Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Dia adalah seorang pria yang tinggi dan kekar, berlari dengan begitu gila, dan ada banyak orang yang terjatuh di jalanan ketika dia menabrak mereka. Mereka mengeluh dengan keras, “Apa yang kau lakukan!”

“Kenapa berlarian di hari yang panas ini…”

“Wow, ini pertama kalinya aku melihat seseorang keluar tanpa mengenakan wajah1 mereka.”

Banyak yang mulai tertawa ketika mereka berkomentar karena mereka tidak benar-benar marah. Tetapi pria itu mengamuk di sepanjang jalan, dan menabrakkan dirinya sendiri ke sebuah kereta kuda besar yang mewah, dan darah tampak berceceran di tempat saat itu juga!

Pria itu jatuh ke tanah dengan punggungnya terlebih dahulu dalam sebuah lompatan, dan para pejalan kaki yang sebelumnya tampak bercanda kini berteriak. Pemilik kereta kuda itu juga terkejut, menjulurkan kepalanya untuk bertanya, “Siapa itu? Siapa yang menabrak keretaku?”

Segalanya terjadi begitu tiba-tiba, Xie Lian harus meletakkan masalah dengan bocah itu di belakang dirinya terlebih dahulu, dan dia bergegas menuju tempat kejadian. “Apa yang terjadi?”

Pria yang menabrakkan kepalanya ke badan kereta yang keras dan kokoh itu kini tampak pingsan, rambutnya yang acak-acakan menutupi wajahnya, dan ada sejumlah orang di sekitarnya yang mengawasinya dengan begitu berhati-hati. Namun sebelum Xie Lian berhasil mendekati pria itu, pria itu tiba-tiba melompat dengan kuat, dan meraung, “AKU TIDAK BISA BERTAHAN LEBIH LAMA LAGIIIIIII! SESEORANG! SESEORANG BUNUH AKU! CEPAT, SESEORANG BUNUHLAH AKU!!! CEPATLAH!”

Beberapa pria kekar lainnya yang lewat tidak bisa menonton kejadian ini lagi dan berkomentar, “Rumah mana yang membiarkan orang gila seperti dia melarikan diri? Bawa dia pergi, ya ampun …” Mereka pada awalnya berniat menangkap pria itu, tetapi tepat ketika mereka mendekat, ketika mereka melihat wajah orang gila itu dari dekat, mereka semua menjerit, dan mundur dengan terburu-buru: “MONSTER MACAM APA INI!!!”

Namun pria gila itu mengejar mereka, berteriak dengan penuh kegilaan, “CEPAT DAN SEGERA BUNUH AKU!!!”

Ekspresi penuh kengerian muncul dari kerumunan orang disana, dan pada saat Xie Lian mendekat, mereka melihat bahwa itu adalah Yang Mulia Putra Mahkota dan bergegas bersembunyi di belakangnya seolah dia akan memberikan penangguhan hukuman ilahi. Tanpa berkedip, Xie Lian mengangkat kakinya dan menendangnya, menjatuhkan pria gila itu ke bawah dan pria itu jatuh beberapa kali, berakhir seperti anjing yang tertutup lumpur. Beberapa orang menunjuk kepadanya: “Yang Mulia! Pria ini … pria ini … dia memilikinya … DIA MEMILIKINYA!!!”

Tidak perlu bagi mereka untuk menunjukkannya, Xie Lian juga melihatnya – pria ini memiliki dua wajah!

Secara teknis, pria itu memiliki satu wajah dengan wajah yang lain tumbuh di atas wajahnya. Wajah kedua itu terpampang di setengah pipi pria gila itu, wajah itu seukuran telapak tangan, dan meskipun pria ini masih muda, wajah kecil itu menunjukkan wajah lelaki tua yang keriput, begitu jelek sampai ke intinya!

Xie Lian juga begitu terkejut sampai ke intinya, pikirannya dipenuhi hanya dengan satu hal: Monster macam apa ini?!

Xie Lian segera mencengkeram pedang yang tergantung di pinggangnya dan mencabutnya. Pedang itu adalah senjata ajaib yang dihadiahkan kepadanya oleh Kaisar Langit Surgawi — HongJing. Sejak dia bertemu dengan sosok berpakaian putih sebelumnya, dia terus membawa pedang itu setiap saat kalau-kalau dia membutuhkan pedang itu untuk saat-saat yang mendesak, dan mungkin saja dia bisa melihat wujud sejati makhluk itu suatu hari nanti. Dalam keadaan saat ini, pedang itu tentu saja berguna, dan begitu bilah pedang itu terhunus, kilau pedang itu lebih cerah daripada salju. Namun, ketika dia melihatnya, pantulan pada pedang itu tidak berubah sama sekali. Apa yang terlihat disana hanyalah sosok pria ini, dan disana masih tampak dua wajah yang menakutkan. Hal itu berarti pria gila ini tidak menyembunyikan identitasnya dalam bentuk apa pun atau dalam bentuk monster atau iblis, bahwa dia memang manusia biasa!

Namun, apakah benar ada orang di dunia ini yang memiliki wajah seperti itu? Jika dia dilahirkan dengan keadaan seperti ini, lalu bagaimana mungkin hal itu tidak diketahui di ibukota kerajaan dalam beberapa tahun? Xie Lian tercengang dan curiga, dan tiba-tiba, seseorang di sampingnya berbicara dengan suara yang bergetar, “Bagaimana … bagaimana dia menjadi seperti ini?”

Mendengarnya, Xie Lian segera menyarungkan kembali pedang HongJing dan menoleh, “Kamu mengenalnya? Apakah dia tidak seperti ini sebelumnya?”

Sejumlah orang menjawab: “Kami mengenalnya! Kami dulu bekerja dengannya. Tentu saja dia tidak seperti ini. Sebelumnya, wajahnya … bagaimana mungkin dia menjadi seperti ini!!!”

Melihat kerumunan itu menjadi semakin besar, mereka sampai menghalangi seluruh jalan utama, dengan ekspresi muram, Xie Lian menghirup udara dalam-dalam dan berteriak dengan keras dan jelas, “SEMUA ORANG, JANGAN MENDEKAT. TIDAK ADA APAPUN DISINI, BUBARLAH!” Bocah yang diperban itu membantunya menjauhkan kerumunan orang itu, tetapi Xie Lian tidak memperhatikan. Dia sibuk memanggil Feng Xin dan Mu Qing di susunan komunikasi spiritual: “Cepatlah bergegas menuju Jalan Utama Dewa Bela Diri di ibukota kerajaan!”

Setelah menurunkan tangannya, dia melihat orang lain yang berdiri di dekatnya dan orang itu tampak ragu-ragu dan gelisah, terlihat sangat ragu-ragu, jadi Xie Lian mengambil langkah ke arahnya untuk mendekat, “Apakah kamu memiliki sesuatu yang ingin kamu katakan?”

Dengan pertanyaan Putra Mahkota, pria itu tampaknya telah menemukan keberanian dan berkata, “Yang Mulia, ada sesuatu yang aku tidak tahu apakah aku harus memberi tahu …”

Xie Lian tidak memiliki waktu untuk mendengarkannya melantur kata-kata yang berliku, dan memotong terus terang, “Langsung saja ke intinya!”

“Beberapa hari yang lalu, beberapa benjolan muncul di dadaku; tiga benjolan besar dan dua benjolan kecil, aku tidak merasakan apa-apa, mereka tidak gatal atau sakit, dan mereka benar-benar baik-baik saja ketika seseorang menekan mereka. Aku tidak terlalu memikirkannya tetapi melihat teman ini di sini, aku merasa sedikit … seperti aku mungkin dihukum karena sesuatu, haha.” Dia tertawa begitu datar dan melonggarkan jubahnya, menunjukkan dadanya, “Tidak ada yang salah denganku… bukan?”

Saat dia melepas jubahnya, semua orang terdiam. Di dada pria itu bukan hanya “beberapa benjolan”. Jelas itu adalah wajah buram seorang wanita dengan kelima indera yang membentuk wajah itu, benar-benar buruk!

Pria itu menunduk dan juga tampak terkejut, “BAGAIMANA MUNGKIN BERUBAH MENJADI SEPERTI INI?! JELAS ITU TIDAK … TIDAK…” Seperti manusia? Realistis? Tidak peduli kata sifat apa yang digunakan, mereka semua benar-benar mengerikan!

Semua orang di tempat itu merasa begitu ketakutan, dan terlepas dari dirinya sendiri, pria itu meraih ujung jubah Xie Lian dan berteriak, “YANG MULIA SELAMATKAN AKU!”

Pada saat yang sama, Feng Xin dan Mu Qing menerima panggilannya dan bergegas meninggalkan menara. Melihat kejadian di depan mata mereka, mereka berdua mengerutkan alis mereka, dan Feng Xin berteriak, “MUNDURLAH! APA YANG KAU LAKUKAN?”

Xie Lian tidak memiliki waktu untuk menjelaskan. Dia menepuk pundak pria itu dan menghibur, “Jangan khawatir. Tenanglah.” Nada suaranya terdengar begitu hangat dan tegas, serius tapi juga terdengar baik. Pria itu mengira Xie Lian memiliki segalanya di bawah kendalinya dan mempercayainya tanpa keraguan apapun bahwa masalah kecil seperti ini tidak ada artinya bagi Putra Mahkota, sehingga dia menjadi sedikit lebih tenang. Namun, pikiran Xie Lian kacau.

‘Wajah Manusia’ itu sebenarnya adalah sesuatu yang tumbuh secara bertahap! Dan mereka yang memiliki gejala − dia akan menyebutnya ‘gejala’ untuk saat ini − bukan hanya satu orang saja. Lalu, beranikah dia menganggap bahwa masih ada banyak orang lagi yang mengalami gejala yang sama?

Dia segera memberi Feng Xin dan Mu Qing penjelasan kasar dan memberi perintah, “Laporkan masalah ini ke istana, berikan perintah ini: Cari di seluruh kota dan lihat apakah ada orang lain yang menderita penyakit serupa. Jangan lewatkan satu orang pun!

Karena hal itu sangat mengejutkan, begitu Raja menerima berita itu, dia menjadikannya prioritas utama, mengirim sejumlah besar pasukan untuk mencari dan menyelidiki, pekerjaan itu sangat efisien dan efektif. Pada malam itu mereka telah mendapat konfirmasi: Di ​​dalam seluruh ibukota kerajaan, sudah ada lima orang dengan wajah yang agak terlihat tumbuh di tubuh mereka. Kelima orang itu, entah mereka melihat dan tidak begitu terlalu memikirkannya, atau ‘wajah’ itu tumbuh di daerah yang tidak mudah dideteksi. Ditambah lagi ‘wajah-wajah’ itu sama sekali tidak gatal atau sakit, jadi mereka tidak begitu menyadarinya. Selain itu, ada lebih dari sepuluh lainnya yang memiliki benjolan dangkal yang mulai muncul di tubuh mereka, tidak diragukan lagi itu adalah ‘wajah’ yang masih belum matang.

Dalam kelompok yang terdiri dari dua puluh orang ini, ada lebih banyak perempuan dan pemuda, dan ketika mereka dikirim ke hadapan Xie Lian satu demi satu, mereka dipenuhi dengan kegelisahan dan saling menyapa, menghibur satu sama lain pada saat yang sama. Awalnya, Xie Lian berbicara kepada seseorang di sampingnya untuk mengurus beberapa urusan, tetapi ketika dia menyadarinya, dia merasa ada sesuatu yang salah. Dia bertanya, “Apakah kalian semua saling kenal?”

Para pejabat yang bekerja sepanjang malam disana tampak melirik ke arah laporan di tangan mereka dan menjawab, “Yang Mulia, banyak dari mereka tinggal di pinggiran ibukota kerajaan, tempat tinggal mereka cukup berdekatan, jadi mungkin mereka telah melewati jalan setapak sebagai tetangga.”

Banyak dari mereka tinggal di daerah yang sama? Mu Qing terperanjat, “Orang-orang yang tinggal berdekatan ini semuanya menumbuhkan wajah manusia itu? Benda itu menular???”

Xie Lian memikirkannya lebih cepat daripada dia, dia hanya tidak mengatakannya secepat itu. Dengan segera dia memberikan perintah, “Isolasi mereka! Bubarkan mereka yang tidak memiliki gejala yang sama, jangan biarkan siapa pun mendekati tempat ini. Temukan tempat untuk merehabilitasi semua orang di sini!”

“Penyakit aneh yang menular”. Ketika kata-kata itu bocor, semua itu menyebar begitu cepat daripada perintah untuk membubarkan dan memberikan perintah pasukan bersenjata yang paling kuat sekalipun. Tidak hanya kerumunan yang melihat hal itu telah dibubarkan, lebih dari setengah rumah di jalan dikosongkan. Xie Lian memerintahkan para pejabat dan prajurit yang ditunjuknya untuk bersiap-siap, dan membawa kedua puluh orang itu untuk pergi ke pinggiran ibukota kerajaan tempat beberapa dari mereka tinggal.

Di dekat daerah perumahan di pinggiran kerajaan itu ada sebuah hutan besar yang disebut Hutan Buyou. Para pejabat pemerintah bermaksud membangun tempat karantina di sana untuk sementara waktu merawat “orang sakit” ini. Namun, ketika mereka memasuki hutan, sementara yang lain sibuk membangun perkemahan di tempat itu, Xie Lian merasakan perasaan gelisah semakin dia berjalan memasuki hutan itu. Feng Xin dan Mu Qing juga memperhatikan kegelisahannya. Feng Xin adalah orang yang berbicara pertama kali, “Yang Mulia, bukankah ini tempat Lang Ying itu …”

Xie Lian menjatuhkan tangannya di sampingnya, mengerutkan keningnya dalam-dalam, “Ya. Itu ada di sini.”

Hutan Buyou ini adalah tempat yang telah digali dengan tangan kosong oleh Lang Ying untuk menguburkan mayat putranya!

Setelah menyadari ini, ketiganya saling memandang. Meskipun mereka tidak bisa meletakkan jari-jari mereka di atasnya, sebuah tebakan kasar terbentuk di pikiran mereka, mendorong mereka untuk mulai mencari tempat di mana Lang Ying telah menguburkan mayat anaknya hari itu. Namun, waktu sudah berbulan-bulan berlalu sejak peristiwa itu terjadi, dan dengan begitu banyak pohon di Hutan Buyou, bagaimana mungkin mereka bisa mengingat dengan cermat pohon mana yang menjadi tempat untuk mengubur anak itu?

Saat itu, bau busuk yang tak terlukiskan tercium di udara.

Bau menjijikkan itu lebih seperti bau mayat busuk, tapi itu bahkan lebih mencekik. Hanya dengan satu tarikan napas, dan bau itu bahkan bisa melumpuhkan seseorang. Prajurit yang lain tampak menciumnya juga dan mulai mundur, menutupi hidung mereka dan mengipasi wajah mereka, “Ada apa di sana?”

“Apa yang sedang terjadi! Ini lebih buruk daripada stoples acar yang berumur sepuluh tahun!”

Xie Lian bergegas maju dan mengikuti aroma yang menakutkan itu, dan tentu saja bau itu menuntunnya sampai di pohon bengkok yang sudah dikenalnya. Tanah di bawah pohon itu sedikit naik, membentuk sebuah gundukan. Para prajurit disana tampak mengangkat pedang mereka dan berkumpul untuk melindungi Xie Lian, tetapi ia kemudian mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka. Dia berkata dengan serius, “Hati-hati. Manusia normal seharusnya tidak mendekatinya.”

Orang-orang yang tidak normal seperti Feng Xin mulai mengambil sekop begitu saja dan kemudian mendekat. Setelah menggali beberapa kali gundukan tanah berlumpur itu dan membentuk gundukan lain seperti parit, bau busuk yang tercium menjadi semakin berat, dan Feng Xin menggali dengan lebih penuh perhatian. Setelah beberapa sekop lagi, sebuah benda hitam kecil tampak menyentuh ujung sekopnya, dan benda itu tampak seperti menggeliat.

Feng Xin memperlambat gerakannya, dan para prajurit disana mulai bereaksi seolah-olah mereka menghadapi musuh besar. Tiba-tiba, tanah disana melengkung ke atas, dan tubuh raksasa yang membengkak tampak muncul dari tanah, memperlihatkan dirinya di depan kerumunan orang yang memegang obor.

Aroma bau yang begitu busuk itu melonjak seketika, dan sebagian besar orang di tempat itu muntah di tempat. Pupil Xie Lian menyusut.

Benda itu tidak bisa digambarkan sebagai ‘manusia’ lagi. Apa pun akan lebih manusiawi daripada itu. Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa mayat raksasa ini dulunya adalah anak kecil yang kurus!

Keinginan untuk muntah bergulung ke tenggorokannya, dan Xie Lian memalingkan wajahnya. Feng Xin dan Mu Qing juga tercengang, berkata, “APA INI?!” “Apakah itu kutukan ataukah mayat busuk??”

Tidak peduli makhluk apa itu, Xie Lian tahu apa yang harus mereka lakukan, “Mundur! Lebih jauh lebih baik! Aku akan membakar benda itu!”

Dia mengangkat tangannya dan semburan api besar keluar. Ketika api itu menyala dan asap tebal muncul, suara tajam dari tanduk pertempuran dari ibukota kerajaan yang jauh datang, begitu keras dan melengking memanggil semua untuk datang.

Mereka bertiga mendongak pada saat yang sama; itu adalah sinyal serangan musuh. Feng Xin mengumpat, “Persetan, mengapa mereka harus datang sekarang!”

Wajah Feng Xin gelap, tampak suram bahkan di bawah cahaya api, “Mungkinkah, semua hal ini disengaja?”

Xie Lian membuat panggilan, “Mu Qing, kamu tinggal di sini dan urus masalah ini. Feng Xin, kamu ikut aku. Kita akan mengusir mereka terlebih dahulu. Ingat, jangan biarkan mereka memperhatikan titik lemah kita!”

Malam itu, keduanya dengan terburu-buru bergegas keluar dari benteng kota, dan dengan segera bergabung dalam pertempuran.

Meskipun pertempuran itu muncul dengan begitu tiba-tiba, mereka masih menang. Meskipun mereka menang, tidak ada satupun prajurit Xian Le, termasuk Xie Lian, yang merasakan sukacita kemenangan.

‘Penyakit aneh’ yang muncul begitu saja itu kemudian disebut ‘Penyakit Wajah Manusia’ oleh orang-orang. Kata-kata itu melewati ibukota kerajaan seperti kilat, menyebabkan kegemparan dan kegelisahan besar.

Raja telah mempertimbangkan untuk menghilangkan berita itu, tetapi korban pertama dari penyakit itu sebelumnya mengamuk di jalanan; ada banyak saksi, jadi ini adalah sesuatu yang tidak bisa disembunyikan sejak awal. Selain itu, Penyakit Wajah Manusia menyebar dengan cepat, hanya dalam waktu enam hari, ada lebih dari lima puluh orang menemukan penderitaan serupa muncul di tubuh mereka.

Dan pada saat yang sama, pengepungan dari Yong An meningkat. Diserang dari kedua sisi, Xie Lian hampir tidak bisa menemukan waktu untuk pergi ke Yong An dan membuat hujan. Semua kekuatan spiritual dan energi untuk melakukan itu semua telah habis untuk membantu karantina di pinggiran kota.

Di dalam Hutan Buyou yang dingin, ladang besar tenda dan gubuk yang sebelumnya disarankan kini telah dibangun. Xie Lian menyeberang melalui tanah penuh pasien itu. Karantina ini dimulai dengan dua puluh orang, tetapi jumlah pasien dengan segera meningkat menjadi ratusan, dan semakin besar setiap saat. Setiap hari Xie Lian mendatangi tempat itu jika dirinya memiliki waktu luang, dan menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan gejala mengerikan dari mereka yang terkena dampak. Namun, dia masih tidak bisa menyembuhkan akar penyebabnya, dan apa yang orang harapkan adalah agar Xie Lian menyembuhkan mereka sepenuhnya.

Saat Xie Lian berjalan, seorang pria muda yang berbaring di tanah tiba-tiba mengangkat tangannya dan menarik ujung jubahnya, “Yang Mulia, aku tidak akan mati, ‘kan?”

Xie Lian hendak menanggapi dan memperhatikan bahwa pria ini tampak akrab. Setelah melihat lebih dekat, bukankah dia pejalan kaki yang memberinya payung pada hari hujan ketika dia baru saja mengetahui Xian Le kekurangan air?

Mengingat hari itu, hujan itu, payung itu, kehangatan memenuhi hati Xie Lian, dan dia berlutut, dengan lembut menepuk-nepuk lengan pemuda itu, memberitahunya dengan nada serius, “Aku akan melakukan yang terbaik.”

Pria itu tampaknya telah menerima harapan untuk selamat; matanya tampak berbinar-binar penuh kegirangan, mengulangi kata-kata “syukurlah, syukurlah” dan kemudian kembali berbaring. Dari mata yang kuat itu, Xie Lian bisa mengatakan bahwa mereka benar-benar percaya dia bisa melakukannya. Jadi, setiap kali dia bertemu mata itu, rasa menyalahkan diri sendiri akan tumbuh jauh di dalam hatinya, dan kebutuhan untuk menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit itu tumbuh dan semakin membuatnya putus asa.

Setelah berkeliling di tempat itu, Xie Lian menemukan tempat duduk. Mu Qing membuat api unggun, dan Xie Lian duduk disana, tenggelam dalam pikirannya. Tidak jauh dari situ, beberapa anak lelaki yang sedang berjalan pergi membawa tandu, bergumam satu sama lain, namun entah bagaimana kata-kata mereka telah sampai ke telinga Xie Lian:

“Sudah berapa banyak sekarang?”

“Kurasa keempat atau kelima.”

Di atas tandu itu adalah seorang pasien yang meninggal di Hutan Buyou. Sebenarnya, sulit untuk meninggal karena Penyakit Wajah Manusia. Namun, itu adalah hal yang lebih menakutkan. Tanpa kematian, itu berarti selama sisa hidup para korban, benda-benda itu akan tetap berada di tubuh mereka. Hanya memikirkannya saja akan membuat orang kehilangan keinginan untuk hidup. Terutama jika mereka adalah wanita muda, mereka menyukai merawat wajah mereka, jadi jika sesuatu seperti itu tumbuh di tempat yang penting seperti wajah mereka, sebagian besar akan memilih untuk mengakhiri hidup mereka.

Yang lain menghela napas, “Huh! Kapan ini akan berakhir!”

Yang lain berkata, “Kita memiliki Yang Mulia Putra Mahkota, kita tidak akan kalah. Tenang saja.”

Orang yang mengeluh berkata, “Aku tidak takut kalah dalam pertempuran. Tetapi dengan situasi seperti ini, apakah penting jika kita tidak kalah dalam pertempuran? Tidak mudah bagi kita warga sipil untuk hidup seperti ini, hah … lupakan, lupakan saja. Aku tidak mengeluh. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apa-apa. Aku tidak mengatakan apapun.”

Jika Feng Xin ada di sana, dia akan segera bergegas untuk mengutuk mereka. Namun, Mu Qing hanya membiarkan Xie Lian melihat semua itu, dan dia terus membuat api, tidak mengatakan apa-apa. Hanya ketika mereka berdua benar-benar pergi, dia berkata dengan datar, “Orang biasa yang bodoh hanya tahu bagaimana menyalahkan orang lain dan Surga. Apakah mereka mengira seorang dewa bela diri memiliki kendali atas segalanya?”

Xie Lian menggelengkan kepalanya. Apa yang dikatakan orang-orang itu memiliki logika mereka sendiri. Dia adalah dewa bela diri; ketika dia menjadi bagian dari pasukan, mereka pasti akan selalu menang. Namun, pada saat-saat seperti ini, apa gunanya untuk memenangkan pertempuran? Membentuk pasukan adalah untuk melindungi warga sipil, namun jika warga sipil semuanya menderita dari serangan wabah, maka bukankah keuntungan mereka akan berubah menjadi lelucon?

Saat itu, api unggun itu tampak goyah, dan seseorang yang baru tiba di tempat itu tampak duduk di sebelah Xie Lian. Itu adalah Feng Xin yang telah kembali. Xie Lian segera bertanya, “Bagaimana?”

Feng Xin menggelengkan kepalanya. “Sama persis ketika kamu mencarinya. Tidak ada jejak Lang Ying di Bukit BeiZi, dan tidak ada sosok berpakaian putih itu. Siapa yang tahu di mana mereka bersembunyi, dan tidak ada cara untuk memastikan apakah mereka yang berada di balik masalah ini atau bukan. Juga, orang-orang Yong An baik-baik saja seperti yang kita duga, tidak ada kasus Penyakit Wajah Manusia satu pun disana.”

Mu Qing menjulurkan api, “Ibukota kerajaan dan Bukit BeiZi begitu dekat, tidak mungkin tidak ada yang terinfeksi. Mudah untuk melihat bahwa merekalah yang berada di balik semua ini.”

Banyak yang percaya hal itu diam-diam, dan berpikir dengan cara ini adalah sesuatu yang masuk akal. Namun, bahkan jika mereka menuduh Lang Ying secara diam-diam atau terbuka, pria itu bersembunyi dengan baik dan mereka tidak dapat menemukan bukti apapun, sehingga mereka tidak dapat melakukan apa-apa.

Mereka curiga jika Penyakit Wajah Manusia ini dimulai dari sebuah kutukan, dan sumber kutukan itu adalah mayat putra Lang Ying. Namun, jika itu adalah kutukan, maka itu adalah kutukan yang bagus. Kutukan itu tidak meninggalkan jejak bagi mereka untuk menyelidikinya, jadi tidak ada bukti untuk mengkonfirmasi kecurigaan mereka. Dan siapa yang tahu, mungkin Penyakit Wajah Manusia ini tidak lebih dari wabah baru yang terbentuk secara alami? Tidak mungkin bagi Xie Lian untuk bisa menarik kesimpulan tentang kebenaran penyakit macam apa itu kecuali mereka menangkap tersangkanya.

Dia telah memberi Pengadilan Surgawi laporan kasar tentang asumsinya juga. Namun, seperti yang disebutkan di atas, Xie Lian telah turun di bawah pelanggaran, tidak seperti masa lalu di mana jika dia ingin memberikan laporan, dia bisa menerobos masuk begitu saja ke dalam Aula Bela Diri Besar seperti sebelumnya dan berteriak di telinga Jun Wu, sekarang dia harus melakukannya menurut buku-buku. Harus diketahui, bahwa ‘menurut buku-buku’ berarti: jika beruntung, hanya dengan membuang beberapa pahala besar dan kata-kata itu akan segera melewati para pejabat surgawi; jika tidak beruntung, dia mungkin terpaksa melewati pita merah rumit yang diikat dengan penundaan yang tak berkesudahan. Setelah itu, masih ada masalah mengenai beberapa pejabat surgawi yang akan dikirim. Xie Lian sendiri adalah pejabat surgawi, dan selain Jun Wu, ada sangat sedikit yang bisa menandingi dia dalam kekuasaan, sehingga para pejabat surgawi yang dikirim bahkan mungkin tidak efektif. Jun Wu memikul beban berat, jika digambarkan dengan kata-kata fana, dia adalah ‘mesin’, jadi tidak mungkin dia bisa datang untuk membantu Xie Lian secara langsung. Dengan demikian, dirinya yang melapor itu hanyalah untuk menunjukkan masalah yang tengah terjadi, dan Xie Lian tidak mengharapkan apa pun untuk itu.

Selain itu, semua hal itu sama sekali tidak ada di dalam pikiran Xie Lian, yang tengah dipikirkannya adalah mengenai masalah lain. Dia berbicara, “Jika kita menganggap bahwa Yong An menggunakan kutukan demi mengalahkan ibukota kerajaan, maka serangan yang paling efektif adalah ditujukan pada prajurit pasukan. Begitu pasukan jatuh, bukankah itu sama dengan membuka gerbang?”

Bukannya tidak ada korban Penyakit Wajah Manusia di antara para prajurit, tetapi sebagai perbandingan, jumlahnya hanya sedikit, hanya tiga atau empat orang yang terinfeksi. Dan begitu mereka dikirim ke karantina, situasinya langsung terkendali dan wabah itu tidak menyebar di antara prajurit lainnya. Feng Xin tampaknya telah memikirkan sesuatu dan berkata, “Mungkin mereka berpikir bahkan jika mereka mengalahkan prajurit pasukan, dengan kamu yang ada di pihak Xian Le, mereka masih akan kalah, jadi mungkin mereka menyerah untuk menyerang para prajurit dan menargetkan warga sipil secara langsung?”

Mendengar ini, Mu Qing tertawa kecil. Feng Xin segera bereaksi, “Apa yang kamu tertawakan?”

“Tidak ada. Kamu selalu berhasil memunculkan poin bagus. Aku tidak punya apapun untuk dikatakan.” Jawab Mu Qing.

Orang-orang yang memiliki niat untuk menembak dan mengejek orang lain tetapi masih berpura-pura terdengar sopan sangat mengganggu Feng Xin, jadi dia mengabaikannya sepenuhnya. “Jika itu adalah perbuatan mereka, maka mereka benar-benar tercela. Berjuang dengan jujurlah ​​di medan perang jika mereka punya nyali, tetapi jangan gunakan trik yang begitu licik semacam ini untuk menyakiti warga sipil yang tidak bersalah!”

Xie Lian dengan sepenuh hati setuju dan menghela napas, “Aku telah berpikir beberapa hari terakhir ini apa yang menyebabkan infeksi penyakit ini. Kita harus tahu penyebabnya sebelum kita bisa mengendalikan penyakitnya.”

“Bukankah sudah jelas?” Feng Xin berkata, “Infeksi datang dari interaksi yang terlalu dekat, sentuhan, minum air yang sama, makan bersama, tidur bersama atau apa pun.”

Xie Lian menggosok dahinya, “Jika berpikir secara dangkal, itu tidaklah salah. Tapi, ambil contoh prajurit misalnya, para prajurit di pasukan semuanya minum, makan, dan tidur bersama, dan berada di tempat yang lebih dekat daripada rumah tangga lain, jadi mengapa tidak ada lebih banyak prajurit yang terinfeksi?”

Mu Qing mengerutkan alisnya, “Jadi yang kamu maksud adalah, bahkan dalam keadaan yang sama, dengan tipe tubuh yang berbeda, beberapa akan terinfeksi dan yang lainnya tidak. Kamu ingin mengetahui tipe orang seperti apa yang kebal terhadap Penyakit Wajah Manusia, bukan?”

Xie Lian mengangkat kepalanya, “Mu Qing, kamu mengerti aku. Tepat seperti itu. Jika kita bisa mengetahuinya, maka mungkin ada cara untuk menghentikan penyebaran Penyakit Wajah Manusia.”

Mu Qing mengangguk, “Bagus. Kalau begitu mari kita lihat seperti ini: orang seperti apa yang lebih mungkin terinfeksi? Pasien seperti apa yang mendominasi karantina Hutan Buyou?”

Xie Lian berjalan melalui kamp tanpa henti beberapa hari terakhir dan bisa menjawab bahkan dengan mata tertutup. Dia segera berkata, “Wanita, anak-anak, remaja, manula, dan pria muda yang bertubuh lebih kecil.”

Feng Xin bertanya-tanya, “Jadi hanya yang lemah saja yang terinfeksi? Haruskah kita memberitahu Raja untuk memberikan perintah semua orang di ibukota kerajaan untuk bekerja dan memperkuat tubuh mereka?”

“…”

“…”

Xie Lian dan Mu Qing menatapnya, tidak ingin menanggapinya sama sekali. Setelah jeda, Feng Xin menambahkan, “Tunggu, itu tidak benar.”


Catatan Penulis MXTX:
Mayat putra Lang Ying mungkin seperti mayat yang membengkak … tapi karena itu agak menjijikan, aku tidak akan menjelaskannya secara rinci … bayangkan saja.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. “Wajah” mengacu pada rasa malu, tetapi pria itu mengutuk pria yang berlari itu karena tidak tahu malu dan menyembunyikan wajahnya pada saat yang sama.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments