” Yan Jiajia bertanya.

Xie Zhuxing sedikit kesal ketika dia berkata, “Kamu benar-benar akan pergi?”

“Tentu saja aku harus pergi. Aku juga bekerja di industri hiburan.”

Dia buru-buru pergi untuk berganti pakaian dan merias wajahnya dengan penuh semangat.

“…”

Sesaat yang lalu mereka melontarkan hinaan satu sama lain dengan gila. Sekarang, bahkan tidak semenit kemudian, mereka ingin bermain bersama? Idiot macam apa ini?

Setengah jam kemudian, Yan Jiajia telah bersiap dan Wang Chao juga telah tiba. Dia menggedor pintu.

Saat Xie Zhuxing membuka pintu, Wang Chao mendekatinya dan mulai mengendusnya.

Yan Jiajia, “…”

Xie Zhuxing merasa malu. “Berhentilah mengendusku. Kami tidak melakukan apa-apa,” katanya.

Hidung Wang Chao sangat sensitif. “Ya kalian tidak melakukan apa-apa, tapi kalian setidaknya berpelukan, kan?” Dia menepuk bahu Xie Zhuxing dengan jijik. “Terutama di sini, baunya tidak enak.”

Yan Jiajia tertawa karena marah. “Xiao Xie, kamu bilang dia bukan gay?”

“…”

Wang Chao memutar matanya ke arahnya. “Enyahlah, enyahlah, enyahlah. Aku terlalu malas untuk berdebat denganmu. Aku akan membawamu ke rumah Liang-ge untuk makan hotpot. Jangan terlalu banyak bicara ketika kamu sampai di sana. Jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, dia membenci gadis yang terlalu banyak bicara.”

Yan Jiajia segera menutup mulutnya.

Wang Chao kemudian menoleh ke Xie Zhuxing dan berkata, “Ketika kita sampai di sana, beri tahu Liang-ge bahwa dia adalah pacarmu, jangan buka penyamaranmu.”

Xie Zhuxing merasa bahwa perkembangan ini tidak benar.

Ketiganya berangkat bersama. Mobil sport Wang Chao hanya bisa memuat dua orang, jadi dia mengeluarkan seratus dolar dan memberikannya kepada Yan Jiajia. “Pergi panggil taksi sendiri.”

Yan Jiajia sudah bisa merasakan bahwa dia adalah orang kaya, dan sekarang setelah dia melihat mobilnya, dia menjadi lebih patuh. Dia mengambil uang itu dan pergi.

Xie Zhuxing dan Wang Chao masuk ke dalam mobil.

Wang Chao duduk di kursi penumpang, mengencangkan sabuk pengaman saat dia berkata dengan jijik, “Pacar macam apa itu?”

“…Lalu kenapa kamu bersikeras membawanya?”

“Bukankah aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri?” kata Wang Chao.

Xie Zhuxing tidak mengerti bagaimana ini demi kebaikannya sendiri ketika dia berkata, “Teruslah bermain-main.”

Wang Chao merasa sedikit marah, tapi dia tidak ingin membahas masalah pribadi Liang Xi. “Jika aku tidak bermain-main maka kamu benar-benar akan menjadi kereta kecil Liang Xi!”

Xie Zhuxing tidak mengerti apa yang dia katakan. “Kereta kecil apa?”

Wang Chao mengisyaratkan padanya, “Kereta yang hanya setiap hari woo woo woo! Noooo woo woo woo, ya woo woo woo!”4

Xie Zhuxing, “…” woo woo apa? Kenapa dia bertingkah lucu?


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Rusma

Meowzai

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Membunuh secara berturut-turut.
  2. Sebutan untuk para gay dalam bahasa gaul. Meskipun secara harfiah diterjemahkan menjadi kakek kelinci, penerjemah Inggris hanya menerjemahkannya ke kelinci kecil.
  3. Jika kamu ingat, Xiao Xie dan Liang Xi sedang digiring secara online karena Liang Xi membagikan poster promosi Xiao Xie. Nama kapal mereka adalah “Xi Che”.

    Alasan mengapa nama kapal mereka adalah Xi Che (洗车, kereta cuci) karena mengacu pada karakter kedua dalam nama Liang Xi dan nama Tomas (mengacu pada Thomas the Train). Karakter kedua dalam nama Liang Xi adalah (xi) yang memiliki pengucapan yang sama dalam bahasa Cina dengan 洗 (juga xi, berarti mencuci). 

    Selain itu, mobil (车) dalam bahasa Cina biasanya mengacu pada beberapa bentuk seks. Oleh karena itu, “mengemudi mobil”.

  4. Woo woo woo (污污污) di sini bisa berarti bunyi kereta uap ketika klakson suling kereta dibunyikan. Tapi juga bisa berarti fuck.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments