Penerjemah: Jeffery Liu


TGCF Amnesia Ekstra, Bagian 4/4


Arahan yang diberikan oleh orang bertopeng hantu itu tidaklah rumit: cukup berjalan beberapa li1 ke selatan dan kamu akan menemukan sebuah sarang di sebuah gunung2. Selain itu, Xie Lian juga yakin bahwa orang biasa tidak akan bisa menandingi kemampuannya, karena dirinya yang sekarang, dalam kecepatan, dia akan tiba di lokasi lebih cepat daripada bawahan San Lang.

Memang, setelah satu jam berlalu, dia telah beberapa kali bertarung di sepanjang perjalanannya ke tempat itu, sebuah pertempuran yang hebat menyambutnya saat dia memasuki gunung, dengan diiringi dengan teriakan dan lolongan dari para roh dan binatang buas di gunung itu3. Dan pada akhirnya, dia menemukan gunung dan sarang yang dicarinya.

Meskipun monster itu tampaknya memiliki pengaruh, dengan tiga ratus hingga empat ratus antek yang kuat menjaga pintu masuknya, bagi Xie Lian, itu tidak berbeda dengan hanya memiliki tiga atau empat antek kuat yang menjaga pintu masuk. Pada awalnya, dia khawatir bahwa musuh akan sangat kuat, dan hal itu membuatnya untuk bertindak lebih hati-hati, tetapi setelah dengan sabar mengintai di sekitar sarang makhluk itu untuk sementara waktu, mendengarkan obrolan dari para makhluk di sana, dia menemukan bahwa monster itu telah pergi beberapa hari terakhir ini.

“…Itu benar, itu benar, shan-zhu4 berhasil melarikan diri dari seorang kultivator bau dengan susah payah. Mereka ketakutan setengah mati, dan kembali dengan tubuh penuh luka. Saat mereka kembali, mereka meninggalkan sarang asli mereka dengan panik, dan melarikan diri ke sini.”

“Ternyata begitu! Aku bertanya-tanya mengapa mereka tiba-tiba memanggil kita semua ― jadi, itu karena mereka takut jika kultivator itu akan kembali untuk membalas dendam!”

“Tidak ada alasan bagi mereka untuk takut. Kultivator itu digigit beberapa kali oleh shan-zhu. Bahkan jika dia sekarang sudah mendapatkan kembali kesadarannya, dia pasti akan berada dalam kekacauan, bahkan tidak bisa menemukan di mana arah utara.”

“Bagaimana mungkin mereka tidak takut? Shan-zhu berumur beberapa abad dan merupakan monster yang terkenal, tapi, aku mendengar bahwa kultivator itu tiba-tiba muncul entah dari mana, dan dengan dua pukulan, dia mengalahkan mereka sampai hidung mereka bengkok dan mata mereka hancur. Jika bukan karena fakta bahwa kultivator itu tampaknya memiliki beberapa luka di tubuhnya, dan memberikan shan-zhu celah untuk mendaratkan beberapa gigitan, aku khawatir shan-zhu tidak akan bisa kembali.”

“Sialan, bagaimana mungkin seorang kultivator liar begitu kuat!”

Setelah mendengarkan sampai di sini, Xie Lian merasa dia sudah mendapat lebih dari cukup informasi. Dia berjalan keluar dengan santai, dan menyapa mereka dengan hangat, “Halo.”

Kerumunan antek monster kecil disana sangat terkejut, dan melompat, berteriak, “Siapa di sana!”

“Dari mana bocah cantik ini5 berasal?”

Xie Lian tersenyum kecil, dan tanpa membuang waktu untuk menjelaskan, dia langsung membantai para monster di sepanjang jalan menuju pintu masuk ke sarang. Dengan santai meraih mereka, hingga dia berhasil menangkap beberapa; dan dengan santai melemparkan mereka ke samping, dia melemparkan mereka beberapa puluh zhang6 jauhnya. Bahkan tanpa kekuatan spiritual, dia masih berhasil membuat kerumunan antek-antek itu ketakutan, detik berikutnya teriakan mereka memenuhi udara tanpa jeda: “Ada apa dengan bocah cantik ini!!! Dia terlihat sangat sopan! Kenapa dia begitu kasar dan kejam!!!”

Jadi, dengan cara yang mirip dengan mencabuti rumput liar, Xie Lian melangkah ke sarang tanpa hambatan. Dia telah siap untuk melakukan pertempuran besar dengan monster besar, tetapi siapa yang tahu bahwa setelah memasuki sarang, apa yang dia lihat adalah makhluk yang telah mengambil bentuk manusia, dan tengah berguling-guling di tanah, memeluk perutnya, mengerang dan meratap.

Pada awalnya, Xie Lian berpikir bahwa makhluk itu hanya berpura-pura, tetapi ketika dia melihatnya lebih saksama, tampaknya tidak demikian. Perutnya tampak sangat kembung, seolah dia telah menelan sesuatu yang sangat menakutkan, jadi, Xie Lian berjongkok dan berkata, “Ada apa denganmu?”

Mungkin monster itu sangat kesakitan sehingga mengigau, karena setelah melihat Xie Lian, dia menjerit, “Kamu datang di waktu yang tepat! Kamu! Aku tidak akan makan lagi! Aku tidak berani makan lagi! Tidak akan pernah lagi aku berani melakukannya! Biarkan aku mengembalikan sesuatu yang sudah aku telan kembali kepadamu! Aku tidak bisa mencernanya, aku tidak bisa mencernanya, ah!”

Xie Lian berkata, “Apakah kamu salah mengenaliku dengan orang lain? Kamu belum menelan apa pun milikku, jadi apa yang ingin kamu kembalikan kepadaku?”

Tetapi monster itu terus berguling-guling di tanah dengan rasa sakit yang luar biasa, dan bahkan kesulitan untuk menjawabnya. Dengan masih sedikit kebingungan, Xie Lian melanjutkan dengan menggambar sebuah jimat, memutuskan untuk menangkap dan menahan makhluk itu terlebih dahulu sebelum mengklarifikasi hal-hal lainnya. Tapi cukup aneh, saat dia menamparkan jimat itu, monster itu tiba-tiba berubah menjadi boneka daruma besar dan gemuk, dengan perut yang jauh lebih besar dan lebih bulat dari boneka daruma lainnya, dia benar-benar sangat lucu. Xie Lian merasa jika makhluk itu cukup lucu dan mengejutkan. Dia memeriksa jimat yang telah digambarnya, bertanya-tanya bagaimana makhluk itu bisa berubah menjadi makhluk seperti ini. Apakah dia salah menggambar?

Tapi itu juga bukan masalah besar. Pertempuran itu benar-benar sangat mudah baginya, dan ketika Xie Lian muncul dari kedalaman gunung, hari cukup cerah. Dia menyimpan boneka daruma di lengan bajunya, dan bergegas kembali ke kota.

Sekarang dia telah melakukan sesuatu untuk San Lang, Xie Lian merasa bahagia, dan sudah mulai berpikir tentang bagaimana dia akan menunjukkan monster yang ditangkapnya kepada San Lang. Dia diam-diam memperingatkan dirinya sendiri, bahwa jika San Lang memberikan ekspresi terkejut, dia harus tetap mempertahankan ekspresi tenangnya, dan tidak mengungkapkan kegembiraannya sama sekali. Setelah berkeliaran dan berlari sepanjang malam, Xie Lian merasa kakinya terasa sakit, jadi dia memutuskan untuk duduk di sebuah kios di tepi jalan, dan meminum semangkuk teh gratis.

Saat dia minum, dia tiba-tiba mendengar seseorang dari belakangnya, bergegas ke arahnya dan berteriak, “Xie Lian!”

Segera, Xie Lian meletakkan mangkuk teh.

Siapa orang itu, yang dengan sangat berani langsung memanggil namanya di tengah jalan seperti ini? Bahkan di antara keluarga kerajaan, hanya sedikit yang akan sangat tidak sopan; bukankah semua orang seharusnya memanggilnya Yang Mulia Putra Mahkota dengan rasa hormat yang besar?

Memalingkan kepalanya untuk melihat, orang itu secara tak terduga adalah orang biasa. Dia membawa sebuah kotak kayu besar, dan melangkah maju dengan langkah-langkah besar, berteriak, “Tunggu! Tunggu! Kamu melupakan Xie Lian! Bawa dia juga!”

Jadi ternyata dia tidak memanggilnya, tapi seseorang yang memiliki nama yang sama dengannya! Tapi Xie Lian merasa ini lebih aneh. Meskipun dia tidak benar-benar peduli tentang sebuah tabu untuk menghindari sebuah nama dan sesuatu semacam itu, tetapi untuk berpikir bahwa seseorang akan berani-beraninya memiliki nama yang sama persis dengannya, itu benar-benar mengejutkan!

Tapi dia segera menyadari, “Xie Lian” yang orang itu bicarakan bukanlah manusia.

Seorang pria sedang duduk di dekat Xie Lian. Orang yang membawa kotak itu berjalan dan duduk di sebelah pria itu. Dia menepuk kotak kayu itu, dan berkata, “Aku membawa Xie Lian. Ingatlah untuk membawanya ke orang yang dilayani keluargamu hari ini! Jangan abaikan takhayul. Jika kamu tidak menyandingkan keduanya, akan ada banyak kesialan!”

“Ya ya. Secara alami, aku tahu itu…”

Xie Lian tidak bisa menahannya lagi, dan membuka mulutnya, berkata, “Maafkan aku…”

Mendengarnya, kedua orang itu menoleh dan menatapnya. Xie Lian berkata, “Maafkan aku karena lancang. Maaf, sebenarnya apa yang ada di dalam kotak itu?”

Orang itu berkata, “Bukankah aku sudah mengatakannya. Ada Xie Lian di dalamnya.”

Xie Lian sama sekali tidak mengerti: “Tapi… Bukankah Xie Lian adalah Yang Mulia Putra Mahkota?”

Kedua orang itu tampak menyadari jika yang dikatakannya sangat lucu, menjawab, “Tidak ada yang mengatakan bahwa dia bukan putra mahkota. Dia selalu putra mahkota sejak awal. Lihat!” Mengatakan itu, mereka membuka kotak kayu di sana.

Mata Xie Lian melebar. Tanpa diduga, di dalam kotak kayu itu, ada sebuah altar pemujaan kecil, dan di dalam altar itu ada patung dewa yang terlihat sederhana, seorang kultivator yang berpakaian putih dengan topi jerami di punggungnya.

Dia tidak mengenalinya.

“…” Xie Lian benar-benar tidak bisa memahaminya, dan dia berkata, “Apakah kamu mengatakan bahwa patung itu adalah pangeran putra mahkota Xian Le, Xie Lian?”

“Siapa lagi?”

Orang-orang lain mulai berkumpul, satu demi satu, setengah dari mereka memandangnya seolah-olah dia adalah orang yang langka: “Kalian anak muda benar-benar aneh, dan kamu terlihat seperti seorang kultivator juga, jadi bagaimana mungkin kamu bahkan tidak tahu hal yang begitu sederhana seperti ini?”

Setengah orang lainnya melihat “patung dewa” itu: “Wow! Ukiran patung dewa sampah ini tidak buruk! Terlihat sangat menyedihkan.”

“Ya, penuh dengan tragedi dan duka cita. Sekali pandang dan kamu langsung merasakan adanya sebuah kemalangan!”

“Hebat, sangat bagus! Semakin dia terlihat buruk, maka yang lain akan semakin baik untuk membantunya melepaskan diri. Sandingkan mereka bersama maksimal delapan hari dan hasilnya akan terlihat jelas.”

“…”

Dengan ketidaktahuannya, Xie Lian berkata, “Dewa sampah? Bagaimana dia bisa menjadi dewa sampah?”

Kerumunan di sekitarnya berkata, “Kultivator, kamu benar-benar sangat aneh, ah! Xie Lian sejak awal adalah orang yang memungut sampah!”

“…”

Xie Lian biasanya bukanlah seseorang yang mudah marah, tetapi pada saat itu, dia merasa sedikit kesal.

Siapa pun yang mendengarkan orang lain tertawa dan mengejek mereka karena memungut sampah tentu tidak akan merasa senang. Sejenak, dia berdiri, dan dengan suara yang dalam berkata, “Apakah semua orang memiliki ketidakpuasan dengan keluarga kerajaan Xian Le? Bahkan jika ada, cara kalian menghina putra mahkota seperti itu, tidak sesuai dengan etiket.”

Kerumunan saling memandang, dan menertawakannya, berkata, “Apa yang kamu katakan? Sesuai dengan etiket kerajaan mana? Kerajaan Xian Le telah dihancurkan lebih dari delapan ratus tahun yang lalu!”

……

Satu jam kemudian, pikiran Xie Lian masih agak kacau saat dia berjalan di jalan utama.

Itu terlalu menakutkan. Semua informasi yang baru saja dia terima, terlalu menakutkan sejauh yang dia khawatirkan.

“Bagaimana mungkin kerajaan Xian Le telah dihancurkan? Bukankah ayah dan ibuku dan keluarga bangsawan lainnya masih hidup dan dalam keadaan sehat? Dan bagaimana mungkin kerajaanku bisa dihancurkan olehku? Aku kalah dalam pertempuran? Aku menghancurkan kerajaanku sendiri? Dan aku dibuang dua kali? Aku menjadi pemungut sampah?”

Dia mempertanyakan dirinya sendiri berulang kali, dan mengatakan pada dirinya sendiri berulang-ulang: Tidak mungkin. Mustahil. Itu mustahil!

Dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri: “Semua ini tidak nyata, pasti ada penjahat yang membuat masalah di belakang layar.”

Namun, semuanya terasa kacau: Aksen aneh, pakaian aneh dan bangunan aneh, dan bahkan Feng Xin dan Mu Qing pun aneh, semuanya mengatakan kepadanya bahwa ini bukan mimpi buruk, dan tempat ini juga bukanlah ilusi. Tidak ada iblis atau monster yang mampu menciptakan ilusi yang begitu luas dan realistis.

Delapan ratus tahun telah berlalu.

Bagaimana mungkin delapan ratus tahun berlalu begitu saja?

Bagaimana mungkin dia menjadi seperti ini setelah delapan ratus tahun?

Kerajaan Xian Le hancur; ayah dan ibunya sudah mati; Feng Xin dan Mu Qing telah naik. Dan dia menjadi pemungut sampah.

Bagaimana mungkin semuanya menjadi seperti ini?

Tidak mungkin seperti ini. Seharusnya tidak seperti ini!

Xie Lian berjalan lebih cepat dan lebih cepat, sampai, pada akhirnya, dia mulai berlari, seolah-olah kegelapan yang luas dan tak terbatas menekan keras di belakangnya, hendak melahapnya. Tiba-tiba, bayangan hitam melintas, dan sesosok tubuh tinggi muncul di depan matanya, berkata, “Daozhang, ke mana kamu pergi? Aku mencarimu untuk waktu yang lama.”

Itu adalah San Lang. Dia masih tampak tersenyum, dan ketika dia mengatakan itu, sosoknya berjalan mendekat dan menggenggam tangan Xie Lian, tetapi ketika melihatnya, Xie Lian merasa merinding naik ke sekujur tubuhnya, dan dia berteriak keras, “Jangan mendekat!!!”

Teriakannya memiliki efek langsung. San Lang berhenti, tetapi ekspresinya tidak berubah. Dia berkata, “Apa yang terjadi?”

Xie Lian mengepalkan tangannya dengan erat, dan dengan dingin berkata, “Siapa kamu sebenarnya? Apa yang kamu rencanakan?”

San Lang berkata, “Aku mengira kita sudah cukup akrab kemarin, dan tidak lagi peduli dengan gangguan kecil semacam ini.”

Xie Lian berkata, “Kamu berbohong padaku.”

Setelah hening sejenak, San Lang berkata, “Jadi, kamu sudah tahu.”

Xie Lian berkata, “Aku sudah tahu sekarang…” Delapan ratus tahun kemudian.

Biasanya, dia tidak akan butuh waktu lama sebelum menyadari bahwa hal-hal itu tidak benar, tetapi orang ini sengaja menyimpan sesuatu darinya, membuatnya terpesona dan tertipu, tenggelam dalam kebingungan sampai dia bahkan tidak bisa menemukan jalan mana yang menuju ke utara; kalau tidak, bagaimana bisa dia menemukan kebenaran hanya setelah satu hari?

San Lang mengambil langkah ke arahnya, berkata, “Yang Mulia.”

Xie Lian mengambil banyak langkah mundur, berteriak, “Jangan mendekat!!! Jika kamu mendekat, aku akan memukulmu!”

Suara dan tubuhnya bergetar. Xie Lian sangat ketakutan.

Apa yang dia takuti bukanlah iblis atau monster, juga bukan tentang orang di hadapannya yang bisa berarti baik atau jahat. Dia takut pada seluruh dunia yang aneh ini. Di dunia ini, dia tidak memiliki kemuliaan yang bisa dia banggakan, tidak memiliki pengikut yang setia, tidak memiliki orang tuanya yang sangat mencintainya, tidak memiliki kerajaannya sendiri, tidak memiliki orang terpercaya yang mencintai dan menghormatinya. Tidak ada, tidak ada, dia sama sekali tidak memiliki apa-apa!

Tetapi San Lang mengambil satu langkah lagi ke arahnya, mengatakan, “Jangan takut, Yang Mulia.”

“…”

Mendengar kalimat itu, ekspresi Xie Lian berubah.

Dia tiba-tiba teringat, dalam ingatan yang terfragmentasi dalam pikirannya, dia mendengar suara seorang pria yang berkata dengan suara berat di telinganya, “Jangan takut, Yang Mulia.”

Bagaimana mungkin dia tidak menyadarinya?

Cara bicara dan suara keduanya sangat identik!

Xie Lian sangat marah sehingga tubuhnya mulai gemetar, ketika dia berkata, “Itu kamu… Itu benar-benar kamu…”

Berpikir tentang bagaimana orang ini telah menipu dan membawanya berputar-putar, sementara dia tidak merasakan apa-apa selain rasa terima kasih dan penuh perasaan yang baik, dan bahkan memanggilnya “gege“, Xie Lian tidak dapat menanggungnya lagi, dan amarahnya melambung tinggi. Dia melepaskan sebuah serangan, berteriak, “Kamu pembohong!”

Serangan itu tepat mengenai dada San Lang. Xie Lian mempersiapkan dirinya untuk menyerang untuk kedua kalinya, tetapi setelahnya dia menyadari jika dia entah bagaimana tidak bisa bergerak.

Itu adalah tubuhnya sendiri yang menghentikannya!

Xie Lian tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi San Lang telah memegang tangannya. Xie Lian terkejut, dan langsung berteriak dengan jijik, “Jangan sentuh aku! Kamu, kamu pembohong, kamu berbohong kepadaku. Aku tidak akan pernah mempercayaimu lagi. Kamu…”

Tapi San Lang berkata pelan, “Yang Mulia, ​​percayalah padaku.”

Xie Lian berteriak marah, “Aku tidak akan pernah mempercayaimu!!! Aku tidak!….”

Namun, sama seperti bagaimana serangannya telah berhenti, kata-kata “tidak akan pernah mempercayaimu” yang seharusnya mengikuti, entah bagaimana tidak bisa meninggalkan bibirnya.

Kekhawatiran dan rasa sakit di mata pemuda itu benar-benar asli. Siapa pun yang melihat seseorang menunjukkan ekspresi seperti itu kepada orang lain, tidak akan lagi mencurigai ketulusannya.

Seolah ingin menyegel Xie Lian dari dunia aneh yang membuatnya takut, San Lang akhirnya menariknya ke dalam pelukan, bibirnya mencium rambutnya dengan ringan, dan dengan suara yang hangat dan lembut, berkata, “Jangan takut, Yang Mulia. Semuanya sudah berlalu. Yang Mulia. Kamu sudah berhasil melaluinya.”

“…”

Setelah beberapa lama, tubuh Xie Lian akhirnya melunak.

Sekarang, menyingkirkan semua rasa malu dan frustrasinya, dia mulai berpikir dengan hati-hati: di dalam adegan-adegan yang terfragmentasi dalam mimpinya, suara pria yang memanggilnya, selalu terdengar sangat hangat dan lembut tanpa sedikit pun paksaan…

Adapun dirinya sendiri… meskipun dia memang memohon belas kasihan dan menangis, tetapi dia tahu hanya dengan mendengarkan, bahwa bahkan tidak ada sedikit pun keengganan dalam suaranya sendiri. Hanya saja, sebelumnya, dia tidak mau menghadapinya secara langsung, jadi dia sama sekali belum menyadarinya.

Setidaknya Xie Lian akhirnya tahu mengapa, saat dia melihat pria ini, dia tidak bisa tidak ingin mempercayainya. Sayangnya, “dirinya” setelah delapan ratus tahun, memiliki hubungan dengan San Lang yang… tidak bisa dikatakan sederhana.

Dia benar-benar menyerah berjuang melawan tubuhnya, dan mengikuti keinginan hatinya, mengubur wajahnya di dada San Lang. Dia berkata, suaranya meredam, “Kita…”

San Lang berkata, “Hn.”

Setelah keheningan yang lama, Xie Lian bergumam, “Kenapa… tiba-tiba aku melupakan semua hal yang terjadi dalam delapan ratus tahun ini?”

San Lang berkata, “Ini adalah salahku. Sehari sebelumnya, kamu tiba-tiba menerima doa di tengah malam, dan pergi terlalu terburu-buru. Aku tidak membantumu memulihkan kekuatan spiritualmu, dan tidak memberitahumu bahwa ketika monster itu menggigitmu, makhluk itu akan menelan ingatanmu.”

Xie Lian berkata, “Kalau begitu itu bukan salahmu. Akulah yang ceroboh.”

San Lang berkata, “Yang Mulia tidak pernah salah.”

Xie Lian memaksakan senyumnya, lalu berkata lagi dengan putus asa, “Lalu, San Lang, bagaimana aku… menyebabkan kehancuran kerajaan Xian Le?”

Lagipula, dia sangat menghargai rakyatnya, dan ambisinya adalah untuk membuat Xian Le terus makmur selama seribu tahun lagi.

San Lang memeluknya lebih erat, dan berkata dengan penuh keyakinan, “Itu bukan salahmu.”

Xie Lian bergumam, “Bagaimana mungkin kegagalanku menyebabkan sesuatu seburuk itu? Bagaimana mungkin aku menjadi seperti ini?”

Siapa kiranya yang tidak memulai dengan sebuah keinginan untuk mencapai sebuah prestasi besar mampu menggerakkan langit dan bumi, dan tetap bertahan hidup selama berabad-abad? Meskipun mungkin hanya satu dari sejuta orang yang benar-benar dapat membuat mimpi ini menjadi kenyataan, tetapi Xie Lian tidak pernah sekalipun meragukan bahwa dia akan menjadi satu dari sejuta orang itu.

Mungkin itu adalah alasan mengapa San Lang tidak membiarkannya mengetahui bahwa delapan ratus tahun telah berlalu.

San Lang berkata, “Kamu tidak gagal.”

Xie Lian menggelengkan kepalanya, berkata, “Tapi aku tidak punya penyembah lagi.”

San Lang berkata, “Ya.”

Hanya memikirkannya saja membuat Xie Lian bersedih. Dia berkata, “Aku seorang dewa sampah. Aku pemungut sampah. Tentu saja tidak ada yang akan menjadi penyembahku, dan tidak ada yang akan menganggapku sebagai dewa. Siapa yang akan menghormati dewa yang bahkan memungut sampah?”

Itu benar-benar tidak seperti mimpinya.

Tapi San Lang berkata, “Bukankah aku sudah memberitahumu? Kamu memiliki orang yang percaya padamu.”

Xie Lian mengangkat wajahnya. San Lang memberinya senyum kecil, berkata, “Yang Mulia, ​​aku berkata bahwa kamu akan bisa bertemu Hua Cheng dengan segera. Saat ini, kamu sudah bertemu dengannya.”

“…”

Xie Lian mengangkat kepalanya, dan kedua matanya menatap wajah orang di depannya, berkata, sedikit bingung, “San Lang, kamu… sejak kapan kamu mengenalku?”

Hua Cheng berkata, “Sejak waktu yang sangat lama, sangat lama, bahkan sebelum kamu naik.”

Xie Lian perlahan berkedip.

Hua Cheng berkata lagi, “Yang Mulia, ​​mungkin dirimu yang sekarang, merasa bahwa dirimu setelah delapan ratus tahun berlalu adalah kegagalan besar. Mungkin kamu merasa kecewa, dan tidak bisa menerimanya. Tapi tolong percayalah padaku, semuanya tidak seperti itu.”

Mata kirinya yang cerah menatap Xie Lian, dan sorot matanya sehangat dan selembut suaranya.

Dia berkata, “Kamu menyelamatkanku. Aku selalu mengawasimu.

“Di dunia ini ada banyak orang yang lebih berhasil daripada kamu, tetapi tidak ada dari mereka yang bisa menyelamatkanku seperti apa yang sudah kamu lakukan padaku, dan tidak ada dari mereka yang bisa melakukan hal-hal yang kamu lakukan―

“Kamu tidak tahu berapa banyak keberanian yang kamu berikan padaku, untukku menjadi diriku hari ini.

“Dalam hatiku, kamu selamanya menjadi satu-satunya dewa bagiku.”

Xie Lian berkata, “Dan kamu selamanya adalah penyembah yang paling setia.”

Tanpa sadar ketika dia mengatakan itu, ketika dia menyadarinya. Kalimat yang dia katakan tadi, adalah sesuatu yang secara naluriah dia katakan pada saat itu sebagai sebuah tanggapan, seolah-olah dia telah mendengar janji yang sangat berharga sebelumnya. Tetapi San Lang mulai tersenyum, dan mengangkat tangannya, mencium punggung tangannya, dan berkata, “Ya.”

“…”

Setelah beberapa lama, Xie Lian tampaknya telah mengambil keputusan, dan mengambil boneka daruma dari lengan bajunya, berkata, “Apakah monster ini yang menelan ingatanku?”

Hua Cheng menerima monster itu, berkata, “Jadi memang Yang Mulia yang menghancurkan sarang barunya.”

Xie Lian mengangguk, berkata, “Untuk memulihkan ingatanku, aku harus melakukan sesuatu padanya di sini, ya?”

Dalam telapak tangan Hua Cheng, boneka daruma itu membuka mulutnya yang besar. Dari mulutnya terbang beberapa titik cahaya, tampak seperti kunang-kunang yang terbang dan mengelilingi Xie Lian. Hua Cheng berkata, “Tangkap mereka, dan kamu akan dapat mengambil delapan ratus tahun kenangan itu.”

Mendengar ini, Xie Lian mengulurkan tangannya kepada mereka. Namun, tepat sebelum dia menyentuh mereka, dia berhenti.

Memulihkan delapan ratus tahun ingatan ini, akan seperti menghidupkan kembali delapan ratus tahun itu, sekali lagi mengalami semua yang telah terjadi: penderitaan akan seratus pedang yang menusuk jantungnya, rasa malu karena telah dikalahkan sepenuhnya, kemarahan atas dirinya yang tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa pun.

Meskipun dia tahu bahwa semua ini akan segera berakhir, tetapi ujung jarinya masih sedikit gemetar.

Hua Cheng berdiri di belakangnya, membiarkannya merasa seolah-olah punggungnya bersandar pada dinding yang kokoh. Dia mendengar suara Hua Cheng dari belakangnya, “Jangan takut, Yang Mulia.”

Xie Lian memutar kepalanya sedikit ke belakang, dan Hua Cheng melingkarkan tangannya di pinggangnya, berkata, “Percayalah padaku. Tidak peduli berapa lama, aku akan selalu menunggumu. Kamu masih akan bertemu denganku lagi.”

Tepat sekali. Mereka masih akan bertemu lagi.

Jadi, Xie Lian mengulurkan tangannya ke arah cahaya itu.

Seperti bintang, bintik-bintik cahaya itu larut ke dalam ujung jarinya. Ada kecerahan di depan matanya, seolah-olah sesuatu yang panas membara mendekat. Sebelum cahaya terang itu mencapai dirinya, Xie Lian berkata, “Aku sangat senang bertemu denganmu.”

Setelah dia mengatakan kalimat ini, bintik-bintik cahaya itu larut ke dalam tubuhnya dan menghilang. Xie Lian perlahan terhuyung ke depan, dan tubuhnya ditangkap oleh Hua Cheng.

Setelah beberapa lama, Xie Lian akhirnya mulai bergerak. Saat dia membuka matanya, Hua Cheng berkata dengan suara rendah, “Gege?”

Xie Lian perlahan tersenyum ringan, dan mengulurkan tangan, membelai wajah Hua Cheng, dan berkata, “…Aku bertemu denganmu lagi.”

Hua Cheng mulai tersenyum juga, berkata, “Bukankah aku sudah mengatakannya. Percayalah padaku.”

Xie Lian menghela napas dan berkata, “Apa ini bisa dihitung kita telah menunggu satu sama lain selama delapan ratus tahun lainnya?

Hua Cheng berkata, “Bukankah aku sudah mengatakannya, tidak peduli berapa lama, aku akan selalu menunggumu. Tapi…”

Dia menarik tubuh Xie Lian. Mereka berdua berdiri berhadap-hadapan, dan Hua Cheng memegang tangannya dengan erat, berkata sambil tersenyum, “Saat ini, aku tidak ingin kita terpisah lagi bahkan untuk sesaat.”

Tidak ada cara untuk mengubah masa lalu.

Delapan ratus tahun yang lalu, Xie Lian yang berusia tujuh belas tahun, yang merupakan kebanggaan semua orang, tidak memiliki cara untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan baginya. Nasib telah memberinya dua pintu. Jalan seorang dewa bela diri meninggalkan kesan singkat tapi tak terhapuskan; dalam waktu singkat seorang iblis bertemu dengan seorang dewa di sebuah jembatan. Dan dia telah membuka kedua pintu.

Setelah itu, dia sendirian dalam gelombang pergolakan karena tidak berdaya dan tidak dapat kembali ke surga, dan dia berjuang untuk mencari nafkah melalui tahun-tahun yang panjang dan berliku. Rasa sakit, marah, kecewa, benci, putus asa, gila. Hati yang acuh tak acuh miliknya seperti abu yang mati.

Dan setelah itu, abu yang mati itu telah hidup kembali.

Namun, semua ini sudah menjadi masa lalu.


Gege, selamat datang kembali.”

“Hn…”

“Dengar, aku berkata bahwa kamu masih akan bertemu denganku lagi. Aku tidak berbohong kepadamu.”

Xie Lian mengarahkan pandangan pada Hua Cheng, dan berkata, “Benarkah?”

Hua Cheng tersenyum sedikit, dan berkata, “Tentu saja. Kapan aku pernah berbohong kepada Yang Mulia? Gege, aku…”

“…”

“…”

Xie Lian mengulurkan tangannya ke dada di balik jubah Hua Cheng, dan mengambil selembar kertas, membaca dengan suara keras, ”Setelah menerima perawatan San Lang gege, Lian tidak memiliki cara untuk membalasmu, dan bersedia mengeluarkan sedikit kekuatan yang aku miliki, untuk membantu gege memecahkan masalah-masalahnya, aku akan pergi untuk sementara waktu. Semoga San Lang gege tidak khawatir, karena Lian akan segera kembali setelahnya.”

San Lang mengangkat alis, dan membawa tangannya ke belakang dan tidak berbicara. Setelah Xie Lian selesai membaca dengan keras, dia meniru sikap Hua Cheng dan mengangkat alis, berkata, “San Lang gegegege yang baik, kamu benar-benar baik ah.”

Hua Cheng tertawa, berkata, “Apakah aku baik atau tidak, bukankah hal ini sejak awal sudah terlihat jelas?”

Wajah Xie Lian berubah sedikit merah, dan dia berkata dengan samar, “…Aku tidak yakin apa yang kamu bicarakan. Bagaimanapun, tindakanmu sudah terlalu jauh dalam beberapa hari ini, dan kamu harus merenungkannya.”

Hua Cheng berkata dengan serius, “Gege, jangan seperti itu. Dua hari ini, aku terus memperlakukanmu dengan penuh sopan santun, dan menahannya benar-benar sangat berat untukku.”

Xie Lian berkata, “Sejak kapan kamu memperlakukanku dengan penuh sopan santun. Kamu jelas… jelas…” jelas-jelas terus menggodanya dengan sangat gembira. Berpikir tentang bagaimana dalam dua hari itu dia telah menjadi boneka kecil berumur tujuh belas tahun yang naif, konyol, dan dimanjakan, dilemparkan dan diputarkan ke arah sini dan situ ketika Hua Cheng bermain-main dengannya… seperti yang diingat Xie Lian dengan sangat jelas dan sempurna di dalam pikirannya, dia tidak bisa melihat langsung pada dirinya sendiri, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerang, dan memijat pelipisnya. Ekspresinya serius, Hua Cheng berkata, “Sungguh, bahkan jika aku dicaci maki sebagai bajingan tercela, tak tahu malu, dan tidak senonoh, San Lang sama sekali tidak memiliki keluhan atau penyesalan.”

“…”

“Jika Gege tidak senang, kamu bisa terus memarahiku. Tidak masalah bagi San Lang.”

Xie Lian tidak bisa mendengarkan lebih jauh.

Memijat pelipisnya, dia menyelinap pergi. Ketika Hua Cheng menoleh, Xie Lian sudah menghilang. Dia berkata, “Gege? Jangan lari, baiklah, ini salahku, Gege!”

Jangan panggil gege lagi!


Catatan Penulis MXTX:

‘Insiden Rasa Penasaran Yang Mulia, Ingatan Putra Mahkota Mengembara’ sudah selesai.

Mengenai apa yang dikatakan Hujan Darah Mencapai Bunga (Xueyu Tanhua) tentang keinginan untuk “menghancurkan kepala jelek” dari monster itu, monster itu disimpan oleh mereka, dan pada hari tertentu setelah menerima izin Xie Lian, dia menggunakannya sekali, dan mimpi jahat Hua cheng-zhu akhirnya menjadi kenyataan, tetapi ini adalah sesuatu yang terjadi kemudian!


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. 里 [li]. Satuan pengukuran tradisional Tiongkok, sekarang distandarisasi sekitar setengah kilometer.
  2. 洞府 [dongfu]. Aku menerjemahkannya sebagai “sarang”, tetapi dongfu sedikit lebih dari itu. Deskripsi yang lebih akurat adalah… tempat tinggal roh atau makhluk buas? Terjemahan terdekat lainnya yang bisa aku pikirkan adalah “gua”, tetapi gua ― lebih terkait dengan peri dan semacamnya di cerita rakyat barat ― tidak memiliki konotasi yang tepat untuk konteks ini, aku pikir begitu.
  3. 山魈夜猫鬼哭狼嚎 [shan xiao you mao gui ku lang hao]. Sebuah 山魈 atau shanmao dapat merujuk ke jenis primata poros, tetapi juga makhluk berkaki satu / rakasa yang berdiam di pegunungan dalam cerita rakyat Cina. Sebuah 夜猫 atau yemao secara harfiah diterjemahkan ke dalam kucing-malam, tetapi juga dapat merujuk kepada burung hantu. 鬼哭狼嚎 [gui ku lang hao] secara harfiah, teriakan hantu dan lolongan serigala.
  4. 山 主 [shan zhu]. Gelar kehormatan dari para antek untuk monster, menyala. tuan / pemilik gunung. (Seperti bagaimana pengikut Hua Cheng di Kota Hantu menyebutnya sebagai 城主 [cheng-zhu] atau penguasa / pemilik kota.)
  5. 小白脸 [xiao bai lian]. Lit. “Wajah putih kecil”, digunakan untuk menggambarkan seorang pria muda dengan wajah cantik. Itu tidak benar-benar pujian, dan biasanya digunakan dalam konteks menggoda (paling baik) atau menghina (paling buruk). Aku hanya merasa sangat lucu bahwa Xie Lian disebut sebagai satu di sini.
  6. 丈 [zhang]. Unit pengukuran tradisional Tiongkok. Sekitar 10 kaki? Jadi Xie Lian melemparkan monster-monster ini beberapa ratus kaki dalam satu lemparan.
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments