Penerjemah : Jeffery Liu


“Yang Mulia, aku akan membuka jalan untukmu,” kata Wu Ming.

Namun, Xie Lian menghentikannya, “Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri.”

Kemudian, dia melompat. Tampak seperti sebuah bunga putih yang diterbangkan dari ujung cabang oleh angin, dan dengan tanpa suara mendarat di depan aula istana.

Saat dia hendak membuka pintu, di dalam aula terdengar tangisan seorang bayi.

Lang Ying tidak memiliki selir, putranya juga sudah lama meninggal, jadi dari mana suara tangisan bayi di dalam istana itu berasal?

Xie Lian tidak peduli. Lupakan mengenai bayi itu, bahkan jika ada jutaan pasukan yang tersembunyi di dalam istana itu, dia sama sekali tidak takut. Setelahnya, dia mengangkat sebelah kakinya dan menendang pintu istana itu hingga terbuka!

Namun apa yang menurutnya aneh adalah, hanya ada satu orang di aula besar itu, tidak ada jiwa lain yang hadir, dan tentu saja tidak ada bayi. Ketika sosok itu melihat siapa yang datang, dia mengangkat kepalanya, “Kamu sudah datang? Aku sudah lama mencari dan menunggumu.”

Yang ada di dalam istana itu adalah Lang Ying.

Meskipun sekarang dia adalah raja yang terhormat, dia tidak mengenakan jubah mewah, dan dia duduk di atas takhta raja dengan begitu kaku seperti papan. Xie Lian untuk sejenak tampak bingung melihat reaksinya dan pada detik berikutnya Xie Lian menyadari jika dirinya saat ini mengenakan pakaian pemakaman dengan topeng di wajahnya, dan tentu saja Lang Ying pasti berpikir jika dirinya adalah Si Putih Tanpa Wajah.

Tampak ada beberapa array yang didirikan di dalam aula istana ini juga, dan ketika Xie Lian melewati ambang pintu untuk masuk, ia bisa merasakan jika ada sesuatu yang menghalangi jalan masuknya. Namun, dia hanya mendorong kakinya sedikit ke bawah, sebelum dia melangkah masuk dengan mudah ke aula, dan suara sesuatu yang hancur terdengar berdering di udara.

Dinginnya udara musim dingin dan udara malam yang terasa begitu membeku datang dari luar aula istana, membuat lengan lebar pakaian yang dikenakan Xie Lian melambai dengan begitu liar karena embusan angin. Dia berkata dengan dingin, “Mengapa kamu mencariku?”

Ketika dia mendengar suaranya, ekspresi Lang Ying sedikit berubah, “Itu benar kamu?”

Xie Lian mendekat perlahan, sepatu bot putih saljunya menginjak lantai batu beku selangkah demi selangkah. “Ini aku.”

Lang Ying, orang biasa yang kasar, memimpin pasukan dan menghancurkan Xian Le. Dengan aura raja di tubuhnya, kejahatan biasa tidak akan bisa mendekati orang itu. Namun, pada saat ini, apa yang dibawa Xie Lian bersamanya adalah jutaan jiwa dari mereka yang mati di medan perang!

Dia menolak untuk percaya bahwa dengan sejumlah besar hantu yang dipenuhi dengan kebencian yang begitu kuat, Lang Ying akan dapat mempertahankan dirinya. Benar saja, roh-roh yang marah itu mulai gelisah, tidak sabar dan siap untuk membebaskan diri dan merebut daging baru milik musuh untuk dijadikan tubuh mereka. Mustahil bagi siapa pun untuk tidak mendengar suara kegelisahan mereka, tetapi Lang Ying tampaknya tidak kaget ataupun panik, “Kamu datang untuk membunuhku?”

Xie Lian tidak menjawab. Saat berikutnya, dia menghentakkan dirinya tepat di depan Lang Ying dan mencengkeram rambutnya, menekannya ke tanah.

Berhasil!

Di bawah topeng setengah tersenyum-setengah menangis itu, bibir Xie Lian tanpa sadar melengkung.

Dia tahu itu! Dia tahu itu! Dia sekarang bisa mengalahkan Lang Ying!

Tanpa ikatan status resminya sebagai pejabat surgawi yang membuatnya tidak berdaya di hadapan orang ini dengan aura rajanya, orang yang telah membuang tubuh dewa-nya akhirnya bisa mengalahkan Lang Ying. Jantung Xie Lian berdebar, dan dia baru saja akan melangkah ke langkah berikutnya ketika wajahnya tiba-tiba berubah, “Suara apa itu?”

Yiieee, wuuuu, dia mendengar suara tangisan kecil bayi sekali lagi, tapi, jelas tidak ada bayi di dalam aula besar ini!

Dia mendengarkannya lebih saksama lagi. Itu sama sekali tidak terdengar benar. Tangisan itu datang dari bibir Lang Ying yang saat ini ditundukkan di bawah tangannya!

Atau lebih tepatnya, suara itu berasal dari tubuh Lang Ying. Xie Lian melepaskan jubahnya, dan matanya melebar seketika, dia melompat berdiri, “… APA ITU?!”

Lang Ying perlahan berbalik dan duduk, “Jangan takut.”

Kata-kata itu tidak ditujukan pada Xie Lian, tetapi pada benda di tubuhnya.

Di dada Lang Ying ada dua wajah berbeda, masing-masing seukuran wajah orang sungguhan, tampak seperti dua tumor yang menonjol. Wajah yang lebih besar itu tampak begitu anggun dan cantik, mudah dikenali sebagai penampilan seorang wanita; wajah yang kecil agak sedikit layu seperti bayi, dan suara tangisan yang tak henti-hentinya itu datang dari bibir bayi ini.

Penyakit Wajah Manusia!

Xie Lian tercengang, “Kenapa kamu terinfeksi penyakit wajah manusia??”

“Ini bukan penyakit wajah manusia.” Kata Lang Ying.

“Bagaimana mungkin ini bukan penyakit wajah manusia? Apa itu, kalau bukan penyakit wajah manusia?” Seru Xie Lian.

“Ini istri dan anakku.” Lang Ying menjelaskan. “Semua ini bukan hal-hal yang seperti kamu bayangkan.”

Dia menjelaskan dengan suara lembut ketika dia mengangkat tangannya untuk dengan lembut membelai kedua wajah di tubuhnya, benar-benar terlihat seperti seorang suami dan seorang ayah yang membelai istri dan anaknya. Namun, kedua wajah itu bahkan tidak bisa membuka mata mereka, dan hanya bisa membuka mulut mereka untuk terus menangis dan terisak; mereka memiliki bentuk manusia tetapi bukan wujudnya.

Sesaat kemudian, Lang Ying mendongak, “Di mana Si Putih Tanpa Wajah? Dia mengatakan jika istriku akan kembali jika aku melakukan ini, tetapi waktu sudah berjalan begitu lama, kenapa dia masih tidak bisa bicara? Apa yang sedang terjadi? Katakan padanya untuk datang dan menemuiku, cepat!”

Mendengar ini, Xie Lian akhirnya mengerti. “Kamu membiarkan Si Putih Tanpa Wajah menanamkan roh kebencian pada istri dan putramu di tubuhmu?”

Jadi begitulah. Semua mantra dan array yang terpasang di sepanjang jalan ke istana ini sama sekali tidak dibangun untuk menghalangi apa pun yang mengganggu untuk memasuki istana, tetapi untuk mencegah hal-hal yang bersembunyi di dalam istana itu sendiri untuk melarikan diri! Lang Ying, yang kini sudah menjadi raja, menggunakan darah dan dagingnya sendiri untuk secara diam-diam membangkitkan kedua roh penuh kebencian itu!

Xie Lian ada di sana untuk membalaskan dendamnya pada awalnya, namun siapa yang tahu bahwa dia bahkan tidak perlu melakukan apa pun, dan Lang Ying sudah menanamkan penyakit wajah manusia pada dirinya sendiri. Kedua wajah itu pasti sudah berada di tubuhnya untuk waktu yang lama, bahkan lengan dan kaki-kaki kecil mulai tumbuh, terkulai dengan begitu lemah ke bawah, cacat dan mengerikan. Selain itu, mereka sudah menyedot nutrisi inang mereka hingga kering; Tulang rusuk Lang Ying mencuat keluar secara tidak normal, perutnya menyusut, kulitnya menguning, bentuknya menyusut dan pucat, tampak seperti dia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi untuk hidup. Dia bukan lagi orang yang sama dengan pejuang pemberani dan buas di medan perang.

Tampaknya, saat dia memenangkan perang dan menjadi raja, dia tidak hidup dengan baik. Xie Lian sama sekali tidak merasa bersyukur atas apa yang baru saja diketahuinya, dan dia menangkap Lang Ying, berseru dengan marah, “LELUCON MACAM APA INI?”

Dia bahkan belum mengambil nyawa musuhnya, dan musuh itu kini dengan begitu sukarela sudah menawarkan kehidupannya sendiri! Apa apaan ini! Apa yang harus dia lakukan sekarang??

Dengan cengkeraman itu, sesuatu jatuh dari tubuh Lang Ying, warnanya tampak merah berkilauan, terpental dan terpantul, dan terus berguling beberapa kali. Lang Ying mencengkeram tangan Xie Lian, terlihat seperti gerakan sederhana yang dikerahkan dengan begitu susah payah, dan napasnya mulai terengah-engah, “Mutiara … Mutiara itu.”

Xie Lian melihat ke atas, dan benda yang berguling-guling di lantai itu adalah sebuah mutiara karang merah yang telah dia berikan kepada Lang Ying sebelumnya. Lang Ying berkata, “Aku selalu ingin mengatakan ini kepadamu: Terima kasih sudah memberikanku mutiara itu.”

Mendengar ini, Xie Lian terkejut. Dia tidak menyangka jika Lang Ying tiba-tiba mengatakan hal seperti itu. Sesuatu di dalam hatinya terasa hendak mengungkapkan sesuatu tetapi dia memaksanya kembali turun, “KAMU! …”

Lang Ying berkata dengan lembut, “Segalanya akan lebih baik jika kamu memberikannya kepadaku lebih awal. Sayangnya…”

Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, cengkeraman tangan Xie Lian pada tubuh itu mulai mengendur, dan Lang Ying jatuh begitu saja dengan mata terbuka lebar.

Xie Lian belum sempat bereaksi sebelum Wu Ming berkata, “Yang Mulia, dia sudah mati.”

“…”

“Mati?” Xie Lian bertanya-tanya.

Dia melihat ke bawah, dan sepasang pupil mata Lang Ying tampak meredup. Dia benar-benar sudah mati.

Xie Lian bergumam, “Bagaimana dia bisa mati?”

Dia belum melakukan apa pun pada Lang Ying, bagaimana dia bisa mati?

Dan, sekarang dia memikirkannya, Lang Ying meninggal dengan cukup bahagia. Dia sudah menyelesaikan balas dendamnya terhadap Xian Le, dan membawa keluarga dekatnya di tubuhnya, siap untuk pergi menemui mereka di dunia bawah. Dia telah cukup menderita siksaan di dunia ketika Ia hidup, jadi kematian sebenarnya adalah bentuk pembebasan yang telah mengakhiri semua penderitaannya. Sebaliknya, Xie Lian sekarang tidak lagi memiliki alasan untuk membalas dendam!

Dadanya dipenuhi dengan keluhan dan kemarahan, dan pada akhirnya mereka berubah menjadi satu emosi – kebencian. Betapa tercelanya! Benar-benar tercela!

Lang Ying jatuh dan berhenti bergerak, tetapi kedua wajah di dadanya sepertinya merasakan jika inang mereka sudah mati, dan tiba-tiba mulai menangis, WOO WOO YIIEE YIEE, terdengar sangat tajam di telinga, lebih buruk daripada suara paku yang menggaruk benda-benda yang terbuat dari emas dan perak. Xie Lian mulai kembali menggila karena amarah, dan dia mengeluarkan pedang hitam miliknya, siap untuk menjatuhkannya untuk menutup mulut mereka ketika prajurit berpakaian hitam itu SWING berhasil menarik pedangnya lebih cepat darinya. Cahaya pedang melintas, dan mayat Lang Ying langsung dipotong-potong, puluhan potongan, ratusan potongan … daging dan darah berceceran. Xie Lian sama sekali belum bergerak sebelum dia menyadari sesuatu, dan dia berkata dengan dingin, “Siapa yang menyuruhmu melakukan semua itu?”

“Yang Mulia tidak perlu mengotori tanganmu.” Jawab Wu Ming.

Saat itu, suara langkah kaki yang terdengar penuh desakan dan terburu-buru datang dari luar pintu, dan suara seorang pemuda berteriak, “PAMAN!”

Siapa? Xie Lian berbalik dan melihat ke arah pintu-pintu aula istana yang terbuka lebar, dan seorang anak laki-laki berumur sepuluh tahun berdiri di pintu masuk, menatap ke arah tempatnya berada. Awalnya sebuah senyuman terlukis pada bibir anak itu, tetapi ketika dia masuk dan melihat seonggok mayat tergeletak di lantai, dia langsung terpana. Xie Lian merasa acuh tak acuh, dan menuntut, “Siapa kamu?”

Pemuda itu mulai berbicara dengan terbata-bata, “Aku …” Lalu matanya berbalik dan melihat tubuh mayat di lantai itu dan berseru, “PAMAN!”

Saat itu, ada lebih banyak orang di luar yang mulai memanggil, “Yang Mulia! Jangan berlarian seperti itu! Raja berkata jika kamu tidak bisa berlarian di istana! Tolong jangan membuat hal-hal menjadi lebih sulit bagiku di tengah malam seperti ini … “

Yang Mulia?

Putra Lang Ying sudah mati, dan pemuda ini menyebut Lang Ying dengan panggilan ‘paman’, jadi ini pasti Putra Mahkota baru yang telah diangkat oleh Lang Ying, Putra Mahkota Yong An!

Hal-hal yang terjadi saat itu tampaknya telah menyadarkan Putra Mahkota ini, dan dia berteriak ketakutan, “HANTU! ADA HANTU! ADA …” Dia belum sepenuhnya menyelesaikan teriakannya sebelum prajurit berpakaian hitam itu memukul lehernya, dan Putra Mahkota Yong An kehilangan kesadaran, jatuh ke genangan darah di lantai. Namun, jeritannya sudah mencapai luar aula, dan suara-suara berisik mulai bermunculan, “ADA APA? APAKAH KALIAN SEMUA MENDENGAR ITU?” “PENJAGA!”

Mata Xie Lian beralih dan prajurit berpakaian hitam itu memiringkan kepalanya, menunjukkan bahwa dia akan selalu menjaganya, dan dia kemudian melarikan diri. Dalam sekejap, semua keributan yang terjadi di luar mulai tersendat. Menyeberangi aula, sejumlah besar penjaga berjatuhan di tanah, dan prajurit berpakaian hitam itu berdiri di tengah-tengahnya, pedang tipis yang halus itu berlumuran darah. Dia benar-benar menyelesaikan semuanya dengan satu serangan. Di kejauhan terdengar suara keributan baru, dan sekelompok penjaga baru telah tiba, berteriak, “LINDUNGI RAJA!” “LINDUNGI YANG MULIA!!”

Xie Lian membalikkan badan, mengabaikan mereka sepenuhnya. Benar saja, tidak butuh waktu satu detik sebelum suara-suara itu kembali berhasil terhempas dan diheningkan kembali, lenyap sepenuhnya. Segera setelah itu, prajurit berpakaian hitam itu dengan susah payah menyusulnya.

Xie Lian memutar kepalanya sedikit, “Bakar istana ini.”

“Baik, Yang Mulia.” Wu Ming menundukkan kepalanya.

Api menderu dinyalakan, dan dua sosok hitam yang tampak tinggi dan ramping itu berdiri di depan api yang mulai mengamuk, bayang-bayang mereka menggeliat dan terus berputar di tanah, bentuk mereka berubah, saling menarik dan memutar.

Setelah menyebabkan kekacauan seperti itu, semua petugas di Istana Yong An tersentak bangun, dan udara dipenuhi dengan tangisan dan kutukan dari mereka yang memadamkan api dan mereka yang melarikan diri, sangat mirip dengan ketika Istana Xian Le dibakar.

“Yang Mulia, apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?” Tanya prajurit berpakaian hitam itu.

Pria berpakaian putih berkata dengan dingin, “Ke Teluk Lang-Er.”

Sebelum Kerajaan Xian Le jatuh, Xie Lian telah mengunjungi Teluk Lang-Er berkali-kali. Setiap kali ia pergi, hujan akan turun untuk menyelamatkan orang-orang, tubuh dan jantungnya kelelahan, langkahnya berat. Kali ini, Ia kesana untuk alasan yang sama sekali berbeda, dan tubuhnya terasa begitu ringan.

Setelah selamat dari kekeringan dan mendapat dukungan kuat dari raja yang baru, Teluk Lang-Er telah kembali aktif. Jalan-jalan dan gang-gang dipenuhi dengan kegembiraan, penduduk disana tampak begitu ceria dan bahagia, benar-benar berbeda dengan kesengsaraan dan penderitaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Hanya satu tempat yang masih tampak menyedihkan seperti sebelumnya, dan itu adalah Istana Putra Mahkota Xian Le.

Tidak ada yang akan datang ke Istana Putra Mahkota yang hancur, dan Xie Lian memilih tempat ini untuk beristirahat. Pada saat ini, dia sedang bermeditasi di dalam aula istana.

Roh-roh penuh kebencian itu seharusnya dengan cepat bisa menemukan tubuh baru untuk mereka rasuki, yang juga akan menjadi subjek balas dendam bagi mereka, namun karena Lang Ying sudah mati, mereka masih berjuang dalam penderitaan, terus meratap dan melengkingkan jeritan yang memekakkan telinga pada Xie Lian tanpa henti, dan Xie Lian melambaikan tangannya pada mereka dengan kedua matanya yang masih tertutup. Dia mengerutkan kening dan berkata, “Tunggu saja, jangan begitu tidak sabar seperti itu. Aku akan memungkinkan kalian semua untuk bisa cepat menemukan pembebasan!”

Saat itu, sebuah suara memanggil, “Yang Mulia.”

Xie Lian membuka matanya, dan melihat bahwa prajurit berpakaian hitam itu kini ada di depannya, menekuk satu lututnya ke tanah.


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh gladys ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments