Penerjemah: Keiyuki17
Editor: Jeffery Liu


“Dimana Feng Qianjun?” Xiang Shu menunggangi kudanya ke Jalan Resmi dan memimpin lebih dari sepuluh ribu orang ke Istana Anfang di luar kota.

“Touba Yan, kirim seseorang untuk melindunginya!” Chen Xing berkata, “Dia tidak berbahaya.”

Warna marmer putih muncul di cakrawala. Saat fajar menyingsing, langit yang luas masih dipenuhi dengan awan gelap. Matahari bersembunyi di balik awan, dan angin dingin bertiup ke mana-mana. Xiang Shu menunggangi kudanya ke sebuah bukit kecil dan melihat ke Kota Chang’an kuno — suasana yang mematikan sudah menembus ke seluruh kota.

“Aku tidak mengerti kenapa Feng Qianyi memilih untuk bertindak di waktu yang seperti ini,” kata Chen Xing, “Dia pasti benar-benar terdorong ke dalam keputusasaan.”

“Dia ingin menyelamatkan Feng Qianjun,” Xiang Shu berkata, “Apa terlalu sulit untuk memahaminya?”

“Jika itu yang ingin dia lakukan, kenapa dia melempar Feng Dage ke dalam cermin?”

Xiang Shu berkata, “Dia menyelamatkan Feng Qianjun bukan karena kasih sayang antar saudara, tapi karena dia ingin memanfaatkannya.”

“Untuk apa dia ingin memanfaatkannya?” Kata Chen Xing dengan tidak percaya. Saat dia diingatkan oleh perkataan Xiang Shu, dia langsung mengerti: sekali Feng Qianjun dirasuki oleh kebencian dan bisa menggunakan pedang Senluo, dia akan bisa memperlihatkan kekuatan yang luar biasa. Pusaka keluarga yang sudah dimurnikan secara menyeluruh dengan kebencian juga akan menjadi milik Feng Qianyi, dukungan terbesar penyihir. Jika itu meledak, tidak ada yang akan bisa menjadi tandingannya.

Untungnya, mereka sudah menyelamatkannya. Sebaliknya, jika dia berada di tangan Feng Qianyi, maka itu tidak hanya menjadi masalah sederhana dari wabah mayat hidup.

Tiga puluh mil di luar pinggiran barat Chang’an, di depan Istana Ahfang.

Tepi barat Sungai Zaohe dipadati oleh orang-orang Chang’an yang melarikan diri untuk hidup mereka dengan keluarga mereka, dan lebih banyak orang berdatangan satu per satu. Setelah prajurit kekaisaran Qin yang Agung mengalami kerusuhan yang terjadi tiba-tiba, mereka dengan cepat dikejutkan oleh kejadian mendadak dan berkumpul di tempat Fu Jian berada. Batalyon Lapis Baja Utara dikenal karena tidak pernah kalah dalam satu perang pun dan sekarang mereka memperlihatkan kesigapan dan kedisiplinan yang sudah mereka asah melalui pertempuran mereka di seluruh negeri. Mereka berkumpul dengan cepat di bawah kewibawaan Fu Jian yang tidak tertandingi: penjaga kekaisaran adalah yang pertama datang, kemudian pasukan di dalam jalur, dan disusul oleh kavaleri dari berbagai suku. Para Jenderal hanya butuh enam jam sebelum mereka mendesak kuda mereka untuk bergegas ke aula utama Istana Ahfang.

“Apa yang sebenarnya terjadi?!” Teriak Murong Chui.

“Diamlah!” Suruh Touba Yan dengan keras.

Fu Jian duduk dengan tegak di aula utama dan berkata, “Masalah ini terjadi secara tiba-tiba, tidak ada waktu untuk menjelaskannya secara detail. Berapa banyak pria yang kita miliki?”

Setiap suku melaporkan kekuatan militer mereka. Fu Jian masih memiliki 300.000 prajurit di bawah komandonya. Murong Chui berkata, “Kemarin pagi, ada surat yang dikirim ke gubernur Pingyang. Mereka saat ini sedang dalam perjalanan ke sini sambil memimpin 100.000 pasukan untuk melayani kaisar dan akan tiba besok pagi.”

Gubernur Pingyang adalah Murong Chong. Sebuah surat dikirim kemarin pagi-pagi sekali dan membawa 100.000 orang untuk diberangkatkan – Fu Jian sangat tahu bahwa tindakan ini jelas-jelas bukan untuk melayani kaisar, tapi dia membawa pasukannya ke sini untuk membalaskan dendam kakak perempuannya, kematian Putri Qinghe.

Untungnya, cerita Chen Xing tentang peristiwa yang terjadi akhirnya membuat Fu Jian merasa bahwa keluarga Murong sedikit tidak pantas. Tapi melihat bagaimana Murong Chui dan yang lainnya bisa meloloskan diri dari malam yang membingungkan, mereka benar-benar tidak terlihat seperti kaki tangannya. Lagipula, jika Putri Qinghe berkolusi dengan Feng Qianyi, maka mereka seharusnya tidak sampai membunuh keluarga Murong tanpa pandang bulu juga.

Fu Jian dipenuhi dengan keraguan tapi dia memilih untuk tidak meledak karena masalah ini. Dia berkata dengan suara rendah, “Ambil persediaan minyak tanah di istana dan senjata pengepungan. Setiap pasukan harus menempatkan diri mereka sendiri terlebih dahulu, bersiaplah untuk menerima perintahku untuk merebut kembali Chang’an.”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Sebelum peristiwa ini terjadi, Wang Ziye sedang makan malam saat dia dibawa dengan kereta oleh penjaga kekaisaran dengan tergesa-gesa sebelum melarikan diri. Tiba-tiba petugas sipil dan militer di seluruh kota bertemu dengan kejadian yang tidak terduga; tanpa mahkota rambut dan sepatu, mereka tampak cukup menyedihkan dan berada dalam keadaan ketakutan dan ketidakberdayaan.

“Chanyu yang Agung telah tiba—“

Semua pejabat sipil dan militer menjadi resah. Murong Chui menekan pedangnya.

“Orang yang akan menjelaskan masalah ini sudah ada di sini,” Fu Jian menghela napas dan duduk, lalu menjawab, “Dengarkan ba.”

Xiang Shu masuk, seluruh tubuhnya tertutup oleh debu. Pandangannya menyapu melewati kerumunan, dan dia tampaknya tidak peduli sama sekali dengan Murong Chui. Lalu, Chen Xing masuk setelahnya.

“Bagaimana situasinya?” Chen Xing melihat bahwa tidak ada satu suara pun yang terdengar di aula dan dia merasa bahwa ada sesuatu yang salah.

“Kami sedang menunggu kalian berdua.” Fu Jian berkata, “Bicaralah ba, jelaskan semuanya.”

Chen Xing melirik Xiang Shu, yang mengangguk sebagai isyarat untuknya berbicara. Dalam sekejap semua orang di aula utama menghunuskan pedang mereka. Semua jenderal dari keluarga Murong sedikit gemetar, seolah-olah pada saat berikutnya mereka akan bergegas maju dan mencoba menikam Xiang Shu sampai mati untuk membalaskan dendam Putri Qinghe. Tapi Chen Xing, yang terbiasa melihat keterampilan Xiang Shu, tahu betul bahwa selama Fu Jian tidak berpartisipasi dalam pertempuran, bahkan jika semua orang di sini harus menyerangnya pada saat yang bersamaan, mereka bahkan tidak akan bisa menandingi salah satu dari jari Xiang Shu. Orang ini, benar-benar, sangat, kuat!

“Darimana aku harus memulainya?” Chen Xing juga sangat lelah. Dia berjalan ke tangga di depan Fu Jian dan duduk, lalu berkata pada semua orang yang ada di aula, “Aku pikir pelaku di balik semua yang terjadi sebenarnya adalah Yang Mulia, dan semua orang yang hadir di sini juga tidak bisa  terlepas dari kesalahan.”

Keributan langsung meledak di dalam aula, dan semua orang dengan marah mencela Chen Xing. Setelah kerumunan mereda, Xiang Shu tiba-tiba berkata, “Yang menyedihkan adalah orang-orang tidak berdosa yang mati karena sebab yang tidak wajar, yang disebabkan oleh pertempuranmu di seluruh negeri, juga karena keinginanmu untuk melakukan hal-hal hebat dan diakui karenanya.”

“Prestasi Zhen tidak tertandingi di dunia!” Fu Jian berkata dengan suaranya yang berwibawa, “Hanya Qin Shihuang yang bisa berdiri sejajar dengan Zhen. Jika Zhen tidak merebut kembali seluruh wilayah utara, hari ini hanya akan lebih banyak orang yang akan mati!”

Chen Xing membalasnya tanpa menunjukkan rasa hormat, “Tapi berapa banyak orang yang kau bunuh? Hitunglah sendiri! Setiap kali kau berperang, ratusan ribu orang akan mati! Berapa besar kebencian yang sudah terlepas? Berapa banyak manusia yang segan untuk mati? Semua kebencian dan keseganan mereka akan berkeliaran di seluruh dunia dan berkumpul menjadi kebencian, dan dari sinilah kekacauan iblis kekeringan muncul…”

Sekarang Chen Xing hampir yakin dengan rangkaian peristiwa yang sudah terjadi. Dia berbicara di aula dengan penuh semangat dan keyakinan, dan dari potongan-potongan peristiwa itu, dia mengumpulkan seluruh proses malapetaka yang ditimbulkan oleh mayat hidup yang memenuhi Chang’an — untuk menggulingkan Fu Jian, keluarga Feng sudah menahan emosi mereka selama bertahun-tahun. Mereka membeli tempat asli di mana Departemen Pengusiran Setan berada dan membangun kembali Bank Xifeng yang baru di Gunung Song.

Saat mereka menggali markas besar Departemen Pengusiran Setan dan mengguruk ngarai, keluarga Feng secara tidak sengaja menemukan Cermin Yin Yang yang ditinggalkan oleh para pendahulu pengusir setan mereka, serta menemukan cara untuk mengendalikan senjata ajaib ini.

Jadi untuk menghadapi Negara Qin yang terus berkembang, Feng Qianyi menjadi gila dan membiarkan semuanya lepas kendali. Dia mulai menemukan cara untuk mengubah orang yang mati  dalam perang menjadi iblis kekeringan, kemudian menyerap kebencian yang ada di dunia dan menggunakannya untuk memurnikan mereka. Dia menyempurnakan prajurit bayangan di dunia cermin, juga jenderal itu di sana, dan menunggu waktu yang tepat sebelum melepaskan pasukan prajurit mayat hidup ini dari cermin untuk menggulingkan Fu Jian.

“Kau memberinya kekuatan yang paling besar,” Chen Xing, “Juga bahan yang paling cocok.”

Istana tiba-tiba jatuh dalam keheningan.

“Kau masih belum menjawab pertanyaan yang tadi,” kata Murong Chui dengan penuh kesedihan, “Keluarga Feng sedang merencanakan konspirasi, tapi kenapa mereka membunuh keponakanku? Apa hubungannya hal ini dengan Putri Qinghe?!”

Wang Ziye segera menyelanya dan bertanya, “Bagaimana caranya Feng Qianyi memurnikan mereka menjadi iblis kekeringan? Apa dia sudah terbiasa dengan seni rahasia seperti itu?”

“Itu adalah semacam sihir,” jawab Chen Xing, “Hal itu tidak tercatat di dalam naskah yang pernah kupelajari. Dan untuk proses spesifiknya, kita hanya bisa mendapatkan jawaban dengan menanyakan hal itu padanya.”

Tuoba Yan berkata, “Sekarang di pihak kita, kita hanya memiliki sangat sedikit informasi; kita bahkan tidak tahu kekuatan militer musuh kita. Mengingat situasi saat ini, jumlahnya tidak boleh kurang dari 200.000…”

Di tengah-tengah semua pertanyaan dan jawaban ini, mereka menghindari pertanyaan dari Murong Chui. Tidak ada yang mau menyebutkan bagaimana Putri Qinghe berpartisipasi dalam konspirasi pemberontakan di depan Fu Jian, dan mereka hanya ingin mengatasi masalah ini secepat mungkin.

Alis Fu Jian sedikit berkerut, dan dia mulai mengamati wajah keluarga Murong. Beberapa orang sudah memperhatikan hal ini dan menampakkan ekspresi khawatir- tampaknya mereka benar- benar tidak menyadari peristiwa apa yang sedang terjadi.

Xiang Shu menjawab, “Perkiraan awal menunjukkan bahwa di sana ada setidaknya 300.000 mayat hidup.”

“Ada begitu banyak iblis kekeringan bersembunyi di dalam satu cermin?” Kata Wang Ziye dengan tidak percaya, “Di mana dia menemukannya?”

Chen Xing menjawab “Ya. Itu berasal dari cermin ini, dan cermin ini mungkin ditemukan di medan perang di Dataran Tengah. Tidak banyak orang yang hidup di dunia ini, tapi orang mati masih cukup mudah untuk ditemukan.”

Kemudian Chen Xing mengangkat Cermin Yin Yang; uap hitam menyelimuti senjata ajaib yang ada di tangannya dan pada saat itu, secara bertahap berputar di udara. Semua orang ketakutan dan mundur satu demi satu.

“Jangan khawatir,” kata Chen Xing, “Aku sudah mendapatkan kembali harta ajaib ini, dan semua iblis kekeringan juga sudah dilepaskan. Kita hanya bisa menunggu waktu yang tepat, kemudian menemukan tempat yang cocok untuk perlahan-lahan membebaskan kebencian yang ada di dalam Cermin Yin Yang sedikit demi sedikit dan memurnikannya. Kita juga harus mencoba sebaik mungkin untuk tidak menyentuhnya lagi bahkan dalam waktu yang singkat.”

Wang Ziye berkata, “Karena adik kecil ini adalah seorang pengusir setan, maka kau harus bisa memurnikan harta ajaib ini.”

Namun, Xiang Shu berkata dengan suara rendah, “Bahkan jika dia berhasil memurnikannya, senjata ajaib ini tidak akan diberikan padamu untuk kau gunakan.”

Chen Xing baru saja akan menjawabnya saat dia disela oleh Xiang Shu dan berpikir, jangan bilang kalian benar-benar menginginkan senjata ajaib ini?

Wang Ziye bertanya lagi, “Sekarang, mari kita kesampingkan membahas senjata ajaib itu. Aku akan tegaskan sekali lagi: karena adik kecil ini adalah seorang pengusir setan, maka dia seharusnya memiliki cara yang tidak biasa untuk berurusan dengan penyihir itu, Feng Qianyi?”

“Tidak.” Chen Xing menjawab, “Sejujurnya, setelah keheningan menimpa semua sihir, pengusir setan yang ada di dunia tidak bisa lagi melakukan pengusiran setan. Saat ini, aku adalah satu-satunya pengecualian, dan satu-satunya kekuatanku adalah bahwa aku bisa mengeluarkan sedikit kebencian secara terbatas, yang hanya cukup untuk pertahanan diri. Adapun Feng Qianyi, apa yang dia gunakan adalah banyaknya kebencian yang ada di dunia; saat seseorang marah, yang lain akan melemah, dan dia bahkan akan lebih kejam.”

“Jika Yang Mulia tidak mau menghentikan pertempuran dan pembunuhan ini secepat mungkin,” Chen Xing melanjutkan, “Maka tragedi hari ini pasti akan terulang kembali di masa depan. Hanya itu yang ingin kukatakan.”

Fu Jian terlihat sangat muram. Sejak Wang Meng tiada, ini adalah pertama kalinya seseorang dengan berani mencelanya secara langsung, dan juga apa yang dia tusuk adalah titik sakit Fu Jian. Jika mereka tidak berada dalam situasi yang tidak biasa, maka hanya dengan beberapa kalimat ini akan membuat Fu Jian marah sedemikian rupa sampai dia akan memerintahkan Chen Xing untuk dicambuk lima puluh kali di tempat.

Tuoba Yan menengahi situasi ini sekali lagi saat dia berkata pada Fu Jian, “Karena kita sudah memahami seluk beluk situasinya, hamba ini memiliki permohonan untuk menarik kembali perintah membunuh Chanyu yang Agung dan Chen Xing untuk menangkap Feng Qianyi!”

Fu Jian tersadar dari lamunannya. Dia merenung sejenak dan menatap lurus ke arah Xiang Shu, sementara Xiang Shu mengangkat alisnya ke arah Fu Jian dan menjawab, “Sarang tua1 menjadi kacau, dan ini bukanlah lelucon.”

Fu Jian hanya bisa berkata, “Para penjaga istana akan kutugaskan di bawah pimpinanmu untuk sementara waktu. Chanyu yang Agung, dendam kita akan kita selesaikan setelah kekacauan ini berakhir. Jika dalam waktu ini ada yang berani membalaskan dendam padamu, pelanggar itu bisa dipenggal.”

Seluruh aula seharusnya meledak menjadi kekacauan lagi, tapi keluarga Murong tampaknya sudah menyadari apa yang sudah terjadi, jadi mereka semua memandang Xiang Shu dengan tatapan kebencian di mata mereka satu demi satu tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.

“Kau bisa menyimpan kembali para penjaga istana,” kata Xiang Shu, “Kami berdua sudah cukup untuk menangkap Feng Qianyi. Membawa para prajurit itu hanya akan mengirim mereka ke dalam kematian.”

“Bagaimana bisa Zhen menjadi seorang pengecut yang hanya tertarik untuk menyelamatkan lehernya sendiri?!” Kata Fu Jian dengan marah, “Zhen masih bisa bertarung! Wang Ziye! Berikan perintah pada tiga keprajuritan2! Buka gudang senjata!”

Xiang Shu dan Chen Xing pergi meninggalkan aula utama. Chen Xing sibuk dengan pikirannya sendiri, tapi tiba-tiba dia mendengar sesuatu saat dia melewati Murong Chui.

“Untuk menghentikan pembantain di dunia ini, adik kecil ini sudah berlarian kesana kemari” Murong Chui bergumam, “Kau pasti mengkhawatirkan dirimu sendiri sampai mati. Setelah pertemuan singkat kita di Xiangyang, sudah lama kita tidak bertemu.”

Xiang Shu, tiba-tiba berada di depan Chen Xing hampir tanpa terasa.

“Tidak ada waktu untuk mencari masalah denganmu sekarang, Murong Chui, bersikaplah sedikit lebih sopan di depan Guwang.” Kata Xiang Shu dengan dingin.

Pikiran Chen Xing agak terganggu. Tepat setelah dia meninggalkan aula, dia tahu bahwa ada beberapa hal yang akan sulit untuk diselesaikan. Bahkan jika mereka bisa membersihkan diri dari tuduhan terkait kematian Putri Qinghe, Murong Chui tidak akan melepaskannya.

Xiang Shu menampar punggung Chen Xing, dan Chen Xing hampir memuntahkan seteguk darah karena dia tersentak.

“Apa yang kau lakukan?”

Xiang Shu mengejeknya, “Kau takut dengan Murong Chui?”

Chen Xing menenangkan dirinya dan berkata pada Tuoba Yan, “Bagaimana dengan Feng Dage?”

Tuoba Yan memberi isyarat agar Chen Xing mengikutinya. Sekarang Feng Qianjun sudah aman dan dikurung di ruang samping di Istana Ahfang yang ada di tengah gunung. Saat Chen Xing masuk, mereka berdua berteriak karena terkejut di waktu yang bersamaan.

“Itu luar biasa, kau baik-baik saja.” Kata Chen Xing.

Feng Qianjun kelelahan. Setelah mendengar ceritanya, dia berkata, “Hal ini tidak bisa dipulihkan lagi, tidak peduli apa yang sudah terjadi, tapi aku masih harus kembali dan menghentikan Dage-ku secara pribadi.”

Chen Xing menghela napas dan melihat ke arah Xiang Shu untuk meminta pendapatnya, namun Xiang Shu berkata, “Meskipun gambaran umum sudah kita dapatkan, masih banyak keraguan yang masih menjadi misteri. Feng Qianyi … dari mana dia mendapatkan teknik untuk mengubah orang mati menjadi ‘iblis kekeringan’?”

Di dalam ruangan, Xiang Shu, Tuoba Yan, Feng Qianjun, dan Chen Xing duduk bersama. Saat sampai pada situasi seperti ini, maka akan semakin mendesak, dan mereka harus menjadi lebih tenang. Mereka terlebih dulu harus menemukan cara untuk menghadapi Feng Qianyi. Jika tidak, jika mereka kembali ke pusat kota Chang’an dengan sembrono, mereka hanya akan mengirim diri mereka sendiri ke sana untuk dibunuh bersama.

Chen Xing secara alami tidak perlu takut pada apapun. Dia memiliki perlindungan Iuppiter, jadi dia selalu bisa melalui kejadian menakutkan tanpa kemalangan. Tapi ini bukan kasus Xiang Shu.

Chen Xing memikirkannya berulang kali, lalu berkata, “Seharusnya tidak ada metode untuk mengendalikan kebencian di Departemen Pengusiran Setan atau seni sihir untuk membangkitkan orang mati. Aku yakin dia tidak menggalinya dari bawah tanah.”

“Maka bisa dikatakan bahwa,” Feng Qianjun, “Dage mempelajarinya dari tempat lain.”

Xiang Shu, “Mungkin seseorang sudah mengajarinya sihir semacam itu.”

Chen Xing menyela, “Atau dia mungkin mendapatkan semacam gulungan rahasia secara kebetulan.”

Xiang Shu bertanya pada Feng Qianjun, “Apa bajingan itu biasanya memiliki teman yang aneh?”

Feng Qianjun sudah berpisah dari kakak laki-lakinya sejak dia masih kecil, dan mereka hanya akan bertemu setiap dua atau tiga tahun saat sesekali dia kembali ke ibukota. Dia hampir tidak tahu apa pun tentang apa yang biasanya dilakukan oleh kakak laki-lakinya.

Feng Qianjun menggelengkan kepalanya.

“Ingat penyihir yang kita temui di Gunung Longzhong?” Tanya Xiang Shu.

Tuoba Yan berkata, “Artinya masih ada seseorang yang mengatur ini di balik layar.”

Xiang Shu mengangguk sedikit dan bergumam, “Dan orang itu kemungkinan besar ada di istana.”

Chen Xing berkata, “Mungkinkah dia adalah salah satu pelayan istana Putri Qinghe? Meskipun aku juga ragu tentang bagaimana cermin itu bisa kembali ke tangan Feng Qianyi dari istana, itu bukan kekhawatiran yang paling mendesak dalam situasi saat ini.”

Namun Xiang Shu berkata, “Tidak, itu juga sangat penting.”

Tuoba Yan sedikit mengerutkan keningnya, jadi Chen Xing menjelaskan secara kasar apa yang terjadi di Gunung Longzhong padanya. Mereka berempat mulai berpikir dan menyimpulkan dan secara kasar menyusun cerita yang mungkin tidak lengkap, tapi bisa menjelaskan semua yang sudah terjadi.

“Seseorang sudah menguasai sihir untuk membangkitkan mayat dan menciptakan iblis kekeringan,” Feng Qianjun bergumam, “Memberikannya pada Dage-ku dan juga meyakinkan Putri Qinghe. Setidaknya untuk saat ini, Putri, Dage-ku, dan pria misterius di Gunung Longzhong, semuanya adalah pengikut dari kelompok sihir ini.”

Chen Xing langsung merasa seperti terbangun dari mimpi. Jika memang begitu caranya, itu akan lebih masuk akal! Bagaimanapun juga, kaki Feng Qianyi tidak bisa bergerak, dan hampir sepanjang waktu dia tinggal di ibukota, jadi pergi ke berbagai tempat untuk mengumpulkan kebencian, memperbaiki Cermin Yin Yang, dan membawa ratusan ribu mayat hidup ke dunia cermin jelas tidak terlalu logis.

Tapi dia bisa merasakan bahwa Xiang Shu meninggalkan banyak hal yang tidak terucapkan.

“Xiang Shu?” Chen Xing menyenggol lengan Xiang Shu.

Xiang Shu mengalihkan pandangannya dalam sekejap dan tampak sedikit waspada saat dia melihat Chen Xing.

“Jika kau tahu sesuatu, katakan saja ba,” Feng Qianjun tertawa getir, “Lihatlah kakakku sudah berubah menjadi apa, bukankah kau seharusnya mengatakan apa yang harus dikatakan?”

Xiang Shu merenung untuk waktu yang lama. Dia merenung begitu lama sampai Chen Xing akan berkata, ‘lupakan saja, lupakan saja,’ sebelum akhirnya Xiang Shu mulai mengingat kembali.

“Lima tahun yang lalu, saat aku berumur lima belas tahun,” Xiang Shu berkata, “Seorang dokter bernama Kjera datang dari Perjanjian Chi Le.”

Chen Xing, “…..”

Chen Xing memiliki firasat bahwa kebenaran tentang misteri terbesar berputar di sekitar Xiang Shu sejak dia mengenalnya akan segera terungkap.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Khusus perampok/bandit.
  2. Di masa lalu, ada prajurit tingkat atas, menengah, dan bawah.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments