Penerjemah: Jeffery Liu


Xie Lian terdiam dan kemudian Jun Wu menggelengkan kepalanya. “Aku tidak berpikir kamu akan mengetahuinya.”

Kaisar Dewa Bela Diri Surgawi itu mencondongkan kepalanya, meminta Xie Lian untuk mengikutinya menggunakan gerak tubuhnya, dan kemudian keduanya tampak berjalan dengan perlahan menuju ke kamar-kamar yang berada di belakang aula. Saat mereka berjalan, Jun Wu, dengan kedua tangannya tampak bersedekap di depan tubuhnya, berkomentar, “Xian Le ternyata sudah dewasa sekarang.”

Xie Lian tidak berani untuk berbicara ketika dia mendengar komentar itu. Jun Wu melanjutkan, “Kamu telah naik untuk beberapa waktu sekarang, tetapi tidak sekali pun kamu melapor ke Aula Bela Diri Besar. Jika ada orang lain yang begitu kurang ajar seperti ini, Istana Ling Wen akan menganiaya mereka secara langsung.”

Tentu saja kalimat, ‘Maafkan aku’ yang sebelumnya dia katakan tidak ditujukan untuk masalah ini, dan Jun Wu juga mengetahuinya. “Jika permintaan maafmu adalah untuk apa yang terjadi di masa lalu karena kamu menusukku, maka biarkan saja, aku menolaknya. Kamu sendiri yang mengatakannya: masa lalu adalah masa lalu, dan kita harus melupakan apa yang seharusnya ditinggalkan.”

Xie Lian meringis, “Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya?”

“Kalau begitu lihatlah ke masa depan. Masih banyak hal yang kami butuhkan untuk kamu lakukan.”

Xie Lian menggosok dahinya dan berkata, “Xian Le hanyalah seorang dewa sampah yang rendah tanpa kekuatan. Tidak perlu bagiku. aku hanya meminta untuk tidak terlalu menjadi beban.”

“Kenapa kamu begitu merendahkan dirimu sendiri? Apakah kamu tidak begitu tampil baik dalam dua kasusmu yang terakhir?” kata Jun Wu.

“Tapi aku telah menyinggung Jenderal Pei.”

“Ming Guan tidak apa-apa, aku akan mengawasinya kamu tidak perlu khawatir. Tapi,” Jun Wu berbalik. “Katakan padaku, karakter luar biasa seperti apa yang terlibat denganmu saat kamu turun kali ini?”

Xie Lian dengan lembut berdeham. “Tuanku, aku bersumpah aku tidak melakukan apa-apa. Hanya, suatu hari secara kebetulan aku bertemu dengan seorang anak yang tampak begitu menarik di jalan, dan kami menghabiskan waktu bersama. Aku tidak terlalu memikirkannya.”

Jun Wu mengangguk, “Kebetulan bertemu, seorang anak, Raja Iblis Golongan Tertinggi. Xian Le, kamu tahu benar, bahwa jika Ming Guan menanyaimu mengenai masalah ini lebih lanjut dan kamu secara terbuka mengakuinya di depan pejabat lainnya, apa konsekuensinya? Tidak ada yang akan mempercayaimu.”

“Xian Le tahu.” Xie Lian menjawab dengan sedih, “Jadi aku berterima kasih atas campur tangan Tuanku yang tepat waktu. Tuanku, tidak benar-benar akan menginterogasiku, ‘kan? Aku tidak akan bersekongkol dengan Alam Hantu. Semua itu adalah kekhawatiran yang tidak masuk akal.”

“Secara alami, aku tahu bahwa kamu tidak akan dengan sengaja bersekongkol dengan Alam Hantu.” kata Jun Wu.

“Aku berterima kasih atas kepercayaan Tuanku.” Xie Lian menjawab.

“Namun, dengan hal-hal yang telah terjadi, mungkin tidak lagi tepat untuk mengirimmu menyelidiki masalah penting lain yang telah muncul.”

“Apa sesuatu telah terjadi?” Xie Lian bertanya.

Pada saat itu, mereka berdua telah mencapai sebuah ruangan yang berada di belakang aula besar. Aula besar dan ruang belakang itu dipisahkan oleh sebuah mural besar, tampilan depan tempat itu menggambarkan sebuah istana emas yang menjulang tinggi melalui lautan awan, tampak begitu bercahaya dan cemerlang. Selain itu sisi belakang mural itu menggambarkan sebuah gunung dan lembah lebih dari sepuluh ribu mil.

Xie Lian menatap mural itu. Di dalam peta ditunjukkan ada banyak mutiara kecil seperti bintang, dan masing-masing mutiara kecil itu ditandai sebagai Kuil Bela Diri Besar yang berada di dunia fana. Mutiara yang tertanam di peta itu berarti ada sebuah Kuil Bela Diri yang dibangun di sana. Delapan ratus tahun yang lalu ketika Jun Wu membawa Xie Lian yang naik untuk pertama kalinya menuju ke ruang belakang, bintang-bintang mutiara yang tampak di mural itu tidak begitu padat, tapi sekarang, perhiasan yang berkilauan itu kini tampaknya telah melimpahi tempat itu dengan tampilan yang begitu indah, membanjiri tempat itu dengan cahaya mereka.

Jun Wu berdiri di depan mural dan berbicara, “Tujuh hari yang lalu, banyak orang yang melihat dengan mata kepala mereka sendiri, seekor naga api yang tiba-tiba melonjak naik ke langit dari hutan di timur.”

Wajah Xie Lian berubah serius ketika mendengar kata-kata itu.

Jun Wu, dengan satu tangan di belakang punggungnya, dan tangan yang lain mengetuk lembut mural itu sekali. “Naga api itu bertahan selama dua kali waktu dupa sebelum terbakar. Pada saat itu, banyak orang yang telah menyaksikan pemandangan itu, tapi tidak ada satu pun yang terluka. Apakah kamu tahu apa artinya itu?”

“Itu adalah mantra Ascending Fire Dragon, mantra itu akan mengeluarkan semburan nyala api yang kuat yang tidak akan membahayakan. Mantra itu adalah bentuk permintaan bantuan.” Xie Lian menjawab.

“Benar. Itu adalah sinyal bahaya, dan itu datang dari salah seorang pejabat surgawi.” kata Jun Wu.

“Mantra itu bukanlah bentuk panggilan biasa untuk meminta bantuan, itu adalah salah satu mantra yang dikeluarkan karena keputusasaan.” Xie Lian menambahkan.

Mantra Ascending Fire Dragon ini, dengan nyala api kuat yang tidak akan membahayakan siapa pun, membutuhkan kekuatan spiritual yang sangat besar; jika seseorang tidak berhati-hati ketika mengeluarkannya, mereka bisa meledak dan menghancurkan inti spiritual mereka sendiri. Oleh karena itu, jika tidak dalam keadaan yang benar-benar putus asa, sangat sedikit yang akan menempuh rute ini. Sekarang setelah kemunculannya, itu berarti ada seorang pejabat surgawi yang telah jatuh ke dalam bahaya besar.

“Apakah ada pejabat surgawi yang hilang baru-baru ini?” Xie Lian bertanya.

“Masalah yang terjadi di BanYue Pass bukan satu-satunya alasan semua pejabat dipanggil kembali ke Pengadilan Surgawi kali ini. Tujuan utamanya adalah menggunakan kesempatan ini untuk menyelidiki keberadaan semua pejabat surgawi yang ada. Selain mereka yang biasanya tidak muncul seperti Master Hujan dan Master Bumi, bahkan mereka yang tidak bisa kembali akan langsung melaporkannya.”

Setelah berpikir, Xie Lian berspekulasi, “Mungkin dalam hal ini bukan salah satu dari pejabat surgawi? Mungkinkah itu salah satu dari pensiunan pejabat surgawi?”

“Jika itu masalahnya, maka aku khawatir garis kemungkinan kita akan meluas dengan begitu besar. Banyak pejabat pensiunan telah lama kehilangan kontak dengan surga. Akan sulit untuk menentukan siapa yang berada dalam bahaya.” kata Jun Wu.

Jadi mungkin ini adalah alasan mengapa Ling Wen dan banyak pejabat surgawi sastra memiliki lingkaran hitam di bawah mata mereka; mereka tengah sibuk mengerjakan kasus ini, dan tentu saja mereka tidak akan punya waktu untuk menyelidiki bocah laki-laki dengan penyakit wajah manusia dari Gunung Yu Jun. “Untuk memojokkan pejabat surgawi hingga menggunakan mantra penghancur diri seperti itu, pastilah dia tengah melawan iblis yang telah melakukan kejahatan yang begitu besar. Apakah ada perkumpulan iblis atau mungkin ada sarang Iblis di daerah itu?”

“Ada.” jawab Jun Wu. Dia berbalik ke arah Xie Lian, “Apakah kamu tahu tentang Kota Hantu?”

Xie Lian memikirkannya dan kemudian menjawab, “Ya.”

Kota Hantu adalah tempat paling makmur di dalam alam hantu, terletak tepat di persimpangan alam fana dan alam hantu. Di situlah semua roh, hantu, iblis dan monster berkumpul dan mereka membentuk perkumpulan untuk melakukan perdagangan dan pertukaran. Kultivator pada tingkat tertentu juga akan pergi untuk melakukan bisnis atau mencari informasi di sana. Kadang-kadang, akan ada juga pejabat surgawi yang menyamar dan pergi kesana, bergaul demi kepentingan untuk sekadar memenuhi rasa ingin tahu yang mereka miliki atau alasan pribadi yang tidak diketahui pejabat surgawi lainnya. Tentu saja, ada juga yang masuk secara tidak sengaja, dan akan dimakan hidup-hidup, atau ketakutan sampai mereka mati.

Selalu ada banyak kisah tentang Kota Hantu di alam fana sejak zaman kuno―meski tidak sekuno Xie Lian―Xie Lian mengingat salah satu cerita tentang Kota Hantu itu adalah tentang seorang pria yang tengah bepergian di malam hari dan kemudian melihat pasar yang tampak begitu ramai di hadapannya dengan lentera merah besar dan berbagai tanda berwarna-warni. Dia kemudian memasuki pasar itu dengan penuh semangat, akan tetapi kemudian dia menemukan bahwa semua orang di sekitarnya memakai topeng, dan jika tidak mengenakan topeng mereka akan mengenakan kerudung, dan jika mereka tidak mengenakan keduanya mereka tampak sangat jelek, dia sangat ingin tahu! Dia tidak memikirkan keadaan yang tengah dialaminya secara mendalam, pria itu kemudian membeli semangkuk mie dan kemudian duduk untuk makan, tetapi ketika dia mulai memakan makanannya, makanan itu terasa tidak enak, dan ketika dia melihat mie itu dari dekat, dia melihat bahwa mie itu tampak benar-benar menggeliat dan dia menemukan untaian helaian rambut di sana!

Xie Lian membawa dirinya kembali ke masa kini, dan Jun Wu melanjutkan, “Setelah melihat pilar api itu, aku segera mengirim pejabat surgawi untuk pergi menyelidiki daerah itu; tetapi, tidak ada bukti apa pun, jadi sangat mungkin bahwa mereka telah bergerak ke Kota Hantu. Namun, Alam Surga dan Alam Hantu selalu memiliki batas yang sangat jelas; tanpa cukup bukti, kita tidak bisa mengganggu Kota Hantu. Karena itulah, kali ini, aku butuh seseorang untuk turun secara rahasia dan menyelidiki Kota Hantu…”

“Kita tidak bisa memberi peringatan kepada musuh dan membuat mereka kembali bergerak. Apakah itu sebabnya hal ini tidak didiskusikan secara terbuka di aula besar bersama semua orang dan memberi tahu terlalu banyak orang?” kata Xie Lian.

“Benar.” jawab Jun Wu.

“Kalau begitu Tuanku, tolong beri Xian Le perintah.”

“Kandidat pertama yang ada dalam pikiranku pada awalnya adalah kamu,” kata Jun Wu, “Tapi untuk saat ini, mungkin tidak nyaman bagimu untuk pergi.”

“Bagaimana mungkin tidak nyaman?” Xie Lian bertanya.

“Pertama, wilayah timur dikuasai oleh Lang Qian Qiu. Jika kamu harus pergi, maka kamu harus bekerja sama dengannya.” kata Jun Wu.

Benarkah itu? Xie Lian menjawab, “Itu tidak akan menjadi masalah, jangan khawatir.”

“Kedua,” Jun Wu melanjutkan, “Apakah kamu tahu di wilayah siapa Kota Hantu berada?”

Terkejut, Xie Lian berkata, tidak tampak begitu yakin, “Apakah itu wilayah Hua Cheng?”

Jun Wu sedikit mengangguk, dan tebakan Xie Lian telah dikonfirmasi. Namun tiba-tiba sesuatu yang lain muncul di benaknya.

Pilar api di hutan timur menyala tujuh hari yang lalu. Secara kebetulan, tujuh hari yang lalu adalah saat ketika Hua Cheng meninggalkan kuil Pu Qi. Waktunya sempurna. Apakah ada hubungan antara kedua kejadian tersebut?

“Sepertinya hubunganmu dengannya tidak buruk, dan itu bukan masalah.” Jun Wu berkata, “Masalahnya adalah apakah dia terlibat atau tidak. Jika kamu merasa canggung maka jangan memaksakan dirimu. Jika kamu memiliki saran lain, atau seseorang yang ingin kamu tunjuk, beri tahu aku.”

Akan tetapi, Xie Lian tetap berkata, “Biarkan aku pergi. Aku tidak berpikir bahwa Hujan Darah Mencapai Bunga ini adalah seseorang yang tidak jujur.”

Jun Wu menatapnya, “Xian Le, aku tahu kamu sangat bisa diandalkan dan tahu apa yang harus kamu lakukan. Namun, aku juga tahu bahwa kamu selalu berpikir yang terbaik untuk semua orang.”

Mendengar kata-katanya, Xie Lian tersenyum kecil, “Tolong jangan katakan itu seperti aku adalah seorang putri yang tidak pernah meninggalkan rumah. Kata-kata itu benar-benar tidak lagi cocok untukku.”

Jun Wu masih menggelengkan kepalanya, “Aku seharusnya tidak berkomentar mengenai dengan siapa kamu berteman, tapi aku masih akan mengatakan ini: hati-hati dengan Hua Cheng.”

Xie Lian menundukkan kepalanya, dan tidak mengatakan apa-apa. Dia seharusnya menjawab dengan “Ya, Tuanku,“; lagipula itu semua sudah menjadi kebiasaan. Namun, entah bagaimana, dia benar-benar tidak ingin mengatakan “Ya”.

“Terutama pada pedang jahatnya…” Jun Wu melanjutkan.

“Apa maksudmu?” Xie Lian bertanya, penasaran.

“Pedang Lengkung E-Ming adalah pedang jahat yang terkutuk. Senjata kejahatan semacam itu hanya bisa ditempa dengan pengorbanan yang sangat kejam dan kehendak berdarah. Jangan menyentuhnya, dan jangan biarkan pedang itu menyentuhmu, jangan sampai semua itu terjadi karena konsekuensinya sangat tidak bisa dibayangkan. Luka yang ditimbulkan oleh pedang jahat E-Ming semuanya terkutuk. Bahkan ketika luka itu disembuhkan, jika Hua Cheng menginginkannya, luka itu akan berdarah sekali lagi.” jawab Jun Wu.

Xie Lian tidak tahu dari mana timbulnya rasa percaya diri yang dengan tiba-tiba mendatanginya, tetapi dia sama sekali tidak berpikir Hua Cheng akan menyakitinya. Namun, dia menjawab, “Xian Le mengerti.”

Jun Wu mengangguk lagi, “Dengan kamu mengambil kasus ini, aku secara alami akan merasa tenang. Jika kamu tidak merasakan kecanggungan apa pun, itu akan lebih baik. Tapi tetap saja, menjalankan misi ini sendirian mungkin terlalu berbahaya dan membebanimu. Apakah ada pejabat lain yang ingin kamu tunjuk untuk kasus ini dan membantumu?”

“Itu benar-benar tidak masalah.” Xie Lian berkata setelah berpikir, “Tetapi akan lebih baik jika mereka mudah bergaul. Akan lebih bagus jika mereka kuat sehingga mereka bisa meminjamkanku kekuatan spiritual setiap saat ketika aku membutuhkannya.”

Jun Wu tersenyum, “Kamu menggugurkan Nan Yang dan Xuan Zhen dengan kondisi pertama yang kamu minta.”

Sungguh, tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Feng Xin dan Mu Qing adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang mudah bergaul, dan Xie Lian juga terkekeh.

“Bagaimana dengan kalian bertiga? Apakah kamu sudah berbicara dengan mereka?” tanya Jun Wu. Kaisar sendiri tidak pernah memasuki array komunikasi spiritual, dan karenanya secara alami tidak menyadari dan tidak mengetahui perbincangan yang terjadi di antara para pejabat.

“Kami berbicara beberapa kata,” Xie Lian menjawab.

“Sudah bertahun-tahun telah berlalu namun kalian hanya berbicara beberapa kata?” Jun Wu bertanya, “Oh, benar. Aku dengar saat kamu naik kali ini, kamu menghancurkan banyak istana dan properti pejabat surgawi lain, dan salah satunya adalah Nan Yang.”

Xie Lian berdeham, dan menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan kepada dirinya sendiri, “Aku sudah membayar hutang itu. Semuanya sejumlah delapan juta delapan ratus delapan puluh ribu pahala! Dan untuk itu, aku perlu berterima kasih kepada Tuanku karena sudah memberiku kesempatan untuk pergi ke Gunung Yu Jun.”

“Terima kasih kepada Nan Yang,” jawab Jun Wu, “Aku dengar dari Ling Wen, dia yang telah secara pribadi mendekatinya dan mengatakan bahwa kamu tidak perlu membayar hutangmu untuk mengganti biaya rekonstruksi.”

Xie Lian tertegun. “Aku… sama sekali tidak tahu tentang hal ini.”

Tidak heran delapan juta, delapan ratus delapan puluh ribu pahala itu dengan mudah bisa dilunasi; sebagian besarnya sudah dimaafkan. Namun pada saat itu, Istana Nan Yang adalah yang paling rusak; mereka mengatakan setengah dari atap emas telah runtuh.

“Nan Yang memastikan Ling Wen tidak akan memberitahumu, jadi tentu saja kamu tidak tahu. Karena dia tidak ingin kamu tahu, maka akan lebih baik untuk tetap berpura-pura bodoh.” kata Jun Wu.

Xie Lian tidak tahu bagaimana perasaannya tentang ini. Begitu rumit dan pahit, pikirannya tampak mendung. Akhirnya dia menghela napas tanpa suara dan berpikir, ‘Sungguh, di dunia ini, kata-kata “jangan bilang siapa-siapa” memang tidak berarti.’

Jun Wu merenung lalu berkata, “Jika Nan Yang dan Xuan Zhen tidak bisa, bagaimana dengan Master Angin?”

Xie Lian merenungkan pilihan itu, “Master Angin tampak begitu baik, tapi aku tidak tahu apakah dia mau pergi untuk mengambil misi ini bersamaku?”

“Master Angin begitu kuat,” kata Jun Wu, “Seseorang yang ceria dan suka berteman, cocok dengan kondisi pertama yang kamu minta yaitu seseorang yang mudah bergaul. Setelah masalah di BanYue, dia juga memiliki kesan yang bagus tentangmu. Aku pikir kalian berdua akan baik-baik saja. Jika kamu tidak memiliki pertanyaan lain, temuilah Master Angin dan pergilah menuju Kota Hantu. Juga…”

“Ya?”

Jun Wu berkata dengan lemah, “Bekerja keras itu baik, tapi jangan memaksakan dirimu.”

Xie Lian dikejutkan oleh kata-kata itu, dan tersenyum, “Apa yang Tuanku katakan? Aku tidak memaksakan diri.”

Jun Wu menepuk bahu Xie Lian. “Kembali ke Istana Xian Le untuk beristirahat sekarang. Aku akan mengirim perintah untuk memanggil Master Angin.”

Xie Lian berkedip. “Aku tidak punya cukup pahala, jadi tidak ada istana yang didirikan. Istana Xian Le dari masa lalu sudah lama diruntuhkan, jadi Istana Xian Le apa?”

“Aku sudah membangunkan yang baru,” kata Jun Wu. “Kamu tidak mungkin selalu pergi ke kuil kecil yang sudah rusak itu ‘kan?”

Xie Lian meninggalkan Aula Bela Diri Besar, dan dibawa ke Istana Xian Le oleh seorang pejabat junior dari istana Jun Wu.

Istana Xian Le ini benar-benar persis sama dengan yang dia miliki di masa lalu; dinding kaca merah, mewah dan elegan. Dia berdiri di luar gerbang istana untuk waktu yang lama, tetapi tidak sedikit pun keinginan untuk masuk ke dalamnya. Dewa Sampah masih lebih cocok dengan kuil yang rusak. Istana surgawi yang bangga dan megah seperti ini bukan tempat dia bisa tinggal.

Dia mondar-mandir di luar gerbang dan menunggu Tuan Master Angin untuk datang menemuinya, tapi setelah beberapa saat, orang yang muncul bukanlah seorang kultivator wanita berpakaian putih, tetapi kultivator berpakaian putih lainnya.

Kultivator itu tampak begitu bersinar, aura spiritual yang begitu melimpah berkumpul dan terpancar di sekitarnya, dia adalah kultivator sebelumnya yang dia lihat di Aula Bela Diri Besar yang secara acak berkelahi dengan Pei Ming; Qing Xuan.

Dia melambaikan whisk di tangannya dan tersenyum, “Salam, Yang Mulia!”

Xie Lian tersenyum, “Salam, rekan kultivator.”

Sejujurnya, dia benar-benar ingin bertanya siapa dia sebenarnya, tetapi berpikir bahwa itu tidak sopan untuk melakukan hal itu, dia bermaksud mengintip ke dalam gulungannya untuk melihat pejabat surgawi mana yang bernama Qing Xuan saat orang tersebut berjalan menghampirinya dan berseru, “Ayo pergi! Ayo kita periksa dunia bawah.”

Xie Lian terkejut, “Temanku, aku sedang menunggu seseorang.”

Mendengarnya, kultivator itu menempatkan whisk-nya ke kerah belakang jubah luarnya dan berbalik dengan heran, “Siapa yang sedang kamu tunggu?”

“Aku sedang menunggu Master Angin.” Xie Lian menjawab.

Kultivator berpakaian putih itu tampak lebih bingung, “Bukankah aku sudah ada di sini?”

“…”

Alis Xie Lian terangkat naik, “Kamu adalah Master Angin?”

Master Angin itu tampak membuka kipasnya, dan mulai mengipasi dirinya, “Aku adalah Master Angin, apa yang harus dicurigai? Apakah kamu tidak tahu siapa aku? Pernahkah kamu mendengar namaku: Master Angin Qing Xuan???”

Nada suaranya terdengar tak terbantahkan dan mutlak, seolah-olah Xie Lian yang sama sekali tidak mengetahui namanya adalah suatu hal yang mustahil terjadi. Kipas lipat itu memiliki kata yang turtulis angin yaitu ‘Feng’ yang ditulis miring di bagian depan, bagian belakang kipas itu memiliki tiga garis miring yang ditarik―kipas yang sama persis yang dimiliki oleh kultivator wanita berpakaian putih sebelumnya!

Xie Lian tiba-tiba teringat; Fu Yao yang sebelumnya telah menyebutkan bahwa beberapa pejabat surgawi pengadilan tinggi, dalam keadaan khusus, memiliki kemampuan untuk mengubah penampilan mereka. Sementara di BanYue, Nan Feng juga mengucapkan kalimat yang tidak lengkap: “Master Angin sebenarnya…”

Dia sebenarnya? Sebenarnya apa?

Seorang pria?!

Setelah diseret beberapa langkah, Xie Lian masih belum bisa sepenuhnya memproses informasi ini, “Um… Tuan Master Angin, kamu, kamu, kamu, mengapa kamu menyamar sebagai seorang wanita terakhir kali?”

“Apa? Apakah aku tidak cantik?” tanya Master Angin.

“Ya? Tapi…” Xie Lian masih tampak bingung.

“Jika aku cantik maka tidak ada tapi? Selama aku terlihat bagus!” Master Angin tersenyum cerah, “Tentu saja karena aku terlihat bagus jika aku menyamar!”

Berbicara tentang hal itu, dia tampak tiba-tiba mendapat ide, dan menutup kipasnya. Dia memberi Xie Lian sebuah tatapan yang penuh perhitungan, dan berbicara setelah beberapa saat, “Omong-omong, bukankah kita harus menyamar untuk misi ini ke Kota Hantu?”

“…”

Xie Lian : “???”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments