English Translator: foxghost @foxghost tumblr/ko-fi (https://ko-fi.com/foxghost)
Beta: meet-me-in-oblivion @meet-me-in-oblivion tumblr
Original by 非天夜翔 Fei Tian Ye Xiang


Penerjemah Indonesia: Rusma
Proofreader: Keiyuki17


Buku 5, Bab 45 Bagian 1


Keesokan harinya, Duan Ling menerima berita yang sama sekali tidak terduga.

Pasukan Komando Utara yang berjumlah lima puluh ribu orang telah memasuki Jiangzhou, tetapi belum memasuki pusat kota. Sebaliknya, mereka menempatkan diri di distrik luar kota, tepat di luar Sungai Yu yang mengelilingi Jiangzhou.

Mu Qing belum bangun saat tiba waktunya untuk sarapan. Dibandingkan pertemuan mereka malam sebelumnya, Mu Kuangda tampak sedikit lebih sigap. Setelah Duan Ling mengambil bubur polos dari pelayan, dia memerintahkan para pelayan untuk keluar dari ruangan, sementara Wu Du menutup pintu dan dengan setia berjaga di luar.

“Seseorang menasihati penipu itu,” kata Mu Kuangda, alisnya sedikit terangkat. “Itu mungkin Feng Duo.”

“Siapa Feng Duo?” Duan Ling bertanya dengan sungguh-sungguh.

“Ahli strategi Penjaga Bayangan,” jawab Mu Kuangda. “Penjaga Bayangan telah dikirim, itu agak mencurigakan. Tapi Chang Liujun tidak ada di sini jadi aku belum bisa mendapatkan informasi apa pun. Apa yang sedang dilakukan orang itu?”

“Suruh Wu Du pergi melihat apa yang mereka lakukan,” saran Duan Ling.

“Tidak perlu. Fokus pada pekerjaanmu sendiri. Jinzhi ada di istana jadi jika aku benar-benar ingin mengetahuinya, aku akan mencari jalannya.”

“Apa yang sebenarnya dia pikirkan?” kata Duan Ling.

“Dia ingin kita mengendalikan faksi sekretariat Su Fa,” kata Mu Kuangda dengan tenang. “Dia ingin Han Bin berada di sisinya. Dengan begitu, jika Xie You berbalik melawannya, dia masih memiliki seseorang yang bisa dia andalkan. Jika Han Bin menginginkan kekuasaan, maka dia harus melakukan sesuatu terhadap Xie You. Jika dia menggunakan Han Bin untuk menyingkirkan Tuanmu – aku – dan kemudian menyingkirkan Xie You, maka dia akan sepenuhnya aman.”

“Tapi dia juga akan menjadi boneka Han Bin.”

“Ini lebih seperti mati dan dikuburkan di kuburan tanpa nama ketika rencana jahatnya terungkap,” kata Mu Kuangda. “Aku pernah berpikir untuk membiarkan dia hidup dan membantunya naik takhta, tapi orang ini terlalu tidak patuh.”

Duan Ling mengangguk. Mu Kuangda berpikir sejenak, lalu berkata, “Sudahlah. Sebaiknya kau pergi menemui Xie You saja. Ayo dorong Yao Fu keluar dari permainan ini terlebih dulu. Kita akan mengurusnya satu per satu.”

“Tentu.”

“Secara umum, katakan saja padanya apa yang aku katakan tadi malam,” Mu Kuangda menambahkan, “Setelah menghabiskan sepanjang malam memikirkannya, aku pikir ada beberapa bagian yang perlu kita ubah.”

Mu Kuangda membahas apa yang dikatakan Duan Ling ketika dia melihat Xie You, dan Duan Ling menghafal setiap poin satu per satu. Akhirnya, Mu Kuangda menyuruhnya melafalkan semuanya lagi, dan Duan Ling membuktikan bahwa dia mampu melakukannya sebelum Mu Kuangda berkata, “Pergilah.”

Ketika Duan Ling dan Wu Du keluar dari kediaman, mereka melihat seseorang menunggu di bawah tenda yang tampak seperti prajurit tetapi tidak terlihat seperti orang selatan. Begitu keduanya pergi, orang itu masuk ke dalam untuk menemui Mu Kuangda.

Itu pasti adalah utusan Han Bin, tidak diragukan lagi. Duan Ling menatap Wu Du, dan Wu Du membalasnya dengan anggukan sadar.

Kediaman Mu telah menyiapkan kereta untuk mereka dengan kusir tua yang bisu serta tuli untuk mengantar keduanya ke kediaman resmi militer Xie You. Duan Ling bertanya dengan tenang di dalam gerbong, “Apa yang harus kukatakan?”

Meskipun mereka tidak khawatir akan disadap, Wu Du tetap berbisik dengan bibir menempel di telinga Duan Ling, “Yang Mulia berkata, tidak ada salahnya memberi tahu Xie You tentang dia. Juga, katakan padanya untuk berhati-hati terhadap Han Bin. Bersiaplah untuk melenyapkan Han Bin kapan saja.”

Setelah mengatakan itu, Duan Ling akhirnya bisa menenangkan pikirannya.


Bagian dalam kediaman resmi Xie You sangat sederhana. Pria ini memegang posisi penting di Jiangzhou dan telah memegang kendali atas cabang utama militer selama bertahun-tahun, namun dia tetap hemat dan pekerja keras seperti biasanya. Dia tidak pernah menikah atau memiliki anak sepanjang hidupnya.

Duan Ling merasa sangat gugup saat hendak bertemu Xie You; ini adalah pertemuan formal pertama mereka dalam situasi seperti ini, dan ini juga menyangkut hal yang penting, itu membuatnya merasa seolah-olah drum sedang dimainkan di dadanya.

Tetapi saat penjaga Zirah Hitam mengetahui bahwa orang yang datang berkunjung adalah “Wang Shan”, mereka tidak memberikan tanda-tanda bahwa ada orang yang ingin mempersulit kunjungan ini. Mereka membiarkan dia serta Wu Du lewat, dan menyuruh mereka menunggu di aula utama sementara kunjungan mereka diumumkan kepada Xie You.

Namun, begitu pembawa pesan itu pergi, mereka menghilang selama seperempat jam penuh. Duan Ling hanya merasa tidak nyaman, bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Xie You. Ketika Xie You bergegas masuk ke ruangan, sudah hampir satu jam.

Dia tidak mengenakan zirah hari ini tetapi justru mengenakan pakaian seniman bela diri hitam, dan begitu dia masuk ke dalam ruangan, dia mengusir para penjaga dari tempat tersebut.

Sebelum Duan Ling sempat mengatakan apakah kita boleh berbicara secara pribadi, Xie You berkata kepadanya, “Aku tahu kau akan kembali.”

Duan Ling berpikir, kenapa semua orang tahu aku akan kembali? Apakah sudah jelas?

“Begini, Jenderal…” Duan Ling memulai.

Xie You melangkah maju. “Kau adalah putra Duan Xiaowan.”

Itu adalah hal yang benar-benar mengejutkan untuk didengar, dan setelah beberapa saat kebingungan, dia berkata, “Jenderal Xie, kau sudah mengetahui segalanya?”

Dengan mata berbingkai merah, Xie You berkata pelan, “Di mana ibumu dimakamkan?”

“Dia… dimakamkan di pemakaman bukit… di luar Runan.” Dalam sekejap, masa lalu dimunculkan ke permukaan untuk Duan Ling, membuatnya benar-benar linglung.

“Sebelum ayahmu pergi, dia memintaku untuk memindahkan peti matinya kembali ke sini dan menguburkannya di makam kekaisaran bersamanya.”

“Aku… Setelah semuanya beres di sini, aku akan melakukannya sendiri.”

Benar-benar hening untuk sesaat; Duan Ling dan Xie You masing-masing tenggelam dalam serangkaian emosi mereka yang rumit, dan untuk sesaat, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Lama sekali berlalu sebelum Duan Ling berkata, “Bolehkah aku memanggilmu Paman Xie?”

Tatapan Xie You menjadi serius sekaligus sedih saat dia menoleh ke arah Duan Ling, dan akhirnya, dia mengangguk.

“Bagaimana kau bertemu ibuku?” Duan Ling bertanya.

“Selatan Sungai Kuning, saat bunga persik bermekaran, aku hanya melihatnya sekali.” Suara Xie You serak dan rendah. “Apakah ayahmu benar-benar mendiang kaisar? Kau tidak boleh membohongiku.”

Duan Ling tersenyum. Dia mengangguk dan meraih ke dalam pakaiannya untuk mencari lengkungan giok, menyerahkannya kepada Xie You. Xie You mengambilnya dan mengundang Duan Ling untuk duduk di sebelahnya. Dia memeriksa lengkungan giok itu dengan hati-hati sebelum akhirnya menyerahkannya kembali kepada Duan Ling.

“Ini adalah lengkungan Yang. Pemiliknya dapat memerintah istana kekaisaran, sedangkan yang lainnya adalah lengkungan Yin, yang pemiliknya dapat menyatukan dunia di luar pemerintahan.  Jika aku benar, ini mungkin yang dipakai pamanmu ketika dia masih hidup.”

“Apakah perbedaan itu penting?” Duan Ling bertanya.

“Tentu saja. Ketika ayahmu datang untuk meminjam pasukan dariku, dia memegang lengkungan Yin, jadi menurut aturan, aku tidak boleh mengirim pasukan untuk membantunya, tapi dia memberitahuku bahwa lengkungan Yang ada di tanganmu, bahwa kau adalah penguasa masa depan dan dia hanya memegangnya sebagai kepercayaan – sehingga membuatku tidak punya pilihan selain mengirim pasukan.”

Duan Ling menatap kata-kata alam yang makmur di lengkungan itu dan teringat bahwa yang diberikan Lang Junxia bertahun-tahun yang lalu sebenarnya adalah lengkungan yang lain, diukir dengan kata-kata kekaisaran yang agung, dengan pasangan yang terbagi menjadi yin dan yang. Ketika ayahnya datang ke Shangjing, dia telah menukar lengkungan mereka. Duan Ling sekarang baru mengetahui apa maksud semua itu.

“Siapa yang membuat ini?” Duan Ling bertanya.

“Tujuh ratus tahun yang lalu, itu dulunya merupakan harta karun altar1Ada takhayul bahwa menyimpan benda keramat di dalam rumah tangga akan membuatnya tetap aman. Benda tersebut mungkin saja berada di atas altar, tetapi itulah cara termudah untuk menyampaikan ide tersebut jika kalian tidak pernah membaca catatan ini. dari sekte seni bela diri yang disebut ‘Paviliun Matahari’. Menurut legenda, saat itu adalah masa-masa perang yang penuh masalah, dan Dewa Tertinggi Surga Haotian2Lima dewa tertinggi di surga, yang dikonseptualisasikan sebagai dewa tunggal. melemparkan sepotong batu giok serta pedang yang dapat menekan iblis ke dunia fana. Batu-batu tersebut ditransmisikan ke dalam meteor yang menghantam bumi untuk menenangkan energi jahat dan membersihkan hati manusia dari kejahatan. Pedang ini kemudian diperoleh oleh seorang pengrajin ahli dari Paviliun Matahari, dan mereka mengukir batu giok bintang menjadi ornamen batu giok tunggal di dunia. Pedang tersebut juga ditempa menjadi pedang logam bintang ‘Tanpa Nama’. Keduanya diwariskan kepada keturunan paviliun.”

“Setiap kali kekacauan terjadi di dunia, para pejabat dewa dari bintang utama akan meninggalkan posisi mereka di langit dan jatuh ke dunia fana untuk mengikuti batu giok bintang, sehingga mereka dapat membawa stabilitas ke daratan dan meredakan kesedihan dunia. Pada masa Dinasti Jing, hiasan batu giok bintang jatuh ke tangan Kaisar Zhenzong, sedangkan Bela Diri Agung Bai Ziyuan menerima Tanpa Nama, dan dengan demikian diwariskan dari generasi ke generasi.”

“Kemudian, ketika suku-suku asing menyerbu dan para bangsawan melarikan diri ke selatan, ornamen batu giok juga ikut terbawa ke selatan. Dan ketika Kaisar Yingzong merebut kembali wilayah utara, ornamen ini dibawa keluar dari kekaisaran. Pada masa Dinasti Liang, ornamen ini dikembalikan ke dataran tengah. Pada hari jatuhnya Liang Agung, He Yun mengambil Jinling3Jinling adalah nama kuno untuk Nanjing, dan berarti “bukit emas”, yang merupakan bukit emas yang sama dari puisi karya Liu Yuxi.. Pemegang pedang Tanpa Nama, Pengawal Kekaisaran Zheng Hang, membunuh Kaisar Liang Xiaozong sebelum bunuh diri. Dan pada hari ketika Tanpa Nama membunuh tuannya, pedang ini juga membelah ornamen giok menjadi dua.” Xie You berkata dengan tenang, “Dua belas tahun kemudian, He Yun terbunuh, dan dua potong lengkungan giok itu berakhir di dunia sekali lagi. Pedang Tanpa Nama jatuh ke tangan klan Zhang dari Xichuan, dan ketika kekaisaran diserahkan kepada pendiri Yu, lengkungan giok kembali ke istana kekaisaran sekali lagi.”

“Setelah itu,” kata Duan Ling, “suku-suku asing menyerang lagi, Dinasti Yu jatuh, pedang Tanpa Nama jatuh ke tangan Xiongnu dan ditempa ulang oleh seorang pandai besi budak dari Rouran menjadi tiga pedang…”

“Benar. Itu adalah sejarah kuno, yang sudah lama tertutup; Wanlifu yang menang mengambil kembali pedang Tanpa Nama, dan dengan demikian mendiang kaisar mendapatkan lengkungan giok.”

Tiba-tiba terpikir oleh Duan Ling bahwa jika lengkungan giok itu milik Putra Langit, maka itu seharusnya adalah milik kakeknya. Jadi kenapa kedua potongan lengkungan giok itu ada di tangan ayahnya? Selain itu, dia sepertinya tidak pernah mengembalikannya ke istana kekaisaran.

Begitu dia menyadari hal ini, Duan Ling merasa kaget di dalam hatinya — tetapi sekali lagi dia juga merasa semua itu bisa dimengerti.

Mengetahui ayahnya, dia pasti berpikir bahwa Chen Agung seharusnya menjadi miliknya — dia akan menjadi kaisar masa depan, oleh karena itu dia menolak untuk menyerahkan lengkungan giok tersebut. Yang harus dia lakukan hanyalah menunggu ayahnya meninggal sebelum dia dapat mewarisi takhta secara sah.

Dan mungkin karena alasan inilah dia dijebak oleh Zhao Kui serta Mu Kuangda, dan Kakek juga sangat tidak senang padanya, oleh karena itu dia menutup mata ketika mereka mengarang tuduhan terhadap Ayahnya.

Duan Ling tidak bisa menahan rasa dingin di punggungnya, dan dia menghela nafas dalam hati.

“Ketika kami masih muda, kami semua sama-sama sombong, egois. Seolah-olah seluruh wilayah ini, seluruh kerajaan ini berada di tangannya sendiri, dan ketika menyangkut apa yang seharusnya menjadi miliknya, dia tidak akan pernah melepaskannya. Satu kata darinya bisa menyelamatkan sepuluh ribu orang, dan bisa membunuh sepuluh ribu orang dengan mudah. Dalam hal ini kau tidak seperti ayahmu; kau seperti Xiaowan. Kau cukup murah hati. Itu hal yang sangat bagus.”

Saat Duan Ling mengangkat matanya untuk menatap mata Xie You, mereka berdua memahami bahwa pihak lain sedang memikirkan masalah yang sama. Jadi ketika kepemimpinan militer ayahnya diambil darinya, Xie You tidak hanya seharusnya tidak mengirimkan pasukan untuk membantunya, dia juga seharusnya bergabung dengan Zhao Kui dalam memusnahkannya.

Untungnya, pada akhirnya, Zhao Kui tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan menyandera kaisar lama dalam upaya untuk merebut takhta, sehingga menyelamatkan Xie You dan Li Jianhong dari perselisihan yang tak terhindarkan.

Tidak ada yang baik dari semua itu – itulah satu-satunya ratapan Duan Ling. Tetapi tidak peduli apa yang akhirnya dilakukan ayahnya, bahkan jika dia adalah seorang penguasa yang tidak mampu yang mengambil pajak dari rakyat secara paksa, bahkan jika dia adalah seorang pembunuh kaisar yang jahat dan haus darah, bagi Duan Ling, Li Jianhong tetaplah ayahnya. Dia akan selalu menjadi orang yang memberinya kehidupan baru di bawah pohon persik yang sedang mekar.

Secara bijaksana, Xie You tidak memperluas topik ini. Dia melanjutkan, “Setelah jatuhnya Shangjing, Wuluohou Mu membawa kembali putra mahkota, zirah kekaisaran, serta kedua bagian lengkungan giok4Ini adalah sebuah kesalahan, entah kesalahan Feitian atau Xie You. Lang Junxia membawa kembali Cai Yan, lengkungan giok Duan Ling, dan Wanlibenxiao, karena dia jelas tidak kembali ke Shangjing setelah menemukan Cai Yan. Wu Du membawa kembali tubuh, zirah, dan lengkungan giok Li Jianhong.. Karena putra mahkota harus memimpin Penjaga Bayangan serta empat pembunuh besar, dia diberi lengkungan Yin, sedangkan Pangeran Keempat mempertahankan lengkungan Yang dan naik takhta sebagai kaisar.”

Sinar matahari masuk ke dalam ruangan, jatuh ke lengkungan giok itu. Negara ini telah menyaksikan sejarah selama tujuh ratus tahun, bagaimana dunia berubah — melalui kekacauan perang, melalui kemakmuran dan masa-masa indah, kehebatannya tetap sama.

Dia bertanya-tanya berapa banyak kaisar yang pernah memilikinya; ada yang telah mencapai banyak hal, menjalankan proyek-proyek besar dan memerintah kekaisaran dengan tangan yang bijaksana, namun ada juga yang kehilangan amanat surga. Dan sekarang, itu telah menjadi miliknya.

“Apakah aku juga merupakan inkarnasi dari rasi bintang?” Duan Ling bertanya.

“Sekarang, aku tidak tahu,” jawab Xie You sambil tersenyum, “itu hanya legenda. Zirah Hitam juga didirikan oleh salah satu pemegang ‘Tanpa Nama’.”


KONTRIBUTOR

Rusma

Meowzai

Keiyuki17

tunamayoo

Leave a Reply