Penerjemah: Jeffery Liu


Dari dalam kegelapan, sosok itu maju selangkah, dan pada akhirnya sosoknya terungkap di bawah cahaya api.

Wajah Mu Qing tampak gelap tetapi dia tidak berbicara sama sekali, di sisi lain Feng Xin meraih Xie Lian dan menambahkan, “Sebelumnya ketika di Ibukota Surgawi, aku baik-baik saja ketika sedang mencari orang-orang, tapi seseorang tiba-tiba memukulku dari belakang, kalau tidak, mana mungkin aku bisa jatuh dan pingsan?”

Pikiran Xie Lian berputar dengan cepat dan dia berkedip, “Dia yang memukulmu?”

Feng Xin berkata dengan pasti, “Aku sangat yakin, dia yang melakukannya!”

“Dan setelah dia memukulmu, apa kamu langsung pingsan?” Xie Lian bertanya.

“Benar sekali!” Feng Xin berkata, “Bagaimanapun, Yang Mulia kamu harus selalu memperhatikannya, jangan terlalu dekat dengannya, atau, kamu bisa langsung menangkap dan menahannya sekarang!”

Mu Qing mengumpat terlepas dari dirinya sendiri, “Omong kosong …”

Xie Lian dengan cepat memotong, “Tunggu! Feng Xin, ada masalah di sini. Jika dia memukulmu dari belakang dan kamu langsung pingsan setelah itu – bagaimana mungkin kamu bisa tahu jika orang yang menyerangmu dari belakang adalah Mu Qing?”

Feng Xin tidak menyangka dia akan mengajukan pertanyaan ini dan dia terdiam. Mu Qing langsung memanfaatkan momen itu dan bersungut-sungut, “Pada saat itu, Ibukota Surgawi terbakar dan berada dalam kekacauan, tidak akan aneh bagi siapa pun untuk dengan atau tidak sengaja telah menjatuhkanmu, tetapi kau hanya melemparkan semua kekacauan ini padaku, kau hanya perlu mengaku jika kau salah lihat, apa kau setidakbisanya melakukan itu?”

Namun, Feng Xin memegang tangan Xie Lian dan berusaha berdiri, nadanya gelap, “Tidak, itu pasti kau!”

“Atas dasar apa kau membuat tuduhanmu itu?” Mu Qing menuntut.

Feng Xin berseru, “Justru karena Ibukota Surgawi saat itu dalam keadaan terang dan kobaran api ada di mana-mana sehingga tanah bisa mencerminkan bayangan seseorang di belakangku. Meskipun aku tidak mendapatkan kesempatan untuk melihat ke belakang, tetapi ketika aku jatuh, aku masih bisa melihat bentuk bayangan itu dan bagaimana dia menyerangku. Dan yang aku lihat adalah bayanganmu!”

Xie Lian memperhatikan dengan seksama ketika keduanya bertukar pukulan verbal. Mu Qing masih tidak akan mundur, “Kau terus mengatakan semua itu, tetapi itu tidak menutup fakta jika kau memang tidak melihat apapun dengan kedua mata kepalamu sendiri, sangat normal bagi sebuah bayangan untuk mengaburkan kenyataan, jadi bagaimana mungkin kau bisa menentukan bahwa itu adalah aku hanya dengan sebuah bayangan? Apa yang bisa kau lihat ketika kau sendiri pingsan?”

“Kau jelas tahu betul apakah aku bisa membedakannya. Yang Mulia juga.” Kata Feng Xin.

Xie Lian memang tahu. Tidak peduli apapun, mereka bertiga tumbuh bersama, berkultivasi bersama, dan tidak bisa lebih mengenal bentuk dan gerakan masing-masing, jadi bahkan jika mereka tidak melihat wajah, mereka masih bisa lebih dari delapan puluh persen yakin mengetahui identitas masing-masing!

“Yang Mulia, kalian berdua datang ke sini bersama-sama?” Feng Xin bertanya, “Apakah dia melakukan sesuatu yang mencurigakan dalam perjalanan?”

“Yah …” Xie Lian berujar.

Sejujurnya, Mu Qing terlalu mencurigakan di sepanjang perjalanan mereka sebelumnya, dia selalu tampak gugup dan limbung. Tetapi dalam situasi mereka saat ini, tidak mudah bagi Xie Lian untuk mengatakannya di depan wajah Mu Qing. Feng Xin melanjutkan, “Tidak! Pikirkanlah baik-baik, fakta bahwa dia yang tiba-tiba datang bahkan sangat mencurigakan. Dengan kepribadian miliknya, mengapa dia bersedia melalui begitu banyak bahaya hanya untuk menyelamatkan orang lain? Apakah dia yang melakukan semua itu bahkan benar-benar Mu Qing?”

Mendengar itu, wajah Mu Qing menjadi lebih gelap, “Jangan katakan hal-hal seolah-olah itu adalah kebenaran mutlak. Memiliki seorang putra bukanlah sesuatu yang akan kau lakukan, namun di sinilah kita sekarang?”

“…”

Xie Lian bisa merasakan ke mana arah pembicaraan ini akan pergi dan dengan cepat berkata, “Baiklah, jangan berdebat. Jika kalian terus berdebat maka kita harus melakukan kereta idiom untuk bisa tenang!”

Mu Qing menambahkan, “Selain itu, jika memang aku yang menjatuhkanmu, mengapa aku harus melakukan semua upaya ini untuk memikat mereka ke sini untuk menemukanmu?”

Feng Xin menjawab, “Karena kau tidak berpikir, setelah kau memukulku dari belakang, aku masih bisa menuduhmu! Dan siapa yang tahu di mana sebenarnya neraka ini, siapa yang tahu jika ternyata kau memikat Yang Mulia dan yang lainnya ke tempat ini bukan untuk menemukanku. Bukankah Hujan Darah Mencapai Bunga terpisah dengan kalian di tengah jalan?”

“Apakah kau mencoba untuk menyebutku penipu dan palsu untuk memikat Yang Mulia dan yang lainnya ke dalam perangkap berbahaya milikmu? Tapi maaf saja, Yang Mulia dan Hujan Darah Mencapai Bunga sudah bersamaku sepanjang jalan, tidak mungkin mereka tidak akan memperhatikan apa pun.”

“Itu benar, ya ….” kata Xie Lian.

Tapi itu hanya berlaku untuk Mu Qing dalam perjalanan. Setelah mereka memasuki istana Wu Yong bawah tanah, siapa bilang dia tidak mungkin untuk bisa diganti? Tidak ada yang bisa dipastikan.

Mu Qing memandang Feng Xin dan menambahkan, “Yang Mulia, aku pikir sebaiknya kamu menjauh darinya. Lagipula, dia sudah terbaring di sana sejak kita datang, Hujan Darah Mencapai Bunga juga menghilang, dan sekarang dia mencoba untuk mencabik-cabik kita, bukankah menurutmu dia yang lebih seperti penipu?”

Si Putih Tanpa Wajah telah berhasil menyamarkan dirinya dalam penampilan mereka berdua sebelumnya, jadi tidak akan mengejutkan baginya untuk melakukannya lagi. Xie Lian menggosok dahinya, “Bagaimana dengan ini, kenapa kalian tidak mengatakan sesuatu yang hanya kita bertiga ketahui, sehingga kita dapat memverifikasi identitas masing-masing?”

“Seperti apa?” Tanya Mu Qing.

Xie Lian memikirkannya dan berkata dengan santai, “Di atas gunung bersalju, apa yang kalian berdua teriakan?”

Setelah dia memberikan saran itu, wajah dua lainnya membeku. Xie Lian menyelipkan tangannya di lengan bajunya, “Jika kata-kata kalian berdua tidak cocok satu sama lain, itu berarti seseorang di antara kalian berdua bukan yang asli. Mari memverifikasi identitas sebelum membicarakan hal lain.”

Namun, keduanya hanya saling memandang, tidak berbicara sepatah kata pun. Awalnya Xie Lian tidak terlalu penasaran, tapi sekarang dia tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. Sesaat kemudian, Feng Xin mengelak dari pertanyaan, “Kalian berdua kehilangan inti pembicaraan ini. Aku sama sekali tidak curiga jika dia bukan yang asli.”

Mu Qing menyipitkan matanya, “Jadi, apa yang ingin kau katakan?”

Feng Xin berkata dengan lugas, “Aku sudah mengira dia adalah Mu Qing asli dari awal. Dia tidak tahan dengan kita berdua, jadi tidak aneh baginya untuk melakukan apa pun.”

Mu Qing mengepalkan tangannnya, buku-buku jarinya pecah, dan dia menghentakkan tangannya, mengirimkan sebuah pukulan ke arah Feng Xin!

Feng Xin terluka dan nyaris tidak bisa menghindari pukulan itu. Dan dengan demikian keduanya mulai berkelahi. Meskipun Xie Lian sudah menduga semua ini akan terjadi, tapi dia masih merasa kepalanya berdenyut, “Tenanglah … kenapa kita tidak melakukan kereta idiom saja, hm?”

Dengan pukulan mereka, Xie Lian bisa merasakan bahwa aura membunuh di sekitar tempat itu semakin bertambah. Beberapa nyala bola api terbang dan tampak memercik dengan sembarangan, mencerahkan seluruh ruangan, dan baru saat itulah Xie Lian melihat sesuatu, Ia melihat semua dinding dan rak tempat ketiganya berada sekarang tampak dipenuhi dengan berbagai jenis pedang, tombak, saber, dan senjata lainnya, sangat mengerikan.

Jadi ternyata, ini adalah gudang senjata. Tidak heran jika udara di sekeliling tempat ini dipenuhi dengan aura dingin dan mematikan!

Xie Lian sendiri dulunya memiliki gudang senjata seperti itu, dia benar-benar menyukainya sepenuh hati, dan dia sering kehilangan akal saat menghabiskan waktu di dalamnya, tetapi gudang senjata ini membuatnya merasa sangat tidak nyaman, dan dia tidak ingin tinggal di sini bahkan satu menit lebih lama lagi. Namun, segera setelah itu, dia tidak tahu kata-kata siapa yang harus dipercaya, jadi dia tidak tahu sisi mana yang harus dibantu – jujur ​​saja, mereka berdua sangat mencurigakan!

Pada akhirnya, Xie Lian hanya bisa memanggil, “RuoYe!”

Ikat keduanya terlebih dahulu dan bicarakan nanti!

RuoYe yang sejak tadi menunggu akhirnya mendapat kesempatan untuk pamer, dan pita sutra putih itu terbang keluar. Namun tanpa disangka-sangka, bahkan sebelum sosoknya keluar, Xie Lian tiba-tiba merasakan hawa dingin yang merembes dari belakangnya.

Arah serangannya langsung berubah. Dia menangkap RuoYe dan mengayunkannya ke belakang. Saat dia merasakan pita sutra putih miliknya menangkap sesuatu, Xie Lian menangkap RuoYe dan menariknya paksa, tapi apa pun yang berhasil ditangkap oleh RuoYe, itu sama sekali tidak bergerak.

Xie Lian merasa takut, dan saat berikutnya, dia disentak oleh ujung lain dari RuoYe, dan punggungnya menabrak sebuah pelukan, bahkan dia merasakan sesuatu yang dingin dan keras menusuk pinggangnya. Xie Lian, “???”

Sementara tubuhnya tidak terlihat sekuat itu, kekuatan fisiknya cukup hebat. Kecuali jika pihak lain adalah makhluk raksasa, jika bukan, bagaimana mungkin dia bisa dengan mudah ditarik kembali?

Xie Lian baru saja akan melawan ketika dia merasakan sebuah tangan melingkari pinggangnya, sebuah suara kemudian datang dari atas, “Gege, ini aku.”

“San Lang?” Xie Lian bertanya.

Benar saja, ketika dia melihat ke bawah, tangan yang mengitarinya mengenakan vambrace perak yang terukir tampilan daun maple, kupu-kupu, dan binatang buas; Ketika dia memutar kepalanya, Ia mendapati jika sosok yang menangkapnya adalah seorang pria berpakaian merah yang tampak tinggi dan ramping, sosoknya begitu tenang, sebuah pedang perak tampak tergantung di pinggangnya. Hal yang menusuk pinggangnya sebelumnya kemungkinan besar adalah gagang pedang ini.

Hua Cheng!

Xie Lian langsung mengerti. Ternyata, baru saja RuoYe sengaja menyeretnya ke sisi Hua Cheng, jadi dia baru saja bertarung satu lawan dua, tentu saja dia bisa ditarik dengan mudah!

Dia menenangkan dirinya, dan tanpa bisa berkata apapun lagi mengambil RuoYe, dan bergumam, “Dasar pengkhianat kecil …”

RuoYe dengan bijak memutuskan untuk pura-pura mati, berbaring tidak bergerak. Xie Lian juga tidak ingin mengatakan hal lain lagi dan memutuskan untuk melupakannya, “San Lang, apa yang terjadi? Bukankah sebelumnya kamu ada di belakangku? Di mana master?”

“Tempat ini sangat aneh.” Hua Cheng berkata, “Setengah jalan sebelumnya, jalan belakang tersegel oleh sesuatu. Kami menabrak sesuatu yang agak sulit untuk diatasi, jadi mengurusnya butuh waktu.”

Bahkan Hua Cheng mengatakan itu agak sulit, jadi sepertinya itu benar-benar sesuatu yang sulit. Xie Lian merasa agak khawatir, “Apa kamu baik-baik saja?”

“Tentu saja.” Hua Cheng berkata, “Tapi keberadaan Kepala Pendeta sekarang tidak diketahui, jadi kita mungkin harus terus melangkah lebih dalam. Ngomong-ngomong, apa yang mereka berdua perdebatkan? Sangat berisik.”

“Oh. Mereka …” Xie Lian memandang.

Di samping, Feng Xin dan Mu Qing pada akhirnya memperhatikan keduanya, dan Mu Qing segera berteriak, “Hei! Awas, kamu! Jangan dekat-dekat dengan siapapun yang keluar begitu saja dengan begitu mudahnya!”

Kelihatannya, keduanya untuk sementara waktu memutuskan untuk berdamai dan Feng Xin juga berkata, “Yang Mulia, jangan hanya langsung memeluknya saat kau melihatnya!”

Xie Lian segera menjelaskan pembelaannya sendiri, “APA! Apa maksud kalian! Aku bukan orang yang melakukannya, itu salah RuoYe …” Dia terdiam saat dia tiba-tiba menyadari mengapa mereka begitu gugup.

Karena Feng Xin dan Mu Qing dicurigai menjadi penipu, maka … bukankah Hua Cheng juga tidak berbeda?

Apakah yang berdiri di hadapannya sekarang adalah “Hua Cheng” yang asli?

Hua Cheng mengangkat alisnya, “Jadi sekarang kalian semua ragu apakah aku asli, kan?”

Xie Lian memiliki satu tangan menopang sikunya sementara tangan lainnya menopang pipinya saat dia mulai mengamatinya dengan cermat.

Hua Cheng memperhatikan tatapannya dan menggerakkan matanya untuk menatap Xie Lian.

“…” Xie Lian tidak bisa terus mengamati ketika ditatap seperti itu, dan setelah beberapa saat perenungan, ia sampai pada kesimpulannya dan menoleh ke dua lainnya, “Aku pikir dia asli.”

Mendengarnya, Mu Qing jengkel, “Apa yang kau ‘pikir’ mungkin tidak benar. Jangan lupa kita sedang berada dimana. Ini adalah sarang tua milik Si Putih Tanpa Wajah, semuanya mungkin. Temukan cara untuk mengujinya.”

Hua Cheng di sisi lain, tertawa, “Yah, itu mudah. Gege, kemarilah, aku akan memberitahumu tentang cara bagus yang bisa membantumu menilai dengan segera.”

Xie Lian dengan demikian mendengarkannya, meminta bimbingannya dengan rasa bersalah, “Cara baik apa yang bisa dilakukan?”

“Tidak bisakah kamu tidak melakukan semua hal yang dia suruh untuk kamu lakukan? Orang yang mencurigakan saat ini adalah dia, apakah kamu mengerti?”

Hua Cheng berkata, “Bacalah bagian pertama dari kata sandi array komunikasi spiritual milikku, dan aku akan memberitahumu bagian keduanya. Dengan begini kamu akan tahu apakah aku asli atau palsu.”

“…”

Keduanya berbisik di telinga satu sama lain untuk sesaat, kemudian Xie Lian berbalik, dengan ringan berdeham, berbicara kepada dua lainnya, “Yah … dia asli.”

Feng Xin akhirnya tidak terlihat tegang lagi, tetapi Mu Qing ragu-ragu, “Apa kamu yakin? Jangan hanya melihat wajahnya dan tiba-tiba kehilangan semua pikiranmu.”

“Aku sudah bilang jika yang ini pasti yang asli, kenapa kalian berdua harus mengatakannya seperti aku …” Xie Lian mengomel.

“Baiklah, cukup, semuanya sudah selesai.” Hua Cheng berkata, “Kembali ke topik sebelumnya – gege, mengapa mereka berdua berkelahi?”

Xie Lian kemudian memberikan penjelasan singkat, menggunakan tangannya untuk menopang dahinya, “Dan itu saja … Sejujurnya, aku benar-benar tidak tahu siapa yang lebih terlihat mencurigakan.”

Namun, Hua Cheng menjawab, “Apa kamu bahkan harus bertanya? Tentu saja dia yang paling mencurigakan.”

Arah yang Hua Cheng tuju adalah Mu Qing.

Melihat ini, Mu Qing begitu jengkel, “Jika kau mencoba menuduhku begitu saja seperti itu, setidaknya beri aku alasan? Jangan lemparkan semuanya padaku setiap kali terjadi sesuatu.”

“Baik.” Hua Cheng berkata, “Kalau begitu biarkan aku bertanya padamu – apa yang ada di pergelangan tanganmu?”

Mendengar ini, wajah Mu Qing segera berubah warna.

Dia terhuyung mundur beberapa langkah, tetapi Feng Xin bergerak lebih cepat, dan langsung menangkapnya, “Di pergelangan tanganmu?”

Ada belenggu terkutuk di pergelangan tangannya!

Mu Qing mendorong tangan Feng Xin, pembuluh darah muncul di dahinya, dan dia memelototinya dengan marah, Ketika Xie Lian melihat benda itu, dia menjatuhkan tangannya dan berkata dengan heran, “Mu Qing, tanganmu?”

Mu Qing tidak bisa mengatakan apapun, wajahnya gelap. Hua Cheng berbicara, “Aku sarankan kau menjawab dengan jujur ​​pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa Jun Wu memanggilmu ke Aula Bela Diri Besar? Apa yang dia katakan kepadamu? Mengapa kau menerima perlakuan lebih baik daripada pejabat surgawi lainnya, dan dapat kembali tanpa mendapat luka maupun kerugian sedikit pun? Mengapa kau berperilaku tidak normal, dengan begitu sukarela datang menyelamatkan orang-orang terlepas dari semua bahaya yang ada di Gunung TongLu? Ada apa dengan benda di tanganmu? Mengapa kau memikat kami ke tempat ini?”

Melihat situasinya menurun, Mu Qing mundur selangkah dan langsung berkata, “Tunggu! Jangan menyerangku seperti itu! Biarkan aku jelaskan semuanya sendiri.”

Hua Cheng memberi isyarat terbuka, “Silakan. Lakukanlah.”

Feng Xin berkata, “Katakan dulu padaku, apakah kamu yang sebelumnya memukulku?”

Setelah jeda, Mu Qing akhirnya berkata dengan gigi terkatup, “… Secara teknis itu adalah aku. Tapi itu tidak seperti apa yang kalian semua pikirkan! “

Mendengar pengakuannya, Feng Xin terlihat begitu marah, tetapi Xie Lian berkata, “Biarkan dia melanjutkan.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments