Penerjemah: Jeffery Liu


Tiba-tiba, semua ekspresi pejabat surgawi menjadi lebih tidak dapat dibaca daripada ekspresi Pei Ming.

Seorang kultivator berpakaian putih mengangguk dengan panggilan itu, ekspresinya tenang dan damai, sopan santunnya lembut dan elegan. Itu adalah Xie Lian. Semua pejabat surgawi dalam kelompok itu menyapanya, “Yang Mulia”, “Yang Mulia.”

Ekspresi dan kata-kata mereka semua sangat hati-hati, begitu menghargai dan sopan. Xie Lian juga dengan sopan menyapa semua orang, dan pergi dengan sikap menyambut, “Tuan Master Hujan.”

Master Hujan tiba di depan sebuah gubuk yang dibangun untuk sementara itu, memegang kendali dari sapi hitam besar pengawal miliknya, dan dia memiringkan kepalanya untuk memberi salam.

Di belakang sapi hitam itu ada bertumpuk-tumpuk kotak-kotak raksasa, salah satu alasan dia datang, dan tampaknya ada efek luar biasa untuk memelihara kekuatan spiritual setelah memakannya, jadi ketika para pejabat surgawi mendengar jika Master Hujan telah datang, sekelompok orang dengan bersemangat pergi untuk membagi bagian mereka. Ada juga kelompok yang tidak bergerak. Xie Lian adalah salah satunya. Tuan Master Hujan berbicara, “Aku telah membawa sesuatu yang lain untuk Yang Mulia.”

Xie Lian tersenyum, “Ah, terima kasih sebelumnya! Apa itu?”

Master Hujan mengeluarkan dari dalam lengan bajunya sesuatu yang dibungkus dengan kain putih berpita kecil, dan ketika dia membukanya, mata Xie Lian langsung bersinar, “Terima kasih banyak, Tuan Master Hujan! Aku sudah mencarinya kemana-mana!”

Feng Xin datang untuk melihatnya juga, dan dia berkomentar, “Sutra langka yang luar biasa! Ini bagus! Sekarang akhirnya kamu bisa memperbaiki mainanmu itu!”

Xie Lian mengaduk-aduk lengan bajunya, dan menemukan pita sutra putih yang terbelah dua, dan berkata dengan gembira, “Ya, akhirnya, bahan untuk memperbaiki RuoYe sudah ditemukan! Aku akan menambalnya sekarang!”

Namun, Feng Xin menghentikannya, “Menambalnya? Kamu?! Lupakan saja, memangnya kamu bisa apa? Minta orang lain untuk membantumu.” Kemudian dia menoleh dan berteriak, “MU QING! DATANGLAH UNTUK BEKERJA!”

Mu Qing berjalan dengan malas, menjawab dengan dingin, “Apa? Apa yang kamu coba katakan? Memintaku untuk menjahitnya?”

“Bukankah itu keahlianmu?” Kata Feng Xin.

Mu Qing mendengus, “Bukankah kalian terlalu pandai memanfaatkan orang lain? Menjadikanku sebagai pelayanmu yang bisa kalian suruh, besok kamu mungkin akan menyuruhku untuk menyapu lantai.”

Xie Lian tertawa, “Lupakan, Lupakan. Aku akan melakukannya sendiri.”

Tapi Mu Qing sudah mengambil pita sutra putih dari tangannya, memutar matanya saat dia pergi untuk mencari jarum dan benang. Setelah itu, Pei Ming datang untuk memberi salam juga, dan berpikir untuk menepuk sapi hitam itu, tetapi sapi itu menggerogoti tangan Pei Ming dengan giginya, hampir mematahkan jari-jari Pei Ming. Melihat dia tidak disambut, dia bergegas pergi. Tuan Master Hujan bertanya, “Apakah lengan Jenderal Pei masih belum pulih?”

“Belum.” Xie Lian menjawab, “Pada saat itu dia membuat perjanjian dengan Rong Guang untuk menggunakan pedang Ming Guang, dan selain permintaan maafnya, dia juga harus membayar biaya lengan sebagai harganya. Meskipun pada akhirnya kebencian Rong Guang sebegitu besarnya, dia masih meninggalkannya beberapa wajah dan tidak meminta lengannya, tapi lengannya tetap saja masih mendapatkan luka berat.”

“Aku mengerti.” Master Hujan berkata, “Tidak heran ekspresi Jenderal Pei begitu aneh.”

Xie Lian bergumam dalam hati, ‘Ekspresinya yang aneh jelas bukan karena alasan ini.’

Ternyata, Pei Ming tidak bisa melupakan fakta bahwa Master Hujan telah menyelamatkannya berkali-kali di Gunung TongLu dan dalam kebakaran hebat di Ibukota Surgawi. Dia adalah lelaki besar, lelaki baik yang berpikir dirinya mendominasi langit dan bumi, sehingga dia tidak bisa menahan kehilangan sedikit pun wajah di depan seorang wanita sama sekali, terutama seorang wanita yang memiliki keluhan masalalu dengannya. Dibandingkan dengan Master Hujan, dia mungkin lebih bisa menerima perilaku Xuan Ji. Bagaimanapun, dia benar-benar tidak bisa melupakannya tidak peduli apa, dan setiap kali dia melihat Master Hujan, hatinya merasa bergolak, itulah sebabnya ekspresinya aneh.

Namun, Master Hujan sama sekali tidak mengerti apa yang dia rasakan, jadi dia selalu tersenyum sopan dalam menyapa, dua orang dengan dua panjang gelombang yang sama sekali berbeda, benar-benar tidak masuk akal.

Master Hujan berbicara, “Oh itu benar, Yang Mulia, bagaimana dengan Xuan Ji?”

“Xuan Ji dikurung di kaki gunung,” Xie Lian menjawab, “Apa kamu ingin pergi untuk melihatnya?”

.

Setelah pertempuran besar, semua monster dan iblis yang lolos dari segel mereka untuk sementara waktu ditahan di ruang bawah tanah di kaki Gunung TaiCang. Xie Lian memimpin jalan, tetapi sebelum mereka mencapai ruang bawah tanah, mereka mendengar serangkaian suara kasar yang terus mengumpat. Pei Su dan Ban Yue duduk di pintu masuk, kedua ekspresi mereka kosong.

Saat ini mereka benar-benar kekurangan orang yang benar-benar ingin membantu, sehingga mereka berdua dikirim untuk membantu Pengadilan Tinggi menjaga penjara bawah tanah. Di dalam ruang bawah tanah itu ada Ke Mo yang terkunci, dan ketika dia melihat musuh-musuhnya, matanya menjadi sangat merah, dan dia menghabiskan hari-harinya dengan berteriak dan memaki-maki langit tanpa henti pada mereka berdua. Mereka berdua berpura-pura tidak mengerti kata-katanya, dan duduk bersama dalam barisan seperti boneka kayu. Ketika Xie Lian dan Master Hujan masuk, mereka bangkit, “Yang Mulia, Tuan Master Hujan.”

Master Hujan memberikan sekotak produk kepada mereka, dan Xie Lian berkata, “Terima kasih atas kerja keras kalian. Tuan Master Hujan ingin bertemu Xuan Ji.”

Namun, Pei Su tampak ragu-ragu sejenak, “Xuan Ji …”

Xie Lian melihat jika ada sesuatu yang salah dan bertanya, “Apa ada masalah?”

Keduanya memasuki ruang bawah tanah dan menemukan di mana Xuan Ji ditahan, dan mereka berdua terkejut. Di dalam sel, tidak ada apa-apa, dan yang tersisa hanyalah satu set jubah pengantin merah yang compang-camping.

Pei Su menjelaskan, “Xuan Ji sudah menghilang tadi malam.”

Kebencian Xuan Ji benar-benar tercerai berai, sungguh luar biasa. Belum lama berselang ketika obsesi wanita ini masih begitu dalam, dia bahkan mencekik Pei Ming dengan pegangan mematikan dan menolak untuk melepaskannya. Xie Lian berkomentar, “Mungkin dia akhirnya memikirkan semuanya.”

Memikirkan bagaimana dalam ratusan tahun terakhir ini dia telah menjadi seorang wanita pendendam yang gila dan keji dari seorang jenderal pahlawan, seorang wanita bermartabat dari sebuah rumah bergengsi. Memikirkan apa yang telah hilang dan apa yang diperolehnya, dan dalam rasa malu yang sedemikian besar, dia mungkin tidak memiliki wajah lagi untuk melihat ke belakang.

Dia berharap selama ini bahwa dia dapat mengubah hati pria yang meninggalkannya, baik dengan menggerakkan hatinya atau dengan ancaman, tetapi kemudian dengan keras menyadari bahwa tidak pernah ada kesempatan untuk membalikkan keadaannya kembali, dan pada akhirnya dia mengerti.

Tapi, dia mengandalkan perasaannya yang bergejolak, penolakannya untuk menyerah pada Pei Ming agar tetap di dunia ini. Saat dia memikirkan segalanya, tidak ada lagi alasan untuk tetap tinggal. Bahkan memikirkannya sedikit tidak masuk akal lagi.

Master Hujan duduk di tempat, sepertinya dia akan melakukan doa pelepasan terakhir untuknya. Bagaimanapun, Xuan Ji adalah satu-satunya yang tersisa dari Kerajaan YuShi selain dirinya sendiri. Xie Lian merasa tidak sopan jika mengganggunya, jadi dia berdiri dan pergi.

.

Setelah keluar, dia melihat Pei Su dan Ban Yue tengah mengunyah buah-buahan yang diberikan oleh Master Hujan, jadi Xie Lian pergi dan mengambil satu, siap berjongkok untuk mengunyah bersama mereka. Namun, dia tiba-tiba merasakan sesuatu, dan memutar kepalanya untuk melihat, tidak jauh dari tempatnya berada saat itu, di balik semak-semak setinggi setengah manusia, sesuatu bergerak dengan cepat.

Xie Lian langsung melemparkan buah itu dan hanya berkata, “Awasi semuanya di sini!” sebelum berlari.

Ketika sesuatu yang ada di semak-semak itu sadar jika dia berhasil ditemukan, dia melarikan diri lebih cepat. Xie Lian pada awalnya tertinggal dalam delapan langkah, tetapi ia hanya mengambil empat langkah sebelum ia mengetahui siapa sosok itu. Mengubah pikirannya, dia memperlambat langkahnya.

Dia menunggu sampai sosok itu melarikan diri sebelum dia tiba-tiba menghalanginya dari samping, “Nona Jian Lan, apa kamu berencana pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal?”

Pihak lain memang adalah Jian Lan yang sedang menyelinap dengan menggendong roh janin di tangannya, dan dia dikejutkan dengan Xie Lian yang muncul entah dari mana, “KAMU!”

Roh janin pucat itu memamerkan giginya di lengannya, kelihatannya ingin menyerang tetapi Jian Lan menahannya, “Apa kamu di sini untuk menghentikanku?”

Xie Lian tidak ingin dia terlalu khawatir, dan berkata, “Jangan gugup, aku hanya ingin memberimu sesuatu.”

Kemudian, dia mengeluarkan sesuatu, “Dendam putramu Cuo Cuo cukup kuat, dan perlu ditahan. Meskipun sudah menjalani pemurnian, kultivasimu tidak setinggi miliknya, jadi sulit untuk menjamin tidak ada hal buruk yang terjadi. Kamu akan membutuhkan ini untuk membantumu.”

Benda itu adalah jimat perlindungan yang dibuat Xie Lian sendiri, dan dia bahkan menunjukkan cara menggunakannya, untuk membuktikan tidak ada trik yang tertanam. Jian Lan menyaksikan, dan ketegangannya sedikit mulai memudar. Lagipula, hal ini berguna. Setelah ragu-ragu, dia mengambilnya, “Terima kasih.”

“Tidak perlu.” Xie Lian berkata, “Ketika kamu menggunakannya, berteriaklah ‘Yang Mulia Tolong Berkatilah Aku’ tiga kali dan itu akan berhasil. Dengan begitu ini akan ditandai dengan nama istanaku.”

“…”

Jian Lan mengambil beberapa langkah, berhenti sejenak, tetapi pada akhirnya dia masih tidak bisa menahannya dan memalingkan kepalanya, “Kamu tidak menghentikanku? Kenapa?”

Xie Lian sedang menunggunya untuk melihat ke belakang, dan bertanya alih-alih menjawab, “Lalu Nona Jian Lan, mengapa kamu harus pergi? Feng Xin berkata dia akan mengurus kalian berdua, dia akan menepati janjinya.”

Ekspresi Jian Lan berkedip, tetapi pada akhirnya, dia menghela napas, “Aku tahu dia akan melakukannya. Tapi, lupakan saja, ini yang terbaik. Aku tidak ingin bersamanya lagi.”

Xie Lian sedikit terkejut, “Apa kamu … tidak mencintainya lagi?”

Jian Lan mungkin lelah berlari, dan dia terduduk di pinggir jalan, “Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Aku tidak ingin dia memaksakan dirinya untuk mengikat kami kepadanya.”

Xie Lian juga duduk di sisinya, dan merenung sejenak, “Dia pasti sangat mencintaimu. Saat itu, dia sudah benar-benar dihabisi, tetapi dia masih menolak untuk membiarkanmu pergi.”

Mendengar ini, Jian Lan tampak seolah-olah mengingat hal-hal dari masa lalu yang jauh, dan tertawa, “Kamu mengatakan itu, aku mengingatnya sekarang. Saat itu, dia masih agak bodoh, menghabiskan berjam-jam untuk menghasilkan uang, dan setelah dia menghasilkan uang, sepanjang malam dia bilang akan membeliku, tetapi yang dia lakukan hanyalah membawa bangku untuk duduk denganku sepanjang malam, tidak melakukan apapun. hanya mengobrol. Semua orang mengatakan jika dia hanya bercanda, sungguh konyol!”

Xie Lian juga tersenyum, “Kamu tahu, aku bilang dia benar-benar mencintaimu.”

Namun, Jian Lan menarik senyumnya, “Apa yang kamu katakan adalah semua hal di masa lalu. Cintanya di masa lalu tidak berarti itu akan bertahan selamanya. Untuk menjadi sesuatu yang benar-benar mengganggu dan merepotkan, aku tidak tertarik.”

“Kenapa dia mengira kalian berdua merepotkan?” Xie Lian bertanya, “Apa kamu tidak tahu orang seperti apa Feng Xin?”

“Kamu, Yang Mulia Pangeran Mahkota, kamu belum pernah menjalani kehidupan orang biasa, jadi tentu saja kamu akan berpikir bahwa masalahnya sesederhana itu. Dia tidak akan mengatakannya untuk sekarang, dan dia juga tidak akan menunjukannya di permukaan. Tetapi begitu waktu berlalu, maka tidak ada yang bisa dipastikan. Jika aku ingin mencarinya, aku pasti sudah lama melakukannya. Ini tidak seperti Kuil Nan Yang sulit ditemukan. Ada periode waktu di mana mereka berada di mana-mana, tetapi aku masih tidak mau.”

“Dia naik, dia memiliki segalanya, tampak mulia dan mengesankan, tapi kami sudah berubah menjadi hantu, jadi apa yang aku lakukan dengan mencari dia? Seorang pejabat surgawi membawa dua hantu, bukankah itu hanya akan membawa masalah baginya?”

“Aku membuatnya menjauh ketika aku berada dalam keadaan terbaikku, aku pikir itu cukup bagus, begitu membanggakan dan bermartabat. Dengan begitu, aku akan selalu ditatapnya seperti itu di dalam hatinya, dan tidak seperti ini, begitu lusuh dengan dandanan tebal, dengan lingkaran hitam di sekitar mataku.”

Dia mencubit wajahnya sendiri, “Jika dia benar-benar mengenali kami, dan setiap hari dia harus melihat wajahku dan bentuk Cuo Cuo yang seperti ini, dengan kami yang menyeretnya ke bawah, dia hanya akan menjadi semakin lelah, jengkel, dan suatu hari nanti kami hanya akan menjadi gangguan baginya. Jadi mengapa perlu repot-repot melakukannya? Bukankah itu terlalu tragis?”

Sementara dia berbicara, roh janin menggunakan lidahnya yang basah untuk menjilati wajahnya, tampak menjijikkan tetapi entah bagaimana menawan pada saat yang bersamaan. Tetapi bagi orang lain, ini mungkin hanya menjijikkan, dan tidak bisa diterima.

Jian Lan juga membelai kepala telanjang putranya, “Ngomong-ngomong, memiliki Cuo Cuo sudah cukup bagiku. Siapa yang tidak membuat janji atau bersumpah ke gunung dan laut ketika mereka masih muda? Berbicara tentang kasih sayang, cinta, leluhur. Tapi, semakin lama aku berkeliaran di dunia ini, semakin aku mengerti, sesuatu seperti ‘selamanya’ adalah sesuatu yang tidak mungkin. Itu tidak akan mungkin terjadi. Setelah itu sudah cukup baik. Tidak ada yang bisa benar-benar mencapainya. Aku tidak percaya lagi.”

Dia berkata dengan suara tak berdaya, “Feng Xin adalah pria yang baik. Hanya saja … ini sudah terlalu lama. Semuanya sudah berubah, jadi yang terbaik adalah membiarkannya pergi.”

Xie Lian mendengarkan dengan tenang, tidak berbicara sepatah kata pun, tetapi di dalam hatinya, dia berkata, ‘Tidak.’

Sebuah suara di hatinya berkata, ‘Sesuatu seperti ‘selamanya’ itu ada. Ada satu orang yang benar-benar dapat mencapainya. Aku percaya.’

.

Jian Lan masih membawa Cuo Cuo dan pergi.

Xie Lian kembali dan mengirim kembali Master Hujan yang telah menyelesaikan doa pelepasan terakhir untuk Xuan Ji ke Gunung TaiCang. Dia berpikir untuk memberi tahu Feng Xin bahwa Jian Lan telah pergi, tetapi dia tidak melihatnya. Saat dia sedang mencarinya di antara kerumunan yang penuh keributan, seseorang tiba-tiba berteriak, “Waktu yang tepat, Tai Hua! Apa kamu punya waktu? Ayo bantu mencari tahu ini!”

Mereka masih menyambar siapa pun untuk melakukan penghitungan, dan Lang Qian Qiu sangat ingin pergi, merespons dari jauh, “JANGAN BAWA TUMPUKAN ITU KESINI, AKU MASIH PUNYA SESUATU YANG HARUS AKU LAKUKAN, PERGI CARILAH ORANG LAIN!”

Xie Lian menghela napas, bertanya-tanya apakah dia harus pergi dan mencoba semua buku itu ketika tiba-tiba, dia hanya mengambil beberapa langkah sebelum dia mendengar suara dari belakang, “Tu … Pe …. Yang Mulia.”

Xie Lian melihat ke belakang dan Lang Qian Qiu berdiri tepat di belakangnya. “Apa kamu punya waktu untuk sebentar untuk berbicara?”

“Tentu saja.” Jawab Xie Lian.

Jadi, dia dan Lang Qian Qiu berjalan bersama di luar gubuk istana raksasa yang menyedihkan itu. Saat mereka berjalan, Xie Lian bertanya, “Bagaimana kabar Gu Zi? Apa dia baik-baik saja?”

Lang Qing Qiu terkekeh tak berdaya, kepahitan sedikit tercermin di nada bicaranya, “Aku tidak tahu apakah itu dianggap baik-baik saja. Anak itu meminta ayahnya kepadaku setiap hari, sedikit menyedihkan, jadi aku hanya bisa … mengumpulkan sedikit partikel jiwa Hantu Hijau dan menyimpannya di dalam lampu. Sekarang dia selalu muncul di depanku setiap hari sambil memeluk lampu itu dan terus menanyakan kapan jiwa di dalam lampu itu akan tumbuh lebih besar! Aku benar-benar …”

Melihat wajah muram dan putus asa itu, hanya memikirkannya saja Xie Lian bisa mengerti. Kenapa dia harus melakukan sesuatu seperti ini untuk Qi Rong yang telah membunuh seluruh keluarganya? Xie Lian secara tidak sadar mengulurkan tangan untuk menepuk pundaknya, tetapi kemudian dia ingat apa yang telah dia lakukan di Yong An, dan menahannya. Dia berkata dengan lembut, “Kamu sudah bekerja keras. Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan denganku hari ini?”

Setelah beberapa keraguan, Lang Qian Qiu meraih jubahnya dan mengambil sesuatu, menyerahkannya kepadanya, “Ini.”

Ketika Xie Lian melihat hal itu, napasnya berhenti.

Itu adalah mutiara karang merah tua yang mewah, halus dan bercahaya.

Suaranya bergetar, “Ini … ?!”

Lang Qian Qiu berkata, “Mutiara karang ini adalah harta rahasia yang ditinggalkan oleh ayah pendiri Yong An.”

Hanya setelah mendengar ini, Xie Lian menyadari bahwa mutiara ini bukan yang diikat di ujung rambut Hua Cheng, tetapi yang pernah dia berikan kepada Lang Ying.

Itu bukan milik Hua Cheng. Xie Lian merasa sedikit kecewa, tetapi masih mengambil mutiara itu. Saat itu Lang Qian Qiu berbicara, “Ayah pendiri pernah berkata, orang yang memberinya mutiara karang merah ini adalah penyelamatnya, seseorang yang telah membantunya. Pria yang sangat baik.”

“…”

Lang Qian Qiu melanjutkan, “Tapi dia masih melakukan sesuatu yang membuat pria itu kehilangan segalanya. Ayah pendiri mengatakan dia tidak menyesal melakukan apa yang dia lakukan, dia harus melakukannya. Tapi setelah itu ketika dia memikirkannya, dia masih merasa seperti dia telah salah memperlakukan pria itu.”

“…”

“Lalu?” Xie Lian bertanya.

“Dan kemudian,” kata Lang Qian Qiu, “Hari itu di Ibukota Surgawi, aku melihat mutiara merah yang ada di ujung rambut Hujan Darah Mencapai Bungan dengan hati-hati, dan semakin aku melihatnya semakin kupikir jika mutiara merah itu sangat mirip dengan mutiara merah yang ditinggalkan ayah padaku. Kemudian aku mendengar Jenderal Xuan Zhen dan yang lainnya berbicara, dan mengetahui bahwa mutiara-mutiara itu sebenarnya sepasang, dan mereka semua milikmu. Jadi, aku datang untuk bertanya, apakah ini milikmu?”

Beberapa saat kemudian, Xie Lian mengangguk pelan, “Itu milikku. Ini adalah sepasang mutiara yang diberikan ayah dan ibuku ketika aku masih muda.”

Lang Qian Qiu menyentakkan kepalanya, “Lalu … aku mengembalikan ini padamu.”

Dia masih tidak tahu bagaimana caranya harus mengatasi Xie Lian, dan setelah mengembalikan mutiara itu, dia ragu-ragu untuk sesaat sebelum pergi diam-diam. Xie Lian berdiri di tempat yang sama, mutiara karang merah itu terjepit di jantung telapak tangannya.

Sudah lebih dari delapan ratus tahun. Setelah semua tikungan, separuh dari anting-anting mutiara karang merah itu telah kembali ke tangannya. Itu miliknya, dan juga miliknya.

Tapi, mutiara lainnya seharusnya sudah ada di sini juga. Mereka seharusnya bisa melengkapi pasangan itu.

Saat itu, suara Feng Xin yang penuh kegirangan dan kegembiraan datang dari dasar gunung, “YANG MULIA! SEMUA ORANG! KEMARILAH CEPAT!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments