Penerjemah : HooliganFei
Editor : _yunda


Malam itu jam delapan, Weibo dan Website resmi perusahaan diperbarui secara berkala untuk mengungkapkan profil Tomas, anggota pertama dari boygroup terbaru, IceDream.

Tomas adalah Xie Zhuxing. Karena ada terlalu banyak anggota, nama Inggris yang pendek lebih gampang diingat oleh penggemar daripada nama China, jadi semua anggota memiliki nama panggung Inggris yang mudah.

Nama-nama mereka adalah sebagai berikut: Tomas adalah Xie Zhuxing, Able adalah Ji Jie, Benson adalah Gao Siyuan, Leo adalah Wang Chao, Carl adalah Yang Xiaomu, dan Cute adalah Cheng Yao.

Setelah keenam orang itu selesai berlatih lagu mereka, mereka tidak langsung pulang. Mereka semua tetap di perusahaan, duduk dalam lingkaran sambil merapatkan diri bersama-sama, menelusuri Weibo.

Perusahaan menghabiskan banyak upaya dalam promosi. Postingan tersebut diteruskan sampai ribuan kali, dan sudah ada ratusan komentar.

Duan Yikun sudah memperingatkan mereka sebelumnya. Dia berkata bahwa saat idol group baru pertama kali diluncurkan, mustahil mereka akan dipuji secara luas dan diterima dengan cepat, jadi mereka harus siap mental dulu terhadap ucapan ofensif1 dalam komentar.

Walaupun begitu, sulit untuk tidak terpengaruh setelah melihat komentar yang begitu ofensif. Mereka semua merasa frustasi setelah melihat komentar seperti, “Bagaimana kamu bisa menjadi idol dengan tampang seperti itu?”, “Dagunya tampak aneh”, dan “Dia pasti sudah melakukan operasi sebelum debut.” Xie Zhuxing sangat tampan. Dia 100% tidak pernah menjalani operasi pelastik, dan keterampilannya dalam dancing juga dikenal sangat bagus. Kenyataan bahwa debutnya begitu diolok-olok membuat yang lain gugup dengan perilisan individual mereka selama seminggu ini.

Tapi, Wang Chao begitu kesal. Dia mengutuk selagi menelusuri komentar.

“Persetan mereka! Bagaimana mungkin dance-nya Xiao Xie tidak bagus? Tahu apa mereka!”

“Kalian pikir karena suntikan itu ada berarti semua orang pernah melakukannya? Plasenta ibumu perlu disuntik sebelum melahirkanmu!”

“Meramal-ramal bahwa kamu tidak akan populer? Sana pergi ke jalan-jalan dan beritahu nasib orang, dasar tolol!”

Xie Zhuxing tidak sanggup lagi mendengar. “Sudahlah, kita seharusnya sudah menyangka akan dikritik kalau menunjukkan diri kita sendiri di publik. Toh, aku juga tidak sakit hati.”

Wang Chao begitu marah sampai tidak bisa ditahan lagi. “Apa maksudmu tidak sakit hati? Semua orang berani di internet, tapi begitu mereka bertemu langsung denganmu, mereka tidak berani mengucapkan sepatah katapun! Apa gunanya orang-orang ini? Mereka punya adab atau tidak?”

Ji Jie sebenarnya setuju dengannya kali ini sambil dia berkata. “Wang Chao punya alasan untuk menyemburkan kutukan dari mulutnya yang kotor kali ini. Bahkan aku saja marah karena melihat komentar ini.”

Wang Chao, “Bisakah kamu bicara dengan benar? Mulut siapa yang kamu sebut kotor?”

Ji jie, “Lihat betapa marahnya kamu — paru-parumu hampir meledak marah karena melihat komentar Xiao Xie. Apa kamu akan berubah menjadi ikan buntal saat giliranmu di Hari Kamis tiba?”

Wang Chao ditusuk tepat ditempat sensitifnya, berkata, “Kamu benar-benar membahas ikan buntal sementara wajahmu sendiri mirip bakpao daging besar?”

Ji Jie memang memiliki wajah seperti bakpao. Dia selalu tidak senang dengan penampilannya dan pernah berkata bahwa dia ingin mencabut gigi gerahamnya. Begitu dia mendengar ini, dia merasa kesal. “Aku punya wajah bakpao? Kenapa kamu tidak bilang betapa besarnya pantatmu?”

Wang Chao mengutuk, “Pantat siapa yang besar?! Lihat wajahmu yang seukuran piring!”

Xie Zhuxing melihat mereka akan segera bertengkar lagi. Dengan cepat dia menyeret Wang Chao ke samping dan berkata, “Berhenti berdebat. Kalian pikir aku tidak kesal?”

Wang Chao tidak memperdulikan Ji Jie lagi. “Jangan kesal — cuma hari ini. Mereka akan melupakan tentang mengolok-ngolokmu besok. Gilirannya Gao Siyuan besok.”

Gao Siyuan yang akan segera dirilis besok, “…”

“Hei, hei, hei! Semuanya lihat!” ucap Cheng Yao dengan bersemangat dari samping. “Tuan Liang membagikan postingan!”

Semua orang melihat ponsel mereka.

Benar, Liang Xi sudah membagian postingan; dia bahkan berkomentar: “Oh~ kelihatannya si kereta api kecil akan segera debut.”

Dia sangat populer — belum lagi dia juga punya banyak penggemar. Jumlah dibagikannya melonjak naik. Mereka yang dekat dengannya dalam dunia hiburan dan mereka yang ingin dekat dengannya juga membagikan postingan tersebut. Dan juga popularitas akun Weibo resmi milik Huixing Entertainment yang mempromosikan Xie Zhuxing juga meroket.

“Kereta kecil apa?” Wang Chao bertanya dengan wajah bingung. Tiba-tiba dia berpikir masalah perselingkuhan Yan Jiajia, kemudian bertanya, “Xiao Xie, Lieng-ge tahu kamu diselingkuhi? Terakhir kali kamu memberitahunya?”

Xie Zhuxing, “…”

Cheng Yao menjelaskan, “Ada kartun yang di dalamnya ada kereta kecil yang bernama Thomas.”

Akan tetapi, sepertinya anggota yang lain sudah salah paham maksud frasa tersebut.

Gao Siyuan dengan penasaran bertanya, “Wang Chao, apa maksudmu terakhir kali? Apa itu saat kita semua pergi spa bersama?”

Wang Chao tahu dari suaranya dia ingin bertingkah menyebalkan lagi. “Apa aku harus melapor semua yang aku lakukan bersama Xiao Xie padamu? Kenapa kamu bahkan lebih ketat daripada Kun-ge?”

Gao Siyuan mencibir lalu tidak mengatakan apa pun lagi.

Xie Zhuxing merasa agak canggung. Biasanya dia tidak akan menyinggung orang karena yang terbaik adalah apabila semuanya saling bergaul satu sama lain, tapi dalam situasi ini, mustahil untuk mengelak dari menyinggung orang secara tidak sengaja.

Wang Chao menepuk bahunya dan dia berbalik untuk melihat Wang Chao.

Wang Chao memandangi wajahnya, memperhatikan dengan saksama.

Xie Zhuxing, “???”

Wang Chao membuat wajah konyol, lalu berkata pada semua orang, “Um, eh, kapan-kapan ayo semuanya pergi ke rumah Liang-ge untuk pesta pindah rumah. Dia baru saja pindah ke tempat baru.”

Semua orang melihat satu sama lain. Ji Jie berbicara, “Kami tidak begitu dekat dengannya. Apa tidak apa-apa kalau kita pergi ke rumahnya begitu saja?”

Tanpa disangka, Wang Chao berkata, “Jangan khawatir. Dia paling suka sekumpulan daging segar seperti kalian.”

Mereka yang disebut sekumpulan daging segar, “…”

Sekitar pukul 9, gelombang berbagi dan kehebohan atas postingan Weibo perlahan mereda. Semua orang pulang dan memberitahu satu sama lain agar jangan telat saat rekaman besok.

Di jalan, Xie Zhuxing mengemudi. “Kamu menyuruh mereka untuk datang ke tempat Liang Xi, tapi kamu bahkan belum bertanya padanya. Bagaimana kalau Liang Xi tidak mau kalian datangi?” tanya Xie Zhuxing.

Saat ini Wang Chao menatap ponselnya, bermain gim. Dia berkata tanpa peduli, “Dia benar-benar tidak peduli. Dia sering memanggil sekumpulan orang untuk datang ke tempatnya. Semua jenis orang — beberapa dari mereka bahkan dia tidak kenal. Dia hanya ingin lebih ramai.”

Xie Zhuxing tidak bisa memahami gaya hidup seperti ini. Dia juga merasa gaya hidup Liang Xi agak berantakan. “Jangan sembarangan bawa mereka ke tempat-tempat begitu. Kamu akan memberikan pengaruh negatif pada mereka.”

Wang Chao mengangkat kepala dan menatapnya. “Apa maksudmu ‘memberikan pengaruh negatif’? menurutmu apa yang dilakukan Liang-ge untuk bersenang-senang? Kamu pikir dia pergi ke klub malam sepertiku? Mustahil. Dia bahkan tidak main-main dengan perempuan.”

Tidak bermain-main dengan perempuan adalah yang terburuk, oke? Xie Zhuxing bertanya secara tidak langsung, “Lalu, apa yang kalian lakukan?”

“Minum alkohol, main kartu, main ludo.”

“…Itu saja?”

Wang Chao lanjut memainkan ponselnya. “Tidak ada yang lain. Dia tidak begitu suka begadang. Begitu jam sebelas atau dua belas, dia akan mengusir kami karena dia lelah. Kami bahkan harus cari tempat lain untuk nongkrong.”

“Lalu bagaimana dengannya?” tanya Xie Zhuxing.

“Di rumah, tidur. Sudah kubilang dia tidak suka begadang.”

…Apa dia benar-benar membicarakan Tuan Liang yang sama dengan orang yang mendesah dan merengek saat bermasturbasi?

Xie Zhuxing tidak bertanya lagi. Wang Chao juga tampaknya tidak ingin mengatakan hal lain.

Kebiasaannya ini sudah lama disadari oleh Xie Zhuxing. Walaupun mulutnya super kotor, dia tidak akan pernah menggosip tentang hubungan pribadi orang lain di belakang mereka. Walaupun dia benci Gao Siyuan, dia hanya akan mengatakan kata-kata buruk, tapi tidak pernah hal buruk yang pernah dia lakukan di masa lalu. Bahkan Feng-jie, yang hanya mengajar mereka selama beberapa hari, tahu bahwa Gao Siyuan itu pernah menjadi trainee di Korea Selatan, tapi dikeluarkan kurang dari tiga bulan. Dia memberitahu orang lain bahwa orang Korea tidak menyukainya, tapi orang China lain yang pergi bersamanya berkata pada orang lain bahwa Gao Siyuan itu sebenarnya ingin terlibat dengan girlgroup yang sudah debut dari perusahaan tersebut. Kemudian ada keluhan pelecehan terhadapnya. Dengan begitu, dia dikeluarkan dari perusahaan dan kembali ke dalam negeri dengan putus asa.

“Aku hanya akan membawa mereka sekali jadi mereka tidak akan cemburu padamu dan melakukan hal-hal di belakangmu.” Kedua tangan Wang Chao berkonsentrasi pada gimnya selagi dia bergumam, “Kamu mungkin bahkan tidak lihat betapa cemburunya Gao Siyuan saat Liang-ge membagikan postinganmu hari ini.”

Xie Zhuxing, “…” Jadi ternyata karena itu?

Wang Chao meletakkan ponselnya dan berkata, “Kalau orang itu benar-benar cemburu pada seseorang, dia mungkin bahkan akan melakukan hal yang tidak terpikirkan. Saat aku pertama kali datang ke Beijing, aku tidak bisa berbicara Bahasa Mandarin dengan baik. Beberapa teman sekelas pria akan menggodaku seharian. Lalu, aku belajar piano. Teman-teman sekelas wanita pikir aku keren dan akan berbicara denganku. Karena itu aku membeli lolipop untuk semua gadis di kelas sebab aku begitu senang. Beberapa anak laki-laki juga mau permen, jadi mereka datang untuk menyanjungku. Hanya mereka yang merundung karena cemburu dan ujung-ujungnya memanggil beberapa siswa sekolah menengah. Mereka menahanku setelah pulang sekolah dan tidak membiarkanku pergi. Mereka terus-terusan berkata bahwa aku berhutang uang pada mereka dan menuntutku untuk membayar.”

Xie Zhuxing, “…Jadi mereka memukulmu?”

Wang Chao berkata dengan sombong, “Tentu saja mereka ingin. Tapi sebelum mereka bisa melayangkan sebuah pukulan, kakakku datang dan menghajar mereka semua. Kebetulan dia ada di sana karena dia datang untuk menjemputku. Dia sudah setinggi enam kaki dan berlatih Sanda saat itu. Aku berdiri di pinggir makan lolipop sambil melihatnya menggunakan para idiot itu sebagai samsak. Hehehe.”

Xie Zhuxing juga tertawa sedikit. “Kakakmu cukup baik padamu.”

Wang Chao jadi besar kepala dan melanjutkan, “Sebenarnya aku sangat lucu saat masih kecil. Kakakku pernah berkata bahwa kalau saja aku masih tampak seperti saat aku masih kecil, dia mungkin tidak akan tega menghukumku. Saat aku masih kecil, siapa pun yang melihatku akan menyebutku imut.”

Xie Zhuxing melihat ke arahnya. Dia pikir Wang Chao juga sangat imut sekarang. Senyuman gembiranya juga sangat manis.


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Menyinggung, menghina
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments