Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Xie Lian sedikit terkejut melihatnya, ingatannya yang acak dan bertumpuk-tumpuk seperti sebuah gambar yang tertutup debu, dan ketika dia mencoba untuk membersihkannya, ingatan-ingatan itu masih begitu buram. Xie Lian mengendurkan genggaman tangannya, dan mengambil bunga itu, dia mengamatinya dengan penuh perhatian dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Hua Cheng meletakkan kuas yang ada dalam genggamannya, dan dengan tenang menggiling tinta, “Ada apa?”

“…” Xie Lian tersenyum, “Tidak ada. Hanya saja, bunga ini begitu menyegarkan, aku selalu menyukainya. “

Tidak jarang seseorang akan mendapati persembahan berupa bunga di dalam kuil dan istana. Hanya saja, sebagian besar bunga-bunga itu akan berwarna merah terang atau ungu, berbentuk karangan bunga yang besar dan segar, atau bunga palsu buatan tangan yang tidak akan pernah layu. Setelah jeda, Xie Lian berkata, “Mungkinkah itu, dalam ‘Hujan Darah Mencapai Bunga’, yang berhasil dicapai adalah jenis bunga ini?”

Hua Cheng tersenyum, “Gege memiliki firasat para dewa.”

Di antara tawa mereka, keduanya akhirnya menyelesaikan satu set tulisan yang dilakukan bersama, dan subjeknya masih empat ayat sebelumnya. Hua Cheng mengambilnya, menatapnya untuk kemudian mengaguminya, terlihat sangat senang, “En. Cukup bagus. Kita harus membingkainya.”

Mendengar Hua Cheng berkata “cukup bagus”, Xie Lian bergumam “eh”. Ketika Xie Lian mendengar Hua Cheng berkata “kita harus membingkainya”, Xie Lian sekali lagi bergumam “eh”. “Kamu tidak berpikir untuk menggantungnya di dinding, bukan?” Jika gurunya yang sudah meninggal melihat keterlibatan Xie Lian dalam komposisi tulisan dengan hasil seperti ini, mereka mungkin akan bangkit dari kematian untuk menghantuinya sebagai zombie. Namun, Hua Cheng hanya tertawa, “Tidak. Aku akan menyimpannya untuk diriku sendiri. Aku tidak berniat untuk menunjukkan ini kepada siapa pun.”

Saat itu, keduanya tiba-tiba mendengar seruan samar dari luar:

“API!”

“API!”

“MANOR SURGA KEBAKARAN!”

Keadaan di dalam aula Kuil QianDeng sangat sepi, dan karena keduanya memiliki indera yang lebih tajam dari indera yang dimiliki oleh manusia normal, saat mereka mendengarnya, mereka langsung saling memandang, dan Xie Lian berkata, “Manor Surga lagi?”

Kata-kata itu sudah keluar dari mulutnya sebelum dia menyadari bahwa kalimatnya begitu konyol untuk mengatakan “lagi”. Hua Cheng tampaknya tidak khawatir, dan tanpa tergesa-gesa menyingkirkan tulisan itu, “Tidak perlu khawatir. Gege hanya perlu duduk di sini dan bersantai. Aku akan segera kembali.”

Hua Cheng mengatakannya seolah-olah Xie Lian benar-benar bisa duduk santai dan rileks. Sebalikanya Xie Lian berkata, “Aku akan ikut denganmu!” Dan buru-buru mengikutinya, merasa sedikit kecewa, ‘Bagaimana bisa setiap kali aku datang, Manor Surga terbakar?’ Sepertinya gelar ‘Dewa Kemalangan’-nya benar-benar akan disahkan sebentar lagi. Meskipun saat ini kebakaran yang terjadi di Manor Surga tidak ada hubungannya dengannya, tetapi selalu membawa begitu banyak penyesalan sudah menjadi kebiasaannya sekarang. Mereka berdua bergegas kembali ke Manor Surga, dan dalam perjalanannya, seluruh jalan utama Kota Hantu benar-benar dipenuhi dengan asap, iblis-iblis kecil dan monster mulai menjerit dan melolong ketika mereka berlari bolak-balik dengan seember air dalam genggaman mereka. Ketika mereka melihat Hua Cheng dan Xie Lian tiba, mereka semua berseru, “TUANKU! JANGAN KHAWATIR, INI BUKANLAH KEBAKARAN BESAR, SEMUANYA SUDAH BERHASIL DIATASI!”

Hua Cheng tidak menunjukkan tanggapan apa pun, tetapi Xie Lian menghela napas lega dan berkata dengan lembut, “Syukurlah! Terima kasih atas kerja keras kalian semua.”

Iblis-iblis kecil itu sebenarnya sama sekali tidak mengharapkan rasa terima kasih apa pun, dan kalimat “terima kasih atas kerja keras kalian semua” kemudian datang dari teman tuannya, hal itu membuat mereka semua menjadi lebih bersemangat dan gembira, “SAMA SEKALI TIDAK SULIT! INI BUKAN MASALAH BESAR!” “INI ADALAH TUGAS KAMI!”

Baru saat itulah Xie Lian akhirnya menyadari, baginya untuk menunjukkan rasa terima kasih sepertinya sedikit tidak pantas karena dia bukanlah penguasa tempat ini. Namun, karena Hua Cheng sendiri tidak mengatakan apa-apa, jika Xie Lian mengatakan sesuatu, itu seharusnya tidak terlalu buruk. Dia menegur dirinya sendiri dalam hati dan berhenti mengkhawatirkan apapun. Keduanya memasuki Manor Surga dan melihat tempat di mana api pertama kali muncul, dan tentu saja itu hanyalah sebuah area kecil, tidak lebih dari sudut sebuah rumah kecil yang tidak penting. Pantas saja api bisa padam begitu cepat.

Namun, setelah semuanya menjadi jelas, Xie Lian menjadi sedikit khawatir. Dia menoleh ke arah Hua Cheng, “Seseorang yang membakar tempat ini sepertinya tidak berusaha memainkan lelucon bodoh, dan tindakannya juga tidak seperti bertujuan untuk membakar apa pun, lebih seperti pengalih perhatian, menarik perhatian semua orang untuk menjauh.”

Tetapi, jika itu masalahnya, untuk apa gangguan itu dibuat?

Dalam sekejap, Xie Lian menemukan jawabannya, “ROH JANIN ITU!”

Sebelumnya ketika mereka meninggalkan Manor Surga, bahkan setelah berjalan begitu jauh, roh janin itu terus meratap dan menangis, suara isak tangisnya terdengar begitu tajam di telinga, bahkan kadang-kadang terus memanggil ibu. Namun sekarang, suara itu telah hilang!

Keduanya kemudian bergegas ke kamar samping di luar aula utama Manor Surga untuk memeriksanya. Ketika keduanya telah pergi, Hua Cheng dengan santai meletakkan kendi tanah liat yang berisi roh janin di atas meja, dan di depan mereka, kendi tanah liat itu masih ada di sana, tetapi ketika Xie Lian meraih dan memegangnya, dia langsung merasakan beratnya dari kendi itu sangat berbeda dari sebelumnya; terlalu ringan. Ketika dia membukanya, tentu saja, tidak ada apa pun di dalamnya.

Tidak ada cara apa pun yang bisa dilakukan oleh sosok yang terkunci di dalam kendi tanah liat itu untuk bisa memecahkan segel di atasnya. Xie Lian segera berkata, “Seseorang membiarkan roh janin ini lepas.”

Namun Hua Cheng, tidak terlihat bingung sama sekali, “Roh itu telah dicuri. Roh janin itu terluka karena serangan pasukan kupu-kupu sebelumnya. Benar-benar terluka parah. Jadi dia tidak mungkin bisa untuk pergi jauh seorang diri.”

“Kalau begitu sepertinya semua ini akan mudah untuk diurus.” Xie Lian berkata, “San Lang, apakah Manor Surga milikmu memiliki penjaga yang berpatroli di tempat ini? Kita bisa bertanya kepada mereka apakah mereka mungkin melihat orang mencurigakan.”

“Tidak ada.” Kata Hua Cheng.

“…” Xie Lian berkedip, “Tidak ada?”

“Ya. Tidak pernah ada.” Hua Cheng menjawab.

Tidak heran ketika dia menyelinap di sekitar Manor Surga terakhir kali, tidak ada penjaga yang terlihat. Xie Lian pernah berpikir mungkin itu karena mereka disembunyikan dengan baik sehingga dia tidak menyadarinya, tetapi dia tidak menyadari bahwa sebenarnya tidak ada satu pun penjaga yang bertugas di tempat itu. Dengan sedikit terpana, dia berkata, “Apakah kamu benar-benar membuat keamanan di Manor Surga selemah ini?”

Gege, apakah kamu pernah memperhatikan setiap pintu di Manor Surga ini?” Hua Cheng bertanya.

Xie Lian memikirkannya dan menjawab, “Tidak, aku belum pernah memperhatikannya. Mungkinkah ada sesuatu yang luar biasa pada pintu-pintu itu?”

“Benar.” Kata Hua Cheng.

Dia menunjuk ke arah sebuah pintu yang menuju ke ruang samping dan berkata, “Jika seseorang yang bukan penguasa dari bangunan ini masuk, dan mereka mengambil apapun benda yang ada di dalam manor ini dan benda itu bukan milik mereka tanpa izin, bahkan hanya satu item, mereka tidak akan bisa membuka pintu, dan mereka akan terjebak di dalam ruangan itu.”

Xie Lian kembali mengingat kapan terakhir kali dia datang ke Manor Surga, dan pada saat itu dia selalu membuka pintu dengan dadu, dan ketika dia akhirnya pergi dari tempat itu, dia berhasil pergi melalui angin puyuh yang diciptakan oleh Master Angin, menghancurkan atap, dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa melalui ‘pintu’ yang seharusnya. Itu semua adalah sebuah gambaran kekerasan, dan semakin Xie Lian mengingatnya, semakin dia berpikir jika dia harus berhenti untuk memikirkannya, merasa sedikit malu. Setelah jeda, ia kemudian bertanya, “Lalu misalkan jika San Lang mencuri perangkat spiritual milikku dan kemudian menyimpannya di dalam Manor Surga, karena aku adalah pemilik asli dari perangkat itu, tidak bisakah aku mengambilnya begitu saja?”

Hua Cheng mengangkat alisnya, “Tentu saja tidak bisa. Setelah benda itu ada di tanganku, benda itu akan menjadi milikku. Tapi, jangan salahkan aku, gege, aku tidak akan pernah mencuri alat spiritual milikmu.”

Xie Lian berdeham, “Tentu saja. Aku tahu itu. Itu sebabnya aku mengatakan ‘jika’. Lagipula … Lagipula aku tidak punya alat spiritual yang pantas untuk dicuri … “

Lelucon Hua Cheng berakhir di sana. Xie Lian tersenyum lalu melanjutkan, “Jadi, mencuri sesuatu dariku tanpa pemberitahuan lebih lanjut adalah hal yang mustahil. Secara alami, tidak perlu penjaga.”

Reaksi pertama Xie Lian adalah, orang yang mencuri roh janin itu tidak pergi melalui pintu dan menggunakan sesuatu yang lain. Tapi jika melihat sekeliling tempat itu, atap kamar samping ini tidak menunjukkan kerusakan apapun, lantainya tampak bersih, dindingnya juga masih bagus, tidak ada bekas pembobolan apapun. Dia tidak bisa melakukan apapun tetapi kemudian pemikiran yang bahkan lebih menyerangkan muncul dalam benaknya.

Mungkinkah orang yang mencuri roh janin itu sebenarnya belum pergi, dan masih ada di dalam kamar samping ini?

Meskipun tidak ada satu pun tempat di dalam kamar samping ini yang bisa digunakan untuk bersembunyi, masih ada banyak cara di dunia ini untuk memiliki kemampuan tidak bisa terlihat. Mungkin pencuri itu ada di dekat mereka saat ini, mengawasi setiap tindakan mereka dengan tenang. Xie Lian melihat sekeliling dengan seksama, waspada terhadap gerakan aneh apapun di udara. Namun apakah itu mata atau instingnya, keduanya mengatakan kepadanya bahwa tidak ada orang ketiga atau iblis di tempat itu. Dia mungkin harus mengejar pemikiran lain yang berbeda. Saat itu, Hua Cheng tertawa, “Tidak perlu khawatir gege. Aku memiliki caraku sendiri untuk menemukan pencuri roh janin itu.”

Hua Cheng benar-benar terlihat sangat percaya diri. Xie Lian menoleh padanya, dan setelah merenung sejenak, Xie Lian menjadi optimis.

Keduanya menunggu dalam diam. Setelah beberapa saat, sebuah suara keributan terdengar semakin dekat, dan sekelompok besar hantu, iblis, dan monster semua tampak berdatangan, berkumpul di luar kamar samping itu seperti sekawanan burung yang berterbangan, “Tuanku! Apa yang tuanku inginkan dengan memanggil kami?”

Setidaknya jumlah kerumunan ini sepertinya hampir mendekati seribu, dan seandainya Manor Surga tidak memiliki halaman dan ruangan-ruangan yang besar, mereka semua mungkin tidak akan bisa masuk ke dalam. Orang yang membawa mereka adalah pria bertopeng sebelumnya, dan dia berkata kepada Hua Cheng, “Tuanku, semua orang yang muncul di jalan hari ini seharusnya sudah ada di sini. Kota Hantu juga sudah dikunci, tidak ada yang bisa pergi.”

Itu adalah suara yang sama dari pemuda sebelumnya ketika terakhir kali Xie Lian bertemu dengannya, dan Xie Lian tidak bisa menahan dirinya untuk tidak meliriknya. Para hantu berseru, “Tuanku! Apakah kamu berniat menangkap orang yang membakar Manor Surga?”

“Mereka bahkan mengatakan ada sesuatu yang sudah dicuri! Mereka lelah hidup atau ingin mati lagi atau bagaimana!”

“BENAR-BENAR BIADAB! MEMBAKAR TEMPAT INI DAN BAHKAN MENCURI, BETAPA BERANINYA MEREKA MENGUSIK PENGUASA TEMPAT INI! TIDAK ADA JALAN BAGI TUANKU UNTUK MELEPASKANNYA BEGITU SAJA?!”

“…”

Meskipun kerumunan iblis itu tidak berbicara tentang dirinya, tetapi sebagai orang yang membakar bangunan ini terakhir kali, menculik seseorang, dan dilepaskan oleh Hua Cheng, Xie Lian merasa seperti dia ditusuk oleh panah yang tak terhitung jumlahnya, dan dengan lembut berdeham, merasa semakin bersalah. Dia melirik Hua Cheng, tetapi secara kebetulan tatapan keduanya bertemu, dengan Hua Cheng yang juga menyapu pandangannya kepada dirinya, tatapannya benar-benar tidak bisa terbaca, dan Xie Lian segera menunduk. Kemudian, dia bisa mendengar Hua Cheng berkata dengan datar, “Orang yang mencuri roh janin ini bisa maju sendiri dan mengakuinya dengan sukarela, jangan buang waktuku.”

Kerumunan disana tampak bergetar. “Di antara kami?”

“Aku pikir pencuri itu berasal dari luar …”

“Siapa itu, maju sajalah!”

Sesaat kemudian, gelombang suara layaknya ombak kembali tenang tetapi tidak ada siapapun yang maju. Hua Cheng berkata, “Bagus sekali. Begitu berani seperti yang diharapkan. Pria di sebelah kiri, wanita di sebelah kanan, cepat membelah dan berbarislah.”

Meskipun kerumunan iblis dan hantu disana tampak bingung, mereka tidak berani menentang kata-kata Hua Cheng, dan segera melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka, membentuk dua kelompok besar. Iblis laki-laki berjejer di sebelah kiri, suara mereka kasar; hantu-hantu wanita dengan demikian ada di sebelah kanan, masing-masing dari mereka tampak menggoda dengan genit. Hua Cheng dan Xie Lian berbagi pandangan, lalu mereka langsung pergi ke sisi kanan, berjalan melewati hantu perempuan, melemparkan pandangan mereka, melewati sepuluh hantu dengan masing-masing memperhatikan hantu-hantu itu. Setelah beberapa langkah, ketika Xie Lian berjalan melewati sesosok hantu wanita, dia berhenti. Hantu perempuan ini tampak mengenakan sebuah gaun panjang, wajahnya tebal dengan lapisan bubuk putih, sangat pucat, wajahnya yang sebenarnya tidak bisa dilihat. Namun, wajah cantik yang memiliki penampilan yang berlebihan itu agak familier, dan Xie Lian berseru, “Nona Lan Chang?”

Hantu perempuan itu terkejut, seolah-olah dia adalah orang yang baru saja melihat hantu. Benar saja, itu adalah hantu perempuan Lan Chang yang menempel padanya di jalan-jalan Kota Hantu sebelumnya, berkelahi dengan tukang daging babi hutan, menertawakan dirinya yang berkata “tidak bisa ereksi” dan menyebarkannya di seluruh wilayah Kota Hantu.

Setelah melepaskan keterkejutannya, dia meletakkan tangannya di pinggul dan mengangkat kepalanya, “Apa? Kamu orang yang bilang kamu tidak bisa bangun! Aku tidak salah mengenalimu! Apakah kamu akan membalas dendam dan mengadukannya kepada Tuanku?”

Meskipun hantu dan iblis perempuan disana semuanya tampak sedikit gugup, tetapi ketika mereka mendengarnya, mereka masih bisa tertawa pelan. Hua Cheng berjalan mendekatinya, dan meskipun ekspresinya sama sekali tidak bisa terbaca, hantu perempuan Lan Chang masih sedikit takut, sikapnya menjadi lebih sopan dan tidak lagi menggerakkan apapun. Xie Lian berkata dengan lembut, “Lelucon seperti itu, Nona dapat berbicara sesuka hatimu. Namun, roh janin itu telah melukai banyak orang, dia sudah memakan begitu banyak darah dan korban, dan tidak boleh dilepaskan, jadi tolong kembalikanlah.”

Bahkan dengan riasan yang berat di wajah Lan Chang, wajahnya tampak berubah menjadi pucat. Dia mundur dengan tergesa-gesa, tetapi karena dia berada di kerumunan hantu wanita lain, dia tidak mampu pergi terlalu jauh sebelum akhirnya dia tertangkap, menutup peluangnya untuk melarikan diri, dan karena itu dia hanya bisa berteriak, “AKU TIDAK MENGERTI APA YANG KAMU KATAKAN! ROH JANIN APA?”

“Tolong kembalikanlah.” Xie Lian memberi isyarat.

“KEMBALIKAN? AKU TIDAK MEMILIKINYA! Kamu menuduhku mencuri dari rumah Tuanku, tetapi semua orang tahu jika tidak ada cara untuk mengambil apapun dari dalam rumah Tuanku. Apa pun yang kita ambil, kita tidak akan bisa keluar!”

Semua kerumunan iblis disana tampak setuju, ya, itu benar, mereka semua tahu, dan bahkan tukang daging babi itu menggerutu. Lan Chang menambahkan, “Kebakaran baru saja terjadi di Manor Surga. Sejak awal aku ada di jalan dan tidak pernah pergi. Jika aku mencuri sesuatu, bukankah aku tidak akan memiliki waktu untuk menyembunyikannya?” Ketika dia berbicara, hantu wanita itu membuka kedua tangannya sendiri, menunjukkan tangannya yang kosong, dan bahkan mengangkat bajunya untuk membuktikan bahwa dia tidak menyembunyikan apa pun. Namun, Xie Lian berkata, “Nona, terakhir kali ketika aku bertemu denganmu, dalam cuaca yang sangat dingin pun kamu mengenakan pakaian yang sangat minim. Hari ini adalah hari yang cerah namun mengapa kamu mengenakan gaun panjang? Kenapa tiba-tiba berubah? Atau kamu menyembunyikan sesuatu?”

Hanya setelah dia mengungkit-ungkitnya, kerumunan iblis-iblis disana kemudian sadar, Lan Chang biasanya berpakaian terbuka, dan ketika Xie Lian mengatakan ‘minim’, kata-katanya sudah sangat sopan. Di sepanjang jalan sebelumnya bahkan hantu wanita itu hampir memperlihatkan belahan dadanya. Namun, hari ini dia mengenakan gaun panjang, menutupi kaki dan pinggangnya sepenuhnya, sangat aneh. Selain itu, sebelumnya ketika Hua Cheng membawa Xie Lian berkeliling untuk berjalan-jalan di sepanjang jalan Kota Hantu dan kerumunan iblis berteriak, menyodorkan begitu banyak makanan kepada mereka, mereka sama sekali tidak melihat Lan Chang yang suka pamer dan senang mengutuk di jalanan, dengan penuh semangat menyatakan “BUKAN AKU, DIA YANG TIDAK BISA BANGUN!”, Dan mereka menjadi gelisah.

Xie Lian menjelaskan dengan lambat, “Kamu tidak mengambil apapun yang bukan milikmu; kamu hanya mengambil bagian dari dirimu sendiri. Roh janin itu ada di dalam perutmu saat ini!”

Jika pencuri roh janin tidak memiliki cara lain untuk pergi dan tidak menyembunyikan dirinya di dalam kamar samping, maka hanya ada satu penjelasan: pencuri itu membiarkan pintu depan terbuka.

Jika roh janin itu lahir, maka roh itu akan menjadi anak, sesosok hantu berbentuk manusia. Namun, roh janin itu secara paksa dikeluarkan dari rahim ibunya sebelum mencapai waktu seharusnya dia lahir, oleh karena itu, jika ibunya memasukkannya kembali ke dalam perutnya, maka secara alami roh itu akan dianggap sebagai sesuatu yang menjadi miliknya. Tidak, akam lebih tepat dikatakan jika roh janin itu tidak jauh berbeda dengan sepotong dagingnya, bagian dari tubuhnya sendiri. Bagaimanapun, ikatan darah antara seorang ibu dan anak itu sangat dalam, dan dalam keadaan itu, mereka hanyalah satu tubuh, sehingga hantu perempuan ini secara alami bisa pergi tanpa luka sedikitpun, dan keluar dari Manor Surga dengan bebas.

Karena itu, orang yang mencuri roh janin ini pastilah hantu perempuan, dan juga ibu bagi anak itu. Mengunci Kota Hantu kemudian mengumpulkan semua hantu perempuan dan iblis yang muncul di jalan sebelum dan sesudah api menyala untuk menyelidikinya pasti akan membawa mereka menemukan pelakunya. Berpikir kembali, Hua Cheng pasti sudah memikirkan semua ini saat mereka memasuki kamar samping.

Tiba-tiba, Lan Chang menjerit nyaring, dan meraih perutnya sendiri dengan marah.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments