Penerjemah: Rusma
Proofreader: Keiyuki
Pada paruh pertama kehidupan Li Sui, ia tidak pernah mendengar seseorang berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan hidup dan mati dengan begitu enteng. Sama seperti ketika orang menonton film di mana seseorang gantung diri, orang juga sering merasakan sesuatu di leher mereka. Ketika Li Sui mendengar perkataan Lu Shang, dia jelas merasakan sesuatu yang merobek jantungnya, sangat menyakitkan. Dalam benaknya ada berbagai macam teriakan, tapi ia sangat tenang, menggunakan satu tangan untuk memegang Lu Shang dan tangan lainnya untuk meraih ponsel.
Dia memanggil Paman Yuen, dan Li Sui pada dasarnya harus menggendong Lu Shang untuk membawanya ke mobil. Mereka pergi ke Rumah Sakit RuiGe, para dokter tidak mengatakan apa-apa dan mendorong Lu Shang langsung ke ruang operasi.
“Bersiap untuk perawatan pertolongan pertama.” Li Sui hanya mendengar itu dan dipisahkan dari Lu Shang oleh pintu yang tertutup.
Suara berdengung bergema di sepanjang lorong, Li Sui terengah-engah. Dia menunduk dan mengusap wajahnya, tidak yakin apakah itu keringatnya atau hujan. Li Sui hanya mengenakan kemeja. Dia terburu-buru, darah merembes keluar dari luka di lengannya ketika dia tidak memperhatikan. Darah itu mulai membasahi lengan bajunya, bercampur dengan air hujan.
Tidak banyak orang yang melewati lorong itu, sangat sepi sehingga Li Sui yakin dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Li Sui tidak merasa ingin duduk, juga tidak menyukai ide untuk berdiri diam, jadi dia berjalan berputar-putar di luar ruang operasi. Saat itu, Paman Yuen masuk dengan tanda terima di tangan, dia melihat Li Sui dan berhenti sejenak.
“Paman Yuen.” Li Sui menganggukkan kepalanya dengan sopan.
“Kenapa kamu masih di sini?” Paman Yuen berjalan menghampiri Li Sui, “Kami tidak membutuhkanmu di sini, pulanglah dan beristirahatlah, aku akan menelepon Xiao Zhao untuk mengantarmu pulang.”
Li Sui berdiri diam, “Penyakitnya… apakah penyakitnya itu serius?”
Paman Yuen tampak kesulitan untuk membicarakan hal ini, dia berkata, “Kamu harus bertanya pada Lu Lao Ban sendiri ketika dia bangun.”
“Aku hanya khawatir.” Li Sui berkata dengan suara tak berdaya.
Paman Yuen melirik luka berdarah di lengan Li Sui. Teringat akan hal-hal kecil yang dilakukan Li Sui dalam perjalanan ke rumah sakit, perhatian yang diberikan Li Sui kepada Lu Shang. Suara Paman Yuen melembut, “Ini adalah masalah lama. Itu menakutkan dan hampir terjadi setiap saat, tapi dia selalu bisa melewatinya.” Saat Paman Yuen mulai berbicara tentang penyakit Lu Shang, dia menghela nafas, “Dia sendiri memiliki banyak pengalaman dengan penyakit ini, kita yang mengkhawatirkannya tidak akan ada gunanya baginya. Percayalah padanya, hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang.”
Li Sui menatap Paman Yuen, merasakan kegetiran di hatinya. Tidak heran Lu Shang tidak terdengar seperti orang yang sedang sakit, ini bukan yang pertama kalinya. Li Sui tidak tahu bagaimana Lu Shang bisa bertahan selama ini.
Pintu ruang operasi terbuka, keluarlah seorang pria paruh baya yang mengenakan baju bedah. Dia membuka masker bedahnya, di baliknya ada wajah yang mirip dengan Leung ZiRui. Paman Yuen menyerahkan tanda terima yang dipegangnya kepada pria itu, mereka berbicara sebentar, dalam percakapan itu ada banyak kata-kata profesional. Li Sui tidak mengerti sepatah kata pun, satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah menatap noda darah yang sangat besar di pakaian pria itu.
Lu Shang adalah sosok yang sempurna di hati Li Sui, dia selalu elegan dan sopan, dia mempertahankan profil rendah hati dan pendiam. Jika manusia adalah artefak yang disimpan, Lu Shang akan menjadi bagian dari rak pajangan yang paling berharga. Li Sui tidak dapat menangani pikiran itu, bagaimana mungkin hal-hal seperti operasi dan pendarahan terjadi pada seseorang seperti itu?
Merasakan tatapan yang tertuju padanya, Li Sui mengangkat kepalanya. Dokter melirik Li Sui, lalu dia kembali menatap Paman Yuen, sepertinya mereka telah mencapai kesepakatan. Dokter kembali ke ruang operasi, sementara Paman Yuen menghampiri Li Sui, membawanya ke ruang gawat darurat.
Membalut kembali lukanya tidak butuh waktu lama. Li Sui masih muda, tubuhnya sembuh dengan cepat. Perawat ingin memasang sekantong cairan larutan garam, tapi Li Sui menolak. Pada akhirnya, Li Sui hanya menerima suntikan anti peradangan. Paman Yuen menunggu di depan pintu, setelah perawatan selesai, dia mengantar Li Sui keluar dari rumah sakit.
Xiao Zhao menunggu di mobil di luar. Li Sui mendengarkan rintik-rintik hujan, dia berbalik dan bertanya kepada Paman Yuen, “Kapan dia akan bangun?”
“Aku pikir setidaknya besok.”
Li Sui bertanya, “Apakah akan ada seseorang yang merawatnya?”
“Akan ada perawat, penjaga, dan semua dokter di sini mengenalnya. Kamu bisa pulang dengan tenang.”
Li Sui masih khawatir, setelah berpikir cukup lama, ia membuka mulutnya, “Paman Yuen. Bolehkah aku tinggal di sini dan menunggunya bangun?” Ekspresi sulit kembali muncul di wajah Paman Yuen, kali ini Li Sui tidak menunggu Paman Yuen berbicara, ia berkata, “Aku bisa menemaninya dan berbicara dengannya. Aku juga memiliki kekuatan untuk menggendongnya, dia tidak akan marah jika aku ada di sana.” Li Sui menunduk, lalu menambahkan satu kalimat lagi, “Selain itu, aku pikir, dia mungkin tidak ingin perawat menyentuhnya.”
Paman Yuen merasa tidak enak hati untuk menyuruh Li Sui pergi setelah dia mengucapkan kata-kata itu. Dia tahu bahwa anak itu juga tidak salah. Lu Shang selalu merasa keberatan untuk pergi ke rumah sakit, dia juga membenci pemeriksaan yang melibatkan orang-orang yang bersentuhan langsung dengan tubuhnya, dia selalu bertengkar dengan Leung ZiRui tentang topik tersebut. Li Sui dapat dihitung sebagai beberapa orang langka yang melakukan kontak fisik dengan Lu Shang, jadi memiliki dia di sekitar mungkin akan lebih nyaman.
“Kalau begitu… kamu yang memutuskan. Jangan keluar dari rumah sakit, jika Lu Lao Ban tidak dapat menemukan siapa pun setelah dia bangun, itu akan menyulitkanku juga.” Paman Yuen menyetujui permintaan Li Sui.
Li Sui menemui perawat dan mendapatkan pengisi daya darinya, dia mengisi daya ponselnya dan duduk di luar ruang operasi. Pada hari-hari biasa, Li Sui hanya belajar dan berolahraga karena dia tidak memiliki hobi. Lu Shang setidaknya akan menonton film, sementara Li Sui akan menonton film setengah jalan dan tertidur selebihnya. Oleh karena itu, dia tidak bisa memikirkan apa pun yang harus dilakukan selain bermeditasi.
Rumah sakit ini tidak memiliki banyak staf, jadi lingkungannya sedikit menyeramkan. Staf yang lewat juga berjalan dengan ringan, membuat bangunan itu terasa sangat kosong. Li Sui tidak tahu berapa lama dia harus menunggu, jadi dia pergi ke toko swalayan dan membeli roti, toko itu juga menjual bubur millet. Li Sui membeli dan mengemas semangkuk bubur itu untuk Lu Shang, meskipun dia tahu Lu Shang tidak akan bangun dalam waktu dekat, dan kalaupun dia bangun, kemungkinan besar dia tidak akan bisa mengkonsumsi apapun.
Ketika Li Sui kembali ke tempat ia duduk, tempat duduknya sudah diduduki oleh seorang wanita tua. Dia memegang tongkat, tampak seperti sedang menunggu seseorang. Li Sui duduk di sampingnya, ia meletakkan bubur di kursi lain di sampingnya.
“Anak muda, jam berapa sekarang?” Wanita tua itu tiba-tiba menoleh untuk bertanya pada Li Sui.
Li Sui mengeluarkan ponselnya dan menjawab, “Sekarang sudah jam dua lewat lima menit.”
“Sudah lewat jam dua, kenapa dia belum keluar…” Wanita tua itu sudah sangat tua, wajahnya dipenuhi keriput, dia tampak agak linglung. Namun, wajahnya cerah dan rapi, pakaiannya bersih dan ada bekas setrikaan, sepertinya dia dirawat dengan baik.
“Apakah kamu sedang menunggu seseorang?” Li Sui bertanya.
“Ya, Da Chuan sedang menjalani operasi di dalam.” Wanita tua itu tampak panik, “Sudah jam dua, kenapa dia belum keluar…”
Li Sui mulai merasa aneh, hanya ada satu ruang operasi di sini, dan mereka tidak akan melakukan dua operasi yang berbeda di ruangan yang sama. Hal pertama yang dipikirkan Li Sui adalah mungkin Lu Shang baru saja didorong keluar saat dia pergi, dan orang lain sedang menjalani operasi sekarang. Tapi tentu saja, waktunya tidak cocok, jadi dia pergi untuk bertanya kepada perawat. Seperti yang dipikirkan Li Sui, ternyata tidak demikian, Lu Shang masih berada di ruang operasi.
“Mungkin kamu pergi ke tempat yang salah?” Li Sui kembali dan bertanya pada wanita tua itu, “Orang yang ada di dalam kemungkinan besar bukan anggota keluargamu.”
“Dia tidak ada di sana?” Wanita tua itu bertanya, “Bukankah ini ruang operasi bedah jantung?”
Li Sui membeku dan menjawab, “Ya…”
“Da Chuan, dokter mengatakan operasinya akan berakhir jam dua, mengapa dia masih belum keluar…” Wanita tua itu benar-benar gugup sekarang, dia juga terlihat sangat gelisah.
Li Sui akan mengajukan lebih banyak pertanyaan, tapi seorang perawat masuk, melihat wanita tua itu, dia tersentak, “Mengapa kamu berada di sini lagi?” Setelah mengatakan itu, dia tersenyum pada Li Sui dengan nada meminta maaf, lalu mengambil tangan wanita tua itu dan membawanya pergi.
Li Sui mengenalinya sebagai perawat yang memberinya pengisi daya tadi, dia mendengar rekan-rekannya memanggilnya Xiao Min.
“Tunggu, apakah ada masalah?” Li Sui berjalan untuk menghentikan perawat itu.
“Tidak, semuanya baik-baik saja.” Xiao Min berkedip, dia melihat sekeliling dan melihat bahwa tidak ada seorang pun di sana, jadi dia berkata di telinga Li Sui, “Wanita tua ini menderita Alzheimer.”
“Tapi dia baru saja mengatakan seseorang bernama Da Chuan sedang menjalani operasi di ruang operasi.”
Xiao Min melirik wanita tua yang bergumam itu, dia berkata dengan simpatik, “Da Chuan adalah suaminya, dia menjalani operasi jantung di sini dua tahun yang lalu. Sebelum operasi, dokter mengatakan kepadanya bahwa operasi akan berlangsung paling lama sampai jam dua. Tapi suaminya sudah tua, jadi dia tidak bisa bertahan dan meninggal di meja operasi.”
Li Sui merasakan tubuhnya gemetar, pupil matanya mengerut. Xiao Min tidak menyadarinya dan melanjutkan, “Dia juga pernah menunggu di sini sebelumnya, tapi suaminya tidak pernah keluar hidup-hidup, satu-satunya hal yang didorong keluar dari ruangan itu adalah mayat. Wanita tua ini terlalu terkejut, dia tidak bisa mengatasinya dan…” Perawat itu mengangkat bahu, “Dia menjadi seperti ini. Sejak hari itu dan seterusnya, kami para perawat terkadang menemukannya menunggu di sini. Duduk di sini seperti yang dia lakukan tadi, seolah-olah suaminya masih di dalam menjalani operasi. Benar-benar sangat tragis ketika kamu membicarakannya.”
“Da Chuan. Hei, Da Chuan…” Wanita tua itu masih bergumam.
“Aku akan mengantarnya keluar, keluarganya akan segera datang mencarinya.” Xiao Min mengedipkan matanya ke arah Li Sui yang tertegun.
Li Sui menatap kosong ke udara, seolah-olah dia masih belum selesai memproses ceritanya. Dia menyaksikan wanita tua itu goyah saat Xiao Min membawanya keluar. Saat wanita tua itu keluar pintu, dia berbalik dan menatap Li Sui. Matanya berembun, dipenuhi kesedihan… Seolah-olah ada tangan besar yang mencekik Li Sui, itu tercekat. Tiba-tiba dia berpikir, jauh di lubuk hati wanita tua itu, dia mungkin tahu, dia tahu bahwa Da Chuan-nya tidak akan pernah kembali.
Dengan putus asa, Li Sui duduk kembali di kursi, tidak peduli apa pun yang dia coba, dia tidak bisa menenangkan hatinya. Rasa tidak berdaya menyebar dari telapak kakinya ke bagian belakang kepalanya, seolah-olah separuh jiwanya terkuras habis. Li Sui melihat telapak tangannya, yang dipenuhi keringat dingin.
Li Sui tidak pernah berpikir tentang kematian, apalagi berpikir bahwa hal itu akan terjadi pada Lu Shang. Namun, orang itu ada di balik pintu itu sekarang, menderita dengan cara yang tak terbayangkan oleh Li Sui. Li Sui tiba-tiba merasakan gelombang kegugupan yang sangat besar, hal itu menyapu semua usahanya untuk tetap tenang, sudut matanya juga terasa sakit.
Untungnya, pintu ruang operasi terbuka segera setelah itu. Li Sui segera berdiri, dia sangat gugup dan takut sehingga dia bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan tangannya. Beberapa perawat mendorong ranjang medis keluar, di atas seprai putih bersih itu ada Lu Shang, matanya masih terpejam, wajahnya pucat. Ada noda darah di bawah dagu Lu Shang, Li Sui melihat para perawat menyekanya dengan kapas medis yang dibasahi alkohol.
Li Sui hendak mengikuti mereka, tapi kepala dokter bedah menangkap bahunya.
“Kamu pasti Li Sui.” Dokter melepas maskernya, menunjukkan senyum tipis, “Senang bertemu denganmu. Aku paman ZiRui, Leung QiZai.”
“Paman Leung.” Li Sui berkata dengan hampa, semua fokusnya tertuju pada tempat tidur yang didorong menjauh.
“Dia baik-baik saja, dia akan bisa keluar dari rumah sakit dalam waktu dua minggu atau lebih.” Dokter Leung mengikuti tatapan Li Sui ke tempat tidur, “Kali ini hampir saja, tapi untungnya kamu membawanya ke rumah sakit tepat waktu.”
Saat itulah Li Sui akhirnya tersadar, dia tersentak, “Apakah sekritis itu?”
Dokter Leung menatap Li Sui, “Hampir tapi belum sampai. Pekerjaan yang intensif ditambah istirahat yang tidak cukup dalam waktu yang lama, bahkan orang normal pun tidak dapat mengatasinya, bagaimana dengan pasien penyakit jantung?”
Bahu Li Sui terkulai, dia menyalahkan dirinya sendiri sambil merasa tertekan, “Dia tidak pernah menceritakan semua ini kepadaku. Adakah yang bisa aku lakukan untuk membantunya?”
“Ada tenaga profesional yang bisa menangani kebutuhan medisnya, tapi mungkin kamu bisa mencoba membantunya untuk rileks. Dia terlalu stres, baik secara mental maupun fisik. Melanjutkan hal ini akan sangat buruk bagi kesehatannya.” Dokter Leung membuat sebuah analogi, “Tubuh manusia itu seperti pegas, jika kamu terus menariknya terlalu lama, itu akan kehilangan kelenturannya.”
Li Sui mengulangi apa yang dikatakan dokter di dalam hatinya beberapa kali, dia merasa seperti mendapat pencerahan. Dokter Leung melanjutkan, “Rincian penyakitnya sangat rahasia. Aku tidak yakin apakah dia memberi tahumu atau tidak, tapi jangan beritahu siapa pun ketika kamu keluar dari sini, oke?”
Lu Shang tidak pernah menyebutkan hal ini kepada Li Sui, tapi Li Sui tidak pernah cerewet. Mengingat bagaimana Lu Shang menghindari orang-orang ketika dia mengalami sesuatu, Li Sui dapat mengetahui bahwa Lu Shang tidak ingin ada orang yang mengetahui penyakitnya, jadi Li Sui menganggukkan kepalanya tanda setuju.
