Penerjemah : Keiyuki17
Editor : Jeffery Liu


“Begitu aku melihat Youduo, aku tahu bahwa dia sudah meminum darah Dewa Iblis.” Lu Ying berkata, “Tujuan Shi Hai mengirimnya ke sini adalah untuk menggunakan identitasnya untuk membangunkan leluhur Xiongnu yang sedang tidur di Gunung Carosha yang sudah mati selama bertahun-tahun, kemudian memimpin prajurit mayat hidup ini ke Selatan. Dengan sedikit kekuatan terakhir yang tersisa, aku menundukkan Youduo dan membuatnya tertidur sebentar… lalu mencari orang-orang di bawah Chi Le Chuan…”

Xiang Shu berkata, “Itu adalah saat pertama kali kita bertemu.”

“Ya.” Lu Ying dengan paksa menarik napas dalam-dalam, dia hampir mencapai batasnya. Dia dengan tenang berkata, “Tapi Shulü Kong, kamu adalah anak baik yang peduli pada makhluk hidup di dunia ini.Kamu tidak kembali ke Carosha denganku. Aku hanya tidak menyangka bahwa pada akhirnya, kamu akan benar-benar menjadi Pelindung dari seorang pengusir setan. Bisa dilihat bahwa tidak ada yang bisalolos dari apa yang tertulis di bintang-bintang.”

Chen Xing terus bertanya, “Apa yang terjadi setelahnya?”

Lu Ying berkata, “Setelah itu… kekuatanku terus melemah. Pada akhir musim gugur tahun ini, Sima Yue datang lagi. Dia mengendalikan burung gagak yang memakan makanan busuk dan mulai menyerang Hutan Rusa Putih, yaitu, tempat ini. Aku tidak memiliki pilihan selain menyerah pada Xiongnu dan Youduo dan menyegel lembah. Jadi, Youduo memimpin semua Xiongnu yang masih hidup untuk membebaskan diri dari pengekanganku, lalu meninggalkan Carosha dalam semalam.”

“Sima Yue tampaknya sudah diperintahkan untuk datang ke sini dan mencemari tanah ini.” Lu Ying berkata dengan lembut, “Xiao Shan kuusir dari gunung. Aku ingin dia pergi untuk mencari kelangsungan hidup di tempat lain, tapi untuk menyelamatkanku, dia terus mengitari pinggiran gunung. Pada akhirnya, dia berbelok ke Selatan dan secara tidak sengaja bertemu dengan kalian.”

Xiao Shan menatap Lu Ying, jelas, dia tidak mengerti apa yang mereka katakan.

Lu Ying melanjutkan, “Xiao Shan menilai bahwa Raja Akele adalah senior Youduo dari pakaian yang dia kenakan, jadi dia membawanya kembali. Saat berkeliaran di luar lembah, Sima Yue muncul dan mengalahkan Xiao Shan. Dia merebut senjata Xiao Shan dan juga menyambar Raja Akele. Xiao Shan menjadi sangat cemas, lalu akhirnya bertemu dengan kalian berdua.”

Chen Xing menghela napas dan memandang Xiao Shan, berkata, “Itu pasti juga tidak mudah bagimu.”

Xiao Shan mengeluarkan beberapa suara “aowu” seperti serigala kecil. Dia menarik Chen Xing untuk lebih dekat ke Lu Ying, lalu menunjuk ke bagian tubuh Lu Ying yang busuk, memberi isyarat padanya untuk merawat Lu Ying.

Xiang Shu berkata, “Sekarang Sima Yue juga sudah melarikan diri. Melihat ke arah mana dia pergi, dia mungkin saja menuju ke Chi Le Chuan. Krisis Carosha harus diselesaikan, tapi kita harus kembali secepat mungkin.”

Sebagian dari keraguan Chen Xing akhirnya sudah terselesaikan, tapi yang menyertainya adalah lebih banyak misteri. Untuk sesaat, ada banyak kejadian rumit yang saling terkait satu sama lain yang membuatnya sedikit bingung, terutama saat dia memikirkan musuh sebenarnya adalah Chiyou…

“Ayo pergi ba.” Chen Xing merasa sangat khawatir. Mereka membutuhkan waktu sekitar sepuluh hari untuk mencapai Chi Le Chuan dari sini. Tepat saat mereka akan mengucapkan selamat tinggal, Xiang Shu mencengkeram kerah bajunya dan membuatnya berdiri dengan benar. “Dimana Mutiara Dinghai?” Tanya Xiang Shu.

Saat itulah Chen Xing teringat — dia hampir melupakan hal yang paling penting!!

“Mutiara Dinghai?” Lu Ying mengerutkan keningnya.

“Sekitar 300 tahun yang lalu,” Xiang Shu berkata, “Apa ada pengusir setan Han yang pernah datang ke sini?”

Chen Xing berpikir bahwa Xiang Shu beruntung masih teringat tentang Mutiara Dinghai. Kepalanya berputar karena semua pikirannya tentang kebangkitan Chiyou, dan sekarang dia dengan cepat mengesampingkan semuanya sebelum bertanya, “Berapa banyak yang kamu ketahui tentang Keheningan Semua Sihir?”

Lu Ying tiba-tiba tampak bingung. Dia berkata, “Pengusir setan… orang itu? Aku tidak terlalu memperhatikannya, tapi mungkin sebenarnya ada kaitannya.”

Chen Xing tidak berani untuk mengganggu Lu Ying. Dia memiliki sensasi yang mengganggunya, bahwa masih ada yang aneh tentang semua ini. Setelah Lu Ying diam selama beberapa saat, dia berkata, “Bagaimana kalian berdua mengetahui tentang Zhang Liu?”

“Zhang Liu.” Chen Xing juga sangat bingung saat dia berkata, “Apa itu adalah namanya?”

Tapi Xiang Shu bisa melihat bahwa Lu Ying juga memiliki keraguan. Dia menunjuk ke Chen Xing dan berkata, “Jelaskan semuanya dengan benar.” Jadi Chen Xing menceritakan proses dimana dia menemukan buku catatan di Departemen Pengusiran Setan pada Lu Ying secara rinci. Setelah itu, Lu Ying berkata, “En, memang ada orang seperti itu, tapi aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas lagi…”

“Mari kita bicarakan tentang Keheningan Semua Sihir terlebih dulu.” Saat ini, itu adalah peristiwa terpenting bagi Chen Xing. Jika Qi spiritual dari langit dan bumi bisa dipulihkan, Lu Ying mungkin juga bisa disembuhkan. “Karena kamu sudah hidup selama lebih dari 400 tahun, kamu pasti pernah mengalami periode itu. Bisakah kamu memberi tahuku apa yang menyebabkan  Qi spiritual dari langit dan bumi menghilang dalam semalam?”

Lu Ying tetap diam. Hanya setelah waktu yang cukup lama, dia tiba-tiba berkata, “Ya, Qi spiritual dari langit dan bumi menghilang begitu saja. Deduksi apa yang kamu miliki tentang fenomena itu?”

Chen Xing menjawab, “Beberapa orang mengatakan bahwa Gerbang Xuan ditutup.”

“Selain itu?” Lu Ying masih berpikir, terlihat sedikit lebih bersemangat.

Chen Xing mengangkat bahunya, telapak tangannya terangkat. Lu Ying menatap Chen Xing, lalu berkata dengan lembut, “Apa kamu tahu bagaimana cara manusia mengontrol harta sihir? Meskipun sekarang semua harta sihir di dunia tidak berfungsi dengan baik, aku mungkin bisa menjelaskan cara kerjanya untuk kalian berdua…”

Chen Xing mengetahui hal ini dengan sangat jelas tanpa perlu dijelaskan oleh Lu Ying. Dia melanjutkannya dari Lu Ying, “Karena semua harta sihir hanya bisa digunakan setelah Qi spiritual dari langit dan bumi terkumpul. Misalnya, saat seseorang menggunakan Cerimin Yin Yang, Qi spiritual harus dipanggil dari langit dan bumi sebelum cermin itu bisa diaktifkan. Ini memiliki prinsip yang sama dengan suku yao yang menghisap Qi spiritual untuk berkultivasi. Itulah kenapa beberapa harta sihir yang penuh dengan kekuatan, seiring berjalannya waktu, memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi manusia.”

“Tepat sekali.” Lu Ying berkata dengan lega, “Bukan hanya kalian para manusia yang merugi karena Keheningan Semua Sihir, tapi hal itu juga sudah membingungkan kami untuk waktu yang lama. Selama 300 tahun, kami tidak bisa mengkonsumsi Qi spiritual apa pun. Tapi hari ini, setelah mendengarmu mengatakan ini, tiba-tiba hal itu menjawab pertanyaan yang kumiliki selama bertahun-tahun. Mungkin… en…”

Chen Xing buru-buru berkata, “Beri tahu kami ah!”

Lu Ying perlahan berkata, “Meskipun kami para yao tidak memahami dunia sebaik kalian para pengusir setan, dan tidak tahu apa benar-benar ada yang disebut dengan ‘Gerbang Xuan’ atau di suatu tempat dimana itu berada, namun… pernahkah kamu mempertimbangkan lenyapnya Qi spiritual bukanlah hasil dari penutupan Gerbang Xuan, tapi karena sebuah harta sihir menyerap semua Qi spiritual dari langit dan bumi ke dalam harta itu sendiri?”

Chen Xing: “……..”

Chen Xing tiba-tiba sedikit tersesat. Dia secara tidak sadar berkata, “Apa itu mungkin? Ini… harta sihir macam apa yang bisa menampung semua Qi spiritual dari langit dan bumi? Itu… itu terlalu tidak masuk akal ba!”

Chen Xing memandang Xiang Shu. Xiang Shu tidak mengerti satu pun tentang hal ini dan hanya memberi isyarat padanya untuk terus bertanya, tapi Chen Xing benar-benar terperangah. Saat dia melihat ke arah Lu Ying, terpampang ekspresi serius di wajah Lu Ying.

“Hampir 300 tahun yang lalu…”

“Tunggu!” Chen Xing berkata, “Tunggu dulu! tahan!”

Meskipun dugaan itu cukup konyol, itu adalah satu-satunya kemungkinan!  Karena Chen Xing tiba-tiba teringat bagian teks di buku catatan itu —

— Keheningan Semua Sihir ditakdirkan untuk menjadi tujuan akhir semua Pengusir Setan, hanya Mutiara Dinghai yang bisa melepaskan ledakan dahsyat Qi spiritual…

Semua darah di tubuh Chen Xing menjadi dingin. Dia bergumam, “Qi Spiritual… semuanya ada di dalam Mutiara Dinghai!”

“Mutiara Dinghai.” Lu Ying berkata, “En.. 7 bulan setelah Zhang Liu tiba di Carosha, Keheningan Semua Sihir terjadi. Jika kamu tidak bertanya tentang hal itu, aku tidak akan pernah berpikir…”

“Apa tujuan Zhang Liu datang ke sini?” Tanya Xiang Shu.

Lu Ying menjawab dengan lembut, “Dia ingin menemukan harta karun yang terkubur di gunung ini – mutiara naga.”

Lu Ying mendongak. Malam yang panjang sudah berlalu, kabut pagi yang penuh teka-teki membuat segalanya tampak redup. Cahaya matahari pagi terjatuh di bumi, dan kabut perlahan surut. Melihat keluar dari dalam lembah, sosok Carosha yang tinggi dan agung bisa dilihat. Makna di dalamnya terbukti dengan sendirinya.

“Mutiara naga dari Dewa Naga Zhuyin.” Chen Xing berkata, “Pasti itu.”

“Dia berkata padaku,” Lu Ying berkata dengan ringan, “bahwa dia ingin menggunakan mutiara naga itu untuk mencapai sesuatu yang sangat sulit.”

“Apa itu?” Tanya Xiang Shu.

Lu Ying menggelengkan kepalanya dan melanjutkan, “300 tahun yang lalu, kami baru saja bertemu sebentar jadi kami tidak banyak berbicara satu sama lain.”

“Manusia bisa berencana, tapi Surga yang memutuskan… seseorang hanya bisa melakukan yang terbaik. Perubahan dunia manusia terjadi hanya dengan menjentikkan jari. Keuntungan apa yang akan diperoleh dari semua perencanaan yang dilakukan setelah satu kali berhasil?” Chen Xing bergumam, “Dia menemukan Mutiara Dinghai di Carosha, lalu menggunakannya untuk menyerap semua mana di dunia dan menyimpannya di dalam harta sihir itu… apa yang ingin dia capai?”

Xiang Shu berkata, “Bisakah kamu memberitahu kami di mana Mutiara Dinghai dulu berada?”

“Itu ada di gua pohon ini.” Lu Ying berkata, “Tahun itu, pulau kecil ini adalah kediaman dewa serigala.”

Xiang Shu dan Chen Xing melihat ke arah gua pohon secara bergantian. Tidak ada yang aneh tentang itu. Chen Xing berkata, “Bukankah mutiara naga Zhuyin akan menjadi sangat besar? Itu seharusnya sebesar rumah ba. Zhuyin sudah sangat besar bahkan bisa berubah menjadi pegunungan… tapi karena itu harta sihir, bukan tidak mungkin untuk mengecil atau membesar… tunggu, aku masih memiliki beberapa pertanyaan untuk ditanyakan… bagaimana dewa serigala mendapatkannya?”

Lu Ying melanjutkan, “Dia secara tidak sengaja menemukannya di suatu tempat yang jauh di dalam hutan, lalu menggigitnya dan membawanya padaku sebagai hadiah. Itu tampak sangat indah dan cantik bagiku, jadi aku menyimpannya.”

“Digunakan untuk apa harta sihir itu?” Xiang Shu menanyakan pertanyaan kunci yang lainnya.

Lu Ying memikirkannya, lalu menggelengkan kepalanya. “Aku tidak yakin, mungkin itu ada hubungannya dengan kekuatan naga Zhuyin.”

Xiang Shu melanjutkan, “Karena kamu tidak tahu untuk apa itu digunakan, bagaimana kamu tahu itu bisa menyimpan semua Qi spiritual dari langit dan bumi?”

Lu Ying berkata, “Peninggalan dari zaman kuno ini adalah milik Dewa Naga; bahkan mustahil bagi manusia untuk menyentuhnya. Tapi begitu itu dipaksa untuk diaktifkan, kekuatan Dewa Naga harus disuntikkan ke dalamnya. Tingkat kekuatan ini tidak bisa ditandingi oleh harta sihir biasa, jadi kekuatan yang dibutuhkan untuk mendorongnya juga akan lebih kuat dari biasanya.”

Chen Xing bergumam, “Zhuyin membuka matanya sebagai siang, dan menutup matanya sebagai malam. Pengaruh Mutiara Dinghai seharusnya ada hubungannya dengan waktu. Setelah Zhang Liu memperoleh Mutiara Dinghai, dia akan membutuhkan banyak kekuatan untuk mengaktifkannya.”

“Mungkin.” Lu Ying menghela napas lega. “Tanggung jawab mengikuti semua ini masih harus kalian berdua tanggung, Pengusir Setan, Dewa Bela Diri Pelindung.”

Chen Xing dan Xiang Shu terdiam untuk waktu lama. Bisa dikatakan, bahwa mereka mendapat beberapa keuntungan dengan datang ke Carosha – mereka setidaknya sudah menyelesaikan keraguan tentang Mutiara Dinghai. Tapi setelah mendapatkannya di sini, kemana Zhang Liu membawanya?

Lu Ying berkata, “Jika aku cukup lancang, aku memiliki permintaan untuk kalian berdua. Aku berharap kalian berdua bisa memenuhi keinginanku ini.”

Lu Ying mencoba untuk berdiri dan Chen Xing segera berkata, “Kamu harus istirahat di sini! Setelah kita melepaskan Qi spiritual di langit dan bumi, aku akan kembali dan menemukan cara untuk mengobati luka-lukamu dengan Cahaya Hati.”

“Aku tidak bisa menunggu sampai saat itu.” Lu Ying berdiri sambil memegangi pohon layu di belakangnya. Xiao Shan segera berdiri bersamanya, tampak kebingungan. Dia menarik lengan baju Chen Xing memintanya untuk membantu.

Chen Xing tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Lu Ying dan hanya bisa berkata, “Aku akan melakukan yang terbaik.”

Chen Xing dengan paksa menyalakan Cahaya Hatinya dan menekankannya ke dada Lu Ying. Lu Ying diselimuti oleh cahaya putih, tapi separuh tubuhnya yang busuk tidak bisa dipulihkan. Dia berkata sambil tersenyum, “Terima kasih, sekarang aku merasa jauh lebih baik.”

“Tidak.” Chen Xing berkata, “Lu Ying, pasti ada cara, kamu…”

Lu Ying berlutut untuk melakukan kowtow1, berkata, “Aku ingin mempercayakan Xiao Shan pada kalian berdua untuk saat ini.”

Chen Xing: “!!!”

Xiang Shu sepertinya sudah tahu Lu Ying akan mengatakan ini sejak lama. Dia terus berdiri di tempatnya, tidak bergerak.

“Kedua orang tuanya meninggal saat dia masih muda.” Lu Ying berkata dengan serius, “Nama belakang ayahnya adalah Xiao. Dia adalah pengawal Han yang datang ke Longcheng dari Utara. Ibunya adalah putri Chanyu Hu Hanye dan seorang wanita Han, Wang Zhaojun, tapi suku itu dihancurkan selama bencana terjadi di Longcheng 12 tahun lalu. Dia adalah anak satu-satunya. Dewa serigala pernah bersumpah untuk melindungi Xiongnu, dan sebelum dia meninggal, dia memberikan kekuatan yao padanya… tahun ini dia berusia dua belas tahun.”

Chen Xing berkata, “Xiao Shan sekarang berusia dua belas tahun?! Bagaimana mungkin usianya dua belas tahun dengan penampilannya ini?! Apa yang biasanya kalian berikan padanya? Dia sangat kecil!”

Ini adalah pertama kalinya Xiang Shu melihat seseorang memarahi seorang yang memiliki hak mutlak saat anak yatim piatu dipercayakan pada mereka, jadi dia dengan cepat memberi isyarat pada Chen Xing dengan tatapan untuk membuatnya berhenti berbicara. Tapi Chen Xing berkata, “Lihatlah Pelindung keluargaku, seharusnya anak berusia dua belas tahun terlihat seperti dia.”

Xiang Shu: “…………..”

Lu Ying: “…”

Lu Ying hanya bisa berkata, “Aku tidak suka makan daging secara alami, dan dia juga tidak ingin makan daging di depanku, jadi pertumbuhannya sedikit terlambat.”

“Pantas saja.” Hati Chen Xing sakit saat dia berkata, “Tanpa memakan daging apa pun dan hanya mengonsumsi buah-buahan, bagaimana dia bisa tumbuh?”

Xiang Shu akhirnya tidak tahan lagi. Dia memberi isyarat pada Chen Xing untuk berhenti.

Namun Lu Ying tertawa. “Tidak masalah. Kamu adalah pengguna Cahaya Hati, dan jika dia cukup beruntung untuk tetap berada di sisimu dan tumbuh dengan baik, dalam dua tahun, saat dia menjadi dewasa pada usia empat belas tahun, kamu bisa membiarkannya melakukan apa pun yang dia inginkan. Tidak apa-apa jika kamu juga tidak ingin mengajaknya. Mengirimnya kembali ke orang-orang yang ada di bawah Chi Le Chuan akan cukup untuk menghilangkan beban pikiranku.”

Chen Xing berkata, “Bukannya aku tidak mau, kuncinya adalah apa Xiao Shan akan mengikuti kami atau tidak. Apa kamu mau, Xiao Shan?”

Lu Ying menepuk kepala Xiao Shan, tersenyum sedikit padanya, dan mengucapkan kalimat yang aneh. Xiao Shan menatap Xiang Shu dengan ragu, lalu mengamati Chen Xing. Lu Ying mendesaknya sedikit lagi, dan baru kemudian Xiao Shan mengangguk dengan enggan.

“Aku memintanya untuk membantu kalian berdua menemukan cara untuk menyelamatkanku.” Lu Ying terus berbicara dengan dua orang lainnya, “Pengusir Setan, Dewa Bela Diri Pelindung, aku akan mempercayakan satu-satunya kekhawatiranku pada kalian berdua. Pergilah sekarang ba, jangan biarkan dia melihat.”

Chen Xing tiba-tiba merasakan perasaan buruk. Dia bergumam, “Kamu akan pergi.”

“Ini sudah waktunya.” Lu Ying berkata dengan lembut, “Pergilah ba.”

Xiao Shan tiba-tiba juga merasakan sesuatu dan mulai menangis. Lu Ying ingin memeluknya, tapi dia tidak memiliki cukup tenaga untuk melakukannya lagi, jadi Xiang Shu menggendongnya. Lu Ying memberikan ciuman lembut di dahi Xiao Shan.

Chen Xing mundur setengah langkah, namun Lu Ying mengingatkannya, “Jangan menangis. Dia memiliki indera yang sangat tajam, dan dia akan merasakan itu. Setelah meninggalkan Carosha, Surai Putih akan mengirim kalian kembali ke Chi Le Chuan. Itu adalah mantan pelayan serigala dari dewa serigala.”

Chen Xing mengingat serigala raksasa itu dan mengangguk. Dia mengulurkan tangan ke arah Xiao Shan. Xiao Shan menarik Chen Xing dengan satu tangan sementara dia menarik Lu Ying dengan tangannya yang lain, menolak untuk melepaskannya.

Lu Ying berpura-pura marah dan sedikit menoleh, jadi Xiao Shan harus melepaskannya.

Lu Ying menyerahkan batu amber yang berisi abu burung phoenix pada Chen Xing dan berkata, “Aku akan memberikan ini kepada kalian berdua.”

Chen Xing menerimanya, mundur beberapa langkah, dan Lu Ying melanjutkan, “Jangan melihat ke belakang.”

Chen Xing merasakan hidungnya masam, tapi Xiang Shu berkata, “Pergilah.”

Chen Xing mengenggam tangan Xiao Shan. Xiao Shan masih berbalik, enggan untuk berpisah dengan Lu Ying, tapi Lu Ying berbalik dengan punggung menghadap ke mereka dan kembali ke hutan yang layu.

“Pengusir Setan.” Dengan punggung menghadap ke mereka, Lu Ying melonggarkan jubahnya dan melihat ke bawah pada bagian tubuhnya yang busuk. Dia bertanya, “Siapa namamu?”

“Chen Xing,” Chen Xing menjawab dengan punggung menghadap ke Lu Ying.

Lu Ying bertanya lagi, “Kamu berasal dari dunia manusia, jadi kamu pasti sudah berjalan melewati banyak tempat. Aku punya satu pertanyaan terakhir yang ingin aku tanyakan padamu.”

Chen Xing tidak berbalik dan tetap diam.

“… Aku dengar di Wilayah Barat yang jauh, ada seorang yang bijak.” Lu Ying berkata dengan lembut, “Di bawah kekuatan sucinya2, setiap orang di dunia akan memperoleh penebusan, dan semua obsesi akan memperoleh pencerahan. Apa benar seperti itu?”

“Itu disebut ‘Buddha’,” gumam Chen Xing.

Lu Ying, “Di mana aku bisa menemukannya?”

Chen Xing berkata, “Mungkin di Barat, atau mungkin di Dataran Tengah. Aku hanya mendengarnya dari waktu ke waktu. Sudah hampir 800 tahun sejak saat itu.”

Lu Ying merapikan jubahnya. Pakaian putihnya panjang, dan rambut hitamnya berkibar di tengah hembusan angin pagi. Dia menatap langit yang cerah sebiru permata safir, menutup matanya, dan berkata sambil tersenyum, “Saat jiwaku pergi ke Barat, semoga aku bisa menemukan tujuan terakhirku. Pengusir Setan, Dewa Bela Diri Pelindung, kita mungkin bisa bertemu lagi atau mungkin tidak bertemu lagi.”

Chen Xing mempercepat langkahnya dan meninggalkan Gunung Carosha. Xiao Shan masih berbalik berkali-kali. Chen Xing ingin menggendongnya, tapi Xiao Shan terus menerus memberontak.

Segera setelah itu, di pagi hari, di dalam Gunung Carosha, tangisan rusa terdengar.

Angin sepoi-sepoi bertiup. Dalam sekejap, salju yang menyelimuti pegunungan mencair. Lu Ying berdiri di tengah pulau yang layu dan tandus, dan melepaskan cengkeramannya di kerah bajunya. Jubah putihnya jatuh ke tanah. Tubuh telanjang pemuda itu mulai bersinar, dan separuh tubuhnya yang busuk dihiasi dengan partikel cahaya saat mulai terestorasi secara bertahap.

Lu Ying berbalik dengan anggun. Rambut panjangnya berubah menjadi mantel bulu yang indah, dan tubuhnya yang putih bersih mulai memanjang dan berubah menjadi rusa raksasa yang bersinar. Hanya sepasang tanduknya yang hilang. Dia mengangkat kaki depannya ke atas, menginjak udara, lalu riak mulai menyebar di udara disertai dengan suara plop.

Pohon layu, tanah tandus, gunung batu. Tanduk dewa rusa yang memerintah seluruh kehidupan. Sedikit kekuatan yao terakhirnya mengalir keluar seperti semburan, dan seperti selimut lembut dari cahaya dan angin, menutupi seluruh Carosha.

Di luar pegunungan, semua serigala, rusa putih, rubah, dan burung di seluruh pegunungan menghadap ke kedalaman gunung suci, Carosha.

Xiang Shu, Chen Xing, dan Xiao Shan yang berdiri di lapangan bersalju, menatap pemandangan ini dengan bingung.

Rusa jantan bercahaya melangkah keluar dari lembah, dan ke mana pun rusa itu lewat, salju akan mencair, dan semua kehidupan akan terlahir kembali! Pohon cemara di hutan tumbuh subur, dan dalam sekejap, bunga bermekaran di mana-mana. Salju yang mencair mengalir dan menyatu ke dalam danau di hutan sebelum berubah menjadi air terjun yang mengalir turun seperti sutra putih.

Jauh di dalam lembah, tumbuh-tumbuhan mulai menyebar dengan lembut dan menutupi tubuh besar Raja Akele.

“Kamu, lahir di bumi ini.” Suara lembut Lu Ying terdengar, “Dan pada akhirnya kamu juga akan kembali ke bumi ini.”

Jauh di dalam ngarai yang hijau dan subur, kabut tersebar menutupi seluruhnya. Persis seperti pemandangan dalam dongeng, ribuan bunga bermekaran. Bayangan dari Serigala Abu-Abu berkedip- kedip di bawah pepohonan. Rusa Putih terbang kembali ke lembah, lalu berubah menjadi partikel putih bersama Serigala Abu-Abu sebelum menghilang diikuti dengan suara ledakan. Partikel naik dari dalam lembah dan berkumpul di langit, lalu bergabung dengan sungai yang luas dan megah di Vena Suci.

Xiao Shan akhirnya mengerti. Dia meledak dengan teriakan keras yang dipenuhi dengan kesedihan. Namun, Xiang Shu sudah mempersiapkan sejak lama dan dia mengunci pergelangan tangan Xiao Shan dengan satu tangan. Xiao Shan ingin segera kembali ke Carosha, tapi dia tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman Xiang Shu.

Kawanan serigala itu berlarian dari dalam lembah. Seperti prajurit yang terlatih, semuanya membungkuk satu demi satu saat mengelilingi ketiga orang itu.

Serigala Surai Putih raksasa berjalan ke arah mereka bertiga dan membungkuk. Chen Xing berkata pada Xiao Shan, “Lu Ying ingin kamu hidup dengan baik.”

Xiao Shan menghapus air matanya dan untuk sesaat tidak tahu harus berbuat apa. Xiang Shu memberi isyarat agar mereka pergi, jadi Chen Xing memeluk Xiao Shan dan menaiki serigala itu. Xiao Shan tersentak dari linglungnya, dan saat dia ingin memberontak lagi, segerombolan serigala berkerumun di sekitar mereka dan membawa mereka menjauh dari Carosha.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Kowtow adalah suatu cara memberi hormat dalam budaya Tionghoa. Kowtow dilakukan dengan cara berlutut dan bersujud sampai kepala menyentuh tanah.
  2. Lu Ying menggunakan kata ganti khusus untuk makhluk suci.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments