Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Xie Lian sangat marah. Dia menarik keluar pedang yang tertusuk di dada itu dan hendak mendorongnya lagi ketika dia menyadari jika tidak ada jejak darah di pedangnya. Seketika, dia menyadari sesuatu, kemudian mengubah arah pedangnya, memotong kepala pemuda berpakaian putih itu. Pemenggalan kepala yang dilakukan Xie Lian berlangsung cepat, dan ketika kepala serta tubuhnya dipisahkan, keduanya layu dan hanya berubah menjadi tumpukan kulit.

Tubuh itu adalah cangkang kosong!

Ini adalah kali keduanya bertemu dengan makhluk itu, dan sosok itu ternyata juga menggunakan tubuh palsu, dan tidak sekali pun dia menunjukkan dirinya dalam bentuk aslinya. Meskipun sama sekali tidak terkejut, Xie Lian masih dipenuhi dengan kemarahan yang masih berkobar dalam dirinya, pedangnya melampiaskan amarahnya pada tubuh yang lembut dan lemas itu, aura tajam dari pedang itu memotong tumpukan kulit itu menjadi serpihan, dan tetap saja dia tidak merasakan kelegaan sedikitpun. Feng Xin tidak bisa hanya diam dan melihat dan mencoba menghentikannya, “Yang Mulia! Itu hanyalah cangkang kosong.”

Tetap saja, cangkang itu masih terlihat sama persis seperti diri Xie Lian yang lebih muda, jadi ini seperti Xie Lian tengah dengan kejam memutilasi dirinya sendiri, melukis gambar yang begitu menyedihkan. Xie Lian menghela napas panjang, melemparkan pedangnya ke samping, dan mendudukkan dirinya di tanah, “AKU TAHU! TAPI AKU TIDAK BISA PERCAYA JIKA DIA DENGAN BEGITU BERANINYA MENGGUNAKAN WAJAHKU!”

Dia sangat marah sampai ke lubuk hati terdalamnya, dan dua orang lainnya tampak berlutut di sebelahnya, terdiam. Sesaat kemudian Feng Xin berbicara, “Yang Mulia, apakah kamu sudah merasa lebih baik? Jangan pikirkan omong kosongnya, dia hanya sedang bermain-main denganmu.”

Namun, Xie Lian berkata, “Tidak, dia mengatakan beberapa hal yang bukan lelucon, hanya …”

Feng Xin terkejut, “Dia benar-benar memberitahumu cara untuk mengangkat kutukan itu?”

Tangan kanan Xie Lian menjambak rambutnya sendiri, “Dia tidak memberitahuku cara menyembuhkan Penyakit Wajah Manusia, yang dia katakan padaku adalah … cara untuk menimbulkan Penyakit Wajah Manusia!”

Dua lainnya terkejut, “Menimbulkan?”

Xie Lian mengangguk, melihat sekeliling, dan merasa jika mereka seharusnya tidak berada di Bukit BeiZi lebih lama lagi, dan memutuskan untuk pergi dari tempat itu terlebih dahulu. Dia tidak ingin melihat tatapan para prajurit yang menghindarinya atau tangisan dan rengekan dari para pasien di Hutan Buyou, jadi dia memutuskan untuk kembali ke kamar tidur Putra Mahkotanya di istana yang sudah dibiarkan kosong selama bertahun-tahun.

Setelah menutup pintu, Xie Lian merasa sedikit lebih tenang dan memutuskan untuk duduk, berbicara dengan suara serius, “‘Wajah-wajah’ yang tumbuh pada tubuh orang-orang itu adalah semua jiwa Yong An yang sudah mati. Sebagian adalah mereka yang mati di medan perang, tetapi mayoritas adalah mereka yang mati dalam kekeringan.”

Mu Qing tidak tampak terkejut, “Tidak heran jika tidak ada satupun orang dari Yong An yang terinfeksi Penyakit Wajah Manusia; tentu saja mereka tidak akan menyerang rakyat mereka sendiri.”

Feng Xin mengerutkan kening, “Mereka yang meninggal dalam kekeringan tidak terbunuh oleh orang-orang di ibukota kerajaan, jadi bahkan jika mereka memiliki dendam, tidak ada alasan bagi mereka untuk menyerang Xian Le bukan?”

Xie Lian menghela napas, “Bahkan jika itu masalahnya, kalian berdua tahu bahwa ketika seseorang meninggal, mereka akan melalui periode kebingungan.”

Ketika seseorang meninggal, ada saat ketika jiwa mereka seperti bayi yang baru lahir, hampir tidak sadar sama sekali, setengah sadar, mereka sendiri tidak tahu siapa mereka, di mana mereka berada, apa yang mereka lakukan, dan periode itu bisa berlangsung panjang atau pun pendek tergantung pada afinitas mereka sendiri. Periode itu disebut ‘Periode Kebingungan’.

Dalam keadaan seperti itu, keluarga atau para pecinta roh-roh itu dapat membimbing mereka atau memengaruhi mereka. Kebiasaan umum ‘Memanggil Roh pada Hari Ketujuh’1 didasarkan pada alasan ini.

Xie Lian melanjutkan, “Dia … memberitahuku, bahwa para prajurit Yong An memendam kebencian dan permusuhan yang kuat terhadap ibukota kerajaan, dan baik itu orang tua, pasangan, dan anak-anak, banyak dari mereka semua meninggal dalam kekeringan.”

“Jiwa-jiwa orang mati itu secara tidak sadar akan terpengaruh oleh emosi keluarga mereka sendiri, dan karena itu ia menggunakan keinginan kuat para prajurit untuk menanamkan permusuhan dalam roh dan mendesak mereka untuk mengambil daging hidup sebagai tuan rumah dan memperjuangkan nutrisi dalam tubuh inang mereka.”

“Dan semua itu berhasil, karena arwah-arwah itu dalam masa kebingungan, mereka berulang kali diindoktrinasi oleh satu pikiran: jika bukan karena mereka, kamu bisa selamat.”

“Kepercayaan omong kosong macam apa itu, siapa yang layak hidup dan siapa yang pantas mati??” komentar Feng Xin.

Xie Lian menutupi dahinya, “Sebelumnya, Lang Ying secara tidak sengaja mengubur mayat putranya di sini di ibukota kerajaan, dan itu menjadi sumbu dari kutukannya. Aku mengatakan kepadanya untuk memberiku obat, tetapi dengan begitu banyak yang dibicarakannya, semua yang dia katakan kepadaku adalah seluruh proses bagaimana melemparkan kutukan ini. Apa apaan semua itu?”

Kutukan tidak bisa diangkat hanya dengan mengetahui bagaimana itu dilemparkan. Feng Xin mengumpat, “Dia mempermainkanmu. Apa-apaan semua itu!”

Mu Qing, bagaimanapun, menjawab, “Dia tidak mempermainkanmu. Dia memang memberitahumu caranya.”

Di antara Xie Lian dan Feng Xin, yang satu tampak mendongak dan yang lainnya menoleh, “Cara yang mana?”

“Cara untuk mengangkat kutukan!” Jawab Mu Qing.

Matanya menjadi cerah seolah dia menemukan sebuah rahasia, “Kutukan Yong An bekerja karena mereka menyimpan kebencian terhadap Xian Le. Sedangkan untuk Xian Le, tidak ada kebencian yang ditujukan kepada Yong An!”

Mata Xie Lian melebar sedikit, napasnya tertahan. Mu Qing menambahkan, “Karena dia memberitahumu bagaimana cara melemparkan kutukan, maka, mata dibalas dengan mata, kamu bisa melemparkan kutukan yang sama dan menimbulkan Penyakit Wajah Manusia pada orang-orang di Yong An! Bayangkan saja, kutukan itu hanya bisa bekerja jika ada orang hidup yang melakukannya. Begitu mereka terinfeksi oleh penyakit ini, mereka akan terlalu sibuk mengatasinya, dan mungkin dalam jangka panjang tidak akan ada satupun dari mereka yang tersisa, sehingga kutukan itu akan pecah dengan sendirinya!”

Xie Lian tidak pernah memikirkan hal itu. Mendengarkan Mu Qing menjelaskannya, Xie Lian untuk sementara waktu merasa tercengang. Sesaat kemudian, dia berkata tanpa berpikir, “Pasti tidak demikian!”

“Kenapa tidak?” Mu Qing mendorongnya, “Jangan lupa, orang yang memberikan kutukan pertama adalah mereka.”

Xie Lian kemudian berdiri, “Tidak berarti tidak. Kamu salah. Dan pasti akan sulit bagi para prajurit Yong An untuk terinfeksi seperti para prajurit Xian Le. Jangan tanya kenapa, aku−”

Mu Qing segera memotongnya, “Kalau begitu menginfeksi warga sipil juga tidak masalah! Mereka tidak memiliki satu set lengkap sumber daya pertolongan pertama di tangan mereka seperti ibukota kerajaan, dan saat penyakit wajah manusia meletus, penyakit itu akan menyebar lebih cepat, dan mereka tidak akan memiliki cara untuk melawannya! Mengancam keselamatan warga sipil di belakang mereka untuk menghentikan kutukan mereka dan memaksa mereka untuk menyerah adalah hal yang sama, mereka tidak dapat bersaing dengan ibukota kerajaan dalam sumber daya yang melelahkan!”

Xie Lian langsung menolak gagasan itu, “Sama sekali tidak! Jangan lupa kita panggil apa mereka ketika mereka menyerang warga sipil tak berdosa di ibukota kerajaan: Hina. Jika kita melakukan hal yang sama, bukankah kita akan berubah menjadi orang hina yang sama? Bagaimana mungkin kita sama sekali tidak berbeda dengan mereka?”

Mu Qing kemudian terdiam, “Yang Mulia, jangan lupakan orang-orang yang telah mati hanya untuk memikat dan menjebakmu kepada iblis bunga Dataran Kelembutan. Mereka adalah apa yang kamu sebut warga sipil ‘tidak bersalah’.”

Setelah Mu Qing menyebutkan masalah itu, Xie Lian menjadi ragu-ragu.

Sejujurnya, terasa sangat sulit baginya untuk tidak mempermasalahkan masalah itu. Namun, Xie Lian masih menjawab, “Itu benar, pasti ada orang-orang seperti itu. Tapi itu karena mereka yang berada di garis depan adalah yang paling bersemangat, jadi yang kamu lihat hanyalah orang-orang seperti itu di matamu. Namun pada kenyataannya, mayoritas warga sipil tidak tahu apa-apa. Pergilah ke Bukit BeiZi dan kamu akan melihatnya sendiri. Banyak dari mereka bahkan tidak tahu mengapa mereka berperang. Mereka akan pergi ke tempat dimana ada makanan; mereka hanya ingin bertahan hidup. Mu Qing, apa yang kamu sarankan untuk aku lakukan sekarang adalah menyelamatkan sekelompok orang tak bersalah dengan membunuh kelompok orang tak bersalah lainnya. Aku…”

Xie Lian menghela napas, “Biarkan aku mencoba dan memikirkan cara lain.”

Nada bicara Mu Qing semakin tidak sopan dan agak mengejek, “Mengapa aku harus pergi ke Bukit BeiZi hanya untuk peduli bagaimana warga sipil dari musuh disana bersikap? Silahkan. Yang Mulia, kamu begitu perhatian terhadap orang lain, tetapi mereka tidak pernah mempertimbangkan dan memperhatikanmu, bukankah itu payah?”

Xie Lian merasa sangat sedih, dan menundukkan kepalanya, namun apa yang dilihatnya bukanlah kakinya sendiri melainkan gambaran yang penuh dengan wajah-wajah yang terus menggeliat bahkan setelah dipotong dan terpental dalam benaknya. Setelah merasa ragu-ragu untuk waktu yang lama, pada akhirnya dia masih menggelengkan kepalanya, “Pada akhirnya, ini tidak ada hubungannya dengan orang lain. Bahkan dalam pertimbangan diri kita, kutukan itu sendiri adalah pedang bermata dua; kutukan itu menyakiti orang lain dan diri kita sendiri. Untuk mengutuk orang lain, orang hidup yang memberikan kutukan itu harus memiliki hati yang penuh dengan racun, dan mereka yang mati juga tidak bisa beristirahat dengan tenang. Mereka sudah cukup menderita selama hidup mereka, dan bahkan dalam kematian, mereka harus hidup dalam daging orang lain, berubah menjadi monster. Kamu sudah melihat hal-hal itu di kaki pria itu pada hari sebelumnya. Bagaimana mungkin ‘wajah-wajah’ yang mati-matian berusaha hidup lebih baik daripada yang terinfeksi oleh penyakit ini? Kutukan akan selalu pulih suatu hari nanti, dan tidak ada yang akan menerima akhir yang baik.”

Setelah ditolak berulang kali, Mu Qing kehilangan kesabarannya, “SEBELUM MEREKA MENCAPAI AKHIR YANG BURUK BAGI DIRI MEREKA SENDIRI, KITA SENDIRI SUDAH BINASA! KAMU TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI JALAN KETIGA MAUPUN SATU GELAS AIR UNTUK MENYELAMATKAN KEKERINGAN YANG TERJADI. BANGUNLAH, YANG MULIA! KAMU SUDAH KEHILANGAN BEGITU BANYAK WAKTU.”

Xie Lian bisa merasakan kepalanya terbakar dan menutup matanya, “… jangan katakan apapun lagi. Biarkan aku memikirkannya.”

“…”

Akhirnya, Mu Qing tidak bisa menahan diri lagi dan mulai mengutuk pelan, “Kamu benar-benar … satu-satunya yang merasa ragu-ragu disini adalah kamu, sekarang kita memiliki obat di tangan kita, yang menolaknya juga adalah kamu. Kamu benar-benar … sangat menjengkelkan. Lihatlah keadaanmu sekarang, hanya dengan memandangmu sangatlah menyebalkan. Para penyembahmu pasti telah mengumpulkan kemalangan berdarah selama delapan kehidupan!”

Pada awalnya Feng Xin mendengarkan argumen mereka dengan muram tetapi karena dia tidak bisa menyumbangkan ide yang lebih baik dia tidak bergabung. Saat itu dia tiba-tiba mengangkat tangannya dan mendorong Mu Qing, berteriak, “APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN!”

Mu Qing yang didorongnya mundur beberapa langkah, dan Xie Lian mendongak, “Feng Xin?”

“YANG MULIA, JANGAN PIKIRKAN AKU!” Teriak Feng Xin, lalu dia berbalik ke arah Mu Qing, “MENGAPA KAMU BEGITU MENJENGKELKAN? KATAKAN LAGI, APA YANG SEBENARNYA MEMBUATMU BEGITU JENGKEL? AKU SUDAH MEMBERIMU TOLERANSI UNTUK WAKTU YANG LAMA, TETAPI AKU TIDAK AKAN MENAHANNYA LAGI HARI INI. AKU BENAR-BENAR SUDAH MUAK DENGANMU. KAMU BUKANLAH SIAPA-SIAPA SELAIN HANYA SEORANG WAKIL JENDERAL; TANPA DIANGKAT SENDIRI OLEH YANG MULIA, SIAPA YANG TAHU AKAN MENJADI APA KAMU SEKARANG, JADI KENAPA KAMU SELALU BERSIKAP JIKA KAMU ADALAH SESEORANG YANG LEBIH PINTAR, LEBIH CERDAS, DAN LEBIH KUAT DIBANDINGKAN DENGANNYA? JIKA KAMU MEMANG SELUAR BIASA ITU, KENAPA YANG MULIA BISA NAIK TETAPI KAMU TIDAK?”

“AKU−!” Mu Qing berteriak.

Xie Lian menariknya, “Biarkan saja, Feng Xin, Mu Qing hanya cemas atas situasi saat ini−”

Feng Xin memotong, “CEMAS APA! YANG MULIA, AKU KATAKAN KEPADAMU, DIA HANYA INGIN MENCARI ALASAN UNTUK MENGGURUIMU DAN MEMBERIMU NASIHAT; DIA TIDAK AKAN MELEPASKAN SATU KESEMPATAN PUN UNTUK MENUNJUKKAN BETAPA HEBATNYA DIRINYA KARENA DIA MEMANG MERASA DIRINYA BEGITU HEBAT! SESEORANG YANG BEGITU DINGIN SEPERTI DIRINYA, BUKANKAH KAMU JUGA TIDAK PERNAH MELIHATNYA MENUNJUKKAN KEPEDULIANNYA TERHADAP KERAJAAN XIAN LE? JADI SEKARANG DIA BELAJAR CARANYA MENJADI CEMAS ATAS SEMUA HAL YANG TERJADI SAAT INI?”

Dia berbalik ke arah Mu Qing lagi, “KAU TIDAK PERNAH BERPIKIR AKU TIDAK BISA BERBICARA SEPERTI INI KEPADAMU KARENA KAMU PIKIR YANG MULIA ADALAH ORANG YANG BODOH BUKAN? AKU BISA MEMBERIMU TOLERANSI ATAS SIKAP SARKASTISMU DAN SIKAPMU YANG SELALU MEMUTAR KEDUA MATAMU SENDIRI, AKU JUGA BISA MEMBERIMU TOLERANSI ATAS SIKAPMU YANG SELALU SOK SEPERTI ITU. KAU SELALU SUKA MENUNJUKKAN BETAPA HEBATNYA DIRIMU, INI BUKANLAH PERTAMA KALINYA. OKE, BAIK. SILAKAN TUNJUKANLAH, PUN KAU TIDAK BISA MEMBUAT SURGA TERPUKAU ATAS APA YANG KAMU MILIKI SAAT INI. YANG MULIA TIDAK TERLALU PEDULI ATAS SIKAPMU YANG SEPERTI INI JADI AKU JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA. TAPI KARENA KAU SUDAH MELANGGAR BATASMU SENDIRI, AKU TIDAK BISA MENAHANNYA LAGI. DENGAR: AKU TIDAK TERKEJUT MELIHATMU MEMILIH CARA YANG BEGITU HINA ITU, TAPI YANG MULIA ADALAH YANG MULIA, TIDAK PEDULI APAPUN KEPUTUSANNYA, SEBAIKNYA KAU MENGHORMATINYA. JANGAN BERANI-BERANINYA MENUNJUKKAN JARIMU SENDIRI KEPADANYA DAN JANGAN LUPAKAN SIAPA DIRIMU SEBENARNYA!”

Sementara Feng Xin berteriak, Xie Lian mencoba untuk menghentikannya beberapa kali, tetapi mungkin karena dia sudah menahan terlalu lama hal-hal itu sehingga dia tidak bisa dihentikan sama sekali, menumpahkan semuanya dalam satu kalimat. Dengan setiap kata yang diucapkan Feng Xin, wajah Mu Qing memucat. Awalnya dia tersentak seolah ingin membalas, tetapi pada akhirnya, dia berhenti, tidak berbicara sama sekali, dan hanya menatap Feng Xin dengan muram. Xie Lian sangat marah, “APA KAU SUDAH SELESAI? APAKAH KAU INGIN AKU MENENDANG KALIAN BERDUA KELUAR?”

Wajah Feng Xin benar-benar memerah, darah tampak jelas mengalir ke kepalanya, dan lehernya tampak menegang untuk melawan, “Tendang saja aku untuk semua kepedulianku! Aku sama sekali tidak peduli mengenai menjadi pejabat surgawi atau sesuatu semacam itu! Jika bukan karena diangkat sendiri oleh Yang Mulia, aku benar-benar tidak peduli dengan semua itu. Tapi jika kamu mengusirku kembali ke dunia fana dan aku kembali menjadi manusia biasa, aku akan tetap setia kepadamu, Yang Mulia. Atas semua perintah yang kamu berikan, aku akan menjadi orang pertama yang melakukannya di tempat pertama, tapi aku tidak akan bertahan jika hanya untuk seorang penghianat! Pria ini, jika dia tidak bisa memanfaatkanmu dan membuatmu menjadikannya pejabat surgawi, dia mungkin tidak akan mengikutimu sama sekali. Aku bertaruh dia bahkan tidak memiliki hal bagus yang bisa dia katakan tentang dirimu. BAIK! Aku selesai!”

Pada awalnya, Mu Qing hanya terdiam, tangannya menutupi mulutnya, tetapi setelah menahannya terlalu lama, dia juga tidak bisa menahannya lagi dan berteriak, “MEMANFAATKANNYA? BENAR-BENAR UCAPAN YANG INDAH, MEMANGNYA KAU TAHU APA!”

Xie Lian tidak mampu menahannya lagi dan kegilaan kembali menyerangnya, “TUTUP MULUT KALIAN BERDUA!!! DIAM!!!”

Keduanya menahan jawaban yang hendak mereka katakan dengan kesulitan besar. Perselisihan kali ini terlalu besar, dan bahkan kereta idiom2 tidak bisa menyelamatkan keadaan mereka saat ini. Itu adalah beberapa saat sebelum Xie Lian akhirnya bisa menekan amarahnya kembali dan berkata, “… dalam hal apa pun, kutukan itu tidak bisa dilepaskan.”

Mu Qing mencibir tetapi dia tetap mengakui, “Hm. Kamu bosnya.”

Feng Xin lebih ringkas, “Ya, Tuan.”

Mu Qing tampak memperbaiki ekspresinya dan berkata, “Jika ada konsekuensi atas semua ini, Yang Mulia yang akan mengambil bebannya sendiri.”

Feng Xin mendecakkan lidahnya tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Xie Lian langsung setuju, “Tentu saja. Aku sudah memutuskan−”

Saat itu, mereka bertiga merasakan getaran yang begitu hebat, tubuh mereka terhuyung, dan Xie Lian tampak bingung, “Apa yang terjadi?”

Feng Xin adalah yang pertama bereaksi, “Gempa bumi!”

Gempa bumi ini bisa menimbulkan begitu banyak korban. Xie Lian kemudian berteriak, “SELAMATKAN SEMUA ORANG!”

Tepat ketika mereka akan bergegas keluar, seseorang meluncur keluar dari bawah tempat tidur dan dia mengulurkan lengannya, “Sepupu! Sepupu, jangan lupakan aku!!! Bawa aku juga!!”

Melihatnya, Xie Lian bahkan lebih bingung, “Qi Rong, mengapa kamu ada di dalam kamarku?!”

Xie Lian tidak mungkin bisa memahami kehidupan aneh macam apa yang dijalani Qi Rong, tidak ada yang lebih baik untuk dilakukannya selain mengumpulkan dan mengoleksi apa pun yang berhubungan dengan Xie Lian sepanjang hari. Dia juga tidak tahu sudah berapa lama Qi Rong mendengarkan mereka secara rahasia, tetapi dengan situasi yang mengerikan seperti itu, dia tidak memiliki waktu untuk bertanya kepadanya. Dia meraih lengan Qi Rong dan berlari, dan kemudian melepaskannya di area terbuka. Itu adalah sebuah kekacauan di dalam istana, dan petugas yang tak terhitung jumlahnya terdengar berteriak ketika mereka bergegas keluar dari dalam gedung mewah itu. Dia berteriak keras, “APAKAH ADA SESEORANG YANG TERLUKA? APAKAH ADA YANG TERJEBAK?”

Beruntung, tidak butuh waktu lama sebelum gempa itu berhenti, dan setelah bertanya kepada semua orang, sepertinya memang tidak ada yang terluka atau mati. Tetap saja, hati Xie Lian terasa begitu tegang. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan lain, dan banyak dari orang-orang disana tampak menunjuk ke arah langit di belakangnya. Xie Lian berputar dan pupilnya tampak menyusut. Di tengah-tengah istana, tampak ada sebuah pagoda raksasa yang begitu megah, dan perlahan-lahan pagoda itu tampak condong.

Pagoda Surgawi itu akan runtuh!

Pagoda Surgawi ini, nama lengkapnya adalah ‘Pagoda Makhluk Surgawi’, pagoda ini memiliki sejarahnya sendiri selama berabad-abad, dan merupakan salah satu simbol dari Istana Xian Le. Dan itu juga adalah bangunan tertinggi di seluruh ibukota kerajaan, duduk di jantung kota antara istana dan benteng kota. Itu adalah simbol kemasyhuran yang begitu terkenal. Jika pagoda ini jatuh, akan ada banyak korban jiwa yang timbul; para pelayan istana dan pejalan kaki di jalanan di luar istana mulai melarikan diri dengan kegilaan yang benar-benar luar biasa. Melihat ini, tangan kanan Xie Lian segera bergerak untuk mengucapkan sebuah mantra, dan berteriak ke arah Gunung TaiCang: “DATANGLAH!”

Pagoda itu terus bersandar perlahan dan mulai runtuh, dan tepat ketika pagoda itu telah membungkuk sepertiga dari jalan di bawahnya, massa tiba-tiba merasakan gelombang getaran lainnya.

Getaran ini datang dari tanah di bawah mereka, namun getaran itu berbeda dengan gempa bumi. Getaran itu mulai datang satu per satu, memiliki ritmenya sendiri dan begitu teratur, dan getaran itu kemudian menjadi lebih cepat dan lebih cepat lagi, terasa lebih dekat dan lebih dekat lagi. Dan ketika pagoda itu tampak telah bersandar lebih banyak, kerumunan orang-orang disana pada akhirnya menyadari bahwa getaran itu adalah sebuah langkah kaki.

Itu adalah sebuah patung emas raksasa setinggi lebih dari lima meter, pedang di satu tangan, bunga di tangan yang lain, tubuhnya bersinar, dan ia berjalan menuju istana dengan langkah besar!

Seseorang langsung berteriak dengan takjub, “BUKANKAH ITU PATUNG PUTRA MAHKOTA DARI PAVILIUN XIAN LE DI PAVILIUN SUCI KERAJAAN?”

Dengan segera, mulai ada begitu banyak orang yang juga mengenalinya, “ITU BENAR! ITU ADALAH PATUNG EMAS! LIHAT, PATUNG ITU DATANG DARI GUNUNG TAICANG!”

Setiap langkah yang diambil patung emas itu sejauh beberapa mil, tetapi langkah kakinya tidak menginjak siapa pun. Buk-Buk, Buk-Buk, patung itu memasuki istana seolah patung itu terbang, dan patung itu kemudian menangkap Pagoda Surgawi yang jatuh, menghentikan situasi yang penuh kekacauan dan kehancuran yang terjadi saat itu.

Di bawah matahari terbenam, cahaya keemasan yang berasal dari tubuh patung itu begitu bersinar, sosok yang dibalut emas itu mengangkat kedua tangannya, dan dengan kekuatan yang dimilikinya, ia berusaha mengerahkan semua kekuatannya untuk memegang sebuah pagoda raksasa yang hampir roboh. Itu adalah gambaran sebuah mukjizat, kerumunan orang yang tak terhitung jumlahnya di tempat itu begitu terkejut dan jatuh dalam kesunyian, terpesona. Xie Lian perlahan-lahan menjatuhkan tangannya dan melihat ke arah patung ilahi itu. Melihat ekspresi patung emas yang begitu tampan dan tenang itu, sebuah kerlap-kerlip kekaguman melintas di dalam benaknya.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. [頭 七 叫 魂 / 頭 七] Memanggil Roh pada Hari Ketujuh – adalah kepercayaan umum bahwa jiwa-jiwa orang mati kembali ke rumah pada malam hari keenam hingga pagi hari ketujuh. Ada banyak ritual yang berbeda tergantung pada daerah dan pada apa yang dilakukan ketika roh kembali.
  2. Kereta Idiom ini mirip dengan permainan shiritori atau hanya saja menggunakan idiom, dan jika dalam permainan shiritori diambil huruf terakhir, dalam Kereta Idiom diambil kata terakhirnya.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments