Penerjemah : Jeffery Liu


Apa yang dipantulkan oleh cermin itu adalah apa yang ada di sisi lain dinding. Di sisi tersebut, Yin Yu mengguncang tubuh Quan Yi Zhen dengan bertenaga, “Bangun, bangun?”

Quan Yi Zhen akhirnya terbangun dan bergumam setengah sadar, “Shihong, hiapa yang menghaharhu hadi? Hapa ihu amu?”

…Kasihan Qi Ying, dia begitu babak belur sampai cara bicaranya sekarang menjadi tidak jelas, dan Xie Lian merasa simpati meskipun dia tidak bermaksud seperti itu. “Apakah kamu pikir aku bisa mengalahkanmu?” tanya Yin Yu.

Quan Yi Zhen menggaruk kepalanya, dan baru kemudian dia tampak mengingat sesuatu, “Oh, hadi ihu haisar yang menghaharhu.” Lalu, seolah-olah dia tiba-tiba mengingat sesuatu yang lain, dia menjadi bersemangat kembali, “Dia mehambil sehop-mu, apahah amu ingin ahu mehambilnya hembali?”

“Apakah kamu pikir kamu bisa mengalahkannya…” Yin Yu bertanya.

Xie Lian akhirnya mengetahui. Ini adalah Istana Qi Ying.

Tampaknya, Yin Yu telah ditangkap oleh Jun Wu ketika dia datang untuk mencari Quan Yi Zhen.

Menggunakan kesempatan ketika Jun Wu telah berputar kembali ke belakang tubuhnya, Xie Lian menundukkan kepalanya dan berkata tanpa suara, “Tuan Master Angin, apakah kamu masih di sana?”

Namun, bukan Shi Qing Xuan yang menjawabnya tetapi Jun Wu. Jun Wu berbicara dari belakang tubuhnya, “Tentu saja tidak.”

“…”

Jun Wu berkata, “Tiba-tiba aku teringat bahwa penghalang yang mengunci Ibukota Surgawi sepertinya telah bocor, jadi aku baru saja memblokir Mantra Pemindahan Jiwa juga.”

“…”

Jun Wu menepuk pundaknya dan berkata dengan ramah, “Dan mengingat, bahwa dulu adalah aku yang telah mengajarimu Mantra Pemindahan Jiwa. Xian Le rupanya menggunakan semua hal yang aku ajarkan padamu secara praktis, aku sangat senang.”

Lalu dia pergi. Tidak butuh waktu lama sebelum sosok Jun Wu muncul kembali di dalam cermin. Quan Yi Zhen adalah orang pertama yang memperhatikan hal itu, “!”

Yin Yu juga berbalik dan berteriak penuh kewaspadaan, “Tuanku?!”

Quan Yi Zhen melompat berdiri siap untuk bertarung, tetapi Jun Wu hanya mengayunkan tangannya sekali dan Quan Yi Zhen kembali terlempar ke atas futon, dan seluruh futon itu jatuh. Quan Yi Zhen pun jatuh kembali ke tanah, kepalanya terkulai dan dia kehilangan kesadarannya sekali lagi.

Yin Yu benar-benar waspada, namun, Jun Wu berkata, “Tidak perlu terlalu tegang. Berpikirlah seperti ini: bahkan jika kamu begitu waspada, itu tidak akan ada gunanya, jadi mengapa tidak lebih bersantai sedikit?”

Itu memang benar. Yin Yu tidak tahu harus berkata apa dan hanya bisa tersenyum canggung seperti yang selalu dia lakukan, tetapi kemudian dengan cepat dia menarik senyum itu kembali. Jun Wu di sisi lain, tampak santai dan tenang, “Sayangku Yin Yu, kurasa aku belum pernah berbicara denganmu seperti ini sebelumnya di masa lalu, apakah aku benar?”

Yin Yu menjawab dengan hati-hati, “…Sepertinya begitu.”

Di masa lalu, ketika dia adalah seorang dewa bela diri yang memerintah barat, dasar dan kualitas dari para penyembahnya tidak begitu kuat dan pangkatnya juga tidak tinggi. Meskipun dia bukan yang terendah diantara para pejabat surgawi di Pengadilan Tinggi, dia mungkin masih berada di bawah rata-rata, jadi dia hampir tidak memiliki kesempatan untuk berada di dekat pejabat surgawi dengan pangkat tertinggi di Pengadilan Tinggi, Kaisar Dewa Bela Diri Surgawi.

Di masa lalu, dia mungkin merasa gugup bahkan ketika Jun Wu hanya melintas di depan pintu masuk istananya, dan sekarang, dia bahkan lebih gugup lagi. Dia menambahkan, “Tetapi sejak awal, memang banyak pejabat surgawi yang belum pernah berbicara denganku sebelumnya, dan mereka yang tidak tahu siapa aku.”

Namun, Jun Wu menjawab, “Tentu saja itu tidak benar. Banyak yang mengetahui tentangmu. Bahkan jika mereka belum pernah bertemu denganmu sebelumnya, mereka tahu siapa dirimu.”

Yin Yu terkejut, “Benarkah?”

“Karena, banyak yang tahu tentang shidi-mu.” Jun Wu berkata, “Dan ketika shidi-mu itu disebutkan, subjek tentangmu sering kali diangkat. Seseorang yang telah gagal.”

Itu adalah kata-kata yang sangat tajam. Meskipun itu hanya sebuah penggambaran tak berwarna tanpa emosi, tetapi justru karena orang itu menggambarkannya secara objektif, dan hanya berbicara kebenaran, sehingga membuat hal itu lebih menusuk. Quan Yi Zhen masih pusing, belum kembali pada akal sehatnya, dan Yin Yu menundukkan kepala, mengepalkan tinjunya.

Xie Lian samar-samar bisa menebak apa yang sedang direncanakan oleh Jun Wu.

Itu adalah beberapa saat sebelum Yin Yu mengumpulkan keberaniannya, “Tuanku, apa yang kamu inginkan? Kamu telah menjadi Kaisar Dewa Bela Diri Surgawi, tidak ada apapun yang bisa menghalangimu, dewa bela diri yang terhebat dari tiga alam, tidak ada seorang pun yang bisa menanggung posisimu, jadi mengapa kamu melakukan semua ini? Sebenarnya … apa yang kamu inginkan?”

Tentu saja Jun Wu tidak menjawabnya. Dia tiba-tiba berkata, “Yin Yu, apakah kamu ingin kembali ke Pengadilan Tinggi?”

“Apa?!”

Xie Lian juga terkejut dengan pertanyaan itu. Apa yang sedang Jun Wu rencanakan? Apa artinya dengan membujuk Yin Yu untuk berpindah sisi pada saat seperti ini???

“Aku tidak berpikir kamu benar-benar menyukai posisimu yang hanya sebagai seorang pesuruh di alam hantu di dunia bawah?”

“…”

Yin Yu akhirnya tersentak, “Tuanku terlalu banyak berpikir. Tidak pernah ada pilihan suka atau tidak suka.”

Xie Lian berseru ‘oh tidak’ di dalam hati, ‘Kamu tidak boleh menjawab seperti itu. Sekarang dia mungkin akan menemukan titik lemahmu!’

Benar saja, Jun Wu sedikit tersenyum, “Apakah kamu tahu jika kamu menjawab seperti itu, apa yang kamu maksud sebenarnya adalah ‘Aku tidak menyukainya; akan lebih baik jika aku tidak membicarakannya.'”

“…”

Memang. Jika Yin Yu benar-benar merasa percaya diri, dan benar-benar menyukai posisinya saat ini di alam hantu, dia pasti akan menjawab dengan “Aku sangat menyukainya” secara langsung. Tetapi dengan menghindari berkata terus terang, jawabannya malah menjadi sangat jelas.

Jun Wu melanjutkan, “Kamu berasal dari rumah tangga yang terkenal, klan ortodoks yang tidak pernah melintas di jalan kejahatan, tumbuh dan dibesarkan dalam sebuah sekte, dan telah dipengaruhi sejak masih muda bahwa kenaikan adalah tujuan akhir dalam hidup. Pengejar semacam itu sangat sulit untuk menyerah. Untuk jatuh ke alam hantu hanya karena bisa dikatakan sebagai situasi yang dipaksakan, tindakan yang dilakukan karena ketidakberdayaan. Tentu saja kamu tidak bisa mengatakan bahwa kamu puas dengan posisimu saat ini di alam hantu, karena bukan itu yang kamu inginkan sejak awal.”

Yin Yu memang tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup, dan dia berkata dengan lemah, “Chengzhu telah menunjukkan kemurahan hatinya padaku, dia telah menyelamatkanku…”

“Aku tahu.” Kata Jun Wu, “Dia bahkan membantumu menenteramkan dan mengirim jiwa Jian Yu yang mendendam, yang meninggal selama pembuangan, apakah aku benar?”

“…Ya.” Yin Yu berkata, “Jadi, apakah aku puas dengan posisiku saat ini atau tidak, itu semua…”

“Itu adalah ketidakpuasan.” Jun Wu berkata, “Kamu terikat oleh kemurahan hatinya dan tidak punya tempat untuk pergi, jadi kamu hanya memaksakan dirimu sendiri.”

“…”

Yin Yu menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. Xie Lian berkeringat dingin.

Dia sekarang cukup bisa menebak bagaimana Jun Wu berencana untuk menyerang, ketika setiap ekspresi Yin Yu, setiap gerakannya, dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya penuh dengan kelemahan!

“Lalu,” kata Jun Wu, “Mari kita balikkan keadaan ini. Izinkan aku mengajukan pertanyaan lain: apakah kamu telah menunjukkan kemurahan hati kepada Quan Yi Zhen?”

“…”

Jun Wu melanjutkan, “Atas dasar apa kamu harus menempatkan dirimu dalam posisi yang tidak memuaskan dengan mengabdikan diri untuk membalas kebaikan ketika seseorang yang tidak berhubungan denganmu menunjukkan kemurahan hatinya padamu, tetapi ketika kamu menunjukkan kemurahan hati pada Quan Yi Zhen, dia justru membuatmu jatuh serendah ini?”

“Yin Yu, memiliki kebiasaan meremehkan diri sendiri untuk membantu orang lain itu bukan kebiasaan yang baik. Kamu harus tahu, tidak ada yang akan berterima kasih padamu.”

Dia terus memaksakan setiap langkahnya, dan setiap langkah itu menginjak-injak tempat yang paling membuat Yin Yu terluka!

Jun Wu kemudian melanjutkan, “Kamu telah menghabiskan seluruh hidupmu dengan menginginkan kenaikan. Kamu menginginkan posisi yang bagus di Pengadilan Tinggi, dan bergabung dengan peringkat di Aula Bela Diri Besar. Bahkan setelah Quan Yi Zhen mempermalukanmu, sebagai pelengkap latar belakangnya, lelucon dari surga, kamu masih bertahan dan berjuang untuk tetap berada di Ibukota Surgawi. Bukankah itu karena kamu ingin tinggal di sini?”

“Tempatmu seharusnya adalah di sini, tetapi Quan Yi Zhen mengacaukan segalanya, dan dengan mudah merampas semua yang seharusnya menjadi milikmu.”

“Dia pikir dia itu siapa?”

“Apakah kamu tidak memberi sebanyak yang dia berikan? Tidak, kamu telah memberi lebih banyak dari apa yang telah dia berikan. Dan. Ketika itu menyangkut kemampuan keseluruhan, dia bahkan mungkin bukan bandinganmu. Mengapa Qi Ying sekarang sendirian tanpa bawahan atau dukungan dari siapapun di Pengadilan Tinggi?

Karena pikirannya sederhana, dungu dan bodoh, blak-blakan dan liar, jadi dia tidak bisa membuat orang lain menghormatinya. Tapi kamu. Pikiran dan kebijaksanaanmu jauh lebih matang daripada miliknya, kamu mengetahui bagaimana dunia berjalan lebih baik daripada dirinya, kamu tahu kapan harus menyerang dan kapan harus mundur, dan kamu lebih bersedia untuk berusaha daripada dirinya. Seandainya kamu memiliki bakat alami dan kekuatan spiritualnya, maka pencapaianmu akan jauh lebih, lebih besar darinya, dan semua orang akan menghormatimu.”

Yin Yu mulai merasa gelisah, “Aku tidak mengerti mengapa Tuanku mengatakan semua hal ini. Semua ‘seandainya’ itu tidak ada artinya, kekuatan spiritualnya adalah miliknya…” Tiba-tiba, dia menjerit dan mengangkat tangannya sendiri, berteriak khawatir, “APA?! APA INI??”

Cahaya spiritual putih bersih tiba-tiba muncul dari salah satu tangannya, sangat menyilaukan sehingga tidak bisa untuk tidak langsung dilihat. Jun Wu bersikap tak acuh dan berkata, “Tidak perlu takut, itu hanya sedikit kekuatan spiritual.”

Baru setelah itu Yin Yu sedikit tenang dan berkata tidak percaya, “Kekuatan spiritual milik siapa? …milikku? Aku tidak…” Kekuatan spiritualnya tidak sekuat itu.

“Itu belum menjadi milikmu.” Jun Wu berkata, “Tapi apakah itu akan menjadi milikmu atau tidak itu tergantung pada apa yang akan kamu pilih.”

Yin Yu berseru, “Jika ini bukan milikku, lalu milik siapa? Mungkinkah…”

Seseorang langsung muncul di benaknya dan dia melihat ke arahnya.

Secara kebetulan, Quan Yi Zhen yang dengan begitu keras kepalanya memiliki kekuatan hidup yang sangat kuat, telah sadar kembali, dan tampak tercengang. Sepertinya dia bingung lagi. Jun Wu menjawab, “Itu benar. Itu adalah kekuatan spiritual milik Quan Yi Zhen.”

“Hah?” Quan Yi Zhen tercengang.

“Mengapa kekuatan spiritualnya ada pada diriku?” Yin Yu bertanya, “Bagaimana bisa kekuatan spiritual dipindahkan seperti ini?? Bagaimana mungkin???”

“Sebuah takdir bahkan bisa dipindahkan, mengapa tidak dengan kekuatan spiritual?” Jun Wu berkata, “Ada banyak hal yang tidak sesulit seperti yang kamu pikirkan. Itu hanya masalah beberapa kata dan sapuan kuas dari pejabat surgawi yang hebat, itu saja.”

Yin Yu gemetaran, “Ini… INI…!!”

Dia melemparkan tangannya seolah-olah dia ingin membuang ubi rebus yang masih panas, tetapi kekuatan spiritual yang sangat kuat melompat dengan senang hati dari tangannya, meledak di mana pun jari-jarinya menunjuk, dan mendadak, seluruh deretan dinding di dalam Istana Qi Ying hancur olehnya. Patung ilahi ambruk dan atap hampir runtuh. Yin Yu semakin terkejut dan tidak berani melemparkan tangannya secara acak lagi. Jun Wu tersenyum, “Jangan gugup, gunakan waktumu dengan baik, dan simpan kekuatan itu.”

Yin Yu memegang tangannya tersebut dengan satu tangannya yang lain, gemetar dan ketakutan, kedua tangannya gemetaran. Jun Wu berkata, “Yin Yu, izinkan aku bertanya sekali lagi. Apakah kamu ingin kembali?”

Yin Yu terengah-engah, matanya merah karena darah, dan dia menatap ke arahnya. Jun Wu berkata, “Jika kamu ingin kembali, aku tidak hanya bisa membantumu menghilangkan belenggu terkutuk itu darimu, aku juga bisa memindahkan semua kekuatan spiritual milik Quan Yi Zhen kepadamu.”

Quan Yi Zhen tampaknya tidak pernah mengira bahwa mantra jahat semacam itu ternyata ada, dan dia tertegun. Xie Lian berseru tercengang, “??? APA KAMU GILA??!!”

Jun Wu berkata perlahan, “Dan mulai sekarang, tidak akan pernah ada lagi orang yang hanya mengetahui Qi Ying tetapi tidak mengetahui Yin Yu. Siapa yang berani untuk tidak mengingat namamu? Tidak akan ada lagi.”

Yin Yu terhuyung-huyung beberapa langkah ke belakang, pikirannya kacau, “Aku… aku… aku…”

Xie Lian sangat tegang dan gugup sehingga dia bahkan lupa bahwa dia masih diikat di kursi oleh RuoYe. Dia menahan napas, tangannya mencengkeram kursi, dan tubuhnya condong ke depan.

Ada satu hal yang Jun Wu tidak salah. Xie Lian juga bisa mengetahuinya. Jauh di lubuk hati Yin Yu, dia memandang lebih kepada surga. Tempatnya adalah di Pengadilan Tinggi sejak awal. Hal itu adalah sesuatu yang telah tertanam dalam di dalam benaknya, sulit untuk diubah.

Dan, apakah Yin Yu benar-benar tidak memiliki sedikit pun kebencian terhadap Quan Yi Zhen?

Dia tidak bisa memastikannya.

Di antara semua hal yang banyak terjadi di antara mereka, sangat mustahil untuk mengucapkan kata-kata “Aku tidak membencimu” dengan begitu mudah. ‘Kebencian’ itu bisa besar ataupun kecil, dan Yin Yu bukanlah karakter yang teguh; apa yang ingin dia lakukan mungkin sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena mereka tidak mengenal dengan baik, Xie Lian tidak bisa memastikan apa yang akan dilakukan oleh Yin Yu, dan hanya bisa berdoa di dalam benaknya.

Yang Mulia Yin Yu… hati-hati!

“Aku… aku…”

Yin Yu tidak bisa berpikir jernih untuk waktu yang lama, dan dia duduk, menutupi wajahnya dengan tangan.

Sesaat kemudian, dia akhirnya mendongak, matanya menjadi dingin dan muram.

Dia menatap Quan Yi Zhen yang telah dihajar seperti tumpukan sampah untuk waktu yang lama sebelum berbisik, “…Tuanku, apakah kamu, benar-benar… bisa memberiku, semua kekuatan spiritualnya?”

Hati Xie Lian merosot sementara Quan Yi Zhen tercengang, mulutnya terbuka lebar, “…Shixiong?”

“Mengapa tidak aku berikan saja padamu sekarang, agar kamu bisa melihatnya sendiri apakah aku bisa melakukannya atau tidak,” kata Jun Wu.

Yin Yu masih tampak khawatir dan bertanya, “Lalu… apakah dia masih bisa mencurinya kembali?

Bagaimanapun, itu adalah kekuatan spiritual miliknya, jadi jika dia ingin mencurinya kembali…”

“Kecuali jika kamu sendiri bersedia mengembalikan itu kepadanya, atau jika kamu mati, maka tidak akan mungkin baginya untuk bisa mencuri kekuatan spritual itu kembali.” Kata Jun Wu.

Yin Yu ragu-ragu bertanya, “Lalu jika kekuatan spiritualnya itu dipindahkan padaku, apakah Quan Yi Zhen akan… mati? Atau apakah akan terjadi sesuatu yang lain…”

Biar bagaimanapun, dia mungkin masih tidak ingin Quan Yi Zhen mati di tangannya. Jun Wu menjawab, “Tidak akan terjadi apa-apa, hanya prosesnya yang sedikit menyakitkan, itu saja, tapi siapa di dunia ini yang belum pernah merasakan penderitaan dan rasa sakit? Bagaimana kamu ingin berurusan dengannya setelah ini, apakah dia akan dibiarkan hidup atau mati, semua itu terserah padamu.”

Yin Yu kemudian bertanya, “Bagaimana dengan pejabat surgawi yang lain? Ada begitu banyak pejabat surgawi di Pengadilan Tinggi yang melihat apa yang terjadi di Aula Bela Diri Besar, jika hal ini keluar…”

Jun Wu tersenyum, “Jadi mengapa jika mereka mengetahui hal ini? Mereka semua hanyalah semut yang bisa disingkirkan dengan menggunakan satu tangan.

Musnahkan mereka semua, lalu bawa sekelompok pejabat surgawi yang baru dan kamu bisa mengubah wajah dan namamu, membuat latar belakang baru, siapa yang lebih bijaksana?”

Ketika dia mengatakan semua itu, ekspresinya acuh tak acuh, setenang dan semudah seolah dia mengatakan; teh di dalam cangkir sudah dingin, maka tuangkan itu dan ganti dengan cangkir yang baru.

Akhirnya, Yin Yu bertanya, “Di Pengadilan Tinggi yang baru, aku, apa… yang akan menjadi identitas baruku?”

“Ling Wen adalah tangan kiriku, dan kamu akan menjadi tangan kananku.” Jun Wu berkata, “Tidak akan ada orang lain yang berada di atasmu selain aku.”

Yin Yu menggertakkan giginya, dan akhirnya, dia berkata, “…Baiklah!”

Dia berkata dengan gelap, “Mohon agar Tuanku akan mengingat janji yang dibuatnya kepadaku hari ini. Lalu sekarang…”

Dia tidak melanjutkan ucapannya, dan hanya mengalihkan tatapannya pada Quan Yi Zhen. Jun Wu menjawab, “Sesuai keinginanmu.”

Saat kata-kata itu meninggalkan bibirnya, Quan Yi Zhen tiba-tiba mulai menggeliat, wajahnya kusut, dan dia berteriak, darah mengalir dari semua lubangnya saat dia memegangi kepalanya dan berguling-guling, tampak sangat kesakitan. Sementara Yin Yu, cahaya spiritual yang datang tiba-tiba, terpancar dari tubuhnya.

Seluruh wajahnya bersinar terang, dan dia mengangkat sebelah lengannya, mengayunkannya ke atas, dan seluruh Istana Qi Ying pun bergemuruh dan runtuh!

Sebuah lubang raksasa muncul menggantikan istana emas. Berdiri di antara puing-puing, Yin Yu menundukkan kepalanya untuk melihat tangannya, sebelum kemudian mengepalkannya perlahan. Ekspresi Jun Wu seperti dia sedang menonton seorang anak kecil yang sedang bermain dengan mainan barunya, “Bagaimana perasaanmu?”

Sesaat sebelum Yin Yu menjawab, “…Aku belum pernah memiliki kekuatan sekuat ini sebelumnya.”

Dia menatap Quan Yi Zhen yang sedang melolong di tanah di bagian samping, ekspresinya rumit, “Master-ku pernah berkata, bahwa Quan Yi Zhen adalah seseorang yang dilahirkan untuk naik, suatu kemampuan yang telah diberikan oleh surga. Apakah kekuatan inilah yang diberikan oleh surga?”

“Mulai sekarang, itu adalah milikmu,” kata Jun Wu.

Yin Yu mengangguk pelan.

Lalu setelahnya, dia mengangkat telapak tangannya dan meledakkannya.

Ledakan itu menggunakan semua kekuatan Quan Yi Zhen, kekuatan ledakannya sangat mengerikan, dan cahaya putih meledak dari dalam cermin. Segera setelah itu, Yin Yu menggambar lingkaran raksasa di udara dengan tangan kanannya, meraih lingkaran itu dari udara dan melemparkannya, menahan dan memerangkap Jun Wu. Jun Wu memandangi lingkaran cahaya di sekitar kakinya, sedikit mengernyit, tampak waspada, dan berhati-hati untuk tidak menyentuhnya. Kemudian dia memandang Yin Yu yang sedang menarik Quan Yi Zhen di tanah, tampak acuh tak acuh, “Yin Yu, untuk membelot di menit terakhir seperti ini, apakah kamu tidak akan memberiku penjelasan?”

“…”

Yin Yu memunggunginya saat dia membawa Quan Yi Zhen di punggungnya dan tidak menanggapi.

Jun Wu berkata, “Apa yang kamu lakukan memang layak untuk dipuji, seorang pria yang berkelas. Namun, apakah ini hatimu yang sesungguhnya? Kamu telah menahan dirimu dan membuat dirimu sedih selama ratusan tahun, apakah kamu akan terus menahan dirimu?”

“…”

“Apakah kamu benar-benar tidak merasa dendam pada orang yang sedang kamu selamatkan sekarang? Bahkan jika kamu tidak dendam padanya, apakah kamu tidak membencinya?”

“…”

Yin Yu akhirnya tidak tahan lagi.

Dia mengepalkan tinjunya erat-erat, buku-buku jarinya retak, dan dia berbalik, “AKU DENDAM PADANYA! AKU BENCI PADANYA!!! TAPI, MEMANGNYA KENAPA??”

Quan Yi Zhen bingung dan kacau, berbicara ketika disaat yang sama darah termuntahkan dari hidung dan mulutnya, “Shixiong…”

Yin Yu berteriak, “DIAM!!!”

Dia kemudian berbalik kembali pada Jun Wu, “TUANKU… TUANKU… KAMU! MENGAPA KAMU HARUS MENGINGATKANKU PADA SEMUA INI?? MENGATAKANNYA SEOLAH-OLAH KAMU MEMAHAMI SEMUANYA ATAU APA! YA, AKU MEMBENCINYA! TAPI, MEMANGNYA KENAPA?? DIA MEMBERIKU BEGITU BANYAK MASALAH, TENTU SAJA AKU MEMBENCINYA??”

“…”

Hati Xie Lian yang merosot tiba-tiba terlempar tinggi sekali lagi dari dalam lembah, tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, dia hampir jatuh. Logika macam apa ini?

Kemudian, Yin Yu melanjutkan, “…TAPI… Tapi aku hanya… Aku hanya ingin cukup membencinya saja, itu tidak berarti aku harus menyakitinya. Apa itu “yang seharusnya menjadi milikku”? Selain bakat alami, tidak ada yang menjadi milik siapa pun sejak lahir. SESUATU YANG DIMILIKI OLEH ORANG LAIN, AKU TIDAK MENGINGINKANNYA!!”

Mata Xie Lian bersinar dan dia berteriak, “BAGUS SEKALI!”

Yin Yu melanjutkan, “Aku ingin kembali ke surga, aku ingin berada di peringkat sepuluh besar! TAPI! Jika aku tidak melakukan semua itu dengan usahaku sendiri, maka itu sama sekali tidak ada artinya! Aku kurang beruntung, aku menerimanya! Jika aku tidak sekuat dia, maka paling tidak aku bisa mengakui bahwa aku tidak sekuat dirinya!”

“MENGAKUI BAHWA AKU TIDAK BISA MENANDINGINYA TIDAKLAH SESULIT ITU!”

Harga diri semacam itu!

Pada saat itu juga, Xie Lian akhirnya melihat sekali lagi pada diri Yin Yu, sinar kemuliaan dan harga diri masa mudanya yang dulu.

“WAH!” Quan Yi Zhen meneteskan air mata di punggungnya, darah bercampur dengan air mata dan ingus semuanya dia muntahkan, memercik kepada Yin Yu dengan wajah yang penuh darah, dan Yin Yu tidak bisa mengontrol emosinya, “HENTIKAN ITU!!!”

Quan Yi Zhen terisak dan melenguh, “Shixiong, maafkan aku!”

Yin Yu tidak tahan lagi, “Kamu tidak perlu meminta maaf padaku lagi! Bagaimana pun, kamu tidak akan mengerti tidak peduli seberapa banyak kamu meminta maaf. Aku benar-benar sudah cukup denganmu…”

Jun Wu menghela napas dan menggosok pelipisnya. Yin Yu menambahkan, “Lagipula… lagipula, aku tidak sepenuhnya tidak berguna. Kamu yang telah mengatakannya sendiri. Ketika menyangkut kemampuan keseluruhan, aku mungkin tidak bisa dibandingkan dengannya. Aku memiliki…”

Oof.

Jun Wu berbalik dan dengan santai menyapukan tangannya, “Menyenangkan. Aku membayangkan, kamu dan Xian Le pasti akan sangat cocok bila bersama.”

Apa?

Apa yang terjadi?!

Xie Lian masih diikat di kursi tapi jantungnya berdebar sangat kencang seperti akan melompat keluar dari dadanya. Apa yang terjadi pada Yin Yu?

Dia berhenti bicara begitu saja dan ekspresinya juga berubah aneh. Sementara Jun Wu, dia meletakkan tangannya di belakang tubuhnya dan dengan tenang menyeberangi lingkaran cahaya yang terlihat kuat itu, tidak merasakan restriksi sedikit pun. “Aku sudah cukup menduga bagaimana kamu akan merespon hal ini. Jadi, aku tidak melepaskan belenggu terkutuk yang ada padamu sebelumnya.”

Belenggu terkutuk?!

Memang ada belenggu terkutuk di lengan Yin Yu! Xie Lian dengan cepat menoleh, dan Yin Yu juga mengangkat pergelangan tangannya.

Belenggu terkutuk yang khas itu telah mengencang sangat kuat, sedemikian rupa sehingga itu tampak akan mematahkan tangan Yin Yu, dan seluruh lengan Yin Yu sudah berubah pucat secara tragis seperti kertas, dan warna putih itu menyebar.

Belenggu terkutuk itu menghisap darahnya!

Xie Lian menerjang maju, dan seluruh tubuh bersama kursinya jatuh menumpuk di tanah. Sekarang, dia bahkan tidak bisa melihat cermin. Dia meronta-ronta dengan gila di tanah tetapi itu tidak berguna, dan dia hanya bisa mendengar suara pukulan menggila dari dalam cermin.

Setelah beberapa saat, sepasang sepatu bot putih muncul di depan matanya, dan itu adalah Jun Wu yang telah kembali.

Di tangannya adalah “belenggu terkutuk” merah tua gelap yang telah menyedot penuh darah, mungkin itu yang telah dia lepaskan dari Yin Yu. Dia berjongkok dan membelai kepala Xie Lian, “Pergilah ucapkan selamat tinggal pada teman kecilmu.”

Simpul mati RuoYe akhirnya terlepas. Xie Lian merangkak berdiri dan melemparkan pukulan ke wajah Jun Wu. Tentu saja pukulan itu tidak mendarat dan dia hampir jatuh sendiri, tetapi dia juga tidak benar-benar berharap untuk memukul Jun Wu dan hanya melampiaskannya. Dia berlari dengan gila ke aula yang ada di ruang sebelah.

Yin Yu tergeletak di tanah, mengering dan mengisut, putih dan mengurus seperti boneka kertas, dan bahkan pipinya pun pucat. Semua kekuatan spiritual di tubuhnya telah menghilang, kembali pada Quan Yi Zhen yang semakin babak belur yang wajahnya sekarang benar-benar tidak dapat dikenali. Tampaknya, kekuatan spiritual itu telah kembali pada tuannya.

Xie Lian bergegas mendekat, “YANG MULIA YIN YU!!!”

Yin Yu berkedip dengan sepasang mata yang lebih cekung dari sebelumnya, dan ketika dia melihatnya, dia berkata, “Yang Mulia…”

Quan Yi Zhen mencengkeram tanah sambil menangis sekeras yang dia bisa, berteriak pada surga, “AKU MINTA MAAF SHIXIONG, AKU HANYA TAHU BAGAIMANA CARANYA BERKELAHI, TAPI AKU TIDAK BISA MENGALAHKANNYA!”

Darah dari mulut dan hidungnya lagi-lagi memercik ke wajah dan mata Yin Yu, dan hanya dengan menontonnya saja itu tampak menyedihkan, pembuluh darah pun muncul di dahi Yin Yu, dan dia berteriak dengan sisa hidupnya, “AKU BILANG HENTIKAN ITU!! Ha-ah! Lupakan… Antarkan saja aku menuju kematianku…”

Dia kehilangan tenaganya sekali lagi. Melihatnya, Xie Lian tidak tahu apakah dia ingin mengerang dan merintih atau menangis, atau mungkin dia ingin tertawa.

Tiba-tiba, mata kering Yin Yu dipenuhi oleh air mata.

Dia berbisik, “Aku tahu.”

Dia berkata, “Yi Zhen adalah seorang jenius, dan aku adalah orang biasa. Yang bisa kudaki hanya setinggi ini. Aku tahu itu.”

Perasaan tidak berdaya dan rasa sakit memenuhi hati Xie Lian.

“Meskipun aku tahu aku masih tidak bisa menerimanya.” Yin Yu berkata, “Sebenarnya, aku berpikiran sama dengan Jian Yu. Bahkan, aku merasa lebih tidak terhormat dibandingkan dengannya. Bukannya aku tidak pernah merasa dendam, tidak mungkin untuk tidak merasa dendam. Setelahnya, aku tidak pernah berani berpikir mengapa aku mengatakan Yi Zhen untuk mati meskipun aku tahu dia mengenakan Brokat Abadi. Apakah aku benar-benar hanya terdorong oleh amarah atau apakah aku benar-benar ingin dia mati?”

Xie Lian memeluknya, “Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Itu semua adalah masalah kecil, sungguh. Yang Mulia Yin Yu, hiduplah di dunia ini selama beberapa ratus tahun lagi dan kamu akan mengetahui bahwa semua itu tidaklah penting. Entah itu didorong oleh amarah atau benar-benar berharap seseorang untuk mati, yang mana pun itu. Siapa di dunia ini yang tidak pernah memiliki pikiran seperti itu? Aku bahkan pernah berpikir untuk membantai semua orang di dunia ini yang telah menyalahkanku, itu benar, dan aku tidak bohong, aku hampir melakukannya. Tapi lihat aku, bukankah aku dengan tidak tahu malunya masih hidup sampai sekarang? Kamu tidak benar-benar melakukan apa pun pada akhirnya, dan itu yang paling penting.”

“Tapi… pada akhirnya, aku… masih berpikir… ini sangat tidak adil.” Yin Yu terisak, “Jika aku sudah ditakdirkan untuk tidak menjadi orang yang luar biasa, maka paling tidak, aku… ingin menjadi orang yang baik dan sempurna. Tapi… Aku bahkan tidak bisa melakukannya. Benar-benar… sangat tidak adil. Dan sejujurnya, bahkan pada saat ini, hanya dengan berpikir bahwa aku akan mati untuk Yi Zhen, si kecil bodoh itu, aku masih tidak bisa melupakannya. Aku bahkan tidak bisa melepaskannya dan mati dengan hati tanpa dendam dan tanpa penyesalan, bagaimana mungkin.”

Xie Lian menghibur dengan lembut, “Yang Mulia, kamu telah bekerja dengan sangat keras. Dan, kamu telah melakukannya dengan sangat baik. Kamu sudah jauh, jauh lebih baik daripada kebanyakan orang.”

Yin Yu akhirnya tertawa kecil, “Lebih baik daripada kebanyakan orang, huh?”

Setelah dia berhenti, dia menghela napas, dan suara penyesalan terakhirnya berlalu bersama jiwanya ketika dia bergumam, “Tapi, aku ingin menjadi dewa…”

Xie Lian menundukkan kepalanya dalam-dalam, “Tapi, Yang Mulia Yin Yu, sebenarnya tidak ada dewa di dunia ini…”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments