Penerjemah: Jeffery Liu


Xie Lian berteriak, “Qi Rong, tutup mulutmu!”

Lang Qian Qiu menoleh dengan marah, “Mengapa dia harus tutup mulut? Karena apa yang dia katakan adalah kebenaran?? Dalam Perjamuan Berlapis Emas itu, kamu dan An Le, kalian berdua sudah melakukan penyerangan; yang satu membunuh seluruh keluargaku, dan yang lain menghabisi ayahku. Kalian semua sudah berbohong padaku?!”

Xie Lian menjawab dengan tergesa-gesa, “Jangan dengarkan―” Qi Rong dengan segera memotong ucapannya, “TENTU SAJA SEMUANYA ADALAH KEBOHONGAN! Kamu sangat bodoh, jika bukan kamu, lalu siapa lagi yang kita tipu? Jika bukan karena seseorang acak yang telah merusak rencana kami, Xian Le pasti sudah mengambil kehidupan sialan milikmu saat usiamu dua belas tahun, bukannya memberimu kemewahan untuk terus tumbuh dan naik!”

“Dua belas?” Lang Qian Qiu mengulangi. Kejadian besar yang terjadi ketika dia berusia dua belas tahun adalah ketika penculikan itu, ketika dirinya diselamatkan oleh Xie Lian. Dia menuntut jawaban, “Tahun itu, para perampok yang mengganggu istana untuk menculikku adalah orang-orang yang dikirim oleh orang-orang Xian Le?”

“Duh!” Qi Rong mendecakkan lidahnya, “Apakah kamu pikir ada pembunuh biasa yang bisa menculik seorang Putra Mahkota dari ratusan penjaga kerajaan? Tolonglah. Akulah yang membantu An Le dalam peristiwa itu.”

Lang Qian Qiu mengangguk, “Membantu? Baik. Aku mengerti. Jadi teman-teman yang aku miliki semuanya palsu. Orang-orang di Xian Le tidak pernah peduli dengan semua cinta dan kepedulian yang kami berikan. Pangeran An Le–mu tidak pernah memiliki niat baik, dan sebaliknya dia datang untuk menghabisi dan merebut kehidupanku.”

Lang Qian Qiu tampak berbalik ke arah Xie Lian, “Jadi, semua yang kamu katakan juga adalah kebohongan.”

Qi Rong berpura-pura terlihat terkejut, “Ayo, ayo, ayo, cepat dan biarkan aku mendengar apa yang akan dikatakan oleh sepupu suci-ku kepadamu!”

Lang Qian Qiu mengabaikannya dan terus berbicara dengan Xie Lian, “Kamu bilang Yong An dan Xian Le hanyalah satu bangsa di akarnya; konflik apa pun yang dimiliki oleh bangsawan satu sama lain tidak ada hubungannya dengan warga kerajaan mereka. Kedua belah pihak dulunya adalah satu keluarga, dan di bawah pemerintahan generasi kita, mungkin sebuah perubahan akan menjadi lebih baik. Selama orang-orang bahagia, tidak peduli apa nama rumah kerajaan itu, dan kedua belah pihak bisa melepaskan dendam yang mereka miliki dan bersatu dalam waktu. Semuanya kebohongan. Semuanya omong kosong, omong kosong, dusta!”

Inilah yang paling tidak ingin didengar oleh Xie Lian. Dia langsung berteriak, “Tidak! Itu semua bukanlah kebohongan! Pikirkanlah: di bawah pemerintahanmu, bukankah ada perubahan nyata?”

Lang Qian Qiu menutup mulutnya, napasnya tertahan. Xie Lian melanjutkan, “Bukankah kamu melakukannya dengan sangat baik? Bukankah warga Xian Le terintegrasi secara damai dengan rakyat Yong An? Semakin sedikit konflik dan kerusuhan pada saat itu, jadi bagaimana mungkin semua itu adalah omong kosong?”

Ada hening sesaat ketika Xie Lian mengatakan semua itu, dan air mata tampak mengalir di pipi Lang Qian Qiu, “Tapi… tapi bagaimana dengan orang tuaku? Menyatukan Yong An dan Xian Le adalah harapan terbesar mereka, itu sebabnya mereka memberikan gelar Pangeran An Le kepada garis keturunan terakhir kerajaanmu. Keinginan mereka menjadi kenyataan, tetapi bagaimana dengan akhir yang mereka dapatkan?”

Qi Rong mendecakkan lidahnya, “Betapa cengengnya dirimu, sangat mirip dengan sepupu suci-ku pada suatu waktu! Kamu datang menangis untuk pria tua dan wanita tuamu; Aku bahkan belum pernah melecehkan leluhurmu demi lelaki tua dan perempuan tuaKU! Menyatukan Yong An dan Xian Le sialan adalah keinginan mereka? Kata-kata yang sangat indah. An Le, An Le, tentukan kedamaian terlebih dahulu, kebahagian setelahnya1; Kamu pikir aku tidak bisa mengatakan maksudmu yang sebenarnya, anjing Yong An ingin berjalan di atas kepala Xian Le selama sisa hidup kami?”

Xie Lian berteriak dengan marah, “QI RONG, HENTIKAN SEMUA KEGILAANMU!”

Lang Qian Qiu di sisi lain, menatap Qi Rong, air mata masih menetes dari matanya, “Kamu dalang di balik pembantaian klanku? Dan kau juga bagian dari plot di balik Perjamuan Berlapis Emas itu?”

Qi Rong mencibir, “Ya, aku bagian dari semua itu. Le juga bagian dari itu semua. Dan juga Master-mu! Kami, tiga orang dari Xian Le ini, semuanya menjadi bagian dari semua peristiwa itu. Hahahahaha…”

Tiba-tiba, di tengah tawa milik Qi Rong, pedang panjang milik Lang Qian Qiu tiba-tiba mengayun dan menyerangnya. Qi Rong berteriak, dan tubuhnya tampak diiris menjadi dua bagian!

Itu adalah pemandangan yang sangat berdarah, kedua bagian tubuhnya berguling-guling di tanah, dan tubuh bagian atasnya berseru, “TIDAK SAKIT! TIDAK SAKIT SAMA SEKALI! SEMUA INI TIDAK SAKIT SAMA SEKALI! JIKA DIBANDINGKAN DENGAN PUKULAN YANG DIBERIKAN OLEH Putra Mahkota SEPUPU, INI SEMUA TIDAK ADA APA-APANYA! HAHAHAHHAHAHA!”

Lang Qian Qiu tidak mengatakan sepatah kata pun, dia tampak meraih kepala Qi Rong dan mengambilnya. Qi Rong masih menyemburkan kalimat-kalimat penghinaan, tetapi Xie Lian telah memperhatikan sesuatu dengan melihat ekspresi yang dimiliki oleh Lang Qian Qiu saat ini dan kemudian dia berkata dengan tergesa-gesa, “Qi Rong, berhentilah berbicara jika kamu menghargai hidupmu sendiri!”

Xie Lian selalu memperlakukan orang lain dengan hormat, namun Qi Rong adalah seseorang yang tidak bisa dihadapi secara normal; dia tahu ini, jadi setiap kali dia menghadapinya, Xie Lian tidak mau bersikap sopan sama sekali, dan tanpa sadar dirinya menjadi lebih kasar.

Lang Qian Qiu menyeret tubuh bagian atas Qi Rong dan kemudian berjalan mendekat ke arah kuali raksasa yang mendidih sebelumnya. “Apakah kamu biasanya menggunakan kuali ini untuk memasak manusia?”

Setelah diseret, bangkai berdarah Qi Rong menarik jejak darah tebal di tanah, “Ya, lalu?”

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Lang Qian Qiu melepaskan cengkeramannya.

“AAAAAAHHHH HAHAHAHAHA—-“

Sulit untuk membedakan apakah saat itu Qi Rong menjerit atau tertawa, dan saat dia jatuh ke dalam kuali itu, dagingnya langsung terbakar dan direbus menjadi bubur. Xie Lian tidak mengharapkan semua peristiwa ini; pupil matanya menyusut dan dia berteriak, “QIAN QIU!”

Lang Qian Qiu menanggapinya dengan tajam, “Apa? Berapa banyak orang yang sudah dimakan oleh Hantu Hijau Qi Rong? Apakah kita tidak bisa mengajarinya bagaimana rasanya dimasak? Dia adalah musuh yang membunuh semua anggota klanku, apakah aku tidak diizinkan membuatnya menderita???”

Tentu saja dia boleh. Jadi, Xie Lian tidak bisa mengatakan apa pun lagi, dan dia juga tidak punya hak untuk mengatakan apa-apa. Namun, tidak peduli apakah dia bertindak sebagai Putra Mahkota dari kerajaan fana, atau dewa bela diri surga dari timur, Lang Qian Qiu belum pernah melakukan hal seperti ini. Dia selalu terus terang dalam perkelahian dan tidak pernah menggunakan kekejaman apa pun. Tindakan Lang Qian Qiu ini jauh dari yang diperkirakan oleh Xie Lian.

Setelah dilemparkan ke dalam air mendidih, setelah beberapa saat tangan Lang Qian Qiu kembali menangkap tubuh Qi Rong, tubuhnya tidak lagi mempertahankan bentuk manusianya, dan sebaliknya dia berubah menyerupai gumpalan kulit dan daging yang meleleh, tulang-tulangnya tampak menyembul di beberapa area, begitu menakutkan untuk dilihat. Namun dia tampak cukup senang dan masih tertawa terbahak-bahak, “Selamat, sepupuku! Lihatlah muridmu yang baik ini! Sayapnya telah mengeras! Dia begitu kejam dan sekarang dia tahu bagaimana cara untuk menyiksa seseorang!”

Lang Qian Qiu melepaskan cengkeramannya lagi, dan Qi Rong sekali lagi tenggelam ke dalam kuali bergelembung ini. Kali ini ketika dia dijatuhkan, sepertinya tulang-tulangnya kembali dilarutkan oleh cairan mendidih itu. Qi Rong tidak lagi mengambang dalam kuali itu, dan yang terlihat hanyalah sisa-sisa dari beberapa kain hijau yang muncul di permukaan. Setelah beberapa saat, mereka masih belum melihat bayangannya, Xie Lian tidak bisa melakukan apa pun tetapi kemudian memanggilnya, “Qi Rong!”

Sepupunya yang lebih muda, yang pada suatu waktu tidak bisa diam tentang sepupunya yang menjadi Putra Mahkota, telah mengidolakannya dan memujinya atas semua hal yang telah dia lakukan. Namun, setelah kejatuhan Xian Le, dia telah berubah menjadi orang gila sepenuhnya. Dia memimpin pembakaran kuilnya, menodai istananya, dan menugaskan semua orang untuk membuat patung Putra Mahkota berlutut di mana-mana, membuatnya sebagai ambang pintu. Untuk membuat Xie Lian menderita, dia bisa melakukan apa saja. Xie Lian telah melakukan yang terbaik untuk bertahan dengan perilaku itu, dan jika tindakan Qi Rong itu melibatkan orang lain, dia akan melakukan yang terbaik untuk menghalanginya; sampai akhirnya ketika dia tidak bisa lagi mentolerir perbuatannya, dia hanya bisa menjauh dan menghilang dari pandangan sepupunya, keluar dari pikirannya.

Setelah itu, mereka kehilangan kontak selama bertahun-tahun, dan Xie Lian mengira Qi Rong telah meninggal. Siapa yang tahu bahwa setelah sekian lama dia tiba-tiba akan bertemu dengan sosok masa lalu dan melihat wajah yang begitu menyerupai wajahnya. Dia benar-benar tidak tahu apakah ada perasaan nostalgia atau penyesalan. Bagaimanapun, satu-satunya yang tersisa dari rumah kerajaan Xian Le adalah mereka berdua. Tapi mereka bahkan belum pernah bertemu selama itu sebelum kematiannya sendiri sebelum kematian Qi Rong, dan dia bahkan dibunuh dengan kejam oleh Lang Qian Qiu yang bahkan tidak bisa menggunakan tongkat kayu untuk menghukum. Begitu banyak yang terjadi dalam waktu yang begitu singkat, Xie Lian bahkan belum menyortir pikiran di kepalanya, hatinya begitu berantakan. Lang Qian Qiu berdiri di sebelah kuali itu dengan kepala menunduk, tidak berbicara. Saat itu, Hua Cheng terdengar berbicara, “Dia tidak mati.”

Lang Qian Qiu mengangkat kepalanya untuk menatapnya. Hua Cheng melanjutkan, “Kamu tidak berpikir bahwa ini benar-benar balas dendam bukan? Kamu hanya membunuh satu dari banyak klon miliknya. Jika kamu ingin membasmi dia sepenuhnya, kamu perlu menemukan abunya.”

“Terima kasih telah mengingatkanku,” kata Lan Qian Qiu dengan nada yang begitu dingin, “Aku pasti akan menangkapnya dengan tanganku sendiri dan menggunakan abunya untuk memberikan penghormatan kepada ayah dan ibuku yang terhormat. Ketika itu terjadi, aku akan datang dan mengikat semuanya denganmu. Kepala Pendeta, jangan berani-berani untuk melarikan diri!”

Saat dia mengakhiri kata-katanya, dia mencengkeram pedang panjangnya dan memukul, memotong kuali itu, dan kemudian berbalik dengan tiba-tiba untuk pergi. Air mendidih yang ada di dalam kuali itu dengan seketika tumpah, dan cairan itu tampak diisi dengan potongan-potongan tulang yang dituangkan dan berceceran di tanah. Xie Lian ingin mengejarnya, tetapi dia tahu itu tidak akan berguna.

Xie Lian hendak melangkah dan kemudian berhenti, berdiri mematung pada tempatnya saat ini, tidak bisa berbicara. Hua Cheng mendekatinya, “Dia baru saja menemukan dan mengetahui kebenarannya, jadi lebih baik untuk membiarkannya sendirian dan menenangkan diri.”

Xie Lian tercengang, “Mengapa dia harus tahu kebenarannya? Apakah kebenaran itu adalah sesuatu yang penting?”

“Sangat penting.” Hua Cheng menjawab, “Dia perlu tahu apa yang sebenarnya telah dilakukan olehmu dan apa yang tidak kamu lakukan, dan mengapa kamu harus melakukan apa yang telah kamu lakukan itu.”

Xie Lian berbalik dan berkata dengan nada dingin, “Apa gunanya mengetahui segalanya dengan sangat jelas? Akankah aku berubah menjadi tidak bersalah jika aku hanya membunuh lebih sedikit orang? Apakah semuanya akan menjadi lebih ringan??”

Hua Cheng tidak menanggapinya. Semburan kemarahan bergulir dari dada Xie Lian, dan dia bahkan tidak tahu kepada siapa dia harus marah. Dia berkata, “Dan kesulitan apa yang telah aku alami? Yang Mulia Raja ayahnya selalu ingin mengintegrasikan kedua klan itu, bukankah aku membunuhnya? Pangeran An Le adalah keturunan terakhir dalam garis keturunan keluargaku, bukankah aku membunuhnya? Tidak peduli apakah itu semua salahku, jadi jika semua kesalahan itu ditujukan kepadaku, apa yang salah dengan itu? Apa yang harus ditakuti? Apa pun yang datang padaku, aku toh tidak bisa mati! Aku melakukan semua ini. Aku membawa kemalangan. Dan sekarang aku membawa kesalahan itu kepada Pangeran An Le, kepada Qi Rong, dan kepada semua orang di Xian Le. Tidakkah lebih baik membenci seseorang daripada harus membenci semua orang? Haruskah dia berpikir bahwa semua yang aku ajarkan kepadanya adalah palsu, dan tidak lebih dari sebuah omong kosong???”

Hua Cheng mengawasinya dengan tenang dan tidak membantah. Keduanya menatap satu sama lain, dan tiba-tiba Xie Lian menutupi wajahnya dengan tangannya, “Maaf. Maafkan aku, San Lang. Aku sudah gila. Maafkan aku.”

“Tidak apa-apa. Ini salahku.” kata Hua Cheng.

“Tidak, kamu tidak bersalah. Semua ini adalah masalahku.” Xie Lian terjatuh ke tanah dan duduk, dia tampak memegang kepalanya, “Benar-benar berantakan. Benar-benar kekacauan yang mengerikan.”

Setelah beberapa saat, Hua Cheng duduk di sebelahnya, “Kamu tidak salah.”

Xie Lian memegang kepalanya dan tidak berkata apa-apa. Hua Cheng melanjutkan, “Raja Yong An dibunuh untuk melindungi orang-orang yang tersisa di Xian Le. Pangeran An Le dibunuh untuk mencegah dua klan itu dari pertempuran. Pada akhirnya, untuk mati di tangan Lang Qian Qiu, si pembunuh sudah menghadapi dan mendapatkan keadilannya. Tiga nyawa itu sudah ditukarkan dengan kedamaian yang terjadi selama berabad-abad kemudian, itu sangat berharga. Jika itu adalah aku, aku akan melakukan hal yang sama. Dengarkan aku.”

Suaranya terdengar tegas tanpa adanya ruang keraguan di sana. “Kamu tidak salah. Tidak ada yang bisa melakukannya lebih baik daripada kamu.”

Xie Lian terdiam. Setelah beberapa saat akhirnya dia berkata, “Aku hanya berpikir semua itu tidak benar.”

Dia perlahan mengangkat wajahnya, “Aku hanya berpikir semua itu tidak tepat bagi seseorang untuk bersikap baik tetapi menerima akhir yang buruk.”

”Bahkan jika itu hanyalah kepalsuan, aku ingin Qian Qiu ingat bahwa kebajikannya kepada Xian Le akan dibalas. Melakukan hal yang benar akan membuka jalan tanpa akhir. Tidak seperti sekarang, di mana dia berpikir semua yang aku katakan kepadanya, semua yang dia percayai, semuanya salah, dusta, penipuan. Itu semua omong kosong! Aku hanya…”

Dia mengangkat tangan kanannya, dan berkata sambil menatap telapak tangannya sendiri, “…Aku tidak ingin melihat siapa pun melewati apa yang telah aku lalui.”

Hua Cheng mendengarkan diam-diam. Xie Lian merasa sadar diri tentang kata-kata tidak sopan yang digunakannya dan meminta maaf lagi, “Maaf. Tapi lihatlah betapa hal-hal begitu konyol terjadi di dunia ini. Beberapa generasi pertama pemerintahan Yong An dipenuhi dengan kekerasan dan kekejaman, tetapi tidak ada yang mati dalam tragedi itu. Ketika sampai pada pemerintahan orangtua Lang Qian Qiu, yang mereka inginkan hanyalah melakukan kebaikan, melakukan sesuatu yang hebat, tetapi mereka berakhir seperti akhir yang sudah mereka dapatkan.”

Raja Yong An begitu menghormatinya sebagai Kepala Pendeta, dan memperlakukannya dengan sangat terhormat. Bahkan di akhir hidupnya, dia meninggal tanpa ada tanda-tanda hilangnya kepercayaan itu padanya. Mata Xie Lian melihat jauh ke depan tetapi arah pandangannya sama sekali tidak fokus dan berbisik, “Aku benar-benar tidak bisa melupakan… raut wajahnya ketika pedangku menembus tubuhnya.”

Hua Cheng berkata dengan lembut, “Lupakan saja. Itu adalah kesalahan Qi Rong dan Pangeran An Le.”

Xie Lian menggelengkan kepalanya, dan menguburnya di antara lututnya, suaranya terdengar begitu lelah, “…Dan juga semuanya baik-baik saja sekarang.”

Ketika ayah Lang Qian Qiu pertama kali naik tahta, aturan pertamanya adalah menghancurkan budaya menindas terhadap rakyat Xian Le. Orang-orang Xian Le dan orang-orang dari Yong An akhirnya mengalami kedamaian di antara satu sama lain untuk pertama kalinya; pada akhirnya ada hembusan angin perubahan saat itu, pada akhirnya ada tanda untuk menyatukan mereka, pada akhirnya ada harapan untuk meninggalkan konflik, dan kemudian Pangeran An Le memilih untuk membanjiri Perjamuan Berlapis Emas dengan darah.

Malam itu ketika dia melarikan diri dan menemukan Pangeran An Le, dia pada awalnya berniat memperingatkannya untuk tidak pernah menimbulkan masalah lagi. Namun, setelah keturunan terakhir dari rumah kerajaannya itu menemukan identitas aslinya, dia kemudian meraihnya, dan memintanya untuk bergabung dengan rencana besar pembalasan dan pemulihan kerajaan mereka. Matanya tampak merah karena gairah, suaranya begitu tinggi karena kegembiraan; dia pertama kali bersumpah untuk menumpahkan darah di Perjamuan Berlapis Emas, kemudian memusnahkan Lang Qian Qiu, dan menyebabkan kekacauan di Yong An. Mereka akan melakukan ini bahkan dengan biaya menghancurkan persahabatan yang tumbuh di antara kedua bangsa itu; dengan mengorbankan semua nyawa yang tersisa dari Xian Le; dengan biaya menyeret semua Yong An, para bangsawan dan semua rakyatnya, ke kedalaman neraka.

Tetapi pada akhirnya, apa yang terbunuh memang sudah ditakdirkan terbunuh, apa yang dibantai memang sudah ditakdirkan untuk dibantai. Betapa pun alasannya, betapa pun kuatnya alasannya, kebenarannya adalah dia sudah membunuh dengan tangannya sendiri seorang raja terhormat yang benar-benar ingin menghapus diskriminasi itu, dan keturunan darah terakhir dari keluarganya sendiri di dunia ini.

Jadi, dia pantas untuk menerima semua kesalahan itu.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Footnotes

  1. An Le ( 安樂): [安] berarti ‘aman’, ‘damai’, ‘untuk menetap’; [樂] berarti ‘kebahagiaan’, ‘sukacita’ – Qi Rong membedah kata-katanya sendiri dan mengambil artinya sendiri dari kata-kata itu.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments