“Di mana ada sekelompok yao berkumpul di suatu tempat, pasti ada raja yao di sana.”

Penerjemah : Keiyuki17
Editor : _yunda


Malam itu, semua orang sedang makan malam.

“Lihatlah kalian semua,” Li Jinglong memberi isyarat dengan sumpitnya saat mengomeli mereka. “Paling tidak, berpura-puralah menjadi sopan dan berlutut.”

Mo Rigen menjawab, “Kenapa aku harus melakukan itu semua?”

A-Tai dengan muka polosnya, berkata, “Keluargaku memiliki aturan khusus. Bahkan di depan Kaisar Taizong1, kami tidak pernah berlutut.”

Li Jinglong: “…”

Mo Rigen berkata, “Terus terang, Zhangshi, keluargaku juga memiliki aturan khusus. Jika kami melihat kaisar dari Dataran Tengah2, kami tidak perlu berlutut; membungkuk secara sederhana sudah cukup baik.”

Li Jinglong melihat ke arah Qiu Yongsi, yang berkata, “Keluargaku… ada orang suci di antara para leluhurku, jadi aku tidak perlu berlutut… en, kami tidak berlutut pada orang biasa.”

Li Jinglong mengangkat tangannya, yang berarti, baiklah baiklah, paling tidak aku sudah berlutut, jadi ini tidak ada lagi hubungannya dengan kalian.

Hong Jun masih terus memakan kue-kuenya, dan dia telah memakannya sepanjang siang sampai senja. Li Jinglong meliriknya dan bertanya, “Dan bagaimana dengan latar belakangmu?”

Hong Jun berkata, “Ayahku mengatakan padaku, bahkan jika keluargaku melihat Kaisar Giok3 ataupun Buddha, kami tidak perlu berlutut.”

Semua orang: “…”

“Hong Jun!” Ikan mas yao yang sedang menghidangkan nasi di pinggir meja, segera menghentikannya membocorkan semua detail identitasnya pada mereka. Hong Jun kemudian menambahkan, “Tapi lain kali, jika kau memberitahuku sebelumnya, aku bisa berlutut, itu tidak akan menyakiti siapapun. Ayahku juga tidak akan tahu; hanya saja orang yang menerima penghormatan (berlutut dari orang lain) mungkin tidak akan hidup panjang seperti takdir yang seharusnya.”

Qiu Yongsi tiba-tiba tersenyum dan berkata, “Lain kali, jika kau melihat yaoguai, kau harus merendahkan diri, berlutut di depannya, dan bersujud tiga kali, dan pada akhirnya kau secara alami dapat mengakhiri hidupnya. Itu akan sangat hebat, kita semua tidak perlu lagi untuk bekerja keras.”

“Ide bagus!” Hong Jun merasa bahwa ide itu ada gunanya juga. Dia harus mencobanya lain kali.

“Kalian semua…” Li Jinglong tidak bisa menahan lelucon ini lagi, dan dia berkata, “Kalian cepat makanlah, dan Hong Jun, berhentilah memakan kue-kue itu, kalau tidak kau tidak akan menghabiskan makananmu.”

“Jangan meremehkan nafsu makanku!” Hong Jun tidak setuju dengan perkataan Li Jinglong.

Li Jinglong mengerutkan keningnya. Setelah istirahat sejenak, masalah yang dia miliki sebelumnya masih tetap ada, dan masalah itu tidak berkurang sedikitpun. Kasus yang diambil oleh Departemen Exorcism masih belum bisa dianggap selesai, pisau lempar Hong Jun juga masih hilang, Istana Daming akan segera datang untuk mengetuk pintu mereka, meminta kompensasi, dan pembicaraan dengan Fei Ao semalam tampaknya masih ada maksud tersembunyi di dalamnya… ah, yah, dia akan makan terlebih dulu, setelah dia selesai makan, dia akan kembali memikirkannya. Jika dia sudah kenyang, mungkin suasana hatinya akan menjadi lebih baik.

Sejenak, tidak ada seorangpun di aula yang berbicara, mereka semua sedang memikirkan masalah mereka sendiri-sendiri. Akhirnya, Li Jinglong menaruh mangkuknya dan menghela napas. Qiu Yongsi pergi untuk membuat teh saat A-Tai tersenyum dan mencoba menghiburnya. “Zhangshi, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh seseorang. Ayo kita bicarakan masalah apa yang menganggumu.”

“Apa yang ingin kau lakukan sekarang?!” Kulit kepala Li Jinglong kesemutan, dan dia berseru, “Tidak perlu!”

Li Jinglong dengan hati-hati melirik para bawahannya, takut jika mereka menyebabkan masalah lain yang lebih besar.

A-Tai berkata, “Ada beberapa hal yang tidak bisa terus menerus kami sembunyikan darimu…”

Li Jinglong merasa kecewa, tapi yah, entah hal itu datang secara horizontal ataupun vertikal, bagaimanapun juga semua itu adalah kematian4, dan dia berkata, “Terserah, terserah, aku hanya tidak beruntung. Katakan, bagaimanapun juga saat kepalaku dipotong itu hanya akan meninggalkan luka sebesar mangkuk5.”

“Hal ini tidak terlalu penting,” kata A-Tai. “Zhangshi, sebelum itu… sebenarnya, aku telah berbohong padamu, namaku bukanlah Hammurabi. Nama keluargaku6 adalah Isai, dan nama lengkapku adalah Tegla Isai. Aku bukanlah seorang Tokharian, sebenarnya para leluhurku berasal dari Persia.”

Ekspresi Li Jinglong sangat aneh saat dia bertanya, “Apa yang salah dengan Isai? Isai…”

Pada saat itu, Li Jinglong menyadarinya, dan dia terkejut.

“Kau.. kau adalah seorang Sasanian7? Suara Li Jinglong bergetar saat dia berkata, “Putra Makhkota?!”

A-Tai berkata dengan sedikit melankolis, “Secara teknis, itu sebenarnya sudah menjadi ‘bekas Kekaisaran Sasanian’. Bagaimanapun juga, ayahku, kakek dari ayahku, ibuku, dan kerabatku… semua telah meninggal dunia. Hanya tinggal aku yang tersisa.”

Hong Jun tidak tahu sebenarnya apa itu “Kekaisaran Sasanian”, tapi saat mendengar orang-orang yang dicintai A-Tai telah tiada, dia memikirkan dirinya sendiri, dan dia hanya bisa menepuk-nepuk bahu A-Tai sebagai rasa simpati.

Li Jinglong masih terjebak dalam keterkejutannya. Alisnya mengkerut saat dia bertanya, “Kenapa kau… tidak pergi untuk menemui Yang Mulia?”

“Leluhurku tidak bisa memenuhi janji mereka,” A-Tai memainkan rambut keriting coklatnya dengan jarinya, dan berkata dengan tenang, “Kakek Buyutku telah kehilangan protektorat Anxi8 yang telah diberikan oleh Tang yang Agung dalam pertempuran Talas9 dan kakek meminta lebih banyak pasukan dari Tang yang Agung untuk mendapatkan kembali negaranya, tapi pada akhirnya…”

“Tapi ketika mereka sampai di Tokharistan10, para pasukan pergi sendiri-sendiri,” jawab Li Jinglong untuknya.

A-Tai sedikit terkejut dan bertanya, “Kau tahu?”

Li Jinglong menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, “Lalu apa yang terjadi?”

A-Tai menghela napas. Tahun itu, ketika Isai kehilangan wilayah Persia dalam pertempuran, ibukota telah direbut oleh Pasukan Abbasiyah, dan tiga generasi dari klan yang berkuasa mulai melarikan diri. Tiga generasi Keluarga Isai yang melarikan diri, termasuk kakek A-Tai, telah meminta pasukan bantuan dari Tang yang Agung, menempatkan diri mereka di Protektorat Anxi, dan mendirikan pemerintahan militer Persia yang baru di Jiling11.

Tapi saat-saat yang indah tidak bertahan cukup lama; hanya dalam beberapa tahun, tanah terakhir yang dimiliki oleh Persia yang di dukung oleh Tang, hilang karena serangan dari Abbasiyah. Anak lelaki dari Keluarga Isai, termasuk kakek A-Tai, Peroz III, telah membawa ayah A-Tai, Narsieh, kembali bersama mereka untuk meminta lebih banyak pasukan.

Gaozong, Li Zhi12 mengirim pasukan untuk mengawal mereka kembali ke Tokharistan, tapi perjalanan tersebut memerlukan waktu selama 10 tahun, dan pada penyebaran yang pertama, sudah lama mulai terpecah karena pasukan kehilangan semangat. Akhirnya, Komandan Pasukan, Pei Xingjian13 mengawal para pengungsi Pangeran Persia ke Tokharistan sebelum membawa pasukan mereka pergi.

Saat Narsieh kembali ke Daratan Tengah, Tang yang Agung sudah sangat berubah14. Zhongzong, Li Xian15 telah menugaskan kembali jabatan General of the Left16, dan dia tidak lagi mengemukakan gagasan tentang meminjam pasukan. Dalam dua tahun yang singkat, Narsieh menyadari bahwa tidak ada lagi harapan untuk merebut kembali negaranya, jadi dia akhirnya kembali ke Tokharistan; sepuluh tahun kemudian, dia memiliki seorang putra, yang diberi nama Tegla, dan itu adalah A-Tai, yang berdiri dihadapan mereka saat ini.

Sejak Persia dihancurkan, empat generasi dari para pangeran Persia telah memendam harapan tipis ini dan melakukan perjalanan ribual mil dari Wilayah Barat ke Dataran Tengah, sebelum kembali ke Wilayah Barat. Pada malam musim gugur ini, cerita yang keluar dari mulut A-Tai diwarnai dengan kesedihan dan penyesalan.

“Pei Xingjian adalah kakek dari ibuku,” kata Li Jinglong tiba-tiba.

A-Tai: “…”

“Untuk apa yang terjadi saat itu, aku minta maaf,” Li Jinglong menghela napas dan berkata.

“Apa hubungannya denganmu?” A-Tai mulai tersenyum, dan dia melanjutkan, “Jika aku berada di posisinya, dan melihat bahwa tidak ada lagi harapan untuk menghidupkan kembali negara itu, aku juga tidak akan memilih untuk menyerahkan nyawa dari dua puluh ribu orang di Wilayah Barat.”

Li Jinglong menghela napas, dan Mo Rigen menjawab, “Pasukan Abbasiyah memiliki keunggulan dalam jumlah pasukan. Melakukan pertempuran langsung hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga, ini bukanlah strategi yang cerdas. Kau harus mencoba menyerang mereka dari dalam.”

A-Tai mengangguk dan berkata, “Sejujurnya, aku sudah mengetahui ini semua. Ayahku, yang seorang raja, sudah menyuruhku menyerah pada tujuan ini sebelum dia meninggal. Dia berkata, ‘A-Tai, aku harap kau bisa menjalani hidupmu sendiri dengan baik. Jangan seperti diriku dan kakekmu, yang telah menyia-nyiakan seluruh hidupmu untuk…'”

Ketika dia sampai pada titik ini, A-Tai terdiam. Setelah keheningan yang cukup lama, Hong Jun berkata, “Tapi kau masih berharap untuk meraih harapan itu, kan?”

A-Tai tersenyum dengan lembut, tapi senyuman itu tampak menahan sedikit kesedihan. Hong Jun sangat memahaminya; tepat sebelum dia turun dari gunung, Chong Ming dan Qing Xiong juga telah mempercayakan harapan yang sama padanya. Meskipun kata-kata ‘tidak apa-apa’ keluar dari mulut mereka, Hong Jun merasa bahwa dia harus menyelesaikan tugasnya.

Tapi, hal yang membuatnya sangat bersimpati pada A-Tai adalah bahwa orang-orang yang menaruh begitu banyak harapan padanya, telah tiada.

“Sekarang masih ada berapa banyak orang yang ada dibawahmu?” Tanya Li Jinglong. “Apa kau membawa mereka bersamamu?”

Kalimat Li Jinglong seperti sebilah pisau yang menembus kabut, dan dimata A-Tai tampak secercah harapan kembali menyala.

“Mereka semua adalah Tokharistan,” jawab A-Tai. “Masih ada lebih dari seratus orang, saat aku sedang tidak ada mereka dipimpin oleh seorang temanku.”

Li Jinglong menarik napas dalam-dalam sebelum dia berdiri dan berjalan keluar ke halaman. Dia sejenak berpikir dalam-dalam, sebelum bertanya, “A-Tai, bagaimana kau mempelajari reportoar17 keterampilanmu?”

A-Tai lahir ketika Narsieh berumur 50 tahun. Zoroastrianisme adalah agama utama Negara Persia, setelah Kekaisaran Sasanian runtuh, agama itu jelas diganti. Oleh karena itu, mantan pendeta tinggi menerima A-Tai sebagai murid tunggalnya. A-Tai mempelajari bagaimana cara mengendalikan kekuatan dari empat cincin, yaitu api, bumi, petir, dan air dan dia juga mempelajari bagaimana menggunakan Kipas Badai yang sangat Kuat, yang cocok untuk Pangeran Suci yang akan mendapatkan kembali negaranya dan mengembalikan kepercayaan dari orang-orang. Namun, pendeta tinggi itu meninggal lebih dulu daripada Narsieh, dan ternyata ada cukup banyak pengikut dari Agama Zoroastrianisme di Daratan Tengah; mereka mundur hanya untuk bersembunyi dari penyiksaan Kekhalifahan Abbasiyah.18

“Apa yang kau butuhkan dariku?” Li Jinglong berbalik dan bertanya.

“Aku akan dengan senang hati memberikan tenagaku untuk Chang’an,” jawab A-Tai. “Tang yang Agung selalu menjadi sekutu yang paling setia dari Negara Persiaku, aku bisa melakukan apapun untuk mereka. Aku berharap sebagai imbalannya, akan ada hari dimana Kaisar Tang yang Agung bisa meminjamkan pasukannya sehingga aku dapat pergi untuk merebut kembali negaraku.”19

Bagaimana bisa semudah ini? Orang-orang di aula tahu dengan jelas bahwa, bahkan jika Kaisar yang sekarang bersedia untuk menyinggung Kekhalifahan Abbasiyah, bahkan jika mereka mengirim pasukan, seberapa besar peluang kemenangannya?

“Aku akan melakukan yang terbaik.”

Akhirnya, Li Jinglong berkata dengan sungguh-sungguh, “Tapi kita tidak bisa terburu-buru akan masalah ini.”

A-Tai mengangguk dan menjawab, “Kali ini, aku datang ke Chang’an untuk mempersiapkan diri. Di era yang sekarang ini, kita sedang dalam keadaan genting; jika raja yao di Chang’an tidak kita musnahkan, maka mungkin Tang yang Agung juga tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Dalam hal ini, mengijinkanku untuk meminjam pasukan akan menjadi sesuatu yang sama sekali tidak mungkin.”

Dalam sekejap, alis Li Jinglong mengkerut. “Raja yao?”

Qiu Yongsi seperti awan yang tenang dan angis sepoi-sepoi, dia berkata, “Dimana ada sekelompok yao berkumpul di suatu tempat, pasti ada raja yao disana. Saat ini, Chang’an memiliki dua raja; yang ada di cahaya yang terang adalah naga sejati, Putra Langit yang kita lihat hari ini. Dan yang lainnya yang bersembunyi di dalam kegelapan, adalah raja yao yang mendominasi lebih dari sepuluh ribu yao di ibukota.”

Mo Rigen memikirkan hal itu beberapa saat sebelum berkata, “Hong Jun, aku tidak yakin, tapi jujur saja… kami bertiga datang kesini untuk raja yao.”

“Dimana raja yao?” Li Jinglong baru saja membuka mulutnya dan bertanya ketika seseorang datang mengunjunginya.

“Li-Zhangshi dari Departemen Exorcism.” Lian Hao memanggil dengan sopan dari luar, “Huang Yong, Wakil Ketua Huang dari Departemen Kehakiman menyampaikan sebuah undangan untukmu.”

Jantung Li Jinglong berdebar kencang, mengetahui bahwa kebenaran yang tak dapat diucapkan tentang apa yang terjadi di Istana Daming akhirnya terungkap. Semua orang saling memandang, tapi ketika mereka akan bangkit, Li Jinglong menghentikan mereka, dan mengisyaratkan bahwa dia akan menjadi satu-satunya orang yang akan pergi untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

“Apa dia akan diikat dan dipukuli?”

Hong Jun teringat ketika mereka pergi ke Departemen Kehakiman terakhir kali, dia mendengar tangisan sedih para tahanan, dan dia merasakan sedikit rasa takut.

Qiu Yongsi menghiburnya, “Tidak mungkin. Jika dia tidak kembali besok pagi, semua orang di sini akan memikirkan cara untuk membebaskannya.”

“Semua uang yang ada telah kita habiskan, dan sekarang hal besar itu terjadi,” kata A-Tai. “Kita juga tidak mengenal siapapun di Chang’an, jadi bagaimana kita akan membebaskannya?”

Mo Rigen memegang keningnya dengan satu tangan. Mereka berhasil menangkap yao setelah bekerja sangat keras, tapi sekarang dia harus menyelamatkan atasannya. Dia juga tidak tahu apa kesalahannya20.

“Ayolah!” A-Tai melihat bahwa suasananya menjadi agak berat, dan dia menyarankan, “Mari kita lupakan hal-hal yang tidak menyenangkan ini, aku akan memainkan lagu untuk kalian dengarkan!”

Qiu Yongsi tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, “Apa menurutmu Zhangshi akan menerima semua itu?”

A-Tai memetik senar kecapinya dan menjawab, “Aku pikir dia akan menerima semua itu, tapi kalian semua… akan lebih baik jika kalian tidak banyak bicara sekarang.”

Hong Jun: “??”

“Termasuk kau,” kata Mo Rigen ke Hong Jun. “Hong Jun, kau terlalu mudah untuk mempercayai orang lain.”

Hong Jun juga merasa bahwa dua orang lainnya juga memiliki kebenaran yang sulit untuk mereka sembunyikan, tapi kebenaran tentang A-Tai yang merupakan Pangeran Persia, itu adalah sesuatu yang tak terduga.

“Apa kalian semua juga pangeran?” Tanya Hong Jun.

Dia berpikir bahwa Mo Rigen dan Qiu Yongsi, mereka berdua akan tersenyum sedikit21, tapi dia tidak menyangka bahwa Mo Rigen akan mengangguk dan berkata, “Aku kira aku juga dihitung sebagai salah satunya.”

“Eh…” jawab Qiu Yongsi. “Itu agak sulit untuk dikatakan, aku juga tidak tahu apa aku termasuk salah satunya. Aku rasa secara teknis aku juga dihitung sebagai salah satunya, itu jika kalian mengakuinya.”

Ikan mas yao keluar dari kolam, menyandarkan kepalanya ke samping, dan berkata, “Keluargaku, Hong Jun, juga seorang pangeran. Siapa yang bukan seorang pangeran atau semacamnya?22

Semua orang tertawa dengan keras, dan A-Tai mengangkat tangannya untuk high-five dengan Hong Jun, dan berkata, “Aku tahu itu!”

“Keren!”

Semua orang, karena status yang sama, mereka menjadi semakin dekat satu sama lain. Saat A-Tai baru akan bermain, Hong Jun tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, “A-Tai, sejujurnya aku ingin mendengarkanmu bermain, tapi aku harus menyelanya sekali lagi, dimanakah raja yao?”

A-Tai mengangkat kepalanya dan semua orang berhenti sejenak.

Mo Rigen bertanya, “Apa kau juga sedang mencarinya?”

Hong Jun memikirkannya, melihat ke arah ikan mas yao, dan melihat bahwa ikan mas yao tidak mengatakan apapun, lalu dia mengangguk sedikit.

“Kenapa?” Tanya Qiu Yongsi.

“Tidak apa-apa,” Mo Rigen mengisyaratkan bahwa Qiu Yongsi tidak seharusnya terus bertanya dan menjawab, “Ini tidaklah penting. Hong Jun, kau ada dipihak kami.”

“Tentu saja.” Hong Jun mengetahui makna tersembunyi dari perkataan Mo Rigen dan berkata, “Tidak peduli apa itu adalah penindasan atau pemusnahan, aku akan selalu menjadi musuhnya.”

Semua orang memasang ekspresi “kalau begitu baguslah”. Qiu Yongsi mondar mandir beberapa langkah di halaman dan berkata, “Raja yao belum menampakkan dirinya, dan saat ini tidak ada yang tahu identitas dan penampilan aslinya. Tapi satu hal yang dapat kami pastikan adalah bahwa raja yao itu pasti dekat dengan Kaisar, atau bahkan mungkin ada di sisinya.”

“Itu adalah Jiao23 hitam,” kata Hong Jun tiba-tiba.

Tiga lainnya tertegun. Mo Rigen tanpa sadar menjilat bibir bagian bawahnya, dan Qiu Yongsi berkata, “Aku tahu itu pasti! Ayo kita telusuri secara perlahan; pasti akan selalu ada petunjuk kecil yang bisa kita temukan, seperti tempat persembunyiannya saat ini. Yang aku khawatirkan saat ini adalah kekuatan kita sekarang, kita mungkin bukanlah lawan yang sepadan baginya.”

Hong Jun menghela napas dan berkata, “Dari keempat pisau lemparku, aku telah kehilangan satu. Jika aku bisa mendapatkan kembali Pisau Lempar Surgaku, maka pisau lempar itu dapat mengeluarkan kekuatan terkuatnya. Sekarang, yang bisa kulakukan hanyalah melawan beberapa yao kecil, pisau-pisau itu tidak cukup kuat.”

Identitas Hong Jun adalah yang paling misterius di antara mereka, dan meskipun mereka tidak tahu dari mana dia berasal, mereka dapat memastikan satu hal; pria kecil ini jauh lebih berada di dunia yang lain daripada mereka, dan sangat mungkin bahwa dia adalah seorang murid dari beberapa orang suci yang abadi atau dewa yang agung. Tapi selama dia tidak mengatakan apapun, mereka tidak akan bertanya.

“Jadi, Kong Hong Jun, kau juga datang ke Chang’an untuk membasmi raja yao?” Tanya A-Tai.

Mereka bertiga melihat ke arah Hong Jun, dan Hong Jun mengangguk, lalu berkata, “Itu benar.”

Semua orang merasa lega; mereka jelas telah berkali-kali menebak identitas Hong Jun. Apa yang sering mereka tebak adalah bahwa dia berasal dari suku yao — dia memiliki ikan mas yao yang selalu mengikutinya, jadi dia sangat mungkin untuk tidak berada di pihak mereka. Tapi selama mereka memiliki tujuan yang sama dalam waktu jangka pendek, maka semuanya akan mudah untuk dikerjakan.

“Untuk tujuan kita bersama mengalahkan raja yao,” A-Tai berkata, “mari kita menikmati beberapa pertarungan musik secara langsung!”

Semua orang bersorak. Tidak peduli seberapa sulitnya masa yang akan datang, sesekali mencurahkan isi hati mereka kepada satu sama lain bukanlah sesuatu yang sulit, dan saat ini A-Tai mulai memainkan kecapinya saat Hong Jun mulai mencari mangkuk untuk dipukul, dan semua orang mulai mendengarkan lagu tersebut.

Pada waktu yang sama, Li Jinglong berdiri di aula interogasi Departemen Kehakiman yang diterangi oleh cahaya lentera, tubuh dan hatinya sudah lelah. Makan malam yang dibuat oleh ikan mas yao malam itu terlalu asin, dan itu membuatnya sangat haus.

Menteri Perindustrian Qin Xiaokang, Menteri Peradilan Pidana Wen You, Wakil Kepala Departemen Kehakiman Huang Yong, mantan atasannya Hu Sheng, Marsekal Prajurit Longwu Tu Ziwen, Menteri Adat24, Pejabat dari Istana Daming, dan Kepala Kasim Gao Lishi yang duduk di tengah; semua pejabat berkumpul disini. Masing-masing dari mereka seolah-olah ada disini untuk melakukan penyelidikan, tapi kenyataannya mereka semua berada disini untuk menginterogasi Li Jinglong. Semua yang telah hilang menempatkan dia dalam belenggu.

Jika dia memiliki kekuatan Qiu Yongsi, hal yang paling ingin dilakukan oleh Li Jinglong adalah menggoreskan kuas besar itu, menyapu semua orang ke dalam lukisan, hingga dia bisa mengembalikan telinganya dalam keadaan bersih dan mengembalikan Tang yang Agung dalam kedamaian.

“Dari awal sampai akhir, aku sudah menjelaskannya tiga kali secara rinci,” kata Li Jinglong. “Aku bersumpah bahwa tidak ada yang kusembunyikan.”

Gao Lishi adalah otoritas utama dalam ruangan ini, seperti cahaya matahari di siang hari. Departemen Exorcism secara teknis masih di bawah yurisdiksi Yang Guozhong, dan awalnya atas nama Yang Guozhong, setiap permasalah kecil dapat dengan mudah terabaikan. Tapi sekarang, Li Jinglong telah membawa bawahannya dan menghancurkan kurang lebih sepuluh persen dari Istana Daming, dan alasan utamanya mereka adalah “menangkap yao“, jadi bagaimana mereka harus menangani hal ini?

“Aku percaya padamu,” Gao Lishi berkata, “tapi sekarang kau ingin aku mengatakan hal ini pada Yang Mulia, bagaimana aku melaporkannya?”

“Laporkan saja yang sebenarnya,” kata Li Jinglong tanpa takut sedikitpun. “Chang’an sudah diganggu oleh yao dalam waktu yang cukup lama, dan semua ini hanyalah permulaan. Cepat atau lambat, akan ada hari dimana kita menyeret raja yao yang bersembunyi di balik layar, dan aku takut saat itu terjadi, jenderal yang agung, yang ada diatasku, akan memiliki banyak hal untuk dilaporkan.”

Dalam kalimat itu, semua orang mendengar kata “raja yao“, dan mereka semua tampak sangat terkejut.

“Ini hanya dilebih-lebihkan untuk membuat kami ketakutan,” Menteri Kehakiman, Wen You, menggertaknya. Dia jelas-jelas sudah selesai dengan leluconnya. “Li Jinglong, dari cara aku melihatnya, kau sudah gila!”

Li Jinglong tertawa dengan keras dan berkata, “Lalu para pelayan di Istana Daming yang menyaksikan kejadian itu, para penjaga yang berada di tembok kota yang melihat yaoguai itu, bagaimana kau menjelaskan semua kesaksian dari orang-orang ini? Dan bahkan Komandan Hu, kau sudah menjadi gila bersama dengan kita semua?”

Ekspresi Hu Sheng menjadi sangat aneh; pada saat ini, dia menyadari bahwa dia telah jatuh ke dalam perangkap Li Jinglong.

Kali ini, tidak peduli apapun itu, Li Jinglong akan meninggalkan dirinya sebagai saksi mata, dan kali ini, Hu Sheng tidak bisa melarikan diri sama sekali. Dia hanya bisa mengatakan, “Rubah yao yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri, itu jelas sama persis dengan yang dikatakan Li Jinglong. Dan untuk selebihnya, aku tidak tahu.”

Gao Lishi tercengang setelah mendengar hal ini, tapi Menteri Perindustrian Qin Xiaokang berkata, “Untuk sekarang, mari kita anggap bahwa peristiwa ini benar adanya. Dan masalah tentang menghancurkan Istana Daming, bagaimana kau akan melarikan diri dari hal ini?”

“Istana itu dihancurkan oleh yaoguai,” jawab Li Jinglong. “Bawahanku dan aku tidak terlibat di dalamnya.”

“Artinya, kami harus pergi mencari yaoguai untuk mendapatkan kompensasi yang layak?” Kata Menteri Adat dengan irama yang lambat dan teratur.

Li Jinglong sudah muak dengan semua ini, dan dia berkata, “Apakah para daren ini berkumpul disini tahu bahwa jika kita membiarkan yaoguai berkeliaran di Chang’an, melakukan kekejaman yang tak terhitung jumlahnya, berapa banyak orang yang akan mati di hari mendatang?”

“Li Jinglong.” Alis Gao Lishi mengkerut dalam. Dia sudah sangat lelah akan hal ini, dan dia berkata, “Sudah cukup, jangan terus berdebat dengan kami, kau bisa pergi.”

Li Jinglong: “….”

Dalam sekejap, semua darah mengalir ke kepala Li Jinglong, dan dia hampir kehilangan kendali dirinya dan baru akan mulai untuk berteriak dengan keras. Tapi dua penjaga dari Departemen Kehakiman menekannya di sisi kiri dan kanan, dan dia dikawal keluar dari ruangan.

“Orang gila ini sebenarnya disukai oleh Permaisuri Kekaisaran. Awalnya aku ingin mencari kesalahan yang dibuat olehnya dan menyingkirkannya, tapi aku tidak pernah berpikir bahwa dia benar-benar menjalankan tugasnya dengan serius dan menimbulkan masalah sebesar itu….”

Itu adalah kalimat terakhir yang Li Jinglong dengar dari Qin Xiaokang sebelum pintu Aula Interogasi ditutup. Para penjaga membawanya ke alun-alun hitam pekat di luar Aula Interogasi dan menyuruhnya menunggu di sana untuk hasilnya.

“Apa semua orang percaya padanya?” Tanya Gao Lishi.

Orang-orang yang duduk disana saling memandang, tapi tidak ada yang berbicara. Di dalam hati mereka, mereka semua percaya tentang hal itu, karena tidak akan ada penjelasan tentang semua ini, tapi yao dan iblis, tidak peduli apa yang kau lihat, hal ini sama sekali tidak bisa dibawa ke hadapan Putra Langit yang Agung.

Huang Yong berkata, “Dari bagaimana aku melihatnya, akan lebih baik kita mengatakan bahwa Istana Daming diterjang tornado semalam, yang bisa menyebabkan tanah retak dan bangunan hancur, dan selepas itu kasus ini bisa ditutup. Dan Menteri Perindustrian bisa mengirim pengrajin dan tukang reparasi untuk memperbaiki tempat itu pada malam hari…”

Menteri Perindustrian mendengus, maksudnya adalah untuk malapetaka yang ditimbulkan oleh Departemen Kehakimanmu, kenapa Departemen Perindustrian yang harus menanggungnya?

Gao Lishi tersenyum dan merentangkan tangannya, berkata, “Departemen Exorcism masih di bawah yurisdiksi Kanselir Yang, jadi apa yang bisa kita lakukan?”

“Aku rasa Kanselir Junior mungkin tidak tahu tentang masalah ini, mungkin,” kata Menteri Peradilan Pidana, Wen You.

“Kali ini, jika kita membiarkannya pergi atas nama Kanselir Junior, bagaimana dengan waktu yang akan datang?” Kata Qin Xiaokang dengan dingin. “Akankah kita membiarkannya pergi seperti ini seterusnya?”

“Apa yang bisa kulakukan?” Kata Gao Lishi sambil tersenyum. “Aku juga sangat frustasi tentang hal ini. Semuanya, sejak awal aku seharusnya mengundang kalian semua ke rumahku untuk minum saat ini. Tapi sebaliknya, kita dibangunkan pada tengah malam untuk datang ke sini untuk mendengarkan cerita yang tidak masuk akal25 semacam ini.”

“Tapi kau mempercayainya,” Huang Yong berkata, “maka itu bukan lagi hanya sekedar cerita. Di masa lalu, si Tua Di mendirikan Departemen Exorcism untuk…”

“Tidak peduli apakah itu benar atau tidak,” Menteri Kehakiman menyela dengan dingin, “jika masalah ini tersebar, maka itu pasti akan menimbulkan ketakutan di hati orang-orang Chang’an. Segera setelah itu tersebar, tidak ada lagi jalan untuk mundur ke belakang, jadi kita tidak bisa membiarkan dia terus menerus seperti ini. Kita harus menutup kantor pemerintahan aneh ini; tidak peduli seberapa ganasnya yao ini, mereka tetaplah terbungkus oleh daging. Karena kasusnya masih masuk ke Departemen Kehakiman, bukankah kalian juga bisa menangkap yao?”

Wen You adalah atasan Huang Yong, dan dengan kalimat itu, Huang Yong hanya bisa diam dan mengangguk.

Gao Lishi berkata, “Tapi permaisuri baik pada mereka…”

“Jenderal Gao,” Wen You berbalik dan berkata, “jika kau membiarkan petugas itu terus berkeliaran seperti ini, kemudian di masa depan dia menyebabkan keributan yang lebih besar, aku takut bahkan Kanselir Yang akan merasakan akibatnya!”

Mata Gao Lishi melirik ke kanan dan kiri, dan dia tidak mengatakan apapun lagi.

“Runtuhnya Istana Daming bisa diperbaiki,” kata Menteri Adat, “tapi bagaimana jika di lain waktu yang dihancurkan adalah Kuil para Leluhur26?”

Gao Lishi batuk-batuk kecil. Kalimat ini adalah sedotan terakhir yang mematahkan punggung unta27.

“Tapi masalah ini, setidaknya kita harus menyampaikan hal ini pada Kanselir,” kata Gao Lishi dengan serius. “Kita juga perlu untuk menjaga reputasi Permaisuri agar tetap sempurna.”

“Itu benar,” semua orang mengangguk, mencapai kesepakatan. Notulis pengadilan mulai menyusun perintah yang harus dikirim, Wen You menambahkan, “Tidak perlu melewati yurisdiksi untuk membuat perintah resmi ini. Besok aku yang akan pergi ke Kementerian Pemerintahan28; aku pikir salinan asli yang dikirim oleh Li Jinglong belum diproses, jadi aku akan memberitahu mereka untuk membatalkannya.”

Gao Lishi mengangguk dan berkata, “Dan untuk masalah segel kekaisaran Yang Mulia dan Kanselir Yang, serahkan padaku untuk mengurusnya. Komandan Hu, untuk urusan Li Jinglong di masa yang akan datang sekali lagi akan ditangani olehmu. Kau adalah atasan lamanya, terserah kau mau bagaimana caranya untuk membuatnya diam jadi dia tidak akan membuat masalah lagi. Dan untuk Feng Changqing, kami akan merepotkanmu lagi untuk melakukan perjalan kesana.”

Apa yang bisa dikatakan Hu Sheng? Dia hanya bisa tersenyum pahit dan mengangguk.

Saat ini, semua orang menggebrak meja dan mendapatkan keputusan yang sama: dengan satu goresan kuas, mereka akan menghapuskan seluruh Departemen Exorcism untuk mencegah masalah menumpuk di masa yang akan datang dan menyebabkan semua orang kehilangan kantor dan kepala mereka. Putra Langit sangat mulia dan seharusnya tidak terlibat dengan kawanan babi itu. Berdasarkan kejadian yang sebelumnya, baik yang besar maupun kecil, yang telah datang ke pengadilan, para pejabat sebelumnya telah kehilangan kepala seperti gandum yang dipanen, jadi mereka pasti berpikir bahwa keputusan ini sangat penting.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Salah satu pendiri Dinasti Tang.
  2. Nama kuno dari Tiongkok.
  3. Aturan dari Sembilan Surga.
  4. Tidak peduli bagaimanapun itu, tidak akan ada jalan keluar.
  5. Ini tidak terlalu penting, kan? Hanya sebuah kepala.
  6. Ini bisa saja nama keluarga, tapi nama keluarga di Persia dan Tiongkok berbeda, dan banyak hal yang seharusnya ada di namanya menghilang. Itu mungkin bagian dari nama pribadinya, tapi Feitian menyebutnya sebagai nama keluarga, jadi itulah yang kami gunakan.
  7. Kekaisaran Sasanian juga disebut Kekaisaran Neo Sasanian, dan itu adalah Dinasti Persia terlama yang pernah ada. Itu adalah Dinasti Kekaisaran Persia yang terakhir sebelum masuknya Islam.
  8. Protektorat yang didirikan pada tahun 640 oleh Dinasti Tang untuk mengontrol wilayah cekungan Sungai Tarim. Kantor pusat pada era Tianbao akan berada di Kucha (Quici dalam bahasa China). Terlepas dari kenyataan bahwa pasukan Tang kalah dalam pertempuran Talas, mereka tidak diserang oleh musuh mereka.
  9. Pertempuran terjadi antara Kekhalifahan Abbasiyah yang saat itu telah mengambil alih bekas Kekaisaran Sasanian, dan Kekaisaran Tibet. Pertempuran tersebut berlangsung selama beberapa hari di tahun 751 M dan berakhir dengan kekalahan pasukan Tang, sehingga mengakhiri ekspansi Dinasti Tang ke arah barat. Pertempuran ini juga disebut pertempuran Artlakh, dan lokasi pastinya tidak diketahui, tapi di suatu tempat di lembah sungai Talas (di Krigistan Modern), dan diperebutkan oleh wilayah Syr Darya. Protektorat: negara atau wilayah yang dikontrol, bukan dimiliki, oleh negara lain yang lebih kuat. Sebuah protektorat biasanya berstatus otonomi dan berwenang mengurus masalah dalam negeri.
  10. Juga dikenal sebagai Baktria, yang merupakan wilayah kuno yang meliputi Afghanistan, Tajikistan, dan Uzbekistan masa kini.
  11. Kota kuno dekat Zorkul, danau di sepanjang perbatasan Afghanistan dan Tajikistan masa kini.
  12. Kaisar Gaozong dari Tang, yang nama aslinya Li Zhi, memerintah dari 649-683.
  13. Seorang Jenderal dari Dinasti Tang, dan seorang politikus. Dia mendedikasikan hidupnya untuk suku-suku di Turki di Protektorat Anxi, dan pada akhirnya dia meninggal karena usia tua sebelum bisa memulai yang lain menjelang akhir hidupnya.
  14. Pepatah aslinya adalah “hal-hal tetaplah hal yang sama, tapi manusia bukan lagi orang yang sama.”
  15. Putra Kaisar Gaozong dan istrinya, Permaisuri Wu (Wu Zetian). Dia pada dasarnya adalah kaisar boneka, pertama di bawah kendali ibunya, Wu Zetian (selama pemerintahan singkatnya pada tahun 684), dan kemudian di bawah kendali istrinya, Permaisuri Wei (pemerintahannya dari tahun 705-710).
  16. Pangkat militer tinggi yang dipegang oleh para jenderal di Tiongkok kuno.
  17. Daftar rencana permainan sandiwara, opera, balet, komposisi musik, lagu, atau peran yang telah dipersiapkan dan dipelajari oleh artis, grup musik, orkestra, atau kelompok sandiwara sebelum mengadakan pertunjukan di depan penonton.
  18. [Aku juga sebagai seorang muslim memikirkan ini adalah pendapat orang non-muslim terhadap muslim.
    Perbedaan pandangan, perbedaan sejarah dan juga perbedaan agama.
    Ini seperti dalam kuliah filsafat mengenai orientalisme, bagaimana orang barat atau non-muslim memandang Islam, riset mereka terhadap Islam dan literatur akhir yang mereka buat tentang Islam.
    Sebagai seorang muslim namun juga sebagai pembaca sejarah ini, pengetahuan tentu bertambah. Namun aku mempercayai sejarah Islam Agamaku tidaklah sejahat itu.
    So, terserah kalian bagaimana memproses hal ini.]
  19. [ Dan ini terjadi ketika zaman masihlah belum ada PBB, jadi mungkin waktu kejadian di novel ini saat Dinasti Abbasiyah mulai menyebarkan Agama Islam di berbagai negara khususnya di daerah Persia.]
  20. Untuk mengetahui rangkaian peristiwa ini.
  21. Naif.
  22. Dan roll credit. Namio menambahkan: acara komedi suara bonky.
  23. Makhluk mitos yang berbentuk ular yang dikatakan bahwa dia dapat mengendalikan banjir, kebanyakan ada di sungai kecil atau aliran (karena naga mengambil semua aliran air yang besar). Dia menyerupai naga tanpa tanduk, dan dianggap lebih rendah dari naga.
  24. Minister of Rites: Salah satu Enam Kementerian pemerintah pada akhir Kekaisaran Tiongkok. Itu ada dari Dinasti Tang (abad ke-7) hingga Revolusi Xinhai 1911.  Bersamaan dengan ritual keagamaan dan upacara pengadilan, Kementerian Adat juga mengawasi pemeriksaan kekaisaran dan hubungan luar Negeri Tiongkok.
  25. Seperti buku yang diberikan oleh dewa langit, sama sekali tidak dapat dipahami.
  26. Di mana leluhur dari para kaisar berada.
  27. Pepatah “itu adalah sedotan terakhir yang mematahkan punggung unta”, menggambarkan tindakan yang tampaknya kecil atau rutin yang menyebabkan reaksi besar dan tiba-tiba yang tak terduga, karena efek kumulatif tindakan kecil.
  28. Yang paling tinggi di antara keenam Departemen.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments