Penerjemah: Jeffery Liu, naza_ye


Hanya ada celah kecil di antara tirai merah itu, tetapi dari posisinya, Xie Lian adalah satu-satunya yang bisa melihat siapakah orang yang berada di belakang tirai itu karena dia telah menghalangi penglihatan semua orang yang berada di dalam aula Rumah Judi, mereka tidak bisa melihat apa-apa. Bukan berarti mereka akan berani mengintip. Mata kiri itu masih tetap menatap dan memperhatikan Xie Lian, dan Xie Lian membalas tatapannya, tanpa sadar tertarik padanya.

Penampilan Hua Cheng kali ini tampaknya tidak hanya terlihat beberapa tahun lebih tua, tetapi dia juga tampak lebih tinggi. Sebelumnya, ketika Xie Lian menatapnya, dia masih bisa mempertahankan tingkat kontak mata yang sama, tetapi sekarang, dia harus meregangkan lehernya untuk melihat ke atas.

Setelah saling menatap selama beberapa saat, Hua Cheng akhirnya memecah kesunyian.

Suaranya terdengar lebih dalam dari sebelumnya, “Apakah kamu ingin bertaruh pada nilai dadu yang tertinggi atau yang terendah?”

Suara yang di dengar Xie Lian itu adalah jenis suara yang dalam, suara yang begitu menyenangkan telinga siapa pun yang mendengarnya termasuk Xie Lian sendiri, suara yang telah menarik kembali Xie Lian menuju kenyataan tempatnya berada saat ini. Apakah itu bertaruh pada angka tertinggi atau terendah, tidak ada bedanya. Jadi dia langsung menjawab, “Tertinggi.”

Hua Cheng menjawab, “Baik. Kalau begitu aku akan melakukannya lebih dulu.”

Tangan kiri Xie Lian menopang dasar cangkir judi berwarna hitam. Tangan kanannya menutupi tutup yang melingkari cangkir itu. Hua Cheng berdiri di depannya, dengan tangan kanannya memegang tangan kiri Xie Lian, dia membimbingnya untuk mengguncang cangkir itu dengan ringan sebelum mengangkat tutupnya. Ada dua dadu di bagian bawah cangkir itu, masing-masing bernilai enam dan lima.

Dari apa yang mampu dilihatnya dari atas, Lang Qian Qiu dengan pandangannya yang seperti mata elang itu melihat betapa mudahnya putaran dua dadu yang dilakukan sosok itu menunjukkan nilai yang begitu tinggi dan matanya melebar seketika, “Bagaimana itu bisa terjadi??”

Hua Cheng dengan lembut menggeser tangannya dan memberi isyarat kepada Xie Lian untuk mencobanya lagi, “Kocok seperti ini. Sekarang kamu bisa mencobanya sendiri.”

Xie Lian menirukan persis seperti apa yang dilakukan pemuda itu sebelumnya dan mengguncang cangkir itu dua kali, tetapi Hua Cheng kemudian berkata, “Bukan seperti itu.”

Meskipun dia menegur Xie Lian saat itu, nadanya terdengar sangat lembut dan sabar. Saat dia menjelaskannya, tangan milik Hua Cheng kembali menopang tangan milik Xie Lian, tapi kali ini, tangan kirinya memegang tangan kanan Xie Lian, yang saat itu dia gunakan untuk menutupi tutup dari cangkir judi. Dia menginstruksikan dengan suara yang begitu lembut, “seperti ini.”

Dan seperti itu, punggung tangan Xie Lian kini telah diselimuti oleh telapak tangan Hua Cheng.

Ketika kulit itu menyentuh kulit yang lain, tangan Hua Cheng terasa begitu seperti giok. Vambraces perak yang begitu indah yang dikenakan Hua Cheng itu terasa sedingin es, namun, gerakan Hua Cheng yang saat itu membimbingnya begitu berhati-hati, dan tidak pernah membiarkan mereka bersentuhan dengan kulit Xie Lian. Tangannya membimbing tangan Xie Lian dan mengguncang cangkir judi yang terbuat dari kayu berwarna hitam itu dalam irama yang tidak tergesa-gesa maupun lambat.

Sekali. Dua kali. Tiga kali.

Klak, klak, klak.

Suara dua dadu yang saling bertabrakan satu sama lain ketika mereka memantul di dalam cangkir itu terdengar begitu renyah. Meskipun getarannya terasa begitu lembut, Xie Lian bisa merasakan gelombang kebas dari punggung tangannya, mengalir di sepanjang lengannya, menyebar ke seluruh tubuhnya.

Saat dia tampak begitu gemetar, Xie Lian mengangkat matanya sedikit untuk mengintip pemuda itu dan menyadari bahwa Hua Cheng sama sekali tidak melihat di mana cangkir judi itu berada. Sebagai gantinya, tatapan mata Hua Cheng masih mengawasinya dan masih memaku pandangannya hanya pada dirinya dengan penuh perhatian dan dengan sudut mulutnya yang tampak melengkung. Xie Lian tidak bisa menahan senyum manis padanya, tetapi segera mengendalikan dirinya ketika dia mengingat kerumunan hantu dan iblis yang masih mengawasi mereka dari atas dan bawah. Dia menunduk dan dengan seksama mempelajari gerakan yang ditunjukkan Hua Cheng padanya. “Bagaimana? Apakah seperti ini?” Dia bertanya.

Hua Cheng melebarkan senyumnya, “Hm. Benar, seperti itu, teruskanlah.’

Melihat Xie Lian yang masih terus mengguncang dan mengocok cangkir itu beberapa kali lagi dengan penuh harap, dia berkata, “Mengapa kamu tidak melihatnya?”

Xie Lian kemudian mengangkat tutup cangkir itu dan melihat dua buah dadu putih di bawah cangkir. Itu adalah dua angka tiga.

Memutar dadu senilai dua angka tiga sudah bisa dianggap sebagai hal yang mustahil baginya. Seolah-olah embusan angin musim semi yang lembut bertiup melewati hati Xie Lian dan dia berpikir, “Mungkinkah akhirnya aku mempelajari triknya?”

Namun, meskipun apa yang telah dia dapatkan itu begitu mengejutkan, enam poin masih kurang dan bernilai lebih sedikit dari sebelas poin. Dia berdeham dan mengakui, “Maaf, aku kalah.”

Tapi Hua Cheng menjawab, “Jangan khawatir, putaran ini tidak masuk hitungan. Aku mengajarimu saat ini, cobalah lagi.”

Mendengar Hua Cheng mengatakan hal itu, bahkan Lang Qian Qiu dan Shi Qing Xuan tidak mampu mengatakan apa pun. Kerumunan hantu dan Iblis yang masih berada di dalam aula itu menatap apa yang telah terjadi di hadapan mereka dengan mulut ternganga, lalu mereka mulai mengeluh.

“Apa yang terjadi pada tuan? Aku pikir dia akan menunjukkan kepadanya siapa bosnya, tetapi dia akhirnya benar-benar mengajarinya??”

“Bagaimana mungkin putaran ini sama sekali tidak dihitung?? Apakah ini masih pantas disebut sebagai judi?”

“Jika itu tidak masuk hitungan, lalu kapan akan dihitung?”

“Sepertinya tuan benar-benar dalam suasana hati yang baik hari ini…”

Hua Cheng mengangkat alis kirinya dan dengan segera, petugas bandar judi yang berdiri di sampingnya berbisik, “Semuanya tolong tenanglah.”

Dalam sekejap mata, aula Rumah Judi itu telah kembali tenang. Meskipun tidak ada yang berani berbicara, tatapan mereka masih begitu waspada. Hua Cheng terkekeh dan dengan lembut membisikkan kata-kata penyemangat ke telinga Xie Lian, “Mengapa kamu tidak mencoba lagi?”

Mungkin karena ada terlalu banyak hantu, Iblis, dan manusia yang kesemuanya telah dikumpulkan menjadi satu di dalam Rumah Judi itu untuk melihat pertarungan ini sehingga entah bagaimana Xie Lian merasa wajahnya mulai memanas, “Baik.”

Klak, klak, dia kembali mengguncang cangkir itu dua kali. Kali ini, ketika dia membuka penutup cangkir itu dan melihat hasilnya: dadu itu menunjukkan dua angka empat.

Hua Cheng merenung, “Lihat, bukankah kali ini sedikit lebih tinggi dari sebelumnya?”

Meskipun dia merasa ada sesuatu yang tidak beres, Xie Lian masih mengangguk, “Ya… ini sedikit lebih tinggi.”

Hua Cheng mendorongnya untuk kembali mencobanya, “Kamu melakukannya dengan baik. Teruskanlah.”

Dengan pujian lain yang terdengar, terdengar suara cekikikan dari semua arah di dalam aula itu. Dilihat dari suaranya, sepertinya mereka semua berasal dari iblis perempuan. Xie Lian tidak bisa memikirkan mengenai siapa yang mengeluarkan suara itu, dia hanya berpikir mengenai postur manakah yang benar. Pada awalnya, dia memperhatikan dengan seksama ketika dia mempelajari bagaimana Hua Cheng memposisikan tangannya, bagaimana dia mengatur langkahnya, dan bagaimana dia menggenggam cangkir itu, tetapi sekarang dia membiarkan tangan Hua Cheng membimbingnya dan terus mengguncangkan cangkir di tangannya. Sambil mengguncang, sebuah pemikiran datang padanya, “Bagaimana jika San Lang hanya bermain-main denganku…”

Lang Qian Qiu yang telah menonton semua peristiwa itu dari atas mungkin merasakan hal yang sama dan tampak begitu tidak tahan lagi, “Kamu! Berhenti mengguncang cangkir itu. Dia jelas-jelas mempermainkanmu. Tidak ada yang namanya postur tubuh yang benar. Dia pasti mencoba berbuat curang!”

Mendengar suara yang terdengar begitu nyaring dan riuh itu, Shi Qing Xuan menutupi wajahnya kembali karena merasa begitu malu.

Gumaman demi gumanan terdengar semakin keras di antara kerumunan disana, dan hujan dadu terus dilemparkan ke arah Lang Qian Qiu yang masih berada di atas. “Bajingan bodoh, tutup mulutmu!”

“Berisik sekali, kita sudah hampir sampai pada bagian yang paling menarik!”

“Melalui ajaran tuan kami, kultivator itu mampu mendapatkan hasil yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dari setiap dadu yang dia putar. Itu adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa disangkal!”

“Betul! Apa yang kamu tahu?!”

Lang Qian Qiu tampak begitu marah, “Kamu, kamu bahkan bisa mempraktikkannya hanya dengan berbohong melalui gigimu… ahhh!!”

Dia tiba-tiba berhenti sebelum mampu menyelesaikan perkataannya, dan wajahnya tampak begitu memerah. Ternyata, sepasang iblis wanita yang berada di bawahnya secara kasar mulai menarik pinggangnya yang menjuntai dan memarahinya, “Jika kamu terus menyebabkan keributan di sini dan terus mengatakan omong kosong, Jie Jie 1 akan melepaskan celanamu!”

Lang Qian Qiu sekali pun tidak pernah diancam seperti ini sebelumnya, dan amarahnya pun kembali memuncak dan membuatnya tidak bisa berkata-kata, “Kamu… kamu!!”

Dia masih bisa bertahan jika harus dipukuli oleh sekelompok iblis, tetapi jika mereka melepas celananya, maka dengan status dewa bela diri yang dimilikinya, itu akan sangat memalukan. Dengan demikian, Lang Qian Qiu tidak berani mengatakan banyak hal lagi. Xie Lian mendongak dan melihat dewa yang masih melayang di atas itu, mengiriminya sebuah sinyal mata dengan tatapannya. Itu adalah sesuatu yang begitu lucu dan juga menyedihkan pada saat yang sama. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya, menatap Hua Cheng, dan berkata dengan suara kecil, “…San Lang.”

Mendengar nada suaranya, Hua Cheng tertawa kecil, “Biarkan dia. Mari kita lanjutkan.”

“…”

Xie Lian menyerah dan, sekali lagi, dia memegang cangkir itu dan mengguncangnya sebanyak dua kali. Seperti yang diharapkan, kali ini, dia mendapat dua dadu yang sama-sama menunjukkan angka lima.

Melihat hasil yang dia dapatkan kali ini, kerumunan di dalam aula itu menjadi lebih hidup dan terus menggoda Lang Qian Qiu, “Apakah kamu melihatnya? Lebih tinggi dari yang terakhir!”

Tapi Xie Lian sudah menyadari bahwa Hua Cheng hanya bermain-main dengannya dan dirinya tidak tahu lagi apakah harus tertawa atau menangis. Tidak ada yang namanya postur tubuh yang benar untuk melakukan hal seperti ini. Ketika dia menjadi salah satu orang yang melakukannya, postur apa pun akan dianggap salah. Mulai sekarang, dia mungkin akan menyerah pada harapan untuk mengubah keberuntungannya, tetapi ketika dia akan membuka hasil yang dia dapatkan kali ini pada guncangan terakhir, Hua Cheng menghentikannya, “Tunggu.”

Xie Lian bisa merasakan tangan yang ada di atas tangannya itu menekannya lebih keras, dan menghentikan gerakannya sama sekali. “Apa ada yang salah?”

Dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca, Hua Cheng bertanya, “Gege ini, kamu belum mengatakan apa yang akan kamu lakukan atau apa yang akan kamu berikan jika kamu kalah dalam taruhan ini bukan?”

Mendengarnya memanggil Xie Lian dengan sebutan ‘gege’, Shi Qing Xuan dan Lang Qian Qiu keduanya memasang ekspresi yang tampak begitu rumit dan tidak terbaca di wajah mereka. Kerumunan hantu dan Iblis yang berada di sana juga merasakan sebuah getaran besar yang mengalir dari tulang belakang mereka dan bahkan ada beberapa yang pingsan di tempat.

Agak memalukan untuk dikatakan, tetapi karena dia begitu terburu-buru sebelumnya, Xie Lian tidak memikirkan apa pun yang harus dia pertaruhkan untuk taruhan ini. “Um…”

Dia sendiri juga telah memikirkan untuk mempertaruhkan sepuluh tahun untuk hidupnya sendiri, tetapi umur yang dimiliki oleh seorang pejabat surgawi cukup lama sehingga dia berpikir bahwa sepuluh tahun tidak berarti apa pun. Uang dan harta? Dia bahkan sama sekali tidak memiliki kedua hal itu. Kekuatan spiritual? Dia bahkan juga tidak memiliki kekuatan spiritual sebanyak itu. Sejumlah waktu telah berlalu, tetapi Xie Lian masih tidak bisa memikirkan apa pun untuk dipertaruhkan, jadi dia hanya bisa berbalik dan bertanya kepada pemilik Rumah Judi ini, “Apakah kamu berpikir ada sesuatu padaku yang layak untuk dipertaruhkan?”

Hua Cheng terkekeh mendengar pertanyaannya, “Apa pun tidak masalah. Apa yang kamu miliki saat ini?”

Xie Lian merenung sebentar dan terbatuk ringan, dia mungkin akan berkata jujur ​​tentang hal itu, “Aku… hanya memiliki sebuah roti yang setengahnya sudah kumakan sebelumnya.”

Hua Cheng tertawa terbahak-bahak. Meskipun dia tertawa, tidak ada orang lain yang berani melakukan hal yang sama bahkan jika mereka mau.

Ketika akhirnya dia kembali tenang, Hua Cheng mengangguk, “Tidak apa-apa. Roti itu pun tidak masalah.”

Mendengar persetujuan itu, tidak hanya kerumunan hantu dan juga Iblis di sana yang tampak begitu terkejut, tetapi juga petugas bandar judi yang pada saat itu masih berada di meja judi itu.

Sejak Rumah Judi ini dibuka, sudah ada begitu banyak taruhan tidak masuk akal yang pernah dibuat; organ, kehidupan, emosi, kekuatan spiritual… tetapi tidak ada satu pun taruhan tidak masuk akal seperti yang terjadi pada hari ini-sebuah roti yang bahkan sudah dimakan setengahnya. Bahkan Lang Qian Qiu tidak bisa menahan keterkejutannya dan berkata, “Apa… apa artinya ini? Apakah kamu mengatakan bahwa aku hanya senilai sebuah roti yang bahkan sudah dimakan setengahnya???”

Kerumunan yang masih berada di dalam aula itu tertawa dan terkekeh, seseorang berseru, “Apa yang salah dengan sebuah roti? Kamu bahkan sudah dimudahkan, jadi cepatlah dan tutup mulutmu!” Xie Lian bisa mengatakan bahwa suara yang membalas teriakan Lang Qian Qiu itu adalah milik Shi Qing Xuan yang bersembunyi di antara kerumunan para hantu dan iblis. Dengan wajah penuh senyum, Hua Cheng berkata dengan berseri-seri, “Ayo. Ini adalah babak terakhir. Jangan gugup.”

Xie Lian menanggapi, “Aku tidak gugup.”

Keduanya mempertahankan postur sebelumnya dengan masih menggenggam tangan satu sama lain dan kemudian mulai mengguncang cangkir judi itu beberapa kali. Meskipun Xie Lian benar-benar tidak merasa gugup, dia merasakan ada sedikit keringat yang berada di tangan miliknya yang terjepit di antara cangkir dan tangan milik Hua Cheng. Akhirnya, gerakan mereka berhenti. Dia menahan napas untuk mulai membuka tutup cangkir judi itu dan mengungkapkan hasil akhir pertaruhan mereka.

Dua dadu di sana menunjukkan dua angka enam!

Xie Lian menghela napas lega dan menatap Hua Cheng. Hua Cheng mengangkat alisnya dan berkata, “Oh, aku kalah.”

Meskipun dia mengakui kekalahannya dengan serius, dia sedikit pun sama sekali tidak terdengar tulus. Kerumunan di bawah mereka diliputi keheningan.

Sebelumnya masih ada beberapa orang yang mengeluh “Jika babak ini tidak masuk hitungan, lalu kapan akan dihitung”, tetapi, jawabannya sekarang sudah jelas―hasilnya akan dihitung saat orang itu menang.

Kemurahan hati sebanyak ini benar-benar hampir menggilakan!

Meskipun begitu, tidak ada yang berani berkomentar. Petugas bandar judi dari sebelumnya mengangkat cangkir judi yang terbuat dari kayu berwarna hitam itu dan berkata, “Selamat kepada tuan muda ini. Kamu telah memenangkan babak ini.”

Semua orang dengan sopan memuji, “Tuan menunjukkan kepada kami kekalahan yang sempurna! Begitu indah!”

“Bukankah pemenangnya sudah diajari oleh tuan? Dia menang karena tuan mengajarinya dengan baik!”

“Betul! Mempelajari postur tubuh untuk memutar dadu dengan benar pada hari ini benar-benar memperluas garis pengetahuanku! Dengan jumlah pengetahuan yang begitu besar ini, bahkan sepuluh tahun tidak akan cukup untuk menguasainya!”

Hua Cheng masih menatap Xie Lian dengan senyuman yang masih menghiasi wajah. Tidak mengalihkan pandangannya sama sekali, dia mengangkat tangannya dan dengan jentikan jarinya, Lang Qian Qiu terjatuh dari atas seperti sebuah batu. Xie Lian meringis karena bunyi debaman yang terdengar begitu keras. Shi Qing Xuan tidak bisa mengambil risiko untuk mengungkapkan identitas dirinya dengan bergegas maju ke depan, jadi dia membiarkan Xie Lian pergi untuk memeriksa keadaan sang pangeran itu, “Apakah kamu baik-baik saja?”

Lang Qian Qiu bangkit dan kemudian membersihkan dirinya, “Aku baik-baik saja, terima kasih. Dia mungkin ingin kamu naik sehingga dia bisa menipu dan membuatmu kalah, tapi syukurlah kamu menang!”

Xie Lian berpikir, “Kamu benar-benar salah. Jika dia tidak memudahkanku, bahkan jika dunia berubah menjadi abu, aku masih tidak akan bisa memenangkanmu kembali…”

Saat dia membatin seperti itu, sebuah suara dentingan lonceng terdengar, dan suara lain dari keterkejutan yang datang dari segala arah terdengar mengikutinya. Xie Lian berbalik dan melihat Hua Cheng yang akhirnya keluar dari balik tirai layar sutra berwarna merah itu.

Dalam wujud sebelumnya, Hua Cheng selalu mengikat rambutnya dengan sebuah kuncir kuda yang agak bengkok, tapi sekarang, rambutnya dia biarkan terurai dan menutupi sebagian pakaian merah berwarna cerah yang dikenakannya, dan sebuah aura energi iblis terpancar dari sosok tampan itu. Sebuah kepangan rambut tipis yang diikat dengan manik-manik koral berwarna merah sedikit membawa perbedaan pada rambutnya yang dia biarkan terurai. Vambraces yang dia kenakan berwarna perak, rantai di sepatu botnya berwarna perak, ikat pinggang yang dia kenakan juga berwarna perak, bahkan sebuah pedang panjang melengkung halus yang tergantung di pinggangnya juga berwarna perak. Seperti halnya bilah dari pedang itu yang berbentuk ramping dan panjang, pemuda yang memiliki pedang itu pun juga bertubuh ramping dan tinggi. Dia bersandar pada tirai yang telah dibukanya dengan tangannya yang bersedekap di depan tubuhnya dan sebuah ekspresi yang tidak bisa dibaca, dia kemudian berkata, “Gege, kamu menang melawanku.”

Xie Lian jelas tahu apa yang terjadi, dan berkata dengan suara kecil, “Tolong berhentilah menggodaku.”

Hua Cheng mengangkat alisnya, “Aku tidak. Mengapa aku harus?”

Di bawah sana, kerumunan hantu dan iblis sibuk dengan kegembiraan yang mereka alami, sama liarnya seperti ombak yang bergulung di lautan, mereka saling berbisik di antara mereka sendiri, “Tuan mengubah tubuhnya lagi hari ini?”

“Aku hampir mati, tubuh barunya membunuhku! Sangat lembut dan tegas!”

“Hampir mati? Hei wanita tua, bukankah kamu sudah mati?!”

Tampaknya karena Hua Cheng tidak pernah menunjukkan wujud aslinya di depan siapa pun dan sering berganti tubuh sehingga bahkan kelompok hantu dan iblis di Kota Hantu ini tidak tahu seperti apa tubuh dan wajah aslinya dan menganggap bahwa ini pasti salah satu dari miliknya. Sebuah tubuh palsu. Hanya Xie Lian yang tahu, bahwa orang yang berdiri di hadapannya adalah wujud asli dari Hujan Darah Mencapai Bunga dari legenda.


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

yunda_7

memenia guard_

Footnotes

  1. Jie jie adalah panggilan yang akrab untuk menyebut kakak perempuan.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments