Penerjemah: Jeffery Liu
Editor: naza_ye


Bocah itu terkejut, “Kenapa?”

Xie Lian teringat akan serangan dan gerakan bocah itu ketika dia membunuh binu sebelumnya, dan dengan santai memamerkan beberapa manuver, “Kamu tidak pernah menggunakan saber bukan? Kamu menggunakan pedang, tetapi cara dan trik untuk mengendalikan pedang cukup rumit. Meskipun serangan yang dihasilkan cepat dan agresif, menggunakan pedang masih agak sedikit dibatasi, sulit untuk melakukan berbagai serangan-serangan lain. Jika kamu belum pernah menggunakan saber sebelumnya, cobalah lain kali. Aku pikir, kamu mungkin akan menjadi lebih kuat dengan itu.”

Jika Xie Lian melihat seseorang dengan keterampilan yang menonjol dalam seni bela diri, dia tidak bisa untuk tidak mendekat dan berbicara dengan orang itu. Itu bukanlah sebuah kritik atau sesuatu seperti itu, dia benar-benar hanya tertarik dan ingin bertukar gagasan. Karena ia memiliki banyak pengalaman dalam seni bela diri, seringkali ia tidak perlu berpikir; hanya satu lirikan dan dia bisa melihat rincian keseluruhannya. Bahkan jika dia tidak bisa menjelaskan mengapa hal itu harus seperti itu, tetap saja dia akan merasa apa yang dipikirkannya pastilah tepat. Biasanya, karena menghormati statusnya, orang lain akan mendengarkannya tetapi hanya ada sangat sedikit yang benar-benar memperhatikan penjelasannya. Namun, bocah ini tampak mendengarkan dengan saksama, melahap semua saran yang diberikan Xie Lian, dan akan menunduk memandang pedang di tangannya dari waktu ke waktu.

Xie Lian mengoceh selama beberapa kata sebelum tiba-tiba ada lebih banyak suara gemerisik dari dalam hutan seperti ada sesuatu yang merangkak dengan cepat, dan Xie Lian segera mengingat bahwa mereka masih berada dalam bahaya, dan itu bukan waktu dan tempat untuk bersemangat dan terus berbicara tentang seni berpedang. Dengan segera ekspresinya berubah kembali menjadi serius, “Siapa yang tahu jika ada lebih banyak kejahatan di gunung ini. Tempat ini membutuhkan pembersihan yang menyeluruh.”

Bocah itu mengangguk dengan penuh semangat, dan menyerahkan pedang baja itu kepada Xie Lian dengan kedua tangannya. Xie Lian menggelengkan kepalanya, “Lindungi dirimu sendiri. Kamu tidak pergi sebelumnya, dan sekarang tidak ada cara bagimu untuk pergi dari tempat ini. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melindungimu, tapi tetaplah waspada.”

Saat itu, dari arah semak-semak terdengar suara desiran dan sesuatu dengan cepat melompat. Xie Lian menjentikkan pergelangan tangannya untuk menembakkan ledakan dari telapak tangannya, dan makhluk entah apa itu yang ada di dalam semak-semak ikut meledak bersama ledakan itu. Teriakan mengerikan dan makhluk itu berhenti. Ada bau darah yang kuat dan Xie Lian bingung: jika itu adalah binu, maka setelah diledakkan mereka akan mengeluarkan cairan tubuh yang lengket, dan viskositasnya1 sedemikian rupa sehingga bau darah biasanya tidak akan keluar, jadi dia mendekat untuk memeriksanya.

Mendorong semak-semak ke samping, memang ada sesosok binu besar di tanah, tubuh makhluk itu hancur berkeping-keping akibat ledakan sebelumnya, tetapi bau darah yang tercium tidak berasal dari tubuh makhluk itu, tetapi dari sesuatu di mulutnya itu adalah potongan kulit kepala manusia dengan rambut panjang yang masih menempel!

Binu adalah seorang pemulung yang gemar mencari-cari sampah, dan dari apa yang mereka berdua lihat saat ini, seorang manusia telah terbunuh. Mayat itu meninggalkan tetesan kecil darah yang berubah menjadi jejak yang tercetak jelas di semak-semak, dan Xie Lian segera mengikutinya, prajurit muda itu mengikuti tepat di belakang Xie Lian. Semakin jauh mereka berjalan, bercak darah itu menjadi semakin tebal, dan bau darah yang dapat dicium oleh mereka berdua menjadi semakin kuat. Segera, mereka mendengar tangisan yang terdengar lemah dan tidak berdaya.

Prajurit kecil itu mengangkat pedangnya dan berlari di depan Xie Lian untuk melindunginya, tetapi Xie Lian menariknya kembali. Berbelok melewati bidang semak yang mekar, sebuah gua berukuran sedang muncul di depan mata mereka.

Gua itu mungkin adalah tempat peristirahatan beberapa pejalan kaki, tetapi sekarang, tampak beberapa mayat-mayat menutupi tanah di dalam gua itu, dan dua puluh hingga tiga puluh binu memanjat tumpukan mayat-mayat disana, mengunyah isi jantung mereka. Ada juga beberapa dari mereka yang mengelilingi seorang wanita muda. Wanita muda itu tampak kesakitan, isi perutnya terbelah dan tumpah, tetapi dia sendiri masih hidup. Penampilannya menunjukkan dia mungkin mengenakan pakaian terusan, sebuah bunga merah cerah dikenakan di rambutnya; darah segar memperindah bunga berwarna merah tua itu dan pemandangan itu menjadi tampak begitu kejam.

Sekumpulan binu tengah menjilati darah segar di tubuhnya, mengeluarkan organ dalam tubuh wanita itu, siap untuk mengunyahnya, tapi ketika mereka mendengar suara seseorang mendekat, mereka semua berpaling untuk melihatnya, dan dengan segera mereka mengalihkan arah pandangan mereka. Xie Lian meniup ledakan dari telapak tangannya tanpa berkedip dan membunuh mereka semua sebelum memeriksa mayat-mayat disana segera setelah itu. Di antara mayat-mayat disana, mereka adalah pria dan wanita, tampak berusia tua dan muda, wajah mereka pucat, pakaian mereka begitu sederhana. Mereka tidak diragukan lagi adalah warga sipil Yong An, dan Xie Lian tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi kaget.

Dia berpikir jika kemunculan tiba-tiba dari para monster dan iblis ini adalah karena dipanggil oleh makhluk putih aneh sebelumnya. Makhluk berpakaian putih itu diselamatkan Lang Ying sehingga mereka pastilah sekutu, tapi lalu mengapa para binu ini berpesta dan memakan para penduduk sipil dari Yong An? Makhluk non-manusia tidak akan pernah membuat perjanjian dengan manusia tanpa alasan, jadi apakah ini berarti apa yang telah terjadi di depan mata Xie Lian adalah kondisi yang disetujui sendiri oleh Lang Ying untuk membentuk aliansi? Apakah kehidupan para pengikutnya digunakan sebagai alat tawar menawar?!

Wanita muda itu dipenuhi dengan rasa sakit dan teror, darah mengalir dari bibirnya, dan dia terisak, “Jangan bunuh aku, aku tidak melakukan hal buruk, jangan bunuh aku!”

Terlepas dari dirinya sendiri, Xie Lian mengingat keluarga tiga orang yang meninggal di bawah tembok kota; sebenarnya dosa apa yang telah mereka lakukan? Dia berlutut dan merendahkan tubuhnya, membungkuk dan berbicara dengan suara lembut dan menenangkan, “Jangan takut. Tidak ada yang perlu ditakutkan, kami di sini untuk menyelamatkanmu.”

Namun prajurit kecil itu mengarahkan pedangnya pada wanita muda itu, “Yang Mulia, berhati-hatilah. Dia mungkin roh jahat dari pegunungan yang dalam ini.”

Tentu saja Xie Lian tahu itu adalah kemungkinan besar yang mungkin saja terjadi, tetapi setelah banyak pertimbangan, dia masih merasa dia tidak bisa meninggalkannya sendirian, jadi selama dia bersikap bijaksana, semuanya pasti baik-baik saja. Dia merasakan denyut nadi wanita muda itu, memeriksa telapak tangan dan jari-jarinya untuk mencari sidik jari, dan langsung mengonfirmasi bahwa dia memang manusia, dan wanita ini adalah termasuk orang yang tidak pernah berlatih seni bela diri, lengannya terkulai lemas dan tidak berdaya. Xie Lian dengan segera mulai merawatnya. Dia mengambil sebotol obat dari lengan bajunya, memutar gabus tutup botol obat itu untuk membukanya, dan asap putih samar-samar meresap perlahan pada luka wanita itu, aromanya harum.

Obat itu dapat digunakan sementara waktu dan bisa memperlambat racun apa pun, dan sangat efektif melawan luka. Xie Lian tidak bersikap pelit pada obat suci, dan menghabiskan seluruh isi botol untuk mengobati luka wanita itu. “Apakah kamu merasa lebih baik?”

Luka wanita muda itu cukup berat, mengerikan untuk dilihat, tetapi setelah menghirup asap itu, beberapa darah kembali ke wajahnya, dan dia dengan lemah menganggukkan kepalanya.

“Apakah kamu dari Yong An? Bagaimana semua ini bisa terjadi?” Xie Lian bertanya.

Air mata mengalir di wajah wanita muda itu, “… Aku, aku. Aku juga tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi. Semua, sss, semuanya dulu baik-baik saja, tetapi tiba-tiba, ayahku meninggal, kakakku juga meninggal … “

Xie Lian dengan lembut menepuk pundaknya, “Siapa kiranya pembunuh yang sudah membunuh mereka? Atau, apa yang membunuh mereka?”

Wanita muda itu terisak, “Pembunuh yang membunuh mereka adalah … adalah … adalah KAMU!”

Pada kata terakhirnya, wajah wanita muda itu tiba-tiba berubah ganas, kedua matanya berkedip dan menonjol. Dia membuka tangannya dan melancarkan serangan, mencengkeram Xie Lian dalam pelukannya!

Prajurit muda itu selalu berdiri dengan waspada dan selalu memasang posisi tubuh siaga setiap saat di belakang Xie Lian, dan bereaksi sangat cepat setelah melihat apa yang terjadi di depannya, dan dengan segera menusuk jantung wanita itu dengan pedangnya. Wanita muda itu sudah terluka parah, dan setelah ditikam seperti itu, kematiannya seharusnya sudah pasti akan terjadi, namun, dia mulai tertawa terbahak-bahak dalam kegembiraan, mencengkeram Xie Lian dengan begitu erat menolak untuk melepaskannya, dan tetap dalam posisi itu sampai akhirnya dia berhenti bernapas. Dia berpegangan begitu erat sehingga prajurit muda itu berusaha menarik mayatnya. Dia bertanya dengan cemas, “Yang Mulia! Apakah kamu baik-baik saja?”

Xie Lian mengira wanita muda itu akan menyergapnya sebagai upaya terakhir. Namun dia tidak memiliki senjata apapun; dia bahkan tidak menggigit atau mencakar tubuhnya, dan hanya menempel erat padanya seolah itu sudah cukup, mencengkeramnya dengan erat bahkan setelah kematiannya. Merasa bingung, dia menjawab, “Aku baik-baik saja, aku …”

Dia terhenti ketika pusing tiba-tiba menyerangnya.

Prajurit kecil itu melebarkan satu matanya yang cerah, “Yang Mulia?!”

Ini seperti semua organ di tubuh Xie Lian terasa begitu terbakar; dia tidak bisa berbicara, tidak mau berbicara, dan tidak bisa mendengarkan suara apapun. Dia menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangannya, tidak berbicara sepatah kata pun. Di sekeliling mereka terdengar suara seorang wanita terkikik.

“Heeheeheeheehee …”

“Heeheeheeheehee …”

Mereka berdua dengan mengejutkan menyadari bahwa tidak ada orang ketiga di sekitar mereka. Suara cekikikan itu berasal dari bunga merah cerah sebelumnya!

Xie Lian langsung mengerti bahwa dia jatuh ke dalam perangkap –

‘Dataran Kelembutan’!

‘Dataran Kelembutan’ ini bukanlah Dataran Kelembutan yang itu2. Dataran Kelembutan adalah iblis bunga yang suka mengumpulkan dan menghisap untuk menikmati esensi manusia, mereka hidup dari darah manusia. Aroma mereka tidak baik, dan Xie Lian segera memperingatkan, “Tutup mulut dan hidungmu rapat-rapat, jangan menghirup aroma bunga itu!”

Prajurit muda itu sudah memiliki perban yang dibalut dengan aman di wajahnya dan perban itu dapat digunakan sebagai sesuatu untuk menyaring aroma bunga itu, jadi dia tidak menghirup aroma apa pun. Mendengar Xie Lian, dia mengencangkan perbannya tetapi kemudian menyadari jika Xie Lian tidak memiliki apapun untuk menutupi mulut dan hidungnya, jadi dia merobek bagian paling bersih dari lengan bajunya, menggosoknya dengan keras, menepuknya sampai bersih, dan menyerahkannya dengan kedua tangan kepada Xie Lian. Namun Xie Lian berkata, “Tidak perlu. Sudah terlambat.”

Ketika dia pergi untuk merawat wanita muda itu sebelumnya, dia mungkin telah berjaga-jaga akan hal buruk yang mungkin saja terjadi, tetapi dia tidak cukup berjaga-jaga terhadap sesuatu seperti aroma dan telah berada begitu dekat dengan perangkap yang diberikan kepadanya, sama sekali tidak tahu jika bunga yang disematkan pada rambut wanita itu adalah bunga ‘Dataran Kelembutan’ yang mekar. Sebelum meninggal, wanita itu berpegangan erat kepada Xie Lian, memastikan dirinya tidak akan gagal dalam memberikan serangan terakhirnya. Hal ini dapat disimpulkan jika Xie Lian tanpa sadar telah menghirup begitu banyak suap Aroma Kelembutan itu, benar-benar “menyegarkan semangat”.

Begitu Aroma Kelembutan itu memasuki tubuh seseorang, nafsu dari seorang pria akan memburu. Tubuhnya pada awalnya akan mengalami mati rasa, lalu akan dilanjutkan pada periode mania. Saat itu seluruh tubuh Xie Lian sudah tampak begitu lesu seperti semua sarafnya dihapus. Begitu periode mati rasa itu berlalu, dia menjadi tong kecil yang bisa meledak kapan saja. Jika makhluk putih aneh itu muncul sekali lagi, Xie Lian benar-benar tidak tahu seberapa yakin dia bisa menghadapinya, dan dia juga tidak bisa memastikan kekuatannya sendiri. Reaksi pertamanya adalah meraih botol obatnya, tetapi kemudian dia menyadari bahwa botol obat itu telah kosong untuk membantu merawat wanita muda sebelumnya. Namun, pada akhirnya, wanita itu masih belum selamat.

Dia melirik mayat di sebelahnya. Wanita muda itu tersenyum bahagia seolah-olah dia dengan tulus dan senang hati telah berhasil menenggelamkan musuh ke dalam perangkap sebelum kematiannya dan akhirnya bisa menemui keluarganya dengan tenang. Xie Lian hanya bisa menyalahkan adegan berdarah yang memperlemah dan membuatnya tidak menyadari keberadaan bunga berbahaya itu, dan bau darah yang menyengat sebelumnya menyamarkan aroma bunga yang sebenarnya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa di hadapannya ada seorang gadis muda yang baru menginjak usia remaja bisa memiliki kebencian sedemikian rupa, bahwa dia dapat melakukan tindakan ekstrem seperti itu.

Di sekelilingnya, iblis-iblis bunga itu meledak dengan kegirangan, bergumam:

“Dia mengambil umpannya!”

“Tangkap dia!”

“Dia benar-benar Yang Mulia Putra Mahkota!”

“Itu benar-benar dia!”

“Dia sangat tampan … akar milikku, akar milikku tidak bisa menahannya lagi, benda itu akan segera keluar dari tanah!”

Prajurit muda itu mengayunkan pedangnya untuk menebas, membelah ladang semak bunga itu, namun batang bunga itu bergerak begitu gesit, dan pedang yang dipakainya melemah; setelah satu tebasan, pedang miliknya menjadi tumpul. Iblis-iblis bunga itu bergoyang-goyang, memekik, “Ya ampun! Gege kecil ini, semakmu bahkan belum tumbuh, tapi kamu sangat ganas! Aku masih di ambang untuk segera mekar dan berbunga, bagaimana kamu akan membayarku!”

Mata prajurit muda itu berkedip dengan amarah, “Kau matilah! Aku akan membakar kalian semua sampai mati!”

Daun hijau iblis-iblis bunga itu bertengger di batangnya, berteriak, “Wah, menakutkan sekali! Kami tidak memprovokasi dirimu, mengapa kamu menjadi begitu marah!”

Xie Lian juga berbicara, “Jangan bakar mereka! Mereka adalah iblis, jika kamu membakarnya … mereka akan mengeluarkan gas beracun. Kamu juga tidak bisa menariknya keluar!” Bocah itu segera menjatuhkan tangannya yang hendak mencabut keluar tumbuhan-tumbuhan itu, dan Xie Lian menjelaskan dengan lemah, “Ada duri beracun di seluruh batangnya…”

Iblis bunga itu menggoda, “Ya ampun, Yang Mulia manis sekali, terima kasih sudah melindungi kami. Tunggu saja, kamu akan segera berbuah! Kami pasti akan merawatmu dengan baik, hee hee heehee … “

“Laki-laki yang berkultivasi dan menahan beberapa pantangan sejak lahir sangat sulit didapat, bahkan jika kekuatanmu akan turun satu level jika kita meletuskan ceri milikmu, tidak ada cara lain, maaf! Hee hee hee hee …”

Kelopak-kelopak bunga Dataran Kelembutan itu saling bergesekan, terkikik dengan lemah, niat jahat yang begitu nikmat yang mereka miliki lebih dari jelas dari apa yang sudah terlihat saat ini. Prajurit muda itu bingung, tidak cukup memahami arti “pantangan”, “meletupkan ceri”, atau “level”, tapi dia masih bisa mengatakan bahwa semua itu tidak berarti apa-apa, jadi dia terus mengayunkan pedangnya dengan marah, menebas dan merusak bunga-bunga itu, meraung marah, berusaha mati-matian untuk menutupi suara tawa menggoda itu, tidak menginginkan Xie Lian mendengarnya. Xie Lian di sisi lain, meretakkan buku-buku jarinya sendiri.

Jadi begitulah!

Jadi semua yang terjadi malam ini benar-benar dirancang khusus untuk menghadapi Xie Lian.

Menculik Qi Rong adalah pertimbangan yang mereka miliki atas kesombongan dan kekaguman dari anak itu terhadap dewa bela diri Xian Le, yang pasti akan memilih untuk mengejar mereka sendirian, meminimalkan situasi. Dan wanita muda yang terluka parah itu kemudian dibuat untuk menggunakan keseluruhan obat miliknya, membuatnya tidak berdaya bahkan untuk melepaskan dirinya dari jebakan itu. Kerja sama antara manusia dan iblis ini dimaksudkan untuk membawanya ke titik ini.

Metode kultivasi Xie Lian benar-benar membutuhkan tubuh yang murni. Para pengikut yang menyembah para kultivator yang naik yang mempraktikkan aliran ini sangat diyakini akan menjadi dewa-dewa yang sangat berkualitas dan mereka yang tidak akan tersentuh oleh keinginan duniawi. Jadi, jika mereka tidak bisa melindungi kemurnian mereka sendiri, pengikut mereka tidak diragukan lagi akan runtuh, menghancurkan kekuatan mereka sendiri. Meskipun tidak akan menimbulkan akibat yang sangat serius seperti sampai jatuh kembali menjadi manusia fana dari keilahian, dan masih ada kemungkinan penebusan dosa dan bertobat setelah bertahun-tahun kultivasi, tetapi pada saat itu, tidak ada cara, tidak ada waktu baginya untuk duduk di balik pintu tertutup untuk berkultivasi selama bertahun-tahun!

Statuta kesucian sangat dijunjung begitu tinggi dan ketat di Paviliun Suci Kerajaan, dan Xie Lian menjadi posisi paling unggul sebagai orang nomor satu dalam menegakkan aturan-aturan itu, tidak pernah mengabaikan atau melanggar aturan-aturan itu, dan menganggap dirinya setangguh batu baja, bahkan angin kencang pun tidak bisa mengaduk air di dalam hatinya. Dia juga melalui banyak cobaan, menyelesaikannya dengan sempurna setiap waktu. Namun, bahkan jika hatinya masih seperti air, dia masih muda dan mudah terkesima. Dengan seorang prajurit kecil yang tepat di sampingnya, mendengarkan iblis-iblis bunga itu dengan terang-terangan menyiramkan kata-kata kebobrokan padanya, ditambah aroma yang tersisa membuat darahnya mendidih, pikirannya menggelora, Xie Lian tidak bisa melakukan apapun dan hanya menjadi sedikit malu, wajahnya memerah, tetapi tidak peduli apa yang terjadi, dia tidak bisa berdiri.

Dia masih bisa entah bagaimana bertahan untuk saat ini, tetapi jika Dataran Kelembutan benar-benar berbuah, maka itu akan sangat merepotkan. Tindakan terbaik tentu saja kembali ke ibukota kerajaan dengan segera dan meminta Feng Xin dan Mu Qing melindunginya, tetapi kaki Xie Lian begitu lemas, dia hampir tidak bisa berdiri. Tanpa cara lain, dia memanggil prajurit kecil itu dengan suara tegang, “Kamu … kemarilah.”


Catatan Penulis MXTX:
Tentu saja Hua Hua tidak akan membantu menggesekkan satu atau X … tapi ini akan menjadi kebangkitan seksual Hua Hua … (?)

Kehilangan keperawanan/keperjakaan hanya akan merusak kekuatan spiritual, bukan kekuatan bela diri. Meskipun kekuatan bela diri dan kekuatan spiritual dapat digabungkan dan diperkuat, pada intinya mereka berbeda. Selain itu, aliran yang dipilih Xie Lian adalah aliran yang merepotkan, bahwa kehidupan X akan merusak kultivasinya. Beberapa pejabat surgawi jauh lebih pintar dan akan memilih aliran di mana semakin mereka X semakin kuat mereka; tetapi dalam kebanyakan aliran, kehidupan X dan kultivasi sama sekali tidak berhubungan.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. Ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya gesekan internal fluida.
  2. ‘Dataran Kelembutan’ secara historis disebut sebagai rumah bordil atau afrodisiak. MXTX membuat versinya sendiri dari Land of the Tender (*Dataran Kelembutan). Bagi mereka yang tidak terbiasa, Land of the Tender adalah konsep umum dalam fantasi Cina, dan pembaca pasti akan mengharapkan sesuatu seperti penggoda jahat dan/atau cinta beracun ketika mereka melihat istilah ini dalam teks.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments