Penerjemah :  Jeffery Liu


Ketika cahaya spiritual yang kuat itu menyinari roh-roh penuh kebencian disana, bidang demi bidang besar dari asap dan awan mulai menyebar dan menghilang, dan seorang dewa bela diri yang mengenakan baju besi putih dengan pedang di hadapan awan.

Tentu saja itu adalah Jun Wu. Ketika kelompok itu melihatnya, mereka seolah-olah tengah melihat orang tua mereka telah hidup kembali, dan mereka semua berteriak, “AH!!! TUANKU!!!” dan air mata mulai mengalir di wajah mereka. Setiap langkah yang diambil Jun Wu memancarkan kejayaan saat dia mendekat, “Jangan panik, jangan panik. Apakah semua orang baik-baik saja?”

Keempat surgawi dalam derap cahaya spiritual dengan cepat mulai melepaskan diri, dan mengubah kembali ke bentuk pria itu. Pei Ming bertanya, “Tuanku, Cinta kamu seharusnya menjaga Ibukota Surga? Mengapa kamu datang secara pribadi kesini?”

“Tuan Master Hujan telah memberi tahu aku melalui baris komunikasi bahwa penghalang Gunung TongLu telah rusak. Situasinya, jadi aku memutuskan untuk datang,” jawab Jun Wu.

Semua orang melihat ke atas dan Tuan Master Hujan masih tampak duduk di atas sapi hitamnya, dan semua orang berpikir dalam hati, jadi begitu. Karena penghalang telah rusak, maka mantra komunikasi pasti akan bekerja kembali. Kepala mereka semua yang sebelumnya dipenuhi darah dan pikiran mereka yang tidak dipenuhi dengan apa pun kecuali menghancurkan roh, hampir tidak ada dari mereka yang berpikir untuk berkomunikasi melalui array. Xie Lian maju selangkah, “Tuanku, ini semua perbuatan Si Putih Tanpa Wajah. Dia kembali.”

Jun Wu mengangguk lemah, “Aku pikir dia tidak bisa dihentikan.”

“Dia sangat sulit dijangkau,” kata Xie Lian, “Sekarang setelah kamu, kita tidak tahu kemana dia pergi dan dimana dia datang.”

“Tidak masalah,” kata Jun Wu, “Mari kita selesaikan roh-roh penuh kebencian ini terlebih dahulu sebelum kita pergi mencarinya.”

Semua orang melihat ke langit dan awan hitam yang bergulir di udara saat ini sedang dimurnikan oleh cahaya kuat yang telah dibawa Jun Wu. Pei Ming berkata, “Jadi kelahiran raja iblis baru telah dihentikan kali ini, benar begitu?”

“Kurasa begitu,” kata Xie Lian, “Bagaimanapun, orang yang memiliki Tungku bukan siapa-siapa selain ini.” Mata semua orang bergerak seragam ke samping. Setelah Xie Lian mengendalikannya, patung ilahi batu raksasa itu tergeletak di tanah, benda raksasa ini telah dipahat dengan sangat indah. Sekarang setelah patung itu terjatuh, patung itu juga tampak seperti gunung kecil. Xie Lian berdiri di depan dan mengangkat tangan untuk mengelus pipinya, lalu berbalik ke arah Hua Cheng, “San Lang, apa yang harus kita lakukan dengan patung ini?”

Hua Cheng tampak berpikir dan ketika dia mendengar pertanyaan itu, dia menjawab, “Tidak perlu khawatir. Sampai patung ini diperbaiki, mari kita tinggalkan dia di sini untuk saat ini.”

“Apa patungnya bisa diperbaiki?” Tanya Xie Lian.

“Tentu saja, selama ada batu-batu yang berasal dari Tungku,” Hua Cheng berkata, “Aku pasti akan memperbaikinya, dan membuatnya berdiri sekali lagi.”

“Kalau begitu mari kita tinggalkan untuk sekarang,” kata Xie Lian, “Gunung berapi di Tungku masih meletus, siapa yang tahu kapan gunung itu akan aman lagi.”

Saat itu, roh-roh penuh kebencian yang berputar-putar di udara tiba-tiba menjerit dan berubah menjadi tornado, menyerbu ke suatu tempat. Untuk sesaat, tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi, tetapi ketika mereka melihatnya dari dekat, mereka melihat tempat yang didatangi oleh semua roh itu adalah kuil suci Wu Yong yang berada di bawah tanah.

Pada awalnya, makhluk-makhluk itu tidak memiliki tempat untuk bersembunyi di bawah sinar yang menyilaukan dan cepat atau lambat akan membubarkan diri. Tetapi setelah sejumlah besar roh penuh kebencian disana mengalir ke kuil bawah tanah itu, seolah-olah mereka benar-benar tersedot bersih, benar-benar menghilang. Mu Qing tercengang, “Apa yang terjadi?”

Xie Lian merasa takut dan berseru, “Ini pasti perbuatan Si Putih Tanpa Wajah! Dia menarik Array Pemendek Jarak dan mengirim roh-roh penuh kebencian itu pergi!”

Jun Wu menyapu tangannya dan melemparkan atap kuil itu, dan sebidang tanah besar juga ikut terhempas. Namun, selain array raksasa yang baru saja dibuat tampak ada disana, tidak ada yang lain.

“Apa yang sebenarnya dia rencanakan?” Seru Feng Xin, “Ke mana dia menghubungkan array itu? Ke mana dia akan mengirim mereka??”

Jika ini adalah masa lalu, maka ini akan menjadi tugas Ling Wen. Tidak membutuhkan lebih dari setengah waktu dupa bagi Istana Ling Wen untuk bisa langsung melaporkan semua lokasi, namun sekarang, siapa yang tahu dewa-dewa sastra mana yang mengambil alih posisinya untuk sementara, tetapi tepat ketika mereka membutuhkan bantuannya, tidak ada seorang pun yang bisa ditemukan. Feng Xin mengutuk dengan marah, “BRENGSEK, SEBELUMNYA MEREKA MASIH BERKELIARAN DI SURGA DAN SELALU OMONG BESAR SIAP UNTUK MENUNJUKKAN KEMAMPUAN MEREKA. DAN SEKARANG KETIKA WAKTUNYA MENUNJUKKAN KEMAMPUAN MEREKA SUDAH TIBA KEMANA PERGINYA MEREKA SEMUA?! AKU TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENGATAKAN JIKA ISTANA LING WEN TIDAK EFISIEN!”

Saat itu, suara Hua Cheng terdengar, “Di ibukota kerajaan.”

Semua orang menoleh padanya tepat ketika dia menjatuhkan dua jari panjang dan ramping miliknya dari pelipisnya, “Dia mengirim makhluk-makhluk itu ke sejumlah kota benteng yang berbeda. Sejauh ini hanya ibukota kerajaan yang terdeteksi karena esensi kejahatan di sana tiba-tiba melonjak.”

… Dewa-dewa sastra dari Pengadilan Surgawi tidak berguna, dan mereka harus mengandalkan kepala honcho dari dunia hantu untuk menentukan lokasi makhluk jahat yang melarikan diri; banyak pejabat surgawi yang ada disana merasa malu. Namun, karena situasinya mengerikan, rasa malu mereka hilang dengan cepat. Mu Qing angkat bicara, “Kita tahu betul apa yang direncanakan oleh Bencana Berpakaian Putih itu, tentu saja ia akan mengirim makhluk-makhluk itu ke tempat yang paling banyak orangnya. Setelah penyakit wajah manusia meletus, wabah itu akan menyebar dengan cepat, dan ibukota kerajaan adalah yang paling padat penduduknya, tentu saja dia akan mengincar tempat itu.”

Pei Ming juga menjawab, “Mari kita selesaikan ini dengan cepat, tidak ada waktu untuk disia-siakan, kalau tidak, jika kita menunda terlalu lama, hal-hal buruk bisa menjadi lebih buruk lagi.”

Dewa sastra temporer juga membuat Jun Wu tidak bisa berkata-kata dengan sakit kepala yang menyerangnya, dan dia menoleh ke arah Hua Cheng, “Apakah tuanku menemukan lokasi yang tepat dari kota benteng lainnya?”

“Mereka saat ini baru saja akan memeriksanya. Tidak akan lama. Yin Yu, kau ambil alih.” Hua Cheng memerintah.

“Baik, Tuan.” Yin Yu cepat-cepat mengangguk.

Dia dibuang oleh Jun Wu di masa lalu, dan sementara Jun Wu hanya melakukan tugasnya, ketika dia melihat Jun Wu, dia masih tidak bisa menahan perasaan gugup di dalam hatinya. Setelah berkomunikasi dengan bawahan lain yang berada di Kota Hantu untuk sesaat, Yin Yu dengan bijaksana melaporkan: “Tiga ratus mil ke selatan; dua ratus tujuh puluh mil ke utara … “

Jun Wu menoleh ke arah Feng Xin, “Nan Yang, kamu ambil bagian selatan.”

Feng Xin tidak langsung memahami perintah itu dan ragu-ragu sejenak. Xie Lian menduga dia merasa seperti itu karena dia ingin mencari Jian Lan dan Cuo Cuo dan baru saja akan berbicara ketika Feng Xin menjawab, dan berjalan pergi untuk menggambar sebuah array untuk dirinya sendiri. Pei Ming berbicara dengan sadar, “Lalu aku akan mengurus bagian utara?”

“Tentu.” Jawab Jun Wu.

Pei Ming mengangguk, berbalik dan berjalan pergi, tetapi setelah beberapa langkah, Pei Su datang mengikutinya sehingga dia melihat ke belakang, “Lukamu belum sembuh, dan racunnya belum dibersihkan. Tetap bersama Tuan Master Hujan untuk saat ini.”

Pei Su tampak bingung, “Jenderal, aku tidak, di, racuni?”

Pei Ming menepuk pundaknya dengan simpatik, “Cara bicaramu yang terbata-bata itu belum sembuh, dan kau bilang kau tidak diracuni?” Kemudian, dia sedikit memiringkan kepalanya, membungkuk pada Master Hujan dengan sopan sebelum pergi seorang diri. Jun Wu melanjutkan, “Qi Ying, kenapa kamu tidak pergi ke barat. Ingatlah untuk tidak menyebabkan … “

Namun, Quan Yi Zhen memasang ekspresi bingung, “Mengapa aku harus pergi ke barat? Sebenarnya apa yang sedang kita lakukan sekarang?”

“…”

Tidak ada yang bisa menyalahkannya karena tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mungkin, sepanjang jalan ini dia merasa begitu bingung dengan semua kejadian di sekitarnya: Mengapa dia dipukuli? Mengapa dia dimakamkan di dalam dinding? Mengapa dia berubah menjadi boneka daruma? Dan mengapa dia juga harus berubah menjadi pedang? Tidak ada contoh di mana dia tahu apa yang sedang terjadi. Melihat ini, Yin Yu menghela napas, “Aku akan membawanya. Aku akan memberitahu situasinya di jalan.” Mungkin tidak akan ada orang lain yang sesabar Yin Yu untuk dengan sukarela mengajukan diri untuk menjelaskan semuanya kepada Quan Yi Zhen dan dengan antusias, Quan Yi Zhen berkata. “Oke!”.

Mu Qing menunggu dan terus menunggu tetapi gilirannya tidak pernah datang, dan dia hanya bisa bertanya, “Tuanku, bagaimana denganku?”

Jun Wu menatapnya dan berkata, “Xuan Zhen, apakah kamu melupakan sesuatu?”

Mu Qing menatapnya dengan bingung, “Apa?”

“Kamu sedang ditahan,” kata Jun Wu.

“…”

Wajah Mu Qing langsung jatuh. Dia benar-benar lupa tentang ini. Dan bukan hanya dia, hampir semua orang lupa bahwa Mu Qing telah melarikan diri dari Pengadilan Surgawi di bawah tuduhan menciptakan roh janin menggunakan mantra jahat, dan kecurigaan itu sama sekali belum hilang!

“Kamu tidak harus terlibat. Kembali ke Pengadilan Surgawi setelah ini dan penahananmu akan diperpanjang.”

“… Tuanku, itu benar-benar bukan aku!” Teriak Mu Qing.

“Begitu kita sampai ke dasar permasalahan ini dan kebenaran terungkap, kamu akan secara alami akan dibebaskan.” Jun Wu berkata, “Kalau tidak, jika aku membiarkanmu keluar tanpa alasan sekarang, itu akan sangat memalukan.”

Mu Qing merasa sangat sedih tetapi pada saat yang sama tidak ada yang bisa dia lakukan, jadi dia hanya bisa diam-diam mengakui, “Baik, Tuan.”

Melihat Mu Qing sangat tersiksa, Hua Cheng tertawa terbahak-bahak tanpa menahan diri. Mu Qing menatapnya, lalu melirik Xie Lian yang ada di sampingnya, dan dia pasti memikirkan sesuatu saat wajahnya semakin gelap dari menit ke menit.

Sedangkan sisanya, Master Hujan bukanlah dewa bela diri, jadi dia tidak berusaha bersikap keras dan hanya menjelaskan bahwa jika ada kebutuhan untuk bantuan, dia bersedia untuk dipanggil kapan saja, lalu dia pergi diam-diam. Xie Lian secara alami memilih ibukota kerajaan yang paling padat penduduknya dan yang paling sulit untuk dihadapi. Adapun Jun Wu, dia akan tinggal di belakang dan menghadapi tiga roh gunung yang tersisa, dan juga Si Putih Tanpa Wajah yang masih bisa berada di sekitar. Hua Cheng melemparkan dadu dan membuka Array Pemendek Jarak, dan setelahnya dia serta Xie Lian pergi bersama.

Waktu sudah menunjukkan malam hari di ibukota kerajaan, jalan-jalan sepi tanpa suara, setiap rumah tangga memiliki jendela dan pintu tertutup rapat. Xie Lian dan Hua Cheng melintas keluar dari salah satu lorong dan mulai mencari makhluk tidak manusiawi ketika mereka berjalan. Setelah beberapa langkah, Xie Lian mengangkat dua jarinya dan menekannya ke pelipisnya, mengaktifkan susunan komunikasi, berbisik, “Tuanku?”

“Ada apa, Xian Le?” Jawab Jun Wu, “Sudahkah kamu mencapai ibukota kerajaan?”

“Kami sudah sampai. Aku memiliki sesuatu untuk dibicarakan denganmu,” kata Xie Lian.

“Apakah Hujan Darah Mencapai Bunga melakukan sesuatu padamu?” Tanya Jun Wu.

“…”

Hua Cheng tampaknya telah memperhatikan sesuatu dan mengangkat alisnya, dan Xie Lian menjawab, “Tidak, dia tidak melakukan apa pun padaku. Itu sesuatu yang lain. Situasi sebelumnya terlalu mendesak dan aku tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.” Dia berubah serius, “Tuanku, apakah kamu masih mengingat Master-ku?”

Mendengar dia menyebutkan orang ini, Jun Wu tampaknya sedikit terkejut, dan sesaat kemudian, dia menjawab, “Apakah kamu berbicara tentang Kepala Pendeta Xian Le di masa lalu?”

“Ya.” Xie Lian berkata, “Kamu pasti pernah berhubungan dengannya di masa lalu bukan? Pernahkah kamu memperhatikan sesuatu yang aneh atau tidak biasa tentang dia?”

Semua upacara dan perayaan di Kerajaan Xian Le dilakukan semata-mata oleh Kepala Pendeta, dan Kepala Pendeta ini juga adalah jembatan yang menghubungkan manusia dengan para dewa. Setelah hening sejenak, Jun Wu menjawab, “Ya.”

Xie Lian menahan napas, “… Ada di bagian mana keanehannya?”

“Xian Le, apakah kamu benar-benar ingin mendengar ini?” Kata Jun Wu.

“Ya.” Kata Xie Lian.

“Bahkan kamu akan tetap mendengarnya meskipun kamu akan kecewa setelah kamu mengetahuinya?” Tanya Jun Wu.

Xie Lian melirik Hua Cheng, “Ya.”

Itu adalah saat yang baik sebelum Jun Wu berkata perlahan, “Mastermu itu, menjadi Kepala Penta Xian Le adalah sebuah pengetahuan yang sangat besar atas bakatnya. Pengetahuan dan keterampilannya jauh melampaui imajinasimu.”

Xie Lian mendengarkan dengan tenang. Kata-kata selanjutnya membuat sedih.

Jun Wu melanjutkan, “Aku tidak percaya, jumlah sebenarnya yang telah dilewati oleh Kepala Pendeta di dunia ini tidak kurang dari milikku. Mungkin, bahkan lebih besar dari milikku.”

“…”

sebagian dugaannya telah dibuktikan.

Jika Kepala Pendeta benar-benar hidup di dunia ini lebih lama dari Jun Wu, maka, kemungkinan dia adalah salah satu dari Empat Penjaga Putra Mahkota Wu Yong bahkan lebih besar!

Xie Lian hanya bisa bertanya, “Kenapa kamu belum pernah mengatakan ini padaku sebelumnya?”

“Karena untuk waktu yang lama, aku tidak yakin.” Kata Jun Wu.

“Lalu bagaimana caramu mengkonfirmasi mengenai ini?” Xie Lian bertanya.

“Setelah Xian Le jatuh, aku menemukannya, dan menetralisirnya. Tapi sekarang sepertinya, pada akhirnya dia masih melarikan diri.”

“…”

Bahwa masih ada kemungkinan seseorang selain Si Putih Tanpa Wajah yang bisa melarikan diri dari tangan Jun Wu. Xie Lian selalu mengira Kepala Pendeta telah melarikan diri selama kekacauan perang, tetapi dia tidak mengira Jun Wu yang secara pribadi pergi untuk melakukannya!

“Lalu … lalu mengapa kamu perlu menetralisirnya?” Xie Lian bertanya, “Dan mengapa kamu tidak memberi tahuku setelah kamu memverifikasi masalah itu?”

“Dua pertanyaanmu sebenarnya hanya satu pertanyaan.” Kata Jun Wu.

“Apa?” Xie Lian bertanya.

“Jika aku katakan, mungkin kamu akan merasa kecewa,” kata Jun Wu, “Tapi, mungkin kamu sekarang bisa menahan perasaan kecewa pada orang lain.”

Jantung Xie Lian berdebar lebih cepat dan lebih cepat lagi, dan dia tanpa sadar mencengkeram salah satu tangan Hua Cheng dengan erat. Tangan Hua Cheng yang lain untuk menutupi bagian belakang tangannya.

Di ujung lain, Jun Wu berkata, “Karena aku menemukan fakta bahwa dia sepertinya ingin membangunkan sesuatu di dalam dirimu.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh Nadirah Syifa ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments