Penerjemah: Jeffery Liu, naza_ye


Salah seorang pembawa tandu tidak cukup berhati-hati dan menginjak sebuah lengan. Hal itu membuatnya menjadi orang pertama yang berteriak memimpin gerombolan tersebut. Sebagai tanggapan, sekelompok orang yang bertanggung jawab mengantarkan pengantin wanita itu pun kemudian meledak dalam teriakan. Seorang pejalan kaki entah dari mana mengambil sebuah pedang lebar putih bersinar, sebelum berteriak, “Ada apa?! Apa ‘dia’ datang?!” Apa yang terjadi selanjutnya membuat jalanan di sekitar tempat kejadian menjadi penuh kekacauan. Ketika Xie Lian sekali lagi memfokuskan kembali pandangannya pada sesuatu yang jatuh dari tandu, dia tiba-tiba menyadari bahwa kepala yang terpisah itu bukanlah kepala seorang manusia. Itu adalah kepala boneka kayu.

Fu Yao sekali lagi berkomentar, “Jelek sekali!”

Secara kebetulan pada saat itu, penyaji teh mendekati mereka dengan teko tembaga di tangannya. Xie Lian mengingat ekspresi si penyaji teh kemarin dan dia memutuskan untuk bertanya, “Tuan, kemarin saya melihat orang-orang ini membuat keributan di jalanan, dan hari ini mereka melakukannya lagi. Apa yang mereka lakukan?”

Penyaji teh itu menjawab, “Mereka sedang mencoba bunuh diri.”

“Ha ha ha…”

Xie Lian tidak terkejut dengan jawaban si penyaji teh dan dia pun kembali bertanya. “Apakah mereka mencoba mengelabui hantu pengantin pria untuk memancingnya keluar?”

Penyaji teh itu menjawab, “Menurutmu apa lagi yang sedang mereka coba lakukan? Ayah dari pengantin wanita yang hilang sebelumnya menawarkan hadiah uang yang sangat besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap hantu pengantin pria dan membantunya menemukan putrinya. Itulah sebabnya mengapa segerombolan orang itu menciptakan gangguan dan suasana buruk setiap hari.”

Sang ayah yang menawarkan hadiah itu mungkin adalah pejabat yang mereka diskusikan sebelumnya. Xie Lian kembali mengarahkan pandangannya pada kepala boneka wanita yang tergeletak di tanah dan langsung mengerti bahwa orang-orang ini ingin menyamarkan boneka itu sebagai pengantin baru.

Kemudian, dia mendengar Fu Yao berbicara dengan nada yang terkesan jijik, “Jika aku adalah hantu pengantin pria, dan seseorang memberiku sesuatu yang jelek seperti itu, aku hanya akan menghancurkan kota ini.”

Mendengar itu, Xie Lian menegurnya, “Fu Yao, kata-kata itu tidaklah pantas untuk dikatakan oleh seseorang sepertimu. Selain itu, bisakah kamu memperbaiki kebiasaan memutar bola matamu itu? Akan lebih baik jika kamu bisa menetapkan beberapa tujuan kecil untuk dirimu sendiri terlebih dahulu, seperti hanya memutar bola matamu lima kali sehari misalnya, dan seterusnya.”

Nan Feng juga berbicara, “Bahkan jika kamu memberinya tujuan untuk memutar bola matanya hanya lima puluh kali sehari, dia masih tidak akan mampu mencapainya!”

Pada saat itu, seorang anak muda tiba-tiba muncul dari kerumunan orang-orang di luar. Dia tampak gemetar karena antusias, terlihat seolah dia adalah salah satu dari pemimpin mereka. Anak muda itu melambaikan tangannya sebelum berteriak dengan suara keras, “Dengarkan aku, dengarkan aku! Melanjutkan hal seperti ini sama sekali tidak berguna! Berapa putaran yang sudah kita lakukan selama beberapa hari terakhir ini? Dan apakah kita berhasil mengelabui hantu pengantin pria dan membuatnya keluar?”

Satu per satu, orang-orang dalam gerombolan itu mulai menggerutu dan setuju dengannya. Melihat reaksi yang dia terima, anak muda itu pun melanjutkan, “Menurut pendapatku, karena kita telah memulai semua ini, kita harus tetap melanjutkannya apa pun yang terjadi. Akan lebih baik jika kita langsung bergegas ke Gunung Yu Jun. Setiap orang bisa mencarinya di gunung sebelum menangkap dan membunuh makhluk jelek itu! Aku yang akan memimpin; siapa pun yang berani dan merasa pantas bisa ikut denganku. Setelah kita membunuh makhluk jelek itu, kita bisa membagi hadiahnya!”

Pada awalnya, hanya beberapa orang yang berteriak setuju. Namun, secara bertahap, suara-suara persetujuan terus terdengar sampai semua orang menanggapinya dengan nada setuju. Mereka tanpa disangka-sangka terdengar cukup kuat. Di sisi lain, Xie Lian bertanya, “Makhluk jelek? Tuan, ada masalah apa di balik ‘makhluk jelek‘ yang mereka bicarakan ini?”

Penyaji teh itu menjawab, “Rumor mengatakan bahwa hantu pengantin pria yang selalu dibicarakan itu adalah makhluk jelek yang hidup di Gunung Yu Jun. Karena dia dilahirkan terlalu jelek, tidak ada seorang wanita pun yang menyukainya. Itulah sebabnya mengapa hatinya melahirkan kebencian, dan dia kemudian merebut pengantin wanita dari para pengantin pria untuk mencegah pasangan-pasangan itu merasakan kebahagian.”

Tidak ada catatan tentang hal ini di gulungan yang diberikan kepadanya oleh Aula Istana Ling Wen. Xie Lian bertanya lagi, “Apakah semua orang benar-benar mengatakan itu? Bukankah itu hanya spekulasi?”

Penyaji teh menjawab, “Siapa yang tahu? Tapi, ada rumor lain yang mengatakan bahwa banyak orang telah melihat penampakan dari hantu pengantin pria itu sebelumnya. Seperti, bagaimana seluruh wajahnya dibalut perban dan hanya menyisakan matanya yang ganas, dan bahwa ia tidak bisa berbicara, selain hanya meraung seperti binatang buas. Saat ini, rumor tersebut telah beredar di mana-mana.”

Fu Yao menimpali dengan ketus, “Menutupi wajahnya dengan perban tidak selalu berarti dia jelek. Mungkin juga karena dia terlalu cantik, jadi dia tidak ingin orang lain melihatnya.”

Penyaji teh itu terdiam beberapa saat sebelum berkata, “Ya, siapa yang tahu? Yang jelas, aku belum pernah melihatnya.”

Pada saat itu, suara seorang gadis muda muncul dari arah jalan. Dia berkata, “Kalian… kalian, jangan dengarkan dia. Jangan pergi, Gunung Yu Jun sangat berbahaya… ​”

Orang yang berbicara itu adalah gadis yang bersembunyi di sudut jalan. Dia juga gadis yang telah berdoa di kuil Feng Xin kemarin malam, Little Ying.

Saat Xie Lian melihatnya, wajahnya terasa sakit. Tanpa sadar, dia mengangkat tangannya dan mengusap pipinya.

Ketika anak muda itu melihat Little Ying, wajahnya menunjukkan ekspresi yang tampak jelek. Dia mendorong gadis itu keluar dari jalan sebelum berkata, “Kami kaum laki-laki sedang berbicara, untuk apa gadis kecil sepertimu ikut campur?”

Little Ying menyusut dan gemetar ketakutan setelah didorong. Namun, dia sepertinya berusaha mengumpulkan seluruh keberaniannya sebelum berbicara dengan lembut sekali lagi, “Jangan dengarkan dia. Entah itu berpura-pura mengadakan pernikahan palsu atau mencarinya di gunung, tugas-tugas tersebut sangatlah berbahaya. Apakah kalian sadar bahwa kalian hanya mengirim diri kalian menuju kematian?”

Anak muda itu menjawab, “Kamu hanya bisa berkata omong kosong. Kami semua bekerja bersama dan mempertaruhkan nyawa kami untuk membantu orang-orang menyingkirkan kejahatan. Dan kamu? Kamu hanya seorang gadis yang egois, yang menolak untuk menyamar sebagai pengantin wanita dan duduk di tandu pernikahan. Kamu bahkan tidak bisa mengumpulkan keberanian itu, meski hal itu bisa membantu semua orang. Dan sekarang, Kamu berlari ke sini untuk menghalangi kami lagi. Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?”

Anak muda itu mendorong gadis itu sekali untuk setiap kalimat yang dia katakan. Melihat hal itu, orang-orang di kedai teh tidak bisa tidak mengerutkan kening mereka. Xie Lian menundukkan kepalanya dan fokus melepas perban di pergelangan tangannya. Saat dia melakukan itu, dia mendengar penyaji teh menjelaskan, “Pemimpin muda itu sebelumnya ingin membujuk gadis itu untuk menyamar sebagai pengantin wanita. Pada saat itu, dia mengucapkan begitu banyak kata-kata manis seolah mulutnya telah digosok dengan madu. Tapi setelah gadis itu menolak, dia mengubah sikapnya dan menjadi seperti ini.”

Di jalan, gerombolan kaum laki-laki itu juga ikut berteriak, “Berhenti berdiri di sini dan menghalangi jalan. Minggir, minggir!” Ketika Little Ying mendengarnya, wajahnya yang datar menjadi benar-benar merah ketika air mata mulai mengalir dari matanya. Dia bertanya, “Kamu… mengapa kamu harus mengatakannya seperti itu?”

Anak muda itu berbicara lagi, “Semua yang kukatakan adalah kebenaran, bukan? Aku bertanya apakah kamu bisa menyamar sebagai pengantin wanita, dan kamu menjawab tidak akan melakukannya apa pun yang terjadi.”

Little Ying menjawab, “Ya, aku memang tidak berani. Tapi, kamu tidak perlu… harus merobek gaunku…”

Saat dia menyebutkan itu, rasanya seperti dia telah menusuk tepat kearah tempat yang begitu mengganggu si anak muda. Anak muda itu segera melompat dan membantah, “Orang jelek seperti kamu tidak seharusnya menyalahkan dan menuduh orang sembarangan! Aku merobek gaunmu? Apakah kamu pikir aku buta? Siapa tahu, mungkin kamu sendiri yang ingin menunjukkan dirimu kepada orang lain, jadi kamu merobek gaunmu sendiri! Siapa yang tahu, wajahmu sejelek ini, bahkan meskipun gaunmu robek, mungkin tidak akan ada seorang pun yang ingin melihatnya! Jangan mencoba melimpahkan kesalahan padaku!”

Nan Feng benar-benar tidak bisa terus mendengarkan ini. Dengan bunyi ‘ka-cha’, cangkir teh di tangannya kemudian pecah berkeping-keping. Namun, tepat ketika dia hendak bangun, sebuah bayangan putih melayang melewatinya. Dan si anak muda yang telah mengangkat dirinya tinggi-tinggi di atas gadis itu tiba-tiba berteriak. Wajahnya tersungkur ke tanah sebelum pantatnya menyusul jatuh ketika darah mulai menetes dari jari-jarinya.

Tidak ada yang punya cukup waktu untuk mencari tahu apa yang terjadi, karena dia sudah terduduk di tanah. Orang-orang mengira bahwa Little Ying yang telah melukainya. Namun, siapa yang menyangka bahwa ketika mereka mengalihkan pandangan kembali ke Little Ying, mereka tidak lagi melihat gadis itu. Malah, mereka melihat seorang kultivator yang mengenakan pakaian putih berdiri di depan sang gadis.

Kedua tangan Xie Lian terselip di lengan bajunya. Dia bahkan tidak berbalik untuk melihat si anak muda, dan hanya memandang Little Ying sambil tersenyum. Sedikit membungkuk sehingga matanya sejajar dengan gadis itu, Xie Lian bertanya, “Nona muda, aku ingin tahu apakah aku bisa mengundangmu masuk untuk minum secangkir teh denganku?”

Si anak muda yang terduduk di tanah merasa hidung dan mulutnya benar-benar sakit. Sebenarnya, seluruh wajahnya juga terasa begitu sakit, rasanya seperti dipukul dengan cambuk baja. Namun, kultivator di depannya jelas tidak memiliki senjata. Selain itu, dia juga tidak melihat kapan kultivator itu bergerak, atau bagaimana dia bergerak. Dengan demikian, anak muda itu pun berhasil berdiri setelah sedikit tersandung dan mengarahkan pedangnya kepada pria itu, “Orang ini menggunakan seni iblis!”

Saat sekelompok pria di belakang anak muda itu mendengar kata-kata ‘seni iblis’, mereka semua mengangkat pedang mereka ke arah Xie Lian. Namun, mereka tidak pernah menyangka bahwa Nan Feng, yang berada di belakang Xie Lian, tiba-tiba mengulurkan telapak tangannya. Mengeluarkan bunyi ‘ka-cha’ sekali lagi, pilar di samping mereka benar-benar hancur.

Ketika mereka melihat tampilan kekuatan Ilahi itu, ekspresi gerombolan laki-laki itu serentak berubah. Si anak muda pun mulai merasa mentalnya menciut, tetapi dia masih enggan mengakui kesalahannya. Malah, dia menyerbu ke arah mereka sambil berteriak keras, “Hari ini aku akan mengakui kekalahanku di sini. Dari jalur kultivasi mana kamu, kultivator berasal? Tinggalkan namamu, dan di masa depan kita bisa bertemu lagi untuk menyelesaikan masalah ini…”

Nan Feng benar-benar tidak repot-repot menjawab, tetapi Fu Yao di sampingnya berseru, “Tidak masalah, tidak masalah. Orang ini berasal dari Ju…”

Nan Feng menghantamkan telapak tangannya yang lain kearah Fu Yao, dan sekali lagi mereka berdua mulai berkelahi. Di sisi lain, Xie Lian awalnya ingin mengundang gadis muda itu untuk masuk ke kedai teh untuk duduk sebentar, dan kemudian membantunya memesan teh buah dan makanan ringan lainnya. Namun, Little Ying menghapus air matanya sendiri sebelum pergi. Dengan demikian, Xie Lian hanya bisa menghela napas dan melihat punggung gadis itu menjauh sebelum dia berjalan ke kedai teh seorang diri. Ketika dia masuk ke dalam, penyaji teh mengingatkannya, “Ingat untuk membayar pilar yang hancur.”

Jadi, ketika Nan Feng kembali duduk, Xie Lian menghadap ke arahnya dan berkata, “Ingat untuk membayar pilar yang hancur.”

Nan Feng: “…”

Xie Lian melanjutkan, “Namun, sebelum itu, kita harus mengurus pekerjaan kita yang sebenarnya. Bisakah seseorang meminjamkanku kekuatan spiritual? Aku perlu memasuki array komunikasi spiritual untuk membuktikan kebenaran beberapa informasi.”

Nan Feng mengangkat tangannya. Mereka berdua bertepuk tangan, membangun apa yang dianggap sebagai persetujuan yang sangat sederhana. Dengan ini, Xie Lian akhirnya bisa memasuki array komunikasi spiritual lagi.

Saat dia memasuki array, dia mendengar Ling Wen berkata, “Yang Mulia akhirnya berhasil meminjam kekuatan spiritual? Apakah semua yang ada di Utara berjalan lancar? Bagaimana dengan dua dewa bela diri kecil yang dengan sukarela menawarkan bantuan?”

Xie Lian mengangkat kepalanya. Dia melihat pilar yang hancur karena Nan Feng, sebelum melihat lagi pada Fu Yao yang acuh tak acuh yang sedang menutup matanya dan bermeditasi. Kemudian, Xie Lian menjawab, “Masing-masing dari dua dewa bela diri kecil ini memiliki kelebihan masing-masing, dan mereka berdua adalah individu yang mampu diandalkan.”

Sebuah senyuman bisa terdengar ketika Ling Wen berbicara lagi, “Maka kita benar-benar harus memberi selamat kepada Jenderal Nan Yang dan Jenderal Xuan Zhen. Menurut kata-kata Yang Mulia, dua dewa bela diri kecil ini memiliki prospek tak terbatas. Kenaikan, bahkan mungkin merupakan peristiwa yang sudah dekat!”

Namun, sesaat setelah Ling Wen selesai berbicara, suara dingin Mu Qing melayang. “Dia tidak memberitahuku tentang petualangannya ini dan pergi begitu saja. Aku benar-benar tidak tahu tentang ini.”

Mendengar itu, Xie Lian berpikir dalam hati, ‘Kamu benar-benar berjaga di array komunikasi spiritual sepanjang waktu…’

Mengabaikan Mu Qing, Ling Wen terus berbicara, “Yang Mulia, di mana kamu sekarang? Jenderal Pei adalah dewa yang mengawasi Utara, dan dupa untuknya dibakar dengan cukup makmur di sana. Jika Yang Mulia sangat membutuhkan, untuk sementara kamu bisa tinggal di salah satu kuil Ming Guang-nya.”

Xie Lian menjawab, “Tidak perlu merepotkannya. Kami tidak menemukan kuil Ming Guang di sekitar sini, sehingga kami menetap di kuil Nan Yang. Tapi aku punya pertanyaan cepat, Ling Wen, tentang hantu pengantin pria. Apakah kamu memiliki informasi lebih lanjut tentang kasus ini?”

Ling Wen menjawab, “Ya, kami punya. Beberapa saat yang lalu, Aula Istana-ku mengukur peringkat dari hantu pengantin pria ini. Dia seharusnya berada diperingkat ‘Kemurkaan’.”

‘Kemurkaan’!

Untuk iblis dan hantu yang mendatangkan malapetaka di dunia fana, Aula Istana Ling Wen mengklasifikasikan mereka menjadi empat peringkat sesuai dengan kemampuan mereka. Keempat peringkat ini adalah ‘Sengit’, ‘Kebengisan’, ‘Kemurkaan’, dan ‘Kehancuran/Golongan Tertinggi’.

Hantu dari peringkat ‘Sengit’ memiliki kemampuan untuk membunuh target tunggal. Monster dari peringkat ‘Kebengisan’ bisa menyapu bersih seisi rumah satu keluarga, sementara hantu peringkat ‘Kemurkaan’ bisa membantai seluruh kota. Dan yang paling menakutkan dari mereka semua adalah peringkat ‘Kehancuran/Golongan Tertinggi’. Setiap kali satu dari mereka dilahirkan, dia bisa menghancurkan suatu negeri dan menyebabkan penderitaan bagi semua orang, membuat seluruh dunia menjadi berantakan.

Hantu pengantin pria yang bersembunyi di Gunung Yu Jun benar-benar ada di peringkat ‘Kemurkaan’, peringkat kedua sebelum peringkat ‘Kehancuran’ yang menakutkan. Jika itu masalahnya, siapa pun yang berhasil melihatnya seharusnya tidak bisa melarikan diri tanpa terluka.

Jadi, ketika Xie Lian undur diri dari array komunikasi spiritual dan memberi tahu dua dewa bela diri lainnya tentang apa yang telah dia pelajari, Nan Feng berkata, “Jika itu benar, maka informasi tentang makhluk jelek atau pria yang dibalut perban itu hanyalah rumor belaka. Entah seperti itu kebenarannya, atau orang-orang yang mengaku telah melihatnya itu, sebenarnya melihat sesuatu yang lain, bukan hantu pengantin pria.”

Xie Lian menyebutkan teorinya sendiri, “Ada kemungkinan lain. Mungkin hantu pengantin pria tidak ingin, atau tidak bisa, melukai orang lain dalam keadaan tertentu.”

Di sisi lain, Fu Yao tidak menambahkan idenya dan malah mengkritik, “Aula Istana Ling Wen benar-benar memiliki efisiensi yang rendah! Butuh waktu selama ini untuk memberi kita informasi tentang peringkat hantu pengantin pria, apa gunanya memberi tahu kita sekarang?”

Xie Lian menjawab, “Paling tidak, kita sekarang tahu kekuatan musuh kita. Tapi, karena kita berhadapan dengan peringkat ‘Kemurkaan’, maka kekuatan spiritual hantu pengantin pria ini seharusnya cukup tinggi. Tidak mungkin untuk menipunya dengan pengantin wanita palsu. Jika kita ingin memancingnya keluar, maka kita tidak bisa menggunakan trik pengalihan, dengan orang-orang yang mengantarkan pengantin wanita ke pernikahan palsu ketika pengantin wanita itu adalah boneka yang disamarkan. Selain itu, mereka tidak boleh membawa senjata apa pun. Namun, aspek yang paling penting adalah bahwa pengantin wanita itu haruslah manusia.”

Fu Yao angkat bicara, “Kita bisa pergi ke jalan-jalan untuk mencari seorang wanita dan membuatnya menjadi umpan.”

Namun, Nan Feng segera menolak idenya. “Kita tidak bisa melakukan itu.”

Fu Yao bertanya, “Kenapa tidak? Jika dia tidak mau, kita bisa memberinya uang dan dia pasti akan bersedia.”

Mendengar itu, Xie Lian memotong argumen mereka. “Fu Yao, bahkan jika ada seorang wanita yang mau melakukan hal itu, yang terbaik adalah jika kita tidak menggunakan rencana itu. Hantu pengantin pria ini adalah peringkat ‘Kemurkaan’. Jika kita mengacau, kita akan baik-baik saja. Namun, jika pengantin wanita itu diambil, seorang gadis biasa yang lemah tidak akan bisa melarikan diri ataupun melawan. Jika itu benar-benar terjadi, maka hanya kematian yang akan menunggunya.”

Fu Yao menyatakan, “Jika kita tidak bisa menggunakan seorang wanita, maka kita hanya perlu mencari seorang pria.”

Nan Feng bertanya, “Di mana kita akan menemukan seorang pria yang mau menyamar sebagai…”

Dia bahkan belum selesai berbicara ketika garis pandangnya dan Fu Yao mulai berpindah.

Xie Lian masih tersenyum lembut, “???”


Di malam hari, di kuil Nan Yang.

Xie Lian keluar dari kuil dengan rambut yang terurai berantakan.

Saat dua dewa bela diri kecil yang menjaga pintu kuil melihatnya, Nan Feng segera berteriak mengutuk. Berkata “Sialan!”, sambil bergegas keluar.

Xie Lian terdiam beberapa saat sebelum bertanya, “Reaksi macam apa itu?”

Jika kamu meminta seseorang untuk datang dan melihat, mereka pasti akan langsung mengetahuinya dengan sekali lihat bahwa ini adalah seorang pemuda dengan wajah yang tampan dan ramah.

Namun, itulah alasan dari reaksi Nan Feng. Untuk seorang pemuda yang tampan dan ramah mengenakan gaun pengantin wanita, gambaran itu adalah salah satu hal yang tidak bisa dilihat secara langsung oleh banyak orang. Contohnya adalah Nan Feng. Dia mungkin hanya tidak bisa menerimanya, sehingga reaksinya menjadi begitu kuat.

Xie Lian melihat bahwa Fu Yao menatapnya dengan tatapan yang rumit. Ketika Fu Yao menatapnya sekali lagi, Xie Lian bertanya, “Apakah kamu ingin mengatakan sesuatu?”

Fu Yao mengangguk sebelum berkata, “Jika aku adalah hantu pengantin pria dan seseorang ingin memberikan wanita seperti ini kepadaku…”

Xie Lian menyelesaikan kalimatnya, “Kamu akan menghancurkan kota ini?”

Fu Yao dengan dingin mengoreksinya, “Tidak, aku hanya akan membunuh wanita ini.”

Xie Lian tersenyum. “Kalau begitu aku hanya bisa bilang, untungnya aku bukan wanita sungguhan.”

Fu Yao menyarankan, “Aku pikir kamu harus mencoba masuk ke array komunikasi spiritual dan melihat apakah ada Pejabat Surgawi yang akan bersedia mengajarimu mantra untuk membantumu mengubah tubuhmu. Akan lebih praktis seperti itu.”

Memang ada, Pejabat Surgawi di Surga yang karena kebutuhan khusus, mereka mahir dalam mantra yang bisa mengubah tubuh mereka. Namun, Xie Lian takut dengan waktu yang tersisa saat ini, sudah terlambat baginya untuk belajar mantra baru. Di sisi lain, Nan Feng kembali ke kuil dengan wajah hijau. Setelah selesai mengutuk, dia sedikit banyak telah mendinginkan kepalanya, kebiasaan yang hampir sama persis dengan Jenderal-nya.

Xie Lian memperhatikan langit yang sudah larut sebelum berkata, “Lupakan. Setelah kita menutupi kepalaku dengan kerudung, semuanya akan terlihat sama.” Ketika dia selesai berbicara, dia benar-benar mulai menutupi kepalanya dengan kerudung.

Namun, Fu Yao mengangkat tangan untuk menghentikannya dan berkata, “Tunggu sebentar. Kamu tidak tahu bagaimana hantu pengantin pria itu akan membahayakan orang-orang. Jika dia melepaskan kerudungmu dan menyadari bahwa dia telah ditipu, sesuatu yang tidak terduga mungkin akan terjadi saat dia marah. Bukankah itu hanya akan menciptakan lebih banyak masalah?”

Ketika Xie Lian mendengar kata-katanya, dia pikir itu cukup masuk akal. Namun, saat dia melangkah maju, dia mendengar suara robekan.

Gaun pengantin merah yang Fu Yao temukan untuknya benar-benar tidak muat untuk Xie Lian.

Wanita yang awalnya dibuatkan gaun ini cukup mungil. Ketika Xie Lian memakainya, meskipun area di bagian pinggang tanpa disangka-sangka cukup pas, mengangkat lengan baju atau mengangkat kakinya adalah tindakan yang terasa sangat terbatas. Selain itu, saat dia melakukan gerakan yang lebih besar, gaun itu akan robek. Tepat ketika Xie Lian mulai mencoba mencari dan menemukan bagian mana yang robek, sebuah suara melayang dari arah pintu kuil. “Permisi, bolehkah aku bertanya…”

Mereka bertiga berbalik ke sumber suara. Namun, apa yang mereka lihat adalah Little Ying yang tengah memegang pakaian putih yang terlipat saat dia menatap mereka dengan tatapan takut.

Dia menjelaskan, “Aku ingat bahwa aku kemarin bertemu denganmu di sini, jadi aku memutuskan untuk datang dan melihat apakah aku bisa bertemu lagi denganmu. Aku sudah mencuci pakaian ini. Aku akan meletakannya di sini. Untuk kemarin dan hari ini, terima kasih banyak.”

Xie Lian baru saja akan memberinya senyum ketika dia tiba-tiba menyadari seperti apa penampilannya saat ini. Karena itu, dia memutuskan untuk tidak banyak bicara agar dia tidak membuat orang takut.

Siapa yang menyangka bahwa bukan hanya Little Ying tidak takut padanya, dia bahkan melangkah maju dan bertanya, “Ini… jika kamu menyukainya, aku bisa membantumu?”

“…” Xie Lian menjawab, “Tidak, nona muda, tolong jangan salah paham. Aku tidak memiliki hobi semacam ini.”

Little Ying buru-buru menjelaskan sekali lagi, “Aku tahu, aku tahu. Apa yang kumaksud adalah, jika kamu tidak keberatan, aku bisa membantumu. Kalian… kalian ingin menangkap hantu pengantin pria, bukan?”

“…”

Nada dan kepalanya sedikit naik ketika Little Ying melanjutkan, “Aku tahu cara mengganti pakaian. Aku juga selalu membawa jarum dan benang denganku. Jika tidak muat, aku bisa memperbaikinya. Aku juga tahu cara melakukan make-up. Biarkan aku membantumu!”

“…”

Setelah waktu yang dibutuhkan untuk membakar dua dupa, Xie Lian sekali lagi berjalan keluar dari kuil sambil menundukkan kepalanya.

Kali ini, kerudung pengantin wanita sudah menutupi kepalanya. Nan Feng dan FuYao tampaknya ingin mengintip, tetapi pada akhirnya, mereka memutuskan bahwa lebih baik menghargai mata mereka. Tandu pernikahan yang mereka temukan ada di depan kuil, dan orang-orang yang dipilih dengan hati-hati untuk membawa tandu itu sudah lama menunggu di sana. Bulan sudah tinggi di atas langit malam. Oleh karena itu, Yang Mulia Putra Mahkota duduk di tandu pernikahan merah besar, memakai gaun layaknya pengantin wanita.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
V10n4 Kaneshiro (@v1v10n4)

kyaaa sedikit lagi ketemu san lang >.<