Kali ini, kau tidak punya tempat untuk lari.

Penerjemah: Keiyuki17
Proofreader: Jeffery Liu


Tepat ketika dia selesai berbicara, bom api terbang melintasi tanah. Feng Qianjun meminjam angin kencang untuk terbang ke langit, berteriak, “Pancing dia ke tanah!”

Xie An berdiri di hutan, mengucapkan mantra yang menggelegar saat mereka melesat ke arah naga tulang besar itu.

Tuoba Yan berlari ke pepohonan, menarik busurnya dan mengeluarkan anak panah.

Xiao Shan terus terengah-engah. Raja hantu itu maju selangkah lagi, sebelum berubah menjadi kabur karena menyerang beberapa puluh kali. Cahaya bilah dan bayangan cakar bergerak terlalu cepat, dan suara senjata yang berbenturan hampir berubah menjadi suara dering yang terus menerus.

“Kena!” Tuoba Yan berteriak, sebelum panah terbang, mengenai raja hantu.

Suara baju besi yang hancur terdengar, dan panah tajam muncul dari Cincin Segel Liuyun, menembus baju besi yang melindungi raja hantu, menembus dadanya. Raja hantu segera berbalik dan melambaikan pedangnya, menyerbu ke arah Tuoba Yan.

Tuoba Yan meletakkan busur dan mengayunkan polearm-nya1 ke udara, dengan paksa menerima salah satu pukulan raja hantu. Polearmnya terbelah menjadi dua seolah-olah itu hanyalah tongkat kayu, tetapi tepat saat dia akan dimusnahkan, Xiao Shan bergegas dari samping dan menangkis serangan pedang raja hantu!

“Ayo tembak!” Xiao Shan berteriak. “Jangan terima serangannya!”

“Aku tidak punya lagi!” Tuoba Yan dan Xiao Shan berpisah, berlindung di antara pepohonan. Ke mana pun pedang raja hantu itu lewat, pohon-pohon tumbang ke segala arah, dan bahkan pohon-pohon terbesar pun tidak bisa menahan satu pun serangannya.

Xiao Shan menganggap ini sulit dipercaya. “‘Tidak punya lagi?’ Apa artinya ‘tidak punya lagi’?”

Tuoba Yan menjawab, “Aku hanya punya satu panah ini!”

Tuoba Yan membuat segel tangan dan memanggil kembali panah itu. Kenyataannya, dia baru mempelajari sihir ini selama satu tahun, jadi dia belum terlalu ahli, apalagi Xie An yang telah terbiasa dengan ini selama bertahun-tahun. Belum lagi, Cincin Segel Liuyun ini bahkan tidak memiliki serangkaian instruksi yang menyertainya. Jika Chen Xing memilikinya, dia mungkin bisa membuat artefak ini bekerja sedikit lebih baik.

Satu-satunya hal yang Tuoba Yan dapat kendalikan adalah kemampuannya untuk menyerang di setiap saat. Dia bisa mengenai musuhnya, memanggilnya kembali, lalu menembaknya lagi, bolak-balik; dia hanya memiliki dua keterampilan ini untuk diandalkan. Dia ingin menggunakan cincin di tangannya untuk memanggil kembali panah itu, tetapi panah itu tersangkut di pelat dada raja hantu.

Xiao Shan berteriak, “Jangan berhadapan langsung! Cari kesempatan untuk menyergapnya!”

Tuoba Yan mengerahkan seluruh usahanya untuk memanggil kembali panah itu, namun panah itu sama sekali tidak bergerak. Di depan matanya, raja hantu sudah berdiri di depan Xiao Shan, punggungnya melengkung, dan dia menebas dengan pedangnya. Xiao Shan tidak punya cara untuk menghadapinya; pria besar ini tidak takut petir, dan kecepatannya juga sangat cepat, tetapi saat dia hendak melarikan diri, Tuoba Yan melompat dengan seluruh berat tubuhnya. Panah itu benar-benar membawa raja hantu keluar dari jalannya, menabrak pepohonan ke satu sisi.

Tuoba Yan: “…”

Xiao Shan: “???”

Xiao Shan berbalik untuk melihat Tuoba Yan. Tuoba Yan tiba-tiba punya ide, dan dia segera mulai mengarahkan panah itu untuk membuat raja hantu itu jatuh ke belakang. Raja hantu itu menebas beberapa kali dengan pedangnya, hanya untuk pada akhirnya tersandung ke segala arah karena panah yang tertancap di tubuhnya. Beberapa kali, hampir jatuh, jadi dia menyerah pada Xiao Shan, mengangkat tangannya untuk mencabut panah.

Tuoba Yan, bagaimanapun, berteriak, “Bangkit!”

Dengan itu, panah itu naik ke udara, membawa raja hantu bersamanya ke udara. Kemudian, mengiringi gerakan Tuoba Yan, raja hantu yang seperti gunung kecil bertabrakan dengan keras dengan bebatuan di gunung di samping.

Raja hantu itu mengulurkan tangannya, kehilangan keseimbangan di udara. Ia tidak bisa mencabut panah, dan terus membantingnya, jadi Xiao Shan segera mulai tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan itu.

Tuoba Yan: “Sekarang apa yang harus kita lakukan? Ia akan mencabut panahnya!”

Raja hantu akhirnya berhasil menarik panah itu. Tuoba Yan dan Xiao Shan mundur, hanya untuk melihat raja hantu itu memegang batang panah dengan erat. Tuoba Yan sekali lagi mulai mengarahkan Cincin Segel Liuyun, dan terdengar siulan lain saat raja hantu, yang tubuhnya tidak berada di bawah kendalinya, dikirim terbang keluar. Ia tidak punya pilihan selain melepaskan panahnya.

Xiao Shan: “Hahahaha!”

Tuoba Yan: “Sekali lagi!”


Pada saat yang sama, Xiang Shu, Feng Qianjun, dan Xie An memimpin naga itu ke dalam hutan saat ia meronta-ronta. Tangan Feng Qianjun saling melingkar saat dia mengangkat Senluo Wanxiang, dan tumbuhan tumbuh dengan cepatnya, mencabut akarnya dan bangkit dari tanah.

Xiang Shu juga meluangkan waktu untuk menyerang raja hantu dari samping dengan sikunya. Dia berteriak pada mereka berdua dengan marah, “Berhenti bermain-main! Selesaikan pertempuranmu dengan cepat!”

“Apakah kalian berdua bocah?” Feng Qianjun babak belur dan dipukuli. Naga tulang itu benar-benar terlalu besar, dan bahkan satu putaran tubuhnya dapat mengguncang dunia.

“Baiklah!” Kali ini, Tuoba Yan telah memahami tekniknya, dan dia bersiul Pada saat yang sama, dia serta Xiao Shan berpisah, menghindari raja hantu yang menyerang ke arah mereka.

Anak panah itu terbang tinggi ke langit, sebelum mendarat kembali. Kali ini, ia menembak ke punggung raja hantu dari belakang dengan bunyi swoosh, dengan kuat menempelkan dirinya di bahu raja hantu.

Xiao Shan berteriak, “Sekarang apa?”

“Serahkan padaku,” kata Tuoba Yan. “Pergi bantu Chanyu yang Agung.”

Xiao Shan: “Apa kau bisa menanganinya?”

Tuoba Yan terkekeh. “Menurutmu siapa itu gege? Tentu saja aku bisa!”

Raja hantu meraung liar, memegang pedangnya dengan kedua tangan, menjatuhkannya ke Tuoba Yan. Tuoba Yan memutar tangannya membentuk lingkaran dan membuat gerakan mendorong ke arah raja hantu.

“Pergi!” Tuoba Yan berteriak.

Bilah pedang berada tepat di depan wajah Tuoba Yan, mengirimkan embusan angin ketika raja hantu itu tiba-tiba tersentak oleh panah yang tertancap di bahunya. Tubuhnya lepas kendali saat ia terbang mundur; berhasil menyayat Tuoba Yan tepat di depan matanya, namun ia tidak dapat menangkis kekuatan panahnya, jadi ia terseret ke udara.

Raja Hantu: “…”

“Aku akan membuangmu ke laut untuk menghabisimu,” kata Tuoba Yan, sebelum dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk mengumpulkan kekuatannya di dalam cincin. Cincin Segel Liuyun meledak dengan cahaya terang, dan panah menyeret raja hantu bersama dengan bunyi xiu, mengirimnya terbang. Ia membumbung tinggi di atas puncak pegunungan timur, menabrak istana di kejauhan, menembus tembok istana yang tinggi, sebelum muncul melewati sisi lain, terbang menuju cakrawala sampai tidak terlihat.

Feng Qianjun mengaktifkan mantranya, dan tanaman merambat melintasi hutan belantara melingkari naga tulang. Xie An mengangkat tangannya, memanggil batu yang berjatuhan dan balok kayu yang berguling untuk menghancurkan apa yang ada di tengah-tengah mereka. Tanaman merambat yang tebal mulai terjalin, tetapi naga tulang itu masih mencoba melarikan diri, hanya untuk pada akhirnya Xiang Shu mengangkat batang pohon yang patah dan mengayunkannya dengan keras di atas kepalanya, membanting kepalanya begitu keras hingga tenggelam ke tanah.

Xiao Shan berlari ke arah mereka, dan dengan satu sapuan, berhasil menangkap ekor naga itu dengan Cangqiong Yilie. Xiang Shu meraih rongga mata yang kosong di ujung yang lain, dan keduanya mulai menarik ke arah yang berlawanan pada saat yang sama.

Perhatian Feng Qianjun terfokus sepenuhnya pada jumlah maksimum mana yang memungkinkan keluar, dan semua kelompok meraung sekaligus, “Hancurkan!”

Dengan raungan liar, seluruh kerangka naga tulang itu tercerai-berai di bawah kekuatan besar ini. Xiang Shu mengangkat kepala naga dan melemparkannya ke bawah gunung.

“Bersihkan medan perang,” kata Xiang Shu. “Aku akan memeriksa Chen Xing!”

“Serahkan padaku,” kata Xin Yuanping, datang dengan cepat. “Kalian semua pergilah.”

Dengan itu, Xin Yuanping merapalkan mantra, dan banyak tulang putih yang tersebar bangkit. Sebuah tanda muncul di udara, dan rantai cahaya muncul, mengunci setiap tulang putih, yang jumlahnya lebih dari seribu.

Xin Yuanping menyatukan tangannya, lalu mengangkatnya dan mengepalkan tangan, menariknya ke kedua sisi.

Pada saat itu, tulang naga yang tersebar berubah menjadi meteorit, tersebar di langit, menembak ke segala arah melintasi Tanah Suci. Mutiara Canglang diambil oleh Xin Yuanping, dan gelombang besar yang menjulang di atas kota Jiankang runtuh, kembali ke Sungai Huai.


Di luar Departemen Pengusiran Setan:

Chen Xing dan Wang Ziye saling berhadapan dari seberang alun-alun. Tubuh Wang Ziye tersembunyi dalam kebencian, yang membentuk wajah mengerikan, dan dia berkata, suaranya serak, “Aku tahu bahwa kau masih membawa keinginan yang tidak bisa didamaikan di hatimu, dan kau tidak rela mati begitu saja. Terkadang, satu keinginan kecil dapat berakar di lubuk hatimu dan tumbuh. Begitulah hidup ini. Ayo, buka hatimu dan terima sedikit penyesalan ini…”

Chen Xing: “Wang Ziye, aku juga tahu bahwa di dalam hatimu, ada banyak penyesalan yang tidak dapat didamaikan. Kau pasti sangat sedih kehilangan Jiang Yao, bukan begitu?”

Mata Wang Ziye segera berubah menjadi merah darah, dan dia meraung liar, “Bagaimana kau tahu itu?!”

Chen Xing menjawab, “Ayo ba, Wang Ziye, jangan melawan. Ungkapkan penyesalanmu, dan biarkan itu menghilang di bawah cahaya dari Cahaya Hati. Dengan itu, pada akhirnya, kau akan bisa mendapatkan…”

“… lepaskan,” kata Chen Xing ringan.

Ketika dia selesai berbicara, kekuatan Cahaya Hati di tubuh Xiang Shu langsung ditarik ke belakang, dan pakaiannya kembali ke jubah prajuritnya.

Cahaya Hati dipanggil kembali ke tubuh Chen Xing, dan segera setelah itu, tepat di tempatnya berdiri, tanah di bawah kakinya mulai bersinar dengan cahaya redup.

Itu adalah jejak bubuk yang Xiang Shu telah sebar ketika dia terbang melintasi langit. Jejak yang ditinggalkan oleh segenggam bubuk ajaib itu membentuk array pelindung dengan keliling lima puluh langkah. Chen Xing mengumpulkan cahaya dari Cahaya Hati dan menyuntikkannya ke dalam array, dan di alun-alun di depan Departemen Pengusiran Setan, tanah langsung bersinar dengan cahaya terang. Selubung cahaya meluas dari tubuh Chen Xing, menyelimuti keseluruhan alun-alun!

Wang Ziye: “!!!”

Wang Ziye segera menoleh, melihat ke arah selubung tipis yang mengelilinginya. Dengan itu, keduanya terkunci dengan kuat di dalam selubung tipis ini.

Array pelindung dibentuk dengan Cahaya Hati sebagai fokusnya,” kata Chen Xing pelan, menatap Wang Ziye. “Kali ini, kau tidak punya tempat untuk lari.”

Wang Ziye meraung dengan liar dan mengangkat Kipas Tianluo. Kebencian mulai berkumpul menjadi bilah tajam, yang berputar di sekitar Chen Xing dengan kecepatan tinggi.

Api di alis Chen Xing berkibar, dan rambutnya berubah menjadi api emas. Bayangan Dipamkara, bersinar dengan cahaya, benar-benar muncul dari tubuhnya, seperti pertama kali, di Cermin Yin Yang, ketika dia dan Xiang Shu menembus Wang Ziye!

“Sudah waktunya untuk mengakhiri ini,” kata Chen Xing dengan serius.

Pada saat ini, dia sudah menjadi satu dengan penghalang pelindung. Meteorit emas yang tak terhitung jumlahnya naik dari langit, dan mereka menabrak bilah kebencian yang menghujaninya seperti badai yang sangat deras, membakar kebencian itu menjadi abu!

Wang Ziye tidak bisa berhenti terengah-engah, namun dia meningkatkan kekuatan kebenciannya. Dia memanggil kebencian yang telah dia kumpulkan selama ribuan tahun di Kipas Tianluo, yang membentuk pedang hitam besar. Dia mengirim itu terbang menuju Chen Xing.

Saat itu, sebuah siluet berlari ke array pelindung.

Di luar array, Xiang Shu masih mengenakan pakaian prajurit biasa, tetapi ketika dia bergegas ke wilayah yang disinari oleh Cahaya Hati, dia segera mendapatkan kembali pakaian Dewa Bela Diri Pelindung. Dia mengangkat perisainya, dan dengan bunyi dang, dia memblokir pedang2 Wang Ziye.

“Ambil kembali artefaknya,” kata Chen Xing dengan sungguh-sungguh.

Wang Ziye tertawa kecil sambil berkata, “Adegan ini benar-benar membuatku deja vu. Tiga tahun yang lalu, kalian semua sudah mengalahkanku sekali, aku mengerti sekarang …”

Mata Chen Xing melebar pada saat itu. Xiang Shu bergegas menuju ke Wang Ziye dan mengangkat perisainya, hanya untuk pada akhirnya Wang Ziye segera mundur. Dengan satu tangan, dia memanggil kebencian yang memenuhi langit, sebelum mengirimkannya dalam gelombang ledakan secara sembarang ke arah Xiang Shu. Xiang Shu meletakkan perisainya di bahu, menggunakan semua kekuatan di tubuhnya untuk memblokirnya. Kakinya meluncur tak terkendali di atas tanah, dan untuk sesaat, semua kebencian, kematian dan penyesalan yang tidak adil, serta kebencian yang telah meledak dari Kipas Tianluo, berkumpul dan mulai meratap dengan keras, hendak menghancurkan ikatan array pelindung Cahaya Hati!

Di bawah serangan kebencian ini, cahaya dari Cahaya Hati meredup. Chen Xing, bagaimanapun, tetap berada di dalam array pelindung itu, titik cahaya terakhir dalam kegelapan itu.

Xiang Shu berteriak, “Lepaskan dendamnya, itu terlalu kuat!”

Setelah melihat bahwa itu tidak bisa bertahan lagi, Chen Xing baru saja akan melepaskan array pelindung ketika Xiao Shan tiba-tiba datang menyerbu dari belakang Wang Ziye. Segera, dia mengaitkan satu cakar ke bahu Wang Ziye, mengirimnya terbang dalam lingkaran di udara sebelum membantingnya dengan keras ke tanah, di mana dia membuat suara daging bertabrakan dengan batu yang padat.

Feng Qianjun berbalik dan bergegas seperti embusan angin. Dia menyerang secara bersamaan dengan pedang kembarnya, menusuk tubuh fisik Wang Ziye, sebelum mengirimnya kembali ke tengah dengan sebuah jentikan.

Tepat setelah dirinya, Xie An datang ke area array pelindung. Sementara Wang Ziye terbang di udara, Xie An mengambil kesempatan itu dan membuat gerakan mantra lain, dan peluru angin, api, kilat, dan bumi ditembakkan pada saat yang sama, menghancurkan wujud fisik Wang Ziye.

Yang terakhir datang adalah Tuoba Yan. Dia melihat ke kiri dan ke kanan, tangannya kosong; Wujud fisik Wang Ziye telah dihancurkan, dan Panah Penembus Awannya sendiri terbang bersama tubuh raja hantu, jadi dia hanya bisa mengambil Kipas Tianluo di tanah dan bertanya, “Kepada siapa aku harus memberikan ini?”

Xiang Shu: “…”

Chen Xing, bagaimanapun, berteriak, “Bersiaplah untuk pertempuran! Dia belum mati!”

Meskipun wujud fisik Wang Ziye telah dihancurkan, tiga hun dan tujuh po-nya sekarang bebas, dan mereka mengambil wujud sebagai jiwa yang telah meninggal, kebencian berkumpul di sekitarnya saat mulai terbentuk di tengah-tengah array pelindung.

Para pengusir setan yang berkumpul segera berpisah, mundur ke setiap sudut array pelindung.

Pada saat yang sama, setiap orang yang berada di bawah cahaya dari Cahaya Hati, dengan artefak di tangan mereka, mulai bersinar dengan cahaya. Di area selubung cahaya ini, kecemerlangan dari Cahaya Hati ada di sekitar mereka, dan semua senjata mereka mengalami reaksi misterius karena itu!

Bilah kembar Senluo Wanxiang milik Feng Qianjun bersinar dengan cahaya putih, seperti Pedang Acala pada suatu waktu.

Empat cincin Xie An bersinar dengan lapisan mengkilap dari cahaya dari Cahaya Hati.

Di tangan Xiao Shan, dentuman cahaya listrik di Cangqiong Yilie berubah menjadi cahaya lembut Cahaya Hati.

Tuoba Yan mengulurkan tangan, dan cahaya di tangannya berubah menjadi polearm!

Cahaya bersinar dari perisai di tangan Xiang Shu, tetapi alih-alih menggunakannya, dia menutup tangannya dan berjalan di belakang Chen Xing, dengan ringan menempatkan lengannya di sekelilingnya.

Di area panghabisan Cahaya Hati ini, setiap orang telah memperoleh jumlah yang berbeda dari kekuatan Chen Xing. Meskipun tidak sebanyak apa yang menyebabkan transformasi seluruh tubuh Xiang Shu menjadi Dewa Bela Diri Pelindung, masing-masing senjata mereka sudah mulai memurnikan kebencian yang dipancarkan Wang Ziye.

Suara Wang Ziye bergetar. “Karena semuanya telah menjadi seperti ini, apa salahnya kita berdua menemui akhir kita hari ini?”

Chen Xing, bagaimanapun, tertawa mengejek. “Siapa yang ingin menemui akhirnya bersamamu, Wang Ziye? Terimalah takdirmu ba.”

“Matilah!” Wang Ziye meraung.

Tangan yang berada di belakang punggung Chen Xing dari awal sampai sekarang akhirnya terangkat di depannya, memperlihatkan Lonceng Luohun.

Kebencian yang menyelimuti seluruh tubuh Wang Ziye menghilang, dan para pengusir setan masing-masing mengeluarkan senjata mereka. Cahaya mulai berputar secara terbalik, menelan kebencian yang menutupi tubuh Wang Ziye.

Xie An berteriak, “Bertahanlah! Hari ini kita harus menyingkirkan bajingan ini!”

Semua orang berteriak keras dan memanggil cahaya dari Cahaya Hati untuk membantu Chen Xing dan Xiang Shu mengeluarkan sihir mereka. Suara serak Wang Ziye berteriak keras, tetapi Chen Xing tidak mengindahkannya, hanya fokus menggunakan Lonceng Luohun untuk menyerap tiga hun Wang Ziye.

“Kali ini, kita tidak akan gagal lagi,” Xiang Shu berjanji dengan tenang. Kedua tangannya berputar di sekitar diri mereka sendiri, yin di telapak tangan kirinya, dan yang di tangan kanannya, sebelum dengan gerakan memutar, dia mengubah posisi telapak tangannya. Yang berada di atas, sementara yin berada di bawah, dan dia memegang Chen Xing dari belakang, memanggil kekuatan Cahaya Hati di tengah tangan kanannya.

Senjata semua orang meledak dengan cahaya terang, segera menghapus kebencian itu. Wang Ziye berbalik dengan ngeri, membanting ke dalam selubung tipis saat dia meraung, “Tuanku … tuanku!”

Dang-!”

Chen Xing membunyikan lonceng untuk pertama kalinya, sebelum tiba-tiba berteriak, “Jiwa, datanglah! Berhenti berjuang!”

Hun surgawi Wang Ziye sedang ditarik, dan mengeluarkan cahaya redup saat terserap ke dalam Lonceng Luohun. Pada saat itu, suaranya menjadi lemah, dan dia memohon, “Tuanku.”

Dang!”

Chen Xing membunyikan lonceng untuk kedua kalinya, dan hun kedua Wang Ziye terbang menuju Chen Xing dan Lonceng Luohun. Itu ditarik dari posisinya di depan selubung tipis dan dengan cepat terserap ke dalam lonceng.

Pada saat yang sama, di bawah langit yang gelap, awan hitam membentuk wajah besar yang mengerikan.

Suara Chiyou meraung, “Kalian semut yang kematiannya tidak akan terlalu berarti untuk disesali–“

Wajah besar itu membuka mulutnya, memuntahkan hujan meteor yang dilapisi darah iblis ke alam manusia, yang menutupi Kota Jiankang.

Namun, di tebing di depan pegunungan timur, Xin Yuanping mengaktifkan Mutiara Canglang, dan dia berteriak, “Bangkit!”

Gelombang besar Sungai Huai sekali lagi naik, menjadi selubung besar air yang menutupi langit, naik dari bumi ke langit, menghalangi hujan peluru darah iblis yang terbang turun!

“Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya!” Xiang Shu berteriak.

Chen Xing melambaikan Lonceng Luohun, dan ada bunyi “dang” ketiga.

“Aku… sudah selesai… ” Wang Ziye mengeluarkan teriakan terakhirnya yang menyakitkan, sebelum Chen Xing mengambil hun terakhirnya.

Penglihatan Chen Xing menjadi gelap, dan dia kehilangan semua kekuatannya.

Selubung cahaya memudar, dan array pelindung Cahaya Hati menghilang. Xiang Shu memegang Chen Xing di tangan kanannya, sementara dia membuat gerakan melempar dengan tangan kirinya ke udara, meminjam kekuatan yang telah dikumpulkan Cahaya Hati untuk membuat perisai besar yang bersinar. Perisai terbang ke udara, menghalangi serangan darah iblis!

Chiyou mengeluarkan raungan marah. Guntur menggelegar, kilat menyambar, dan angin liar mulai bertiup. Awan gelap terbelah, dan matahari yang terik bersinar.

Selubung air yang naik ke udara berubah menjadi hujan ringan yang tersebar, jatuh di seluruh kota Jiankang. Di bawah sinar matahari, itu membentuk pelangi indah yang melengkung di langit di atas istana Jiankang.

Sima Yao dan kelompok pejabatnya semua berjalan ke pelataran, membungkuk ke arah pegunungan timur yang jauh.

Xiang Shu memegang Chen Xing, benar-benar kelelahan, dan dia mengangguk ke kejauhan.

Departemen Pengusiran Setan telah mengirimkan yang terbaik yang mereka punya, dan mereka telah mencetak kemenangan penuh.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Polearm, senjata galah atau senjata tongkat adalah sebuah senjata pertarungan jarak dekat dimana bagian dari serangan utama dari senjata tersebut berada di ujung bagian pegangan, yang biasanya terbuat kayu.
  2. Istilah khusus yang digunakan di sini juga digunakan untuk menggambarkan senjata dalam anggar, epee (Épée adalah senjata terbesar dan terberat dari tiga senjata yang dipakai dalam olahraga anggar.), jadi ini mungkin bentuk yang lebih tua dan serupa.
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Hualian 86
Hualian 86
6 months ago

Alhamdulillah.. akhirnya menang
Aku yg baca sampe terharu..
Itu Chen Xing baik’2 aja kan
Akhirnya Wang ziye mati.. syukurlah..

Justyuuta
Justyuuta
4 months ago

Bab paling keren ini sih..
Kamu hebat chenxing..