“Di atas altar itu, tubuh hitam berbentuk bola melayang.”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Hongjun dan Lu Xu berdiri di luar taman, di depan satu-satunya aula istana yang bersinar dengan kemegahan di dataran terpencil ini. “Raja Rusa Játaka” menggambarkan kisah seorang pemburu yang secara tidak sengaja menemukan Rusa Sembilan Warna di sebuah hutan. Kemudian, dia melaporkan hal ini pada raja, yang akhirnya membawa serta anak buahnya bersamanya untuk memburu raja rusa yang bertugas untuk melindungi semua makhluk hidup.

Namun sekarang, lukisan dinding itu sudah tercemar oleh qi hitam.

Lu Xu berkata pada Hongjun, “Aku sebelumnya melihat sebuah array di tengah aula. Xuannü dan Dewa Wabah memasuki lukisan dinding melalui array itu sebelumnya, dan kau pasti juga bisa pergi melalui itu.”

Saat mereka berbicara, Hongjun tiba-tiba teringat akan sesuatu — mantra yang rubah yao gunakan saat dia menciptakan lautan darah itu!

“Apakah seperti ini?” Dari ingatannya, Hongjun membuat sketsa dari array itu.

Terkejut, Lu Xu bertanya, “Kau sudah pernah melihatnya?”

Hongjun segera mengerti, tempat ini mungkin bukan lukisan dinding secara keseluruhan, melainkan alam ilusi yang Xuannü dan Dewa Wabah sudah ciptakan!

Tapi pada saat ini, dua meteor melesat di langit, jatuh ke hutan di belakang mereka!

Hongjun: “??”

Lu Xu tanpa sadar menoleh ke arah sumber suara, berkata, “Seseorang telah masuk!”

Di hutan, Li Jinglong dan Mo Rigen berdiri di sana saling berhadapan satu sama lain, keduanya telanjang bulat. Saat mereka mulai melihat-lihat lingkungan di sekitar mereka, Hongjun dan Lu Xu sudah datang untuk menerobos masuk, dan seketika Hongjun berteriak keras.

Li Jinglong melangkah maju, meraih pergelangan tangan Hongjun, dan berteriak, marah, “Apa yang sebenarnya kalian berdua lakukan?!”

“Lu Xu?! Kau sudah bangun?” Mo Rigen juga dengan cepat maju, tapi Lu Xu mundur setengah langkah, bersembunyi di belakang Hongjun.

Dahi Li Jinglong berkerut dalam saat dia berkata dengan sungguh-sungguh, “Hongjun, dalam beberapa hari terakhir ini, apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

Tapi Hongjun tidak menjawab. Lu Xu sudah melihat mimpi Hongjun, dan secara alami tahu apa yang membuatnya berkonflik secara emosional, jadi dia menjawab, “Kalian… bagaimana kalau kalian mengenakan pakaian terlebih dulu, baru kemudian berbicara?”

Li Jinglong: “…”

Lu Xu mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya. Cahaya putih mengepul, memberi Li Jinglong satu set jubah, sedangkan Mo Rigen mengguncang dirinya sendiri dan berubah menjadi Serigala Abu-abu, menumbuhkan bulu di sekujur tubuhnya. Dia berkata dengan nada rendah, “Aku baik-baik saja. Lu Xu, apakah ini mimpimu?”

“Aku tidak tahu,” jawab Lu Xu.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Serigala Abu-abu kemudian bertanya.

Begitu Mo Rigen dan Li Jinglong tiba, Lu Xu tampaknya sudah meningkatkan kewaspadaannya, dan dia tidak mau berbicara banyak. Hongjun menatapnya, sebelum dia menjelaskan inti dari apa yang terjadi sebelum ini pada mereka berdua. Dari awal sampai akhir, Li Jinglong hanya menatap Hongjun, matanya tampaknya bisa melihat langsung ke bagian terdalam hatinya. Hongjun merasa sedikit sadar diri di bawah tatapan itu, dan dia membuang muka.

“Ini adalah dimensi poket1 di dalam lukisan dinding,” kata Li Jinglong setelah beberapa saat merenung saat Hongjun selesai menjelaskan.

Meskipun Hongjun terus memikirkan hal-hal di masa lalu, saat dia melihat Li Jinglong, dia harus mengatakan bahwa dia sebenarnya merasa jauh lebih lega. Lagi pula, dengan dia di sini, banyak hal yang bisa diselesaikan.

Serigala Abu-abu bertanya, “Tempat ini dan gua yang dibuka oleh Rubah Ilahi Ekor Sembilan, apakah mereka dibangun dengan prinsip yang sama?”

“Itu mungkin,” kata Li Jinglong. “Tapi ini jelas lebih rumit.”

Setelah diskusi yang singkat, Li Jinglong dan Mo Rigen kemudian menatap Lu Xu secara bersamaan. Li Jinglong berkata dengan sungguh-sungguh, “Lu Xu, kau harus menjelaskan situasinya dengan jelas, jika tidak, kami tidak berada dalam posisi untuk menilai apa yang sedang terjadi.”

Lu Xu mengerutkan keningnya. “Aku benar-benar tidak tahu.”

Dari apa yang Lu Xu ketahui tentang tempat ini, dia sudah mengumpulkan potongan-potongan dari Xuannü dan Dewa Wabah — lagipula, sejak dia lahir, dia sudah tinggal di lukisan dinding ini. Hanya pada beberapa kesempatan yang langka, dia bisa, melewati tubuh di alam manusia itu, untuk merasakan yang ada sekelilingnya, dan dia bahkan tidak tahu bagaimana cara membaca karakter Han. Untuk pertanyaan ini, dia memeras otaknya, mencoba mengingat informasi sebanyak mungkin untuk diberikan pada mereka.

Kembali pada hari itu, saat biksu Buddha Lezun2 membangun Gua Mogao dan mengukir gua pertama, dia menggunakan seni rahasia untuk menggores banyak tulisan suci ke dinding batu. Pesan naskah suci itu adalah, “Di tiga ribu alam, ada tiga ribu Bodhi Prajna3, “Gunung Sumeru terkandung di dalam satu benih sawi,” dan seterusnya, dan mereka mengandung kekuatan tak terbatas. Dan naskah-naskah suci ini, seiring bertambahnya waktu sejak penciptaannya, sudah terkikis dan dihilangkan oleh para pengrajin, sehingga perlahan-lahan menghilang seiring berjalannya waktu. Namun, kekuatannya telah dipertahankan.

Bahkan lukisan di banyak gua, yang terbuka di atas naskah suci, menjadi dimensi poket melalui kekuatan ajaib itu. Saat Lezun mengalami parinirvâṇa4, Rusa Putih sudah datang ke barat dan memilih sebuah gua untuk menenangkan jiwa binatang spiritualnya. Setelah itu, saat para pelukis Gua Mogao melihat bahwa pola di batu gua ini sangat misterius, mereka menciptakan “Raja Rusa Játaka.”

“Dan apa itu iblis hati?” Li Jinglong menyuarakan pertanyaan yang paling dikhawatirkan oleh semua orang.

“Ini aku… atau mungkin, akan lebih baik untuk dikatakan bahwa itu adalah kebencian dari kehidupan masa laluku.” Lu Xu tidak lagi mengingat apa yang terjadi sebelum dia dilahirkan kembali, dan semua ingatannya berasal dari sejak saat dia dilahirkan kembali — dan banyak dari potongan-potongan pengetahuan yang dia dapatkan melalui pertukaran antara Xuannü dan Dewa Wabah.

“Aku khawatir itu bukanlah kebencian,” kata Serigala Abu-abu, memperhatikan Lu Xu. “Ini adalah mimpi buruk yang sudah kau ambil dari makhluk hidup di dunia, selama bertahun-tahun lamanya.”

“Mungkin,” kata Lu Xu. “Sama seperti bagaimana dalam kehidupan ini, kita sudah melupakan kehidupan masa lalu kita, mereka sudah mengubah mimpi buruk itu menjadi sesuatu yang baru.”

Seketika, Hongjun memikirkan sesuatu, dan dia bertanya, “Apa kau pernah melihat raja yao?”

Lu Xu berpikir sejenak, sebelum menjawab, “Ada seekor ular hitam yang kadang-kadang muncul, tepat di depan altar. Mereka memang memanggilnya ‘Yang Mulia Raja Yao‘ juga.”

Li Jinglong menatap istana itu dengan penuh pertimbangan. Serigala Abu-abu menjawab, “Ada penghalang pelindung di sekitarnya.”

“Iblis hati tidak ada di sini,” kata Lu Xu. “Aku pikir saat ini itu sedang terbang di sekitar, mencoba untuk menemukanku dan Hongjun.”

“Ayo masuk untuk melihatnya!” Li Jinglong berkata. “Hongjun tidak memiliki sihirnya, jadi kalian berdua ikuti di belakang kami.”

Dengan Serigala Abu-abu memimpin, mereka melompat ke taman. Li Jinglong berjalan dengan cepat, bahkan saat Hongjun berkata, “Bukankah kau juga…”

Tapi begitu mereka berempat mendekat, kobaran api hitam yang mengelilingi aula sepertinya bisa merasakan gangguan mereka. Itu berdesing di udara, bergegas menuju ke arah mereka!

Api hitam itu tampak seperti ular terbang, bergelombang di udara saat bergegas menuju ke arah mereka, tapi Li Jinglong mengangkat tangannya. Dengan satu gerakan, kekuatan Cahaya Hati meledak. Ular terbang itu mengeluarkan raungan kengerian saat api putih itu meledakkannya!

“Kau…” Hongjun terkejut.

“Sepertinya Cahaya Hati sudah memasuki tiga hun dan tujuh po-ku.” Li Jinglong menundukkan kepalanya untuk mengamati tangan kanannya sendiri, sebelum mengangkat kepalanya untuk melihat Hongjun.

Hongjun berpikir di dalam hati, tidak heran saat menyalurkan Cahaya Suci Lima Warna-ku ke meridian Li Jinglong, aku sama sekali tidak bisa menemukan di mana Cahaya Hati itu!

Hongjun masih terguncang karena hal itu, namun Li Jinglong berkata, “Pergilah!” Segera, dia mengangkat cahaya terang dari Cahaya Hati untuk menangkis, berlari menuju ke bagian dalam aula. Setelah semua orang memasuki lukisan dinding hanya dengan kekuatan jiwa mereka, Hongjun, yang sangat berpengalaman dalam menggunakan artefak, sudah menjadi yang terlemah di antara mereka. Mo Rigen bisa menjadi Serigala Abu-abu, sementara Li Jinglong memiliki Cahaya Hati, jadi mereka melindungi Hongjun dan Lu Xu di belakang mereka.

Pada saat itu, ular terbang memenuhi udara, namun di bawah kekuatan Cahaya Hati, mereka terus bergelung dan melarikan diri. Saat itu, Li Jinglong mengangkat tangannya tinggi-tinggi, dan cahaya itu meledak ke luar, melindungi mereka sampai ke istana. Tepat setelah itu, ribuan ular hitam terbang di atap istana menyerbu mereka sekali lagi, mengalir dengan liar menuju ke aula.

Kilatan cahaya terang meledak ke luar, mengirim ular hitam terbang mundur.

“Tutup pintunya!” Lu Xu berteriak.

Hongjun dan Mo Rigen mendorong pintu besar agar aula tertutup. Saat mereka berbalik, mereka melihat bahwa sebuah altar sudah muncul di tengah aula utama, dan di atas altar itu, tubuh hitam berbentuk bola melayang. Udara di sekitar bola itu dipenuhi dengan beberapa api hitam, yang melingkar di sekelilingnya!

“Apa ini iblis hatimu?” Tanya Li Jinglong.

Lu Xu memperhatikan bola hitam itu, dan ekspresi tidak mengerti muncul di matanya.

“Bicaralah!” Li Jinglong berteriak.

“Iya, mungkin,” Lu Xu segera menjawabnya. “Aku sudah lama tidak melihatnya, bagaimana bisa tumbuh dengan begitu cepat?!”

“Hancurkan!” Serigala Abu-abu meraung. “Hanya dengan begitu tiga hun dan tujuh po milik Lu Xu bisa dimurnikan!”

Li Jinglong segera bereaksi. Setiap kali Lu Xu meninggalkan lukisan dinding, dia akan ditelan oleh iblis hati, dan hanya saat berada di dalamnya, iblis hati akan mampu dipisahkan dari tiga hun dan tujuh po-nya. Ini juga merupakan kesempatan terbaik untuk menyingkirkan iblis itu!

Dengan lambaian tangannya, cahaya di telapak tangannya memancarkan kecemerlangannya ke segala arah, dan Cahaya Hati segera berubah menjadi busur besar. Saat dia menarik tali busurnya, panah dengan cahaya yang sangat terang muncul. Bola hitam itu sepertinya merasakan adanya bahaya dan mulai bergetar dengan hebat. Gemuruh guntur datang dari cakrawala, dan iblis hati yang sudah memburu Hongjun merasakan ada sesuatu yang salah, seketika gelombang besar qi hitam mengalir masuk dari semua jendela istana.

Punggung dan bahu Li Jinglong telanjang, penuh dengan tenaga dan kekuatan. Saat dia menarik busur itu, otot-otot di sepanjang lengannya menonjol secara penuh, dan dia berteriak keras, “Kena!”

Anak panah meninggalkan busurnya, melesat di udara. Qi iblis melonjak ke arah qi hitam itu, dan saat ledakan besar terdengar, itu memblokir batang panahnya! Serangan itu disingkirkan, kegelapan membubung, menyelimuti langit dan bumi, dan seketika bertabrakan langsung dengan cahaya dari Cahaya Hati!

Li Jinglong: “…”

Berkali-kali sebelumnya, dengan Rubah Ilahi Ekor Sembilan, raja hantu mayat yang jatuh dalam pertempuran, yaoguai dan iblis yang tak terhitung jumlahnya, selama mereka memiliki qi iblis, mereka semua akan mundur atau dimurnikan di bawah cahaya dari Cahaya Hati. Li Jinglong tidak pernah menyangka bahwa iblis hati ini akan benar-benar seimbang dalam kekuatan dengan cahayanya!

Cahaya Hati membakar qi iblis seperti api yang menyala-nyala, tapi bahkan lebih banyak kegelapan datang, langsung menyelimuti seluruh istana.

Iblis hati menjerit, memuntahkan qi hitam seperti api!

“Berhati-hatilah!” Serigala Abu-abu berteriak.

Hongjun bergegas maju, meraih Lu Xu, dan menjatuhkan diri ke tanah. Li Jinglong mengubah Cahaya Hati menjadi pedang cahaya, dan dia menariknya ke arahnya saat dia berlari ke depan. Iblis hati, bagaimanapun, tertawa dengan dingin. “Kau bahkan tidak bisa memanggil wujud dari Dîpankara, namun kau justru ingin menggunakan Cahaya Hati untuk memurnikanku?! Seperti ngengat pada nyala api, kau terlalu percaya diri!”

Dalam sekejap, iblis hati berkontraksi dengan sendirinya, sebelum melepaskan ribuan mimpi buruk di altar. Mereka pergi ke mana-mana, seperti meteor kegelapan yang terbang tak terkendali melalui aula, bersilangan di udara, mengejar mereka berempat!

Hongjun meraih Lu Xu. Meskipun, pada saat ini, dia memiliki keinginan untuk bertarung, dia tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, jadi dia hanya bisa membawa Lu Xu untuk menghindar. Dia berteriak, “Lu Xu! Apa kau memiliki ide?!”

Lu Xu menjawab, “Pergilah ke altar! Ada array di sana! Biarkan aku mengaktifkan array itu!”

Seketika, atap istana runtuh dengan sendirinya karena kekuatan qi hitam yang bertabrakan dengannya. Serigala Abu-abu bergegas dari samping, menjatuhkan mereka berdua keluar dari jalurnya, dan meraung, “Keluar!”

Iblis hati sudah mengumpulkan qi hitam, dan sekarang itu berputar di depan altar, terus-menerus memuntahkan energi gelap ke arah Li Jinglong. Li Jinglong mengangkat pedangnya di depannya, nyaris tidak bisa menahan serangan itu, saat dia berteriak, “Tinggalkan tempat ini!”

Hongjun berteriak, “Mo Rigen! Lindungi kami!”

Mata Serigala Abu-abu segera berkontraksi saat Hongjun meraih Lu Xu, menyerbu menuju altar di tengah.

Qi hitam melonjak seperti gelombang yang bergejolak ke arah mereka, menuju tepat ke arah Serigala Abu-abu. Serigala Abu-abu berguling di udara saat qi hitam melingkar di sekelilingnya, tapi prajurit yang tak terhitung jumlahnya yang memegang polearm muncul dari qi hitam dan menyerangnya! Dengan raungan liar dan beberapa suara benturan, Serigala Abu-abu menyebabkan ilusi mimpi buruk perlahan menghilang.

Hongjun menghindari qi hitam itu, hanya sejauh lima langkah dari altar itu. Iblis hati, bagaimanapun, memekik. Itu berubah, membelah dari tubuhnya sendiri sosok Liu Fei yang memegang pedang, yang menyerang dengan kejam ke arah Hongjun!

Hongjun segera melindungi Lu Xu di belakangnya dan mengangkat lengannya, dengan paksa memblokir serangan bayangan hitam Liu Fei.

“Hongjun!”

“Jangan pedulikan aku!” Hongjun berteriak, sebelum mendorong Lu Xu menuju altar.

Liu Fei yang setengah tubuhnya diciptakan dari qi iblis yang dikumpulkan, mengangkat pedangnya dan berteriak dengan keras, membawa pedangnya ke arah Hongjun! Tapi saat qi iblis bertabrakan dengan Hongjun, semuanya benar-benar berbeda dari bagaimana qi iblis itu dengan Mo Rigen dan Li Jinglong. Seketika itu juga, api hitam menyala di dada Hongjun, menelan mimpi buruk Liu Fei!

Dengan ledakan yang keras, Hongjun melihat alam mimpi milik Liu Fei untuk sesaat.

Sama seperti mimpi pada malam pertama yang dia alami saat dia tiba di Liangzhou, halaman dipenuhi dengan sinar matahari yang cerah, dan jenderal muda yang tampan itu berjalan perlahan mendekati seorang gadis di koridor… mereka bertemu pada malam musim panas itu, dan berbagi ciuman di bawah langit berbintang… tepat setelah terjadi perdebatan yang sengit, gadis itu berbalik dan pergi.

“Naoji…” Liu Fei berbaring di ranjang sakitnya, memegang erat tangan gadis itu.

Mata wanita cantik yang bernama Naoji itu berwarna merah cerah, dan dia terisak, “Aku akan pergi bersama dengan tuanku…”

Liu Fei akhirnya menutup matanya, hatinya dalam kedamaian. Gambar yang tak terhitung jumlahnya melintas di depan mata Hongjun; saat tubuh Liu Fei dibawa ke mausoleum kerajaan, Naoji benar-benar berjalan menuju tempat tidur anak muda lainnya, perlahan membuka ikatan jubah dukanya.

Pada saat itu, di bagian terdalam dari hati Hongjun, gelombang kemarahan meraung saat itu bergegas keluar! Setelah kematiannya, karena perasaan berubah-ubah kekasih dan putranya sendiri, Liu Jian5 menggantung dirinya di atas sebuah balok, dan Naoji bergegas keluar dengan kengerian, namun dia ditarik ke pelukan oleh saudaranya sendiri… sampai raja hantu itu menekan tangannya ke dahi Liu Fei.

“Masalah dari masa lalu itu hanyalah awan yang melayang melintasi penglihatanmu. Jika kau datang untuk melayaniku, mulai sekarang, kau akan ada di luar jalur antara hidup dan mati…”


“Hongjun—!” Dengan raungan marah dari Li Jinglong, cahaya terang bersinar, dan Hongjun tiba-tiba tersentak bangun karena suara serigala yang melolong.

Lu Xu sudah sampai di depan altar, dan dia menundukkan kepalanya untuk mempelajari array yang ada di altar. Tapi dengan keadaan yang sekarang, iblis hati sudah memilih untuk mengabaikan yang lainnya, membalikkan tubuhnya menuju ke arah Hongjun. Di dalam awan siluet manusia hitam, sepasang mata merah darah muncul.

“Kau benar-benar dapat menyerap mimpi buruk ini?” iblis hati menggeram dengan suram. “Benih iblis!”

Hongjun mundur setengah langkah, menundukkan kepalanya untuk menatap qi hitam yang melingkar di depan dadanya. Asap hitam perlahan merembes keluar dari dadanya; rasa sakit Liu Fei sudah memasuki jiwanya. Rasa sakit yang berat karena kehilangan orang yang dicintainya, dan semua emosi yang dia rasakan setelah kematiannya, yang sudah menyebabkan dia merasakan jenis rasa sakit yang paling mendasar dan terdalam yang ada di dunia ini!

Iblis hati memekik, sekali lagi menembakkan qi iblis seperti meteor hitam. Dalam sekejap, Li Jinglong muncul di depan Hongjun, melindunginya. Dengan kilatan terang dari cahaya, dia memblokir semua qi hitam yang bergegas ke arah mereka. Dia tidak pernah menyangka, bahwa Hongjun akan menekan bahu Li Jinglong dan mendorongnya ke satu sisi, tanpa rasa takut menuju ke iblis hati!

Tembakan berturut-turut dari tembakan qi iblis menuju ke arah Hongjun, ledakan keras tanpa akhir saat mereka masing-masing tenggelam ke dalam tubuhnya. Pada saat itu, Hongjun merasakan keputusasaan dan kemarahan yang tak ada habisnya — para ayah memasak putra mereka dan memakan mereka, pengendara menebas rekan mereka sendiri dengan senjata di tangan mereka, pengintai melompat dari tebing di depan mereka — pengkhianatan, pembunuhan, kelaparan, menginjak-injak orang lain!

“Tidak—!” Li Jinglong berteriak dengan liar.

Pada saat itu, Lu Xu dan Mo Rigen membeku, tercengang, hanya untuk melihat qi iblis di sekitar Hongjun mengitarinya dengan liar saat menari-nari di sekitarnya. Dia menutup matanya, ekspresinya berubah menjadi seringai, sebelum kedua matanya terbuka lagi, dan dia meraung, “Menyebar!”

Detik berikutnya, Hongjun mengulurkan tangannya, dan mimpi buruk yang tak terhitung jumlahnya berputar di sekitar aula berbalik sekaligus, menembak ke arah telapak tangannya. Mereka kemudian berubah menjadi bilah tajam yang mengiris ke arah iblis hati!

Iblis hati memekik, “Benih Iblis—!”

Suaranya tiba-tiba terputus saat seluruh dunia bergetar. Dengan itu, istana benar-benar runtuh. Pilar-pilar itu patah, memperlihatkan langit dan daratan, bergolak dengan kabut yang gelap. Pada saat itu, Hongjun dan iblis hati, mereka berdua naik ke udara. Dalam ribuan tahun ini6, kesedihan dan penderitaan dari mimpi buruk yang sudah berkumpul bersama di alam manusia bersatu menjadi pusaran, yang berputar dengan cepat di sekitar Hongjun dan iblis hati!

Tanda iblis merah darah muncul di bagian atas tubuh Hongjun yang telanjang, dan matanya bersinar dengan cahaya merah. Iblis hati mengambil bentuk Lu Xu, dengan liar menarik mimpi buruk kembali ke tubuhnya, takut mereka akan diserap oleh Hongjun sebagai gantinya.

“Iblis bodoh,” kata Hongjun perlahan, suaranya semakin dalam dan serak. “Rasa sakit manusia seharusnya sudah lama terkubur dalam kegelapan. Bagaimana mereka bisa menjadi mainan di tanganmu?”

Setelah melihat bahwa situasinya sudah berubah, Li Jinglong tidak memiliki waktu untuk memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia berteriak, “Lu Xu! Cepatlah! Ini tidak bisa terus berlanjut! Kirim mereka keluar–!”

Di altar, Lu Xu merentangkan tangannya, cahaya putih keperakan bersinar dari tangannya, memasuki altar.

Di luar lukisan dinding, raja hantu, A-Tai, dan Ashina Qiong semuanya diam-diam melihat “Raja Rusa Játaka.”

Pada saat ini, perubahan yang mengerikan sudah terjadi pada “Raja Rusa Játaka”. Warna dan gambar asli pada lukisan dinding sudah berbalik, dan dua pemuda setengah telanjang muncul di dalamnya, qi hitam masing-masing melingkar di sekitar mereka. Di bawah mereka adalah serigala dan seorang pria yang bersinar dengan cahaya, keduanya berputar-putar di sekitar pertempuran di atas.

“Mereka hampir keluar,” kata raja hantu dengan sungguh-sungguh.

Ashina Qiong menoleh dan melirik ke arah empat orang yang berbaring bersebelahan. Ikan mas yao memegang handuk dan menyeka keringat di dahi Hongjun.

Di dalam lukisan dinding itu, kekuatan yang terpancar dari tangan Lu Xu mengalir tanpa henti ke dalam array itu, yang mana mulai aktif. Hongjun dan iblis hati menoleh pada saat yang sama, melihat ke arah Lu Xu!

Dengan raungan marah, iblis hati bergegas menuju ke arah Lu Xu, namun Hongjun berada tepat di belakangnya. Lu Xu melayang di udara di atas altar, dan Li Jinglong serta Serigala Abu-abu bergegas pada saat yang sama.

Dalam sekejap, iblis hati bertabrakan dengan Lu Xu, dan Hongjun berteriak keras. “Lu Xu!”

Lu Xu menjawab dengan tenang, “Setelah kau keluar, bunuh aku. Kematian tidak membuatku takut. Lindungi hatimu yang paling dalam, gege.”

Lu Xu merentangkan tangannya, memeluk iblis hati yang memancarkan qi hitam di mana pun. Hongjun berteriak, “Tidak! Lu Xu!”

Tiba-tiba, Serigala Abu-abu melolong, dan getarannya mengirim iblis hati, yang berusaha keras untuk memasuki tubuh Lu Xu, terbang menjauh. Detik berikutnya, Hongjun mengulurkan tangannya dan menempelkannya langsung ke dada Lu Xu, menarik keluar sosok manusia hitam di dekat rambutnya. Qi hitam di tangannya meledak, dan dengan suara gemuruh, dia tanpa ampun menarik iblis hati keluar dari tubuh Lu Xu!

Begitu Lu Xu membeku, array-nya runtuh, dan sebuah cincin dari cahaya berdesir keluar.

Pada saat yang sama, lukisan dinding “Raja Rusa Játaka” bersinar dengan cahaya terang, memuntahkan bayangan hunpo dan qi hitam yang memenuhi langit. Raja hantu mengangkat genderang di tangannya, dan dia berteriak, “Kalian semua, bangun!”

Saat itu, Li Jinglong, Lu Xu, dan Mo Rigen membuka mata mereka sekaligus. Namun, tiga hun dan tujuh po Hongjun, penuh dengan qi hitam yang memasuki tubuhnya.

“Hongjun-!” seru ikan mas yao ngeri, sebelum melompat ke samping.

Li Jinglong segera berbalik, menyalakan Cahaya Hati, dan mengeluarkan qi hitam di hunpo Hongjun. Tapi mereka sudah mendekati akhir, dan hampir semua qi iblis sudah terserap ke dalam hati Hongjun. Dia membuka matanya, dan kedua mata itu dipenuhi dengan kebencian!

Dalam kejadian berikutnya, iblis hati meledak dari lukisan dinding, cakar dan giginya berkedip. A-Tai dan Ashina Qiong menyerang pada saat yang sama, tapi iblis hati, dikelilingi oleh api iblis yang menyala-nyala, bergegas keluar dari Gua Mogao!

“Kejar itu!” teriak Mo Rigen.

Semua orang bangkit dan bergegas mengejarnya, keluar dari Gua Mogao.

Di kegelapan malam, bintang-bintang di langit redup. Iblis hati terbang keluar dari tingkat tiga, namun Serigala Abu-abu berjalan di atas cahaya saat berlari ke arahnya, mengaum padanya, dan iblis hati dikirim jatuh kembali. A-Tai menekankan satu tangannya di pagar saat dia melompati mereka, melambaikan Kipas Badai Dewa-nya, dan mengirimkan nyala api yang berkobar.

Raja hantu memimpin sekelompok pengawalnya melompati pagar, terbang keluar dari Gua Mogao. Lu Xu berada tepat di belakang mereka, dan dia berteriak, “Bersihkan mimpi buruknya!”

“Di mana Zhangshi?!” A-Tai memanggil kembali.

Hongjun mengeluarkan pisau lemparnya, tapi tepat saat dia hendak bergegas keluar dari gua, sebuah tangan terulur dari belakangnya, mengunci pergelangan tangannya, dan dengan kasar menariknya kembali!

“Kau dengarkan aku,” kata Li Jinglong dengan sungguh-sungguh. “Kau tidak bisa menerima mimpi buruk dari iblis hati…”

Sebelum dia bisa selesai berbicara, Li Jinglong tiba-tiba menjadi korban pukulan yang keras dan bersih dari Hongjun. Pukulan itu mendarat dengan kuat di rongga matanya, dan itu membuat dunia di sekitarnya berputar dan merasa pusing saat dia hampir jatuh.

“Kau bersekongkol untuk membohongiku…” kata Hongjun, mengepalkan tinjunya dengan erat, sangat marah sehingga dia tidak bisa berhenti gemetar. “Kalian semua sudah tahu jauh sebelumnya… itu adalah benih iblis…”

Dengan susah payah, Li Jinglong terbatuk beberapa kali, menggunakan satu tangannya untuk menutupi matanya. Dia berkata, “Ini salahku, aku berbohong padamu, tapi tidak peduli apa yang terjadi, kau tidak bisa menerima qi iblis lagi… Hongjun, berjanjilah padaku, berjanjilah padaku…”

Dia berhasil mengangkat kepalanya, pandangannya berputar. Kemarahan sudah mengubah wajah Hongjun menjadi seringai, tapi sekarang ekspresinya perlahan melunak, namun di matanya ada jejak dingin.

“Mengangguklah,” kata Li Jinglong. “Aku berjanji padamu bahwa aku akan mengalahkannya. Kau. Pasti. Tidak akan. Menjadi. seperti dirimu yang berada di dalam lukisan dinding lagi… Mengangguklah, mengangguklah untukku, kalau tidak, aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkan tempat ini!”

Hongjun terengah-engah, sebelum akhirnya mengangguk sekali dan bergegas keluar dari Gua Mogao!


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Alam semesta poket atau jagat raya gelembung, yang juga dalam bahasa sehari-hari disebut dimensi poket, adalah sebuah konsep dalam teori inflasi. Lebih lanjut silakan cari di google.
  2. Seorang biarawan yang dikatakan sudah hidup di zaman Enam Belas Kerajaan, yang dikenang sebagai orang yang menciptakan gua pertama di Gua Mogao.
  3. Ini adalah frasa transliterasi dari raw bahasa china; Prajna menjadi “wawasan ke dalam kebenaran”, dan bodhi menjadi “pencerahan akhir”.
  4. Istilah Budha untuk “nirwana-setelah-kematian”, diperuntukkan bagi mereka yang sudah mencapai nirwana dalam hidup mereka.
  5. Putra Liu Fei, yang secara historis diangkat menjadi putra mahkota.
  6. Secara teknis, bukankah ini baru beberapa ratus tahun sejak Lu Ying? ://
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments