Penerjemah : Jeffery Liu


Tiba-tiba, sebuah cahaya mendadak menyala di kepalanya, Xie Lian meletakan Yin Yu, dan dia bangkit, “…Belenggu terkutuk. Dia mengambil belenggu terkutuknya!”

Jika benda itu tidak penting, maka Jun Wu tidak akan mengambilnya, namun dia melakukan sejauh ini untuk melepas belenggu terkutuk yang telah dipenuhi oleh darah Yin Yu dan mengambilnya, jadi mungkin, benda itu tidak hanya menyedot darah Yin Yu, tapi juga memenjarakan jiwanya!

Setelah memikirkan hal ini, Xie Lian meninggalkan Quan Yi Zhen yang babak belur dan berlari ke belakang Istana Qi Ying. Namun, Jun Wu sudah tidak ada di sana. Dia lalu berbalik dan keluar.

Di jalanan utama Ibukota Surgawi, tidak ada satu orang pun yang terlihat, benar-benar dingin dan sunyi. Hanya ada para penjaga tanpa ekspresi yang mengawasi istana yang dulunya sibuk dan ramai dengan semua dewa besarnya itu, dan para penjaga itu tidak memedulikannya. Xie Lian juga tidak memedulikan mereka dan dia langsung berlari ke Aula Bela Diri Besar.

Benar saja, Jun Wu telah kembali ke sana, dan dia duduk di atas takhta, masih menatap belenggu terkutuk itu. Saat Xie Lian menerobos masuk, dia mendengar suara ocehan yang aneh, dan ketika dia melihat ke atas, roh janin sedang bergelantungan di langit-langit yang mewah dengan keempat anggota tubuhnya, merangkak cepat dengan tubuh terbalik seperti makhluk berdarah dingin; sangat menyeramkan.

Bahkan makhluk jahat semacam itu bisa memasuki Aula Bela Diri Besar, itu benar-benar membuat orang bertanya-tanya, apa yang akan dipikirkan oleh para pejabat surgawi yang harus berjuang selama berabad-abad untuk bisa memasuki aula ini, jika mereka melihat ini. Xie Lian berjalan mendekat dengan tangan yang terbuka lebar, dan Jun Wu bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”

Tanpa mengatakan apa-apa, Xie Lian mendorong tangannya ke depan dan menyambar belenggu terkutuk itu, tapi tentu saja Jun Wu tidak akan membiarkannya mendapatkan apa yang dia inginkan. Sampai beberapa saat lamanya dan Xie Lian masih tidak bisa mencuri benda itu dari tangan Jun Wu, dia berteriak marah, “APA GUNANYA KAMU MEMILIKI BENDA ITU? YIN YU BAHKAN BUKAN ANCAMAN BAGIMU, DIA SAMA SEKALI TIDAK BERARTI DI MATAMU! KENAPA KAMU MENGATAKAN SEMUA ITU PADANYA? APA GUNANYA KAMU MENYIMPAN BENDA ITU??”

Namun, Jun Wu berkata, “Siapa bilang benda ini tidak ada gunanya? Melihat betapa marahnya kamu akan hal ini, bukankah itu membuktikan bahwa benda ini sangat berguna?”

Dia seperti orang dewasa yang meletakkan semangkuk buah-buahan di atas meja jauh dari jangkauan anaknya, dan sambil tersenyum ceria dari samping menyaksikan anak itu berjinjit mencoba meraih buah-buahan itu tetapi tidak bisa melakukannya sekeras apa pun dia mencoba, menikmati bagaimana anak itu begitu marah sekaligus putus asa dan meraung-raung dengan keras. Xie Lian hampir gila karena amarahnya, “APA KAU GILA??”

“Xie Lian, nada bicaramu sedikit tidak sopan.” kata Jun Wu.

Xie Lian telah menahan semuanya cukup lama, tetapi kali ini dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi dan mengutuk, “AKAN KUTUNJUKKAN SOPAN SANTUN BRENGSEK ITU PADAMU…”

Semua kutukan yang dia ucapkan dalam hidupnya mungkin itu ditujukan kepada pria ini. Namun, sebelum dia bisa menyelesaikan kutukannya, tenggorokannya tiba-tiba menyempit, dan dia tercekik!

Mata Xie Lian menghitam, tangannya mencengkeram tenggorokannya sendiri, lututnya tertekuk, dan dia berlutut. Jun Wu duduk di depannya, membelai roh janin itu dengan tenang dan kalem, menyisir rambutnya, dan mengusap kepala yang halus dan bundar itu sementara aura hitam menyebar dari telapak tangannya.

Roh janin itu terlihat menikmati dirinya sendiri, mendengkur dengan bahagia.

Mendengar Xie Lian terbatuk-batuk hebat, wajahnya menggembung dan terlihat bingung, Jun Wu berkata, “Xian Le, aku sarankan agar kamu bersikap seperti sebelumnya, sedikit lebih patuh dan sedikit lebih hormat.

Dengan begitu aku tidak akan marah. Jangan lupa, bahwa kamu juga memakai benda itu di tubuhmu, dan, kamu memakai dua.”

“Uhuk uhuk uhuk… uhuk uhuk… KAU…!”

Xie Lian melompat berdiri, matanya dipenuhi warna merah saat dia memelototinya. Jun Wu berkata, “Aku apa? Aku licik? Xian Le, jangan lupa, kamu sendiri yang telah memintanya.”

Lelucon macam apa itu, bagaimana mungkin dia dulu bisa mengetahui benda macam apa ini sebenarnya!

Apakah mungkin? Pada saat itu ketika Kepala Pendeta melihatnya, wajahnya langsung berubah dan dia mencekik lehernya, bukan karena berusaha untuk membunuh Xie Lian tetapi malah mencoba untuk melepaskan benda ini?

Itu adalah beberapa saat sebelum belenggu terkutuk di leher Xie Lian sedikit demi sedikit mulai melonggar, dan dia pun akhirnya bisa bernapas dengan normal kembali. Dia terengah-engah, tanpa sadar menutupi lehernya sendiri dan merasakan belenggu terkutuk itu. Xie Lian menyentuhnya, dan selain belenggu terkutuk itu, dia juga merasakan sesuatu yang lain.

Itu adalah rantai perak yang sangat tipis. Dulu terasa dingin, tetapi karena dia telah memakainya begitu lama, tubuhnya sudah menghangatkannya.

Dan yang tergantung pada rantai perak itu adalah sebuah cincin yang sebening kristal.

Setelah merasakannya, bahu Xie Lian langsung menegang, dan dia mencengkeram cincin itu erat-erat.

Entah kenapa, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang dan semakin kencang, seolah-olah dia telah mempelajari rahasia yang luar biasa.

Saat itu, Jun Wu berbicara di belakangnya, “Ini aku. Ada apa?”

Itu dia apa? Apa yang dia maksud?

Xie Lian memasukkan rantai perak itu kembali ke jubahnya dan berbalik dengan wajah mengerut. Hanya ketika dia melakukan itu dia mengetahui bahwa apa yang Jun Wu katakan barusan bukan ditujukan kepadanya.

Jun Wu mengangkat dua jarinya dan menempelkannya pada pelipis. Postur itu; dia sedang berkomunikasi dengan seseorang!

Meskipun dia tidak memperbolehkan pejabat surgawi lain di Ibukota Surgawi untuk melakukan komunikasi secara spiritual, dia sendiri tidak memiliki batasan itu dan bisa melakukan apa pun sesuai dengan kehendaknya. Setelah jeda, Jun Wu melanjutkan, “Tidak banyak. Karena kasus seseorang yang telah menyamar sebagai Master Bumi baru-baru ini, banyak mata-mata dan kepribadian palsu lainnya di Ibukota Surgawi yang juga sedang digali satu per satu. Melihat bagaimana akhir-akhir ini seperti musim insiden, tidak boleh sampai terjadi kesalahan yang ceroboh, dan saat ini semua pejabat surgawi sedang diselidiki, itulah alasan mengapa seluruh Ibukota Surgawi telah dikunci. Saat ini tidak bisa dibuka untuk dunia luar maupun adanya komunikasi spiritual ke luar yang diperbolehkan, jadi tentu saja kamu tidak bisa terhubung dengan siapa pun.”

Xie Lian terengah-engah pelan dan menahan napasnya.

Kedengarannya, seseorang yang sedang berkomunikasi dengan Jun Wu saat ini, dia tidak mengetahui bagaimana situasi di Ibukota Surgawi sekarang, jadi Jun Wu dengan tak acuhnya juga berbohong padanya.

Dan, alasan yang dia gunakan sangatlah tepat; dengan kasus Penyamaran Air Hitam yang muncul, gelombang yang disebabkan olehnya benar-benar mengerikan, layak untuk diperhatikan, sehingga masuk akal jika seluruh pengadilan pun dikunci.

Bahkan jika Xie Lian menjerit dan berteriak, orang di seberang sana pun tidak akan bisa mendengarnya, jadi dia memutuskan untuk mengamati saja dengan tenang dan bertindak sesuai situasi. Itu adalah beberapa saat sebelum kilatan cahaya kecil yang tidak terlalu mencolok tampak pada ekspresinya.

Jun Wu menjawab dengan hangat, “Oh? Kamu ingin datang ke Ibukota Surgawi? Tentu saja boleh. Kasus kali ini memang bukan kasus yang kecil, jadi karena kamu bersedia datang untuk membantu, kamu tentu saja akan sangat disambut.”

Orang itu dengan sukarela menawarkan diri untuk datang membantu di Ibukota Surgawi?!

Jika dia datang dengan sukarela beberapa jam sebelumnya maka itu akan lebih dari sekedar membantu, karena mereka jelas membutuhkan bantuan. Tapi, saat ini? Seluruh Ibukota Surgawi telah jatuh dan menjadi sarang iblis, jadi itu tidak ada bedanya dengan menceburkan diri ke lubang api!

Di samping, Jun Wu mengucapkan beberapa kata sederhana sebelum mengakhiri komunikasi. Xie Lian segera bertanya, “Siapa yang akan datang?”

Roh janin itu sepertinya mengetahui bahwa dirinya bukan makhluk cahaya dan diam-diam merangkak ke dalam bayang-bayang untuk bersembunyi.

Jun Wu di sisi lain, hanya tersenyum kecil, “Untuk apa terburu-buru? Kamu juga akan menemuinya sebentar lagi.”

Itu di luar perkiraannya. Xie Lian bertanya dengan ragu, “Kamu akan membiarkanku menemuinya?

Bukankah kamu telah memberitahukan padanya bahwa seluruh Ibukota Surgawi telah dikunci dan setiap pejabat surgawi sedang diselidiki?

“Tentu saja.” Jawab Jun Wu, “Tapi setidaknya aku harus memiliki tangan kanan-kiri yang bisa dipercaya.”

Ling Wen secara teknis masih dalam pelarian, jadi tentu saja dia tidak bisa memainkan peran sebagai tangan kanan-kiri Jun Wu, itulah sebabnya tugas ini jatuh pada Xie Lian. Saat dia sedang merenungkan hal itu, Jun Wu mengamatinya sejenak dan berkata dengan hangat, “Xian Le, bersikap baik dan bekerja samalah. Tidak usah repot-repot memikirkan trik konyol, aku sangat mengetahui siapa dirimu, dan aku bisa mengetahui semua yang ada dalam pikiranmu.”

“…”

Jun Wu memainkan belenggu terkutuk penuh darah yang ada di tangannya dengan tidak berkonsentrasi dan menambahkan, “Kamu sendiri yang mengatakannya, bahwa bagiku, Yin Yu sama sekali tidak berarti. Sebenarnya, harus dikatakan bahwa semua pejabat surgawi di Pengadilan Surgawi, besar atau kecil, semuanya tidak berarti di mataku. Jika kamu membongkar sesuatu, kamu tentu mengerti apa yang akan terjadi.”

“…”

“Jadi, jangan memberitahukan apa pun. Berbenahlah, mereka akan segera datang.”

Xie Lian tidak berbicara tetapi dia benar-benar merangkak dari lantai, dan membersihkan dirinya, dia benar-benar berbenah, sebelum berjalan mendekat untuk berdiri dalam posisi yang selalu sama seperti ketika dia berdiri di sisi Jun Wu.

Jun Wu menyetujui, “Seperti itu saja.”

Meskipun ancaman Jun Wu sangat efektif, Xie Lian juga menyadari sesuatu yang lain–dia tampaknya tidak ingin siapa pun yang akan datang itu sampai menyadari kebenaran tentang bagaiman Ibukota Surgawi yang telah jatuh. Hal itu membuatnya semakin ingin mengetahui siapa sebenarnya orang yang akan datang itu!

Dua dupa kemudian, di depan Aula Bela Diri Besar, beberapa figur akhirnya muncul. Mereka melihat seorang kultivator wanita dengan jubah hijau menunggangi sapi hitam yang kekar, dan dengan pedang suci yang tergantung di pinggangnya, dia mendekat dengan lemah lembut dengan beberapa petani yang mengikuti di belakangnya, masing-masing dari mereka memiliki ukuran tubuh yang bervariasi.

Yang datang adalah Master Hujan!

Xie Lian sedikit terkejut. Berdasarkan bagaimana Jun Wu akan bertindak–cara dia bertindak setelah dia terbongkar, dia jelas akan membunuh siapa saja yang berani menghalangi jalannya, dan dia seharusnya akan mengurung siapa pun yang menemuinya, jadi mengapa dia begitu hati-hati terhadap Master Hujan?

Secara alami tidak ada yang bisa dipelajari untuk sekarang ini. Ketika dia memasuki Aula Bela Diri Besar, Master Hujan sedikit menundukkan kepalanya kepada mereka berdua, “Yang Mulia, Tuanku, bagaimana kabar kalian.”

Xie Lian berpura-pura tidak terjadi masalah dan membalas salam, “Tuan Master Hujan.”

Dia tampak sopan dan tidak terganggu tetapi pikirannya berputar, apa yang harus dia lakukan untuk bisa memberi tahu Master Hujan mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di Ibukota Surgawi?

Jun Wu berbicara, “Sudah lama sekali sejak Master Hujan terakhir datang ke Pengadilan Surgawi.”

Namun, Master Hujan memberikan jawaban yang sama sekali berbeda, “Penguncian di Ibukota Surgawi ini sangat ketat.”

Kata-katanya terdengar seolah-olah dia merasa bingung, dan Jun Wu menjawab, “Mau bagaimana lagi. Dengan adanya kasus Air Hitam, Pengadilan Tengah telah menemukan lebih dari lima puluh pejabat surgawi palsu. Itu sangat mengkhawatirkan apakah masih ada pion lain yang ditanam di Pengadilan Tinggi atau tidak.”

“Aku mengerti.” Kata Master Hujan.

Mereka bertiga hanya mengobrol sebentar, dan baru saat itulah Xie Lian menyadari bahwa saat Jun Wu berbicara, tidak peduli itu benar atau bohong, pokok permasalahannya akan selalu tertutupi dengan sempurna dan tanpa cacat, sangat menakjubkan. Dia berpikir untuk memperingati Master Hujan, tetapi pertama, dia takut jika Jun Wu akan memperhatikan hal itu dan akan melampiaskannya kepada para pejabat surgawi yang lain; kedua, dia juga takut untuk melibatkan Master Hujan yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, jadi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Master Hujan juga tampaknya tidak memperhatikan ada sesuatu yang tidak beres, dan hanya bertanya apakah ada sesuatu yang membutuhkan bantuannya atau tidak. Jun Wu menjawab, “Tidak untuk saat ini. Tapi, setelah penyelidikan ini selesai, aku yakin pasti akan ada banyak yang membutuhkan bantuanmu.”

“Kalau begitu, aku akan tetap berada di Ibukota Surgawi untuk saat ini, dan menunggu panggilan.” kata Master Hujan.

Jun Wu mempertahankan senyumannya, pikirannya tidak bisa ditebak, tetapi bahkan ketika mereka sudah sampai pada titik ini, dia masih belum berhenti untuk berpura-pura, “Kedengarannya bagus. Kamu telah meninggalkan ibukota selama bertahun-tahun, jadi ada baiknya jika kamu mengambil kesempatan ini untuk kembali menyesuaikan diri.

Kediaman Master Hujan-mu sudah kosong selama bertahun-tahun sekarang.”

Master Hujan mengangguk dan perlahan-lahan turun dari sapinya. Xie Lian tahu bahwa saat dia pergi dia pasti akan diawasi, dan merasa sedikit cemas. Tiba-tiba, Master Hujan berbalik dan berbicara, “Yang Mulia.”

Jantung Xie Lian melompat, “Apakah Tuan Master Hujan membutuhkan bantuan?” Apakah dia akhirnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres?

Namun, Master Hujan berkata, “Tidak ada yang perlu dibantu. Aku telah pergi dari Ibukota Surgawi selama bertahun-tahun, jadi aku membawa sedikit oleh-oleh dan berpikir untuk memberikannya kepadamu. Apakah kamu bersedia untuk menerimanya?”

Xie Lian tidak mengira bahwa itu hanya hal seperti ini dan dia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, “Hah? Ah… Terima kasih.”

Jun Wu tentu saja tidak pernah menerima hadiah, dan dia tersenyum ketika dia mengantarkan Master Hujan masuk, “Xian Le, Tuan Master Hujan telah memberimu hadiah, mengapa kamu tidak segera menerimanya?”

“…”

Caranya mengatakan itu membuat Xie Lian merasa seperti dia adalah seorang anak kecil yang membutuhkan kedisiplinan; tamu datang berkunjung, membawa hadiah untuk si anak, dan orang tuanya akan meminta anak itu keluar untuk menerima hadiah tersebut sebelum memintanya mengucapkan terima kasih. Xie Lian tidak punya pilihan, dan seorang petani mendekat, kedua tangannya membawa sesuatu yang dibungkus rapat-rapat. Xie Lian mengucapkan terima kasih dengan santai, lalu mengambil bungkusan itu dengan pikiran yang kacau, tetapi tiba-tiba, wajahnya berubah, seolah dia menyadari sesuatu yang tidak biasa.

Punggungnya menghadap Jun Wu, dan Jun Wu seharusnya tidak bisa melihat ekspresinya, tetapi dia masih bertanya, “Hadiah apa ini?”

Ketika Master Hujan melihatnya telah mengambil hadiah itu, dia mengangkat tangannya dengan hormat dan tersenyum, “Bukan sesuatu yang berharga, hanya sedikit makanan khas lokal yang tumbuh dari bumi. Jika tidak ada yang lain, aku permisi.”

“Silakan.” kata Jun Wu.

Dengan demikian, Master Hujan menarik sapi hitamnya, membawa pengawalnya, dan perlahan-lahan berjalan menuju Kediaman Master Hujan yang telah dia tinggalkan selama bertahun-tahun. Xie Lian masih memegang hadiah itu di tangannya dan baru saja akan pergi ketika Jun Wu memanggilnya, “Tunggu.”

Xie Lian langsung berhenti, seolah kakinya dipaku ke tanah. Jun Wu lalu berkata, “Kemarilah.”

Xie Lian kembali ke Aula Bela Diri Besar dan berbalik untuk menatapnya. Jun Wu turun dari takhtanya dan mengambil bungkusan yang dipegangnya erat-erat itu sebelum dia berkata, “Sekarang kamu boleh pergi.”

Dia jelas bukan orang yang mudah percaya, dan langsung memeriksa hadiah yang diberikan oleh Master Hujan. Xie Lian meliriknya, dan tanpa mengatakan apa-apa dia kembali ke Istana Xian Le.

Begitu dia kembali ke Istana Xian Le, Xie Lian merasa gelisah, jadi dia mondar-mandir di aula. Waktu telah berlalu cukup lama ketika tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara yang ringan dan jelas memanggilnya, “Yang Mulia?”

Xie Lian berputar, dan dia melihat seorang pemuda berpakaian compang-camping dengan kerudung melilit di kepalanya yang entah bagaimana telah melompat ke ambang jendela tanpa ada yang memperhatikan, dan pemuda itu hanya bertengger di atas sana, dan tersenyum main-main padanya!

Xie Lian sangat gembira dan berlari keluar sebanyak dua langkah sebelum dia tiba-tiba teringat bahwa pemuda itu memanggilnya “Yang Mulia”, dan Xie Lian pun menghentikan langkahnya, bertanya dengan sedikit ragu, “Apakah kamu… San Lang?”

Pemuda itu tertawa dengan sepenuh hati, melompat turun dari jendela, dan menarik kerudungnya. Rambut hitam terurai ke bawah tetapi segera diikatnya tinggi-tinggi, memperlihatkan di balik rambut hitam itu adalah wajah tampan dan pucat yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Itu adalah wajah yang Xie Lian kenal.

Hua Cheng memutar-mutar kerudung di tangannya dengan santai dan mendesah, “Gege, gege-ku sayang, kali ini, ingin melihatmu saja sama susahnya dengan naik ke surga.”

Sebelumnya, di Aula Bela Diri Besar, saat Xie Lian menerima hadiah dari Master Hujan, dia memang melihat sesuatu yang tidak biasa. Namun, yang tidak biasa bukanlah hadiahnya, tetapi orang yang mengirimkan hadiah itu.

Ketika dia mengambil bungkusan itu, dia merasakan orang tersebut memegangi dan menggenggam tangannya.

Harus dikatakan, bahwa tindakan itu cukup ceroboh, dan jika itu dilakukan kepada para wanita, maka itu jelas sengaja bermaksud untuk menggoda.

Pada saat itu, Xie Lian hanya berkedip tetapi tidak mengutarakan apa pun, dan hanya menatap ke arahnya tanpa menyerukan tanda peringatan. Orang yang berdiri di depannya adalah pemuda yang tinggi.

Meskipun pemuda itu berdandan sebagai seorang petani, memakai pakaian penuh tambalan dan berlumpur dengan kerudung yang melilit di kepalanya, wajahnya masih tetap tampan dan halus, dan cahaya di matanya berkerlip.

Namun, cahaya itu hanya berkerlip sekilas pada saat itu ketika keduanya bertatap mata, dan ketika Xie Lian berkedip lagi untuk melihatnya, pemuda itu telah kembali ke sifat pemalu dan naifnya dan berdiri dengan kepala yang tertunduk.

Karena sekarang Hua Cheng telah datang mencarinya ke Istana Xian Le, maka tentu saja semua mata-mata yang mengawasi mereka di daerah sekitar istananya telah ditangani.

Ketika Xie Lian melihatnya, dia merasa bahwa dia sangat bisa diandalkan, dan tidak akan ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan!


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments