“Ini kemungkinan besar adalah salah satu pejabat utama pengadilan.”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Setelah sarapan, Li Jinglong tidak kembali. Sebaliknya, dia dan Hongjun berbelok ke gang lain, berhenti di depan kediaman sebuah keluarga. Mereka mengetuk pintu dan masuk. Hongjun sudah datang ke sini dua kali; ini adalah kediaman keluarga Chen.

“Apa yang salah?” Tanya Hongjun dengan rasa ingin tahu.

Li Jinglong terdiam sejenak, sebelum dia berkata pada Hongjun, “Semalam aku bermimpi tentang beberapa hal, jadi aku datang ke sini untuk melihatnya.”

Setelah melihat bahwa itu adalah Li Jinglong, nyonya dari Klan Wei bergegas keluar, sambil menggendong anaknya. Anak itu sudah berumur satu tahun, dan sudah mulai merangkak. Setelah melihat Li Jinglong dan Hongjun, dia mulai memanggil, “ah ah”.

“Kau memimpikan Cahaya Hati?” Hongjun melirik Li Jinglong.

Li Jinglong tidak menjawab. Sebagai gantinya, dia mengeluarkan sejumlah uang dan menyerahkannya pada Nyonya Wei, yang buru-buru mengatakan bahwa itu sudah lebih dari cukup dan dia tidak akan bisa menggunakan semua uang ini, namun Li Jinglong menyuruhnya untuk tidak menolaknya. Dia bertanya, “Apakah Anda sudah membuat nama panggilan untuknya?”

“Aku memanggilnya Hou’er1 sekarang,” kata Nyonya Wei. “Mereka semua di luar sana mengatakan bahwa Zhangshi diangkat ke posisi markuis, dan awalnya aku ingin membawanya melakukan kowtow kepadamu, tapi tidak peduli bagaimana aku mencarinya, aku tidak bisa menemukan tempat.”

Nyonya Wei ingin berlutut, tapi Hongjun buru-buru menyuruhnya untuk berdiri. Li Jinglong berkata, “Suatu hari, aku akan memilih beberapa nama dan mengirimkannya. Jika Anda tidak keberatan, jangan ragu untuk memilih satu dan menggunakannya untuk saat ini.”

Nyonya Wei sangat berterima kasih, tapi Li Jinglong hanya ke sini untuk kunjungan sederhana dan untuk memeriksa anak itu. Dia dan Hongjun pergi, berjalan perlahan di sepanjang jalan.

Hongjun juga tidak berbicara. Angin musim semi bertiup, dan dia merasa bahwa Li Jinglong sepertinya memiliki sesuatu yang membebani pikirannya, jadi dia bergegas dan menarik lengan bajunya. Awalnya, dia hanya ingin memanggilnya, tapi sebaliknya, Li Jinglong justru mengambil tangannya dan mengaitkannya dengan tangannya sendiri, sepuluh jari mereka terjalin.

Jari-jari Li Jinglong sedikit menegang, dan dia berkata pada Hongjun, “Hongjun, katakanlah, apakah Cahaya Hati yang datang padaku adalah masalah yang ditakdirkan?”

Ekspresi Hongjun berkedut, dan dia menjawab, “Ya, itu disebut takdir ba.”

Sebelumnya, dia tidak pernah membahasnya secara rinci, tapi sekarang saat dia memikirkannya, banyak hal-hal sudah terjadi sebagai serangkaian kebetulan keberuntungan sebab dan akibat, satu demi satu setelah yang lain. Pada awalnya, jika dia tidak mengejar Fei Ao itu, maka dia tidak akan bertemu dengan Li Jinglong, dan Cahaya Hati tidak akan rusak. Dan jika dia sudah menyerahkan Cahaya Hati ke keturunan sebenarnya dari keluarga Chen, maka dia mungkin sudah lama dikendalikan sepenuhnya oleh Lu Xu hitam di Dunhuang, dan kemudian membunuh Li Jinglong dan Mo Rigen…

… Semuanya tampak seolah-olah sudah ditentukan oleh langit. Saat Hongjun kembali mengingat sedikit demi sedikit persoalan masa lalunya, dia hanya bisa merasakan bahwa itu misterius dan rahasia. Tapi kata-kata Li Jinglong membuatnya memikirkan bagian ingatannya yang lain.

Masa lalu itu, bahkan hari ini, kabur dan tidak jelas, dan bahkan pelakunya sudah benar-benar terlupakan.

Saat Li Jinglong berjalan, dia terus merenung, dan saat mereka sampai di pintu masuk Departemen Eksorsisme, Hongjun melepaskan tangannya. Li Jinglong membuka pintu, dan Hongjun bergegas untuk mencuci celananya terlebih dulu, berjalan cepat ke halaman.

“Markuis Yadan,” kata suara seorang pria dari dalam halaman. “Kau benar-benar sangat sibuk.”

Hongjun buru-buru berhenti, hanya untuk melihat bahwa ada seseorang yang berdiri di halaman — Yang Guozhong!

Li Jinglong terkejut, dan dia buru-buru berkata, “Kanselir Yang.”

Dari semua anggota Departemen Eksorsisme, hanya Qiu Yongsi yang bisa bertukar kata dengan seorang pejabat. Mo Rigen, Lu Xu, dan Ashina Qiong tidak pernah berbaur dalam politik; belum lagi ini adalah Kanselir Yang, yang hanya menjawab untuk satu orang dan memiliki ribuan orang di bawah komandonya. Sebelumnya, kanselir sengaja mempersulit Li Jinglong, jadi semua orang tahu bahwa Yang Guozhong tidak berdiri di sisi yang sama dengan mereka. Semuanya menghindari bertukar salam dengannya, untuk mencegahnya mendapatkan informasi apa pun dari mereka.

Li Jinglong memberi isyarat agar Hongjun kembali ke kamarnya terlebih dulu, sebelum dia memberi isyarat “silakan” untuk Yang Guozhong. Setelah meminta maaf, dia menyuruh Yang Guozhong menunggu di aula sebentar sementara dia sendiri pergi untuk berganti pakaian dan memakai jubah lain dan menjamu tamunya. Ini adalah pertama kalinya Yang Guozhong menerima perlakuan seperti itu; dari semua pejabat di pengadilan kekaisaran, sampai ke gubernur daerah, siapa di antara mereka yang tidak akan bergegas untuk menunjukkan kesopanan mereka, berlutut di kakinya?

Hanya orang-orang biasa yang sulit diatur di Departemen Eksorsisme ini, yang meremehkan hukum langit dan bumi, benar-benar berani membiarkannya tergantung2 di halaman! Meskipun Li Jinglong benar-benar kembali, dia benar-benar pergi untuk berganti pakaian tanpa ijin padanya! Yang lebih menjijikkan adalah sejak Departemen Eksorsisme dibentuk, departemen itu berada di bawah pengawasan langsungnya, yang berarti bahwa Li Jinglong adalah bawahannya sendiri. Ini benar-benar arogan dan angkuh.

Li Jinglong pergi mengganti pakaiannya tidak lebih dari untuk mengulur waktu untuk dirinya sendiri. Tidak ada kuda atau kereta di gang luar, Yang Guozhong juga tidak memiliki siapa pun yang mengikutinya, jadi tidak ada seorang pun dari Departemen Kehakiman atau Kementerian Hukum yang datang bersamanya. Yang Guozhong datang sendiri, kenapa? Sudah berapa lama dia di sini? Apakah dia datang pagi-pagi sekali? Apakah karena ini A-Tai datang untuk memberitahunya agar cepat kembali…

… Baginya, datang pagi-pagi sekali berarti masalah yang ada sangatlah penting. Beberapa pertanyaan melintas di benak Li Jinglong. Dia membasuh wajahnya, melakukan basuhan sederhana pada tubuhnya di kamarnya, mengancingkan kancing jubah bela dirinya, dan bergegas ke aula.

Ekspresi Yang Guozhong tampak tidak menyenangkan, tapi Li Jinglong pura-pura tidak melihatnya. Dia merentangkan tangannya sedikit, artinya jika Kanselir Junior memiliki sesuatu untuk dikatakan, maka dia harus mengatakannya.

“Aku tebak kau sudah pergi ke Mausoleum Zhao,” kata Yang Guozhong dengan sungguh-sungguh.

“Saya pergi ke sana.” Li Jinglong tidak terkejut sama sekali. Kota ini dipenuhi dengan mata-mata Yang Guozhong, dan gerakannya sendiri tidak bisa disembunyikan darinya.

Yaoguai yang muncul di Kolam Huaqing di Gunung Li, apakah kau sudah sampai ke bagian dasarnya?”

“Belum,” kata Li Jinglong, menggelengkan kepalanya.

Seekor ikan dan seekor peng tiba-tiba terbang keluar dari mata air panas di dekat Istana Huaqing. Menurut apa yang dikatakan penjaga malam, Li Jinglong menyimpulkan bahwa itu kurang lebih adalah dua raja yao, kun dan peng. Karena itu terkait dengan Hongjun, dia belum memutuskan untuk memberitahunya.

“Soal Mausoleum Zhao, apakah ada hubungannya dengan yaoguai?” Tanya Yang Guozhong.

Li Jinglong berpikir dalam-dalam sejenak, alisnya berkerut saat dia memahami Yang Guozhong, sebelum dia berkata, “Sampai sekarang, masih belum jelas.”

Yang Guozhong: “Apa yang muncul di Mausoleum Zhao?”

Li Jinglong: “Kami belum selesai menyelidikinya.”

Yang Guozhong berbalik sedikit, dan dia berkata dengan suara rendah, “Markuis Yadan, situasi saat ini sudah mencapai para kasim. Ulang tahun permaisuri kekaisaran akan tiba, dan kau mungkin tahu apa niat kelompok di tempat censorate3.”

Li Jinglong segera mengerti bahwa Yang Guozhong tidak bisa duduk diam lagi, dan berpikir, sekarang kau takut dimakzulkan? Tapi tepat saat dia baru akan menjelaskan, Yang Guozhong berkata, melafalkan setiap kata, “Apa kau tahu berapa banyak orang yang meninggal di Mausoleum Qian tadi malam?”

Li Jinglong: “!!!”

Yang Guozhong, dengan ekspresi yang tidak terbaca, memperhatikan Li Jinglong sambil melanjutkan. “Aku tebak kalian semua belum mengetahui situasinya. Yah. Dua puluh lima orang yang berjaga di luar Mausoleum Qian semuanya terbantai. Leher mereka dipelintir, dan tidak ada mayat mereka yang dibiarkan utuh.”

Li Jinglong berpikir dalam hati, sial, dia tidak memiliki pilihan selain menghadapi masalah ini secara langsung sekarang. Tapi Yang Guozhong melanjutkan, “Bukankah sudah waktunya bagimu untuk melihatnya secara pribadi malam ini?”

“Saya akan pergi sekarang. Apa yang Yang Mulia katakan tentang ini?” Li Jinglong bertanya sembari bergegas untuk berdiri.

“Berita itu berhenti di Departemen Kehakiman,” jawab Yang Guozhong dengan serius. “Aku tidak peduli metode apa yang kau gunakan, tapi kau harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Yaoguai apa ini?!”

Hari ketujuh belas bulan ketiga, tahun ketiga belas era Tianbao.

Kasus: Hantu meneror Mausoleum Qian

Kesulitan: Tingkat bumi

Lokasi: Mausoleum Qian, di puncak utara Gunung Liang

Orang yang terlibat: Tidak diketahui

Rician kasus: Pada malam hari ke-17 bulan ke-3, yao jahat tiba-tiba muncul di luar Mausoleum Qian di puncak utara Gunung Liang, membantai 25 orang yang berjaga.

Remunerasi: Jika yaoguai tertangkap, keluarga Yang akan memberikan hadiah yang berharga.

Catatan tambahan: Yang Mulia tidak boleh mengetahui hal ini, apalagi orang lain, atau nyawa kita akan melayang!

Li Jinglong segera mengumpulkan bawahannya, sementara Yang Guozhong dengan cepat berjalan keluar, berkata padanya, “Pejabat Cheng Xiao dari Departemen Kehakiman masih menyelidiki kasus Mausoleum Zhao, jadi kau harus mencari cara untuk menangani kasus ini.”

“Kanselir Junior,” jawab Li Jinglong dengan serius. “Nyawa manusia adalah yang paling penting, dan semua yang kita lakukan adalah demi kebenaran.”

Yang Guozhong menarik napas dalam-dalam, seolah ingin mengamuk. Mo Rigen dan yang lainnya keluar, mengirim siluet kepergian Yang Guozhong hanya dengan mata mereka.

“Ikut denganku!” Li Jinglong membawa kelompok itu dengan kuda melewati gang-gang kecil, tapi mereka tidak meninggalkan kota, justru berbelok di tikungan ke toko Anggur A-Tai dan Turandokht.

Begitu A-Tai melihat bahwa semua orang dalam keadaan bersiap, dia tahu ada sesuatu yang sudah terjadi. Dia memasang pelana kudanya untuk pergi bersama mereka, tapi Li Jinglong menyuruhnya untuk tidak khawatir, hanya memerintahkan yang lain untuk masuk ke dalam dan duduk.

“Aku tidak memiliki waktu untuk memanggilmu kembali,” Li Jinglong menjelaskan, “jadi mari kita diskusi di sini sebagai gantinya.”

Turandokht ingin membawakan mereka anggur, tapi A-Tai justru membawakan teh, berkata, “Aku baru saja menerima surat dari Yongsi. Dia hampir kembali, mari kita lihat apa yang dia katakan.”

Di toko anggur, Amber Lanling, Li Jinglong pergi ke ruangan pribadi. Mereka semua duduk, sebelum A-Tai menyuruh Turandokht mengawasi dari luar, memastikan bahwa tidak ada yang mendekat. Li Jinglong kemudian menjelaskan pada mereka apa yang dikatakan Yang Guozhong padanya.

Mo Rigen bergumam, “Apa ada orang lain di sini?”

Mausoleum Zhao adalah tempat Wu Zhao4 dan Li Zhi5 dimakamkan bersama. Sejak makam itu disegel, sangat sedikit orang yang pergi ke sana; setiap tahun, saat Li Longji pergi untuk menghormati leluhurnya, satu-satunya makam yang dia hindari adalah Mausoleum Qian, hanya karena dia masih merasakan kebencian terhadap Wu Zhao di dalam hatinya.

Setelah Ashina Qiong mendengar itu, dia mulai tertawa kecil, berkata, “Apa maksudnya itu? Semua jiwa kaisar di masa lalu sudah keluar untuk menakuti kaisarmu?”

“Oi, lebih berhati-hatilah dengan kata-katamu,” kata A-Tai. “Kami meminjam tempat ini dari kaisar.”

Hongjun berkata, “Aku sangat yakin bahwa pria di Mausoleum Zhao itu adalah Xie Yu.”

“Aku juga bisa memastikannya,” kata Lu Xu.

En.” Li Jinglong mengangguk, dan setelah pertimbangan yang dalam, dia melanjutkan, “Aku juga melihatnya sendiri. Itu memang Xie Yu, atau lebih baik dikatakan, itu adalah bagian lain dari Xie Yu.”

A-Tai melihat ke arah Li Jinglong, yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang sulit untuk dia simpulkan. Dia bergumam pada dirinya sendiri, “Sekarang ini semakin merepotkan…”

“Itu sebenarnya bukan dia,” usul Mo Rigen.

“Kita belum bisa sampai pada kesimpulan,” kata Li Jinglong. “Tapi dengan ini, semuanya menjadi rumit. Jika bukan dia… lalu siapa itu?”

“Apa yang rumit?” Otak Hongjun tidak cukup untuk digunakan di sini, dan dia terus merasa bahwa Mo Rigen, A-Tai dan Li Jinglong, semuanya datang untuk berbagi pemahaman yang aneh bersama, sementara Lu Xu dan dirinya sendiri benar-benar keluar dari lingkaran6.

“Apa yang kalian semua bicarakan?” Setelah melihat bagaimana suasana menjadi sunyi, Hongjun merasa bahwa dia sudah dikucilkan. Tiba-tiba, dia juga merasa sedikit sedih; bahkan jika hubungan dirinya dan Li Jinglong telah berubah, tapi seolah-olah mereka sudah kembali ke waktu saat mereka masih melindunginya dan menjaga segalanya darinya.

Saat perubahan sekilas itu melintasi pandangannya, Li Jinglong segera merasakannya. Dia bergegas untuk mengatakan, “Hongjun, sebenarnya…”

“Tidak apa-apa,” kata Hongjun, bangkit berdiri. “Aku akan merebus air dan membuat teh untuk kalian semua.”

Tapi Li Jinglong meraih lengannya, tidak melepaskannya. Dia ragu-ragu sejenak, seolah-olah dia akan mengambil keputusan, sebelum berkata, “Alasan aku tidak memberitahumu hanya karena aku takut kau akan khawatir.”

Mo Rigen membuat gerakan “kurungan”. Li Jinglong mengerti dan dia mengangguk; itu berarti bahwa setidaknya sampai sekarang, Hongjun tidak terlalu takut pada Xie Yu lagi, jadi memberitahunya tidak ada salahnya.

“Katakan itu ba,” kata Hongjun.

“Dalam beberapa hari terakhir ini, kami terus-menerus mencoba menyimpulkan,” Li Jinglong mengerutkan kening, bersandar di kursi kayu yang terletak di belakang meja, “di mana tepatnya sarang Xie Yu berada. Mungkinkah, seperti Rubah Ekor Sembilan, ia berubah menjadi manusia dan bersembunyi di Kota Chang’an?”

Lu Xu menjawab dengan sungguh-sungguh, “Saat aku berada di Dunhuang, aku mendengar Xie Yu menyebutkan beberapa kali bahwa Rubah Surgawi Ekor Sembilan di Kota Chang’an telah mati, jadi aku asumsikan itu tepat di daerah sekitarnya.”

“Lu Xu dan aku sudah membandingkan informasi kami secara detail,” tambah Mo Rigen. “Kita hanya memiliki informasi itu.”

Baru sekarang Hongjun mengetahui bahwa di mana dia belum mengerti, mereka sudah mengambil tindakan dan mulai menyelidikinya secara rahasia.

“Lalu apa?” tanya Hongjun. “Kesimpulan apa yang kau dapatkan?”

Biasanya, selama Hongjun bisa mendengar kesimpulannya, dia akan baik-baik saja, tapi kali ini, bahkan Li Jinglong sedikit bingung tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Suara langkah kaki datang dari luar, dan Li Jinglong segera berjaga-jaga. Saat mereka mendengar Turandokht berhadapan dengan mereka, semua orang menghela napas. A-Tai bergegas membuka layar, berkata, “Yongsi kembali!”

Hongjun mulai tersenyum. Qiu Yongsi, masih tertutup oleh debu jalanan, masuk ke ruangan pribadi, berkata, “Ay, aku sangat lelah. Saozi, bawakan teh!”

Qiu Yongsi sudah pergi selama beberapa hari, dan Hongjun terus merasa bahwa Departemen Eksorsisme kehilangan sesuatu. Sekarang, akhirnya, semua orang ada di sini.

“Bagaimana kabar Luoyang?” Tanya Li Jinglong.

“Bicarakan masalahmu terlebih dulu,” kata Qiu Yongsi, mengambil secangkir teh dan meminum beberapa tegukan besar. “Setelah kalian semua selesai, aku akan mengisi celahnya.”

“Ada permasalahan besar di Chang’an,” kata Li Jinglong.

“Tidak mungkin ba,” keluh Qiu Yongsi. “Dan di sini kupikir kalian semua duduk di sini, minum anggur dan menyelidiki sebuah kasus bersama-sama.”

Ikan mas yao duduk di paha Hongjun, yang kakinya disilangkan saat dia duduk. Ia berkata, “Er-ge, teruslah berbicara, menurutmu di mana Xie Yu berada?”

Li Jinglong menjawab, “Di sini, di Chang’an, itu kemungkinan yang paling mungkin. Mungkin itu di Istana Xingqing, dan kemungkinan besar juga ada di sisi Yang Mulia.”

“Ah?!” seru Hongjun kaget.

Semua orang terdiam. Lu Xu melirik Li Jinglong, sebelum dia melihat ke Hongjun. Pada saat itu, Hongjun ingat bahwa Lu Xu pernah berbicara tentang “bakat bawaan” tertentu yang dimiliki Li Jinglong. Dia selalu bisa, membuat tebakan yang tampaknya sama sekali tidak masuk akal, dari potongan-potongan informasi yang tersebar yang kehilangan banyak bagian, seperti keajaiban.

“Kenapa kau mengatakan itu?” Hongjun tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

Mo Rigen berkata, “Meskipun ini sangat keterlaluan, tapi saat Zhangshi membicarakannya, aku merasa bahwa itu sangat mungkin.”

“Xie Yu mengetahui situasi di Chang’an seperti punggung tangannya,” kata Li Jinglong perlahan sambil menyesap teh. “Ada dua penjelasan: Pertama, mata-matanya terus menerus melapor kembali padanya, atau kedua, dia tepat berada di Kota Chang’an.”

“Gabungkan itu dengan situasi setelah Rubah Surgawi Ekor Sembilan mati dan suku yao tersebar ke empat arah mata angin, setidaknya ada waktu singkat saat tidak ada lagi yao di kota. Setelah kehilangan Rubah Ekor Sembilan, Xie Yu harus menempatkan mata-mata baru di Chang’an, tapi setelah Rubah Ekor Sembilan mati, aku secara khusus memperhatikan situasi di kota. Tidak ada yang aneh.”

“Setelah meninggalkan Chang’an, pergi ke Liangzhou, dan kembali, aku secara khusus memeriksa catatan di Departemen Kehakiman, dan aku tidak menemukan apa pun yang tidak pada tempatnya.”

“Hongjun, Qing Xiong juga memberitahumu sebelumnya bahwa raja yao ada di Chang’an. Jadi berdasarkan itu, tebakanku adalah bahwa Xie Yu tidak pernah pergi. Dari awal hingga akhir, ia selalu ada di sini.”

Hongjun: “…”

Qiu Yongsi juga mengerti dengan jelas apa yang mulai ditebak oleh Li Jinglong, dan dia menyela. “Jika aku adalah dia, karena Rubah Surgawi Ekor Sembilan sudah memimpin, tidak akan sulit untuk menyembunyikan diriku di sisi Yang Mulia.”

Li Jinglong mengangguk. “Ini kemungkinan besar adalah salah satu pejabat utama pengadilan.”

Hongjun menjawab, “Itu tidak mungkin!”

Meskipun Hongjun tidak mengerti banyak tentang istana kekaisaran Tang yang Agung, dia pergi bersama Li Jinglong untuk menemui banyak pejabat. Jika jiao hitam Xie Yu memang bersembunyi di antara para pejabat, itu akan sangat menakutkan.

“Kita tidak memiliki petunjuk mutlak,” kata Li Jinglong pada Hongjun. “Kita hanya memiliki arah yang tidak jelas. Xie Yu akan sangat, sangat berhati-hati. Pada kenyataannya, tidak masuk akal jika ia mengungkapkan jejak sama sekali.”

Qiu Yongsi mengangguk. “Benar. Begitu ada jejak yang cukup terlihat untuk seseorang merasa di sepanjang sulur melon7, itu berarti masalah sudah muncul.”

“Pikirkan tentang itu,” kata A-Tai. “Bahkan Nyonya Guoguo digantikan. Kesulitan apa akan dihadapi Xie Yu hanya untuk segelintir pejabat pengadilan?”

Saat Hongjun memikirkannya seperti itu, tampaknya itu sangat mungkin. Li Jinglong melanjutkan, “Pada kenyataannya, sejak hari di mana Nyonya Guoguo mati, aku memiliki kecurigaan yang samar.”

“Siapa itu?” tanya ikan mas yao.

“Yang pertama aku curigai adalah Yang Guozhong,” kata Li Jinglong.

Hongjun tidak bisa menahan rasa dingin yang menyapu tulang punggungnya, dan suaranya bergetar saat dia berkata, “Tidak mungkin!”

Dia sudah melihat Yang Guozhong berkali-kali, dan tidak sekali pun dia merasa seolah-olah dia sudah berubah dari seekor yaoguai. Qiu Yongsi, bagaimanapun, berkata, “Itu sangat mungkin. Yaoguai hebat seperti Xie Yu ini memiliki kemampuan untuk berubah menjadi wujud apa pun yang mereka inginkan. Jika exorcist biasa bisa melihat wujud asli mereka, mereka tidak perlu mencoba untuk menyamar lagi.”

“Tapi saat ini, aku merasa sepertinya dia tidak terlalu mungkin,” kata Li Jinglong, mengerutkan kening. “Yang kedua yang aku curigai adalah Gao Lishi.”

“Sepertinya bukan,” kata Qiu Yongsi sambil menggelengkan kepalanya.


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya 

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Monyet, dengan penuh kasih sayang.
  2. Menunggu tanpa ada perlakuan dari tuan rumah.
  3. Seorang Yushitai (Censorate) awalnya dibuat untuk protes terhadap kaisar dan kritik kebijakan, tapi semakin menjadi instrumen pengadilan itu sendiri dan alat untuk menghilangkan anggota birokrasi lainnya.
  4. Permaisuri Wu Zetian.
  5. Kaisar Gaozong, yang menyerahkan gelarnya pada istrinya, Wu Zetian.
  6. Gak paham sama sekali.
  7. 顺藤摸瓜, mengikuti alur pemikiran untuk sampai pada dasar masalah.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments