“Bantu aku mendapatkan kembali iblis hati ketiga.”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


“Aku tidak percaya bahwa kau tidak akan bisa mendapatkannya,” kata Li Jinglong, menghadap Yang Guozhong. Dia berpegangan pada dinding untuk menopang dirinya, menyesuaikan aliran napasnya saat dia nyaris tidak bisa berdiri.

“Tidak sesederhana itu untuk mendapatkannya,” kata Yang Guozhong dengan enteng, sambil mengangkat bahunya. “Aku mencobanya sekali dan gagal. Sekarang, kau sudah menambahkan segel dengan Cahaya Hati, jadi kecuali atas kemauan Hongjun sendiri untuk berubah menjadi iblis, itu tidak mungkin. Aku, bagaimanapun, sudah memiliki tiga benih iblis, jadi aku tidak perlu bergantung pada iblis suci Mahamayuri untuk menjadi iblis. Apa salahnya jika mengatakan yang sebenarnya?”

“Dua benih,” kata Li Jinglong dengan serius.

“Bagus sekali,” Yang Guozhong berkata dengan dingin, ekspresinya berubah. “Di Dunhuang, kau menghancurkan iblis hati yang dengan susah payah aku ciptakan dengan salah satu jiwaku, dan aku belum membuat perhitungan denganmu untuk yang itu.”

Li Jinglong, bagaimanapun, mulai tersenyum, dan dia berkata, “Kanselir Yang, atau haruskah aku katakan… Yang Mulia raja yao, kata-kata ini cukup menghibur. Aku bahkan belum pergi untuk mencarimu, namun di sinilah kau, datang untuk mencariku sebagai gantinya?”

Dengan jentikan lengan bajunya, Yang Guozhong menjawab, “Bagaimana kalau aku menawarkan ketiga benih iblisku, secara gratis, pada teman kecil di sebelahmu itu, dan membantunya untuk menjadi iblis, bagaimana?”

Ekspresi Li Jinglong langsung berubah, dan Yang Guozhong melanjutkan, “Dengan keahlianmu, yang mampu menyegel tiga ribu mimpi buruk dunia, itu sudah merupakan keberuntungan belaka. Jika kau harus melakukannya lebih lama lagi, Cahaya Hati-mu akan benar-benar hancur, anak muda. Memiliki kepercayaan pada diri sendiri itu bagus, tapi jangan terlalu sombong.”

Li Jinglong menjawab dengan muram, “Akan datang suatu hari di mana kau tidak akan bisa mengumpulkan kembali jiwa-jiwa yang sudah dibebaskan. Tawaran apa yang ingin kau lakukan?”

Yang Guozhong terdiam lama saat dia mempelajari Li Jinglong. Beberapa saat kemudian, dengan sedikit apresiasi di matanya, dia menjawab dengan sungguh-sungguh, “Markuis Yadan, kau jauh lebih cerdas daripada yang aku bayangkan.”

“Iblis hati kedua ada bersamamu,” kata Li Jinglong, seringan angin. “Apakah tebakanku benar?”

Yang Guozhong tidak menjawab. Mendadak, Hongjun menyadari sesuatu, dan dia berkata pelan, “Apa yang pernah Lu Xu miliki dalam dirinya adalah tiga ribu mimpi buruk dunia. Kalau begitu, apa yang ada di dalam dirimu?”

Ekspresi Yang Guozhong langsung berubah, dan Li Jinglong tahu bahwa kata-kata Hongjun sudah menyentuh poin kuncinya. Masing-masing dari tiga hun jiao hitam Xie Yu sudah berubah menjadi iblis hati. Yang pertama, meminjam roh rusa putih milik Lu Xu, menggambarkan mimpi buruk dunia. Yang kedua ada di tubuhnya sendiri, jadi kebencian dan rasa sakit dunia yang diserapnya pasti memiliki asal.

Dan yang ketiga, jika tebakan mereka tidak salah, ada di An Lushan!

Secara alami, Yang Guozhong tidak akan membahas cara memurnikan iblis hati dengan mereka. Dia hanya menjawab, “Bantu aku mengambil iblis hati ketiga.”

“Dalam tubuh An Lushan?” Li Jinglong berkata perlahan. Dia berpikir, akhirnya kita berhasil menggenggam kelemahan Yang Guozhong.

“Itu benar,” jawab Yang Guozhong, mengangguk dengan sikap sopan. “Sepuluh tahun yang lalu, aku menggunakan tiga hun-ku untuk membuat tiga iblis hati yang hebat. Salah satunya, aku serahkan pada bajingan itu, namun tanpa diduga, An Lushan menggunakan artefak untuk memutuskan hubunganku dengan hun ketiga itu, menarik kekuatan dari dunia untuk digunakan oleh dirinya sendiri. Semakin lama hal-hal menjadi berlarut-larut, semakin tidak terkendali dia tumbuh, jadi aku sekarang membutuhkan seseorang untuk membunuhnya dan melepaskan iblis hati yang terperangkap di dalam tubuh An Lushan.”

Li Jinglong melirik ke arah Hongjun. Satu-satunya di pikiran Hongjun adalah bahwa seluruh rangkaian kejadian ini benar-benar tidak masuk akal. Dia jelas datang untuk membunuh Xie Yu, dan tidak bisa melakukannya adalah satu hal, tapi sekarang Xie Yu meminta mereka untuk membantunya melakukan sebuah tugas?

Li Jinglong menjawab, “Bagi Departemen Eksorsisme, kau harus tahu, apakah itu Mara atau Xie Yu, kalian semua adalah lawan yang harus kami singkirkan. Kanselir Yang, dari mana tepatnya kepercayaan dirimu itu berasal, sehingga kau pikir aku akan bersedia melakukan tawar-menawar ini denganmu?”

Yang Guozhong tersenyum, dan dia berkata, “Markuis Yadan, jika kau mengizinkanku untuk berbicara dengan bebas, kali ini kau tidak memberiku pilihan selain menunjukkan diri. Jika bukan karena tindakan bodohmu dalam kasus mausoleum kerajaan, bagaimana aku bisa menempatkan diriku pada risiko seperti itu?”

Li Jinglong menjawab dengan sungguh-sungguh, “Ini terlalu memujiku. Jika An Lushan ingin mencari alasan untuk berurusan denganmu, apa hubungannya dengan Departemen Eksorsisme?”

“Hari itu, aku datang sendiri untuk berkunjung, awalnya itu karena aku percaya bahwa kau akan mengerti,” kata Yang Guozhong dengan dingin. “Dengan keahlianmu, dan dengan semua orang yang menyerang sekaligus, menangkap gu nao seharusnya tidak menjadi masalah…”

Hongjun: “!!!”

Saat Li Jinglong melihat bahwa dia sudah mengerti, dia tidak melanjutkan memasang tatapan itu lagi. Dia menjawab dengan sungguh-sungguh, “Itu benar, dan justru karena itulah aku bisa memaksamu ke dalam situasi seperti itu di mana kau tidak memiliki jalan di depanmu, dan kau perlu menunjukkan dirimu secara pribadi untuk mengatasi masalah ini.”

“Kau tidak tahu,” Yang Guozhong berkata, tiba-tiba semakin mendekat. Postur itu semakin menindas, dan dia mengucapkan setiap kata dengan jelas, “tapi bahkan jika aku ingin membunuh seseorang, aku masih harus mencari alasan. Mereka yang sudah menyinggung kepentinganku, bagaimanapun, aku tidak akan membunuhnya. Namun dalam kehidupan An Lushan, hanya ada kehancuran dan pembantaian. Saat ini, baik kau dan aku tidak memiliki jalan yang tersisa untuk dilalui, dan kita harus bersatu untuk menyingkirkannya.”

“Ini adalah kesalahan yang kau buat sendiri,” kata Li Jinglong.

Yang Guozhong menyipitkan matanya dan mengamati Li Jinglong, sebelum akhirnya berkata, “Bahkan jika iya, lalu apa yang berubah?”

Li Jinglong menjawab dengan sungguh-sungguh, “Aku bisa membantumu mengambil kembali iblis ketiga, tapi aku berpikir bahwa kau juga tahu kondisi apa yang akan aku ajukan.”

Yang Guozhong memperhatikan Li Jinglong dengan ekspresi yang tak terbaca.

“Kenapa kau dengan sepenuh hati ingin menjadi Mara?” Hongjun tiba-tiba bertanya. “Ayahku sangat menentang, sampai-sampai aku dan ibuku… tapi kau…”

“Itu sebabnya aku berubah pikiran,” kata Yang Guozhong dengan sungguh-sungguh.

Li Jinglong: “…”

Napas Hongjun bertambah cepat. Yang Guozhong mulai berjalan perlahan di antara tembok-tembok tinggi itu, dan dia melanjutkan dengan sungguh-sungguh, “Aku tidak bisa memenuhi syaratmu, Li Jinglong. Tapi saat seorang penjual menuntut harga yang sangat tinggi, pembeli akan selalu menawar dengan harga yang sangat murah. Aku bisa menunggumu selama seratus tahun lagi.”

Sembari mengatakan ini, dia melihat ke arah Hongjun, dan Hongjun segera mengerti… Yang Guozhong bersedia menunggu sampai mereka mati!

Bagi Xie Yu, yaoguai hebat semacam ini yang memiliki umur hingga seribu tahun, atau bahkan ribuan tahun, seratus tahun di alam manusia mungkin sama seperti sepuluh tahun atau lebih dalam kehidupan seorang manusia.

“Bagaimana jika aku hidup melewati seratus tahun?” Tanya Hongjun dengan dingin.

“Kau tidak akan,” Yang Guozhong mengamati Hongjun, senyum penuh makna muncul di bibirnya. “Keturunan yao dan manusia memiliki rentang hidup yang mirip dengan manusia. Ini adalah sesuatu yang sudah diputuskan oleh surga, dan kau tidak memiliki cara untuk memiliki kekuatan luar biasa dan kecerdasan yang lebih tinggi.”

“Mungkin aku tidak perlu menunggu selama seratus tahun. Adapun persiapan apa yang kalian semua ingin tinggalkan, itu bisa sesuai dengan keinginan kalian. Mendorong kembali pertempuran yang ditakdirkan untuk terjadi juga bukan hal yang mustahil.”

Li Jinglong melirik Hongjun, saat perasaan lega yang aneh menggenang di hati Hongjun. Pada kenyataannya, bahkan dia tidak tahu berapa lama dia akan hidup. Chong Ming belum pernah memberitahunya sebelumnya, tapi pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sudah dipikirkan olehnya lebih dari sekali.

Setelah seratus tahun, Li Jinglong pasti sudah lama tiada, dan mungkin pada saat itu, rasa terima kasih dan dendam di masa lalu tidak lagi penting baginya. Namun, apa yang bisa dia ramalkan adalah bahwa setelah Hongjun dan Li Jinglong tiada, Yang Guozhong akan datang untuk mengambil benih iblisnya.

“Kau harus meninggalkan Chang’an,” kata Li Jinglong muram.

“Itu tidak bisa dihindari,” kata Yang Guozhong dengan sungguh-sungguh. “Lagipula… kaisar manusia kalian sudah mencapai usia di mana dia hanyalah sebatang lilin yang tertiup oleh angin. Chang’an bukan lagi eraku, dan setelah dia mati, aku akan membawa Yuhuan pergi.”

Hongjun merasakan banyak kecurigaan di dalamnya. Apakah Yang Guozhong benar-benar rela melepaskan semua yang sudah didapatkan olehnya? Hanya ada dua kemungkinan di sini: yang pertama, dia berbohong pada mereka, atau yang kedua, jika mereka tidak bisa mengambil iblis hati di tubuh An Lushan, Yang Guozhong tidak akan bisa hidup untuk waktu yang lama.

Hongjun ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Li Jinglong meletakkan tangannya di bahunya, berpikir dalam-dalam sejenak.

“Kau tidak memiliki banyak waktu untuk mempertimbangkannya,” kata Yang Guozhong.

Li Jinglong menjawab perlahan, “Jika aku mengangguk hari ini, maka aku khawatir setelah aku mati, aku tidak akan mampu menghadapi jiwa-jiwa manusia yang pernah mati di tanganmu.”

“Ini adalah perang,” kata Yang Guozhong sambil menatap dalam Li Jinglong. “Ini bukan pembunuhan, Markuis Yadan, yang memandang kejahatan itu sendiri sebagai musuhnya. Pertempuran antara manusia dan yao sudah berlangsung lama, dan jauh sebelum kau atau aku datang ke dunia ini, berapa juta yao yang sudah mati di tangan manusia?”

Hongjun terus merasa bahwa Yang Guozhong berbohong pada mereka, namun dia tidak bisa menemukan celah akan kebohongannya. Pada akhirnya, Li Jinglong akhirnya, dengan lembut, melontarkan kalimat. “Sepakat.”

“Aku akan memberimu waktu dua puluh hari.” Setelah mendengar itu, Yang Guozhong menjentikkan lengan bajunya, dan dinding di sekitar mereka hancur dengan sendirinya. “Pada saat itu, Departemen Eksorsisme akan diselidiki, dan identitasmu akan menjadi seorang penjahat secara umum.” Setelah mengatakan ini, dia menoleh ke belakang sekali lagi, menatap Li Jinglong. “An Lushan memiliki artefak yang melindungi benih iblis hati di tubuhnya. Selama kau bisa membuatnya melepaskan artefak itu, aku bisa berhasil memanggil hun ketiga kembali. Jangan bertindak gegabah, Li Jinglong, kau tidak bisa menghancurkannya.”

Pada saat yang sama, Yang Guozhong dengan santai mengeluarkan sebuah sigil, yang merupakan sigil yang sama dengan yang pernah dipelajari oleh Departemen Eksorsisme. Pada saat itu, ada bunyi weng, Li Jinglong dan Hongjun keduanya diteleportasi!

Li Jinglong muncul di jalan gang di belakang Departemen Eksorsisme, tapi Hongjun telah menghilang sepenuhnya.

“Di mana Hongjun? Hongjun!” Li Jinglong segera berteriak.

Suara Yang Guozhong terdengar di gang, menjawab, “Tenang, aku tidak akan menyanderanya. Setengah shichen kemudian, aku akan mengembalikannya.”


Segudang warna melintas di depan mata Hongjun, dan dia menemukan bahwa dirinya sudah berada di halaman yang mewah. Bunga sakura bermekaran di halaman, tapi Li Jinglong telah menghilang. Saat dia berdiri dan melihat sekelilingnya, dia melihat Yang Guozhong perlahan berjalan ke arahnya, dan dia segera bertanya dengan marah, “Di mana Li Jinglong?!”

“Mari kita bicara,” kata Yang Guozhong dengan enteng. Nada yang sombong itu sudah menghilang dari suaranya, dan seolah-olah dia hanyalah salah satu dari teman lama ayahnya. “Jika kau ingin pergi, aku akan mengirimmu pergi sekarang.”

Hongjun menarik napas dalam-dalam. Yang Guozhong berjalan ke taman bunga dan duduk, tangannya menekan lututnya. Dia berseru keras, dan tidak lama kemudian, seorang pengurus rumah tangga datang. Yang Guozhong memerintahkan mereka untuk membawakan beberapa makanan penutup, itu adalah kue-kue yang biasanya disukai oleh Hongjun, bersama dengan secangkir teh.

“Apakah kau masih ingat ayahmu?” Kata Yang Guozhong.

Pada saat ini, hati Hongjun dipenuhi dengan emosi yang rumit. Chong Ming sudah memberinya perintah sebelumnya, yaitu untuk membunuh Xie Yu sehingga suku phoenix bisa sekali lagi tinggal di Chang’an. Tapi perlahan, dia sendiri juga menemukan bahwa di depan Xie Yu, bahkan dengan Li Jinglong sebagai tambahan, dia bahkan tidak mendekati level yang sama dengan lawannya.

Itu adalah satu hal, tapi setelah dia datang ke Chang’an, dia juga perlahan menyadari bahwa banyak hal tidak sesederhana yang pernah dia pikirkan. Dia tidak lagi memiliki gagasan bahwa hitam hanyalah hitam dan putih hanyalah putih.

“Kau berbohong pada kami,” kata Hongjun dingin. “Selama ini yang kau inginkan hanyalah benih iblis di tubuhku.”

“Omong kosong,” kata Yang Guozhong. “Kau pikir aku akan memilih untuk membantu Li Jinglong menegakkan kebaikan dan mengalahkan kejahatan dengan menyingkirkan yao dan melindungi yang benar?”

Hongjun perlahan menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan tertipu oleh tipuanmu…”

“Saat kau masih kecil,” kata Yang Guozhong, “Aku mencoba membujuk ayahmu untuk menyerahkanmu padaku. Apa kau berpikir bahwa orang yang pergi berkeliling mencoba untuk menangkapmu dan ibumu adalah aku?”

Hongjun: “…”

“Kau tidak sama dengan mereka,” kata Yang Guozhong, alisnya berkerut dalam saat dia menatap Hongjun. “Kau adalah putra Kong Xuan, putra angkat Chong Ming dan Qing Xiong. Setengah dari darah yang mengalir di nadimu adalah yao, Kong Hongjun. Kenapa kau begitu bersikeras? Setelah melihatku, apa kau tidak merasakan sedikit pun hubungan keluarga? Zhen terlahir sebagai raja dari semua suku yao, tapi di depanmu, apa aku bahkan lebih rendah dari Li Longji tua itu?”

Hongjun tidak bisa berkata-kata untuk menanggapi hal itu. Yang Guozhong memberi isyarat padanya untuk memakan kue-kue itu, berkata, “Jika aku ingin meracunimu, aku akan melakukannya sejak lama. Berapa banyak minzhi mingao yang sudah kau makan?”

Saat Hongjun memikirkannya, itu benar, tapi dia masih tidak menyentuhnya. Sebaliknya, dia menjawab, “Aku tidak akan memakannya. Aku tidak takut kau akan mencoba meracuniku, tapi aku tidak akan pernah memakan apa pun dari musuhku.”

“Di dunia ini, tidak ada musuh abadi, hanya ada teman sementara,” kata Yang Guozhong, mengamati Hongjun dengan senang. “Sepertinya phoenix dan peng raksasa bersayap emas itu belum mengajarimu semua ini sebelumnya. Mereka membuatmu terlindungi dengan sangat baik.”

“Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?” Hongjun menyipitkan matanya. Dia merasakan itu sejak Yang Guozhong memisahkan Li Jinglong dan dirinya, dia pasti memiliki motif dibaliknya.

“Aku hanya ingin melihatmu,” Yang Guozhong berkata dengan serius, “dan memahami dirimu sudah tumbuh seperti apa. Lagipula, ayahmu pernah berharap kau menganggapku sebagai mastermu …”

Hongjun merasa ini mustahil untuk dipercaya. “Apa?!”

“Kalau tidak, sebelum orang tuamu meninggal, kenapa kau tinggal di Chang’an?” Yang Guozhong bertanya dengan sistematis. “Sayang sekali bahwa sepuluh tahun yang lalu, karena satu kesalahanku, aku tidak waspada terhadap persiapan yang sudah dibuat oleh Di Renjie, sehingga membuat diriku selangkah lebih jauh dari keberhasilan. Seperti yang terjadi sekarang, kau sudah sepenuhnya diatur dalam ajaran mereka, dan nasib master dan murid ini tidak bisa untuk dilanjutkan.”

Hongjun hampir berubah pikiran tepat di depan Yang Guozhong. Ada banyak poin samar tentang apa yang terjadi pada saat itu, dan apa yang sudah disentuh oleh Yang Guozhong adalah bagian yang tidak bisa dia pilah dengan jelas. Tapi saat Yang Guozhong melihatnya lagi setelah itu, dia tidak pernah mengungkit masalah ini.

Yang Guozhong melanjutkan, “Sepuluh tahun yang lalu, sihir untuk mengubah tiga hun menjadi iblis hati dikemukakan oleh ayahmu, Kong Xuan. Jika tidak, kenapa aku harus berusaha keras?”

Hongjun segera melebarkan matanya, berkata, “Ayahku-lah yang…”

Yang Guozhong perlahan mengangguk. Dia melanjutkan, “Mara bereinkarnasi sekali setiap seribu tahun, dan benih iblis menyerap kebencian yang belum menyatu dengan dunia, sehingga berubah menjadi iblis. Yang pertama adalah tiga ribu mimpi buruk dunia; yang kedua adalah kegigihan akan kesepian dan perpisahan; sedangkan yang ketiga adalah semua penyesalan yang terbentuk dari kebencian dan kematian yang tidak adil. Setiap jenis kebencian lahir dari itu.”

Pada saat itu, Hongjun teringat kebencian yang muncul saat mereka membakar rubah dan memurnikan Fei Ao, dan saat dia sendiri, di Dunhuang, dia sudah menggunakan energi iblisnya untuk membunuh wanita salju dan dewa wabah.

“Jadi di tubuh An Lushan…”

“Penyesalan terbentuk dari kebencian dan kematian yang tidak adil,” kata Yang Guozhong perlahan. “Kau harus mengerti, untuk seorang lelaki tua yang sudah hidup selama lebih dari seribu tahun untuk menanggung rasa sakit seperti itu, tanpa perlindungan Cahaya Hati seperti yang kau miliki, adalah hal yang sangat tidak nyaman.”

Hongjun: “Jangan katakan itu demi menyelamatkan hidupku, aku tidak akan percaya, Xie Yu. Kenapa kau ingin berubah menjadi iblis?”

Yang Guozhong menatap Hongjun dalam diam, sebelum menjawab, “Tentu saja itu bukan untukmu, tapi untuk diriku sendiri. Hongjun, apa kau pernah menderita sakit dipenjara di dasar menara selama hampir seribu tahun?”

Hongjun segera terdiam.

“Tidak ada masa depan, tidak ada perjalanan waktu,” Yang Guozhong berkata perlahan. “Dalam kegelapan dan kehampaan yang tak berujung, yang bisa kau rasakan hanyalah dirimu sendiri dan segel di sekitarmu, dan kau tidak bisa bergerak. Kau tidak memiliki masa depan; kau hanya bisa terus menerus merenungkan masa lalumu sendiri. Ini semua yang sudah manusia lakukan padaku…”

Yang Guozhong mempelajari ekspresi Hongjun, dan dia perlahan mulai tertawa. Dia melanjutkan, “Temanmu, Qiu Yongsi, masih mencari keberadaanku. Dia ingin mengunciku kembali di sana.”

“Sebelum itu, kaulah yang melakukan kejahatan keji seperti itu!” kata Hongjun.

“Aku hanya menjalani hari-hariku di Sungai Yangtze,” Yang Guozhong berkata. “Manusia memakan ikan dan udang di dalam air, dan aku memakan manusia di tepi sungai. Terus salahnya apa?”

Gelombang pusing melanda Hongjun, dan dia merasa tidak memiliki cara untuk berdebat dengan Yang Guozhong.

“Aku tahu bahwa kau tidak akan bisa menerima kebenaran pada saat ini,” kata Yang Guozhong, “jadi aku akan berhenti di situ untuk saat ini, murid.”

“Aku bukan muridmu!” Hongjun mengamuk.

Yang Guozhong menjawab, “Akan selalu datang hari di mana kau akan berubah pikiran dan mengenali keburukan serta kejahatan dunia ini. Sebelum itu…”

Dia sedikit mencondongkan tubuhnya, menghadap Hongjun, saat dia berkata dengan sungguh-sungguh, “Kembalilah dan pikirkan baik-baik, dan setelah kau memikirkannya baik-baik, maka kemudian temuilah aku. Hongjun, Yuan Kun tidak bisa menyelamatkanmu. Hanya aku yang bisa.”


KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Keiyuki17

tunamayoo

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments