Penerjemah: Rusma
Editor: Jeffery Liu


“Ayahku sangat menderita karena berbagai penyakit pada tahun itu.” Xiang Shu berkata dengan ringan “Jika dia terus memulihkan diri seperti itu, dia bisa hidup selama tiga sampai lima tahun lagi.”

“Aku pernah mendengar bahwa di masa tuanya, Lord Shulü Wen sering bermasalah dengan luka yang dideritanya dalam perang.” Touba Yan teringat.

Xiang Shu mengangguk. “Setelah Kjera merawat ayahku, dia meninggalkan resep; legenda mengatakan bahwa itu adalah obat mujarab legendaris yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.”

Chen Xing segera menangkap poin utama dan berkata dengan heran, “Dia terlihat seperti apa!?”

“Dia mengenakan masker.” Xiang Shu berkata, “Masker itu melilit kepalanya. Dia punya semacam bau, seorang pria Han, namun dia menggunakan nama Hu, dan dia bisa berjalan dengan normal.”

Chen Xing, “……..”

Xiang Shu, “Dia berbicara tentang banyak hal mengenai hidup dan mati dengan ayahku. Ayahku sangat mempercayainya dan meminum obat yang dia berikan pada akhirnya. Setelah itu, dia pergi ke selatan, dan pada tengah malam tujuh hari kemudian, ayahku meninggal dengan damai.”

Chen Xing sedikit mengernyit, dan sebelum dia bertanya apapun, Xiang Shu berkata, “Tapi pada siang hari di keesokan harinya, mayatnya berbalik. Pada saat itu aku tidak tahu bahwa ‘iblis kekeringan; adalah sejenis yao. Aku secara pribadi menyaksikan dia hidup kembali menjadi mayat hidup …..”

Rasa dingin tanpa sadar mengalir di tulang punggung Chen Xing. “Untungnya, dia belum berubah menjadi yao sepenuhnya,” Xiang Shu berkata, “Itu terjadi sebelum para tetua suku kami memberinya kuburan langit1. Setelah mengurus masalah ini, aku tidak pernah merasa yakin, jadi aku meninggalkan rumah dan pergi ke Selatan untuk mengikuti jejak orang itu. Kemudian di tepi Selatan sungai Liao, aku menemukan bahwa seluruh desa Valennu sudah berubah menjadi mayat hidup.”

Jadi itulah yang terjadi ….. Chen Xing akhirnya tahu mengapa Xiang Shu sangat peduli tentang asal muasal iblis kekeringan.

Feng Qianjun berkata “Kenapa kita tidak berasumsi bahwa dokter ini adalah dalang yang mengarahkan Ge-ku dari balik layar?”

Xiang Shu mengangguk.

Chen Xing mempertimbangkan situasinya; Artinya ‘iblis kekeringan’ yang paling awal seharusnya meminum sejenis obat cair, kemudian berbalik setelah kematian. Namun tidak mungkin setiap satu dari ratusan ribu mayat hidup sudah meminum obat ini. Jika tidak, hanya mendistribusikan obat semacam itu saja akan melelahkan lawan mereka sampai mati.

Bagaimanapun, meskipun penjelasan Xiang Shu tidak bisa menyelesaikan keadaan darurat di depan mereka, itu memberi mereka tujuan.

Touba Yan berkata “Tianchi, kamu menyebutkan sebelumnya bahwa kita harus berhati-hati agar tidak tergores atau digigit saat melawan mereka, tapi mengapa?”

“Racun mayat,” kata Chen Xing “Semua iblis kekeringan memiliki racun mayat di tubuh mereka, jadi kita harus berhati-hati.”

Feng Qianjun bertanya “Apa yang akan terjadi setelah kita tergores?”

“Kau akan mati.” Chen Xing berkata, “Semakin lama mayat hidup tidak membusuk, semakin parah toksisitas racun dalam tubuh mereka. Iblis kekeringan yang berumur ribuan tahun bahkan bisa membentuk racun dengan racun mayat hidup di dalam tubuh mereka, yang sering disebut racun mayat kuburan kuno.”

Xiang Shu tiba-tiba berkata “Mereka yang diracuni akan segera berubah menjadi mayat hidup juga.”

Chen Xing tidak tau bahwa setelah racun memasuki tubuh seseorang, orang itu akan mengalami perubahan lagi, namun Xiang Shu berkata “Aku menyaksikan bagaimana racun mayat dalam tubuh dua orang yang selamat dari suku Valennu berkobar. Beberapa hari kemudian, mereka menjelma menjadi iblis kekeringan.”

“Terjadi hal semacam itu juga?” Chen Xing bergumam, tapi dengan begini, itu adalah penjelasan yang sempurna atas jawaban mengenai dari mana asal ratusan ribu mayat hidup di dalam cermin.

Xiang Shu, “Tidak hanya itu, senjata para prajurit bayangan dan jenderal juga dilapisi dengan racun mayat. Kita harus sangat berhati-hati.”

Tatapan Touba Yan langsung berubah. Dia menoleh tanpa sadar dan menekan lengan kirinya dengan tangan kanannya.

Saat itu terdengar suara di luar. Fu Jian membuka pintu dan masuk tanpa pemberitahuan. Touba Yan dan Chen Xing bangkit, dan hanya Xiang Shu yang tetap duduk. Feng Qianjun tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk sesaat – tidak benar untuk berdiri, tapi juga tidak benar untuk tetap duduk.

Fu Jian kemudian berkata pada Xiang Shu, “Pengintai kami melaporkan bahwa sejumlah besar dari apa yang kalian sebut sebagai ‘iblis kekeringan’ telah menyembur keluar dari kota Chang’an dan saat ini sedang menyeberang melalui Gerbang Barat. Mereka diperkirakan tiba di Istana Ahfang dalam waktu setengah hari.”

Xiang Shu tetap diam. Fu Jian berkata, “Zhen datang hanya untuk memberitahumu satu hal. Tidak peduli kapan kau akan kembali ke Chang’an, kau harus mendapatkan bukti Putri Qinghe berkolusi dengan klan Feng. Jika tidak, ketika keluarga Murong berusaha membalas dendam kepadamu, Zhen tidak akan bisa meyakinkan mereka tanpa bukti di tangan. Itu saja, Zhen akan bersiap-siap untuk berperang.”

Xiang Shu menghela napas. Dia dengan santai menancapkan pedangnya ke tanah untuk menopang dirinya. Fu Jian berkata dengan dingin, “Shulü Kong, jangan bilang kau ingin melawan Zhen sekarang?”

Chen Xing ingin menghentikannya, tapi Xiang Shu berkata “Orang mati tidak bisa memberontak. Karena kau tidak dapat melakukannya, aku akan menanganinya untukmu.”

Fu Jian berkata dengan marah, “Murong Chui saat ini sedang memimpin pasukan untuk melawan kelompok ‘iblis kekeringan’ yang menuju dari Timur. Chanyu yang Agung, kalau kau memenggal kepala para jenderal yang menjaga negara kita sebelum pertempuran, kau akan menjadi musuh seluruh dunia!”

Chen Xing segera menekan pedang di atas meja. Pada saat itu, seorang penjaga istana bergegas untuk melapor dan beteriak, “Yang Mulia! Bencana sudah dekat! Ada yao di pagar tepi Barat Zaohe di belakang Istana!”

Semua orang sangat ketakutan sehingga mereka segera bangkit dan bergegas ke tempat yang tinggi. Fu Jian hanya melirik sekilas sebelum dia bergegas menuju menara di istana.

Di kejauhan, gangguan sudah terjadi di tempat berpagar yang didirikan untuk orang-orang beristirahat. Para penjaga istana menjaga di pinggirannya saat mereka membimbing orang-orang untuk melarikan diri, serta memegang senjata untuk membunuh para monster.

Mayat-mayat itu sudah berubah! Chen Xing segera berbalik dan berkata pada Touba Yan, “Buat mereka semua orang pergi! Jangan sampai ada orang yang digigit lagi.”

Namun Xiang Shu hanya melirik satu kali dan berkata, “Tutup kedua tepi Zaohe, dan mulailah membangun benteng.”

Touba Yan pergi untuk melaksanakan perintah dan memberi isyarat agar tiga orang lainnya menunggu di sini. Dia bergegas menuruni pelataran tinggi, pergi ke tepi sungai, dan melepaskan pelat bahunya, memperlihatkan lengan atasnya yang kuat. Lengan kirinya terlihat sangat jelas di sungai; laserasi yang dia peroleh di tempat eksekusi sekarang memiliki warna hitam keunguan yang terlihat dengan mata telanjang.

Tak lama kemudian, kebakaran terjadi di kejauhan. Panah api terbang di udara, minyak tanah meledak dan Chen Xing langsung tertegun.

“Fu Jian!” Chen Xing berkata dengan tidak percaya dan berteriak “Apa yang Anda lakukan?!”

Setelah semua orang meninggalkan kandang, Fu Jian benar-benar memerintahkan orang untuk membakar tempat itu, membakar mereka yang terluka tetapi masih hidup, dan bahkan ada cukup banyak dari mereka yang melarikan diri dengan kondisi baik – dia sudah memberi perintah untuk membakar semuanya! Angin timur menyelimuti nyala api, menelan seluruh kandang di satu sisi Istana Ahfang. Dalam sekejap, nyala api membumbung ke langit, suara ratapan kesedihan bisa terdengar dimana-mana. Prajurit berdiri di semua sisi, waspada dan siap bertempur saat mereka memblokir semua pintu keluar tempat berpagar itu.

Chen Xing tidak tahu lagi bagaimana dia harus mengevaluasi hal ini, tapi Xiang Shu menutupi mata Chen Xing dengan satu tangannya.

Feng Qianjun mulai mengutuk keras, “Bajingan itu! Brengsek!”

Xiang Shu berkata dengan suara rendah, “Ayo, jangan buang waktu.”

“Sebentar, aku punya ide, tapi aku tidak tahu apakah itu akan berhasil atau tidak ……. Jenderal Touba!” Chen Xing melihat bahwa Touba Yan sedang berdiri di tepi sungai dan dengan cepat berteriak, “Kita akan keluar sekarang Apa kau ingin bergabung dengan kami?”

Touba Yan berbalik dan pergi.

Kota Chang’an, di Istana Weiyang. Feng Qianyi sudah naik ke aula besar dan duduk di atas naga Fu Jian. Tubuhnya di kelilingi oleh api hitam yang berkobar.

Jenderal berbaju besi hitam memimpin sekelompok prajurit bayangan dan berdiri di dalam Istana Hanguang. Suasana tampak sangat sunyi di aula. Feng Qianyi membelai saber Senluo di lututnya dan bergumam “Sekarang, kau juga bisa membalaskan dendam ……. “

Jenderal berbaju besi hitam itu melepas helmnya, lalu perlahan berlutut dengan satu kaki.

Feng Qianyi berkata dengan suara rendah dan serak, “Aku sudah menunggu hari ini terlalu lama.” Kemudian dia mengangkat kepalanya dan melibat ruang kosong di aula, berkata dengan lantang “Tuanku, anugerahilah kami dengan kehadiranmu! Kami dengan hormat menunggu kedatangan Anda!”

Namun, di bawah langit yang gelap dan suram itu, tidak ada yang terjadi.

“Manusia hanyalah sampah yang bodoh.” Bibir Feng Qianyi terus bergetar, seolah-olah emosinya benar-benar sudah diaduk tanpa dia sadari, “Hanya kekuatanmu yang dapat bertahan selamanya –”

Chen Xing membawa tiga orang lainnya dan muncul di gerbang barat Kota Chang’an. Kota itu sudah dikosongkan dari para mayat hidup; mereka semua sudah dibebaskan oleh Feng Qianyi untuk menyerang Istana Ahfang.

Jalan panjang itu sepi. Pada saat itu, mereka melihat bahwa Istana Hanguang sudah dipenuhi dengan prajurit bayangan, dan dari kelihatannya ada hampir 200.000 orang.

Xiang Shu memikirkannya sebentar, lalu berkata, “Kita akan bertindak secara terpisah mulai sekarang dan seterusnya.”

Mereka berempat sudah membahas rencana mereka nanti sebelum datang ke sini. Chen Xing mengangguk. Xiang Shu berkata, “Jika tidak memungkinkan untuk melakukan penangkapan, maka bunuh saja mereka secara langsung, tidak perlu bersikeras membiarkan mereka hidup untuk diajak bicara.”

Setelah dia berbicara, Xiang Shu melirik Feng Qianjun lagi tanpa sedikit pun kesopanan. Feng Qianjun mengerti bahwa Xiang Shu sedang memperingatkannya untuk tidak bergantung pada sedikit pun kelembutan hati, jadi dia hanya bisa menahan amarahnya dan menjawab, “Jangan khawatir, selama aku bisa menemukan saber Senluo, aku tidak akan melepaskannya.”

“Aku akan mencoba yang terbaik.” Kata Chen Xing, “Aku hanya takut kalau dia bahkan tidak akan memberiku kesempatan untuk berbicara dan langsung menyerang.”

Xiang Shu berkata, “Jika kau dan Feng Qianjun bersama, dia tidak akan langsung melakukan apapun. Lagipula, bukankah keberuntunganmu selalu sangat baik, kan?”

Chen Xing tersenyum dan mengamati Xiang Shu, “Changyu yang Agung, Anda sangat pintar.”

“Ayo kita mulai!” Xiang Shu berkata.

Chen Xing mengangkat cermin Yin Yang; uap hitam meledak dengan ledakan keras, Xiang Shu, Touba Yan dan Feng Qianjun tersedot ke dalam cermin.

Di dalam cermin, di dalam istana Weiyang, ubin yang pecah berserakan dimana-mana. Seolah-olah gempa bumi melanda bagian luar Istana Hanguang – jejak peperangan masih terlihat jelas di sini.

“Aku yang sudah melakukan semua ini?” Feng Qianjun berkata dengan tidak percaya.

Xiang Shu tidak ingin merepotkan dirinya dengan menjelaskannya pada Feng Qianjun. Touba Yan masih linglung dan menghela napas, “Ini adalah dunia cermin?”

Xiang Shu menunjuk ke cermin perunggu di satu sisi Istana Hanguang dan memberi isyarat agar mereka berdua berbaring dan menunggu.

Chang’an dunia sekarang, di Istana Weiyang.

Feng Qianyi sepertinya sedang menunggu sesuatu?

Keraguan muncul tanpa sengaja di benak Chen Xing. Bagaimanapun, jenderal berbaju besi hitam itu tidak memimpin pasukan dalam mengepung Istana Ahfang, jadi kemungkinan besar jenderal itu menjaga Feng Qianyi di sisinya, sementara pasukan pelopor yang dikirim hanyalah mayat hidup biasa tingkat rendah.

Angin yang menakutkan bertiup. Chen Xing tiba-tiba memiliki rasa tidak aman yang kuat. Ini adalah pertama kalinya dia benar-benar terpisah dari Xiang Shu sepanjang perjalanannya sejak bertemu kembali dengannya. Ketika keduanya dipisahkan oleh cermin, seolah-olah Cahaya Hati sudah kehilangan kekuatannya sebagai senjata ajaib.

Chen Xing menarik napas dalam-dalam, menutup matanya, membukanya lagi dan berjalan menuju Istana Hanguang.

Dia melihat ratusan prajurit bayangan yang berjaga di luar istana. Ketika dia tiba di luar, semua prajurit menghunuskan pedang mereka pada saat yang bersamaan.

“Haruskah segugup itu?” Chen Xing meninggikan suaranya, “Feng Qianyi, aku punya beberapa pertanyaan untukmu.”

Setelah dia berbicara, Chen Xing mengulurkan tangan, dan Cahaya Hati meledak dari telapak tangannya. Cahaya itu sangat cemerlang dan langsung menerangi area di luar Istana Hanguang. Para prajurit bayangan tidak seperti mayat hidup tingkat rendah dan tidak akan tersebar dalam ketakutan karena cahaya putih ini, tapi mereka masih sedikit khawatir saat mereka mundur sedikit.

“Aku sudah memberimu kesempatan,” Feng Qianyi berkata dengan dingin, “Chen Xing, kau benar-benar puncak dari kebodohan! Bahkan saat ini, kau masih memiliki khayalan naif untuk mencoba menantangku dengan Cahaya Hati milikmu yang tidak memiliki mana sama sekali?!”

Chen Xing berjalan ke atas tangga dan memasuki istana. Prajurit bayangan dengan pedang terancung berdiri di semua sisi dan mengepungnya dengan erat; selama Feng Qianyi mengeluarkan perintah, mereka akan bisa menghancurkannya menjadi beberapa bagian dalam sekejap.

“Aku akan memberimu kesempatan sekarang juga,” Kata Chen Xing, “Mundur ba, Feng Qianyi. Lepaskan obsesimu, kau masih bisa mundur sebelum semuanya terlambat.”

Feng Qianyi dalam sekejap tertawa terbahak-bahak, “Apakah kau bahkan mengerti dengan apa yang di maksud mundur sebelum terlambat?”

Dia menundukkan kepalanya dan menatap Chen Xing dari atas, lalu mengucapkan setiap kata dengan sangat hati-hati.

“Meskipun Putri Qinghe adalah seorang Xianbei, dia sangat miskin dan kehilangan tempat tinggal ketika dia berusia 14 tahun. Seluruh keluarganya harus pindah ke kota Chang’an, dan bersama dengan adik laki-lakinya yang bahkan belum berusia 13 tahun, berubah menjadi mainan Fu Jian. Mereka dipenjarakan jauh di dalam istana, di mana mereka bahkan tidak bisa melihat cahaya pada siang hari, dan dipaksa untuk menderita melalui penghinaan luar biasa! Jika mereka mengatakan satu kata yang salah atau melakukan satu hal yang salah, seluruh klan mereka akan mati tanpa tempat pemakaman. Apa itu memang disebut obsesi!?”

“Ketika istrimu terbunuh oleh para prajurit Negara Qin dalam perang, ketika kedua anakmu ditikam sampai mati, dan ketika kedua kakimu dihancurkan oleh roda kereta sehingga kau berubah menjadi orang cacat yang hanya bisa hidup di kursi roda selama sisa hidupmu, kau lebih baik mengingat apa yang kau katakan hari ini. Setelah itu, kau bisa bertindak dengan begitu murah hati dan mengorbankan orang lain dan membujuk dirimu untuk mundur sebelum terlambat! Untuk berbalik dan bertobat!”

Chen Xing berkata dengan ringan, “Kau lupa bahwa bukan hanya kau satu-satunya yang kehilangan rumah dan keluargamu.”

Feng Qianyi tertegun dalam sekejap. Chen Xing tersenyum dan melanjutkan, “Bukankah kau sendiri yang menceritakan kisah tentang kematian keluargaku. Jika tidak, aku tidak akan pernah tahu siapa orang yang menggantung orang tuaku, selama sisa hidupku.”

Feng Qianyi sebenarnya sudah melupakan semua itu. Dia meraung dengan marah, “Dasar kau keturunan keluarga Chen yang tidak bermoral! Kau tidak pernah mempertimbangkan untuk membalaskan dendam untuk negara dan keluargamu, jadi kau benar-benar menjadi tidak setia dan tidak berbakti bagaimana kau bisa punya wajah untuk mencelaku!?”

“Bangun! Feng Qianyi!” Chen Xing tiba-tiba berteriak dengan suara nyaring, “Bagaimana mungkin metode balas dendammu membuatmu berbeda dari Fu Jian?! Berapa banyak tragedi yang sudah kau sebabkan?! Kau menimbulkan penderitaanmu sendiri pada ribuan keluarga di kota Chang’an. Kau bahkan lebih buruk dari Fu Jian!”

Feng Qianyi tertawa dengan gila-gilaan dan perlahan berkata, “Apakah menurutmu ini adalah akhirnya?Dilahirkan, menjadi tua, sakit dan mati adalah semua urusan paling pahit di dunia ini. Kematian, tidak akan pernah berakhir …….. ketika Tuanku turun ke dunia, semua orang mati akan sekali lagi hidup di dunia manusia dengan cara lain …….”

Hati Chen Xing tersentak – itulah kata kata yang dia tunggu! Dia akhirnya berhasil mendapatkannya!

“Siapa itu?” Chen Xing menyipitkan matanya.

Feng Qianyi mengangkat satu tangan dan perlahan menunjuk ke jenderal berbaju besi hitam di depannya yang menjaga takhta kaisar. Dia mengejek, “Apakah kau masih tidak mengerti?! Tapi sekali lagi, kau adalah satu-satunya pengusir setan di dunia ini sekarang. Dengan kekuatanmu yang tidak berarti sedikit pun, bagaimana mungkin kau bisa menghentikan kedatangan Tuanku?”

Setelah dia berbicara, jenderal berbaju besi hitam itu perlahan melepas helmnya dan memperlihatkan wajah tampannya.

Suasananya sangat sunyi. Chen Xing, yang seharusnya berteriak “Itu adalah kau?!” dengan terkejut, sekarang dengan tenang berkata “Maaf, aku benar-benar tidak mengenali siapa Tuanmu.”

Feng Qianyi tampak marah dan berteriak, “Dia bukan Tuanku! Aku hanya ingin kau melihatnya! Tahukah kau siapa dia ? Dia adalah raja Dataran Tengah! Seratus tahun yang lalu, dia adalah Pangeran Zhao pada Dinasti Jin – Sima Lun!”

Chen Xing, ” ……. “

Chen Xing langsung teringat — pangeran dari dinasti sebelumnya yang dihidupkan kembali di Gunung Longzhong adalah pangeran Chu, Sima Wei!

“Ada berapa banyak orang lagi yang sudah kalian hidupkan kembali?” Ekspresi Chen Xing menjadi gelap saat dia bertanya.

Feng Qianyi berkata perlahan “Sejak aku memperoleh cermin Yin Yang, aku selalu menunggu momen kelahiran kembali ini. Kau tidak akan memiliki kesempatan untuk menyaksikannya lagi setelah hari ini; di masa depan, delapan pangeran akan dihidupkan kembali satu persatu …..”

Rasa dingin langsung mengalir di tulang belakang Chen Xing. Dia mundur setengah langkah dan mendengar Feng Qianyi melanjutkan, “Setelah menyatukan Tanah Suci, bahkan jika Departemen Pengusiran Setan akan bangkit kembali, mereka tidak akan memiliki cara untuk menghentikannya, apalagi hanya kau? Jatuhkan dia! Chen Tianchi, aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri. Saat kau memperoleh kehidupan kekal ini, kau akan memahami manfaatnya ……”

Setelah dia berbicara, mayat Sima Lun sudah melangkah ke arah Chen Xing. Chen Xing meletakkan satu tangan di belakang punggungnya; dia tahu bahwa dia tidak akan bisa mengeluarkan apa pun darinya lagi, jadi dia memicu Cermin Yin Yang, dan kebencian yang membelit cermin mulai muncul. Dalam sekejap, cahaya terang muncul dari beberapa cermin perunggu di dalam aula.

Xiang Shu, Feng Qianjun dan Touba Yan bergegas keluar pada saat yang bersamaan!

Feng Qianyi sudah lama tahu bahwa Chen Xing yang maju seorang diri hanyalah gertakan, jadi dia sudah mengirim prajurit terlebih dahulu untuk mengelilingi pinggiran istana sampai tidak ada setetes air pun yang bisa keluar. Tapi dia tidak pernah menyangka bahwa Chen Xing benar-benar akan menggunakan dunia di cermin Yin Yang sebagai jalan untuk menjebaknya!.

Dalam sekejap, Feng Qianjun sudah menghadapi Feng Qianyi secara langsung. Xiang Shu mengacungkan pedangnya untuk menjatuhkan Sima Lun, sementara Chen Xing segera mundur dan bersembunyi di balik layar. Touba Yan berputar di udara, mengayunkan tombaknya keluar, dan memaksa mundur para prajurit bayangan yang bergegas ke aula, lalu berjaga di depan Chen Xing.

Kekacauan segera terjadi di aula. Ada batasan berapa banyak prajurit yang dapat ditampung Istana Hanguang. Xiang Shu mendapat peluang dan dengan suara “dentang”, dia memukul Sima Lun dan mengirimnya terbang dalam sekejap! Dan dalam sekejap mata, mereka sudah bertukar beberapa pukulan. Sima Lun memegang pedang panjang hitam pekat, dan di bawah pedang Xiang Shu dia benar-benar terus didorong ke belakang.

Feng Qianjun sudah bergegas ke depan Feng Qianyi. Dia mengulurkan tangan untuk mencengkeram kakak laki-lakinya dan dengan kasar menjatuhkannya dari takhta.

Setelah melihat ini, Chen Xing berkata, “Lindungi aku.”

Meskipun Touba Yan tidak sekuat Xiang Shu, dia tetap seorang jenderal militer pemberani yang bisa menangkis seribu orang sendirian. Dia berjaga di depan Chen Xing, dan sekali lagi mendorong mundur gelombang prajurit bayangan yang membanjiri untuk menyelamatkan Feng Qianyi.

Chen Xing untuk sementara mengesampingkan masalah Feng Qianyi. Dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memacu Cahaya Hati, menyatukan kedua tangannya dan memancarkan semburan cahaya. Cahaya putih dari Cahaya Hati menjadi semakin terang dan semakin terang lagi, dan pada akhirnya cahaya di Istana Hanguang begitu menyilaukan sehingga tidak ada yang bisa melihat langsung ke arahnya.

Dengan cahaya terang Chen Xing yang membanjiri aula, semua prajurit bayangan segera dipenuhi dengan ketakutan. Sembilan tanda yang ada di pedang besar Xiang Shu mulai menyala satu demi satu.

Di tengah cahaya yang menyilaukan itu, Feng Qianjun menekan kakak laki-lakinya. Feng Qianyi berjuang keras di bawah takhta dan menunjukan senyum aneh.

“Qianjun, kau ah …..“ Feng Qianyi berbicara dengan susah payah.

Feng Qianjun meraung marah, “Kenapa kau membunuh Qinghe?!”

“Dia ….. tidak mati ….. selama kau mendengarkanku …..“ Feng Qianyi perlahan berkata,

“Angkat ….. saber-mu ba. Aku berjanji padamu, selama kau mendengarkanku, keinginanmu itu ……“

Feng Qianjun, “……”

Dalam sepersekian detik, Feng Qianyi membuka mulutnya dan dengan lembut mengeluarkan kabut hitam, yang menyembur ke wajah adik laki-lakinya.

Di tengah cahaya itu, Xiang Shu mengerahkan semua kekuatan yang sudah dia kumpulkan sepanjang hidupnya secara maksimal – menarik kembali, menyerang dan mengaum!

“HANCURKAN–!” Chen Xing dan Xiang Shu berteriak bersamaan.

Pedang berat itu mengeluarkan busur cahaya berbentuk kipas dan diayunkan dengan momentum yang bisa menghancurkan langit. Sima Lun mengangkat pedangnya untuk memblokir, tapi di bawah cahaya yang menyilaukan dari Cahaya Hati, pedangnya patah!

Sayangnya, tepat pada saat pedang berat menghantam pelindung dada Sima Lun, Chen Xing merasakan cengkeraman erat di lehernya, membuatnya tidak bisa bernapas – sebuah tanaman merambat telah menjerat lehernya dan sekarang menyeretnya ke depan pilar di aula.

Pada saat berikutnya, pedang berat itu bertabrakan dengan pelindung dada hitam Sima Lun, tapi karena kehilangan kekuatan Cahaya Hati Chen Xing, yang bisa dilakukannya hanyalah mengirim Sima Lun terbang. Sima Lun berbalik di udara, dia memantul kembali ke arah Xiang Shu. Tinjunya menyentuh dada Xiang Shu, yang juga membuatnya terbang.

Touba Yan tertegun dan menjatuhkan Chen Xing. Pohon anggur lain meringkuk dari balok dan mengikatnya dengan kuat ke pilar.

Xiang Shu dipukul tepat di daerah di mana Chen Xing membantunya menyembuhkan tulang rusuknya yang retak beberapa hari yang lalu; Xiang Shu segera meludahkan seteguk darah, dan penglihatannya menjadi hitam. Chen Xing menerjang ke arah Xiang Shu dan baru saja akan menyeretnya pergi ketika dalam waktu singkat itu, tanaman merambat berduri muncul dari bawah tanah di aula dan mengikat mereka bertiga dengan sangat erat.

Tubuh Feng Qianjun yang bermandikan api dengan saber Senluo diacungkan di depannya. Dia berjaga di depan Feng Qianyi dengan mata merah.

Feng Qianyi tampak sangat tenang dan tidak tergoyahkan saat dia naik ke takhta kaisar dan duduk lagi. Dia perlahan berkata, “Pengusir setan yang hebat, jika ini terjadi sebelum keheningan terjadi pada semua sihir, kita masih bisa melakukan pertarungan yang tepat. Sangat disayangkan Qi spiritual dari langit dan bumi sekarang hilang. Jika kau berniat untuk hanya mengandalkan percikan di tanganmu, kau harus pasrah saja pada nasib malang yang menantimu ba….”

Chen Xing dan Xiang Shu diikat menjadi satu, di atas sebuah pilar. Xiang Shu berusaha sekuat tenaga untuk berjuang melawan tanaman merambat, tapi tak satupun dari mereka bisa membebaskan diri. Sebagian tubuh Chen Xing diikat ke tubuh Xiang Shu; tenggelam semakin dalam dam semakin dalam lagi. Pohon anggur terus mengencang, dan bahkan suara retakan lembut bisa terdengar dari pilar.

Chen Xing, “ …… “

Xiang Shu masih melawan dengan susah payah, dan tidak ada yang tahu ke mana perginya pedang besar yang dia pegang. Seluruh tubuh Chen Xing ditekan ke depan. Xiang Shu membalikkan lengannya untuk melindungi Chen Xing. Tanaman merambat itu bergerak perlahan dan mulai mencekiknya lebih erat lagi.

Chen Xing, “Apa yang harus …… kita lakukan ……”

Xiang Shu, “Pikirkan cara untuk ….. membangunkan dia …..”

Xiang Shu menghela napas, kemudian menarik dengan sekuat tenaga saat dia mencoba untuk mematahkan tanaman merambat, tapi tanaman merambat itu hanya semakin mengeras. Chen Xing merasa seperti tubuhnya akan meledak dari ikatan yang begitu kuat itu dan berkata dengan terengah-engah, “Feng …. Dage, bangun!”

Feng Qianjun tetap tidak bergerak, matanya masih merah padam.

Leher Touba Yan tercekik. Matanya terbuka lebar saat dia mencengkeram tanaman merambat dan terus berusaha melepaskannya.

Feng Qianyi berkata perlahan, “Itu saja untuk hari ini, semuanya.”

“Bagaimana dengan ….. keberuntunganmu?!” Xiang Shu menggertakan giginya dan nyaris tidak berpegangan. Pada saat ini, tanaman merambat berduri ditutupi dengan duri dan sudan menembus pakaian luar mereka, membungkus punggung dan lengan Xiang Shu. Begitu duri itu mengenai kulit mereka, darah segera menetes.

“Kau benar-benar ….. benar-benar, pada situasi seperti ini ……” Chen Xing hampir gila. Dia tidak tahu dari mana dia mendapatkan kekuatan untuk menegur dengan marah, “Kau benar-benar menjadi keras! Kau benar-benar menjadi keras pada waktu seperti ini! Katakan padaku bagaimana kau bisa menjadi keras!!”

Xiang Shu, “…”

Seolah-olah perasaan akan darah yang terjalin di tubuh mereka telah membangkitkan kecenderungan haus darah bawaan Xiang Shu, yang segera membuat darahnya mendidih, dan seluruh tubuhnya pasti bereaksi.

“Diam!” Xiang Shu sedang membuat persiapan terakhirnya sebelum melepaskan diri, tapi begitu dia mencoba bernapas sedikit, luka lama di sekitar tulang rusuknya akan berdenyut tajam.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Penguburan langit adalah praktik pemakaman dimana jenazah manusia di tempatkan di puncak gunung untuk membusuk saat terkena unsur-unsur atau untuk dimakan oleh hewan pemulung, terutama burung bangkai. Ini adalah jenis khusus dari praktik umum erkarnasi.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments