Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Tidak butuh lebih dari dua hari sebelum Xie Lian menghadapi krisis besar.

Tidak ada yang bisa dimakan di kuil miliknya.

Jika dia sendirian, dalam sehari dia hanya perlu dua roti kukus dengan sepiring kecil acar sayuran, mungkin dia akan memetik beberapa mentimun dari ladang untuk dia makan sendiri, dan dia akan mengurus dirinya sendiri dengan sempurna, persembahan yang diberikan penduduk Desa PuQi setiap harinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Namun hari ini, ada tiga mulut lagi yang harus dia beri makan di kuil ini, dua manusia hidup dan iblis hantu sekarat, tidak butuh waktu lama sebelum mereka membersihkan dan menghabiskan jatah makanan miliknya.

Setidaknya kedua anak itu baik-baik saja. Qi Rong, iblis hantu sekarat, yang tengah merasuki seorang lelaki dewasa masih menolak untuk keluar, mengutuk Xie Lian di satu tangan karena memberinya makan makanan yang menyebalkan, tetapi dia makan lebih banyak daripada yang lain. Xie Lian benar-benar ingin memasukkan panci yang menghitam ke dalam mulutnya.

Setelah memastikan jika panci itu pasti tidak bisa ditarik keluar dengan mudah, Xie Lian memutuskan untuk mengajak kedua anak kecil itu berjalan-jalan di pasar, melihat apakah mereka bisa mengumpulkan sampah dan menemukan makanan yang enak.

Jika dikatakan bahwa keberuntungan Xie Lian biasanya buruk, maka Xie Lian hari ini memiliki nasib yang buruk, setelah berjalan-jalan di kota, sebenarnya tidak ada satu pun barang bekas yang berhasil dikumpulkannya. Akhirnya, ia berdiri di persimpangan jalan yang ramai dan membuat keputusan: dia harus mengambil pekerjaan lamanya.

Karena itu, dia menempatkan kedua anak itu di tepi jalan sebelum dia berdiri di tengah persimpangan jalan itu dan berseru dengan suara nyaring dan jelas, “YANG TERHORMAT PARA PENDUDUK DAN TETANGGA! HARI INI ADALAH PERTAMA KALINYA SESEORANG YANG RENDAH INI DATANG KE TEMPAT YANG BEGITU BERHARGA INI. AKU AKAN MELAKUKAN BEBERAPA PERTUNJUKAN, TRIK YANG MEMALUKAN. MEREKA SEDIKIT MEMALUKAN TETAPI AKU HARAP SEMUA ORANG AKAN MEMBERIKAN SEDIKIT KEMURAHAN HATI DAN MEMBANTU PRIA YANG MISKIN INI, BERIKANLAH SEDIKIT MAKANAN UNTUK BISA DIMAKAN, BERIKANLAH BEBERAPA KOIN KE JALAN UNTUKKU …”

Xie Lian memiliki udara penuh kesucian, penampilannya menggambarkan dirinya sebagai seorang kultivator, lengan bajunya bersih dan berkibar, suaranya jernih dan nyaring, begitu penuh semangat dan menggugah semangat siapapun yang mendengarnya. Banyak orang yang berada di jalanan yang sedang memiliki waktu luang dan dengan segera datang dan mengelilinginya.

“Apa yang bisa kamu lakukan? Tunjukkan pada kami sesuatu yang bagus.”

“Bagaimana kalau piring berputar?” Xie Lian berkata dengan riang.

Kerumunan disana tampak melambaikan tangan mereka, “Itu tidak sulit sama sekali, itu permainan anak-anak! Apa lagi yang bisa kamu lakukan?”

Xie Lian lalu berkata, “Bagaimana dengan menghancurkan batu di dada?”

Kerumunan berseru, “Itu sudah terlalu kuno, terlalu kuno! Ada lagi?”

Baru saat itulah Xie Lian menyadari, bahkan pertunjukan jalanan perlu mengikuti perkembangan zaman. Semua trik terbaiknya sekarang tidak lebih dari sesuatu yang kuno, dan tidak ada lagi orang yang tersisa untuk menghargai seninya. Merasa jika kerumunan disana mulai membubarkan diri, tanpa pilihan lain, Xie Lian mulai mengeluarkan teknik pamungkasnya, dan mengeluarkan dari lengan bajunya satu set jimat perlindungan yang ia buat dengan tangannya sendiri dan berseru lagi, “Jimat perlindungan gratis untuk menonton pertunjukan! Mereka buatan tangan, jangan hanya berlalu dan lewatkan kesempatan ini!”

Ketika mendengar ada sesuatu yang gratis, kerumunan yang sebelumnya tersebar segera kembali, “Jimat perlindungan apa? Kuil mana yang memberkatinya? Apakah itu Kaisar Bela Diri Surgawi?”

“Apakah kamu memiliki untuk kekayaan? Tolong beri aku jimat kekayaan, terima kasih!”

“Aku ingin satu dari Ju Yang, tolong beri satu untukku!”

“Tidak. Tidak.” Xie Lian menjelaskan, “Yang aku berikan adalah dari Pangeran Xian Le, diberkati oleh Kuil PuQi, pasti efektif.” Tentu saja itu akan efektif. Lembaga surgawi lainnya setidaknya memiliki ribuan orang yang berdoa kepada mereka setiap hari, telinga mereka berdering dengan suara bising, dan bahkan sedikit terlalu banyak mereka akan meneruskan pekerjaan itu kepada para pejabat junior di bawah mereka. Adapun Xie Lian, paling-paling dia hanya akan memiliki beberapa orang yang berdoa kepadanya sekaligus, jadi siapa yang lebih mungkin benar-benar mendengar para pendoa itu?

Kerumunan disana mulai mendecakkan lidah mereka, “Apa-apaan, kami belum pernah mendengar tentang dia sebelumnya!” Xie Lian menambahkan, “Tidak apa-apa jika kalian belum pernah mendengarnya. Kuil PuQi terletak hanya tujuh mil dari Desa PuQi. Semua orang akan sangat disambut untuk berkunjung, dan tidak perlu membawa persembahan …” Sebelum dia selesai, kerumunan disana sudah membubarkan diri. Setiap orang dari penonton itu mulai membuang jimat miliknya segera setelah setelahnya, dan Xie Lian berlari untuk mengambil mereka kembali, Menepuknya beberapa kali sampai bersih, sebelum memasukkannya kembali ke lengan bajunya, sama sekali tidak terlihat terganggu. Ketika dia mengambil jimat yang tersisa, sepasang sepatu kain berhenti di depannya.

Xie Lian mendongak dan melihat mata hitam gagak Lang Ying mengintip dari bawah perban, mengawasinya dengan seksama.

“Ada apa?” Xie Lian bertanya dengan lembut, “Pergilah ke sana dan duduk dengan Gu Zi. Tunggu aku sebentar lagi.”

Lang Ying diam. Saat itu, dua pintu di sebuah rumah besar di ujung jalan besar tiba-tiba terbuka, dan seorang pria tampak diusir keluar, suara teriakan marah mengikuti di belakangnya, “TABIB TIDAK KOMPETEN!”

Para pejalan kaki di jalanan segera bergegas untuk menonton pertunjukan itu, langkah kaki yang bergemuruh mulai menginjak-injak tanah, dan jimat perlindungan yang belum diambil sepenuhnya langsung hancur, kotor, dan robek. Xie Lian menyaksikan semua itu tanpa bisa berkata-kata, dan menyerah menyelamatkan mereka. Dia membuat Lang Ying kembali untuk mengawasi Gu Zi, kemudian dia pergi untuk melihat kejadian itu. Ketika dia mendekati pintu masuk ke rumah itu, seorang pria yang sepertinya adalah pedagang kaya sedang berdebat dengan seorang pria tua yang tampak seperti seorang tabib. Pedagang kaya itu mengamuk, “APA YANG KAMU KATAKAN KEPADAKU KETIKA KAMU DATANG KEMARIN? BUKANKAH KEMARIN KAMU MENGATAKAN UNTUK TIDAK PERLU KHAWATIR? BAGAIMANA KAMU AKAN MENJELASKAN APA YANG TERJADI HARI INI? ISTRIKU TIDAK JATUH ATAU MEMAKAN SESUATU YANG BURUK, JADI BAGAIMANA MUNGKIN SEGALANYA BISA MENJADI SEPERTI INI?!”

Tabib itu, bagaimanapun, berteriak, merasa diperlakukan tidak adil, “Ketika aku datang untuk memeriksa istrimu kemarin, dia baik-baik saja! Aku pikir dalam hal ini, kamu perlu menemukan seorang kultivator, bukan tabib!”

Pedagang kaya itu marah, dia berdiri dengan tangan di pinggulnya dan tangan yang lain menuding tabib itu, “PUTRAKU BELUM MENGHILANG JADI MENGAPA KAMU MENGUTUKNYA, KAMU TABIB PALSU! PERHATIKAN DIRIMU, AKU BAHKAN BISA MENUNTUT SEMUA ASET MILIKMU!”

Tabib itu kemudian mengangkat dan memegangi berkas-berkas medisnya, “Bahkan jika kamu menuntutku, tidak ada yang bisa dilakukan. Aku benar-benar tidak dapat membaca denyut nadi itu! Aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya dalam hidupku!!”

Kerumunan orang-orang disana mulai mengejek, “Temukan dirimu seorang tabib baru!” “Mungkin lebih baik mencari seorang kultivator!”

Xie Lian secara naluriah merasakan ada sesuatu yang tidak beres tentang masalah ini, dan dia kemudian mengangkat tangannya di lautan kerumunan orang disana, “Tolong lihat ke sini! Ada seorang kultivator di sini! Aku adalah seorang kultivator!”

Semua orang menoleh untuk menatapnya, bingung, “BUKANKAH KAMU SEORANG PENGAMEN JALANAN???”

Xie Lian menjelaskan dengan sopan, “Itu hanya pertunjukan sampingan. Terima kasih.” Xie Lian kemudian berjalan ke arah pedagang kaya itu, “Maukah kamu membawaku untuk pergi melihat Nyonya Yang Terhormat?”

Dari dalam mansion itu datang serangkaian jeritan yang begitu melengking, tidak diragukan lagi semua wanita yang menunggu nyonya tuan rumah itu sedang dalam keadaan panik. Tabib baru yang dipanggil oleh saudagar kaya itu tidak akan segera tiba, dan pada dasarnya orang-orang yang berada dalam keadaan putus asa akan melakukan apa saja, jadi dia benar-benar menyeret Xie Lian menuju pintu untuk menemui istrinya, dan Xie Lian menyambar sosok tabib itu juga.

Ketika para lelaki itu memasuki kamar tidur, darah ada di seluruh lantai kamar, dan di atas tempat tidur bertirai bunga besar itu tampak berbaring seorang wanita muda, wajahnya pucat pasi karena rasa sakit yang hebat. Penderitaannya begitu akut hingga dirinya hampir memeluk perutnya sendiri. Saat Xie Lian berjalan melewati pintu kamar itu, dia bisa merasakan semua rambut di punggungnya berdiri.

Ruangan itu penuh dengan esensi kejahatan, dan esensi itu datang dari satu tempat.

Perut wanita itu!

Xie Lian segera memblokir semua orang di belakangnya dan berteriak, “JANGAN BERGERAK! ADA SESUATU YANG TIDAK BERES DI DALAM PERUTNYA!”

Pedagang kaya itu ketakutan, “Apakah istriku akan melahirkan?!”

Tabib itu dan para wanita tua yang menunggu tidak tahan lagi dengan ketidaktahuan mereka dan berkata, “Ini baru lima bulan, bagaimana mungkin dia bisa melahirkan sekarang!”

Pedagang kaya itu mengamuk ke arah tabib disana, “Jika dia tidak akan melahirkan dan kamu tidak tahu apa yang salah dengannya itu berarti kamu seorang tabib tidak kompeten!! KAMU BAHKAN TIDAK BISA MEMBACA NADINYA!”

Wanita itu tampak hampir pingsan, dan Xie Lian berteriak lagi, “SEMUA ORANG, TENANGLAH!” Lalu dia membalik Fang Xin. Melihat bahwa dia tiba-tiba menghunuskan senjata hitam panjang, semua orang melompat kaget. “APA YANG KAMU RENCANAKAN?!” Kemudian mereka melihat Xie Lian menjatuhkan tangannya, dan pedang itu benar-benar melayang di udara!

Sekarang semua orang tercengang.

Fang Xin tergantung dari atas, ujung bilahnya menghadap ke bawah, menunjuk ke arah perut wanita yang bengkak itu. Aura membunuh dari pedang itu sangat kuat, dan ketika kerumunan disana melihat perut wanita itu tiba-tiba bergerak, segumpal daging tampak terangkat, bergerak ke kiri, lalu ke kanan, sampai akhirnya, wanita itu tersentak dan terbatuk dengan keras, aliran asap hitam keluar dari mulutnya!

Fang Xin telah menunggu, dan pedang itu segera menghantam asap hitam itu. Wanita itu mengeluarkan ratapan panjang, “ANAKKU!” Dan langsung jatuh pingsan di tempat.

Xie Lian memanggil kembali pedang itu dan menyarungkannya lagi di punggungnya dan menoleh ke arah tabib, “Sekarang sudah tidak apa-apa.”

Tabib itu menatap pemandangan yang ada di depannya dengan mata terbuka lebar, dan Xie Lian melambai di depannya beberapa kali sebelum dia dengan ragu-ragu mendekat. Pedagang kaya itu tampak gembira, “Apakah anakku aman?”

Namun, setelah tabib itu merasakan denyut nadi wanita itu, dia berkata, suaranya bergetar karena rasa takut, “Sudah hilang …”

Pedagang kaya itu tercengang, dan setelah beberapa saat kaget, dia meraung, “HILANG? BAGAIMANA MUNGKIN ISTRIKU BISA KEGUGURAN?!”

Namun Xie Lian berbalik untuk menghadapnya, “Nyonya tidak keguguran, bayinya hilang. Pergi, apakah kamu mengerti?”

“Apa bedanya?” Pedagang kaya itu menuntut.

“Sangat berbeda.” Xie Lian berkata, “Keguguran adalah keguguran. ‘Pergi’ artinya: memang ada seorang anak di perut Nyonya pada awalnya, tetapi sekarang, anak itu telah menghilang.”

Benar saja, perut wanita itu pada awalnya bengkak, tetapi sekarang, tidak ada tanda-tanda cedera eksternal dan perut itu tampak telah menyusut, tampak sangat tidak wajar. Pedagang kaya itu terkejut, “… bukankah anakku ada di sana di dalam perutnya?!”

“Yang di dalam tadi bukan anakmu,” Xie Lian menjelaskan, “Yang membengkakkan perut Nyonya adalah awan asap hitam!”


Setelah tabib memastikan wanita itu hanya pingsan dan tidak ada tanda-tanda yang mengancam jiwanya, mereka meninggalkan ruangan itu. Pedagang kaya itu bertanya, “Tuan Kultivator, bagaimana aku harus memanggilmu? Dari kuil mana kamu berasal? Siapa Dewa yang kamu sembah? “

“Tidak perlu untuk memanggilku ‘Tuan’ dan namanya adalah Xie.” Xie Lian menjawab, dan pada awalnya dia ingin mengatakan bahwa dia berasal dari “Kuil PuQi”, tetapi ketika kata-kata itu tidak terucap dari bibirnya, untuk beberapa alasan dia mengubahnya menjadi “Kuil QianDeng.”

Ketika ketiga kata itu keluar dari bibirnya, wajahnya anehnya terasa panas. Pedagang kaya itu hanya bergumam “oh” dan berkata, “Aku belum pernah mendengarnya sebelumnya. Mungkinkah kuil itu jauh?”

Xie Lian tidak tahu seberapa jauh itu, dan menjawab dengan lembut, “En …”

Setelah beberapa sapaan hormat, saudagar kaya itu akhirnya sampai pada titik permasalahan yang mengganggunya, suaranya penuh ketakutan, “DaoZhang!1 Monster apa itu sebelumnya? Apa yang dipelihara istriku di perutnya, apakah yang ada di perutnya dari awal … adalah benda itu? Asap hitam itu?!”

Dengan pergantian subjek pembicaraan, ekspresi Xie Lian juga berubah serius. “Mungkin tidak seperti itu. Apakah sebelumnya kamu mengatakan ketika tabib pertama kali datang kemarin, Nyonya masih baik-baik saja? Denyut nadinya baik-baik saja saat itu, tetapi hari ini keadaannya menjadi kacau, jadi aku khawatir, tadi malam terjadi sesuatu pada bayi itu. Tolong pikirkanlah, tadi malam, apakah Nyonya melakukan sesuatu? Atau apakah sesuatu yang aneh terjadi?”

“Tidak ada yang terjadi sama sekali tadi malam,” saudagar kaya itu berkata, “Istriku tidak pernah meninggalkan rumah! Sejak dia memberikan penghormatan di Istana Ju Yang dan menerima anak ini, kami membangun kuil kecil Ju Yang di rumah, dan Dia akan selalu melantunkan dan membakar dupa tanpa pernah meninggalkan pintu depan atau belakang. Dia sangat taat!”

“…” Xie Lian berpikir jika Feng Xin tahu seorang penyembahnya akan seperti ini maka itu benar-benar akan menjadi kerusuhan. Setelah beberapa pemikiran, dia bertanya, “Lalu, apakah dia memiliki mimpi aneh?”

Pedagang kaya itu mengerjap, dan berkata, “Ya!”

Serangan energi kembali memenuhi Xie Lian, dan saudagar kaya itu melanjutkan, “Daozhang, kamu memiliki firasat saleh! Istriku benar-benar memiliki mimpi yang aneh tadi malam. Dia memimpikan seorang anak kecil bermain dengannya, memanggilnya ‘ibu’. Di tengah mimpinya dia merasakan sesuatu menendang perutnya kemudian dia bangun, kemudian dia menemuiku dengan bahagia untuk memberi tahuku bahwa anak di perutnya tidak sabar untuk melihat wajah ibu dan ayahnya, jadi anak itu datang untuk menyambutnya terlebih dahulu. Aku juga menghiburnya saat itu!”

Dalam sekejap Xie Lian menemukan jawabannya dan berkata dengan tegas, “Yang bermasalah adalah anak itu!”

Setelah terdiam beberapa saat, ia bertanya, “Sekitar umur berapa anak itu? Bagaimana sosoknya? Apakah Nyonya mengatakan sesuatu?”

Saudagar kaya itu tampak dipenuhi keringat dingin karena terkejut, “Aku takut dia tidak mengingatnya. Pada waktu ketika dia memberitahuku mimpi itu dia tidak yakin tampak umur berapa anak dalam mimpinya, hanya dia terlihat masih muda, memintanya untuk menggenggam tangannya, dan ketika istriku menggenggamnya, rasanya ringan.”

Xie Lian bergumam lalu berkata, “Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan lagi, tolong jawab dengan jujur, kalau tidak aku tidak akan dapat menemukan kebenaran dalam semua ini. Pertama, apakah sebelumnya ada konflik antara para istri yang bertengkar untuk mendapatkan sesuatu? Kedua, apakah Nyonya ini pernah menggugurkan seorang anak?”

Bertanya tentang konflik antara para istri yang bertengkar untuk mendapatkan sesuatu adalah untuk melihat apakah ini adalah kutukan yang berasal dari kecemburuan yang begitu gila. Ketika wanita yang dikurung di dalam harem merasa cemburu, mereka bisa melakukan apa saja, bertanya mengenai aborsi adalah karena jika anak itu telah diaborsi karena alasan yang layak dipertanyakan, maka mungkin ada dendam yang tertinggal di tubuh sang ibu, membuat bayi baru di dalam kandungannya merasa menderita.

Di bawah pertanyaan berulang Xie Lian, pedagang kaya itu mengakui segala sesuatunya dengan jujur. Luar biasa, semuanya tepat. Tidak hanya dia memiliki sejumlah istri di rumahnya, mereka bahkan bertengkar tanpa henti setiap hari, dia juga memiliki kekasih yang menunggunya untuk menikah dengannya. Selain itu, gadis pelayan Nyonya ini juga melaporkan bahwa nyonyanya awalnya adalah nyonya satu-satunya dan pernah hamil. Dia mendengarkan diagnosa cacat dari ahli homeopati jalanan yang menyatakan bayinya seorang gadis, dan karena dia ingin seorang anak laki-laki untuk memperkuat pijakannya, dia menggugurkan kandungannya. Setelah mendengarkan semua ini, Xie Lian bisa merasakan sakit kepala datang menyerangnya. Pedagang kaya itu cemas, “Daozhang, mungkinkah ini balas dendam bayi perempuan yang belum lahir itu?”

“Itu salah satu kemungkinannya,” kata Xie Lian, “Tapi tidak sepenuhnya tepat. Lagi pula, Nyonya tidak bisa mengatakan berapa usia anak itu dalam mimpinya, dan apakah itu laki-laki atau perempuan.”

“Lalu … lalu Daozhang,” Pedagang kaya itu bertanya dengan ketakutan, “Karena awan asap hitam itu baru saja mengisi perut istriku tadi malam, lalu … kemana perginya putraku?”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. ‘Daozhang’ adalah panggilan sopan untuk kultivator.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments