Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Wang Chao, yang masih tidur di hotel, juga menerima telepon Duan Yikun.

“Pastikan jam berapa?” Dia masih setengah tertidur. Tidak dapat mengatakan siapa itu, dia melanjutkan, “Kalian bermain saja sendiri. Ayahmu melakukan threesome tadi malam. Aku lelah sekali, tidak mau ke mana-mana.”

Duan Yikun tersenyum ketika dia berkata, “Jika kamu tidak datang, maka aku akan memanggil dage-mu.”

Setelah mendengar kata-kata “dage”, Wang Chao tersentak bangun dan melihat ID si penelepon. Dia langsung santai ketika dia berbalik dan berkata dengan malas, “Oh, ini kamu. Kun-ge.”

“Nama dan anggota grup telah dipastikan. Kontrak akan ditandatangani Senin depan. Kamu juga harus datang agar semua orang bisa saling mengenal satu sama lain dan berkenalan.”

“Baiklah. Apakah kamu sudah memberi tahu Xiao Xie?”

“Lima anggota lainnya sudah dihubungi.”

Dia berhenti sejenak, dan melanjutkan, “Sepertinya kamu bersenang-senang tadi malam?”

Wang Chao merasa agak lapar dan ingin makan sesuatu. Dia duduk, dan menyisir rambutnya dengan tangannya. Dia berkata, “Tidak apa-apa. Kun-ge, apakah kamu memiliki hal lain untuk dikatakan? Jika tidak, maka aku akan menutup teleponnya.”

“Itu bukan sesuatu yang penting. Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa sekarang karena kamu akan debut, jangan menjadi liar di luar sana. Jika seseorang mengambil foto apa pun tentangmu, kamu akan berada dalam masalah besar di masa depan.”

“Oh.”

Duan Yikun mendengar ketidakpeduliannya dan menambahkan, “Dan jika kakakmu tahu, kamu akan berada dalam masalah yang lebih besar.”

Pada akhirnya, Wang Chao paling takut pada kakaknya. “Apa pun yang kamu lakukan, jangan katakan padanya bahwa aku melakukan threesome tadi malam atau apa pun itu. Aku tidak pulang ke rumah, dan mengatakan padanya bahwa aku pergi memancing di Miyun.”

“Aku tidak akan memberitahu tentangmu. Kamu dapat bersembunyi darinya sekarang, tapi di masa depan ketika kamu terus-menerus diikuti oleh media, aku ragu bahwa kamu akan dapat menyembunyikan ini bahkan jika kamu menginginkannya.”

“… Baiklah.”

Dia tinggal bersama saudara keduanya, Wang Jin, di vila kecil yang dibeli ayahnya di sudut Ring Road Kedua. Wang Qi akan kembali untuk tinggal bersama mereka sesekali.

Setelah makan di luar, dia berjalan kembali ke rumah dan melihat Wang Jin menyiram bunga di halaman. Dia memanggil, “Er-ge,”1 kamu kembali sangat awal hari ini dari rumah sakit.”

Wang Jin menatapnya dengan senyum palsu dan berkata, “Hari ini hari Sabtu. Aku tidak punya pekerjaan. Aku sedang menunggu untuk pergi memancing denganmu di Miyun. Aku menunggu beberapa saat, tapi kamu masih belum kembali. Bagaimana dengan kegiatan memancingmu di bar di Gongti?”

“Wang Nomor Dua! Apakah kamu melihat foto iCloud yang disinkronkan di komputerku di belakangku lagi?!”

Wang Jin hanya bisa menjawab, “Bukan aku yang melihat. Kamu harus masuk terlebih dulu; hari ini panas. Ada semangka di dalam sana untukmu.”

Ekspresinya normal, dia tidak memukulnya, dan dia bahkan menyuruhnya masuk untuk makan semangka? Wang Chao membuka pintu dan masuk, ragu karena ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Wang Jin terus menyirami bunga.

Setengah menit kemudian, suara teriakan Wang Chao terdengar. “Dage, aku salah! Aku tidak pergi memancing! Aku tidak melakukannya! Agh, Dage aku tahu aku salah! Persetan, sial, sial! Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh…!”

Senin.

Wang Chao diusir keluar dari rumah pagi-pagi sekali oleh saudaranya untuk menandatangani kontrak. Ketika dia sampai di Huixing Entertainment, hanya ada Xie Zhuxing di sana, menunggu sendirian di sofa yang dia duduki selama wawancara.

Mereka berdua saling melihat satu sama lain dan berbicara pada saat yang sama.

“Kamu sakit?”

“Kamu dipukul?”

“…”

“Aku tidak sakit. Ada pertunjukan kemarin, dan aku pulang terlambat. Aku kurang tidur, jadi kulitku tampak agak buruk,” kata Xie Zhuxing.

Wang Chao tidak mau menyebutkan dari mana asal memar di wajahnya. “Kenapa kamu masih saja melakukan pertunjukan? Kamu menandatangani kontrak dan akan segera debut, jadi mengapa kamu masih melakukan hal-hal sepele seperti itu?”

Xie Zhuxing tersenyum dan tidak menjawab.

Setelah beberapa saat, empat anggota lainnya naik lift yang sama dan naik bersama. Keempatnya berbicara dan tertawa, jelas sangat ramah.

Xie Zhuxing menyapa yang lain dan mereka membalasnya. Mereka tahu bahwa mereka akan menjadi anggota di masa depan, jadi mereka juga sopan padanya.

Hanya Wang Chao yang tidak repot-repot menjawab yang lain. Dia dan Ji Jie tidak menyukai satu sama lain, tapi tampaknya ketiga orang lainnya memiliki hubungan yang cukup baik dengannya. Karena itu, Wang Chao juga sedikit tidak menyukai tiga lainnya. Mereka semua menyapanya, tapi dia hanya mendengus sebagai jawaban. Melihat mereka saja sudah membuatnya kesal.

Semua orang berkumpul, dan Duan Yikun datang dengan cepat bersama dua eksekutif senior dari perusahaan lainnya.

Proses penandatanganan kontrak lebih sederhana dari yang dibayangkan oleh Xie Zhuxing. Duan Yikun secara singkat menjelaskan perjanjian terpenting dalam kontrak dan bertanya pada mereka apakah ada sesuatu yang tidak mereka mengerti.

Wang Chao bahkan tidak membolak-baliknya. Kemarin, Duan Yikun sudah meneruskan kontrak itu ke Wang Qi untuk diperiksa.

Xie Zhuxing membolak-baliknya dan berpikir semuanya bisa diterima. Bagi seorang pemula, kontrak ini sudah sangat toleran.

Orang-orang yang tersisa juga merupakan pemula dan tidak tahu apa-apa. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga tidak tahu harus bertanya apa.

Hanya Ji Jie yang mengangkat tangannya dan bertanya, “Aku ingin bertanya… setelah perusahaan mengambil bagiannya dan pajak diterapkan, apakah sisanya akan dibagi rata di antara enam orang?”

Duan Yikun meliriknya. Dia mendorong kacamatanya ke atas sambil berkata, “Itu benar, grup artis selalu bekerja seperti ini.”

Ji Jie mungkin berpikir bahwa pertanyaan ini sedikit tidak pantas. Wajahnya sedikit merah saat dia berkata, “Terima kasih Duan-ge. Aku tidak punya pertanyaan lagi.”

Mereka semua menandatangani kontrak dengan lancar, dan dua eksekutif senior mengeluarkan kata sambutan resmi atas nama perusahaan untuk menyambut mereka di Huixing Entertainment. Setelah itu, mereka pergi.

Hanya Duan Yikun dan enam pemuda yang tersisa.

Dia berdiri di depan enam orang itu dan berkata, “Aku tidak suka memperdebatkan suatu hal dengan pengulangan yang sama, jadi aku akan mengatakan semuanya dengan lugas. Aku memilih kalian semua dan memiliki harapan besar untuk masa depan kalian. Apakah harapan ini bisa menjadi kenyataan, semua akan tergantung pada kalian. Aku hanya memiliki dua persyaratan: taat dan rajin.”

Selain Wang Chao yang menguap, lima orang lainnya mendengarkan dengan saksama.

Duan Yikun berpura-pura tidak melihat Wang Chao. Dia tersenyum ketika berkata, “Aku akan memberi kalian misi pertama sekarang. Ini akan menjadi bulan pelatihan pre-debut, yang akan mencakup musik vokal, musik instrumental, dan menari. Tolong lakukan yang terbaik bulan ini.”

Wang Chao selesai menguap. Dia mendengar apa yang dia katakan dan berkata dengan datar, “Apakah kita akan mulai hari ini?”

Duan Yikun mengangguk.

Wang Chao ingin mengatakan sesuatu, tetapi Duan Yikun memotong, “Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu ingin menari dengan Xiao Xie? Xiao Xie, pergi ke administrator dan ambil kunci ruang latihan di lantai 10. Sebelum guru tari datang, kamu harus membantunya melakukan peregangan. Yang Xiaomu, Gao Siyuan, kalian berdua pergi ke lantai 12 untuk menemui guru musik vokal. Ji Jie dan Cheng Yao, kalian berdua pergi ke ruang piano di lantai 12.”

Seluruh tubuh Wang Chao tidak dalam kondisi yang baik sekarang. Dia diseret keluar dari tempat tidur oleh Wang Qi pada pukul tujuh. Dia pikir dia bisa pulang dan tidur setelah menandatangani kontrak, dia tidak hanya tidak bisa tidur, tetapi sekarang dia harus melakukan peregangan.

Dia juga tidak berani untuk tidak pergi. Jika Duan Yikun memberi tahu saudaranya, maka itu akan menjadi akhir baginya.

Dia mengikuti Xie Zhuxing ke ruang pelatihan dan dia berkata, “Aku tidak mau.”

“…”

Seolah-olah dia dianiaya, Wang Chao berkata, “Aku tidak tidur nyenyak kemarin. Aku bosan tadi malam, jadi aku menonton film horor. Aku menyeret saudara keduaku untuk menonton bersamaku, tapi di tengah-tengah, dia kembali ke rumah sakit karena panggilan darurat. Jadi aku selesai menontonnya sendirian… itu benar-benar hampir menakuti ayahmu sampai mati! Aku tinggal di lantai tiga vilaku dan tidak ada toilet di kamarku, jadi aku harus keluar. Aku sangat takut di koridor! Ada bayangan hantu di mana-mana! Aku juga tidak punya nyali untuk keluar. Aku tidak bisa tidur karena aku harus menahan buang air sampai fajar.”

“… Kamu masih takut pada hantu?”

“Kamu tidak takut?”

Xie Zhuxing menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak percaya pada hal-hal supernatural.”

“Itu hebat! Di masa depan, aku akan meneleponmu ketika aku ingin menonton. Setiap kali aku meminta saudaraku untuk menontonnya, dia selalu meneriakiku. Ah, aku benar-benar tidak bisa lagi. Aku akan jatuh tertidur.”

Saat dia mengatakan itu, dia melemparkan dirinya ke pelukan Xie Zhuxing dan mulai berpura-pura mati. Dia mengatakan dia tidak ingin meregangkan tendonnya dan tidak ingin menari.

Xie Zhuxing terdiam. Dia belum pernah bertemu orang seperti ini sebelumnya.

Dia bisa melihat bahwa Wang Chao tidak memiliki keterampilan dasar menari. Pada usia ini, akan sangat sulit untuk memulai dari awal kecuali dia bersedia menanggung kesulitan yang orang biasa tidak akan mau. Dan ternyata, Wang Chao… tidak pernah menderita dalam hidupnya sebelumnya.

Dia tidak ingin membuat Wang Chao kesal, jadi dia hanya duduk di atas matras, bersandar di dinding.

Wang Chao berbaring di kakinya dengan sangat alami, menggunakannya sebagai bantal.

Xie Zhuxing tidak terbiasa dengan tingkat keintiman ini. Dia sudah merasa tidak nyaman ketika Wang Chao memeluknya dan menggigit telinganya di bar, tapi itu adalah lingkungan khusus di klub. Saat ini, hanya ada mereka berdua.

Itu tampak tenang dan canggung.

Wang Chao tidak ingin tidur, tetapi dia juga tidak ingin menari. Dia bertanya, “Aku belum sarapan, bagaimana denganmu?”

“Aku sudah makan.”

“Apa yang kamu makan?”

“Wonton.”

“Dengan isian seperti apa?”

“Daging babi dan daun bawang.”

“Apakah kamu mencelupkannya ke dalam cuka?”

“… Aku makan wonton, bukan pangsit.”

Wang Chao sebenarnya hanya ingin membawanya keluar dan bermain, jadi dia berkata, “Aku akan mati kelaparan.”

Xie Zhuxing mengambil beberapa makanan ringan dari tasnya dan berkata, “Ini Snicker untuk menghilangkan rasa laparmu.”

“…”

Guru tari datang. Dia adalah seorang guru wanita berusia tiga puluhan. Dia terlihat sangat tegas, tetapi ketika dia melihat Xie Zhuxing, ekspresinya langsung cerah. “Xiao Xie, saat aku melihat nama itu, aku bertanya-tanya apakah itu kamu. Ternyata itu benar.”

Xie Zhuxing segera bangkit dan membungkuk. “Halo, Nona Li.”

Wang Chao duduk di atas matras dan melihat ke atas.

Xie Zhuxing berkata padanya, “Ini adalah guru yang mengajariku sebelumnya.”

Wang Chao bangkit dan berkata bersamanya, “Halo, Nona Li.”

Li mengucapkan selamat pada Xie Zhuxing karena menandatangani kontrak terlebih dulu, dan berkata, “Tidak ada yang bisa aku ajarkan pada Xiao Xie. Dia menari lebih baik dariku. Wang Chao, kamu belum pernah menari sebelumnya. Kemarilah, kamu harus meregangkan ligamenmu terlebih dulu.”

Wang Chao mendengar bahwa meregangkan tendon bisa sangat menyakitkan. Dia pikir meregangkan ligamennya mungkin sedikit lebih baik daripada meregangkan tendonnya, jadi dia bangun dengan enggan dan berjalan.

Nona Li memintanya untuk membuka lengannya dan mengendurkan persendiannya. Dia mendengarkan dan bersantai.

“Duduk di sini dan lebarkan kakimu.”

Jadi, dia duduk dan melebarkan kakinya.

Nona Li duduk di depannya, dan dia bercanda, “Apakah guru ingin melakukan yoga pasangan denganku?”

Guru itu memberinya senyuman, lalu mulai menekan pinggulnya.

“Sial…”

“Tidak tidak tidak!”

“Ini akan patah!”

“AhHHHHHHH itu patah!!”

“Ah!! Hazi, selamatkan aku!! Ah!”

“Aku tidak ingin melakukannya lagi, aku tidak ingin melakukannya lagi, aku tidak ingin debut lagi!! Biarkan aku pergi!”

“Aduh… mama…”

Melihat dia menangis memanggil mamanya, Nona Li hanya bisa membiarkannya tanpa berkata-kata.

Dia menangis saat kakinya gemetar. Dia mencoba untuk bangkit, tetapi dia tidak bisa. Xie Zhuxing tidak punya pilihan selain pergi dan membantunya berdiri.

Dia memegangi Xie Zhuxing saat dia menangis secara terang-terangan, “Aku belum pernah merasakan rasa sakit ini dalam hidupku sebelumnya. Ini benar-benar menyakitkan. Aku bahkan tidak bisa menutup kakiku… Aku merasa seperti baru saja bercinta… aw… sakit sekali.”

“…”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Keiyuki17

tunamayoo

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Kakak kedua
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments