Penerjemah : Jeffery Liu


Si Putih Tanpa Wajah diterbangkan dengan tendangannya, tetapi dia berbalik di udara dan mendarat dengan mantap di tanah, berteriak, “APA KAU GILA?!”

Dia marah!

Setelah sekian lama, itu adalah pertama kalinya Xie Lian telah menyaksikan reaksi emosional yang begitu intensif dari makhluk ini, dan itu membuatnya sangat senang. Dia meraih pedang hitam yang ada di tanah dan melesat ke depan, “Aku tidak gila, aku hanya baru saja kembali!”

Tendangan sebelumnya yang dilesatkan oleh Xie Lian sesungguhnya berada di luar perkiraan Si Putih Tanpa Wajah, tetapi untuk serangan berikutnya pasti tidak akan semudah itu. Si Putih Tanpa Wajah mengelak ketika dia berteriak dengan dingin, “Apa kamu … lupa? Bagaimana orang tuamu meninggalkanmu, bagaimana orang-orangmu memperlakukanmu, bagaimana para penyembahmu mengkhianatimu! Dan hanya karena pria ini, pejalan kaki lemah dan tidak penting ini! Sekarang kamu sudah lupa semuanya??”

“Aku belum lupa! Tapi−” Xie Lian mengayunkan pedang hitam itu, dan berteriak dengan marah dan penuh semangat, “SEMUA INI BUKAN URUSANMU!!!”

Si Putih Tanpa Wajah mengambil ujung pedang Xie Lian, mencengkeramnya sangat kuat, dan darah menetes, buku-buku jarinya pecah.

Dia kehilangan pikirannya sejenak, dan bergumam tak percaya, “… sampah tidak berguna, sampah tidak berguna! Kamu benar-benar sampah yang tidak berguna! Sampai pada titik ini, Kamu benar-benar memiliki kesempatan untuk menyesal, kamu benar-benar memiliki kesempatan untuk kembali!”

Xie Lian menekan pedangnya lebih keras, menjawab dengan gigi terkatup, “… Kau membuatku jijik. Jadi, aku menolak untuk menjadi sesuatu yang menjijikkan seperti dirimu!”

“…”

Si Putih Tanpa Wajah tampaknya telah sedikit tenang, dan dia memulihkan nada suara kembali yang terdengar seolah-olah semuanya ada dalam kendalinya, “Lupakan kalau begitu. Ini hanyalah sedikit perjuangan terakhirmu dalam menghadapi kematian. Apa kamu lupa apa yang aku katakan?”

Napas Xie Lian terengah-engah, dan Si Putih Tanpa Wajah mengucapkan setiap kalimat itu dengan penuh penekanan yang dalam, “Jiwa orang mati dari medan perang dipanggil kembali olehmu. Sekarang sudah terlambat. Mereka tidak akan bisa lagi dihentikan!”

Di tengah lebatnya hujan kala itu, pedang hitam di tangan Xie Lian mengeluarkan teriakan tajam, begitu menusuk telinga dan kepalanya dengan rasa sakit. “Apa yang akan kamu lakukan?” Si Putih Tanpa Wajah bertanya, “Apakah itu sepadan? Untuk menerima kutukan dari sepuluh ribu kehidupan bagi orang-orang itu?”

Sejak tendangan sebelumnya, Xie Lian bisa merasakan darahnya sendiri mendidih melalui nadinya dan darah mengalir deras ke kepalanya; semua ayunan pendang yang dia lesatkan dan kata-kata yang dia lontarkan datang langsung dari hati tanpa memikirkan akibat atas apa pun yang akan datang sesudahnya. Sekarang setelah dia mendengar pertanyaan Si Putih Tanpa Wajah, dia juga tidak tahu bagaimana harus menjawab, “Kamu tidak bisa mengetahui apa yang aku rencanakan. Sebelum itu, aku akan menyingkirkanmu!”

Si Putih Tanpa Wajah bergumam dengan dingin, “Betapa sombongnya.”

Lalu, Xie Lian merasakan tubuhnya menjadi ringan, dan seluruh tubuhnya dikirim terbang.

Dia langsung menenangkan pikirannya untuk menemukan pusatnya, tetapi sebelum dia menemukan keseimbangannya, sosok putih itu melintas ke atas, menjatuhkannya dengan paksa. Seolah-olah Xie Lian telah menjadi bola besi yang diayunkan ke luar, dan setelah tabrakan yang keras itu, dia kembali menghantam tanah dengan keras.

Jika sebelumnya dikatakan Xie Lian memiliki tiga bagian harapan dalam benaknya mengenai kemungkinan Ia bisa menang jika amarah menguasainya, tetapi setelah serangan ini, dia sekarang menyadari sesuatu yang sebelumnya Ia lupakan.

Dia tidak bisa menang!

Terlalu kuat; baginya, makhluk ini sangat kuat!

Xie Lian tidak pernah menganggap satu musuh pun yang pernah dihadapinya dalam kategori ‘sangat kuat’, dan hanya beberapa kali dia menghadapi Jun Wu ketika pikiran langka seperti itu muncul di benaknya. Namun, sementara Jun Wu benar-benar kuat, itu adalah kekuatan yang ukurannya terbatas, disengaja dan hati-hati; kebalikan dari Si Putih Tanpa Wajah. Dalam kekuatannya, ada kejahatan yang merusak batas dan niat membunuh yang dipenuhi dengan kebencian.

Jadi, hanya perlu satu pukulan sebelum Xie Lian mengerti. Dia tidak akan pernah bisa menang melawan Si Putih Tanpa Wajah. Mungkin hanya Jun Wu yang bisa menjadi pasangan yang cocok untuk makhluk ini.

Tapi suaranya sekarang tidak akan pernah bisa lagi mencapai Jun Wu!

Sebuah injakan keras, dan sepatu bot berwarna putih salju milik Si Putih Tanpa Wajah menekan dada Xie Lian, dan dia berkata dengan dingin, “Sejak awal, kesombongan dan impian naif-mu yang menyebabkan semuanya!”

Xie Lian bisa merasakan organ-organnya berputar dan tertarik dari injakan itu, rasa sakitnya begitu menyiksa, tapi dia masih bisa menahan seteguk darah yang bisa keluar dari mulutnya kapan saja, “Tidak. Itu bukan aku!”

“Hah?” Si Putih Tanpa Wajah berkata dengan nada suara yang terdengar tidak menyenangkan.

Xie Lian mengulurkan tangan dan mencengkeram sepatu itu dengan kuat, matanya lebih jernih dari sebelumnya, bersinar dan begitu cerah, “Kaulah yang membawa penyakit wajah manusia. Kaulah yang menyebabkan semuanya!”

“…”

Si Putih Tanpa Wajah bergumam, “Mungkin. Jika kamu berpikir seperti itu.”

Kemudian, dia tersenyum, “Tetapi kamu harus mengerti, bahwa jika bukan karena kesombonganmu menentang surga, aku tidak akan pernah muncul di dunia ini. Aku dilahirkan oleh kehendak surga.”

Nyala api di mata Xie Lian tidak tampak pucat karena hujan deras; sebaliknya, sorot matanya semakin kuat, “Berhentilah memikirkan dirimu sendiri! Kau tidak perlu mengajariku apa pun, aku bisa mempelajarinya sendiri. Jika kau mewakili kehendak surga, maka sesuatu seperti kehendak surga harus dihancurkan!”

Suara guntur bergulung-gulung di cakrawala begitu memekakkan telinga, angin puyuh berhembus. Suara Si Putih Tanpa Wajah turun lebih dalam lagi.

Dia berkata dengan lembut, “Aku sangat berhati-hati dalam mengajarimu tetapi kamu tetap bodoh dan keras kepala. Putra Mahkota, aku sudah kehilangan kesabaranku.”

Xie Lian terbatuk beberapa kali, dan Si Putih Tanpa Wajah melanjutkan, “Namun, semua itu tidak ada bedanya. Bagaimanapun, kamu sudah lama membangunkan mereka, dan sekarang, hanya ada langkah terakhir yang perlu diambil. Izinkan aku membantumu dengan langkah terakhir ini.”

Xie Lian tampak khawatir, “Apa yang kamu rencanakan?”

Si Putih Tanpa Wajah membungkuk dan meraih tangan Xie Lian, dan menjejalkan pedang hitam itu di tangannya, memaksanya untuk menggenggamnya, dan mengangkatnya tinggi ke langit!

Sebuah petir yang berkedip jatuh dari langit, menyuntikkan kekuatannya ke jantung pedang hitam itu, dan memantul kembali. Awan yang tebal dan suram itu mulai mengaduk, dan lautan awan hitam menyelimuti seluruh langit Yong An. Tak terhitung ada begitu banyak wajah, lengan, kaki, dan anggota tubuh lainnya bergulir di dalamnya, seolah-olah neraka dipindahkan ke surga.

Pada saat yang sama, matahari telah terbenam.

Xie Lian tergeletak di tanah, awan hitam terus bergulir, langit begitu dipenuhi kilatan petir dan tangisan petir tercermin di matanya. Si Putih Tanpa Wajah melemparkannya dan pedang hitam itu terjatuh ke tanah dengan suara dentangan yang memekakkan telinga.

Seolah-olah jutaan kuda menjerit dan melolong dari awan, sebuah parade kiamat, di seluruh jalan dan gang, ada begitu banyak kerumunan orang yang terkejut dan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi, dan mereka semua tampak bingung, “Apa yang sedang terjadi?”

“Ada apa dengan semua kebisingan itu?”

“Apa apaan semua ini?? Apa yang ada di langit itu?? APAKAH SEBUAH WAJAH MANUSIA??”

“BENAR-BENAR SEBUAH KEKACAUAN! ITU ADALAH TANDA YANG LUAR BIASA DARI AKHIR DUNIA!”

Tubuh Xie Lian tertutupi lumpur dan debu, dan dia tersandung ketika dia merangkak dari tanah, berteriak, “KEMBALILAH KE RUMAH! KEMBALILAH KE RUMAH KALIAN!! JANGAN KELUAR! KEMBALI KE RUMAH!! LARI!!!”

Penyakit wajah manusia akan segera dilepaskan!

Xie Lian dengan sungguh-sungguh terus melambaikan tangannya sementara Si Putih Tanpa Wajah berdiri di sampingnya dan tertawa kecil. Xie Lian memutar kepalanya dan menatapnya dengan marah. Si Putih Tanpa Wajah menyelipkan tangannya ke dalam lengan bajunya, dan berkata dengan tenang dan santai, “Mengapa begitu marah? Bagaimanapun juga kamu sudah tidak bisa kembali, jadi mengapa tidak menikmati manisnya balas dendam ini? Semua ini dilakukan oleh tanganmu sendiri, hargailah dengan sepenuh hati.”

“… Kau … benar-benar berpikir aku tidak bisa melakukan apapun tentang ini?” kata Xie Lian.

“Jika kamu memang punya cara, silakan, silakan?” Kata Si Putih Tanpa Wajah.

Xie Lian menarik napas besar, lalu mengambil pedang hitam di tanah dan berjalan ke tempat kerumunan orang yang masih berkumpul di jalanan.

Semua orang mengenalinya sebagai Putra Mahkota dari dinasti sebelumnya yang berbaring di jalan selama dua hari, iblis yang tidak berwajah, dewa yang tidak manusiawi, manusia yang tidak manusiawi, dan mereka semua mundur dengan gentar. Xie Lian berteriak, “KALIAN SEMUA, BERHENTI DAN JANGAN BERGERAK!”

Untuk beberapa alasan, sementara tubuhnya tertutup lumpur dan kotoran dari kepala hingga kakinya saat ini, ada aura aneh yang menyelimutinya, dan semua orang benar-benar berhenti. “Apakah kalian melihat benda di langit itu?” Xie Lian bertanya.

Kerumunan itu mengangguk tanpa sadar. Xie Lian melanjutkan, “Itu adalah roh penuh kebencian yang akan memicu penyakit wajah manusia. Sebentar lagi, penyakit wajah manusia akan meletus sekali lagi!”

Lautan awan hitam itu benar-benar menakutkan, dan tanpa perlu meyakinkan mereka lebih lama lagi, kerumunan disana langsung memercayainya, dan semua orang merasa ngeri, “PE, PENYAKIT WAJAH MANUSIA??”

“MENGAPA PENYAKIT ITU DATANG LAGI?”

“MUNGKINKAH ITU BENAR-BENAR … “

Beberapa orang di dalam kerumunan itu benar-benar bingung, ada yang berbalik untuk melarikan diri, tetapi mayoritas dari mereka berdiri di tempat mereka berada dalam kegelisahan yang mengganggu, menunggunya untuk mengatakan lebih banyak. Namun, Xie Lian tidak bisa mengatakan apapun lagi, dan hanya memegang pedang di tangannya dan mengangkatnya ke depan.

Saat dia mengangkat senjata dingin itu, kerumunan disana melompat dan langsung mundur beberapa meter dalam ketakutan, tetapi Xie Lian berteriak lagi, “AMBIL INI!”

“…”

Orang-orang itu ternganga dalam ketakutan yang masih menyelimuti mereka, “… Apa?”

Di bawah hujan, Xie Lian mengangkat pedang itu ke atas, dan dia berkata dengan suara yang terdengar gelap, “Selama kamu menggunakan pedang ini untuk menusukku, kamu tidak akan terpengaruh oleh penyakit wajah manusia.”

“…”

Senyum Si Putih Tanpa Wajah tampaknya telah goyah untuk sesaat.

Sesaat kemudian, dia berbicara dengan suara yang relatif tenang, “Putra Mahkota, apakah kamu sudah gila?”

Orang-orang disana juga tampak bingung, “Apa … apa yang kamu katakan?”

“Apa dia gila?”

“Ambil pedang itu dan tusuk dia? Sungguh? Apa yang sebenarnya dia rencanakan?”

Kerumunan itu terus mengoceh dan bergumam, dan ledakan tawa tiba-tiba datang dari arah Si Putih Tanpa Wajah, “Apakah kamu kehilangan akalmu atau rasa sakit dari ditusuk oleh seratus pedang sebelumnya belum cukup? Tidak, kali ini, aku khawatir jika tikaman kali ini berubah menjadi penetrasi satu juta pedang. Buka matamu dan lihatlah ke langit!”

Dia tiba-tiba berhenti tertawa, dan dia berkata, sambil menunjuk ke arah langit, “Roh-roh jahat telah menyelimuti Yong An! Yang berarti, jika kamu ingin ‘menyelamatkan semua orang’, kamu harus mendapatkan tikaman dari semua rakyat Yong An, dan tubuhmu akan menjadi genangan daging dalam sehari! Bagaimana mungkin metode bodoh seperti ini berbeda dari kamu yang mencoba menentang langit dan menciptakan hujan saat itu? Apakah kamu pikir kamu bisa menyelamatkan semua orang?”

Xie Lian memunggunginya, “Jika sehari tidak cukup, maka biarlah sebulan; jika sebulan tidak juga cukup, maka aku akan melakukannya selama dua bulan, tidak, tiga bulan! Jika aku tidak bisa menyelamatkan sepuluh ribu, maka aku akan menyelamatkan seribu; jika aku tidak bisa menyelamatkan seribu maka aku akan menyelamatkan seratus jiwa, SEPULUH, BAHKAN JIKA HANYA SATU AKU AKAN TETAP MELAKUKANNYA!!!”

Si Putih Tanpa Wajah berseru dengan marah, “MENGAPA??”

Xie Lian mengangkat pedang itu dengan kedua tangannya dan meraung keras, “TIDAK ADA ALASAN MENGAPA AKU MELAKUKAN SEMUA ITU! AKU MELAKUKANNYA KARENA AKU MENGINGINKANNYA!!! BAHKAN JIKA AKU MEMBERITAHUMU…” Dia memutar kepalanya sedikit, “– SAMPAH TIDAK BERGUNA SEPERTIMU TIDAK AKAN PERNAH BISA MEMAHAMINYA.”

“…”

Penghinaan yang begitu merendahkan ini terlalu jelas dan menusuk terlalu dalam, dan Si Putih Tanpa Wajah mengangkat suaranya tanpa sadar, “Kamu, kamu sebut aku apa?”

Xie Lian berhenti menanggapi kata-katanya dan berbalik dengan tenang ke arah kerumunan di depannya, “Hanya satu tikaman dan semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak akan mati, kalian semua telah melihatnya sendiri selama dua hari terakhir. Namun, semua orang hanya diperbolehkan untuk melakukan satu putaran, jangan mengacau, dan kalian semua harus mendengarkan aku. Jika ada yang mencoba memulai sesuatu aku akan meledakkan kepalamu. Percayalah, salah satu tanganku bisa menghancurkan seratus kepala kalian semua.”

Si Putih Tanpa Wajah tampak ragu-ragu, “Kau sampah tidak berguna yang membawa kehancuran ke kerajaanmu berani menyebutku sampah tidak berguna?”

Tidak ada yang berani mengambil pedang di tangan Xie Lian, tetapi tidak ada yang berani melarikan diri juga. Setelah diabaikan seperti itu, Si Putih Tanpa Wajah tenggelam lebih dalam ke dalam amarahnya yang gelap, dan dia berkata dingin , “… Baiklah. Lalu aku akan duduk dan menonton betapa keras kepalanya dirimu dengan begitu beraninya merusak dirimu sendiri. Namun, tidak masalah akan seperti apa akhirnya, kamu telah memutuskannya sendiri. Aku harap rencanamu tidak akan berantakan dan membuatmu menangis kepadaku dalam penyesalan yang mendalam.”

Setelah melakukan dorongan dan paksaan berkali-kali, awan hitam di langit tumbuh lebih padat dan menekan lebih berat lagi, tampak seperti langit akan runtuh pada detik itu juga, teriakan dan jeritan wajah manusia yang tak terhitung jumlahnya tampak seperti terdengar tepat di samping telinganya. Akhirnya, ada seorang ayah yang sangat takut sehingga dia tidak bisa menahannya lagi, dan dia menggendong seorang anak ke atas untuk mengambil pedang itu, “Aku, aku akan mencobanya dengan Xiao Bao-ku , ya …”

Orang-orang di sampingnya tampak masih ragu-ragu, dan ketika mereka melihat kejadian itu, mereka semua berseru kaget, “Kamu benar-benar akan mencobanya??”

Ayah itu juga tampak sangat ragu-ragu, tetapi dia memaksakan diri dan berkata dengan berani, “Tapi … Tapi, dia benar-benar tidak akan mati! Maafkan aku, sobat, aku benar-benar minta maaf! Xiao Bao– ku …” Dia berbicara sambil mengangkat tangannya dan menutupi mata anak di gendongannya, membiarkan anak itu memegang pedang hitam yang sebelumnya diberikan Xie Lian. Si Putih Tanpa Wajah sama sekali tidak ikut campur dan hanya tertawa kecil di sampingnya. Xie Lian mengepalkan tangannya sedikit, menunggu rasa sakit yang akan menyerang di detik berikutnya, berkata pada dirinya sendiri: Tidak apa-apa. Aku sudah terlalu sering terluka, aku akan segera terbiasa dengan ini.

Namun tiba-tiba, tepat saat pedang hitam itu hendak menembus perutnya, pedang itu dihempaskan oleh seseorang.

Xie Lian tidak menerima serangan rasa sakit luar biasa yang dia perkirakan, tetapi terdengar suara keras dan begitu jelas, “KAU TIDAK BISA MELAKUKANNYA!!”

“…”

Dia mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi. Orang yang menjatuhkan pedang hitam itu sebenarnya adalah pedagang air kecil dari sebelumnya!

Pedagang kecil itu bercampur di antara kerumunan disana, dan seperti dia tidak bisa menerimanya lagi, dia memutuskan melangkah keluar, “Aku bilang, ini benar-benar bukan pemandangan yang indah. Apakah kalian semua tidak melihat noda darah pada perutnya? Tubuhnya benar-benar dipenuhi darah. Apakah dia benar-benar tidak akan mati? Bahkan jika dia tidak mati, dia masih bisa berdarah, bukan?”

Ayah itu mengerutkan wajahnya dengan sedih, “Tapi … tapi …”

Istri pedagang air itu menyikutnya secara diam-diam lagi di tengah kerumunan, tetapi pedagang kecil itu menoleh padanya dan memberi peringatan, “Berhenti menyikutku, jika kamu memiliki masalah, kita akan bicara nanti!” Kemudian dia berbalik lagi, “Selain itu, kita tidak tahu apakah kita benar-benar tidak akan tertular penyakit itu jika kita menikamnya, jadi mari kita tidak menikamnya secara membabi buta, oke?”

Ayah itu menunjuk ke langit, “Tapi, sebentar lagi ….”

Saat itu, anak kecil dalam pelukannya mulai menangis, dan pedagang kecil itu langsung menunjuk, “Lihat, lihat! Kau berniat membuat putramu menikam seseorang dan kau membuatnya menangis sekarang!”

Benar saja, anak kecil itu menangis dengan begitu keras dan melemparkan pedang hitam itu ke tanah. Dia mungkin juga tidak tahu apa yang dipikirkan ayahnya, tetapi dia tetap takut. Jadi, kejadian itu segera membunuh semua ide yang ada dalam pikiran ayahnya, dan dia mendorong dirinya sendiri kembali ke dalam kerumunan sambil menggendong putranya. Ada beberapa orang lain yang siap untuk mencoba, tetapi ketika mereka melihat orang pertama dari sebelumnya melangkah mundur, orang-orang itu tidak lagi memiliki keberanian, sehingga mereka hanya bisa berteriak dari arah kerumunan, “Apakah kamu tidak mendengar apa yang dia katakan?? Penyakit wajah manusia akan segera menimpa kita! Dia adalah Dewa Kemalangan, dia membawa penyakit ini kepada kita semua!”

Namun, pedagang kecil itu membalas, “Tetapi bahkan jika dia adalah Dewa Kemalangan, dia tidak akan mau melakukan ini dengan sukarela, bukan?”

Dia terus berbicara dan mulai membuat beberapa orang marah, “KAU TAHU DIA AKAN BEGITU, JADI APA MASALAHNYA? APAKAH KAU INGIN SEMUA ORANG MATI BERSAMA???”

“Fokus saja menjual airmu. Orang-orang yang sering mengalami kerugian, apa yang sedang kau lakukan sekarang …”

Istri dari pedangan kecil itu terus menyikutnya, tetapi ketika dia mendengar kalimat itu, dia langsung meledak, berteriak dengan wajah merah, “PERSETAN DENGAN OMONG KOSONG ITU, SIAPA ORANG YANG SERING MENGALAMI KERUGIAN?? KEMARILAH BRENGSEK DAN KATAKAN ITU DI DEPAN MATAKU SEKALI LAGI!”

Pihak lain langsung mundur. Pedagang kecil itu juga memerah, tetapi segera setelah itu, dia mengeras hatinya dan berkata, “AKU BILANG! Apakah dia bersedia melakukannya dengan sukarela atau tidak adalah urusannya sendiri, tetapi apakah kita yang bertindak berdasarkan itu adalah urusan kita? Yang akan kita lakukan adalah mengenai mengambil pedang dan menikamkannya pada orang lain! Jika dalam dua hari terakhir ini aku memberinya air atau sesuatu, mungkin aku bisa mencoba semua ini, tapi … aku tidak melakukannya! Siapa yang mau melakukan hal-hal seperti itu? Bagaimanapun … aku pasti akan merasa malu!”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh gladys ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments