“Saya sudah memberinya obat milik saya, dan sekarang Anda mengatakan pada saya bahwa dia memikul nyawa ribuan orang di punggungnya?”

Penerjemah: Keiyuki17
Editor: Jeffery Liu


Setelah waktu yang dibutuhkan sebatang dupa untuk terbakar berlalu:

Pertengkaran besar telah terjadi di kediaman gubernur disebabkan oleh identitas Chen Xing. Semua orang mengatakan bahwa niat pemuda ini cukup mencurigakan dan harus diselidiki.

Zhu Xu berkata, “Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Xie An tidak mungkin palsu! Apa yang kalian ingin aku lakukan?”

Jenderal itu berkata, “Satu dokumen saja tidak cukup untuk membawa seorang terpidana mati pergi!”

“Dia mungkin adalah mata-mata yang dikirim dari luar ke kota!” Yang lain berkata, “Terpidana mati bisa melakukan segala jenis kejahatan. Bahkan jika kota ini jatuh, kami tidak akan membiarkan mereka hidup!”

Di kamar tamu di bagian atas kediaman gubernur:

Chen Xing meletakkan pria itu di atas tempat tidur dan terengah-engah saat duduk di ambang pintu. Dia mengelap wajahnya, pergi untuk menuang air, membuka kantong obat yang tergantung di pinggangnya, dan mengeluarkan sebuah pil merah tua. Dia membuka paksa mulut pria itu, tapi gigi pria itu terkatup rapat dan terus bergetar, membuatnya tidak bisa memaksa pria itu meminum obat miliknya. Chen Xin memikirkan masalah itu untuk waktu yang cukup lama dan akhirnya hanya dapat mengunyah pil itu, meminum air dingin untuk melarutkannya, menekan rahang pria itu dengan ibu jari dan telunjuknya, kemudian dengan paksa memberinya obat itu dengan mulutnya.

Apa benar dia orangnya? Chen Xing mengerutkan keningnya saat dia mengamati wajah pria itu dan mengingat apa yang dia lihat dalam mimpinya. Salju turun di seluruh tempat di kota Xiangyang. Bangunan yang ada di jantung kota adalah kediaman gubernur; tidak ada perbedaan disana. Sampai sekarang, Cahaya Hati sudah berkedip tiga kali – kali pertama membawanya ke penjara bawah tanah, kali kedua di depan penjara bawah tanah, dan kali ketiga adalah ketika dia melangkah ke bagian terdalam penjara itu, di sebuah sel.

“Darimana asalmu?” Chen Xing mengelap wajahnya dan bergumam, “Kenapa kau yang dipilih oleh Cahaya Hati?”

Seseorang yang berada di luar menyampaikan sebuah pesan: Zhu Xu ingin melihatnya. Chen Xing belum selesai mengatur barang-barang yang ada disampingnya, jadi dia ingin meminta Zhu Xu menunggunya sebentar, tapi pembawa pesan itu tidak pergi dan dengan keras kepala menunggu di luar pintu. Chen Xing tidak punya pilihan selain mengikuti pembawa pesan itu dengan terburu-buru.

Salju masih terus turun. Zhu Xu berdiri di lantai tiga di kediaman gubernur, memandang seluruh kota Xiangyang di bawahnya.

Chen Xin datang dari belakang Zhu Xu dan ikut memandang kota yang penuh dengan cahaya itu. Di kejauhan, suara seruling dapat terdengar samar-samar, seolah pemain seruling itu sedang menangis.

“Jelaskan secara detail padaku.” Zhu Xu berkata, “Jika tidak, aku tidak bisa membiarkanmu membawa pergi tahanan itu, terlepas apakah kau ‘pengusir setan’ atau bukan.”

Chen Xin mengamati Zhu Xu dan tiba-tiba bertanya, “Tuanku, apa Anda percaya ada dewa dan monster di dunia ini? Apa Anda percaya saya memiliki kekuatan sihir? Saya tebak Anda tidak akan mempercayainya.”

Zhu Xu menghela napas dan mengakui, “Kejadian hari ini hanya untuk pertunjukan, untuk menguatkan moral para prajurit. Katakan saja yang sebenarnya, jangan berbohong lagi. Target aslimu adalah tahanan itu — apa tebakanku benar? Siapa yang menyuruhmu untuk membawanya pergi? Itu tidak mungkin Xie An. Apa kau dikirim oleh orang-orang Hu?1Lima barbarian/wu hu (五胡) adalah istilah dalam sejarah tiongkok untuk orang-orang kuno non-tiongkok yang bermigrasi ke Tiongkok Utara di Dinasti Han Timur, dan kemudian menggulingkan Dinasti Jin Barat dan mendirikan kerajaan mereka sendiri pada abad ke-4 hingga ke-5. Orang-orang yang dikategorikan sebagai Lima Barbarian adalah Xiongnu, Jie, Xianbei, Di, dan Qiang.

Saat dia berbicara, suara Zhu Xu sekali lagi terdengar lebih tegas dan menekankan setiap kata dengan jelas.

“Pikirkan baik-baik sebelum kau berbicara. Jika kau mengucapkan satu kata yang salah, maka kepalamu akan menggelinding. Bahkan jika besok kota ini jatuh, aku tetaplah penguasa kota ini, jadi aku bisa memenggal kepalamu kapan saja.”

Chen Xin menatap pedang yang ada di pinggang Zhu Xu, lalu menatapnya lagi. Dia tahu bahwa Zhu Xu mulai merasa ada sesuatu yang salah – di mata orang lain, dia hanyalah pemuda yang berdandan seperti dewa untuk memerankan seorang iblis2Menipu orang lain.. Sebelumnya, dia mengenakan kain hitam di matanya untuk bisa merasakan Cahaya Hati lebih tajam, dan tidak berniat untuk menipu orang lain dengan sengaja. Kenyataannya, Chen Xin sendiri tidak mengira bahwa orang yang dicarinya adalah seorang terpidana mati.

Chen Xing menjawab, “Baik, Saya akan mengatakan semuanya kepada Anda. Jika Anda ingin mengeluarkan pedang Anda, lakukan setelah saya selesai berbicara.”

Zhu Xu berbalik dan menatap mata Chen Xing. Dia berkata dengan dingin, “Katakan! Aku ingin melihat jenis kebohongan macam apa yang akan kau buat!”

“Kisah ini akan diceritakan dari awal, dan secara serius mencakup pokok bagaimana ‘hidup ini terlalu singkat, ini adalah kisah yang panjang’. Karena Tuan Gubernur bersikeras ingin mendengarkannya, tidak ada salahnya saya menceritakan kisah ini kepada Anda. 300 tahun yang lalu – ada ‘mana’ di dunia ini.”

Zhu Xu mengerutkan alisnya. Dia tidak menyangka bahwa Chen Xing mulai menyebutkan lagi apa yang disebut dengan “sihir”.

“300 tahun yang lalu, ada monster, mana, dan kekuatan sihir di dunia ini….” Chen Xing berpura pura bahwa dia tidak melihat ekpresi Zhu Xu. Dia berjalan ke sisi yang lain dan mulai menjelaskan secara perlahan.

Pada tahun itu, Kaisar Zhangdi dari Dinasti Han sedang memerintah, dan Ban Chao3Ban Chao: diplomat Han yang terkemuka dan orang militer. dikirim ke wilayah Barat4Wilayah barat: Istilah Dinasti Han untuk wilayah di luar jalur Yumen. dalam misi diplomatik untuk menyelesaikan kebijakan seratus tahun di wilayah barat. Semua orang hidup makmur dan damai di Tanah Suci; alkemis, prajurit, dan danshi5Danshi: fangshi (alkemis) = meramu pil keabadian + penyembuh + meramal melalui astrologi, sedangkan danshi adalah sejenis cabang dari shi yang hanya meramu pil. adalah profesi yang berkembang pesat saat itu. Menurut legenda, apa yang disebut dengan ‘Suku Yao’ diusir oleh pengusir setan yang kuat ke wilayah pengunungan dengan 100.000 gunung besar di selatan Kota Yizhou6Yizhou: nama kuno dari Sichuan Modern. dan Yelang7Yelang: kerajaan kecil barbarian di selatan Tiongkok selama dinasti Han.. Mereka meletakan lapisan demi lapisan tenung (ilmu sihir) untuk menjebak mereka sampai mereka binasa dengan sendirinya, jadi mereka tidak dapat lagi menganggu di dataran tengah8Dataran tengah: Zhongyuan, Chungyuan, atau Dataran Tengah, juga dikenal sebagai Zhongtu, Chungtu atau Zhongzhou, Chungchou, adalah daerah di bagian hilir Sungai Kuning yang menjadi tempat lahir peradaban Tiongkok. Ini merupakan bagian dari Dataran Tiongkok Utara..

Setelah yao dibasmi, manusia hanya memiliki satu misi yang tersisa – mencari keabadian.

Para Alkemis percaya bahwa selama mereka berkomunikasi dengan langit dan bumi, menyerap Qi spiritual, mengembangkan sihir, mereka akan dapat hidup selamanya. Namun pada suatu hari, seluruh “mana” di dunia ini menghilang dalam semalam.

Itu benar-benar menghilang tanpa sebuah peringatan. Semua senjata sihir berubah menjadi kepingan besi dalam sekejap mata, dan semua alat suci yang digunakan untuk membasmi yao berubah menjadi senjata biasa. Mantra dan semua sihir telah kehilangan kegunaannya – mulai dari sihir kuat yang dapat memindahkan gunung dan mengisi lautan sampai sihir lemah seperti “lima hantu yang membawa keberuntungan”. Tidak peduli bagaimana kau mencoba mengaktifkannya kembali, mereka tidak akan lagi berfungsi.

“Hilang.” Chen Xing membuat gerakan yang tak berarti saat menatap Zhu Xu, “Sejak saat itu, tidak ada lagi mana di Tanah Suci. Inilah yang disebut oleh pengusir setan sebagai ‘keheningan dari semua sihir’.”

“Oh?” Senyum Zhu Xu tidak sampai ke matanya, “Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?”

Chen Xing berkata dengan penuh penyesalan, “Beberapa orang mengatakan bahwa ‘Gerbang Xuan’ yang melepaskan Qi spiritual di langit dan bumi telah tertutup.”

Laozi9Filosof Tiongkok, penemu Taoisme. pernah berkata, “Menjangkau sebuah misteri menuju misteri yang lebih dalam adalah gerbang menuju rahasia dari seluruh kehidupan10Lin Yutang, 1948 The Wisdom of Laotse..” Orang-orang pada masa itu berfikir bahwa Qi spiritual dilepaskan oleh ‘Gerbang Xuan’ yang tak terlihat di kehampaan langit. Mereka berfikir, mungkin menghilangnya mana berarti bahwa Gerbang Xuan telah ditutup. Jadi, mereka melakukan pengorbanan ke langit, menyembah gunung dan sungai, dan melakukan semua hal yang memungkinkan. Tapi, tak ada satupun yang berhasil.

Untungnya, Suku Yao tidak menyebabkan kekacauan yang besar. Lagipula, di tahun-tahun ketika pengusir setan sedang aktif, para monster telah dilumpuhkan. Agar hewan darat dan hewan yang dapat terbang dapat berkultivasi menjadi yao, mereka harus menyerap Qi spiritual dari langit dan bumi. Tanpa Qi spiritual, secara alami mereka tidak akan menemukan jalan untuk membuat masalah. Lagipula, menggunakan energi yao untuk melakukan hal buruk tanpa menyerap energi lain akan sangat melelahkan.

Ada keuntungan dan kerugian dalam masa keheningan semua sihir; tanpa adanya monster, maka secara alami di dunia manusia tidak dibutuhkan lagi pengusir setan.

Namun, masalahnya teletak di tempat lain – yao tidak dapat berkultivasi, tapi itu bukan berarti sama untuk ‘iblis’.

“Iblis adalah bentuk kebencian dari dunia.” Chen Xing berkata, “Mereka yang mati dalam keadaan tragis di dunia akan marah. Semua hal yang dilahirkan oleh langit akan kembali ke bumi, dan kemudian memasuki siklus reinkarnasi langit – tapi kebencian dalam diri mereka tidak dapat dihilangkan. Terus terang saja, semakin banyak orang mati karena wabah, perang, dan kelaparan, akan semakin mudah kebencian untuk berkumpul.

Selama masa Kekaisaran Hui, keluarga bangsawan Sima bersaing memperebutkan takhta, dan total
800.000 orang mati dalam perang saudara. Selama bertahun-tahun, terjadi kemarau parah di daratan Guanzhong, masa paceklik sering terjadi, dan lebih dari dua juta orang mati karena kelaparan dan penyakit.

Selama periode Yongjia11Yongjia: periode pemerintahan tahun 307-313 Kaisar Jin Huai., Liu Yuan, salah satu orang Xiongnu, menerobos ke daerah Huguan dan merebut Luoyang, sementara Liu Yao menerobos pertahanan di Chang’an. Di Guanzhong, Guanlong dan tempat lain, 1.8 juta orang mati. Orang orang Jin melarikan diri ke selatan menuju Jiankang12Jiankang: nama kuno Nanjing., tapi mereka menghilang di parit Yangtze13Parit Yangtze: Sungai Yangtze dikatakan sebagai benteng alami yang mudah untuk dipertahankan, dan dikatakan tidak bisa dilewati. Mereka mungkin dihabisi oleh tentara yang mempertahankan sungai..

Shi Le14Shi Le: pendiri Zhao Akhir dari Enam Belas Kerajaan., salah satu orang Jie, menaklukan daerah Jinyang dan provinsinya, lebih dari 2 juta orang terbunuh dan terluka.

Klan Murong dari orang-orang Xianbei dan jenderal Jin, Heng Wen15Heng Wen: menantu Kaisar Jin., terlibat dalam pertempuran besar, dan menewaskan 400.000 orang. Suku Xianbei, Xiongnu, dan Jie, menjarah dengan liar di daratan tengah. Mereka tidak pernah membawa perbekalan dan menyebut orang-orang Han ‘Domba berkaki dua’ yang dapat menggantikan perbekalan militer mereka di sepanjang jalan. Populasi penduduk di daratan tengah pada masa Dinasti Jin 20 tahun yang lalu berjumlah 20 juta orang. Pada saat Ran Min16Ran Min, juga dikenal sebagai Shi Min, secara anumerta dihormati oleh Mantan Yan sebagai Raja Langit Wudao dari Wei, nama kehormatan Yongzeng, nama panggilan Jinu, adalah seorang pemimpin militer selama masa Enam Belas Kerajaan di Tiongkok dan satu-satunya kaisar di negara yang berumur pendek. membunuh Jie Zhao, populasi penduduk yang tersisa berjumlah kurang dari 4 juta.

Namun masa-masa indah tidak berlangsung lama. Kota Ran Min jatuh, dan dia dibunuh oleh Klan Murong. Daerah Jishou sudah kalah, orang-orang dibantai dan harta benda mereka dijarah lagi.

“Selesaikan perhitungan dan hapus sisanya.” Chen Xing berkata kepada Zhu Xu, “Dengan begitu, Tuan Gubernur, pasti hanya akan ada paling sedikit 20 juta orang. Lebih dari 10 juta orang yang dihitung adalah orang-orang Han yang mati di bawah pasukan kuda lima barbarian. Jutaan orang Hu membunuh satu sama lain, yang semakin memperburuk kelahiran dari kebencian.

Meskipun dia tau bahwa Chen Xing berbohong, Zhu Xu tetap jatuh dalam kebohongan itu saat dia masih mendengarkan dan menjawab, “Dunia sedang dalam kekacauan, dan dunia fana selemah rumput.”

Chen Xing berkata, “Jika kita mengusut kembali pada masa lalu, ketika keluarga Wei, Shu, dan Wu memutuskan untuk membagi tanah yang ada di bawah langit, dalam seratus tahun akan terjadi perang tanpa akhir, dan jumlah orang-orang yang mati karena perang itu terhitung puluhan juta orang. Jadi dalam 300 tahun, lebih dari 30 juta orang mati di Tanah Suci. Kebencian dari 30 juta orang ini mengembara di antara langit dan bumi, tidak pernah pergi, dan telah jauh melebihi batas yang dapat ditampung oleh Tanah Surga. Jika terus seperti ini, ‘iblis’ akan segera berkembang hanya dalam waktu beberapa tahun. Adapun mengenai asal mula ‘iblis’, aya belum pernah melihatnya sebelumnya; catatan sejarah tentang hal itu sangat langka. Kesampingkan itu untuk saat ini, saya akan membahas poin-poin yang penting. Seseorang harus bersiap terlebih dahulu dan waspada terhadap kemunculan iblis.”

“Leluhurku yang berasal dari Jinyang, dan orang tuaku lebih dulu meninggal. Setelah perang antara Fu Jian17Fu Jian: Kaisar Qin Awal, yang memerintah tahun 357-385. dan klan Murong di daerah Huguan, saya pindah ke Gunung Hua18Gunung Hua: terletak di Shaanxi, gunung barat dari Lima Gunung Suci. untuk hidup dalam pengasingan.”

Chen Xing masih mengingat dengan jelas peperangan 9 tahun yang lalu, meskipun saat itu dia baru berumur 7 tahun. Rumahnya dilalap api yang bekobar-kobar, dan neneknya menyuruh pelayan paling setia untuk mengirimnya ke kedalaman Gunung Hua untuk mempelajari para dewa, bintang- bintang, dan berkultivasi dengan tujuan menguasai sihir untuk mengusir iblis. Pada masa itu dimana sihir dalam keheningan, naskah-naskah kuno yang diturunkan dari generasi ke generasi sekarang semuanya sudah tertutup debu, dan tidak dapat lagi digunakan.

Di umur 16 tahun Chen Xing bermimpi – dia bermimpi tentang kota besar yang belum pernah dia kunjungi. Setelah mendengarkan hal ini, shifu-nya berfikir cukup lama dan menebak bahwa kota itu adalah Kota Xiangyang, dan mengatakan padanya bahwa mimpi itu adalah petunjuk dari Cahaya Hati. Dewa Beladiri Pelindungnya19Pelindung: istilah yang melindungi agama Buddha. menunggunya di kota itu. Dia harus menemukan Pelindungnya terlebih dahulu, karena dia hanya akan dapat menyelesaikan misinya dengan bantuan Pelindungnya.

“Dan dengan demikian, saya datang, untuk berdiri di sini di depan Anda.” Kata Chen Xing, selesai dengan penjelasannya.

“Sudah selesai?” Zhu Xu perlahan mengeluarkan pedangnya, “Setelah menunggu cukup lama, apa yang kudapatkan adalah cerita yang benar-benar konyol yang kau buat untukku?”

Chen Xing tidak gentar. Dia menghadap ke ujung tajam pedang itu, menaruh tangan kanannya di dada kirinya tepat di atas jantungnya. Dia kemudian mengangkat tangannya, dan mengeluarkan cahaya putih yang tampak meledak dari telapak tangannya, bergerak ke arah Zhu Xu!

Zhu Xu berfikir bahwa pemuda ini masih berencana untuk menggertaknya, tapi dia tidak menyangka bahwa cahaya yang keluar entah darimana itu dan begitu menyilaukan sampai dia tidak bisa
membuka matanya.

“Trik.. trik macam apa itu?” Zhu Xu memegang pedangnya dan tidak dapat mengayunkannya selama beberapa saat.

“Ini adalah Cahaya Hati.” jawab Chen Xing.

Zhu Xu terkejut. “Kau benar-benar…. seorang penyihir, kau bisa memancarkan cahaya? Apa kegunaan dari cahaya itu?”

Chen Xing menjawab dengan jujur, “Tidak ada kegunaan apapun, semua yang bisa kulakukan hanyalah mengeluarkan cahaya.”

Zhu Xu, “…..”

Zhu Xu langsung curiga. Chen Xing mengangkat bahunya tak berdaya ketika cahaya itu memudar dan dia menjelaskan, “Saya membaca catatan sejarah dan mempelajari bahwa malapetaka akan menghancurkan dunia. Disaat ketika Tanah Suci binasa, penjaga Cahaya Hati, yang ditemani oleh Dewa Beladiri Pelindungnya, akan muncul untuk membasmi iblis. Kemunculan yang tiba-tiba dari Cahaya Hati ini menandakan bahwa kebangkitan ‘iblis’ sudah dekat. Saya harus menemukan Dewa Beladiri itu, membangunkan kekuatannya, dan menolong dunia dari malapetaka keturunan Mara20Terjemahan literalnya adalah Iblis Ilahi; wiki: Mara (Sansekerta: मार, Māra; Cina tradisional: 天魔 / 魔 羅; Cina sederhana: 天魔 / 魔 罗), dalam Buddhisme, adalah iblis yang menggoda Pangeran Siddhartha (Buddha Gautama) dengan mencoba merayunya dengan visi indah wanita yang, dalam berbagai legenda, sering dikatakan sebagai putri Mara. Dalam kosmologi Buddhis, Mara dikaitkan dengan kematian, kelahiran kembali, dan keinginan. Nyanaponika Thera menggambarkan Mara sebagai “personifikasi kekuatan antagonis menuju pencerahan.”.”

“Perselisihan antara orang-orang Hu dan Han hanyalah masalah sepele. Begitu Mara muncul, seluruh Tanah Suci akan sepenuhnya digulingkan, semua makhluk hidup akan dimusnahkan, dan bumi akan dibersihkan dan kembali ke zaman purba. Semuanya akan dimulai dari awal. Tidak peduli jika kalian orang Hu atau Han, tak seorangpun dapat melarikan diri.”

“Kau…. kau….” Zhu Xu terdiam sejenak.

Chen Xing berkata tak berdaya, “Saya juga tidak menginginkan hal ini, oke? Tuan Gubernur, tolong pahamilah hal ini sedikit saja, apa Anda berfikir saya ingin datang ke Xiangyang?”

“Setelah Shifu-ku meninggal, saya cepat-cepat mengemas barang-barang milik saya, meninggalkan Gunung Hua, menyewa sebuah kereta, dan bergegas pergi ke Xiangyang. Entah bagaimana caranya, saya berhasil menaiki sebuah perahu dan memasuki kota tanpa menemui bahaya, datang jauh-jauh ke kediaman penguasa kota, dan berfikir bahwa saya berhasil menemukan tempatnya. Dari semua orang, saya harus menjadi orang yang menanggung hal besar ini untuk menyatukan dan memulihkan pekerjaan pengusir setan di dunia manusia, dan saya menerimanya. Tapi sebagai hasilnya, untuk beberapa alasan, para pria yang bebadan sehat semuanya terabaikan, dan saya harus pergi ke penjara bawah tanah untuk menemukan pria yang menderita tuberkulosis, dan saya masih harus mencoba mencari cara untuk keluar dari kota!”

Pada saat itu, si panitera membawakan sebuah daftar. Zhu Xu menyarungkan pedangnya, menerimanya, dan membaca dengan teliti.

Panitera itu berkata, “Data mengenai identitas tahanan itu sudah ditemukan; namanya adalah ‘Xiang Shu’, dia adalah orang Hu.”

Zhu Xu mengerutkan keningnya. Karena ‘pancaran cahaya’ sebelumnya, dia percaya pada Chen Xing sekarang.

Chen Xing merenung sejenak, kemudian menjawab, “Entah dia seorang Hu atau Han… hal itu tidak terlalu penting untukku. Baik, saya benar-benar tidak menyukai orang Hu. Ini akan sulit untuk ditangani, tapi dia tidak terlihat seperti salah satu …. dari orang Hu? Apakah orang Hu bermarga Xiang? Dari suku apa dia?”

Zhu Xu membalik daftar itu ke halaman terakhir; itu adalah halaman tambahan dari direktori penahanan yang dibawa oleh pengawal setengah tahun yang lalu. Baris kata pertama tiba-tiba muncul — “Yaoren21Yaoren: setelah diteliti mereka tampak sangat mirip dengan alkemis, tapi ini adalah istilah yang merendahkan., Xiang Shu”

Si panitera, “Pada tahun pertama Dinasti Taiyuan, Jianwei Zhonglang ingin mengawal orang ini ke Jiankang dan memenggalnya setelah menginterogasinya secara rinci. Tapi tidak peduli seberapa parah dia disiksa, pria ini tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun. Pengawal itu meninggal karena sakit saat melewati Xiangyang, sehingga Xiang Shu dipenjarakan di kota ini. Tujuan awal mereka adalah untuk memindahkannya ke Jiankang, tapi untuk sesaat dia dilupakan karena terlalu banyak tahanan yang dijatuhi hukuman mati. Sejak itu dia dipenjara disini.”

“Setengah tahun yang lalu, orang-orang yang tak berdosa dibantai di Guanzhong dan dipersembahkan sebagai pengorbanan darah ke langit.” Zhu Xu berkata, “Sebanyak 2.000 orang tewas, termasuk orang Hu dan Han. Pria, wanita, tua dan muda, dan bahkan ayam dan anjing peliharaan pun tidak lepas dari pembantaian. Butuh banyak upaya bagi petugas Jin dan prajuritku untuk menangkapnya saat mereka terlibat dalam pertempuran yang lebih besar.”

Zhu Xu enggan mempercayai tentang Cahaya Hati, tapi dia memiliki sebuah pertanyaan baru, “Kenapa kau memilih orang ini?”

Chen Xing berkata dengan tidak percaya, “Kenapa dia yang dipilih? Saya juga tidak tau ah!”

Ketika Chen Xing mendengar semua hal itu, dia langsung merasa khawatir. Jangan memberitahunya bahwa cahaya yang berkedip di depan matanya adalah halusinasi.

Chen Xing mengambil daftar itu dan melihat beberapa baris disana: Xiang Shu, membantai 2.000 orang atau lebih, seorang Hu, jenderal yang bengis, diduga sebagai pejabat militer…. bahkan ada hal semacam itu?

“Saya sudah memberinya obat milik saya, dan sekarang Anda mengatakan pada saya bahwa dia memikul nyawa ribuan orang di punggungnya?”

“Bukankan aku sudah mengatakan padamu untuk tidak membebaskannya?” Zhu Xu berkata, “Ganti saja dengan yang lain ba.”

Chen Xing berkata, “Anda pikir sesuatu seperti ini bisa diganti? Itu tidak bisa ba! Tunggu, saya pikir saya masih harus … mempertimbangkan hal ini lebih lanjut. Saya akan bertanya kepadanya secara detail ketika dia pulih, bagaimana jika dia disiksa?”

Chen Xing merasa gelisah dan berbalik untuk pergi. Zhu Xu mengerutkan keningnya. Dari kediaman bagian utara kota, dia menatap ke kejauhan di balik tembok kota; sekelompok pasukan dari negara Qin di ujung utara menutupi seluruh wilayah.

Pada waktu yang sama, di kamar tamu di kediaman gubernur, pria itu tiba-tiba terengah-engah dan kembali hidup.

Chen Xing kembali ke kamar, menutup pintu, melihat ke luar, lalu kembali melihat pria itu, dia hidup sekarang, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mencekiknya sampai mati? Tapi tidak peduli apa yang orang lain katakan, bukankah dia setidaknya harus diberi kesemoatan untuk membela diri ba? Dan dia adalah Pelindungku! Chen Xing sudah memperlakukan pria bernama Xiang Shu ini sebagai ‘milikku,’ jadi dia tidak bisa mencekiknya sampai mati.

Dia memutuskan untuk bertanya lagi ketika dia bisa berbicara. Jadi Chen Xing menyiapkan wadah berisi air panas untuk membantunya membasuh tubuhnya.

“Namamu adalah Xiang Shu?” Chen Xing menatap wajahnya dan bergumam, “Seorang Hu?”

Pria itu memiliki hidung yang mancung, mata yang dalam, dan fitur wajah yang jelas. Wajahnya cekung karena dia sangat kurus. Janggutnya tidak pernah dicukur selama enam bulan, dan rambutnya berantakan. Seluruh tubuhnya penuh dengan bekas luka – itu semua adalah luka lama.

Chen Xing hanya sedikit membasuhnya, sisanya dilakukan oleh Xiang Shu sendiri setelah dia pulih.

Ketika dia membasuh tubuhnya, Chen Xing menyadari bahwa orang ini memiliki jari-jari ramping, buku-buku jari yang jelas, anggota tubuh yang panjang, kaki yang besar, dan terlihat sangat kokoh dan kuat.

Pelindung keluargaku terlihat sangat baik ketika dia bertarung, Chen Xing sangat puas.

Chen Xing mengambil jarum perak dari kantong obatnya dan menusuknya ke titik akupuntur di pinggangnya. Pria itu tiba-tiba membuka matanya.

Chen Xing segera mundur sedikit dan mengangkat jarum itu ke hidungnya untuk menciumnya.

“Kau telah diracuni.” Chen Xing berkata dengan ragu-ragu, “Aku memberimu pil kebangkitan. Kau tidak akan bisa bergerak dan berbicara selama 12 jam ke depan. Pada jam ini besok malam, tubuhmu akan kembali normal, dan ketika kau makan sesuatu, kau akan pulih secara bertahap saat tiba waktunya.”

Mata pria itu tetap terbuka saat dia menatap Chen Xing. Matanya sangat cerah tetapi memiliki tatapan berbahaya yang mengingatkannya pada binatang buas. Chen Xing menoleh sedikit ke samping, mengerutkan kening, dan memikirkan kata-kata dari Penjaga Kirinya22https://www.google.com/amp/s/educalingo.com/en/dic-zh/hu-fa/amp.

“Kau adalah orang yang dipilih oleh Cahaya Hati.” Chen Xing berkata, “Mulai saat ini, kau adalah Dewa Beladiri Pelindung. Aku adalah Pengusir Setan yang hebat bernama Chen Xing, nama kesopanan Tian Chi. Tapi aku pernah mendengar bahwa… kau telah membunuh banyak orang? Apa itu benar?”

“Tidak peduli apa yang sudah kau lakukan sebelumnya.” Chen Xing berpikir sebentar dan berkata dengan ragu,” Jika aku tidak menyelamatkanmu, kau tidak akan selamat setelah kota ini jatuh dalam beberapa hari. Itu adalah sesuatu yang harus kau tahu ba? Kau tidak bisa melakukan apapun
padaku.23Kalimat yang dia gunakan dapat berarti tentang memulai perkelahian dengannya atau menjadi hangat bersamanya HAHAHA

Pria itu tidak dapat berbicara. Tatapannya mengarah ke tempat lain. Chen Xing menarik selimutnya, menutupinya, dan sedikit menyelipkannya. Dia bertanya-tanya apa dia harus mengikat orang ini bersama selimutnya, jikalau pria ini adalah seorang pembunuh yang akan beraksi tepat setelah obat itu kehilangan efeknya; dia tidak akan mudah untuk dikendalikan. Jika itu benar-benar terjadi, maka dia akan menjadi pengusir setan pertama yang dibunuh oleh Pelindungnya sendiri. Itu sangat bodoh.

Tapi setelah berulang kali merenungkannya, dia adalah penolong orang ini, dan orang ini tidak tampak seperti anjing gila, jadi dia tidak seharusnya secara pribadi menyerang penolongnya…. Chen Xing menguap. Dia benar-benar sangat mengantuk. Dia duduk di meja dan bersandar di atasnya, menoleh ke samping untuk melihat Xiang Shu.

Setelah meninggalkan Gunung Hua setengah bulan yang lalu, dia melintasi daratan dan lautan untuk sampai ke Xiangyang, dan dikepung di semua sisi oleh prajurit Qin. Dia menggunakan banyak energi hanya untuk masuk ke kota, dan setelah beberapa hari dalam kekhawatiran dan ketakutan, dia masih harus memikirkan cara untuk pergi dari sini secepat mungkin. Chen Xing benar-benar sangat lelah; dia bahkan tidak bisa mengumpulkan kekuatan untuk menemukan tali untuk mengikat pria bernama Xiang Shu ini. Dia hanya ingin istirahat sebentar tetapi entah bagaimana akhirnya dia tertidur.

Dia tidak tahu sudah berapa lama dia tidur ketika suara keras mengejutkan Chen Xing dan membangunkannya dalam sekejap.

“Prajurit Qin mengepung kota–”

“Kota telah jatuh– “

Chen Xing masih linglung saat dia berdiri. Suara keras terdengar dari luar; tangisan, teriakan, dan teriakan orang-orang yang terlibat dalam pertempuran bergema secara bersamaan.

Tidak mungkin, bagaimana mungkin ini hanya sebuah kebetulan? Chen Xing segera bangkit dan keluar. Yang bisa dia dengar hanyalah teriakan orang-orang yang bertarung dan membunuh satu sama lain saat mereka memasuki halaman. Sebuah kobaran api menyala saat melintas di atas kepala dan membentur atap kediaman gubernur, yang kemudian terbakar. Ketika dia melangkah lebih jauh, dia tiba-tiba melihat sekilas pria dan wanita yang terbakar di jalan yang bergerak dengan liar saat mereka bergegas keluar.

“Kota telah jatuh!” Seorang prajurit bergegas masuk dan berteriak, “Pergi! Gubernur sudah bergegas pergi ke sisi selatan kota! Dia menghadapi musuh di sana! Pergilah! Jangan menundanya!”

Kediaman gubernur terletak di sisi utara dan merupakan tempat pertama yang mendapat serangan beruntun dari pasukan musuh segera setelah mereka menerobos tembok kota.


Bab SebelumnyaBab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Keiyuki17

tunamayoo

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Endang
Endang
9 months ago

Dfl udah bab berpa…?

yunda_7
Admin
yunda_7
9 months ago
Reply to  Endang

di web ini sudah sampai ch 120. ch 121 sedang tahap editing