Penerjemah: Jeffery Liu, naza_ye


Apakah dia harus meraihnya atau tidak?

Xie Lian tetap tenang. Lagipula, dia belum selesai memikirkan semuanya. Apakah dia harus terus bertingkah kuat dan tidak tergoyahkan meski menghadapi kesulitan? Atau apakah dia harus berpura-pura menjadi pengantin baru yang saat ini benar-benar merasa takut, seorang pengecut yang akan mundur dan berusaha untuk bersembunyi?

Pemilik tangan itu cukup sabar dan elegan. Xie Lian tidak bergerak, jadi tangan itu juga tidak bergerak, seolah-olah pemilik tangan itu sedang menunggu jawabannya.

Setelah beberapa saat, seolah dia telah dirasuki setan, Xie Lian benar-benar mengulurkan tangannya.

Dia berdiri dan hendak menyingkirkan tirai yang menghalangi pintu sehingga dia bisa turun dari tandu. Namun, orang yang berada di luar sudah selangkah lebih dulu darinya dan sudah mengangkat tirai merah itu. Orang yang datang itu memegang tangan Xie Lian, meskipun dia tidak memegangnya terlalu erat, seolah takut bahwa dia akan menyakitinya tanpa sengaja. Menghasilkan ilusi bahwa orang tersebut sangat berhati-hati.

Kepala Xie Lian sedikit menunduk. Dia membiarkan orang itu untuk membimbingnya sebelum perlahan meninggalkan tandu. Ketika dia melihat ke bawah, dia melihat tumpukan mayat serigala dan budak basis di kakinya. Mereka tampak seperti telah dicekik sampai mati oleh kain sutra Ruoye. Pikiran Xie Lian sedikit berubah sebelum dia tersandung pelan. Dengan terkesiap kaget, tubuhnya pun mulai terhuyung ke depan.

Orang yang datang padanya itu segera meletakkan tangannya di punggung Xie Lian untuk membantunya. Jadi, dia berhasil menangkap tubuh Xie Lian sebelum jatuh.

Karena dia membantunya, Xie Lian mengambil kesempatan itu untuk meraih pergelangan tangan orang itu dengan mudah. Namun, dia hanya merasakan sesuatu yang dingin dan keras. Ternyata orang yang datang itu mengenakan sepasang vambraces perak.

Vambraces ini sangat indah dan cantik. Terdapat corak kuno yang menghiasi keduanya. Daun maple, kupu-kupu, dan binatang buas yang menyeramkan pun diukir di atasnya. Kedua vembraces itu benar-benar tampak misterius, tidak seperti sesuatu yang berasal dari Central Plains. Sebaliknya, itu justru tampak seperti barang antik dari suku eksotis kecil. Vambraces tersebut melingkar di pergelangan tangan orang ini dengan sempurna, membuatnya tampak halus dan gesit.

Perak sedingin es, tangan pucat pasi. Tampak tak bernyawa, namun, juga tampak mengandung niat jahat dan gairah membunuh.

Xie Lian sebenarnya berpura-pura jatuh, bermaksud untuk mengetes orang itu. Sampai sekarang, Ruoye masih bersembunyi di lengan bajunya yang lebar sambil perlahan memutar dirinya di pergelangan tangan Xie Lian, menunggu saat untuk menerkam. Namun, orang yang datang padanya itu hanya memegang tangannya sekali lagi sebelum kembali membimbing jalannya.

Di satu sisi, kepala Xie Lian masih tertutup kerudung, jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas. Di sisi lain, dia juga ingin mengulur waktu. Itulah sebabnya Xie Lian sengaja berjalan dengan sangat lambat. Namun, tanpa diduga, orang itu benar-benar menyamakan langkahnya dengan Xie Lian dan berjalan dengan sangat lambat juga. Sesekali, tangan orang itu akan menopang dan menariknya, seolah dia takut Xie Lian akan kembali jatuh.

Meskipun Xie Lian sangat waspada dan berjaga-jaga, ketika dia melihat bagaimana orang ini memperlakukannya, dia tidak bisa tidak berpikir, “Jika orang ini benar-benar hantu pengantin pria, dia benar-benar bersikap sangat lembut dan sangat perhatian.”

Pada saat itu, Xie Lian tiba-tiba mendengar suara gemerincing yang sangat jelas. Setiap kali mereka berdua mengambil langkah, suara yang sangat jelas itu akan terdengar sekali. Tepat ketika dia sedang berpikir suara apakah itu, raungan binatang buas yang tertahan tiba-tiba terdengar dari segala arah.

Serigala liar!

Tubuh Xie Lian sedikit bergerak ketika Ruoye di pergelangan tangannya tiba-tiba mengencang.

Siapa yang tahu, sebelum dia bisa melakukan apa-apa, orang yang memegang tangannya itu dengan ringan menepuk tangannya dua kali seolah dia sedang menghiburnya dan memberitahunya untuk tidak khawatir. Kedua tepukan itu cukup ringan untuk bisa dianggap sebagai langkah yang sangat lembut. Xie Lian sedikit terkejut sebelum dia menyadari bahwa raungan pelan itu telah menghilang. Ketika dia mencoba untuk mendengarkannya lagi dengan cermat, Xie Lian tiba-tiba menyadari bahwa serigala itu tidak meraung atau menggeram. Sebaliknya, mereka merintih.

Suara-suara itu jelas adalah suara yang dikeluarkan oleh binatang buas ketika mereka merasa begitu ketakutan. Rintihan yang dikeluarkan oleh binatang buas ketika mereka tidak bisa lagi melangkah, tangisan di saat-saat terakhir mereka sebelum mereka mati.

Rasa ingin tahu Xie Lian tentang orang ini menjadi lebih kuat. Saat ini, dia hanya ingin melepas kerudungnya dan melihat orang itu sebelum dia melakukan hal lain. Namun, dia tahu bahwa tindakan itu bukanlah sesuatu yang pantas. Oleh karena itu, Xie Lian hanya bisa mengintip melalui celah kecil di kerudungnya sebelum dia mencoba untuk mengumpulkan gambaran-gambaran kecil, meskipun dia gagal untuk mendapatkan gambaran besar.

Dengan pandangan sekilas itu, Xie Lian melihat ujung jubah merah. Dan di bawah jubah merah itu ada sepasang sepatu bot kulit hitam. Mereka saat ini berjalan dengan langkah santai.

Langkah orang ini agak ceroboh, dicampur dengan tolakkan yang ringan dan cepat di setiap langkah. Membuatnya tampak seperti remaja yang bersemangat. Namun, dia berjalan seolah-olah telah memiliki tujuan yang kuat di dalam benaknya, membuatnya tampak tidak bisa dihentikan. Siapa pun yang berani menghalangi jalannya hanya akan hancur menjadi debu. Hal ini membuat Xie Lian tidak bisa menentukan dengan tepat orang seperti apa pemuda ini sebenarnya.

Sementara dia masih menebakan-nebak di dalam benaknya, sesuatu yang putih dan mengerikan tiba-tiba muncul dalam penglihatannya.

Itu adalah tengkorak.

Langkah Xie Lian berhenti sejenak.

Dengan hanya memandangnya sekilas, Xie Lian bisa mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan posisi tengkorak itu. Jelas tengkorak itu berada di bagian sudut semacam array spiritual. Jika seseorang menyentuhnya, Xie Lian takut bahwa seluruh array akan meluncurkan serangan. Namun, dengan langkah orang di sampingnya ini, sepertinya dia tidak menyadari ada sesuatu di sana. Xie Lian baru saja sedang memikirkan apakah dia harus memberitahu remaja ini atau tidak ketika dia mendengar suara ‘ka-cha’. Disertai suara remuk yang begitu tragis, Xie Lian menyaksikan dengan tatapan kosong saat kaki orang di sebelahnya ini menginjak tengkorak itu dan menghancurkannya menjadi debu.

Kemudian, seolah dia tidak melihat atau merasakan apa-apa, orang itu dengan acuh tak acuh menginjak debu tengkorak tersebut dan terus berjalan.

Xie Lian: “…”

Orang ini benar-benar… hanya dengan satu langkah… menghancurkan seluruh array ini… menjadi debu tak berguna…

Pada saat itu, langkah orang di sampingnya ini tiba-tiba berhenti. Jantung Xie Lian bergerak cepat, berpikir bahwa bocah itu akan melakukan sesuatu yang lain. Namun, remaja itu hanya berhenti sejenak sebelum dia kembali membimbingnya berjalan. Setelah dua langkah kemudian, suara-suara benda jatuh menggema lembut dari atas kepala mereka, seperti suara hujan yang menghantam payung. Ternyata beberapa saat yang lalu, remaja itu membuka payung sebelum memegangnya di atas kepala mereka berdua.

Meskipun sekarang bukan saatnya untuk memikirkan hal ini, tapi Xie Lian tidak bisa tidak memuji remaja ini karena telah begitu bijaksana. Akan tetapi, dia merasa agak aneh. Apakah sedang hujan?

Di dalam pegunungan yang sunyi dan gelap, di dalam hutan yang dipenuhi dengan rumput liar―jauh di kedalaman pegunungan, sekelompok serigala liar menghadap bulan dan melolong. Xie Lian tidak tahu apakah itu karena pesta pembantaian baru saja terjadi, tetapi di udara yang dingin, aroma darah perlahan-lahan mulai tercium.

Situasi dan pemandangan tersebut keduanya memikat iblis. Namun, remaja ini menggenggam tangannya dengan satu tangan dan mengangkat payung dengan tangannya yang lain sambil perlahan-lahan membimbingnya ke depan. Tanpa alasan sama sekali, hal itu membuat perjalanan mereka tampak romantis dan mesra, seperti mereka jatuh cinta dengan tulus dan tak terpisahkan.

Hujan aneh itu datang dengan cara yang aneh dan pergi dengan cara yang aneh juga. Tidak butuh waktu lama sebelum suara tetesan air hujan yang mengenai payung itu menghilang. Dan remaja itu juga berhenti. Sepertinya dia telah menyingkirkan payungnya. Di saat yang sama, dia akhirnya melepaskan tangan Xie Lian sebelum berjalan selangkah mendekat kepadanya.

Tangan yang menggenggamnya dan membawanya ke sini itu dengan ringan menyentuh kerudungnya sebelum mengangkatnya dengan perlahan.

Xie Lian telah menunggu saat-saat ini selama perjalanan mereka ke sini. Dia sama sekali tidak bergerak saat dia melihat kerudung merah yang menempel di depan matanya perlahan menghilang—

Kain sutra Ruoye bergerak!

Bukan karena remaja itu telah mengungkapkan niat membunuh. Sebaliknya, Xie Lian berniat untuk mengambil inisiatif dan menyerang terlebih dahulu. Mereka bisa mengobrol baik-baik setelah orang itu tidak bisa bergerak.

Siapa yang mengira bahwa setelah kain sutra Ruoye terbang, ia membawa hembusan angin yang kencang. Kerudung merah tua terlepas dari tangan sang remaja, terbang ke atas sebelum jatuh sekali lagi. Xie Lian hanya punya waktu melihat bayangan seorang remaja berpakaian merah sebelum Ruoye bergerak menyerang.

Tanpa diduga, remaja itu tiba-tiba hancur menjadi ribuan kupu-kupu perak. Mereka menyebar menjadi pecahan cahaya keperakan, tampak seperti angin bintang yang berkilau dan mempesona.

Meskipun ini benar-benar bukan tempat dan waktu yang tepat, Xie Lian tidak bisa tidak mengagumi pemandangan itu setelah dia mundur dua langkah. Pemandangan itu benar-benar terlalu indah, seolah-olah itu adalah adegan fantasi yang hanya bisa dilihat dalam mimpi seseorang.

Pada saat itu, seekor kupu-kupu perak terbang dengan santai di depannya. Xie Lian tidak berhasil memeriksanya dengan cermat sebelum kupu-kupu itu terbang mengitarinya dua kali. Setelah itu, kupu-kupu itu pun menyatukan dirinya kembali ke dalam angin bintang yang berkilauan, berubah menjadi bagian dari cahaya keperakan yang memenuhi langit. Dengan kepakan sayap mereka, ribuan kupu-kupu itu terbang ke atas.

Setelah beberapa saat, Xie Lian akhirnya menyadarkan dirinya dari tertegun. Dalam hatinya, dia bertanya-tanya, “Jadi pada akhirnya, apakah remaja itu adalah hantu pengantin pria atau bukan?”

Menurut pendapatnya, dia terus merasa bahwa remaja ini bukanlah hantu pengantin pria. Jika dia adalah hantu pengantin pria, maka serigala liar di Gunung Yu Jun seharusnya adalah bawahannya. Tetapi jika memang begitu, mengapa serigala-serigala itu menjadi takut ketika mereka melihatnya? Selain itu, array spiritual yang mereka lihat di jalan saat mereka ke sini seharusnya adalah array yang dibuat oleh hantu pengantin pria. Namun, remaja itu baru saja dengan santai… menghancurkan array itu menjadi sampah.

Di sisi lain, jika remaja itu bukan hantu pengantin pria, mengapa dia datang untuk merampok tandu pengantinnya?

Semakin Xie Lian berpikir, semakin aneh pula situasi ini dalam pikirannya. Xie Lian melemparkan kain sutra Ruoye ke pundaknya saat dia berpikir, “Lupakan saja. Ada juga kemungkinan bahwa dia adalah seseorang yang kebetulan lewat. Untuk saat ini, kesampingkan dulu soal remaja itu. Alasan mengapa aku berada di sini lebih penting.”

Xie Lian melihat ke sekeliling sebelum mengeluarkan suara terkejut. Ternyata di kejauhan, benar-benar ada sebuah bangunan. Berdiri di sana, tampak tidak menarik dan terlarang.

Sejak remaja itu membawanya ke sini, dan karena bangunan itu telah terkunci dengan hati-hati dalam sebuah array yang membingungkan ini, maka sudah menjadi keharusan bagi Xie Lian untuk masuk dan melihatnya.

Xie Lian mengambil beberapa langkah ke depan sebelum dia tiba-tiba berhenti. Dia berpikir sejenak, sebelum berbalik dan mengambil kerudung pernikahan yang tergeletak di tanah. Sambil menepuk debu yang ada di sana, dia memegang kerudung itu di tangannya sebelum berjalan kambali menuju gedung.

Dinding merah bangunan itu terlihat cukup tinggi, dengan batu bata yang tampak berbintik-bintik. Sebenarnya, bangunan itu tampak mirip dengan kuil tua untuk dewa di sebuah kota. Selain itu, berdasarkan pengalaman Xie Lian, struktur bangunan tersebut memungkinkan bahwa itu adalah kuil dewa bela diri. Benar saja, Xie Lian mengangkat kepalanya dan melihat tiga kata besar terukir pada logam di bagian atas pintu depannya. Kata-kata disana tertulis:

“Kuil Ming Guang!”

Dewa bela diri wilayah Utara, Jenderal Ming Guang. Dewa yang disebutkan Ling Wen saat terakhir kali mereka berkomunikasi melalui array komunikasi spiritual; Jendral Pei yang dupa-dupanya dibakar dengan makmur di Utara. Tidak heran jika mereka tidak menemukan Kuil Ming Guang di sekitar dan malah menemukan Kuil Nan Yang sebagai gantinya. Ternyata Kuil Ming Guang di daerah ini berada di dalam Gunung Yu Jun. Namun, kuil ini telah lama terkunci oleh array yang membingungkan. Mungkinkah… ada hubungannya antara hantu pengantin pria dan Jenderal Ming Guang?

Namun, Jenderal Ming Guang ini, bisa dikatakan bahwa dia adalah seseorang yang sombong akan kesuksesannya dan angkuh karena kekuasaannya. Selain itu, posisinya di Utara juga sangat stabil. Xie Lian secara pribadi tidak percaya bahwa dewa bela diri semacam itu akan mau terlibat dengan makhluk jahat seperti hantu pengantin pria. Di sisi lain, sesuatu seperti dengan malang membiarkan makhluk jahat menempati tempat mereka ketika mereka tidak menyadari apa pun, bukanlah sesuatu yang aneh. Sementara mengenai kebenaran di balik semua itu adalah, lebih baik membuat kesimpulan setelah menyelidiki lebih banyak hal lagi.

Xie Lian berjalan mendekat. Pintu kuil itu tertutup tetapi tidak terkunci. Jadi, langsung terbuka setelah hanya dengan satu kali dorongan. Setelah dia membuka pintu, bau aneh menusuk indra penciumannya.

Bukan seperti bau debu yang ditemukan di tempat yang sudah lama tidak berpenghuni. Bukan, bau ini seperti bau busuk yang samar.

Xie Lian berjalan masuk dan menutup pintu depan, membuatnya seolah-olah tidak ada yang memasuki kuil. Di tengah aula utama, sebuah patung Ilahi terletak di altar persembahan. Tentu, patung Ilahi ini menggambarkan sang dewa bela diri dari Utara, Jenderal Ming Guang.

Banyak objek humanoid, seperti, patung, boneka, dan lukisan, yang semuanya adalah sesuatu yang mudah terjangkit oleh pengaruh jahat. Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan Xie Lian adalah berjalan maju dan memeriksa dengan teliti patung Ilahi itu.

Setelah lama memperhatikan, kesimpulan Xie Lian adalah: patung Ilahi ini dimodelkan dengan sangat luar biasa. Patung itu tampak memegang pedang bermata dua serta mengenakan sabuk yang terbuat dari batu giok di pinggangnya. Selain itu, patung tersebut pun memiliki wajah yang tampan dan tampak mengesankan. Tidak ada masalah sama sekali dengan patung Ilahi ini. Apalagi bau busuk itu juga tidak berasal dari patung ini. Dengan demikian, Xie Lian berhenti memperhatikannya dan berbalik. Dia memutuskan untuk menuju ke belakang aula utama untuk melihatnya.

Namun, saat Xie Lian berbalik, dia membeku di tempat saat pupilnya menyusut.

Sekelompok wanita mengenakan gaun pengantin merah tua dan tertutup kerudung berdiri kaku di hadapannya.

Selain itu, bau busuk yang tercium samar-samar itu berasal dari tubuh para wanita ini.

Xie Lian dengan cepat menenangkan dirinya, sebelum mulai menghitung wanita-wanita itu dengan cermat. Satu, dua, tiga, empat… dia menghitung sampai hitungan ke-tujuh belas.

Mereka benar-benar tujuh belas pengantin yang hilang di wilayah Gunung Yu Jun!

Warna merah pada beberapa gaun pengantin yang dikenakan oleh beberapa pengantin wanita itu tampak agak pudar, dan pakaian itu sendiri tampak usang dan tua. Pengantin-pengantin itu seharusnya adalah orang-orang yang hilang lebih dulu. Di sisi lain, beberapa gaun pengantin yang dikenakan oleh pengantin wanita lainnya tampak baru. Gaya gaun itu juga populer pada saat ini. Selain itu, bau mayat membusuk yang berasal dari mereka pun cukup ringan. Pengantin-pengantin itu seharusnya adalah orang-orang yang hilang baru-baru ini. Xie Lian berpikir sejenak sebelum membuka kerudung salah satu pengantin wanita.

Wajah di bawah kerudung merah itu tampak sangat pucat. Warna kulitnya benar-benar putih, sebenarnya, terlihat agak hijau. Diterangi cahaya bulan yang redup, dia tampak sangat menakutkan. Namun, hal yang paling menakutkan adalah, meskipun otot-otot wanita itu telah kaku setelah kematiannya, pada wajah yang kaku dan bengkok itu, dia masih tersenyum kaku.

Xie Lian melepas kerudung wanita di sebelahnya. Sekali lagi, mulut wanita itu melengkungkan senyuman yang sama.

Faktanya, semua orang yang meninggal di ruangan ini mengenakan gaun pengantin sambil tersenyum bahkan dalam kematian mereka.

Di samping telinganya, Xie Lian tampak mulai mendengar suara anak yang sebelumnya tengah menyanyikan lagu aneh yang sama seperti sebelumnya. “Pengantin baru, pengantin baru, pengantin baru di tandu pernikahan merah… mata dipenuhi air mata, melewati gundukan gunung, di bawah kerudung tidak menahan senyum yang naik…”

Tiba-tiba, dia mendengar suara aneh yang sepertinya berasal dari luar kuil.

Suara yang benar-benar aneh. Sangat aneh, sulit untuk menggambarkan suara itu terdengar seperti apa. Sebenarnya, itu terdengar seperti dua tongkat yang mengetuk lantai saat digulung dengan kain tebal. Juga terdengar seperti ada sesuatu yang berat melekat pada benda bergerak tersebut, sehingga membuatnya menyeret sesuatu yang berat itu di lantai dengan susah payah. Suara itu mulai terdengar dari kejauhan tetapi bergerak dengan sangat cepat. Dalam sekejap, suara itu sudah terdengar seperti berada di luar pintu depan kuil. Dengan suara ‘krieet’ panjang, pintu kuil didorong terbuka.

Terlepas dari apakah itu seseorang yang datang atau semacamnya, kemungkinan besar dia adalah hantu pengantin pria. Dan sekarang, makhluk itu sudah kembali!

Tidak ada jalan keluar di ujung aula utama, dan tidak ada tempat baginya untuk bersembunyi. Xie Lian hanya berpikir sejenak sebelum dia melihat para pengantin wanita berdiri di sampingnya. Segera, dia menutupi kepalanya dengan kerudung pengantinnya lagi sebelum berdiri di dalam kelompok pengantin wanita itu, menjadi diam dan tidak bergerak.

Jika hanya ada tiga hingga enam mayat di sini, maka tentu saja akan mudah bagi orang lain untuk melihat sesuatu yang salah hanya dengan sekali lihat. Namun, saat ini ada tujuh belas mayat di sini. Kecuali seseorang menghitungnya satu per satu seperti yang Xie Lian lakukan, akan sangat sulit bagi orang itu untuk segera menyadari bahwa seseorang tengah bersembunyi di sana.

Dia baru saja menempatkan dirinya di tengah kumpulan pengantin itu ketika dia mendengar derap langkah sesuatu masuk ke dalam ruangan.

Ketika Xie Lian berdiri di sana tanpa bergerak, dia mulai berpikir suara apakah itu. Pada akhirnya, apa itu? Dengan jeda di antara setiap suara, itu terdengar seperti langkah kaki seseorang. Namun, makhluk seperti apa yang memiliki langkah seperti itu? Jelas itu bukan remaja yang membawaku ke sini. Remaja itu berjalan dengan cara yang sangat tidak tergesa-gesa dan menyenangkan, dan suara gemerincing lonceng mengiringi langkahnya.

Tiba-tiba, Xie Lian memikirkan sesuatu. Hatinya langsung menegang. Ini buruk! Tingginya berbeda!

Bagaimanapun, semua mayat ini adalah tubuh wanita. Sedangkan dia adalah pria sejati! Dia secara alami jauh lebih tinggi daripada mayat-mayat ini. Meskipun tidak ada yang tahu bahwa ada orang tambahan di kumpulan ini pada pandangan pertama, tapi akan mudah bagi mereka untuk memperhatikan bahwa ada seseorang yang terlihat sangat tinggi.

Namun setelah memikirkan beberapa hal yang lain, Xie Lian kembali tenang. Dia memang cukup tinggi. Tetapi, gadis muda itu, Little Ying, hanya menyisir rambutnya menjadi gaya rambut sederhana. Dia tidak berbuat banyak pada rambutnya.

Di sisi lain, para pengantin wanita ini semua berdandan. Rambut mereka disisir begitu tinggi sehingga untaian itu praktis menjulang ke atas. Selain itu, berkat mahkota phoenix yang mereka kenakan, bagian atas kepala mereka menjadi potongan besar yang lebih tinggi. Jika semua itu ditambahkan, beberapa pengantin wanita ini mungkin tidak akan lebih pendek darinya. Bahkan jika dia tinggi, hal itu tidak akan terlalu mencolok.

Saat dia memikirkan itu, Xie Lian sekali lagi mendengar derap langkah yang ia dengar sebelumnya. Kali ini, sepertinya hanya berjarak dua zhang1 dari lokasinya.

Setelah beberapa saat, dia kembali mendengar derap langkah itu. Kedengarannya seperti suara itu bahkan lebih dekat dengannya sekarang.

Xie Lian akhirnya menyadari apa yang dilakukan hantu pengantin pria itu.

Dia sedang mengangkat kerudung setiap pengantin wanita untuk memeriksa wajah mayat pengantin disana satu per satu!

Bang!”

Jika dia tidak bergerak sekarang, kapan waktu yang tepat? Kain sutra Ruoye terbang sebelum mengempas ke hantu pengantin pria.

Kemudian, Xie Lian mendengar suara keras sebelum kabut hitam mulai memenuhi ruangan. Dia tidak tahu apakah kabut itu beracun atau tidak. Karena dia tidak memiliki kekuatan spiritual yang melindungi tubuhnya, dia segera berhenti bernapas ketika dia menutupi hidung dan mulutnya dengan tangan. Di saat yang sama, dia mendesak kain sutra Ruoye untuk menari dan membuat angin, sebagai upaya untuk menghilangkan kabut di sana dengan cepat.

Tiba-tiba, dia kembali mendengar suara derap langkah. Xie Lian menyipitkan kedua matanya sebelum dia melihat bayangan pendek dan kecil melewati pintu depan kuil. Dengan pintu kuil yang terbuka lebar, segumpal kabut hitam mulai bergerak keluar menuju hutan.

Xie Lian membuat keputusan cepat sebelum dia segera mengejar makhluk itu. Tanpa diduga, dia belum melangkah jauh ke luar kuil ketika, di dalam hutan, nyala api membumbung ke langit. Dari kejauhan, sekelompok teriakan yang dipenuhi dengan niat membunuh melayang di udara. “Ayo pergi!”

Suara seorang anak muda terdengar menggaung. “Tangkap makhluk jelek itu dan bantu orang-orang kita menyingkirkan kejahatan! Tangkap makhluk jelek dan bantu orang-orang kita menyingkirkan kejahatan! Untuk urusan hadiah, kita bisa membaginya secara merata di antara kita!”

Dia adalah pemimpin muda yang ditemuinya di depan kedai teh. Xie Lian mulai mengeluh di dalam hatinya. Kelompok orang ini sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka akan melakukan pencarian di gunung. Tanpa disangka-sangka, mereka benar-benar datang! Awalnya, kedatangan mereka akan baik-baik saja karena ada array membingungkan yang menutupi seluruh pegunungan. Namun, array itu sudah dihancurkan oleh remaja itu! Para kucing buta ini benar-benar menemukan tikus mati; dengan demikian, mereka benar-benar menemukan hantu pengantin pria!

Xie Lian melihat lagi. Arah di mana orang-orang itu berada… sepertinya kebetulan adalah arah yang sama dengan arah yang dilewati oleh hantu pengantin pria!

Xie Lian mengambil kain sutra Ruoye dan bergegas ke sana. Dia mulai berteriak, “Berdiri di sana dan jangan bergerak!”

Semua orang di sana berhenti sejenak karena terkejut. Xie Lian ingin terus berbicara ketika anak muda itu dengan sungguh-sungguh mulai bertanya, “Nona muda, kamu telah ditangkap oleh hantu pengantin pria dan dipaksa ke Gunung Yu Jun, bukan? Siapa namamu? Kami datang ke sini untuk menyelamatkanmu, kamu bisa tenang sekarang!”

Xie Lian terkejut sesaat oleh kata-kata konyol itu. Kemudian, dia akhirnya ingat bahwa dirinya mengenakan gaun pengantin wanita. Belum ada cermin di kuil Nan Yang, jadi dia tidak tahu bagaimana penampilannya sekarang ini. Namun, berdasarkan reaksi tersebut, gadis muda, Little Ying rupanya cukup bagus dengan apa yang dia kerjakan. Hal itu karena, setelah orang-orang itu terkejut, mereka mulai memperlakukannya sebagai pengantin asli. Selain itu, anak muda itu mungkin berharap bahwa dia adalah pengantin ke-tujuh belas, jadi akan lebih mudah baginya untuk mengambil hadiah.

Tapi, biar bagaimanapun, dia tidak bisa membiarkan penduduk desa ini berkeliaran ke semua tempat dalam kondisi ini. Tetapi dia juga tidak bisa menjamin bahwa hantu pengantin hantu pria itu masih belum melarikan diri. Untungnya, pada saat ini, dua remaja berpakaian hitam akhirnya berhasil menyusul. Melihat mereka, Xie Lian segera berteriak. “Nan Feng, Fu Yao, cepat kemari dan bantu aku!”

Tanpa diduga, setelah dua dewa bela diri kecil itu menoleh mengikuti suara Xie Lian, mereka berdua mulai menatap kosong ke arahnya. kemudian, secara bersamaan mereka mundur dua langkah. Xie Lian harus memanggil mereka beberapa kali sebelum mereka akhirnya bereaksi.

Melihat itu, Xie Lian bertanya, “Kalian datang dari sana, kan? Apakah kalian menemui sesuatu dalam perjalanan ke sini?”

Nan Feng menjawab, “Kami tidak!”

Mendengar hal itu, Xie Lian berkata, “Itu bagus. Fu Yao, cepat ikuti jalan ini dan lakukan pencarian. Lihatlah ke segala penjuru dan pastikan hantu pengantin pria itu belum kabur.”

Setelah Fu Yao mendengar ini, dia segera berbalik dan pergi. Xie Lian melanjutkan, “Nan Feng, jaga tempat ini dan pastikan tidak ada satu orang pun yang boleh pergi. Jika Fu Yao tidak berhasil menemukan hantu pengantin pria itu di pegunungan, maka hantu pengantin pria itu pasti sedang bersembunyi di antara kelompok orang-orang ini!”

Ketika mereka mendengar kalimat Xie Lian, semua pria kekar itu tertegun. Si anak muda sudah menyadari bahwa dia bukan seorang wanita, sehingga dia adalah orang pertama yang berbicara. “Tidak ada yang boleh pergi? Kenapa kami harus mendengarkanmu?! Apakah tidak ada hukum di negeri ini! Semuanya, jangan dengarkan mereka…”

Anak muda itu bahkan belum berdiri dengan benar ketika Nan Feng mengulurkan telapak tangannya. Tiba-tiba, sebuah pohon tinggi dengan batang tebal patah menjadi dua bagian dan jatuh ke tanah. Semua orang di sana segera mengingat bahwa remaja itu akan menyerang sebelum kalimatnya selesai. Jika mereka dipotong menjadi dua seperti pilar yang telah dia hancurkan sebelumnya, maka membayar mereka dengan uang bahkan tidak ada artinya. Jadi, semua orang pun diam.

Anak muda itu berbicara lagi. “Kamu bilang hantu pengantin pria ada di dalam kelompok ini, jadi dia harus ada di kelompok ini? Semua orang di sini memiliki nama depan dan nama belakang! Jika kamu tidak percaya padaku, datang ke sini dan gunakan api untuk menerangi wajah kami! Periksa kami satu per satu!”

Xie Lian berkata, “Nan Feng.”

Nan Feng mengambil obor yang dipegang oleh pemuda itu dan mulai memeriksa mereka satu per satu. Alis setiap orang dipenuhi keringat. Beberapa orang tampak tegang, beberapa orang merasa bingung. Beberapa terlihat bersemangat, beberapa terlihat sangat hidup. Xie Lian tidak bisa melihat penyebabnya. Maka, dia berjalan ke depan kelompok itu dan berkata, “Semuanya. Maafkan ketidaksopananku sebelumnya. Tetapi, aku telah melukai hantu pengantin pria itu, dan dia berhasil lolos. Tapi dia pasti belum pergi jauh. Dua teman kecilku ini tidak menjumpainya di jalan ketika mereka datang kemari, jadi aku khawatir dia mungkin bersembunyi di antara kelompok kalian. Aku harus menyusahkan semua orang untuk saling memperhatikan satu sama lain. Periksa dengan jelas wajah semua orang, dan pastikan tidak ada orang yang tidak kalian kenal di sini.”

Ketika mereka mendengar bahwa hantu pengantin pria mungkin ada di dalam kelompok mereka, semua orang segera merasakan darah mereka mendingin. Mereka tidak berani berbuat ceroboh ketika mereka mulai menatap satu sama lain dengan cemas. Selanjutnya, mereka mulai memainkan game ‘kamu lihat aku, aku akan lihat kamu’. Setelah mereka saling menatap selama beberapa saat, tiba-tiba, seseorang berteriak dengan nada yang aneh. “Kenapa kamu ada di sini?”

Jantung Xie Lian berdetak kencang saat dia bergegas dan bertanya, “Siapa itu?”

Anak muda itu menyambar obor yang dipegang orang lain sebelum menerangi bagian sudut. Dia berteriak, “Gadis jelek ini!”

Orang yang dia tunjuk benar-benar… Little Ying. Di bawah cahaya, wajah Little Ying dengan hidung bengkok dan mata sipitnya tampak agak bengkok dan kaku. Seolah-olah dia tidak tahan ketahuan dengan begitu mencolok, dia mengangkat tangan untuk menutupi wajahnya dari tatapan semua orang. Kemudian, dia mulai berbicara, “Aku… aku hanya tidak bisa merasa tenang, jadi aku memutuskan untuk datang dan melihat…”

Melihat bagaimana dia bergetar karena ketakutan, Xie Lian mengambil obor di tangan pemuda itu sebelum bertanya kepada semua orang. “Bagaimana?”

Semua orang mulai menggelengkan kepala. “Tidak ada orang yang tidak kita kenali.”

“Kami telah melihat semua orang di sini sebelumnya.”

Nan Feng bertanya, “Mungkinkah makhluk itu menempel pada tubuh seseorang?”

Xie Lian berpikir sejenak sebelum menjawab. “Itu tidak mungkin. Makhluk itu solid.”

Nan Feng mengingatkannya. “Tetapi, makhluk itu sudah berada di peringkat ‘Kemurkaan’. Sulit untuk mengatakan apakah makhluk itu bisa mengubah bentuknya atau tidak.”

Saat mereka berdua merasa ragu di sini, anak muda itu adalah orang pertama yang mulai berteriak. “Hantu pengantin pria bukan salah satu dari kami! Kamu juga melihatnya dengan jelas, bukan?! Jika kamu melihatnya dengan jelas, maka biarkan kami pergi!”

Suara-suara yang tersebar mulai menggemakan kata-katanya. Xie Lian mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang itu sebelum berkata, “Semua orang, tolong tetap di depan kuil Ming Guang, jangan pergi.”

Semua orang ingin mengeluh, namun, ketika mereka melihat ekspresi keras dan serius Nan Feng, tidak ada yang berani. Pada saat itu, Fu Yao kembali dan melaporkan, “Makhluk itu tidak ada di sekitar kuil.”

Mendengar itu, Xie Lian menatap kerumunan orang di depan kuil Ming Guang. Kemudian, dia pun menyatakan, “Kalau begitu, hantu pengantin pria itu pasti ada di antara kerumunan ini.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. Masing-masing sepuluh kaki dalam ukuran Cina, masing-masing sekitar 3,3 m.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments