Penerjemah : Jeffery Liu


RuoYe sudah melepaskan lilitannya dari pergelangan tangan Xie Lian, memasang posisi siap, namun pita sutra itu kemudian mundur dan dirinya kembali tenang setelah Xie Lian melihat sosok yang muncul di depannya. Xie Lian berkata, “Kamu … Yin Yu?”

Sebuah lubang yang memungkinkan masuknya dua orang telah muncul di hadapannya entah sejak kapan, dan Yin Yu mengeluarkan setengah dari dirinya keluar dari lubang itu, sebuah sekop tajam masih tergenggam di tangannya. Dia menghela napas dan menyeka keringatnya, “Yang Mulia, ini aku. Syukurlah aku tidak menggali ke tempat yang salah, ayo kita pergi dari sini!”

Dia benar-benar melupakan sebuah alat spiritual suci yang masih ada di tangan Yin Yu – sekop suci Master Bumi! Mengingat perangkat ini ternyata tidak disita, itu benar-benar berkah dari surga! Tampaknya, terkadang itu adalah hal yang baik ketika kehadiranmu tidak bisa dirasakan oleh orang lain, seperti misalnya ketika kamu tengah berada di tengah-tengah kekacauan pertempuran, musuh pasti tidak akan pergi menyerang orang ini; namun di sisi lain, pasukannya sendiri mungkin melukainya secara tidak sengaja. Xie Lian baru saja akan pergi untuk menariknya keluar ketika tubuhnya tanpa sadar mundur selangkah. Yin Yu tampak bingung, “Yang Mulia? Ada apa?”

Xie Lian sendiri juga bingung, mengapa dia mundur? Kemudian segera setelahnya dia menyadari bahwa orang yang memundurkan dirinya bukan dia, tetapi Shi Qing Xuan yang telah pindah ke tubuhnya.

Sekop Master Bumi itu sudah sangat dikenalnya, jadi tidak sulit untuk memikirkan orang-orang yang telah menggunakannya di masa lalu. Gelombang teror yang tak dapat dijelaskan mengisi benak Xie Lian, dan itu mungkin reaksi bawah sadar yang dialami Shi Qing Xuan. Untungnya, reaksi Shi Qing Xuan tidak terlalu gelisah, dan dengan cepat Xie Lian berhasil mengembalikan kendali tubuhnya. Xie Lian juga dengan cepat lupa untuk bertanya pada Hua Cheng siapa yang harus mereka mintai bantuan untuk naik ke surga, dan buru-buru melompat ke lubang itu, jatuh ke bawah tanah Ibukota Surgawi dengan Yin Yu.

Di atas mereka, tidak butuh waktu lama sebelum lubang itu tertutup dengan sendirinya. Mereka merangkak ke dalam terowongan gelap untuk sesaat ketika Xie Lian tiba-tiba menyadari sesuatu, “Yin Yu, bisakah sekop Master Bumi ini menggali melalui penghalang yang mengunci Ibukota Surga?”

“Aku … tidak berpikir begitu?” Jawab Yin Yu.

“Hah?”

Shi Qing Xuan berbicara, “Kalau begitu berarti meskipun sekop suci ini adalah perangkat spiritual, tetapi meskipun kamu terus menggali dengan menggunakan itu kamu masih akan tetap berada di Ibukota Surgawi. Bukankah itu membuatnya tidak berguna?”

Yin Yu menggaruk kepalanya, “Ini tidak sepenuhnya sia-sia … Array penghalang telah didirikan di luar istana setiap pejabat surgawi bela diri untuk memperlambat pemulihan cedera mereka. Aku pikir jika mereka terus tetap di istana mereka, mereka tidak akan dapat memulihkan kekuatan tempur mereka selama bertahun-tahun, jadi mengapa tidak menggunakan sekop Master Bumi ini untuk menggali ruang rahasia di bawah tanah di suatu tempat dan memindahkan semua dewa bela diri ke sana, dan setelah semua orang pulih, kita bisa mencoba untuk keluar?”

“Tunggu!” Shi Qing Xuan berseru, “Hua Chengzhu mengatakan kamu harus memberi tahu orang tidak ber … para dewa bela diri itu untuk menyembunyikan diri dan menyembuhkan diri mereka sendiri; kamu hanya akan mencari kematianmu sendiri jika kamu mencoba untuk kabur di bawah tangan Jun Wu.”

Yin Yu terkejut, “Yang Mulia, kamu … dapat berkomunikasi dengan Chengzhu? Aku pikir itu tidak mungkin?”

“Tidak, tidak, tidak,” kata Xie Lian, “Yang berbicara kepadamu tadi bukan aku.”

Shi Qing Xuan berkata, “Ini aku! Ini aku, Yang Mulia Yin Yu!”

Tapi tidak peduli bagaimana mereka mengucapkannya, kata-kata itu tetaplah datang dari satu mulut, dan Yin Yu tampak bingung, “Itu kamu, tapi itu memang kamu, bukankah kamu, Yang Mulia?”

Shi Qing Xuan berkata, “Gah, ini aku, aku, Master Angin! Tunggu, sekarang kamu harus memanggilku Mantan Master Angin. Aku telah menggunakan Mantra Pemindahan Jiwa. Huh, menyampaikan pesan sangat menyebalkan.”

Shi Qing Xuan memasuki sisi ini untuk mendengarkan dan mengawasi, kemudian kembali ke tubuhnya di sisi lain untuk menyampaikan semuanya kepada Hua Cheng, berulang kali masuk dan keluar, hanya memikirkannya saja kamu akan tahu jika itu sangat melelahkan. Yin Yu dengan cepat menjawab, “Oh oh oh, kerja keras seperti itu. Jadi memang begitu!” Dan dia kembali menggali dengan semangat baru. Keduanya merangkak maju sebentar sebelum Yin Yu berbicara lagi, “Ini … seharusnya tempat ini bisa digunakan! Yang Mulia, mohon tetap bersembunyi di sini untuk saat ini, aku akan menjemput pejabat surgawi berikutnya.”

Terowongan yang mereka masuki pada awalnya secara bertahap menutup, dan Xie Lian berkata, “Hah? Sendirian? Aku akan pergi bersamamu.”

“Tidak, tidak apa-apa.” Yin Yu berkata, “Sejujurnya, Yang Mulia, semakin besar lubang penggalian sekop Master Bumi, semakin banyak kekuatan yang digunakannya, jadi mungkin akan lebih cepat jika aku pergi sendiri. Istana dewa bela diri terdekat di dekat sini adalah …” Dia tampaknya berpikir sejenak sebelum melanjutkan, “Bagaimanapun, aku akan segera kembali.”

Shi Qing Xuan telah menggunakan Mantra Pemindahan Jiwa berulang kali, dan perasaan kelelahan dari penggunaan kekuatan spiritual yang sangat besar ini juga mempengaruhi Xie Lian, jadi dia memutuskan untuk duduk di tanah, mengangguk lelah, merasa kepala dan tubuhnya agak berat, dan dia menggunakan tangannya untuk menopang kepalanya, “… Baiklah.”

Dengan demikian, Yin Yu membuka lubang baru untuk dirinya sendiri dan terus menggali ke depan sementara Xie Lian berbaring di tanah dan menutup matanya.

Jumlah waktu yang tidak diketahui telah berlalu sebelum dia tiba-tiba tersentak bangun, “Yin Yu?”

Lingkungan di sekelilingnya gelap gulita, keheningan yang mematikan menyelimuti tempat itu. Jelas Yin Yu belum kembali. Shi Qing Xuan angkat bicara dan juga memverifikasi fakta ini, “Yang Mulia, kamu sudah bangun? Ini melelahkan, bukan? Yin Yu belum kembali.”

Setelah beristirahat sebentar, Xie Lian mendapatkan kembali energinya, “Sudah berapa lama dia pergi? Kenapa dia belum kembali?”

“Ini hampir dua kali dupa.” Shi Qing Xuan berkata, “Dia tidak mungkin tersesat, bukan?”

Xie Lian merasa ada sesuatu yang salah dan berkata, “Aku akan pergi mencarinya.”

Kemudian, dia berguling dan merangkak menuju terowongan yang ditinggalkan Yin Yu. Karena Yin Yu masih perlu menggunakan terowongan ini untuk kembali, setelah sekop Master Bumi menggali melalui terowongan itu, lubang yang ditinggalkannya tidak secara otomatis menutup. Xie Lian merangkak dengan hati-hati di dalamnya, dan sesaat kemudian, Shi Qing Xuan berbicara, “Hujan Darah Mencapai Bunga berkata: ‘Gege, sebaiknya kamu tidak pergi’.”

Xie Lian berhenti merangkak, “Mungkin ada sesuatu yang tidak beres, kan?”

“Ya.” Shi Qing Xuan menjawab, “Nada bicara Hua Chengzhu terdengar sangat serius.”

“Tapi justru karena rasanya ada yang tidak benar aku harus pergi mencaritahunya sekarang.” Xie Lian berkata, “Kalau tidak, jika Yin Yu mengalami masalah …”

Saat itu, rasa dingin merambat di punggungnya. Xie Lian terkejut dan memutar kepalanya.

Shi Qing Xuan juga merasakan perasaan yang sama dan dia berseru, “Ya Tuhan, apa itu? Bagian belakang bergetar!”

Di belakangnya ada sebuah terowongan yang tampak kosong dan gelap gulita, dan tidak ada apapun disana. Namun, Xie Lian menatapnya lama sebelum dia menjawab, “Bukan apa-apa.”

Shi Qing Xuan langsung menutup mulutnya dan menahan napasnya, karena, tepat setelah Xie Lian mengucapkan kata-kata “Tidak ada apa-apa” dengan keras, dia kemudian tanpa suara berkata, “Jangan membuat suara, ada sesuatu di sini!”

Ada orang lain di dalam terowongan ini. Mereka berada tepat di belakang Xie Lian tadi, tapi saat dia melihat ke belakang mereka sudah pergi.

Naluri Xie Lian untuk merasakan bahaya tidak pernah hilang, jadi dia tidak bisa membiarkan pihak lain mengetahui jika dia sudah menyadari keberadaannya, dan berpura-pura seolah-olah tidak ada yang terjadi. Namun, Shi Qing Xuan paling membenci situasi seperti ini, dan perasaan merinding muncul di lengannya. Dia berkata kembali, “Bukankah itu Yang Mulia Yin Yu?”

“Jika itu dia, seharusnya dia tidak perlu menyelinap seperti itu.” Xie Lian menjawab.

Setelah hening sejenak, Xie Lian bertanya tanpa suara, “Apakah San Lang mengatakan sesuatu?”

Shi Qing Xuan menjawab, “Uuhh, umm, San Lang-mu terlihat sangat menakutkan sekarang … dia berkata, ‘Gege, jika situasinya tidak memungkinkan, gunakan Mantra Pemindahan Jiwa untuk pindah ke tubuh Master Angin’.”

Namun, sekarang dia tidak memiliki kekuatan spiritual yang cukup untuk menggunakan Mantra Pemindahan Jiwa, dan bahkan jika dia memiliki kekuatan yang cukup, Xie Lian tidak mungkin hanya membersihkan debu dan mengeluarkan kekacauan kemudian meninggalkan kekacauan yang terjadi di Ibukota Surgawi di belakangnya. Xie Lian menjawab, “Jangan khawatirkan itu, San Lang.”

Dia bahkan belum menentukan apa yang tidak perlu dikhawatirkan sebelum dia mengangkat kepalanya. Di depan!

Perasaan bahaya sebelumnya datang dari belakangnya, tapi sekarang perasaan itu datang dari depan. Namun ketika dia melihat ke atas, pemandangan di depannya masih begitu gelap gulita dan tidak ada yang bisa dilihat dengan jelas. Shi Qing Xuan berkata, “Yang Mulia, apa yang kamu perhatikan sekarang? Apa yang harus kita lakukan? Kita harus maju atau mundur?”

Setelah mengamati dengan seksama sejenak, Xie Lian menjawab, “Maju atau mundur tidak ada bedanya, jadi terserahlah!” Lalu, dia merangkak ke depan. Dia merangkak dan terus merangkak tetapi kemudian berhenti, merasa sedikit terperangah.

Shi Qing Xuan berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi?”

Apa yang ada di depan ‘mereka’ sebenarnya adalah sebuah jalan bercabang. Ada dua terowongan disana!

“Um … Mungkinkah sebelumnya Yin Yu menggali satu jalan dan menyadari jika dia menuju ke arah yang salah sehingga dia menggali jalan yang lain?” Shi Qing Xuan bertanya-tanya.

Xie Lian berpikir dalam hati, ‘Yin Yu pasti sangat akrab dengan jalan-jalan Ibukota Surgawi, jadi bagaimana dia bisa membuat kesalahan ini? Ini mungkin sesuatu yang lebih buruk.’ Namun, dia tidak mengatakan ini dengan lantang, dan hanya berkata, “Qing Xuan, bisakah kamu membantuku meminta San Lang untuk memilih jalannya? Kiri atau kanan?”

Beberapa saat kemudian, Shi Qing Xuan berkata, “Hujan Darah Mencapai Bunga berkata … Dia tidak merekomendasikan apapun, ‘Jangan memilih salah satu dari kedua jalan itu.’

Xie Lian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Sementara dia juga memikirkan ada kemungkinan hal-hal buruk menunggunya di ujung jalan mana pun, dia masih tidak bisa tetap tinggal di tempatnya. Setelah beberapa perenungan, dia berkata, “Lalu Qing Xuan, kamu cobalah pilih satu.”

“Hah? Aku?” Tanya Shi Qing Xuan.

“Ya.” Xie Lian berkata, “Jika kamu memilih, maka masih ada kemungkinan lima puluh persen kamu akan memilih rute yang lebih baik; jika aku memilih, maka …” Shi Qing Xuan langsung menjawab, “Baiklah, aku mengerti.” Setelah banyak pertimbangan, dia menoleh ke kiri.

Xie Lian mengangguk dan merangkak.

Semakin dalam mereka merangkak, semakin sempit terowongan ini, seolah-olah terowongan ini hampir mencekiknya, namun jalan itu masih bisa dilewatinya. Setelah berputar dan berliku, dia merangkak untuk waktu yang lama sebelum tiba-tiba, mereka pada akhirnya memasuki ruang yang jauh lebih besar.

Syukurlah. Sementara mereka masih memasang posisi waspada sepanjang jalan, mereka tidak benar-benar mengalami bahaya yang nyata. Xie Lian melihat sekeliling tempat itu sejenak dan berkata, “Tempat apa ini?”

Shi Qing Xuan berkata dengan ketidakpastian, “Aku tidak tahu, aku tidak bisa melihat dengan jelas. Tapi kenapa rasanya sedikit familiar … HUH?!”

Dia bukan satu-satunya yang memperhatikan; Xie Lian juga memperhatikannya.

Tempat itu memang terasa sangat akrab! Bukankah ini adalah ruang rahasia tempat Xie Lian berbaring dan beristirahat sebentar untuk menunggu Yin Yu kembali??

Dia benar-benar yakin tentang ini. Ada juga terowongan lain disana, dan itu adalah terowongan yang Yin Yu gali dengan sekop Master Bumi ketika dia pergi, dan juga terowongan yang sama yang Xie Lian lalui untuk mencari dia!

Shi Qing Xuan ketakutan, “Bagaimana kita bisa kembali ke sini? Apakah di sana … apakah itu adalah jalan yang kita gunakan untuk merangkak kembali dari sini sebelumnya??”

Tentu saja tidak! Sebelumnya ketika mereka pergi, hanya ada satu terowongan yang muncul. Jalan yang mereka lewati untuk kembali adalah jalan yang muncul entah dari mana. Ketika mereka melihat persimpangan jalan ini, jalan setapak di kiri berbelok ke lingkaran besar dan membawa mereka kembali!

Pasti bukan Yin Yu yang menggali ini; dia tidak akan menyia-nyiakan begitu banyak upaya untuk tindakan tidak berarti seperti itu. Tampaknya dia mungkin juga mengalami sebuah insiden aneh ini. Xie Lian berpikir dia seharusnya memaksanya pergi bersama sebelumnya , dan tanpa mengucapkan apapun, dia merangkak ke dalam terowongan yang dia tinggalkan sebelumnya, dan dengan cepat menemui sebuah persimpangan jalan. Kali ini, dia memilih jalan yang kanan, dan ketika dia merangkak, Shi Qing Xuan berbicara, “Sepertinya, kali ini keberuntunganku juga tidak terlalu bagus. Aku memilih jalan yang salah. Seharusnya aku memilih yang kanan sejak awal!”

Namun, Xie Lian berkata, “Tidak, aku pikir keberuntunganmu masih sangat bagus.”

“Hah? Apa maksudmu?” Kata Shi Qing Xuan.

Xie Lian mencoba mengatakan ini dengan hati-hati, “Hm, bagaimana aku mengatakan ini … karena, jalan di sebelah kanan ini mungkin bahkan lebih menakutkan daripada yang di sebelah kiri.”

Kemudian, keduanya mendengar sebuah suara. Dari belakang mereka terdengar suara garukan sesuatu yang dengan cepat merangkak dan mendekat.

Xie Lian melepaskan RuoYe dan melemparkannya ke belakang, “RuoYe! Bantu tahan sebentar!” Lalu dia mulai merangkak maju, dalam satu jalan dia hampir menempuh jarak satu meter, dan Shi Qing Xuan kehilangan akalnya dalam kepanikan, “HAHAHAHAHAHAHAHA BENAR-BENAR MENARIK, MENARIK! MENARIKMENARIKMENARIK!”

Xie Lian berseru, “Bagian yang paling menarik belum datang! Ayo! Lihatlah–!”

“APA LAGI SEKARANG?!” Seru Shi Qing Xuan.

Xie Lian berhenti merangkak dengan penuh semangat dan menghela napas panjang, dan apa yang ada di depan mereka sekali lagi adalah sebuah persimpangan jalan yang lainnya!

Shi Qing Xuan berteriak tanpa berpikir, “KANAN!”

Xie Lian berbelok ke kanan dengan tegas, tetapi di jalan berikutnya, persimpangan jalan yang tak berujung terus bermunculan. Shi Qing Xuan berteriak: “KIRI! KANAN! KIRI! KANAN!” Dan dia sudah berhenti mengerti mengenai apa yang bahkan diteriakannya. Dan dalam keadaan yang begitu mengerikan ini, dengan situasi yang seperti itu, bahkan sangat tidak mungkin baginya untuk meninggalkan tubuh Xie Lian untuk bertanya kepada Hua Cheng apa yang harus dilakukannya, karena sangat mungkin bahwa dengan belokan di persimpangan berikutnya, situasinya akan berubah sepenuhnya. Sesuatu di belakang mereka masih ditahan oleh RuoYe sebentar, tapi sesuatu itu masih berjuang mendekati mereka, dan terowongan ini juga tumbuh semakin sempit, dan semakin sempit, sampai pada akhirnya, mereka mencapai titik di mana lengan mereka bahkan tidak bisa bergerak sama sekali!

Bahu Xie Lian sudah tidak bisa lagi bergerak, dan dia berseru, “Aku tidak bisa merangkak lebih jauh lagi!”

“Lalu apa yang harus kita lakukan??” Shi Qing Xuan berteriak, “APAKAH KITA HARUS MUNDUR??” Sesuatu yang mengejar mereka dari belakang sekarang akan bisa menyusul!

“Jangan takut!” Xie Lian berseru, “Seorang pria dapat maju dan mundur, jika bergerak maju bukanlah pilihan maka kita akan mengambil langkah mundur! Jika memang begitu, maka ayo kita melakukannya! AYO!” Kemudian dia mundur dua langkah, membebaskan tangan, dan baru saja akan mencengkeram gagang Fang Xin untuk melawan sesuatu di belakangnya sampai puas, ketika tiba-tiba, kepalanya menegang.

Pikiran Xie Lian membeku pada detik itu. Ketika dia melihat ke atas, dia bahkan belum melihat makhluk macam apa itu, tetapi tampaknya ada suara seseorang yang terkekeh dalam kegelapan, dan sebuah tangan telah menjangkaunya, meletakkannya di kepala Xie Lian. Dia membelalakkan matanya dan pada detik berikutnya, dia kehilangan kesadarannya.

Jumlah waktu yang tidak diketahui berlalu sebelum Xie Lian pada akhirnya perlahan sadar.

Baru setelah dia menyadarinya, Xie Lian menemukan dirinya sedang duduk di sebuah kursi dan seluruh tubuhnya terikat dengan kuat dan aman. Dia sedikit memberontak dan menyadari jika RuoYe yang kini tengah mengikatnya.

Xie Lian bingung, “RuoYe, apa yang kamu lakukan?”

RuoYe juga tampaknya merasa sedih, dan pita sutra itu terkulai lemas, mengikatnya. Xie Lian kemudian melihatnya lebih dekat dan menyadari bahwa RuoYe ternyata diikat menjadi simpul mati.

Tidak heran RuoYe tidak bisa melawan; dia benar-benar paling takut diikat ke simpul mati. Di masa lalu, sebelum sadar, ia suka bermain dengan membungkus dirinya sendiri tanpa berpikir, dan saat bermain tanpa sadar dia mengikat dirinya sendiri menjadi simpul mati, dan Xie Lian dengan putus asa melepaskan ikatannya setiap saat. Belakangan, ia belajar menjadi baik, lebih pintar, dan tidak pernah mengikat dirinya menjadi simpul mati lagi. Merasa tak berdaya, Xie Lian mencoba melihat apakah dia bisa berjuang dan memecahkan kursi secara langsung, tetapi sayangnya, kursi itu tidak bergerak sama sekali. Tampaknya, kursi itu telah disuntikkan oleh kekuatan spiritual yang sangat kuat.

Karena dia tidak bisa bergerak, maka dia hanya akan mengamati sekelilingnya terlebih dahulu. Xie Lian mengamati sekeliling tempatnya berada; tempat ini pasti adalah bagian salah satu istana, agak baru dan begitu mewah, tetapi ia tidak tahu istana mana itu. Bagaimanapun juga, itu bukan Aula Bela Diri Besar.

Tepat saat dia memikirkan ini, sebuah tangan diletakkan di atas bahunya, dan dari atas kepalanya terdengar suara lembut seseorang, “Xian Le, Xian Le sayangku, kamu benar-benar terlalu nakal.”

Mendengar suara ini, Xie Lian langsung membeku. Dari belakangnya, pria itu maju dan berbalik dengan tangan di belakang punggungnya. Itu adalah Jun Wu.

Tangannya yang lain masih berada di bahu Xie Lian, dan dia berbicara dengan setiap langkah yang diamblinya, “Dalam setengah tahun terakhir ketika kamu kembali, Ibukota Surgawi benar-benar dipenuhi dengan kekacauan di semua tempat, dihancurkan di mana-mana, jadi tidakkah kamu berpikir jika kamu cukup membawa begitu banyak kerusakan? Kamu bukan tikus kecil, apa yang kamu lakukan dengan menyusup di bawah tanah? Apakah ini sangat menyenangkan?”

Suara lembut dan baik hati ini, yang terdengar seperti seorang penatua yang tengah mengawasi dan menasihati anak kesayangannya membuat Xie Lian menggigil, membuatnya sangat ketakutan, dan dia benar-benar tidak tahu bagaimana dia harus menanggapi. Dia kemudian tiba-tiba merasakan gelombang dingin di kakinya, dan ketika dia melihat ke bawah, sesuatu berwarna putih tampak tengah memeluk sepatu botnya, mengawasinya dengan tatapan yang sangat jahat.

Itu adalah roh janin.

Xie Lian mendongak dan sudah cukup mengetahuinya. Yin Yu menggali terowongan dengan sekop Master Bumi tetapi berhasil ditangkap oleh Jun Wu. Jun Wu kemudian mengirim beberapa hal untuk menghentikannya di bawah tanah, itulah sebabnya dia melewati pengalaman menakutkan sebelumnya.

Xie Lian pada akhirnya tahu apa yang harus dia katakan, dan setelah beberapa saat terdiam, dia berkata, “… Kamu memiliki hobi yang tercela.”

Pengejaran di terowongan itu mengingatkannya pada bagaimana ia dikejar-kejar oleh Si Putih Tanpa Wajah saat itu, dan Xie Lian melewati hari-harinya dengan panik dan cemas. Jika dia ingin menangkapnya, maka tangkap saja dia secara langsung, mengapa dia harus membangkitkan teror yang begitu mengganggu dan menyebabkan ketakutan seperti itu?

Namun, Jun Wu tampak sangat ceria dan dia tersenyum, “Tapi Xian Le sekarang jauh lebih berani daripada sebelumnya.”

Dia tidak bisa melanjutkan percakapan itu, jadi dia bertanya, “Di mana Yin Yu?”

Jun Wu meletakkan tangannya di belakang kursi, dan membalikkan seluruh tubuh Xie Lian, “Jangan terburu-buru, kamu akan mengetahuinya. Dan bukan hanya dia.”

Xie Lian berbalik dan sekarang tubuhnya menghadap ke sebuah cermin. Namun, apa yang dipantulkan cermin itu bukanlah dirinya, tapi Yin Yu yang berwajah pucat.

Dan di sebelah kakinya diletakkan orang lain yang kepalanya tampak berlumuran darah, wajahnya hitam dan biru, sama sekali tidak sadar. Tapi dari kepala yang berambut keriting itu, Xie Lian tahu jika itu adalah Quan Yi Zhen.

Xie Lian segera khawatir, “Apa yang kamu rencanakan?”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments