Penerjemah: rusmaxyz
Proofreader: Jeffery Liu


Tahun Keempat Periode Taiyuan, Hari Pertama Bulan Lunar Kedua, Xiangyang.

“Penjara bawah tanah.”

Penjara bawah tanah, Penjara bawah tanah, Penjara bawah tanah… Suara Zhu Xu seperti bergema di telinganya. Chen Xing tiba-tiba melepas penutup matanya dan berbalik dengan tidak percaya, hanya untuk bertemu dengan tatapan bingung Zhu Xu.

“Dia pura-pura buta!” petugas registrasi segera terguncang saat dia berteriak. “Penipu! Pembohong!”

Chen Xing berputar dan bergegas ke dalam penjara bawah tanah. Pada saat yang sama, dari dalam kehampaan, kupu-kupu bercahaya terbang keluar.

Mengepakkan sayapnya, ia langsung menuju kegelapan.

Xiang Shu, Xiang Shu?! Apakah kau di dalam sana?

Chen Xing berjalan terhuyung-huyung ke depan, hampir tersandung dan jatuh. Kupu-kupu itu, bagaimanapun, dengan ringan terbang di depannya, menuju sosok dalam kegelapan sebelum menghilang. Chen Xing tergesa-gesa dan terpeleset; dia berlutut dan tergelincir, tubuhnya praktis jatuh ke tanah.

Xiang Shu tidak bergerak; dia berbaring miring di tanah, benar-benar diam.

Mata Chen Xing berlinang air mata kebahagiaan. Dia menjerit penuh emosi dan memeluk Xiang Shu dengan erat.

Semua orang: “……”

Setelah periode waktu yang dibutuhkan untuk membakar dupa 1.

Di kediaman gubernur, ada pertengkaran lain tentang identitas Chen Xing. Setiap orang sekali lagi berbicara satu demi satu bahwa tujuan pemuda ini datang ke sini sangat mencurigakan, dan bahwa dia harus diselidiki secara menyeluruh.

“Dokumen resmi dari Kementerian Penunjukan (sebelumnya Dewan Kantor Sipil), yang dikeluarkan oleh Xie An sendiri tidak dapat dipalsukan. Apa yang kamu inginkan dariku…” Suara Zhu Xu tiba-tiba berhenti. Dia tercengang dan berpikir keras, “Mengapa sepertinya aku telah mengucapkan kata-kata yang persis sama di suatu tempat sebelumnya?”

Semua orang tiba-tiba merasakan déjà vu pada situasi ini. Beberapa saat kemudian, diplomat itu membuka mulutnya, “Daren, pemuda ini pasti datang untuk mencari terpidana mati itu. Dia sengaja membuat bingung, menipu orang dengan menyebut dirinya ‘pengusir setan.’ Ada sesuatu yang sangat aneh tentang asal mula terpidana mati tersebut.”

Keraguan terpampang di seluruh wajah Zhu Xu, dan dia tersesat dalam pikirannya.

Kediaman Gubernur, Kamar Tamu.

Chen Xing memeluk Xiang Shu. Pada awalnya, dia sangat tersentuh sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis dengan keras, tapi setelah beberapa saat, dia hanya tertawa. Setelah membawa kembali pria itu, dia tidak melakukan apa-apa; Dia hanya memeluk tubuh bagian atas Xiang Shu di dadanya, menangis dan tertawa.

Dia dan Xiang Shu praktis menangis di pelukan satu sama lain.

Xiang Shu: “……”

“Bagaimana kau bisa seperti itu?” Chen Xing merasa sangat sedih ketika dia mengingat adegan terakhir yang dia lihat tentang Mutiara Dinghai. Dia sekali lagi hanya bisa melihat Xiang Shu dan menangis tersedu-sedu. “Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal?”

Mutiara Dinghai yang hancur, aura cahaya memenuhi seluruh langit, Kebangkitan Semua Sihir, roda sebab dan akibat yang berputar …… Dalam waktu singkat, Chen Xing telah mengingat adegan yang tak terhitung jumlahnya sebelum kematian mereka; dia segera menunjukkan bahwa pada saat-saat terakhir, mereka telah kembali ke tiga tahun yang lalu!

“Kali ini, kita pasti akan berhasil!” Chen Xing memberi tahu Xiang Shu. “Pasti! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi! Xiang Shu!”

Mata Xiang Shu tertutup rapat. Di ruang bawah tanah, dia telah membuka matanya untuk waktu yang singkat dan kembali sebentar ke kejelasan, meskipun dia jatuh koma lagi tidak berapa lama kemudian. Meskipun, Chen Xing masih tidak memahami detail spesik dari peristiwa pada saat-saat terakhir itu … Mungkin, itu karena jika Xiang Shu meninggal, Mutiara Dinghai akan hancur. Jadi, untuk melindunginya, mereka dikirim kembali ke masa lalu? Tidak masalah, tidak akan terlambat untuk bertanya lagi setelah Xiang Shu pulih. Dia pasti menggunakan semua mana di tubuhnya untuk mengubah nasib mereka.

“Oh, benar,” Chen Xing mengingat dan berkata, “Minum obatnya, kau harus meminumnya dulu.”

Chen Xing hampir lupa bahwa Xiang Shu berada di ranjang kematiannya saat pertama kali mereka bertemu, dia hanya berhasil pulih secara bertahap berkat pil terakhir yang diserahkan kepadanya oleh masternya. Setelah minum obat, dia juga tidak bisa berbicara atau bergerak selama enam shichen  setelahnya.

Chen Xing memegang obat di mulutnya dan memberikannya pada Xiang Shu. Setelah itu, dia menyentuh dahinya sementara matanya tertuju pada bibir Xiang Shu.

“Kali ini giliranku untuk mengikutimu dari dekat sampai kita bahkan tidak akan terpisah jauh,” kata Cheng Xing lembut. “Bahkan jika kita harus lari ke ujung bumi, bahkan jika aku akan mati besok, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku juga.”

Mungkin, itu adalah berkah dari surga; keajaiban telah terjadi dan benar-benar mengembalikan mereka ke hari pertama mereka bertemu. Saat ini, Xiang Shu memang terlalu kurus, sampai-sampai membuat Chen Xing tertekan. Merasa sedih sekaligus senang di saat yang sama, dia teringat bahwa di saat-saat terakhir mereka, Xiang Shu juga pernah memeluknya seperti ini. Lebih jauh lagi, dia juga menundukkan kepalanya dan menciumnya… Tiba-tiba, perasaan di dalam hatinya itu membakar dengan sangat keras hingga meledak karena dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi.

Tubuh dingin Xiang Shu secara bertahap menghangat, dan bibirnya menjadi lembab, mendapatkan kembali warna aslinya.

Chen Xing memeluk Xiang Shu dan menundukkan kepalanya sedikit. Dia sangat ingin memanfaatkannya saat dia masih pingsan untuk mencium bibirnya.

Cium saja dia, kata Chen Xing pada dirinya sendiri di dalam hatinya. Dia toh tidak akan bangun, jadi cobalah dan cium dia.

Tapi Xiang Shu benar-benar bangun dan membuka matanya.

Xiang Shu: “……”

Pintu kamar tidur tidak ditutup. Zhu Xu secara pribadi datang untuk mengamati Chen Xing, hanya untuk melihat Chen Xing memeluk tahanan yang saat ini tidak bisa bergerak yang baru saja diselamatkan dari hukuman mati dan menundukkan kepalanya untuk menciumnya. Dia terlalu malu untuk mengatakan apapun saat ini.

Zhu Xu: “……”

Chen Xing langsung terbatuk dengan canggung. Dia ragu-ragu menatap Zhu Xu; Zhu Xu sepertinya telah melupakan segalanya. Mungkinkah ketika mereka kembali ke tiga tahun lalu, satu-satunya orang yang benar-benar mengingat semuanya, adalah dia?

“Zhu-daren, aku masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan,” Chen Xing membaringkan Xiang Shu, menutup pintu, dan mengusirnya. “Anda 2 kembalilah nanti ba. Meskipun aku merasa anda juga tidak akan bebas nantinya, jadi selamat tinggal ah.”

“Penjaga!” Zhu Xu meraung marah. “Bawa penipu ini ke bawah dan kunci dia sekarang!”

“Tunggu, tunggu, tunggu!” Chen Xing berpikir dalam hatinya, apa ini berbeda dari yang terakhir kali ah, sebelum bergegas berkata, “Biar aku jelaskan! Baik! Aku akan jelaskan sekarang!”

Namun, orang-orang itu sudah masuk ke kamar dan mengapit Chen Xing saat mereka menyeretnya pergi, meninggalkan Xiang Shu terbaring sendirian di tempat tidur.

Xiang Shu: “……………………”

“Prajurit Qin akan menyerang kota malam ini!” Chen Xing, yang diseret, berteriak di tanah, “Zhu-daren! Saat aku menyelinap ke Xiangyang, aku memata-matai intelijen militer yang penting! Dengarkan aku!”

Zhu Xu menghentikan langkahnya, menoleh, dan menatap Chen Xing.

Setelah periode dupa berlalu, Chen Xing berkata sambil berdiri di teras kediaman gubernur, “Dengarkan aku. Jangan pernah menyentuh Xiang Shu; identitasnya sangat penting.”

Bertengger di atap kediaman, adalah seekor burung berwarna merah dengan api yang menelan seluruh tubuhnya.

Dengan nada dingin, Zhu Xu berkata, “Aku hanya tahu kamu merencanakan sesuatu. Lanjutkan, satu kata salah, dan kepala kalian akan jatuh ke tanah. Bahkan jika kota akan runtuh malam ini, aku masih akan pergi untuk membunuhmu dulu!”

Salju turun tanpa henti, dan Zhu Xu berdiri di balkon lantai 3 kediaman gubernur saat dia melihat ke seluruh kota Xiangyang, yang dipenuhi dengan lentera, dari atas.

Chen Xing menarik napas dalam-dalam. Hingga saat ini, dia masih belum berani untuk benar-benar menerima kenyataan bahwa dia benar-benar telah kembali ke masa lalu. Suatu saat, dia merasakan jantungnya meledak karena kegembiraan, meskipun pada saat yang sama, dia juga merasa seolah-olah ada beberapa bagian yang tidak benar, bahwa masih ada yang tidak beres.

Dia merasa seolah-olah berada di dalam mimpi, tertawa dari waktu ke waktu, namun di saat berikutnya, merasa berat. Namun, dia sudah terlalu sibuk untuk terus memikirkannya; dia harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah di depannya.

“Apa yang harus kukatakan, ne?” Chen Xing memikirkan ini dan itu sebelum melanjutkan, “Lebih baik membuat cerita panjangnya menjadi pendek, ba. Zhu-daren, sejujurnya, aku memang seorang pengusir setan yang datang ke sini karena 300 tahun yang lalu, semua sihir—”

Begitu dia mencapai titik itu, Chen Xing tiba-tiba menyadari sesuatu. Saat ini, apakah dia masih dalam periode Keheningan Semua Sihir? Atau apakah sihirnya sudah pulih semuanya? Apakah qi spiritual langit dan bumi masih ada saat ini?! Aku merasakanya! Qi spiritual saat ini sedang beredar! Semua sihir telah kembali!

Zhu Xu: “???”

Berbalik, Zhu Xu memandang Chen Xing dengan tatapan yang mengesankan saat dia perlahan menghunuskan pedangnya; dia benar-benar ingin menyerangnya sampai mati di tempat!

“Jangan gegabah!” Chen Xing segera berkata saat pikirannya terus berputar, Bagaimana tepatnya aku membodohi orang ini terakhir kali? Sial, aku terlalu bersemangat, aku tidak ingat!

“Oh, benar!” Chen Xing melanjutkan penampilannya yang serius seolah seorang ahli dunia sambil melanjutkan, “Daren, apakah anda percaya bahwa ada yaoguai dan makhluk abadi di dunia ini? Jika aku mengatakan aku memiliki mana, akankah anda mempercayainya?  Aiya, ini tidak akan bekerja, aku tidak bisa menahannya! Aku sangat senang! Zhu-daren! Lama tidak bertemu ah! Semua sihir telah kembali! Chiyou dan apa pun bisa masuk neraka ba! Setiap orang akan memiliki keberuntungan atau keberhasilan di beberapa titik dalam hidup mereka, dan akhirnya inilah waktuku untuk berbisnis la!”

Chen Xing benar-benar tidak tahu dengan siapa harus berbagi kebahagiaan di dalam hatinya, dan dia hanya ingin memegang Zhu Xu sambil melampiaskan kebahagiaannya untuk sementara waktu.

Zhu Xu: “……………………”

Zhu Xu meraung marah, “PENJAGA——”

“Akan kubuktikan!” Chen Xing menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, “Begitu melihatnya, jika anda masih tidak mempercayainya, aku akan tetap di tempat, dan anda bisa menangkapku saat itu.”

Zhu Xu, karena Chen Xing, sudah menjadi sangat marah sehingga seluruh tubuhnya gemetar. Namun, Chen Xing hanya tersenyum tulus ketika dia berbicara, “Aku tahu apa yang anda lakukan sebelumnya hari ini hanya untuk menstabilkan moral pasukan, dan di dalam hatimu, pernah ada ‘cahaya’.”

Kulit Zhu Xu tiba-tiba berubah.  Mengapa aku merasa sedikit déjà vu pada ucapannya ini? Dia menatap Chen Xing, penuh perhatian, dan suasana hatinya berangsur-angsur stabil. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, “Tunggu, aku tidak tahu kenapa, tapi tiba-tiba aku merasa kita sudah saling kenal?”

Chen Xing langsung menjawab, “Itu benar. Meskipun anda akan menyerahkan kota kepada mereka sebentar lagi, aku percaya bahwa jauh di dalam hati-mu, anda masih setia kepada Jin yang Agung…”

Mendengar ucapan tersebut, Zhu Xu langsung meledak, “Kota Xiangyang masih belum diterobos, ne! Apakah akhirnya kamu menunjukkan warna aslimu, mata-mata?!”

“Tidak.” Chen Xing kemudian menyingsingkan lengan baju kanannya sebelum menjawab, “Mata-mata? Akan kutunjukkan padamu…”

Saat dia mengatakan itu, Chen Xing mengangkat tangan kanannya dan memberi tahu Zhu Xu dengan sikap yang sangat tulus, “Daren. Tolong. Lihat.”

Dan kemudian, Chen Xing menyalurkan energinya dalam upaya untuk mengaktifkan Cahaya Hati.

Dalam hitungan detik setelah itu, di balkon lantai 3 kediaman gubernur, Cahaya Hati tiba-tiba merajalela di bawah kelimpahan qi spiritual langit dan bumi; itu meletuskan kilatan cahaya yang begitu terang sehingga bisa memisahkan langit dan bumi.

Chen Xing dan Zhu Xu secara bersamaan berteriak kesakitan.

Zhu Xu meraung liar, ”MATAKU——!”

Chen Xing berteriak, “APA YANG TERJADI! AKU BUTA!”

Zhu Xu: “PEMBUNUH! SESEORANG! ADA PEMBUNUH!”

Chen Xing menyalakan Cahaya Hati, dan cahaya itu memenuhinya. Sebenarnya, dalam 300 tahun terakhir Keheningan Semua Sihir ini, selama waktu ketika semua qi  spiritual telah habis, hal ini dikarenakan seni sihir kurang efektif hingga setengahnya, sementara mantra hati yang digunakan untuk merapal mantra diperlukan sekitar 1,5 kali tenaga dari biasanya. Hanya saja, dia tidak menyangka bahwa kekuatan Cahaya Hati akan menguat di bawah pengaruh qi spiritual. Itu tampak mirip dengan sambaran petir tanpa suara, mekar dalam sepuluh kali lipat intensitas lebih dari biasanya dan meletus tepat di depan wajah mereka yang saat ini saling berhadapan —— kilatan Cahaya Hati itu secara bersamaan membutakan mereka untuk sesaat.

Di depan mata Chen Xing, hanya ada putih yang sangat luas, sebelum sekali lagi meredup dalam sekejap dan berubah menjadi hitam pekat; ada cahaya dan bayangan yang tampaknya tak terhitung jumlahnya berkedip di hadapannya dalam kekacauan yang kacau balau. Dengan satu kilatan Cahaya Hati itu, burung merah menyala yang bertengger di luar rumah gubernur melebarkan sayapnya dan terbang menjauh.

Di bawah teriakan keras Zhu Xu, seorang diplomat terburu-buru dengan daftar di tangannya, terkejut saat dia berbicara, ”Daren! Apa kalian berdua baik-baik saja?!”

Chen Xing berteriak, “Pembunuh, dimana?! Tangkap si pembunuh!”

Zhu Xu awalnya berpikir bahwa Chen Xing akan mengambil kesempatan untuk membunuh dirinya sendiri, jadi dia berteriak “Pembunuh!”, tapi Chen Xing hanya berpikir ada seorang pembunuh saat dia menjadi buta. Untuk sesaat, keduanya hanya mencari kemana-mana dalam kebingungan, tangan mereka meraba-raba ke mana-mana sebelum akhirnya berpelukan.

Setelah beberapa saat, semua prajurit datang dan melihat bahwa tidak ada pembunuh bayaran. Chen Xing dan Zhu Xu juga akhirnya bisa melihat kembali; mereka melihat sekeliling sambil terengah-engah.

Zhu Xu ketakutan dan masih ragu saat menatap Chen Xing. Chen Xing diam-diam berpikir, Semua keajaiban memang telah kembali! Apakah aku menggunakan terlalu banyak kekuatan dan melakukannya secara berlebihan?

“Jadi… itu dia,” kata Chen Xing. “Aku tidak berbohong padamu, paham? Aku bisa melakukan sihir.”

Chen Xing baru saja mengangkat tangannya ketika Zhu Xu tiba-tiba berteriak ngeri, “Turunkan tanganmu! Kamu hampir membutakanku sekarang! Sihirmu, apa yang bisa dilakukan cahaya itu?”

Chen Xing menjawab, “Err… sepertinya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kenapa meskipun semua sihir telah kembali, aku hanya bisa memancarkan sedikit cahaya? Ah, benar! Api, datanglah! Kenapa tidak berhasil? Mungkin mantranya dan Cahaya Hati saling bertolak belakang?” Chen Xing menjentikkan jarinya beberapa kali sambil mengucapkan mantra lima elemen, namun sampai akhir, dia tidak bisa mengeluarkan sihir apa pun.

Pikiran Chen Xing saat ini penuh dengan Xiang Shu. Dia dengan sabar berkata, “Lupakan saja. Bagaimanapun, seperti yang kamu 3 lihat, aku memang seorang pengusir setan yang datang ke sini untuk menemukan Pelindungku; aku tidak menipumu. Sekarang, karena aku sudah menemukannya, aku akan…”

Zhu Xu menyela, ”Kamu dan Pelindungmu akan membantuku mempertahankan kota?”

Chen Xing menjawab, “Aku harus membawanya pergi. Aku sangat sibuk. Kamu teruslah bekerja keras ba, sampai jumpa di Shouyang!”

“Tunggu!” Zhu Xu bergegas mengejar Chen Xing. “Pengusir Setan! Tiba-tiba aku memiliki ide. Kamu bisa berdiri di menara gerbang kota atas namaku nanti dan menggunakan cahaya itu untuk membutakan mata musuh——”

“Tidak ada waktu!” Chen Xing kembali ke kamar dengan cepat dan berteriak. “Lagipula, Zhu-daren, jaraknya terlalu jauh, kamu benar-benar berpikir itu akan berguna ma? Pihak lain akan menyerang kota, dan ini dia, menyalakan lentera untuk mereka ne! Apa kamu takut pasukan musuh tidak akan bisa menemukan jalan mereka dalam kegelapan?”

Ide Zhu Xu itu, pada jarak pendek, keterampilan itu memang akan berguna. Namun, jika pasukan musuh berada jauh, itu sama saja dengan menerangi segalanya untuk mereka; dia mencoba untuk menjadi pintar namun justru mendapatkan rasa malu yang diakibatkan oleh kecerobohan. Dia buru-buru berkata, “Kalau begitu, kamu akan…”

Chen Xing menoleh dan menjawab, “Aku akan memberitahumu sesuatu! Mereka akan segera tiba! Xiangyang pasti tidak akan bisa menahannya hari ini! Tapi Murong Choi dan yang lainnya, setelah mereka memasuki kota, mereka akan gunakan tempat ini, kediaman gubernur, sebagai markas operasi mereka! Lebih baik kamu menyiapkan penyergapan sekaligus ba! Mungkin kamu bisa mengubah jalannya kejadian…”

Zhu Xu terkejut, dan tepat pada saat ini, sebuah teriakan datang dari luar
“Pasukan Qin menyerang kota——!”

“Kota ini telah dihancurkan!”

Zhu Xu sekali lagi tidak bisa berurusan dengan Chen Xing; dia berbalik dalam sekejap dan bergegas ke aula utama.

Murong Chui memimpin pasukan dan mulai menyerang kota. Bola api memenuhi seluruh langit, tampak seperti bintang jatuh. Chen Xing bergegas kembali ke kamar tidur dan melihat bahwa Xiang Shu masih terbaring di tempat tidur. Ketika dia mendengar suara itu, dia mengalihkan pandangannya dengan susah payah untuk melihatnya.

“Kita harus segera lari.” Chen Xing membundel Xiang Shu dalam selimut sebelum melanjutkan, “Jangan khawatir ba, kita akan berhasil melarikan diri.”

Tiba-tiba, Chen Xing sekali lagi teringat bahwa segera, pasukan Qin akan masuk … dan dia harus berpura-pura gantung diri dulu. Jadi Chen Xing buru-buru melakukan sesuai dengan apa yang pernah dia lakukan di masa lalu: dia memasukkan Xiang Shu yang sudah dibundel ke bawah tempat tidur sebelum melepas sprei dan menggulungnya menjadi tali yang sudah dibuat; dia kemudian melemparkannya ke atas balok dan mengikat simpul sebelum mulai menggantung dirinya sendiri.

Xiang Shu memandang Chen Xing dari bawah tempat tidur.

Xiang Shu: “……………………”

Chen Xing masih di tengah-tengah persiapannya ketika suara pintu didobrak terdengar, dan seorang prajurit Qin bergegas masuk dengan pedang di tangannya.

Chen Xing sama sekali tidak menyangka bahwa mereka akan datang secepat itu! Dia dan prajurit Qin itu segera saling memandang; Prajurit itu hanya berpikir bahwa terpelajar ini akan gantung diri, dan untuk sesaat, dia juga tidak tahu apakah dia harus membunuhnya dengan senjatanya atau tidak.

Apa yang harus dilakukan? Dalam kebuntuan ini, pikiran Chen Xing berputar secepat kilat. Apa yang salah? Mengapa aku kurang beruntung kali ini? Sudah berakhir, bukan berarti aku akan mati di tempat ini ba?

Tampaknya tepat setelah prajurit itu mengangkat pedangnya dan menyerbunya, kehidupan kecil Chen Xing akan berakhir dalam keadaan seperti itu.

Pertaruhkan semuanya dan lawan itu, ba. Pikiran Chen Xing campur aduk. Dalam momen singkat yang berkelap-kelip, Chen Xing membungkuk dan melompati meja pendek, berteriak keras saat dia menerkam prajurit Qin itu!

Prajurit itu segera lengah; dia tidak menyangka pria yang baru saja akan gantung diri itu akan menjadi gila sesaat kemudian. Dia tanpa sadar mundur selangkah, tapi Chen Xing berhasil memeluk pinggangnya; dia menjatuhkannya dan membuatnya jatuh ke tanah!

Xiang Shu: “……”

Prajurit itu meraih pedangnya dan menghujani dia dengan kutukan. Chen Xing, bagaimanapun, dengan panik mencoba untuk meninggalkan ruangan karena takut bahwa prajurit akan menemukan Xiang Shu tersembunyi di bawah tempat tidur sambil berteriak “Datang dan tangkap aku ah! Kau datang dan tangkap aku ah!”

Kemudian seolah-olah dia telah mengoleskan minyak di telapak kakinya, dia melarikan diri.

Benar saja, prajurit itu tertinggal jauh dan menyiapkan busurnya sambil tetap menghujani kutukan, memasang panah di tempatnya dan mulai melepaskan tembakan. Chen Xing hanya ingin membawanya ke aula utama kediaman gubernur. Jika Zhu Xu masih belum pergi, dia secara alami akan membunuh pria itu. Hanya saja, saat dia berlari melalui koridor yang berkelok-kelok, dia melihat dua prajurit Qin menyerang dia dengan agresif, membuatnya segera berbalik dan melarikan diri ke arah acak dengan panik.

Prajurit Qin sebelumnya bergabung dengan yang terakhir dan bersama-sama, mereka bertiga mengejar Chen Xing. Hati Chen Xing sudah terasa seperti akan melompat keluar; dia berlari ke lorong dan tiba-tiba berbalik. Merentangkan kedua tangannya, dia menggunakan Cahaya Hati sambil menutup matanya pada saat yang bersamaan.

“Ambil ini!” Chen Xing berteriak.

Percikan cahaya lain yang mengguncang langit dan bumi berkedip, membuat tiga prajurit Qin langsung menjerit sedih. Chen Xing merasa terinspirasi; dia bisa mengandalkan metode ini ketika mereka akan melarikan diri nanti. Dia segera mengambil keuntungan saat mereka masih dibawah untuk kembali membawa Xiang Shu pergi.

Maka, Chen Xing keluar. Tapi, dia tidak bisa melihat gerobak sama sekali. Dia menggeram, “Di mana gerobaknya? Kudanya?!”

Melihat dari bawah tempat tidur, Xiang Shu melihat Chen Xing berlari dari halaman luar lagi. Namun, saat dia hendak melewati pintu, ketiga prajurit Qin bergegas masuk sekali lagi.

Berdasarkan bidang pandang Xiang Shu dari lokasinya di bawah tempat tidur, ada pintu terbuka di depannya, dan sisi luar pintu itu seperti lukisan bergerak yang memiliki pemandangan berikut: Chen Xing menghilang ke sisi kiri, meskipun dia muncul kembali segera setelah itu, memegang jaring pohon yang dia dapatkan entah dari mana di tangan kanannya sementara tangan kirinya menjuntai ke depan dan ke belakang; dia sangat gugup dan ingin mendekatkan mereka dulu sebelum mengangkat tangannya lagi.

Ketiga prajurit Qin kemudian muncul di sisi kanan dengan pedang di masing-masing tangan mereka. Mereka tidak berani terlalu dekat dengan Chen Xing, dan kedua belah pihak kembali menemui jalan buntu.

Chen Xing berpikir dalam hatinya,  Pertama mari kita gunakan jaring untuk menyerang kepala pria itu untuk mengaitkannya, lalu gunakan pedangnya untuk menahan sandera dengan meletakkannya di lehernya —— itu mungkin berhasil. Juga nanti saat menggunakan Cahaya Hati, jangan lupa untuk menutup mata...

Pemimpin prajurit Qin jelas mulai menganggap serius Chen Xing; mereka tidak bisa menurunkan pertahanan mereka hanya karena dia terlihat seperti seorang terpelajar. Dia mengangkat tangannya dan memberi perintah, tapi saat ketiga pria itu hendak menyerang dan mengelilingi Chen Xing, dari atas tembok di belakang mereka, seorang pria tiba-tiba muncul. Chen Xing hanya bisa melihat pria itu membungkuk dan mengeluarkan pedang panjangnya; dia membuat lingkaran, dan cahaya putih menyala.

Chen Xing segera berteriak.

Xiang Shu: “!!!”

Dari bidang pandang Xiang Shu: darah berceceran, dan Chen Xing tiba-tiba mundur; di sisi lain pemandangan, seorang pengembara tampan dengan tinggi 9 chi dan mengenakan topi bambu muncul, dan tiga prajurit Qin jatuh pada saat bersamaan.

Pengembara itu, dengan cara yang bebas dan mudah, melepas topinya dan mengamati Chen Xing.

“Feng-dage!” Chen Xing melompat berdiri dan memeluk Feng Qianjun, mengelus tubuhnya.

“Untung aku berhasil menyusul,” kata Feng Qianjun. “Aku mendengarmu menyebutkan sebelumnya bahwa kau berada di Xiangyang pada hari ini. Tianchi, TIANCHI!!”

Feng Qianjun memeluk Chen Xing, menggosoknya seperti hidupnya bergantung padanya. Kedua orang itu sama-sama menangis dan tertawa sebentar.

Dia dan Feng Qianjun praktis menangis di pelukan satu sama lain.

Xiang Shu: “………………”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. 30 Menit, sebagian besar waktu.
  2. Chen Xing menggunakan bahasa formal Anda dalam percakapan ini.
  3. Mulai saat ini Chen Xing sudah menggunakan kata kamu yang biasanya.
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Noa
Noa
5 months ago

Tuhannn kocak banget reunian nyaaa hahaha

Nissa
Nissa
1 month ago

Chapter ini bkin ngakakk bgt