“Orang yang berwujud Xie Yu itu setidaknya harus memiliki sesuatu yang istimewa pada mereka.”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Semua orang sekali lagi tenggelam dalam keheningan, sebelum ikan mas yao bertanya, “Kalau begitu, kenapa Yang Guozhong?”

“Karena pada hari di mana Rubah Ekor Sembilan mati,” jawab Li Jinglong, “Yang Guozhong kebetulan tidak berada di Chang’an. Dia pergi ke Fanyang. Jika Xie Yu ada di dalam Kota Chang’an, dia tidak akan duduk diam dan membiarkan kita menghancurkan rencananya.”

“Tebakan yang lebih logis adalah,” tambah Mo Rigen, “karena kita membunuh putra dan keturunan Rubah Ekor Sembilan, maka Rubah Ekor Sembilan memiliki kebencian di hatinya dan tidak bisa membiarkan masalah ini hilang apa pun yang terjadi, tapi dengan Xie Yu di sana, dia tidak berani bertindak, dan Xie Yu tidak akan membiarkannya bertindak. Lagipula, tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali Mara, jadi dia tidak akan membiarkan perubahan apa pun dalam prosesnya.”

A-Tai mengangguk. “Itulah sebabnya begitu Yang Guozhong pergi, Nyonya Guoguo menyerang kita. Awalnya, dia berpikir bahwa dia bisa berhasil menyingkirkan Departemen Exorcisme, tapi dia tidak menyangka bahwa perahunya sendirilah yang terbalik.”

Hongjun terdiam pada saat itu. Setelah mengalami banyak hal, dia sebenarnya tidak memikirkan semua liku-liku di dalamnya.

Tapi Lu Xu mengajukan pertanyaan lain. “Apa yang dia lakukan di Fanyang?”

“Hal itu tidak lagi dalam lingkup diskusi ini,” kata Li Jinglong.

“Tidak,” kata Ashina Qiong. “Itu sangat penting, karena jika Xie Yu secara kebetulan sudah memasang perangkapnya di Chang’an, dia tidak akan pergi karena alasan sepele.”

Li Jinglong berpikir dalam-dalam sejenak, sebelum akhirnya berkata, “Dia pergi untuk menyelidiki jiedushi1 Fanyang An Lushan, untuk melihat apakah dia…” Dan setelah mengatakan itu, dia membuat ekspresi ‘kalian semua mengerti’, sebelum melanjutkan, “Lupakan apa yang baru saja kalian dengar.”

“Kenapa menurutmu itu bukan dia?” tanya ikan mas yao.

“Karena jika Xie Yu adalah Yang Guozhong,” kata Li Jinglong, “dia tidak akan membuat dirinya sendiri berada dalam banyak masalah dengan membuat keributan di mauseloum kerajaan, sehingga memberi kesempatan bagi pejabat kekaisaran untuk memakzulkan adik perempuannya.”

Hongjun mengingat penjelasan Huang Yong dari Departemen Kehakiman. Sepertinya ada beberapa orang di istana kekaisaran yang tidak akur dengan keluarga Yang, dan karena kasus hantu yang mendatangkan malapetaka di mausoleum kerajaan secara kebetulan jatuh tepat sebelum ulang tahun selir kekaisaran, seseorang bisa menggunakan kesempatan ini untuk menyebarkan berita, dan sekaligus menegur Li Longji.

Kesimpulan itu sekali lagi menemui jalan buntu.

Hongjun bergumam pada dirinya sendiri, “Aku tidak pernah memikirkannya…”

“Orang yang berwujud Xie Yu itu setidaknya harus memiliki sesuatu yang istimewa pada mereka,” kata Qiu Yongsi. “Itu adalah sesuatu yang sudah pasti, sama sekali tidak bisa dihindari.”

Semua orang melihat ke arah Qiu Yongsi.

Qiu Yongsi berkata, “Dia pasti pernah melihat Hongjun sebelumnya.”

“Tepat,” kata Li Jinglong. “Dan itu setelah Rubah Surgawi Ekor Sembilan mati. Hongjun, apa kau ingat apa yang dikatakan Wu Qiyu padamu?”

“Rubah ‘bertele-tele’ yao itu,” kata Hongjun, berusaha sebaik mungkin untuk mengingatnya. “Dia mengatakan begitu banyak tepat sebelum dia meninggal, bagaimana aku bisa mengingat semuanya?”

Semua orang jatuh.2

Li Jinglong berkata, “Di pelataran pengamatan, dia berkata, ‘Apa yang aku lihat … aku lihat … sebenarnya adalah… kau huh…'”3

“Benarkah?” Hongjun sendiri sudah melupakannya.

“Ya!” ikan mas yao segera berteriak. “Aku juga ingat sekarang! Dia juga membawa-bawa orang tua Hongjun…”

Hongjun tercengang. “Zhao Zilong! Kau sudah tahu selama ini!”

Ikan mas yao buru-buru menutup mulutnya sendiri; ia sudah mengungkapkan kartunya pada saat itu. Li Jinglong, bagaimanapun, berkata, “Jangan salahkan dia, Hongjun.”

Hongjun tidak marah, tapi dia menatap ikan mas yao dengan pandangan menegur. Mo Rigen melanjutkan, “Jadi, di pelataran pengamatan, Wu Qiyu baru saja menemukan bahwa benih iblis ada di tubuh Hongjun… maaf Hongjun.”

Hongjun melambaikan tangannya, artinya itu tidak masalah. Setelah berpikir dalam-dalam sejenak, dia mengangguk.

“Mari kita asumsikan bahwa identitasmu hanya diketahui sangat sedikit orang pada saat itu,” kata Li Jinglong. “Sebelum kau pergi ke Liangzhou, Xie Yu sudah datang dengan rencana lengkap, dan tujuannya adalah kau. Dengan itu, dia memerintahkan Dewa Wabah dan Xuannu, serta Lu Xu…”

Lu Xu berpikir sebentar, sebelum berkata, “Itu benar sekali. Malam itu, Xuannu menyuruhku keluar dengan tujuan untuk menangkap Hongjun.”

“Hasilnya adalah kalian semua tidak bisa melakukannya, jadi setelah dia kembali,” Li Jinglong berkata, “dia pasti tidak akan bisa menahan keinginan untuk bertemu denganmu lagi.”

“Itu belum tentu benar,” kata Ashina Qiong. “Bagaimana jika dia berhasil menahan keinginan itu?”

Li Jinglong mengangkat bahunya dan berkata, “Tentu saja, ini hanya tebakanku. Setelah Wu Qiyu meninggal, selir kekaisaran mengetahui identitas Hongjun, jadi Yang Guozhong pasti juga sudah mengetahui detail dari apa yang terjadi. Dan karena Yang Guozhong dan Nyonya Guoguo adalah keluarga dari selir kekaisaran, ini menjadi sangat logis.”

“Setelah kita kembali, siapa yang kita temui?” Hongjun mulai berpikir kembali. Yang Guozhong, Gao Lishi, Huang Yong, penjaga yang bersama Huang Yong, putra mahkota Li Heng, Li Longji…

“Keluarga kerajaan terikat dengan tanah dan keberuntungan dari Tanah Suci. Yongsi mengatakannya sebelumnya, jika suku yao menyentuh ini, mereka akan menderita kesengsaraan surgawi, jadi itu yang paling tidak mungkin,” kata Li Jinglong. “Mereka bisa kita kesampingkan.”

“Gao Lishi, Yang Guozhong, Huang Yong,” kata Mo Rigen. “Mereka bertiga ini adalah yang paling memungkinkan. Karena kita pernah ke Departemen Kehakiman beberapa kali, aku merasa sepertinya Huang Yong juga bisa dikesampingkan. Dia benar-benar bukan tipe orang yang seperti itu, tinggal Gao Lishi dan Yang Guozhong.”

Qiu Yongsi menambahkan, “Aku merasa yang pertama, jiao hitam tidak akan berpura-pura menjadi kasim. Kedua, Gao Lishi sudah berada di istana sejak dia masih muda, dan selama waktu itu dia bahkan sudah membantu Yang Mulia memadamkan pemberontakan yang dihasut oleh Putri Taiping. Dengan kemampuan Xie Yu, jika dia mempunyai hati melakukannya, dia bisa mendukung kaisar yang lemah dan tidak berdaya; dia tidak perlu pergi untuk mencari Yang Mulia. Ketiga, aku tetap merasa seperti garis waktunya tidak cocok. Kakekku datang ke Chang’an empat puluh tahun yang lalu untuk mencari keberadaan jiao hitam, tapi dia tidak menemukan apa pun.”

Ikan mas yao berkata, “Tapi Chong Ming-daren pernah bertempur hebat dengan jiao hitam, dan kedua belah pihak terluka parah. Jika ia membakar ‘itu’ jiao hitam, maka kemungkinan untuknya berubah menjadi kasim.”

Semua orang: “…”

“Waktunya tidak pas,” kata Li Jinglong, menggertakkan giginya. “Jangan berdalih, oke?”

“Yang paling memungkinkan adalah Yang Guozhong,” kata Li Jinglong.

“Kau sudah melewatkan satu orang,” tunjuk Ashina Qiong.

Li Jinglong berpikir dalam-dalam sejenak, sebelum berkata, “Itu bukan dia.”

“Siapa?” tanya Hongjun.

“Selir kekaisaran,” jawab Mo Rigen.

Ashina Qiong tidak tahu tentang masa lalu Yang Yuhuan dengan keluarga Hongjun, dan pada hari itu, karena Kong Xuan secara pribadi merawat penyakit selir kekaisaran, dia juga bisa dikesampingkan.

Semakin Hongjun memikirkannya, semakin dia merinding. Saat Li Jinglong menunjukkannya, dia juga mulai menebak-nebak segalanya. Dia terus merasa bahwa Yang Guozhong sangat mencurigakan — dia bisa saja berkolusi dengan Nyonya Guoguo untuk menggantikan pemilik asli tubuh itu, sebelum kemudian menyembunyikan dirinya di sisi kaisar.

“Berapa banyak lagi iblis hati yang sudah dibangkitkan oleh Xie Yu?” Li Jinglong tiba-tiba bertanya pada Lu Xu.

Lu Xu menggelengkan kepalanya, tapi Mo Rigen menambahkan, “Pada saat berada di Dunhuang kami mendapat firasat bahwa dia menggunakan salah satu hun di tubuhnya untuk menyerap qi iblis, menggantikan benih iblis yang tidak bisa dia temukan. Dia memasukkannya ke dalam tubuh Lu Xu, tapi qi iblis yang dengan susah payah dia gunakan untuk mengumpulkan mimpi buruk diserap oleh Hongjun, dan hun itu juga kembali padanya saat itu.”

Hongjun mengangguk.

“Apa yang kita lihat tadi malam di mausoleum kerajaan,” gumam Lu Xu, “seharusnya adalah salah satu yang lainnya.”

“Berapa banyak yang bisa dia buat paling banyak?” Tanya Li Jinglong.

Mo Rigen mengangkat tiga jari. Hongjun berkata, “Ada dua lagi… tapi jika dia mengirim semua tiga hun dan tujuh po-nya keluar, bukankah dia akan mati?”

“Jadi, dia seharusnya memiliki setidaknya satu hun di tubuhnya,” lanjut Mo Rigen. “Mungkin dia menggunakan sihir yang memungkinkannya tampil tidak berbeda dari orang normal, meskipun tiga hunnya berada di tempat yang berbeda.”

Ikan mas yao berkata, “Untuk berkultivasi ke tingkat itu berarti kekuatan yao hun-nya pasti sangat besar. Itu tidak sama dengan Lu Xu, yang melemah setelah dia bereinkarnasi dan hanya memiliki satu hun dan tujuh po. Paling-paling, Xie Yu mungkin hanya akan menjadi sedikit lebih lemah dalam pertarungan, dan dia seharusnya tidak terpengaruh di kehidupan sehari-harinya.”

Li Jinglong berkata, “Aku sudah memberitahumu sekarang, tapi kau harus menghindari untuk melihat Yang Guozhong lagi, jika tidak, jika kau tergelincir sekali saja, tatapan matamu akan… ahem…”

Li Jinglong juga tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang, dan baru pada saat itulah Hongjun mengerti. Dia menjadi sedikit sedih, tapi dia mengerti apa yang dimaksud oleh Li Jinglong — mereka tidak memberitahunya, justru karena mereka takut dia mengungkapkan kebenaran di depan Yang Guozhong, dan mungkin itu akan membuat rencana mereka gagal.

“Mari kita selidiki kasusnya ba,” kata Mo Rigen. “Hasilnya perlahan-lahan akan mulai terlihat.”

“Ini terlihat seperti jebakan,” gumam Li Jinglong. “Itu terlalu luar biasa.”

“Sangat logis.” A-Tai berpikir dalam-dalam, sebelum berkata, “Pertama, dia mengambil kesempatan saat kita tidak berada di kota untuk mengelabui Hongjun dan Lu Xu agar pergi ke sana.”

Tapi Hongjun berkata, “Tapi Kanselir Yang tidak menyarankan itu pada Huang-daren. Ditambah lagi, bagaimana bisa begitu kebetulan bahwa hanya kita berdua yang ada di rumah?”

“Itu benar,” kata Li Jinglong, mengangkat alisnya. “Berbicara secara logis, kemarin kalian berdua secara tidak sengaja menemukan Xie Yu di Mausoleum Zhao. Sangat logis bukan? Saat kami kembali, Xie Yu kemudian membuat insiden lain, memikat semua orang di sana untuk … Aku tidak tahu apa yang dia coba untuk lakukan pada waktu itu, tapi bertindak melawanmu adalah tebakanku.”

A-Tai tampaknya merasa sakit kepala, dan dia berkata, “Ini adalah penjelasan yang paling logis.”

“Justru karena itu terlalu logis,” kata Mo Rigen. “Raja yao yang sudah menyembunyikan dirinya begitu lama, bisakah ia menggunakan metode bodoh seperti itu?”

Ashina Qiong berkata pada Li Jinglong, “Saat ini, dia paling takut padamu. Jika itu aku, aku pertama-tama akan menyingkirkanmu, sebelum perlahan-lahan mengurus yang lain.”

Li Jinglong mengangguk tapi tidak menjawabnya. Sebaliknya, dia bergumam, “Jadi aku pikir begitu kita kembali, orang yang akan segera dilawan Xie Yu adalah aku.”

“Mau mendengarkan penemuanku?” kata Qiu Yongsi. “Perjalanan ke Luoyang ini mengungkapkan sedikit hal.”

Semua orang memasang telinga mereka untuk mendengarkan.

Qiu Yongsi pada dasarnya bergegas ke sana, siang dan malam, kuku kudanya tidak pernah berhenti, untuk mencapai Luoyang, untuk menyelidiki kasus pemakan otak baru-baru ini. Namun, dia menemukan bahwa itu adalah nao4 yang sudah berkultivasi menjadi yao. Tentu saja, dengan pekerjaan Qiu Yongsi, mengalahkan nao yao itu bukanlah apa-apa baginya. Beruntung bahwa nao yao itu tidak terlalu ganas, jadi Qiu Yongsi berhasil menyegelnya dengan gemetaran terlebih dulu, sebelum kemudian melepaskan hujan pukulan keras di atasnya.

Inilah tepatnya niat Li Jinglong — dia harus membuat Qiu Yongsi mengalahkan yaoguai sendirian.

Awalnya, Qiu Yongsi ingin jiwanya5 binasa; karena sudah melakukan kejahatan yang begitu keji, ia bahkan tidak boleh diberi kesempatan untuk bereinkarnasi. Tapi nao yao sudah meminta dan memohon, sebelum akhirnya mengkhianati jejak raja yao Xie Yu: itu, seperti yang diharapkan, berada di Chang’an.

“Apa kau ingat ular pasir yang kita tangkap di Dunhuang?” Tanya Qiu Yongsi.

Dengan pengingat itu, semua orang mengingatnya.

Li Jinglong, bagaimanapun, menambahkan, “Aku mengirim ular pasir itu keluar untuk melakukan sesuatu.”

“Melakukan apa?”

Bahkan Mo Rigen dan yang lainnya tidak tahu, namun Li Jinglong hanya menyesap tehnya dengan santai, berkata, “Untuk mengirimkan terobosan ke tangan Xie Yu, sehingga dia lengah dan mengungkapkan dirinya sedikit demi sedikit, serta bertindak untuk mengalahkanku. Tidak ada masalah, teruslah bicara.”

“Bajingan ini dan ular pasir, juga bukan yaoguai dari Dataran Tengah sebelumnya,” kata Qiu Yongsi. “Untuk menghidupkan kembali Mara, Xie Yu mengumpulkan sekelompok yao di Dataran Tengah yang awalnya tinggal di Xiliang dan Nanzhao6.”

“Aku tidak mengerti,” kata Hongjun, sedikit gelisah. “Apakah tujuan Xie Yu untuk ‘menghidupkan kembali Mara’ atau untuk ‘menjadi Mara’?”

“Itulah inti dari apa yang aku temukan,” kata Qiu Yongsi. “Jika Xie Yu tidak bisa menemukan benih iblis setelah bertahun-tahun mencarinya, dan dengan demikian dia menggunakan tiga hunnya sendiri sebagai bahan pengganti benih asli mara, maka akan ada tiga iblis hati. Jika salah satu dari ketiganya bisa melakukannya, maka ia akan bersatu dengan kedua hun yang lain, bagaimanapun juga itu akan berakhir menjadi kekuatan terkuat di alam manusia.”

“Satu nao yao bisa menguping informasi penting seperti itu?” Li Jinglong bertanya, alisnya berkerut. “Itu bukan jebakan lagi, kan?”

Ashina Qiong berkata, “Kenapa saat kita mengikuti Zhangshi, aku selalu merasa bahwa semuanya mencurigakan. Kalian orang Han memiliki banyak kejahatan yang tersembunyi di dalam diri kalian.”

“Kau harus memanggilku ‘markuis’,” kata Li Jinglong. “Orang-orang Han memberimu gaji dan membantumu menghidupkan kembali negaramu; apakah kau tidak menginginkan gajimu lagi? Saat ini, kau masih pekerja sementara.”

Ashina Qiong bergegas untuk meminta maaf atas kejahatannya.

Qiu Yongsi berkata, “Sama seperti bagaimana wanita salju dan dewa wabah menjaga Lu Xu, iblis lainnya memiliki empat yaoguai yang mengawasinya. Adapun nao ini, ia pernah memiliki tugas membantu salah satu dari mereka berempat untuk mengumpulkan sesuatu yang segar… um … yah, ia membantu dalam melakukan sesuatu untuk itu.” Setelah mengatakan ini, dia melirik Hongjun dan Lu Xu.

Lu Xu berkata, “Apakah ia menangkap manusia … untuk dimakan?”

Saat Hongjun mendengar kata-kata itu, dia merasa sangat tidak nyaman. Bagaimanapun, darahnya adalah setengah yao, namun tindakan yaoguai itu sangatlah kejam. Dia berkata, “Jika, suatu hari nanti, Chong Ming menjadi raja yao, hal pertama yang akan dia lakukan adalah membuat mereka tidak lagi memakan atau membunuh manusia.”

Tapi ikan mas yao memprotes, “Manusia sering makan telur kepiting, babi guling, ayam muda, dan yang lainnya. Ini tidak bisa dihindari, tidak semua orang bisa menjadi vegetarian, kan.”

Semua orang: “…”

Qiu Yongsi berkata, “Suatu hari nanti, saat Hongjun keluarga kita menjadi raja yao, semuanya terserah padamu.”

Hongjun terbagi antara tawa dan tangis, tapi Li Jinglong berkata, “Kita dilahirkan sebagai manusia, namun jenisku sering melakukan hal-hal jahat. Hongjun, apa kau membenciku?”

“Tentu saja tidak,” kata Hongjun.

“Jadi kami juga tidak membencimu,” A-Tai tersenyum. “Lihat Zhangshi, tidak, si markuis, dia mencintaimu sampai mati.”

Li Jinglong terbatuk, dan Hongjun segera menjadi canggung. Qiu Yongsi sepertinya merasakan sesuatu, dan dia melirik mereka berdua dengan aneh, sebelum kemudian melihat ke arah A-Tai, dengan sebuah pertanyaan di matanya. Mereka bersama sekarang?

“Baiklah, baiklah,” potong Li Jinglong. “Lanjutkan berbicara. Empat bawahan, lalu?”

“Mereka mengumpulkan semua yaoguai,” kata Qiu Yongsi, “untuk mengelilingi Chang’an dan berkumpul di utara.”

“Utara?” Li Jinglong sepertinya merasakan sesuatu, dan dia bertanya, “Seberapa jauh ke utara?”

Qiu Yongsi menggelengkan kepalanya sedikit, berkata, “Di dalam Tembok Besar. Raja yao akan berada di sana secara pribadi untuk melindungi, bersama dengan empat yaoguai agung ini. Beberapa bulan yang lalu, mereka berada di jalan menuju Chang’an, dan aku tebak bahwa mereka sudah berada di sini sekarang.”

Hongjun tersentak, dan A-Tai berkata, “Empat dari mereka datang sekaligus? Kita tidak memperhatikan mereka.”

“Bagaimana mereka, jika dibandingkan dengan wanita salju dan dewa wabah?” Tanya Li Jinglong.

“Tidak jelas,” gumam Qiu Yongsi. “Bagaimana suku yao menyusun diri mereka sendiri menurut peringkat, aku benar-benar tidak tahu.”

Hongjun bahkan lebih tidak tahu, dan dia melihat ke arah ikan mas yao. Ikan mas yao berkata, “Terlalu merepotkan untuk menjelaskannya dengan kata-kata, aku akan menggambar bagan untuk kalian semua nanti ba.”

Li Jinglong bertanya, “Yao macam apa ini?”

Qiu Yongsi menjawab, “Bentuk aslinya tidak jelas, tapi nama mereka masing-masing adalah, ‘anggur’, ‘nafsu’, ‘keserakahan’, dan ‘keangkuhan’.7 Itu informasi terakhir, sudah tidak ada lagi.”

“Bersiaplah untuk berangkat,” perintah Li Jinglong. “Semua orang berpencar dan pergi, aku memiliki pengertian umum tentang hal-hal itu sekarang.”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya 

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Gubernur militer daerah.
  2. Dalam mode anime klasik.
  3. Dialog di ch 37.1 — Coming Prepared.
  4. Ini adalah sejenis monyet, mungkin terkait dengan kera, yang sebagian muncul dalam teks-teks kuno.
  5. Nao yao.
  6. Sebuah dinasti yang berpusat di sekitar tempat yang sekarang disebut Yunnan dan meliputi bagian selatan China dan utara Asia Tenggara.
  7. ‘酒’‘色’‘财’‘气’ (Jiu, se, cai, qi) empat sifat buruk utama.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments