“Apa ada sihir yang bisa menembus kantong dimensi?”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


“Ini sangat aneh,” kata Mo Rigen. “Ke mana A-Tai pergi?”

Qiu Yongsi terengah-engah. “Bukankah ini cukup bagus? Setidaknya dia keluar dari bahaya.”

Hongjun mengerutkan alisnya. “Bagaimana tepatnya kalian bisa terjebak di sini?”

Setelah mereka berpisah pada malam itu, Mo Rigen, Qiu Yongsi, dan Li Jinglong belum menerima pesan dari ikan mas yao saat mereka semua masuk ke dalam perangkap. Array yang sama yang sudah dilihat Hongjun dan A-Tai juga terpasang di dalam terowongan parit yang lainnya, di sebuah kediaman tidak jauh dari Pagoda Dayan, dan di sebuah gua di luar kota.

Ikan mas yao hanya menemukan A-Tai sebelum pergi mencari di sekitar pintu masuk saluran air untuk menemukan keberadaan yang lainnya.

Qiu Yongsi dan Mo Rigen, juga, mengirimkan kekuatan mereka ke dalam array untuk menyelidikinya, hanya untuk menjadi mangsa dari penyergapan tetesan darah. Tapi Li Jinglong sudah disambut dengan serangan diam-diam, dan dalam sekejap dia diserang, dia membuat keputusan yang berani – karena dia tidak bisa melarikan diri, maka dia mungkin tampak lemah dan pura-pura pingsan, jadi dia tiba disini.

Hanya Hongjun dan A-Tai yang mengangkat pelat kuningan itu, sehingga terhindar dikirim kesini oleh array pemindah.

“Tapi orang normal… mereka semua akan memasukkan mana mereka ke dalam array, jadi mereka bisa menguji efek apa yang dimilikinya, kan?” Tanya Mo Rigen.

“Ya,” Hongjun berkata, “jadi kita bukan orang normal. Kau baru saja menyadarinya? Tapi kemana Zhao Zhilong pergi?”

Ikan mas yao melihat sekeliling ke segala arah, membawa tas sutra berisi Serbuk Lihun saat bergegas melewati jalan utama yang gelap, berlari sampai ke Departemen Exorcism, berteriak, “Hongjun! Kemana kau pergi?!”

“Zhao Zhilong-xiong?”

“Wa ah–” ikan mas yao ketakutan setengah mati. Saat dia menoleh ke belakang untuk melihat, ada A-Tai di sana.

Setelah satu batang dupa1, manusia dan ikan berdiri di halaman.

“Oh, hebat,” kata A-Tai. “Hongjun juga hilang sekarang.”

Dari semua hal penting yang ada di dunia, Hongjun adalah yang paling penting. Karena tidak hanya kehilangannya, tapi juga berpotensi untuk mengalami situasi berbahaya, ikan mas yao berpikir, jika bos besar Istana Yaojin tahu, maka dia tidak lebih dari seekor ikan di balok tukang daging, tidak tahu apakah dia akan di-lingchi2 menjadi filet ikan mentah atau digoreng menjadi ikan tupai3, dan seluruh tubuh ikannya gemetar ketakutan.

“Kenapa kau tidak bersama Hongjun?!” Ikan mas yao hampir melolong.

“Aku sangat lelah,” kata A-Tai. “Aku tidak tidur selama sehari semalam, dan setelah mengistirahatkan mataku sebentar di bawah jembatan, aku tertidur.”

Ikan mas yao, “Apa yang harus dilakukan, apa yang harus dilakukan, aaaahhh!”

A-Tai melambaikan tangannya, mengisyaratkan bahwa ikan mas yao tidak perlu panik lagi. Lagipula, langit sudah runtuh, jadi mereka sebaiknya segera pergi untuk mencari cara lain.

“Ayo pergi,” kata A-Tai. “Aku sudah memiliki ide bagaimana menyelesaikan ini.”

A-Tai membawa ikan mas yao ke bawah Jembatan Sembilan Tikungan, dan ikan mas yao menengadahkan kepalanya, menatap array yang rumit di bawah jembatan.

“Ini adalah satu tempat,” kata A-Tai. “Ikuti aku lebih jauh.”

Manusia dan ikan itu mengarungi sungai saat mereka maju ke depan, dan ikan mas yao berkata, suaranya bergetar ketakutan, “Aku melewati Pingkang Li dan masuk untuk melihat sekilas…”

“Jangan mengatakannya lagi,” A-Tai menekankan tangannya ke dahinya saat dia menjawab, “Tidak ada yang akan menyalahkanmu, kau bukanlah exorcist.”

“Tapi tugasku adalah untuk melindungi Hongjun!” Ikan mas yao berteriak dengan gugup. “Aku membiarkan kalian pergi untuk melindunginya, dan lihat di mana dia sekarang!”

A-Tai, “…”

“Jangan berteriak, lihat sini,” A-Tai menghentikan langkahnya. Di depannya ada array yang lain.

Ikan mas yao melihat array itu, sebelum A-Tai membawanya ke dalam terowongan, menemukan empat array secara berurutan. Ikan mas yao melihat jejak kaki Hongjun, dan pada akhirnya, mereka mengikuti jalan yang sudah diambil Hongjun, sampai ke gua yang terbuka itu.

A-Tai melirik pelat kuningan, yang dalamnya kosong.

Ikan mas yao menatapnya dengan bodoh untuk waktu yang lama, sebelum mengangkat satu kakinya dan mencoba melangkah ke dalamnya. Tidak ada yang aneh terjadi. A-Tai mengingat kejadian di hari di mana dia dan Hongjun pertama kali menemukan array ini; sekarang setelah mereka melihatnya, array itu pasti terkait erat dengan menghilangnya yang lain. Tanpa menunggu ikan mas yao bertanya, A-Tai mengarahkan sebagian dari mana miliknya ke dalam array.

Array itu mulai bercahaya, tapi tanpa kekuatan dari titik pusat tetesan darah itu, tidak ada cara untuk membuka jalan.

Pada saat yang sama, array di langit-langit gua menyala, dan anggota Departemen Exorcism, berpikir bahwa itu adalah musuh yang kuat, masing-masing mempertahankan artefak mereka, tidak pernah mengalihkan pandangan dari array yang bercahaya.

“… tidak berhasil…” suara A-Tai samar-samar terdengar sampai ke mereka. “… kekurangan inti fokus dari array, jadi aku tidak bisa mengaktifkannya.”

“A-Tai!” Teriak Li Jinglong. “Jangan pergi, tapi juga jangan masuk ke dalam!”

Suara ikan mas yao berkata, “Aku sepertinya mendengar suara dari magnet pembawa malapetaka?”

Li Jinglong, “…”

A-Tai, “Keadaan mentalmu mempengaruhimu ba…”

Semua orang segera bergegas, dan Qiu Yongsi berteriak, “A-Tai! Jaga-jaga di belakangmu!”

“Dan di sana ada pria besar bodoh itu,” suara ikan mas yao berkata.

Qiu Yongsi menekan tangannya ke dahinya, berkata, “Kau bahkan datang dengan julukan untuk kami.”

“Zhao Zhilong!” Teriak Hongjun.

“Hongjun! Itu Hongjun–!”

Ikan mas yao mulai menari-nari dengan liar, dan kali ini A-Tai juga mendengarnya. Dia segera berteriak, “Hongjun! Apa kalian di dalam?”

Mana meresap ke dalam array pemindah, dan meskipun mereka tidak memiliki cara untuk memindahkan orang, kedua belah pihak bisa mendengar suara satu sama lain. Ikan mas yao bergegas untuk bertanya, “Hongjun, kau tidak terluka kan, ba?”

Hongjun menutup telinganya yang baru saja berhenti mengeluarkan darah dengan tangannya, dan dia balas berteriak, “Tidak, aku tidak terluka! Apa kalian baik-baik saja? Kemana kalian pergi?”

Ikan mas yao, “Aku pergi ke Pasar Barat untuk membeli bahan makanan… apa yang kau inginkan untuk makan malam?”

“Zhao Zhilong! Kau minggirlah!” Kata A-Tai cemas. “Bawa Zhangshi ke sini, apa yang sebenarnya terjadi?”

Li Jinglong maju, menengadahkan kepalanya dan memberitahunya tentang seluruh rangkaian kejadian. A-Tai membalas, “Kalau begitu, kami masih perlu mencari tetesan darah…”

“Tidak, tidak,” kata Qiu Yongsi. “Array ini sepertinya hanya memungkinkan untuk masuk, bukan untuk keluar, jadi jika kau masuk sekarang, kau akan terjebak di sini bersama kami, tidak bisa keluar.”

Saat Nyonya Guoguo dan Baxia pergi, mereka tidak menggunakan array, sebaliknya menggambar sigil dengan tangan mereka sebelum menghilang di udara yang tipis, yang berarti ada cara lain untuk meninggalkan tempat ini.

“A-Tai, kalian pergi mencari Tuan mereka,” perintah Li Jinglong. “Setelah kau menemukannya, lakukan yang terbaik untuk mengawasinya, dan memperlambatnya apapun yang terjadi. Kami akan memikirkan banyak ide di sini.”

A-Tai membuat suara persetujuan, dan dia pergi bersama ikan mas yao di belakangnya.

Hari ini, angin kencang bertiup ke seluruh Chang’an, dan angin sedingin es terasa sangat dingin. A-Tai menggendong ikan mas yao di punggungnya saat dia pergi ke kediaman Nyonya Guoguo, hanya untuk mengamati bahwa Yang Mulia, selir kekaisaran, dan Nyonya Guoguo semuanya sudah kembali ke Gunung Li. A-Tai baru bisa pergi ke pasar untuk menyewa seekor kuda, sebelum berlari secepat yang dia bisa menuju ke Gunung Li.

Di dalam gua, waktu perlahan berlalu. Tidak ada yang berbicara sepatah kata apa pun, mereka semua mencurahkan energi mereka untuk mengisi kembali mana mereka.

Li Jinglong menghela napas panjang saat dia bertanya, “Bagaimana pemulihannya?”

Hongjun adalah orang yang kecepatan pemulihannya paling lambat, dan hanya 20% dari kultivasinya yang sudah pulih, karena dia secara bertahap bisa mengendalikan pisau lemparnya. Qiu Yongsi berkata, “Apa kalian mengingat sigil yang digambar oleh Nyonya Guoguo sebelum dia pergi? Mungkin kita bisa mencobanya.”

Berdasarkan ingatannya, Li Jinglong membuat sketsa sigil di tanah, berkata, “Aku tidak tahu sihir berbasis sigil, jadi aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak.”

Qiu Yongsi mengamati sejenak, sebelum menggulung lengan bajunya, memutar-mutar kuas di tangannya, mencoba untuk menggambar sigil di udara.

Hongjun duduk bersila di depan kolam darah, dan dia mencoba untuk mengingat kalimat yang dikatakan Nyonya Guoguo sebelum dia pergi.

“Ayahnya membunuh adik perempuanku. Sekarang, akhirnya putranya jatuh ke genggamanku…”

Dan belum lama ini, saat Hongjun melihat Yang Yuhuan, dia (YY) tampak terkejut, yang artinya, selir kekaisaran dan Nyonya Guoguo, mereka berdua mengenali ayahnya?

Ini adalah salah satu tugas yang diberikan Chong Ming padanya, dan bahkan jika dia tidak mengatakannya sendiri, Hongjun masih ingin mencari tahu kebenaran di balik kematian orang tuanya. Dia perlahan menghubungkan titik-titik antara hal ini dan halusinasi yang dia lihat pada hari itu saat dia menghirup Serbuk Lihun…

Apa itu ayah dan ibuku? Hongjun mengerutkan keningnya.

“Hongjun?” Qiu Yongsi menarik Hongjun dari pikirannya.

Li Jinglong mengerutkan alisnya, “Dia sudah sangat lelah.”

Hongjun mengangkat kepalanya untuk melihat bahwa ketiga orang itu melihatnya dengan ekspresi bingung. Mo Rigen berkata, “Apa ada sihir yang bisa menembus kantong dimensi?”

Qiu Yongsi mengangkat kuasnya, menggambar sigil itu di udara. Sigil itu mengeluarkan dengungan dan kilatan, tapi tidak ada cara untuk mengirim orang untuk keluar. Saat dia memikirkan kembali, ketika Nyonya Guoguo mengangkat jarinya untuk menggambar sigil pemindah, cincinnya juga bercahaya, yang berarti di dunia luar, pasti ada semacam artefak yang beresonasi dengan sigil, jadi membantu kastor4 dalam melompati ruang.

“Sigil ini meminjam kekuatan dari ‘resonasi’, yang menyebabkan kastor dipindahkan,” kata Qiu Yongsi, menengadahkan kepalanya. “Kolam darah ada di sini dalam kantong dimensi ini, jadi menggunakan satu tetes darah akan menyebabkan resonasi dengan kolam darah ini, seperti kunci yang membuka gembok. Tetesan darah adalah kunci, dan kolam darah adalah gembok; setelah array diaktifkan, array itu bisa mengirim orang ke sini.”

Hongjun tidak menyangka bahwa Qiu Yongsi sudah memahami cara kerjanya dengan begitu jelas dalam waktu sesingkat ini, dan dia membalas, “Jadi bisa dikatakan, kita perlu memasang kunci di luar.”

Qiu Yongsi mengangguk dan berkata, “Bisakah kau merasakan Cahaya Suci Lima Warna yang dibawa Nyonya Guoguo?”

Hongjun menjawab, “Biarkan aku mencobanya.”

Hongjun menekankan tangannya di punggung Qiu Yongsi. Dia terdiam sejenak, sebelum menggelengkan kepalanya dan mengerutkan alisnya, “Aku tidak bisa.”

Semua orang sekali lagi tenggelam ke dalam pikiran mereka. Mo Rigen bertanya, “Bisakah kita menggunakan Serbuk Lihun yang dibawa Zhao Zhilong?”

“Pasti ada artefak lain yang termasuk ke dalam satu set,” Qiu Yongsi khawatir. “Juga harus ada kondisi khusus di mana artefak itu bisa beresonasi satu sama lain…”

Hongjun, “Aku tahu!”

Semua orang melihat ke Hongjun, dan Hongjun menampakkan senyumannya saat dia berkata, “Pisau Lempar Pembunuh Abadi! Keempatnya merupakan satu set, dan masih ada satu lagi yang dibawa Nyonya Guoguo! Taruh semuanya disini, aku akan melakukannya!”

Dan mengatakan ini, Hongjun mulai menyingsingkan lengan bajunya. Li Jinglong segera menyelanya, “Pertama-tama kita harus membuat persiapan untuk semua kemungkinan sebelum kita pergi. Setelah ini, segera setelah kita melihat Nyonya Guoguo, jangan membuat omong kosong, serang terlebih dulu dan berbicara nanti. Jika dia membalas serangan kita, maka itu membuktikan bahwa dia adalah yaoguai, dan dia tidak akan bisa untuk melarikan diri. Jika dia tidak membalas serangan kita, itu bahkan lebih baik. Tidak peduli apa pun yang terjadi, pasti akan ada pertempuran besar di depan.”

Gunung Li, Kolam Huaqing, saat senja.

Li Longji berendam di kolam, menghela napas panjang. Dia sudah sangat lelah.

Di satu sisi, Yang Yuhuan menggunakan pisau perak kecil untuk mengikis bubuk mutiara saat dia berkata dengan pelan, “Apakah Yang Mulia masih memikirkan masalah sebelumnya?”

“Aku mengkhawatirkannya,” desah Li Longji. “Untuk hal-hal penting yang melibatkan negara, hal itu bisa dipercayakan padanya, tapi untuk iblis dan monster, bagaimana Heng’er akan menangani itu?”

Yang Yuhuan sedikit tersenyum. “Karena Li Jinglong sudah mewarisi kehendak Duke Di, aku rasa tidak akan ada rintangan besar.”

Yaoguai bahkan sudah lewat langsung di depan Zhen,” kata Li Longji. “Saat Zhen memikirkan akan hari itu, Zhen tidak bisa menahan perasaan takut setelah mengetahui kebenarannya.”

Yang Yuhuan berkata dengan suara lembut, “Ini persis seperti berkah yang diberikan kepada Yang Mulia, semoga surga membimbing Tang yang Agung, sehingga anak-anak itu dapat segera mengusir para yao.”

Li Longji mulai tersenyum, dan dia berkata pada dirinya sendiri, “Hari itu, setelah rubah yao dibuang, Guozhong mengatakan beberapa hal kepada Zhen, dan setelah mendengarkan mereka, Zhen mulai khawatir.”

“Apa yang dia katakan?” Yang Yuhuan tercengang. “Meskipun Departemen Exorcism di bawah pengawasan atas namanya, dia tidak mau memasukkannya ke dalam hati.”

“Dia berkata…” Li Longji tampaknya juga merasa sangat yakin tentang masalah ini, “bahwa setiap anggota Departemen Exorcism sangat terampil, jadi bagaimana bisa prajurit biasa menjadi lawan mereka? Mari kita ambil Isai sebagai contoh. Untuk salah satu dari dirinya, menandingi seratus prajurit mungkin bukanlah masalah baginya. Saat orang-orang ini sepenuhnya setia pada Tang yang Agung, mereka membuat contoh yang baik bagi pasukan, tapi bagaimana jika suatu hari, mereka tidak lagi setia pada Tang yang Agung-ku?”

Yang Yuhuan tidak mengatakan apa pun lagi.

“Selama mereka adalah manusia, mereka akan memiliki tujuh emosi dan enam indera5,” kata Li Longji. “Dulu, aku mengurangi kekuatan dari Kanselir6, tepatnya untuk Sekretariat, Departemen Urusan Negara, dan Kanselir agar seimbang dalam kekuasaan. Hari ini, meskipun anggota Departemen Exorcism tidak banyak, jika sesuatu terjadi, siapa yang bisa menyeimbangi mereka.”

Yang Yuhuan terdiam sejenak, sebelum menjawab, “Li Jinglong dan seorang anak di sisinya, mereka berdua memiliki tatapan yang jernih dan aura dari qi yang tidak ternoda, jadi aku membayangkan bahwa mereka tidak akan membawa bencana ke istana kekaisaran.”

“Mudah untuk mengatakan hal itu sekarang,” Li Longji berkata, “tapi sepuluh tahun kemudian, seratus tahun kemudian, dan bahkan ribuan musim gugur, puluhan ribu tahun kemudian? Untuk memerintah suatu negara, manusia tidak selalu dapat menggunakan karakter seseorang sebagai bukti. Inilah yang paling dikhawatirkan oleh Zhen.”

Yang Yuhuan tersenyum dengan lembut, “Tenang saja, akan selalu ada jalan. Mungkin Kanselir Junior dan zhangshi dari Departemen Exorcism juga memiliki pemikiran yang sama…”

Saat mereka berbicara, pisau perak kecil di tangan Yang Yuhuan tiba-tiba menyala, mengeluarkan suara weng. Li Longji dan Yang Yuhuan, mereka berdua tersentak pada saat yang bersamaan.

Yang Yuhuan mengerutkan alisnya, “Apa yang terjadi? Tepat saat kita sedang berbicara… itu…”

“Turunkan itu, cepat!” Kata Li Longji. “Dari mana asalnya benda itu?”

“Ini… aku juga lupa…” Yang Yuhuan menjawab saat dia meletakkan pisau perak yang dia gunakan untuk mengikis bubuk mutiara. “Terakhir kali aku melihatnya di rumah kakak perempuan, tepat saat dia mencampur bubuk mutiara, jadi aku mengambilnya dengan santai dari kamarnya!”

“Apa kamu pernah meminta izin darinya?” Tanya Li Longji, terkejut. “Artefak apa ini?”

Pisau perak itu bersinar lebih terang, perlahan naik ke udara, bergetar tanpa henti. Ujung pisau itu mengarah ke Li Longji, dan dengan ini Yang Yuhuan tidak menunggu lebih lama lagi. Dengan suara huala dia melompat ke kolam, sebelum dengan sebuah putaran, dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk memblokir Li Longji.

Kabut yang membumbung tebal dan lembab, dan dengan jubah panjang bagian atas yang menempel pada tubuhnya, Yang Yuhuan, dengan punggung menghadap ke Li Longji, terengah-engah tanpa henti saat mereka berdua menyaksikan pisau lempar itu.

Pisau lempar itu menjadi semakin terang, mulai berderak dengan aliran listrik. Li Jinglong berbalik, mengambil mangkuk kaca untuk dilemparkan, tapi setelah itu, pisau perak itu tiba-tiba bersinar dengan cahaya yang menyilaukan, aliran listriknya melesat ke segala arah, dan diikuti dengan suara weng, Li Jinglong terbang keluar dari cahaya itu!

Li Jinglong berlumuran darah, dan dia jatuh ke dalam kolam dengan suara huala. Yang Yuhuan menjerit dengan tajam, “Penjaga!”

Li Longji berteriak dengan keras, “Penjaga! Penjaga, cepat datang -!”

“Tempat ini adalah…”

Detik berikutnya, Mo Rigen dan Qiu Yongsi jatuh ke dalam kolam diikuti dengan suara hualala juga, sebelum tepat setelahnya, dari dalam cahaya yang menyilaukan, Hongjun terjun ke dalam kolam dengan kepala terlebih dulu!

“Ini menyakitkan–!” Luka di telinga Hongjun belum sembuh, dan saat digenangi oleh mata air, itu sangat menyakitkan sampai dia meringis. Dengan tergesa-gesa, dia bangkit dari mata air panas, dan mereka berempat memercikan air dari kolam itu sebentar. Hongjun tanpa sengaja menginjak kaki Yang Yuhuan, dan Yang Yuhuan berteriak demgan lantang, “Siapa di sana?!”

“Maaf, maaf!” Hongjun segera meminta maaf. “Paman…”

“Itu adalah Yang Mulia!” Li Jinglong segera berteriak.

Li Longji menatap mereka, tidak bersuara untuk waktu yang lama. Karena ini, Li Jinglong tidak tahu apakah dia harus berlutut atau berdiri, dan dia bergegas untuk membungkuk dan memberi salam, tapi dia tidak menyangka wajahnya terciprat langsung oleh air, dan dia memuntahkan seteguk air dengan suara pfft.

Mo Rigen dan Qiu Yongsi tidak memiliki kesempatan untuk menyeka wajah mereka saat menarik Hongjun ke depan.

“Pembunuh–!”

“Tangkap para pembunuh!”

Pada saat ini, pasukan Shenwu semuanya bergegas, membawa busur ditangan mereka, mereka semua membidik dan menekan pelatuknya tanpa mengajukan pertanyaan apapun.

“Tunggu…” Li Jinglong belum membuka mulutnya saat Li Longji berteriak dengan keras, “Berhenti! Kalian semua letakkan senjata kalian!”

Li Jinglong menarik napas dengan berat saat dia keluar dari kolam, berkata, “Yang Mulia, ijinkan hamba ini memberikan laporannya…”

“Apa yang terjadi pada kalian semua?” Yang Yuhuan bertanya sebagai gantinya, “Kau terluka?”

“Kami sedang mengejar rubah yao…” Li Jinglong baru saja akan membuka mulutnya saat dia melihat Nyonya Guoguo bergegas, dan kedua belah pihak saling menatap satu sama lain.

“Serang!” Li Jinglong meraung, tidak lagi memperhatikan Li Longji dan Yang Yuhuan.

Pada saat itu, Mo Rigen memasang panah ke busurnya, dan Qiu Yongsi melambaikan kuas besarnya. Tujuh Panah Paku berdesing, diikuti dengan tetesan tinta hitam7, dan dengan suara hua, Kolam Huaqing dengan cepat menjadi pemandangan dari lukisan tinta!

Nyonya Guoguo tidak berpura-pura untuk tidak mengetahui apa pun. Dengan jentikan lengan bajunya, Tujuh Panah Paku tersapu kembali ke arah mereka, sebelum matanya bersinar dengan cahaya yang terang, dan hembusan energi meledak.

“Bunuh mereka,” suara Nyonya Guoguo terdengar dingin.

Di depan Kolam Huaqing, semua prajurit Shenwu memasang panah di busur mereka pada saat yang bersamaan, dan diikuti dengan suara shua, hujan panah yang lebat menyelimuti langit menutupi Li Jinglong dan kelompoknya, dan bahkan Li Longji yang berada di dalam kolam.

Pada saat yang bersamaan, A-Tai menggendong ikan mas yao, berlari dengan kencang menuju ke atas Gunung Li, saat dia tiba-tiba mendengar ledakan, dan semua pasukan Shenwu bergegas menuju Kolam Huaqing.

“Lindungi Yang Mulia–!”

Tangisan dan teriakan nyaring terdengar di mana-mana. A-Tai mengangkat ujung jubahnya dan melangkah dengan cepat ke Istana Huaqing, di mana anak panah beterbangan dari segala arah. Ikan mas yao berteriak dengan keras dari tempatnya di punggung A-Tai, “Waaaah, hati-hati terhadap anak panah! Aku bukan perisai!”

“Apa yang sedang terjadi?!” Kata A-Tai. “Apa kita akan melawan pihak kita sendiri?!”

Pemandangan itu berubah menjadi kekacauan, dan di mana-mana ada prajurit dari pasukan Shenwu yang tanpa berbelas kasihan menyerang pihak mereka sendiri. Suara yang keras datang dari Kolam Huaqing, seolah-olah ada sesuatu yang hancur, dan atapnya runtuh dengan suara gemuruh yang mengguncang bumi.

“Nyonya Guoguo sedang mencoba untuk membunuh Zhen!” Di dalam kekacauan, Li Longji bisa dengan cepat menunjukkan poin utama, dan dia berteriak, “Habisi dia di tempat!”

Li Jinglong berkata, “Yang Mulia, semuanya terlalu terburu-buru, jika ada pertempuran…”

Jubah naga Li Longji menutupi bahunya dan rambutnya acak-acakan saat dia meraih Li Jinglong dengan satu tangan, berteriak, “Langsung ke intinya!”

“Saya takut menghancurkan — menghancurkan…”

“Hancurkan sesukamu!”

Li Longji hanya melambaikan tangannya pada semua orang untuk mengisyaratkan bahwa mereka bisa bertindak seolah-olah mereka sudah diberi pengampunan maaf. Li Jinglong berteriak, “Berusahalah untuk tidak menyakiti saudara-saudara dari prajurit Shenwu! Serang dan tangkap yao!”

Hongjun, Qiu Yongsi, dan Mo Rigen, semuanya mengikuti perintahnya saat mereka bergegas menuju Nyonya Guoguo.

Pada titik ini, pemandangannya kacau balau, dan dari luar aula, semakin banyak pasukan Shenwu yang bergegas masuk, berhenti di depan Nyonya Guoguo, seolah-olah mereka sudah mengubah kesetiaan mereka. Mereka semua tampak seperti sudah kehilangan akal saat mereka berbalik ke arah anggota Departemen Exorcism.

Qiu Yongsi berteriak, “Aku yang akan memimpin! Kalian semua ikuti aku! Hancurkan sesukamu! Yang Mulia berkata begitu!

Dan dengan itu, Qiu Yongsi melambaikan kuas di tangannya–

— Seluruh Istana Huaqing bergetar secara tidak beraturan, dan pada saat itu juga, pagar yang terukir dan pilar yang tercat, lukisan pemandangan di dinding dan binatang aneh, dan bahkan semua sketsa di vas keramik dan lentera, para wanita, singa, hawk, ikan, dan bahkan naga, semuanya terbang, bersinar dengan ribuan cahaya dewa saat mereka terbang menuju pasukan di depan Nyonya Guoguo!

Pasukan Shenwu untuk sementara ditahan oleh naga berwarna cerah yang terbang keluar dari pilar naga yang melingkar8. Meskipun tidak bisa memuntahkan api, naga itu berukuran sangat besar, dan pada saat menggeliat, naga itu benar-benar mengarahkan pasukan saat ia bertubrukan dengan mereka!

“Kau masih memiliki gerakan seperti ini?!” Tangis Li Jinglong. “Kenapa kau tidak menggunakannya lebih awal?!”

Pada saat ini, Nyonya Guoguo meraung, dan tiba-tiba rubah itu bangkit dari tanah, bertabrakan dengan sebuah pilar. Dari mulutnya, api hitam dimuntahkan, mengepul di tanah, dan pasukan Shenwu meraung di dalam lautan api itu.

“Baiklah! Kita bisa menghancurkan sesuka kita!”

Mo Rigen mengikutinya dan melompat ke balok punggungan dengan beberapa langkah, sebelum melompat ke udara, membalikkan kepalanya, menarik busurnya menjadi seperti bulan purnama. Dalam sekejap, anak panah ditembakkan dengan cepat; ketujuh dari mereka dilepaskan, dan mereka terbang menuju ke rubah yao itu.

“Haruskah kita bertindak?” Tanya Li Jinglong.

“Tunggu sebentar!” Hongjun masih menghitung ekor dari rubah yao, satu, dua, tiga… delapan ekor? Masih ada satu yang hilang?!

Rubah yao melolong, jelas sangat takut pada Tujuh Panah Paku milik Mo Rigen saat rubah itu mengelak ke empat sudut dari Istana Huaqing. Rubah itu berbalik dan bertabrakan dengan pilar kayu berpernis merah, dan semua orang mengambil kesempatan ini untuk melompat ke atas atap, mengejarnya!

Dengan beberapa langkah, Hongjun melompat dengan tinggi, Li Jinglong berteriak, “Hongjun! Apa yang sedang kau lakukan! Kirim pisau lemparmu!”

Hongjun membuat gerakan isyarat ‘dorong’ pada Li Jinglong, tapi Li Jinglong tidak mengerti. Keduanya saling bertukar pandangan, dan Hongjun mengangguk dengan penuh semangat, menunjuk pada dirinya sendiri, kecemasan terlihat dalam tatapannya.

Li Jinglong menoleh dan melihat giok bulu merak yang tergantung di leher rubah berekor delapan itu.

“Ambil kembali Cahaya Suci Lima Warna-nya!” Teriak Li Jinglong. “Itu ada disekitar leher rubah yao!”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. 15 menit.
  2. Mati karena ribuan sayatan.
  3. Bukan tupai sungguhan, hidangan ini terbuat dari ikan utuh dengan mencincang dagingnya menjadi potongan kecil yang masih menempel di tubuh, yang kemudian dilapisi dengan adonan dan digoreng (deep fry), sebelum disiram dengan saus asam manis di atasnya. Berikut gambarnya:"Kenapa kau tidak bersama Hongjun?!" Ikan mas yao hampir melolong
  4. Seseorang yang melemparkan sesuatu atau untuk mentransmisikan sesuatu.
  5. Tujuh emosi: kegembiraan, kemarahan, kekhawatiran, pikiran, kesedihan, kengerian, keterkejutan, dan perasaan, dan enam indera: mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, hasrat; pada dasarnya mereka memiliki emosi dan berinteraksi dengan dunia mereka.
  6. Salah satu dari tiga departemen ; dua lainnya adalah Sekretariat dan Departemen Urusan Negara. Enam Kementrian (beberapa diantaranya disebutkan sebelumnya di chapter di mana Li Jinglong pergi ke pengadilan) berada di bawah Departemen Urusan Negara.
  7. Kata-kata yang digunakan di sini untuk menggambarkan tinta yang biasanya digunakan untuk menjelaskan proses penerapan warna pada salah satu lukisan tradisional tinta tersebut.
  8. Sesuai dengan namanya, sebuah pilar yang diukir dengan seekor naga melingkari sekelilingnya. Sembilan dari mereka biasanya berada di aula, untuk melambangkan Kaisar. Contoh gambarnya:"Kau masih memiliki gerakan seperti ini?!" Tangis Li Jinglong
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments