Penerjemah : Jeffery Liu


Bahkan setelah berjalan dengan terus tersandung di jalan utama dari Ibukota Surgawi, Xie Lian masih menutupi separuh wajahnya dengan tangannya, berjalan dengan terhuyung dan tidak stabil sepanjang jalan. Sementara itu tidak ada satu pun pejabat surgawi junior di sepanjang jalan yang berani mendekatinya untuk bertanya tentang hal itu, mereka semua hanya menatapnya dengan pandangan aneh, dan Xie Lian dengan cepat menjatuhkan tangannya, meluruskan punggungnya, dan menggosok mulutnya secara tidak wajar, bergumam, “Bibirku agak sakit, tidak tahu apa yang terjadi, haha ​​…”

Pandangan para pejabat junior disana menjadi lebih aneh.

Memangnya apa yang baru saja kamu lakukan sampai membuat bibirmu sakit seperti itu?

Sebenarnya bibirnya memang sedikit sakit. Sebelumnya ketika dia melompat untuk memberikan ciuman, dia mungkin menggunakan terlalu banyak kekuatan, dan Hua Cheng kemungkinan besar merasakan hal itu, tetapi setelah Xie Lian mendekat, dia bisa merasakan dengan sangat jelas bahwa Hua Cheng tampak tersenyum. Dia tidak berani berpikir lebih lanjut tentang masalah ini dan bergegas untuk terus berjalan dengan kepala menunduk, dan pejabat surgawi lainnya juga tidak menghentikannya, semuanya kembali berjalan dan berurusan dengan masalah mereka sendiri.

Mungkin karena saat itu adalah pembukaan kembali Gunung TongLu, semua pejabat surgawi disana menjadi lebih sibuk dari biasanya dan memiliki lebih banyak tugas di tangan mereka, dan udara yang memenuhi seluruh Pengadilan Surgawi ini begitu serius dan gelisah. Di dalam Aula Bela Diri Besar, sudah ada banyak pejabat surgawi berkumpul. Sementara roh penuh kebencian yang menyebar di Gunung TongLu dikirim ke segala arah, mayoritas dari roh itu dikirim ke ibukota kerajaan yang paling padat penduduknya. Xie Lian dan Hua Cheng sudah bekerja begitu keras sampai sekarang karena mereka berdua memilih tugas paling berat dari semua tugas lainnya; semua orang hanya menghadapi sekitar beberapa ratus makhluk itu dan mereka sudah menyelesaikan tugas mereka untuk waktu yang lama. Pei Ming, Feng Xin, dan yang lainnya sudah tiba kembali di Ibukota Surgawi, wajah mereka dipenuhi begitu banyak kelelahan. Namun, ketika Xie Lian memasuki aula itu dan mendongak untuk menyambut semua orang, yang pertama kali dilihatnya adalah Lang Qian Qiu yang sudah lama tidak dilihatnya.

Wajah Lang Qian Qiu tampak gelap, dan ketika dia melihatnya, dia juga terkejut, lalu dia memutar kepalanya.

Kerumunan disana tenggelam dalam pikiran mereka sendiri dan saling berbicara satu sama lain. Jun Wu duduk di atas takhta, dan ketika dia melihat Xie Lian telah datang, dia bangkit sedikit, siap untuk berbicara, tetapi Lang Qian Qiu melangkah lebih dulu, “Tuanku, kudengar kamu sudah menangkap Hantu Hijau Qi Rong.”

Jun Wu menatapnya, “Itu benar. Namun, Hantu Hijau Qi Rong, hantu perempuan Xuan Ji dan yang lainnya tidak ditangkap oleh tanganku sendiri. Mereka semua berhasil ditangkap oleh Yin Yu dari Kota Hantu.”

Baru saat itulah Xie Lian memperhatikan bahwa Yin Yu juga hadir dan ada disana. Mau bagaimana lagi, Yin Yu benar-benar tidak memiliki aura kehadiran di dalam dirinya. Omong-omong, ini adalah pertama kalinya Yin Yu memasuki Aula Bela Diri Besar. Selain dari pejabat surgawi peringkat tertinggi, tidak ada subjek lain yang bisa melangkah ke dalam aula ini tanpa izin dari Jun Wu. Di masa lalu ketika Yin Yu adalah pejabat surgawi, dia tidak memiliki hak untuk masuk karena peringkatnya terlalu rendah. Namun sekarang setelah dia ‘dengan sengaja jatuh’ ke Kota Hantu, dia akhirnya bisa masuk secara formal, benar-benar perasaan yang rumit.

Lang Qian Qiu memotong langsung ke subjek, “Qi Rong adalah musuh yang menghancurkan klan keluargaku, aku berharap Tuanku bersedia untuk memberikan dia kepadaku untuk mengurusnya.”

Jun Wu melirik Xie Lian dan bergumam sejenak, “Bukan berarti menyerahkan dia padamu akan menjadi masalah, namun, aku bertanya, apa yang akan terjadi setelah kamu berurusan dengan Hantu Hijau Qi Rong? Apa yang akan kamu lakukan kepadanya?”

Awalnya, Lang Qian Qiu telah meninggalkan ancaman bahwa apabila setelah dia menyelesaikan urusannya dengan Qi Rong dia akan datang mencari Xie Lian, dan ini adalah sesuatu yang diketahui Jun Wu. Suara Lang Qian Qiu terdengar keras, “Mengenai hal itu, Tuanku tidak perlu mengkhawatirkannya, dan juga Tuanku tidak perlu terlalu ikut campur. Aku yakin Tuanku tidak mungkin berencana membebaskan Qi Rong hanya karena aku tidak menjawab pertanyaan ini, dan mencegah aku membalaskan dendam keluargaku, bukan?”

Di masa lalu, dia jarang sekali berbicara di dalam Aula Bela Diri Besar, dan bahkan ketika dia melakukannya itu akan menjadi sesuatu yang konyol, namun sekarang ketika dia berbicara, ekspresi dan nada suaranya dipenuhi dengan kebencian. Keadaan ini sama sekali tidak baik, dan Pei Ming angkat bicara, “Yang Mulia Tai Hua tampaknya cukup marah hari ini, eh? Tentu saja Tuanku tidak berencana membebaskan … “

Saat dia mencoba untuk meluruskan hal-hal lain, suara keributan datang dari luar aula, dan seseorang masuk, “Tuanku, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi!”

Itu adalah Mu Qing. Dia mengenakan pakaian hitam, dan wajahnya juga tampak begitu gelap, dan beberapa pejabat bela diri di belakangnya seharusnya menangkapnya, namun bagaimana mungkin mereka bisa melakukannya, dan karena itu mereka bergegas masuk ke dalam aula dan berbicara, “Tuanku, kami baru saja mengirim Jenderal Xuan Zhen ke … “

Jun Wu menghela napas, satu tangannya menopang pipinya dan Ia melambaikan tangannya yang lain, “Aku mengerti, mundurlah.” Beberapa saat kemudian, dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Mu Qing, “Lalu ada apa?”

Mu Qing berkata dengan suara yang terdengar begitu keras layaknya besi, “Aku tidak bisa terus menanggung tuduhan tak berdasar ini. Bukankah Tuanku sudah menangkap wanita itu? Aku ingin menghadapi wajahnya dan berbicara dengannya!”

Lang Qian Qiu juga angkat bicara, “Tuanku, tolong berikan Hantu Hijau Qi Rong padaku juga!”

Keduanya berbicara dengan nada suara yang tinggi, membuat adegan itu tampak kacau, dan semua itu membuat Jun Wu menjadi lebih sakit kepala, “Diamlah! Bisakah kalian berdua menunggu sampai aku menyelesaikan urusan dengan Gunung TongLu?”

Mu Qing beralasan, “Jika Tuanku perlu mengatur roh-roh penuh kebencian yang melarikan diri dari Tungku, maka kamu pasti membutuhkan bantuan. Apa gunanya memenjarakan aku? Mengapa tidak membersihkan namaku sehingga aku bisa kembali menjalankan tugasku di Pengadilan Surgawi. Selama Tuanku memanggil wanita itu untuk berbicara denganku, kebenaran akan terungkap!”

Kata-katanya terdengar masuk akal, dan jika permintaannya tidak juga diterima, dia mungkin akan memaksa tanpa henti, jadi Jun Wu hanya bisa memerintahkan, “Panggil hantu perempuan Jian Lan.”

Segera setelah itu, Jian Lan dipanggil. Di lengannya ada sebuah buntelan yang tampak seperti kain lampin, dari benda itu terpancar aura hitam yang mengerikan. Dari dalam bungkusan itu, muncul sesuatu yang tragis dan pucat yang menyerupai sebuah tangan namun bukan, sesuatu yang menyerupai tulang tetapi tidak mencuat keluar, memamerkan gigi dan cakarnya, tetapi dengan paksa dimasukkan kembali ke dalam bungkusan itu. Dia tidak ditahan dengan tangannya dipelintir ke belakang oleh petugas yang menangkap, mungkin untuk memberikan Feng Xin beberapa wajah. Feng Xin menelan ludah, bertemu mata dengan miliknya sejenak sebelum Jian Le memalingkan muka terlebih dahulu. Kemudian, tatapan Feng Xin jatuh ke ‘kain lampin’ di lengannya, dan tatapannya menjadi lebih rumit. Mu Qing di sisi lain, sudah pada akhir kesabarannya, dan segera setelahnya dia berbicara, “Aku tidak tahu mengapa anakmu memfitnahku, tetapi dia tahu pasti bahwa aku bukanlah pelakunya. Dia pasti sedang ada di bawah kendali orang lain.”

Dia kehilangan ketenangannya seperti ini, tapi Xie Lian bisa mengerti, karena Mu Qing adalah seseorang yang sangat peduli dengan wajahnya, dan dia pasti sudah memikirkan semua hal ini di kepalanya begitu lama, bahkan sejauh mempengaruhi tugasnya di Pengadilan Tinggi, dia secara alami dipenuhi dengan emosi. Jun Wu berkata, “Dan berdasarkan dugaanmu, menurutmu siapa yang mengendalikannya?”

Mu Qing tidak berbicara, tetapi tatapannya bergerak dan semua orang tahu dia sedang menatap Jian Lan.

Pembuluh vena di dahi Feng Xin langsung muncul, “Apa yang kau katakan? Apa kau pikir dia akan dengan sengaja meminta putranya memfitnahmu??”

Mu Qing menarik pandangannya dan menjawab, “Aku tidak mengatakan hal semacam itu.”

“Lalu mengapa kau terus menatapnya?” Feng Xin berseru, “Dia tidak menaruh dendam padamu jadi mengapa dia harus melakukan hal seperti itu?”

Mu Qing memelototinya, “Tentu saja tidak ada dendam di antara kami, tetapi siapa yang tahu jika itu adalah kau.”

“Dan apa maksudmu dengan itu?” Feng Xin menuntut, “Katakan saja semuanya sekaligus.”

Mu Qing melirik Xie Lian, “Kau berkenalan dengan Nona Jian Lan selama waktu pembuangan pertama Yang Mulia, kan?”

Pejabat surgawi lainnya juga mengikuti arah pandangannya dan mereka melihat ke arah Xie Lian.

Xie Lian: “???”

Mengapa dirinya diseret dalam masalah lain lagi?

Feng Xin juga meliriknya dan menggerutu dengan amarah yang tenang, “Apa hubungannya ini dengan itu?”

Mu Qing berhenti peduli dan membiarkan semuanya pergi, benar-benar merobek semuanya di tempat terbuka, “Tentu saja itu ada hubungannya dengan itu. Pada saat itu, kehidupan yang dialami Yang Mulia sangat sulit, dan kau juga membenciku sampai ke tulang karena aku telah kembali ke Pengadilan Menengah. Kau sangat suka menggali sejarahku untuk mencaci maki kesalahanku, dan karena dia adalah teman tidurmu, bagaimana mungkin dia tidak membenciku juga dengan pengaruh bawah sadar ini? Siapa yang tahu, mungkin dia juga mulai membenci Yang Mulia karena pada akhirnya, kau masih tidak membawa wanita itu pergi, dan memilih untuk melanjutkan kesetiaanmu yang buruk, dan setelahnya ditinggalkan …”

Feng Xin tidak tahan lagi dan meraung, “HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU!!”

Tinjunya melayang dan Mu Qing juga mengangkat tinjunya untuk membalas pukulan itu. Jian Lan naik untuk menghentikan mereka tetapi roh janin itu mulai terkekeh dengan aneh, seperti sebuah suara tangisan kacau dari gagak tua, sangat mengerikan. Pei Ming dan Yin Yu keduanya menarik Feng Xin dan Mu Qing kembali secara terpisah sementara Quan Yi Zhen berdiri di samping mereka masih menatap satu sama lain, tampaknya merenungkan siapa yang akan menang jika mereka memulai pertarungan. Bagaimanapun, keadaan begitu kacau di aula. Xie Lian berdiri di sana dengan tenang untuk sementara waktu, menggantung kepalanya, lalu setelah beberapa saat, dia menghela napas, dan mengingatkan, “Tuanku, prioritas saat ini adalah menemukan Si Putih Tanpa Wajah dan menghentikan penyakit wajah manusia. Orang yang kita tangkap sebelumnya merupakan petunjuk paling penting yang kita miliki.”

Jun Wu juga tidak bisa hanya mengawasi lagi dan melambaikan tangannya, “… Bawa hantu perempuan Jian Lan dan roh janin pergi. Hadirkan Kepala Pendeta Xian Le.”

Mu Qing berteriak, “TIDAK! AKU HARUS MELIHAT … APA??”

Feng Xin juga tercengang, “MENGHADIRKAN SIAPA??”

Keduanya memandang ke arah pintu masuk aula, dan mereka melihat bahwa yang dibawa oleh seorang pejabat militer itu tidak lain adalah Kepala Pendeta Xian Le yang mereka berdua kenal, Mei Nian Qing?

Feng Xin dan Mu Qing keduanya terperangah. Feng Xin memberanikan diri, “Kepala Pendeta? Ini benar-benar Kepala Pendeta?” Mu Qing tidak mengatakan apa-apa tetapi dia juga terkejut dan tidak yakin. Mereka tidak bisa disalahkan. Sebenarnya, bahkan sampai sekarang Xie Lian masih merasa hal-hal semacam itu tidak nyata, dan dia tidak bisa menghubungkan orang ini dengan Kepala Pendeta yang pernah menanyakan pertanyaan “Dua Pria dan Secangkir Air” kepadanya di masa lalu.

Mei Nian Qing melangkah maju dengan lesu, berjalan melewati Xie Lian. Jun Wu duduk menghadap aula besar, “Xian Le, ketika kita berada di bawah, kamu sepertinya memiliki sesuatu untuk dikatakan.”

Xie Lian sedikit memiringkan kepalanya, “Ya.”

Karena itu, setelahnya Ia mengambil bagian-bagian penting dan melaporkan perjalanan yang dilakukannya ketika berada di Gunung TongLu, dan setiap insiden yang terjadi saat menjelajahi Kerajaan Wu Yong. Semakin banyak orang yang mendengarkan, mata mereka terbuka semakin lebar, tidak terkecuali Feng Xin dan Mu Qing. Setelah laporan itu selesai, Jun Wu berbicara perlahan, “Namun aku sama sekali belum pernah mendengar tentang Kerajaan Wu Yong sebelumnya.”

Pejabat lain semua setuju, “Aku juga belum pernah mendengarnya …”

“Kerajaan itu ada dua ribu tahun yang lalu.”

“Jejak-jejak itu pasti telah dihapus dengan sengaja.”

Mei Nian Qing tidak mengucapkan sepatah kata pun. Xie Lian menoleh padanya, “Kepala Pendeta, Pangeran Mahkota Wu Yong adalah Si Putih Tanpa Wajah, apakah aku benar?”

“Ya.” Kata Mei Nian Qing.

Dia tahu itu!

Pei Ming berbicara sambil merenung, “Lalu siapa yang meninggalkan mural itu? Dan siapa yang menghancurkan lukisan terakhir?”

“Aku tidak tahu siapa yang meninggalkan mural itu,” Xie Lian menjawab, “Tapi aku pikir lukisan terakhir dihancurkan oleh Si Putih Tanpa Wajah sendiri atau bawahannya. Lagipula, dia tidak ingin ada yang tahu mengenai identitasnya.”

Dia menoleh ke arah Mei Nian Qing, “Dan kamu adalah bawahan Putra Mahkota Wu Yong.” Yang berarti dia juga adalah bawahan Si Putih Tanpa Wajah.

“…”

Mei Nian Qing tidak berbicara. Xie Lian tiba-tiba ingin sekali bertanya kepadanya, ketika Xian Le jatuh, apakah Kepala Pendeta tahu bahwa makhluk itu, Si Putih Tanpa Wajah juga terlibat? Yang berarti, mereka berkolusi, dan Kepala Pendeta bahkan adalah bawahannya?

Namun, pada akhirnya dia mengajukan pertanyaan yang berbeda, “Di mana Si Putih Tanpa Wajah sekarang?”

“…”

“Mengapa Si Putih Tanpa Wajah harus membawa kehancuran pada Xian Le?” Xie Lian bertanya.

“…”

“Mengapa kamu ingin membunuhku?” Xie Lian menuntut.

Mei Nian Qing akhirnya angkat bicara, “Yang Mulia, aku tidak pernah ingin membunuhmu.”

“Lalu mengapa kamu mencekikku sebelumnya?” Xie Lian bertanya.

Mei Nian Qing bertanya balik, “Jika aku mencekikmu, apakah kamu akan mati? Apakah orang di sebelahmu akan mengizinkanku untuk mencekikmu?”

Itu benar. Tapi itu tidak berarti Mei Nian Qing tidak memiliki niat membunuh padanya, karena reaksinya sepenuhnya berasal dari alam bawah sadarnya pada saat itu. Mei Nian Qing mungkin tahu dia tidak bisa meyakinkan Xie Lian sehingga dia berhenti berusaha untuk berdebat.

Setelah hening sejenak, Xie Lian akhirnya mengajukan pertanyaan yang paling ia ingin dengar jawabannya.

“Apa yang ingin kamu bangun dalam diriku?” Xie Lian bertanya.

Jun Wu memberitahunya bahwa Kepala Pendeta sepertinya ingin membangunkan sesuatu di dalam dirinya, tapi apa itu?

Mei Nian Qing menatapnya dengan aneh. Di bawah lengan bajunya, tangan Xie Lian mengepal, “Kepala Pendeta, silakan menjawab dan katakan semuanya padaku.”

Xie Lian selalu merasa tidak tenang. Jalan nasib Pangeran Mahkota Wu Yong sangat mirip dengan miliknya, mungkinkah ada semacam hubungan tersembunyi antara dirinya dan Si Putih Tanpa Wajah?

Ini adalah sesuatu yang harus dia verifikasi, karena dia tidak bisa membiarkan makhluk seperti Si Putih Tanpa Wajah memiliki hubungan dengan dirinya sendiri. Namun dia juga sangat takut bahwa Si Putih Tanpa Wajah benar-benar ada hubungannya dengan dirinya.

Mei Nian Qing mengawasinya, dan sesaat kemudian, dia menjawab, “Yang Mulia, pertanyaan-pertanyaan yang kamu ajukan ini, ini bukan waktu yang tepat bagiku untuk menjawabnya. Bahkan jika aku menjawabnya, kamu mungkin tidak akan percaya kepadaku.”

Setelah jeda, dia melanjutkan, “Namun, ada satu hal yang bisa aku jawab sekarang.”

Mei Nian Qing perlahan mengucapkan setiap kata, “Saat ini, Si Putih Tanpa Wajah ada di dalam Aula Bela Diri Besar ini. Dia berdiri tepat di hadapanku!”

Siapa yang tepat berada di depannya?

Xie Lian!

Xie Lian langsung mundur beberapa langkah, tampak seperti ingin menghindari berada di tempat itu. Yang terdekat di sebelah mereka adalah Feng Xin dan dia berseru, “Kepala Pendeta, kamu … kamu bukalah matamu dan lihatlah dengan jelas siapa orang yang ada di depanmu. Ini Yang Mulia! Muridmu sendiri!”

Namun, ada suara-suara lain juga yang mulai terdengar. Lebih jauh lagi ada pejabat surgawi yang menutupi mulut mereka dan berbisik, “Mungkinkah … bahwa Yang Mulia dan Si Putih Tanpa Wajah … jiwa mereka berdua saling terbagi?!”

“Jiwa yang terbagi, apa itu??”

“Itu adalah ketika jiwa seseorang terbelah menjadi dua, atau dipecah menjadi dua sisi. Setiap bagian memiliki ingatannya sendiri, dan kepribadian serta keterampilan mereka juga berbeda. Mungkin bahkan penampilannya bisa berbeda juga … “

“…Itu mungkin.”

“Aku juga pernah mendengar kasus seperti itu!”

“Jika memang seperti itu apa yang harus kita lakukan? Yang Mulia Pangeran Mahkota adalah Bencana Berpakaian Putih???”

Suara-suara seperti itu datang dari sekitar mereka, dan Xie Lian sendiri mulai ragu juga: Apakah dia adalah Si Putih Tanpa Wajah??? Apakah sejak dulu memang selalu seperti ini???

Mungkinkah dia sendiri yang membawa kehancuran kepada Xian Le, bahwa dialah yang menyiksa dirinya selama delapan ratus tahun ini? Semuanya sampai sekarang, itu semua adalah kesalahannya???

Terdengar suara-suara berisik di sekitar aula, semua pejabat surga berbisik dengan berbagai ekspresi, dan bahkan Feng Xin tidak tahu harus berkata apa lagi atau apakah dia harus percaya. Adapun Jun Wu, dia berdiri dan berkata, “Xian Le, tenangkan dirimu!”

Hati Xie Lian hancur berantakan, “Aku … aku …”

Apakah semuanya benar-benar kesalahannya???

Jika itu benar-benar dia, lalu apa yang harus dia lakukan? Dia sama sekali tidak tahu!

Saat dia tenggelam dalam kebingungan, sebuah suara tiba-tiba terdengar di dalam benaknya:

“Tidak! Aku bersumpah bahwa kamu adalah kamu, kamu bukanlah orang lain. Percayalah kepadaku!”

“…”

San Lang. San Lang!

Hua Cheng pernah berkata bahwa itu bukan dia. Itu tidak akan pernah menjadi kesalahannya!

Setelah memikirkan hal ini, pikiran Xie Lian langsung jernih, dan dia menenangkan diri, berdiri tegak. Namun, Jun Wu sudah turun dari tahtanya dan datang ke sisinya, “Xian Le! Tenangkan dirimu dulu … “

Xie Lian baru saja akan melihat ke atas untuk memberikan tanggapan yang tenang ketika tiba-tiba, saat itu, Mei Nian Qing tiba-tiba mengulurkan tangan dan mengeluarkan pedang suci di pinggang Feng Xin, dan menerjang Jun Wu!

Semua pejabat surga berteriak. Namun, baik Jun Wu dan Xie Lian adalah dewa bela diri, yang terbaik di bidangnya, jadi mengapa mereka peduli dengan serangan menyelinap tingkat rendah seperti itu? Titik bilahnya bahkan belum menyentuh Jun Wu sebelum jari-jari Xie Lian sudah melesat secepat kilat dan menangkap bilah putih salju yang bersinar itu, menangkapnya di depan matanya!

Feng Xin kembali sadar dan segera bergegas untuk menahan Kepala Pendeta. Bahwa dia dengan begitu berani melakukan pembunuhan di dalam Aula Bela Diri Besar, dan juga dia melakukannya di depan begitu banyak dewa bela diri, dia benar-benar meminta kematiannya sendiri. Feng Xin berseru, “Kepala Pendeta, apa yang kamu lakukan tidak ada gunanya!”

Namun, sementara Mei Nian Qing berjuang dengan sia-sia, dia meraung pada Xie Lian pada saat yang sama, “LIHAT!!! LIHATLAH, CEPAT!!!”

Yin Yu bergegas, “Yang Mulia! Apa kamu baik baik saja? Apa yang terjadi?”

Dari jauh, Mu Qing waspada, “Lihat apa? Apa yang dia maksud? Apa yang dia rencanakan?”

Apa yang terjadi disana adalah sebuah kekacauan, tapi untuk sementara waktu, Xie Lian tidak bergerak sedikitpun.

Itu bukan karena hal lain. Itu karena dia melihat sesuatu terpantul pada pedang putih salju itu.

Sebuah wajah.

Wajah pemuda yang tenang dan tampan.

Dan di wajah ini, ada tiga wajah lain yang tumbuh di sana!

Tiga wajah mungil itu tertekuk di wajah orang ini, menghancurkan wajah tampan itu, membuatnya tampak begitu mengerikan. Bahkan kelima fitur itu seperti sangat membingungkan. Separuh wajah tampak menangis sementara separuh lainnya tampak tersenyum.

Wajah itu seharusnya tidak asing bagi Xie Lian. Namun saat itu, dari bilah seperti cermin ini, wajah itu tampak sangat asing sehingga menakutkannya, begitu banyak sehingga Xie Lian bermandikan keringat dingin. Baru kemudian ia ingat bahwa pedang yang dibawa Feng Xin bersamanya adalah HongJing, cermin yang menunjukkan kejahatan. Ketika iblis memasuki cermin, mereka tidak akan pernah bisa bersembunyi.

Dari sudut ini, apa yang dipantulkan HongJing bukanlah wajahnya sendiri, tetapi wajah orang yang berdiri di belakangnya. Dan, di wajah itu ada sepasang mata gelap dan serius yang saat ini mengawasinya dengan cermat.

Pupil Xie Lian perlahan menyusut. Seolah-olah gerakannya melambat, dan ketika mulutnya terbuka perlahan, pergelangan tangannya tiba-tiba menegang.

Sebuah tangan yang kuat telah memegang pergelangan tangannya, dan di belakangnya, Jun Wu tersenyum, “Xian Le, apa yang kamu lihat?”


Catatan Penulis MXTX:

Aturan lama yang sama, JANGAN RUSAK KESENANGAN MEMBACA ORANG LAIN DAN JANGAN BERIKAN SPOILER. Tentu saja Xie Lian dan Si Putih Tanpa Wajah bukan sisi terang dan gelap dari orang yang sama, atau reinkarnasi. Mereka adalah dua orang yang sama sekali berbeda. Keseluruhan ceritanya akau terungkap.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments