Penerjemah: Jeffery Liu


Namun, ketika separuh topeng lainnya jatuh dan seluruh wajah Qi Rong terungkap, menjadi jelas bahwa dia tidak begitu mirip dengan Xie Lian. Bentuk hidung dan bibir mereka memang tampak mirip, tetapi alis dan mata mereka sangat berbeda. Mata Xie Lian terlihat begitu tenang dan damai. Alis milik Qi Rong sendiri terlihat tinggi dan tajam, matanya juga jauh lebih kecil dan miring. Dia tentu saja masih seorang pemuda yang tampan, tetapi siapa pun dapat melihat hanya dari wajahnya bahwa orang-orang akan memilih untuk tidak berurusan dengannya. Setelah dipukuli hingga menjadi seperti bubur berdarah, dia akhirnya bisa menyipitkan matanya, dan dengan kabur melihat orang yang meraihnya kini telah berubah wujud, dan dia melihat bahwa orang itu tampak berpakaian merah. Qi Rong belum pernah melihat wajah asli Hua Cheng, tetapi saat dia melihat jubah merah itu dia terkejut dan semakin geram, “Kamu. KAMU!”

Hua Cheng telah berubah kembali menjadi bentuk sejatinya. “Kamu belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana cara Pangeran An Le mati?”

Karena pandangan kedua mata itu tampak begitu menakutkan, Xie Lian bergegas maju dan berteriak, “San Lang!”

Para manusia dan Iblis yang sebelumnya ada di sana kini mereka semua telah meninggalkan gua itu, dan Xie Lian kemudian berlari ke sisinya, “Apakah kamu baik-baik saja? Jangan marah, tolong jangan marah, semuanya baik-baik saja. Tenanglah, semuanya baik-baik saja… “

Dia dengan lembut mengusap pundak Hua Cheng beberapa kali, dan suaranya terdengar begitu lembut. Ketika Xie Lian masih muda, setiap kali dia marah atau kesal, orang tuanya akan selalu membelai punggungnya seperti ini, dan menghiburnya dengan suara lembut mereka, dan dengan demikian dia menggunakan metode yang sama pada Hua Cheng. Ternyata itu cukup efektif; matanya tampak bergolak sebelumnya, tetapi setelah ditenangkan oleh Xie Lian seperti itu, bibirnya bergetar sesaat, dan perlahan menjadi kembali tenang, matanya kembali bersih.

Melihat ini, Xie Lian menghela napas lega. Tapi tiba-tiba, bahkan sebelum dia selesai bernapas, Hua Cheng dengan cepat mengulurkan tangannya dan juga dengan lembut menepuk pundaknya sekali.

Tepukan ini dengan seketika langsung membekukan tubuh Xie Lian dan membuat tubuhnya tidak bisa bergerak dari tempat dia berdiri.

Dia belum mempersiapkan apa pun jika Hua Cheng berniat melakukan apa pun padanya, itulah sebabnya perlakuannya sebelumnya dilakukan dengan begitu mudah. Dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Hua Cheng, tetapi dia sama sekali tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri, dan dia lebih mengkhawatirkan Hua Cheng, takut bahwa dia akan kehilangan kendali lagi seperti sebelumnya. Dia berniat untuk membuka mulutnya untuk bertanya, ketika dia menyadari bahwa tidak hanya dia tidak bisa bergerak, dia juga tidak bisa berbicara, dan merasa dia mungkin telah berada dalam situasi yang agak sulit.

Qi Rong mungkin lemah dalam perkelahian tinju, tapi mulutnya tentu saja keras dan tajam, dan kemudian dia mulai memaki dengan tubuhnya yang masih berlumuran darah, “Dasar ular bermata satu yang gila! Apa aku membuatmu kesal saat aku hanya makan di rumahku sendiri?!”

Hua Cheng tersenyum, lalu membanting kepalanya ke tanah sekali lagi sebelum mengambilnya, “Bagaimana Pangeran An Le mati?”

“Apa-apaan ini! Memangnya semua itu ada hubungannya denganmu…” Qi Rong berteriak, dan Hua Cheng mulai memukulnya lagi, “Bagaimana Pangeran An Le mati?”

Ini terus berulang untuk beberapa saat, dan Hua Cheng tetap memasang sebuah senyuman yang begitu dingin, memukul dan menghantamkan kepalanya seperti bola, dengan keras memukulnya lebih dari sepuluh kali. Meskipun pukulan itu begitu keras, Qi Rong tidak bisa mati, dan karena dia tidak bisa mati, rasa sakit itu tidak tertahankan. Bahkan tengkorak yang terbuat dari baja tidak tahan dengan siksaan semacam ini, dan Qi Rong akhirnya mengubah sedikit nada bicaranya, “Jika kamu memiliki begitu banyak waktu luang mengapa kamu tidak pergi untuk membaca buku sejarah saja sialan?”

Hua Cheng tertawa dingin, “Jika buku-buku sejarah itu mencatat dan menuliskan kebenaran di sana, mengapa aku harus datang dan bertanya kepada sampah tidak berguna sepertimu??” Dia mengangkat tangannya lagi, dan Qi Rong berteriak, “LANG QIAN QIU! DIA DIBUNUH OLEH LANG QIAN QIU!!!”

Boneka daruma yang masih berada di lengan Xie Lian tersentak, dan mulai gemetaran dengan begitu kuat.

Boneka itu bergetar terlalu keras dan Xie Lian tidak bisa bergerak untuk menahannya, jadi dia hanya bisa menyaksikan boneka daruma Lang Qian Qiu menggelinding dan kemudian terjatuh ke tanah, boneka itu tampak berputar beberapa kali. Hua Cheng tidak menoleh untuk menatap boneka itu, tapi dia kemudian membatalkan mantra miliknya terhadap boneka. Semburan asap merah memenuhi gua itu dan kemudian Lang Qian Qiu tampak melompat dari dalam asap itu.

Dia adalah seorang bangsawan, begitu tinggi dan perkasa, dan tidak pernah diperlakukan seperti itu seumur hidupnya. Dia menunjuk ke arah Qi Rong dengan marah, “Bagaimana kamu bisa menghinaku seperti ini dan mencoreng namaku! An Le dan aku berteman! Siapa yang kamu katakan sudah membunuhnya?!”

Qi Rong juga tampak terkejut ketika melihat Lang Qian Qiu melompat keluar dari gumpalan asap merah itu, “Kau Lang Qian Qiu? Kenapa kau juga ada di sini?!”

Lang Qian Qiu sendiri tidak mengerti mengapa dia dibawa ke sarang Hantu Hijau Qi Rong ini, tetapi dia masih tampak begitu marah dengan tuduhan yang ditujukan padanya oleh Qi Rong sebelumnya, dan merasa terdorong untuk membereskan semua itu, “Pangeran An Le meninggal karena sakit, jadi mengapa kamu begitu beraninya menuduhku membunuhnya tiba-tiba seperti itu?!”

Hua Cheng menatap dan masih menyaksikan kejadian itu dengan tatapan yang begitu dingin tetapi dia tampak berhenti memukul dan menghantamkan kepala Qi Rong seperti bola, yang membuat Qi Rong kini ditarik ke dalam perkelahian itu, “Meninggal karena penyakit sialan macam apa, hanya kamu yang akan percaya semua itu. Dia meninggal dengan segera setelah Perjamuan Berlapis Emas, jadi dia pasti sudah banyak dibunuh olehmu! Jika bukan kamu, maka keparat-keparat tua sialan itu yang sudah membunuhnya.”

Air muka wajahnya tampak berubah dan dia memuntahkan sampah; wajah Lang Qian Qiu semakin suram, “Tidak heran jika semua orang mengatakan bahwa Hantu Hijau Qi Rong begitu rendah dan kasar. Sekarang setelah aku bertemu denganmu, aku sudah mengerti dan tahu bahwa kamu begitu kasar dan tidak sopan seperti ini.”

Komentar spontan dari Lang Qian Qiu begitu menusuk Qi Rong tepat di tempat yang menyakitkan. Setelah menjadi begitu terkenal, selama ratusan tahun, semua orang, baik di surga maupun di neraka mengejeknya karena ketidaksopanan dan sikapnya yang begitu kasar, dan dia membencinya. Wajahnya langsung berubah, “Aku mungkin kasar dan tidak sopan tapi masih jauh lebih baik daripada ketidaktahuanmu. Teman ini, teman itu, hubungan damai macam apa. Xian Le dan Yong An bisa berteman? Hidup berdampingan dengan damai? Kau palsu dan pembohong seperti orang tuamu yang menyebalkan itu, menjijikkan!”

Mendengar Qi Rong menghina orang tuanya, Lang Qian Qiu sangat marah, “Diam! Orang tuaku yang terhormat begitu jujur dan tulus, mereka tidak palsu dan bukan pembohong! Aku tidak akan membiarkanmu meludahi nama mereka!”

Qi Rong meludah, “Kalian semua tidak lebih dari keturunan beberapa pemberontak, yang memberimu hak sialan! Ketulusan macam apa dengan menyumbangkan sertifikat dan tanah kepada kami, orang-orang di Xian Le? Tak tahu malu! Kamu merampok apa yang jadi milik kami, lalu mengembalikannya seperti hadiah? Semua yang kamu miliki adalah milik Xian Le!”

Lang Qian Qiu tidak terampil dalam berdebat, dan ketika mendengarnya dia benar-benar membeku dan tergagap, “Kamu! Kamu—“

Qi Rong melihat bagaimana dia tergagap dan merasakan kepuasan dalam dirinya, dan kemudian dia memutuskan untuk memperburuk itu semua. Dia tertawa, “Bahkan jika kalian membunuh An Le, itu adalah kematian yang menguntungkan. Xian Le kehilangan satu, tetapi Yong An membayar seluruhnya dengan peristiwa yang terjadi pada Perjamuan Berlapis Emas. Sayang sekali kami tidak bisa membunuhmu juga, dan membuat kalian semua merasakan bagaimana rasanya mengakhiri seluruh garis keturunan yang kalian miliki!”

Mendengar ini, Lang Qian Qiu tampak bingung, “…Apa yang kamu katakan?”

Xie Lian dari dalam hatinya mengutuk.

Dia sangat ingin menampar Qi Rong dan menghantamkannya ke tanah seperti yang dilakukan Hua Cheng, dan membungkamnya. Tetapi dengan mantra membatu ini, dia tidak bisa menggerakkan satu otot pun.

“Apa maksudmu kamu tidak bisa membunuhku juga?”

Qi Rong hanya ingin membalas dendam pada komentar ‘vulgar’ sebelumnya, dan kemudian kembali membual, “Sungguh, memang benar buah tidak jatuh jauh dari pohonnya; kebodohan tuanku membentang ratusan tahun, mataku telah terbuka! Pikirkanlah, kami, Xian Le benar-benar muak denganmu Yong An; siapa pun yang tidak membencimu tidak layak disebut warga kerajaan Xian Le! Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa keturunan kerajaan Xian Le akan ramah dengan para bangsawan Yong An? Semua itu dilakukan untuk menyusup melewati para penjagamu, dan membuatnya mudah untuk merencanakan segalanya, dan kami berhasil menghancurkan jamuan ulang tahunmu dan mengotorinya dengan darah!”

Xie Lian berjuang untuk membebaskan diri, dan Lang Qian Qiu tampak membeku di tempatnya. Setelah beberapa saat, dia tergagap, “…Pangeran An Le, dan Kepala Pendeta, berada di pihak yang sama?”

Lang Qian Qiu dipenuhi dengan kesedihan, berpikir bahwa guru dan temannya yang tercinta telah bersekongkol untuk melawannya bersama, namun, sebaliknya, Qi Rong berkata, “Kepala Pendeta? Kepala Pendeta Iblis jahat Fang Xin? Siapa yang ada di pihak yang sama dengannya?”

Ketika Lang Qian Qiu mendengar pertanyaan itu, dia tampak bingung, “Kamu… kamu membuat Perjamuan Berlapis Emas kami menjadi berlumuran darah, tetapi bukankah yang melakukan semua itu adalah Kepala Pendeta? Apakah mereka berdua tidak berada di pihak yang sama? Aku…” Dia benar-benar bingung.

“Siapa yang tahu dari mana kultivator iblis itu berasal,” jawab Qi Rong, “Yang kami lakukan tidak ada hubungannya dengan dia! Dengar, Lang Qian Qiu: darah yang tumpah di Perjamuan Berlapis Eman Yong An milikmu, semuanya dilakukan oleh orang-orang Xian Le! An Le sudah merencanakan untuk membunuh setiap darah pemberontak sialan di perjamuan itu, tetapi Kepala Pendeta anehmu tiba-tiba ikut campur. An Le berpikir rencananya gagal dan berlari menemuiku untuk meminta bantuan, bertanya padaku apa yang harus dia lakukan jika dia ditemukan, tetapi siapa yang tahu pada malam itu telah diumumkan bahwa yang membunuh semua bangsawan Yong An pada perjamuan itu semuanya adalah Kepala Pendeta, dan dia kemudian berubah menjadi buronan di seluruh kerajaan.”

Lang Qian Qiu butuh beberapa saat untuk memproses informasi itu. “Jika itu masalahnya, mengapa kamu tidak mengatakannya??”

Qi Rong mendecakkan lidahnya, “Apakah kamu benar-benar bodoh?? Mengapa aku harus mengatakan semua itu? Apakah ada yang salah jika seseorang disalahkan? Bisakah kamu membuatku naik dan mengubah kedudukanku menjadi ‘Golongan Tertinggi’ hanya dengan kebohongan ini?” Qi Rong semakin menikmati semua ini semakin banyak dia berbicara, “Yoooo, aku mengerti. Kamu tidak bisa mempercayainya, bukan? Aku mendengarmu sudah menyegel Master-mu sendiri di dalam peti mati, HAHAHAHAHAHAHAH, benar-benar idiot! Kamu membunuh orang yang salah!”

Mendengar tawa keji dan hangat itu, Xie Lian menutup matanya, dan mengelurkan kutukan sekali lagi.

Lang Qian Qiu tampak gemetar karena marah, “…KAU SALAH!” Dia kemudian berbalik dengan bugar, dan berteriak ke arah Xie Lian, “Jika itu benar, bahkan jika dia tidak mengatakan apa pun, mengapa kamu juga tidak mengatakannya?!”

Qi Rong meludahkan giginya yang patah. “Dan siapa itu? Apa, apa kalian semua berada di sini untuk mengadakan pesta bercinta di dalam guaku???”

Semua orang mengabaikannya. Lang Qian Qiu tampak masih menuntut sebuah jawaban, “Jika kamu tidak melakukannya, jika kamu tidak membunuh, lalu mengapa kamu mengakui semua kesalahan yang bahkan tidak kamu lakukan???”

Saat itu, tubuh Xie Lian menjadi sedikit longgar.

Hua Cheng telah membatalkan mantra membatu terhadap Xie Lian. Namun, mungkin itu sudah terlambat. Lang Qian Qiu sedang menunggu jawabannya, dan Xie Lian tampak berdiri dengan perlahan, sedikit melemaskan pergelangan tangan dan persendiannya. Setelah jeda yang cukup lama itu, Xie Lian mengucapkan kata-kata, “Omong kosong.”

Lang Qian Qiu sepenuhnya mengharapkannya untuk mengatakan “Itu benar, seperti yang dia katakan”. Namun, kata-kata yang diucapkan Xie Lian benar-benar mencabut rasa bersalahnya sendiri dari apa yang sudah diceritakan oleh Qi Rong.

Qi Rong tampak kesal. “Omong kosong?! Kata siapa?”

“Kataku.” Jawab Xie Lian.

Dia memandang rendah Qi Rong dan berkata, “Semua kata-kata yang hampa dan kosong itu, bukti apa yang kamu miliki dengan mengatakan bahwa orang-orang yang menumpahkan darah di Perjamuan Berlapis Emas adalah keturunan Xian Le?”

Qi Rong merasa geli, “Semua yang tewas sudah mati, jadi buktinya apa? Selain itu, sudah ratusan tahun. Bukti macam apa yang tersisa?”

“Itulah sebabnya aku mengatakan bahwa ini omong kosong.” Xie Lian menjawab, “Xian Le dan Yong An adalah dinasti di masa lalu, kedua kerajaan itu sudah lama hilang oleh waktu. Apakah ada gunanya kamu membangkitkan kembali semua masalah ini yang tidak lebih dari potongan-potongan sejarah?”

Nada suaranya terdengar begitu mengejutkan Qi Rong, dan dia tampak seperti sedang mengingat sesuatu, menyipitkan matanya. Xie Lian menoleh ke arah Lang Qian Qiu dan berkata dengan tenang, “Aku membunuh ayahmu; Kamu sudah melihatnya dengan mata kepalamu sendiri. Semua itu terjadi beberapa saat segera setelah pembuangan keduaku. aku dipenuhi dengan perasaan frustrasi dan menimbulkan sebuah kesalahan besar. Semua itu salahku. Tidak perlu menyeret orang lain bersamaku. Pria itu penuh dengan tipu daya; menyeret nama Pangeran An Le melalui lumpur hanyalah untuk membalaskan dendam atas komentarmu tentang kekasarannya.”

Jika ada pengamat yang mendengarkan percakapan ini, mereka akan menganggapnya lucu. Perjuangan untuk mendapatkan gelar sebagai pelaku sesungguhnya dari kasus pembunuhan; orang akan berpikir bahwa pertumpahan darah di Perjamuan Berlapis Emas adalah semacam perbuatan mulia. Lang Qian Qiu tampak masih dipenuhi dengan kekacauan dan kebingungan. Dia memegang kepalanya dan berpikir lama sebelum berbicara, “Itu benar… itu adalah kamu, dan bukan orang lain.”

Dia telah melihat dengan matanya sendiri. Malam itu, dia berlari ke dalam Istana Emas dengan penuh semangat, hanya untuk melihat bahwa Kepala Pendeta yang pada saat itu berpakaian hitam mengeluarkan pedang tipis panjang dari dada ayahnya, darah tampak berceceran di mana-mana. Dan pada saat itu, ayahnya, Raja Yong An telah mengulurkan tangannya ke arahnya, masih bernapas. Pada saat dirinya mulai bergegas berlari menuju ke arah tubuh kedua orang tuanya, tangan itu terjatuh lemas.

Saat itu, Qi Rong yang sedang berbaring di tanah tiba-tiba berkata, “Putra Mahkota sepupu, kaukah itu?”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments