Penerjemah: Rusma
Proofreader: Keiyuki


[1]

Lu Lao Ban pergi ke gimnasium untuk menjemput Xiao Li Zi. Melihat otot-otot Li Sui yang dipenuhi keringat membuat napasnya menjadi lebih cepat.

Setelah 10 menit, Li Sui akhirnya menyelesaikan sesi latihannya dan berjalan keluar. Dia menyadari bahwa tidak ada seorang pun di ruang tunggu, jadi dia bertanya kepada seorang karyawan, “Permisi, di mana orang yang duduk di sini beberapa saat yang lalu?”

“Hmm? Dia ada di sini beberapa saat yang lalu. Dia mungkin pergi ke toilet,” jawab karyawan tersebut.

Dan dengan demikian, Li Sui duduk di sana dan menunggu. Setelah beberapa saat, Lu Shang kembali.

Dan Li Sui menyadari bahwa pipinya sedikit memerah.

“Wajahmu terlihat sedikit merah, dan kulitmu terasa panas. Apakah kamu demam?” Li Sui bertanya dengan khawatir.

“Tidak, hanya sedikit panas di sini,” kata Lu Shang tanpa menatapnya.


[2]

Pada malam hari, ketika mereka tidur bersama, Li Sui secara alami akan memeluk Lu Shang, dan dia tidak pernah bergerak.

Lu Shang dengan hati-hati menyentuh perut Li Sui, tapi tangannya segera ditangkap oleh Li Sui.

“Ada apa? Tanganmu sangat dingin, apakah kamu merasa kedinginan?”

“…..”

Tidak, tidak kedinginan, tapi karena ingin tidur denganmu.


[3]

Keesokan harinya, Li Sui pergi bekerja. Jadi, Lu Shang mengunci diri di ruang kerjanya untuk menonton video ‘pendidikan seks’ secara diam-diam. Dia berpikir bahwa dia tidak bisa terlihat sama sekali tidak berpengalaman di depan anak itu.

Saat dia menonton video tersebut, dia mencoba membayangkan dirinya sebagai MC, dan Li Sui sebagai pihak lain. Dia benar-benar bereaksi terhadap hal itu… Biasanya, dia memiliki kontrol diri yang hebat, tapi tampaknya itu terus-menerus gagal dalam beberapa hari terakhir. Dia diam-diam duduk di sana dan menunggu perasaan itu hilang.

Ngomong-ngomong, sudah sebulan setelah mereka berdua menyatakan perasaan, tapi mereka baru berciuman dua kali. Apa artinya itu?

Mengapa anak itu tiba-tiba menjadi begitu sopan? Bukankah dulu dia sangat pandai memanfaatkan situasi?


[4]

Malam itu, Lu Shang membuka lacinya yang penuh dengan obat-obatan, dan dia menyadari bahwa salah satu botol obatnya kosong, jadi sebuah ide muncul di kepalanya. Ya, ini dia! 

Lu Shang mengemudikan mobilnya ke apotek, dan memarkirkan mobilnya di sekitar luar toko, sampai-sampai menarik perhatian satpam.

“Sebotol aspirin dan sebungkus kondom, sebotol aspirin dan sebungkus kondom, sebotol aspirin dan sebungkus kondom…” dia akhirnya keluar dari mobilnya dan bergumam pelan sambil menuju toko.

Begitu masuk, dia berkata kepada penjaga toko, “Berikan aku sebotol kondom.”

Penjaga toko, “…..”

Lu Shang, “…..”

“Ehh, kami tidak punya kondom dalam botol, mau coba yang dalam kemasan?” kata penjaga toko tersebut sambil menahan tawanya.

Lu Shang terdiam sambil mengangguk.

“Ukuran yang mana yang kamu inginkan? Kami punya S, M, L, dan XL.”

Lu Shang berpikir dengan hati-hati, kemudian dia mencapai kesimpulan – Bagaimana aku bisa tahu, aku bahkan belum melihatnya!

“Mengapa kamu harus berpikir begitu lama tentang ukuranmu sendiri?” Tanya penjaga toko dengan aneh.

Lu Shang kembali memjawabnya dengan diam.

Penjaga toko itu mengerti, tidak yakin apa yang dia pahami, tapi dia memberinya senyum aneh, “Kami memiliki ukuran universal ini, seharusnya cocok untuk kebanyakan orang. Bagaimana kalau kamu pulang dan mencobanya terlebih dahulu? Maka kamu akan tahu ukuran mana yang akan kamu beli selanjutnya.”

Lu Shang menganggukkan kepalanya, dan dia menatap penjaga yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam kantong. Lu Shang harus menekankan untuk beberapa alasan, “Aku membantu teman untuk membelinya, itu saja.”

Hmn. Kurasa aku tidak berbohong, lagipula aku membelinya untuk pacarku.

Penjaga toko itu melanjutkan dengan wajah tersenyum misteriusnya, “Kami sedang melakukan promosi sekarang. Jika kamu membeli dua bungkus, kami akan memberikan sebotol pelumas gratis. Apakah kamu tertarik?”

Beberapa wanita paruh baya masuk ke toko, dan setelah mendengar itu, mereka semua menoleh ke arah mereka berdua.

Lu Shang menunduk dan menggaruk hidungnya sedikit, “Ya, tentu… Aku sedang terburu-buru, bisakah kamu bergegas?”


[5]

Kalian semua tahu apa yang terjadi malam itu.


[6]

Entah bagaimana, Li Sui mendengarnya hal itu di kemudian hari, dan dia tidak pernah membiarkan Lu Shang membeli kedua barang itu lagi.

Lalu-

Saat Li Sui memikirkan hal itu, dia menggelengkan kepalanya, “Ukurannya benar-benar tidak sesuai.”


Catatan Penerjemah Inggris: Jadi, aku mengecek akun weibo penulis dan menemukan cuplikan The Heart of a Smith ini; sebagian besar berupa lelucon dan adegan lucu, jadi jangan dianggap serius. Selamat menikmati.


KONTRIBUTOR

Rusma

Meowzai

Keiyuki17

tunamayoo

Leave a Reply