Penerjemah : Jeffery Liu


Benteng Iblis berapi-api yang dulunya adalah Ibukota Surgawi itu bergetar di atas langit, pecah dan retak. Puing-puing membara yang tak terhitung jumlahnya menggelinding ke bawah, berjatuhan ke dalam udara ketika tubuh benteng itu terbalik.

Pada awalnya, benteng itu problematik, sekarang, benteng itu telah berdiri secara vertikal dan mulai terbelah. Banyak istana ilahi yang dulu berdiri di atas tanah Ibukota Surgawi sekarang posisinya mulai bergeser, dan apa yang awalnya merupakan benteng yang sempurna akhirnya menjadi tujuh hingga delapan bagian besar!

Seorang pejabat surgawi merasa heran, “Apa kita telah berhasil menjatuhkannya? Benteng itu terbelah?”

“Bagaimana bisa itu?” Xie Lian berkata, “Itu mungkin…”

Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, potongan-potongan benteng yang “terbelah” itu dengan cepat kembali merekonstruksi diri mereka sendiri. Suara pergeseran antara batu-batu raksasa tidak juga berhenti, dan di sisi lain, ketika para pejabat surgawi menyaksikan hal itu, mata mereka semakin melebar, bahkan beberapa di antaranya sampai membuka mulut.

Benteng iblis yang berapi-api itu bukannya terbelah, tetapi dibangun kembali setelah dipecah menjadi beberapa bagian!

Dan setelah direkonstruksi, benteng itu pun menjadi… raksasa yang berapi-api!

Raksasa itu terbangun dari tidur nyenyaknya dan berdiri dengan tegak di udara. Istana emas yang berkilauan menutupi hampir seluruh tubuhnya seperti baju baja yang kuat dan solid. Raksasa itu pun menggantikan Ibukota Surgawi menghadapi patung ilahi raksasa Xie Lian.

Namun, ketika membandingkan kedua belah pihak, pihak Xie Lian benar-benar terlihat sangat kecil dan sedikit menyedihkan, seperti seorang anak yang berdiri melawan orang dewasa. Patung ilahi raksasa itu bisa disebut sebagai objek raksasa, tetapi raksasa yang berapi-api itu bahkan bisa mendapat gelar “Mendominasi Surga dan Bumi Sekaligus”. Setidaknya, dia lebih besar lima atau enam kali lipat dari patung ilahi raksasa Xie Lian, sangat menakutkan sampai bisa membuat rambut seseorang berdiri, tampak seperti hanya dengan satu langkah saja, dia bahkan bisa menghancurkan sebuah benteng di bawah kakinya!

Setelah rekonstruksi selesai, raksasa yang berapi-api itu perlahan-lahan menoleh, dan dari dalam mulutnya, dia menyemburkan api, menyapu keempat Naga Tulang. Tembok api memotong keempat pistol air raksasa itu, dan ketika keempat Naga Tulang itu melihat usahanya tidak berhasil dan segalanya telah memburuk, masing-masing dari mereka kembali terjun ke dalam laut. Sedangkan raksasa yang berapi-api itu, dia mendaratkan kakinya di atas permukaan air, seolah-olah itu adalah tanah, dan dia terus berjalan menuju ke arah patung ilahi raksasa.

Di atas kepala raksasa itu adalah Aula Bela Diri Besar, dan di dalamnya Jun Wu duduk di atas takhta menyebarkan aura yang menyesakkan. Para pejabat surgawi semuanya merasa tercekik, dan berteriak, “YANG MULIA JANGAN HANYA BERDIRI DI SANA, CEPAT MENJAUH, KITA BISA MATI DI SINI!”

“KITA TIDAK BISA MENANG, TIDAK MUNGKIN KITA BISA MENANG! BANGUN, YANG MULIA, DIA LEBIH BESAR DARIMU JUTAAN KALI LIPAT!”

Namun, Xie Lian menjawab, “Kita tidak bisa terus melarikan diri. Bahkan jika kita tidak bisa menang, kita tidak boleh pergi ke tempat lain.”

Para pejabat surgawi awalnya terkejut sebelum akhirnya mereka pun sadar. Memang, mereka tidak bisa terus melarikan diri seperti ini, dan jika Hua Cheng berhenti membantu memberikan kekuatan spiritualnya, maka hanya dengan kekuatan spiritual mereka saja, mereka akan kelelahan sampai pada titik di mana patung ilahi itu tidak bisa lagi terbang, dan pada akhirnya mereka pun masih harus menemukan tempat untuk bertarung.

Dan daripada menarik raksasa yang berapi-api itu ke suatu tempat yang berpenghuni, mengapa tidak mengurus semuanya di sini saja. Setidaknya di atas laut Sarang Iblis Air Hitam ini tidak ada makhluk hidup, jadi tidak ada manusia yang akan terseret masuk!

Walaupun pertimbangan semacam itu memang seharusnya dimiliki oleh seorang pejabat surgawi, tetapi berhadapan dengan raksasa yang berapi-api, yang merupakan sebuah ancaman; hanya memikirkan saja, bagaimana dia akan menjadi lawan yang harus mereka lawan dengan air di belakang mereka, terlebih itu adalah Air Hitam, siapa yang tidak akan merasa takut? Tetapi setelahnya pun, tidak ada seorang pun yang mau menjadi orang pertama yang berteriak pada Xie Lian agar dia cepat-cepat membawa mereka ke suatu tempat di mana ada lebih banyak orang. Oleh karena itu, Xie Lian berkata, “SEMUANYA PEGANGAN YANG ERAT, HATI-HATI AGAR JANGAN SAMPAI JATUH! ATAU KALIAN AKAN TENGGELAM KE DALAM AIR SARANG IBLIS AIR HITAM!”

Raksasa yang berapi-api itu menyerbu patung ilahi batu yang berukuran lebih kecil berkali-kali lipat dari ukuran tubuhnya sendiri dan mengulurkan tangannya, tampak berusaha untuk meraihnya. Xie Lian pun dengan tangkas menghindar, melompat dengan penuh semangat, dan para pejabat surgawi yang memegangi patung ilahi itu pun terlempar ke sekeliling, terlempar dan jatuh, terkadang naik, dan terkadang jatuh, sangat menyusahkan dan mendebarkan, teriakan mereka naik dan turun bersamaan dengan setiap gerakan patung ilahi. Jangankan sebagian besar dari mereka yang bukan seorang dewa bela diri dan hanya duduk di istananya sepanjang hari, bahkan para dewa bela diri yang sangat sedikit jumlahnya pun baru kali ini mereka merasakan pertempuran yang seperti ini. Xie Lian mendengar Quan Yi Zhen berteriak, “KAMU TIDAK MEMILIKI SENJATA! KAMU BUTUH SENJATA!”

Para pejabat surgawi lain pun akhirnya tidak bisa menahannya lagi, “BENAR, YANG MULIA! AKAN SULIT UNTUK MENANG JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI SENJATA!”

Xie Lian balas berteriak, “AKU SEDANG BERUSAHA BERPIKIR, BENDA APA YANG BISA DIGUNAKAN SEBAGAI SENJATA!” RuoYe dengan penuh semangat memutar tubuhnya menjadi beberapa lilitan dan mendekat pada wajahnya, tetapi Xie Lian mendorongnya, “Terima kasih, tapi kamu tidak akan bisa, kamu terlalu kecil!”

Saat itu, Hua Cheng angkat bicara, “Itu tidak seperti tidak ada senjata ketika kamu sedang membutuhkannya, tapi gunakan ini untuk sekarang.”

Kemudian, Xie Lian mendengar jeritan sekali lagi. Keempat Naga Tulang, yang telah terjun ke dalam laut untuk menghindari api yang disemburkan oleh raksasa yang berapi-api itu, muncul kembali, mengelilingi patung ilahi raksasa. Para pejabat surgawi tidak bisa menahan rasa khawatir mereka, “Apa yang sedang mereka rencanakan?”

Secara alami, Naga Tulang itu tidak mengelilinginya untuk menyerang. Xie Lian mengamatinya ketika masing-masing dari mereka menggigit ekor milik yang lainnya, dan keempat Naga Tulang yang panjang itu pun akhirnya terhubung menjadi seekor Naga Tulang yang sangat panjang dan aneh!

Naga Tulang yang terhubung itu terbang dan melompat ke arahnya. Tanpa berpikir panjang, Xie Lian mengangkat tangannya, dan patung ilahi raksasa itu pun menangkapnya. Xie Lian bergumam dengan heran, “Ini…”

Cambuk Naga Tulang!

Kendalikan saja seperti yang biasa dia lakukan pada RouYe dan itu akan baik-baik saja!

Xie Lian mengangkat tangannya, dan cambuk Naga Tulang itu pun melecut langsung menuju ke kepala raksasa berapi. Raksasa berapi itu juga mengangkat tangannya, dan menangkap ujung cambuk. Namun, Cambuk Naga Tulang itu tiba-tiba patah dari bagian tengah, dan patung ilahi raksasa itu mengambil langkah maju, dengan cambuk di tangannya, dia pun kembali mencambuk kepala raksasa itu lagi. Raksasa berapi itu tampak seolah-olah dia bisa merasakan sakit, dan melonggarkan cengkeramannya, dan potongan Naga Tulang yang sempat ditangkap olehnya itu pun merayap kembali, terhubung sekali lagi dengan sisanya yang berada di tangan Xie Lian.

Cambuk Naga Tulang itu bisa patah dan bisa dipasang kembali, sangat fleksibel. Terkadang itu bisa patah menjadi dua, dan kadang-kadang lagi menjadi empat, ditambah gerakan patung ilahi raksasa itu yang menjadi sangat gesit, sehingga tiba-tiba dia menjadi sangat sulit untuk ditangani. Rambut para pejabat surgawi tertiup liar dan menjadi kacau total karena tubuh mereka terlempar-lempar, keliman mereka pun sampai menutupi wajah mereka, “Aku tidak berpikir bahwa Yang Mulia benar-benar memiliki keahlian!”

“Aku hanya pernah melihatnya mengumpulkan sampah, jadi dia ternyata benar-benar berasal dari latar belakang dewa bela diri!”

“Kamu bisa menghilangkan kata “Aku tidak berpikir” di awal kalimatmu.” Kepala Pendeta berkata, “Dan tidak perlu memberi penekanan pada kata “mengumpulkan sampah” juga!”

Xie Lian, “Uh, hahahaha…”

Cambuk Naga Tulang yang sangat panjang itu seperti rantai baja putih yang tragis, berderak ketika menjerat tubuh lawan. Tubuh raksasa iblis berapi itu terjatuh, dan segera, para pejabat surgawi tersadar, “CEPAT CEPAT CEPAT, TARIK DIA KE LAUT!”

Di bawah medan perang mereka adalah Sarang Iblis Air Hitam – siapa pun akan tenggelam di dalam perairannya!

Patung ilahi raksasa itu mencengkeram rantai Naga Tulang, dan Xie Lian menggertakkan giginya saat kekuatannya, “AYO JATUH!”

Benar saja, raksasa iblis berapi tenggelam sedikit lebih dalam lagi. Para pejabat surgawi dengan meletakkan kembali semua tangan dan kaki mereka di atas patung ilahi raksasa itu untuk mentransfer kekuatan spiritual mereka, dan berteriak, “TENGGELAM! TENGGELAM! CEPAT TENGGELAM!”

Mendengar mereka meneriakkan kata “tenggelam” pada Jun Wu, Xie Lian merasakan sedikit perasaan dingin di dalam hati, dan melihat ke arah Aula Bela Diri Besar yang berada di atas patung ilahi raksasa. Untuk beberapa alasan, meskipun dia tidak bisa sepenuhnya melihat ekspresi orang yang duduk di sana, dia masih bisa merasakan bahwa Jun Wu kini sedang mencemooh.

Raksasa iblis yang berapi-api itu ditarik ke dasar laut seperti yang telah diharapkan, tetapi api di tubuhnya masih tetap menyala, dan bahkan setelah masuk ke dalam air, mereka sama sekali tidak padam, dan sebaliknya, dari kegelapan di dalam lautan, cahaya merah terlihat memancar. Cahaya itu perlahan menghilang ketika Naga Tulang menariknya semakin dalam.

Para pejabat surgawi semuanya menghela napas lega, tetapi Xie Lian tidak berani untuk benar-benar merasa tenang.

Tidak ada suara apa pun selama beberapa saat. Dan Xie Lian kemudian mengingat bahwa Pei Ming tidak menjawab panggilannya, dan dia juga tidak mendengar suara Ban Yue dan yang lainnya, jadi mereka mungkin diseret masuk ke dalam laut bersama dengan raksasa itu. Kali ini, kemungkinan itu benar-benar akan menjadi skenario terburuk bagi mereka.

Saat itu, dari bawah permukaan air laut, gelombang dan gelembung mulai muncul.

Gelembung gelembung, itu terus menyebar dan mulai melonjak naik, hingga muncul juga gelombang asap putih.

Air lautnya mendidih!

Xie Lian baru saja akan terbang ketika tiba-tiba, sebuah tangan menjulur keluar dari dalam air dan meraih pergelangan kaki patung ilahi raksasa miliknya. Xie Lian merasakan tubuhnya tenggelam secara paksa.

Tawa Jun Wu bergema di seluruh lautan, mengisi setiap sudutnya. Itu bukan tawa yang liar, bukan juga tawa cemoohan. Tawa itu tidak bisa dijelaskan, tapi bahkan terdengar lebih mengerikan.

Akibat seretannya, setengah dari tubuh patung ilahi raksasa miliknya telah ditarik masuk ke dalam air mendidih, dan para pejabat surgawi yang bergantungan di bagian bawah tubuh patung ilahi harus dengan cepat memanjat ke atas. Bahkan, Xie Lian yang berdiri di bagian paling atas dari patung ilahi raksasa itu pun bisa merasakan uap dan udara panas yang menyesakkan, begitu panas sehingga keringat pun mengalir turun dari dahi dan punggungnya. Jika mereka berhasil diseret ke dalam air, maka mereka akan dimasak dari atas sampai ke bawah!

Ini tidak akan berhasil, senjata lain tidak akan bisa melepaskan potensi penuh yang dia miliki. Dia masih membutuhkan pedang!

Tiba-tiba, dia mendengar suara Kepala Pendeta, “Um… fluffy boy, apa yang kamu lakukan? Jangan hanya melemparkan mayat ke arahku? TUNGGU? APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN??”

Xie Lian pun khawatir, dan sambil mempertahankan segel tangannya, dia berteriak ke bawah, “QI YING?”

Namun dia hanya melihat sosok yang berlari di sepanjang kaki patung ilahi raksasa, yang kemudian naik melewati sepanjang lengan raksasa iblis yang berapi-api itu, berlari lurus menuju kepalanya. Xie Lian berteriak, “QI YING, KEMBALI!”

Namun, Quan Yi Zhen tidak mengindahkan siapa pun. Saat dia berlari di lengan raksasa iblis yang berapi-api itu, dia ketahuan, dan sebuah tangan raksasa datang untuk menamparnya, seperti menampar nyamuk yang bersandar di lengannya. Sangat cepat dan tepat sasaran, PA! Raksasa iblis itu menampar tepat di tempat dia berada!

Banyak pejabat surgawi yang berteriak ketakutan, tetapi ketika mereka melihat dari dekat, Quan Yi Zhen masih berlari. Ternyata, tamparan itu memang tepat sasaran, tetapi dia berhasil menghindar melewati celah-celah di antara lima jari raksasa itu dan lolos dari tragedi yang hampir membuatnya menjadi gumpalan daging berdarah, dia pun melompati jari-jari raksasa tersebut dan melanjutkan larinya. Raksasa itu terus menampar; dia bahkan nyaris tak bisa menghindari tamparan pertama dan kedua, dan dia mungkin tidak seberuntung itu untuk bisa menghindar untuk yang ketiga kalinya. Ketika tamparan berikutnya datang, dia mungkin akan hancur!

Namun, Quan Yi Zhen sudah mencapai tujuannya. Dia melompat naik ke atas tengkorak Naga Tulang yang sedang menjerat raksasa iblis yang berapi-api itu.

Saat dia melompat, dua lentera api hantu di dalam mata Naga Tulang itu tiba-tiba berkilat, cahayanya meledak, dan tubuhnya bahkan memancarkan lapisan cahaya putih yang tipis. Naga Tulang itu mengangkat kepalanya dan mengeluarkan lolongan panjang, tubuhnya menjerat raksasa itu lebih erat. Xie Lian bisa mendengar suara batu besar yang remuk. Menerima cekikan seperti itu, raksasa iblis yang berapi-api itu pun melonggarkan cengkeramannya, dan akhirnya melepaskan pergelangan kaki patung ilahi raksasa. Setelah bebas, Xie Lian langsung terbang ke udara, dan mengulurkan tangannya, “QI YING, CEPAT KEMARI! JANGAN BERTARUNG DENGANNYA!”

Quan Yi Zhen tetap menunggangi Naga Tulang yang Terhubung itu, dan dia tidak hanya tidak melepaskannya, dia bahkan meraung, menggunakan semua kekuatannya, dan mendesak agar mereka menjerat lebih kuat. Puing-puing dan reruntuhan yang tak terhitung jumlahnya jatuh ke permukaan laut, dan raksasa iblis yang berapi-api itu pun kehilangan kesabarannya, menarik diri sepenuhnya dari air, dan dari dalam Aula Bela Diri Besar, api peperangan kembali membara, membakar seluruh tubuh raksasa iblisnya.

Dan Naga Tulang yang dengan kuat menjerat tubuhnya pun tenggelam dalam lautan api bersama dengan Quan Yi Zhen!

“QI YING!!!” Xie Lian berteriak, dan membungkuk untuk menyerbu ke arah raksasa itu, meninju Rantai Naga Tulang yang Terhubung itu!

Sendi putih dari tulang yang terbakar jatuh ke laut, dan tepat ketika Xie Lian hendak menangkap tengkorak Naga Tulang di mana Quan Yi Zhen berada, tangan raksasa itu menamparnya, dan mengirim tengkorak Naga Tulang itu terbang sejauh tiga sampai empat mil.

Dengan jarak dan kecepatannya, patung ilahi raksasa itu sama sekali tidak akan bisa menangkap tengkorak itu di udara, dan ketika patung itu berhasil menyusulnya, Quan Yi Zhen mungkin sudah jatuh ke dalam laut bersama Naga Tulang yang Terhubung, dan sekarang ini, di dalam laut hampir seperti panci yang berisi air mendidih, memasak siapa pun yang jatuh ke dalamnya!

Tepat pada detik terakhir, seekor Ikan Tulang putih raksasa tiba-tiba terbang keluar dari permukaan air laut, dan menangkap kepala Naga Tulang, lalu seperti ikan yang melarikan diri dari jaring, dia dengan cepat berenang menjauh, jauh sekali, melecutkan ekornya. Ada rasa takut tetapi itu bukan bahaya yang sebenarnya, Xie Lian menghela napas lega, dan melaju cepat untuk melihatnya. Setelah melepaskan diri dari raksasa itu, gigi tengkorak Naga Tulang itu masih bergemelutuk tetapi kobaran api telah padam, mulutnya membuka dan menutup seperti terengah-engah. Quan Yi Zhen berbaring di dalamnya, benar-benar hitam, dan terpanggang. Mungkin karena dia terpanggang oleh api, sehingga rambutnya tampak lebih keriting. Namun, karena tulang tengkorak Naga Tulang itu bertindak sebagai perisai pelindung, dia tidak terbakar terlalu parah, dan seharusnya itu hanya luka luar saja yang akan sembuh setelah sedikit diobati. Bagaimanapun, kekuatan bertahan hidup Quan Yi Zhen benar-benar hebat. Keempat Naga Tulang itu jauh lebih parah, terbakar dan diserang, mayat mereka tersebar di seluruh permukaan laut, beberapa bahkan masih terbakar. Xie Lian melirik mereka dan tidak bisa menahan gelombang rasa malu lain yang datang padanya, “Kita juga telah menghancurkan para penjaga dari tempat tinggal Air Hitam, apakah itu benar-benar tidak apa-apa…”

Hua Cheng tersenyum, “Jangan khawatir. Itu tidak apa-apa.”

Xie Lian merasa heran, “Sebenarnya berapa banyak dia berhutang uang padamu…”

Para pejabat surgawi yang lain melihat keadaan tragis Quan Yi Zhen dan berkata, “Aku, aku tidak percaya bahwa Yang Mulia Qi Ying, sangat berani, maju dan melawan musuh pada saat yang berbahaya, untuk menyelamatkan semua orang…” Xie Lian mengingat bagaimana Quan Yi Zhen diabaikan oleh semua orang di Pengadilan Tinggi dan menggelengkan kepalanya, berpikir, ‘Dia bukannya mau pergi dan menyelamatkan semua orang’ Saat itu, dari kejauhan di belakang mereka kembali terdengar bunyi berderak.

Ketika mereka melihat ke belakang, tubuh raksasa itu benar-benar ditutupi oleh kobaran api yang mengamuk. Dia tidak memyerbu untuk menyerang, tetapi malah terbang ke atas langit, menerobos awan, dan menghilang begitu saja. Para pejabat surgawi semunya tercengang, kemudian merasa sangat senang seolah-olah mereka berhasil selamat dari malapetaka, “Apa dia sudah menyerah untuk menyerang kita?”

Namun Xie Lian, sama sekali tidak berpikir bahwa hal itu adalah kemungkinan yang baik, “San Lang, bagaimana dia bisa menghilang begitu saja??”

“Dia mengaktifkan Array Pemendek Jarak.” Hua Cheng menjawab.

“Ke mana dia pergi?” Xie Lian bertanya.

Mata Hua Cheng terlihat serius, “Ibukota kerajaan.”

Itu adalah tempat Shi Qing Xuan berada, dia masih menjaga susunan manusia!


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments