Penerjemah : Jeffery Liu


“Ada apa?” tanya Xie Lian, terkejut.

San Lang tetap duduk di kursinya dan dengan acuh tak acuh juga bertanya, “Ada apa?”

Fu Yao mengerutkan alisnya dan bertanya dengan nada menuntut, “Siapa kamu?”

Xie Lian menjawab, “Dia adalah temanku. Apakah kalian saling mengenal?”

San Lang, dengan wajah yang tampak benar-benar polos, bertanya, “Gege, siapa mereka?”

Mendengar San Lang menyebut Xie Lian “gege” membuat bibir Nan Feng kejang dan alis Fu Yao berkedut. Xie Lian mengangkat tangannya dan berkata kepada San Lang, “Bukan apa-apa, jangan khawatir.”

Tapi di sebelahnya Nan Feng berteriak, “Jangan berbicara dengannya!”

“Apa? Apakah kalian berdua mengenalnya?” Xie Lian bertanya lagi.

“…”

“Tidak.” Fu Yao menjawab dingin.

“Jika tidak, mengapa kalian…” Xie Lian belum menyelesaikan kalimatnya saat dia melihat kilatan cahaya di sebelahnya. Dua orang lainnya yang baru tiba itu telah membuat bola energi Ilahi di telapak tangan mereka pada saat yang sama dan Xie Lian menyambar mereka dengan khawatir, “Berhenti! Berhenti! Jangan gegabah!”

Bola energi ilahi itu berdenyut, statis dan tampak berbahaya, jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang normal. San Lang bertepuk tangan beberapa kali dalam apresiasi sekaligus menunjukkan perasaan sopan. “Luar biasa! Benar-benar ajaib.” Itu adalah pujian yang paling sarkastik.

Xie Lian akhirnya menangkap lengan Nan Feng dan Fu Yao untuk menghentikan mereka meluncurkan bola energi ilahi di masing-masing tangan mereka. Nan Feng menoleh padanya dengan marah dan bertanya, “Di mana kamu bertemu dengannya? Siapa namanya? Di mana dia tinggal? Darimana asalnya? Kenapa dia bersamamu?”

Xie Lian menjawab, “Kami bertemu di jalan, namanya San Lang. Aku tidak tahu apa-apa lagi tentangnya, hanya saja dia tidak punya tempat untuk pergi, jadi aku membiarkannya tinggal. Bisakah kalian berdua tolong berhenti?”

“Kamu―!” Nan Feng tidak bisa berbicara, seolah-olah dia ingin berteriak pada Xie Lian tetapi secara paksa menelan kata-katanya kembali. “Kamu membiarkannya masuk meskipun tidak tahu apa-apa tentangnya?! Tidakkah kamu takut kalau dia mungkin merencanakan sesuatu?”

Xie Lian berpikir nada bicara Nan Feng agak terdengar seperti seorang ayah. Jika itu adalah pejabat surgawi lainnya atau orang lain, jika mereka mendengar orang yang lebih muda mengatakan sesuatu sedemikian rupa, mereka mungkin akan meledak dalam amarah. Tapi pertama, Xie Lian sudah terbiasa dengan semua cara mengejek dan memarahi yang dilakukan oleh semua orang padanya sehingga dia tidak merasakan apa-apa; dan kedua dia tahu bahwa kedua orang ini bermaksud baik, dan hanya mengatakan semua itu karena kekhawatiran mereka padanya, jadi dia tidak keberatan.

Pasa saat itu, San Lang memotong, “Gege, apakah mereka berdua pelayanmu?”

Xie Lian tersenyum hangat, “Istilah ‘pelayan’ sepertinya agak kurang tepat. Mungkin lebih tepatnya pembantu?”

San Lang balas tersenyum, “Benarkah?”

Remaja itu berdiri, meraih sebuah benda, dan melemparkannya ke arah Fu Yao. “Lalu, mengapa kamu tidak membantu?”

Fu Yao tidak melihat dengan jelas apa yang dilemparkan kepadanya sebelum dia menangkapnya, tetapi begitu benda itu ada di tangannya dan dia melihat benda apa itu, amarahnya meledak seperti gunung berapi.

Bocah itu melemparkan sebuah sapu ke arahnya!!!

Fu Yao tampak seperti ingin menghancurkan sapu di tangannya dan remaja itu menjadi bubuk, dan Xie Lian buru-buru mengambil sapu dari tangan Fu Yao. “Tenanglah. Tenang. Aku hanya punya satu sapu―” kata-kata Xie Lian terputus oleh ledakan energi putih yang keluar dari tangan Fu Yao saat dia berteriak, “TUNJUKKAN DIRIMU YANG SEBENARNYA!”

San Lang tetap di tempatnya berada dan masih bersilang tangan dalam posisi santai, tetapi ia sedikit memiringkan kepalanya ketika bola energi meluncur ke arahnya dan menghancurkan salah satu kaki meja altar. Meja itu ambruk dengan suara keras dan semua piring jatuh ke lantai. Xie Lian menggosok pelipisnya dan berpikir ini harus dihentikan. Dia melepaskan Ruoye dan mengikat Nan Feng dan Fu Yao. Nan Feng berteriak, “Apa yang kamu lakukan?”

Xie Lian memberi isyarat agar mereka berdua menenangkan diri mereka terlebih dahulu, “Kita akan bicara di luar. Di luar.” Kemudian dia melambaikan tangannya dan Ruoye terbang menyeret kedua orang itu di belakangnya.

“Aku akan segera kembali.” Xie Lian berkata kepada San Lang, lalu menutup pintu di belakangnya.

Di depan kuil, Xie Lian memanggil Ruoye kembali, mengambil tanda di pintu masuk, dan meletakkannya di depan dua pejabat junior. “Jangan katakan apa pun, dan baca apa yang tertulis disini.”

Fu Yao membaca keras-keras, “Silakan menyumbang untuk renovasi kuil ini untuk mengumpulkan pahala kebajikan.” Dia menatap Xie Lian, “Sumbangan untuk renovasi? Kamu menulis ini??”

Xie Lian mengangguk, “Ya, aku yang menulisnya. Jika kalian terus bertarung di dalam maka aku akan meminta sumbangan untuk konstruksi, bukan renovasi.”

Nan Feng menunjuk ke arah kuil, “Yang Mulia! Kamu tidak berpikir sedikit pun bahwa bocah itu terlihat aneh?”

“Tentu saja aku berpikir begitu.” kata Xie Lian.

“Kamu tahu dia berbahaya tapi kamu tetap saja membiarkannya terus berada di sisimu?” ucap Nan Feng dengan nada menuntut.

Xie Lian meletakkan tanda itu di dekat pintu dan menjawab, “Nan Feng, di situlah kamu salah. Ada begitu banyak jenis orang yang berbeda di dunia; aneh bukan berarti berbahaya. Lihat aku. Aku tampak aneh di mata semua orang, tetapi apakah kamu pikir aku berbahaya?”

“…”

Nan Feng benar-benar tidak bisa menentang logika itu. Xie Lian jelas memiliki penampilan suci seorang dewa, tetapi dia masih mengumpulkan sampah sepanjang hari. Jika itu tidak aneh, maka tidak ada yang aneh.

Fu Yao berkata, “Apakah kamu tidak takut dia memiliki motif tersembunyi?”

Dia perlahan bertanya, “Apakah menurut kalian aku memiliki sesuatu yang cukup layak untuk membuatnya merencanakan sesuatu terhadapku?”

Nan Feng dan Fu Yao terdiam.

Memang, merencanakan sesuatu terhadap orang lain biasanya adalah karena seseorang menginginkan harta berharga miliknya, dan tragisnya, jujur mereka berdua tidak bisa memikirkan harta berharga apa yang dimiliki oleh Xie Lian. Dia tidak punya uang dan tidak punya barang berharga. Bocah itu tidak mungkin memperhatikan sampah yang dia kumpulkan setiap hari, bukan?

Xie Lian melanjutkan, “Selain itu, bukan berarti aku belum mengujinya.”

Dua pejabat junior itu menatapnya, “Dan?? Bagaimana kamu mengujinya?”

Xie Lian menjelaskan apa yang telah dia lakukan sebelumnya, “Hasilnya tidak meyakinkan. Aku sudah melakukan banyak hal. Jika dia bukan manusia, maka hanya ada satu kemungkinan lain.”

Dia adalah Golongan Tertinggi!

Fu Yao mencibir, “Siapa tahu. Mungkin dia memang Golongan Tertinggi.

Xie Lian berkata dengan lembut, “Apakah menurutmu Raja Iblis Golongan Tertinggi begitu menganggur seperti kita sehingga dia datang ke desa kecil seperti ini untuk mengumpulkan sampah bersamaku?”

“…”

“Kami tidak menganggur!”

“Baik, baik, baik………”

Di atas bukit kecil, di luar kuil, tiga Pejabat Surgawi bisa mendengar suara remaja itu bergerak dengan nyaman tanpa khawatir, di dalam kuil, seolah-olah dia tidak sedikit pun mengkhawatirkan tentang apa pun. Xie Lian menepuk dua bahu Pejabat Surgawi lainnya dan berkata, “Aku baik-baik saja dan cukup akrab dengan bocah ini. Karena kami memiliki hubungan yang baik, dan aku tidak cukup layak untuk dijadikan sebagai korban penipuan, jangan terlalu khawatir dan biarkan saja.”

“Tidak.” Nan Feng berkata dengan suara rendah, “Kita masih perlu melakukan sesuatu untuk mengetahui apakah dia seorang Golongan Tertingi atau bukan.”

Xie Lian tahu dia tidak bisa menghentikan mereka dan menggosok dahinya, “Silakan dan coba saja, tapi jangan berlebihan. Kalian masih berstatus sebagai Pejabat Surgawi; bagaimana jika dia ternyata seorang tuan muda dari keluarga bangsawan yang kabur? Jangan menindasnya.”

Jangan menindasnya.” kata-kata itu membuat Nan Feng memutar wajahnya, dan Fu Yao memutar matanya sampai ke belakang kepalanya. Xie Lian mengomeli mereka sedikit lagi sebelum membuka kembali pintu kuil. San Lang sedang memeriksa kaki meja yang rusak, dan Xie Lian berdeham untuk mendapatkan perhatiannya. “Apa kamu baik-baik saja?”

“Aku baik-baik saja,” San Lang tersenyum, “Hanya memeriksa untuk melihat apakah kita masih bisa memperbaiki kaki meja ini.”

“Semua yang terjadi sebelumnya adalah kesalahpahaman, tolong jangan pedulikan mereka.” kata Xie Lian.

“Karena kamu berkata seperti itu, aku tidak akan keberatan. Mungkin mereka pikir aku terlihat tidak asing bagi mereka.”

Fu Yao menyeringai, “Ya. Cukup akrab. Mungkin itulah mengapa aku salah mengenalimu dengan seseorang yang lain.”

San Lang menyeringai, “Kebetulan sekali! Aku juga berpikir kalian berdua terlihat cukup akrab!”

“…”

Meskipun tampak waspada, Nan Feng dan Fu Yao tidak lagi bereaksi dengan kasar.

Nan Feng dengan muram berkata, “Beri aku ruang, aku akan membuat array Pemendek Jarak.”

Array Pemendek Jarak adalah sebuah mantra yang bisa memendekkan jarak yang jauhnya sampai ribuan mil menjadi hanya satu langkah, sangat nyaman. Namun untuk membuat setiap array-nya membutuhkan kekuatan spiritual yang sangat besar.

Xie Lian menggulung tikar, alas tidur mereka semalam, yang ada di lantai dan berkata, “Mengapa kamu tidak menggambarnya di sini?”

Dengan semua keributan sebelumnya, Fu Yao tidak memiliki kesempatan untuk memperhatikan kuil itu dengan benar. Sekarang setelah menghabiskan beberapa waktu di gubuk bobrok ini, dia melihat sekeliling dengan perasaan sangat tidak nyaman. Dia mengerutkan alisnya, “Kamu tinggal di tempat seperti ini?”

Xie Lian meraih kursi untuknya duduk dan menjawab, “Aku selalu tinggal di tempat seperti ini.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Nan Feng berhenti sebentar, lalu kembali menggambar array. Fu Yao tidak duduk, tetapi ekspresinya juga berubah menjadi sedikit rumit. Dia tampak terkejut, tapi juga ada sedikit kesan bangga diri di wajahnya. Dia cepat-cepat menetralkan ekspresinya.

“Di mana tempat tidurnya?”

“Ini.” Jawab Xie Lian, memeluk tikar jeraminya.

Nan Feng mendongak untuk menatap tikar itu, lalu menundukkan kepalanya lagi. Di sisi lain, Fu Yao melirik San Lang yang berdiri di samping, “Kalian berdua tidur bersama dan bersebelahan?”

“Apakah ada masalah?” Xie Lian bertanya dengan tajam.

Akhirnya, Nan Feng dan Fu Yao tidak bisa memikirkan hal lain untuk dikatakan, jadi mereka tidak mengatakan apa-apa lagi. Xie Lian menoleh pada San Lang untuk melanjutkan percakapan mereka sebelumnya, “Maaf pembicaraan kita terganggu sebelumnya. San Lang, apa yang terjadi di BanYue, katakan.”

San Lang sejak tadi hanya menatap mereka, dengan ekspresi tenggelam dalam pikirannya, matanya gelap, dia baru tersadar setelah mendengar Xie Lian memanggil namanya. Dia pun tersenyum kecil pada Xie Lian, “Baiklah.”

San Lang mengumpulkan kembali pikirannya, dan berbicara, “Penyihir BanYue adalah Kepala Pendeta dari Kerajaan kuno BanYue, salah satu dari Dua Kultivator Iblis.”

“Dua artinya mereka ada dua. Siapa yang satunya lagi?” Xie Lian bertanya.

San Lang, memiliki semua jawaban, menjawab, “Kultivator iblis lain dari Dataran Tengah, bernama Fang Xin.”

Xie Lian membelalakkan matanya, tetapi tidak mengatakan apa-apa dan tetap mendengarkan.

Orang-orang Ban Yue adalah ras pejuang brutal yang sering menikmati melakukan invasi tanah di dekat wilayah mereka. Mereka menguasai titik penting di antara Dataran Tengah dan Wilayah Barat, dan kedua kerajaan itu terus-menerus memperebutkan perbatasan. Peperangan, pertempuran kecil, konflik tidak pernah berakhir. Kepala Pendeta mereka mempelajari kultivasi iblis, dan para prajurit BanYue sangat mempercayainya dengan sepenuh hati, sampai mereka bersedia mengikuti Kepala Pendeta itu sampai akhir.

Akan tetapi, dua ratus tahun yang lalu, dinasti dari Dataran Tengah akhirnya mengirimkan pasukan untuk melakukan invasi dan menyerbu Kerajaan BanYue.

Meskipun Kerajaan BanYue akhirnya kalah, kebencian dari para prajurit BanYue tidak hilang. Mereka tetap menghantui tempat itu. Kerajaan BanYue dulunya adalah kerajaan yang penuh dengan tanaman hijau, tetapi setelah berubah menjadi BanYue Pass, sepertinya energi jahat telah merusak pemandangan yang dulunya subur dan perlahan-lahan dikonsumsi oleh Gurun Gobi di sekelilingnya.

Dikatakan bahwa saat malam hari, orang-orang masih bisa melihat bayangan para prajurit BanYue, yang berpenampilan besar dan menakutkan, menggenggam tongkat kebesaran mereka, ketika mereka menjelajahi Gurun Gobi, berpatroli di tempat yang dulunya adalah gerbang BanYue, untuk memburu mangsa.

Awalnya, tempat itu memiliki puluhan ribu penduduk. Namun, mereka semua secara bertahap menjadi tidak bisa bertahan hidup, sehingga mereka bermigrasi dan pergi. Pada saat yang sama, legenda, ‘setiap kali sekelompok orang melewati BanYue Pass, lebih dari setengahnya akan hilang’ mulai menyebar. Selama mereka adalah orang-orang dari Dataran Tengah yang melewati tempat itu, mereka semua harus meninggalkan setengahnya sebagai ‘tol’ ilegal mereka —nyawa manusia!

Fu Yao tersenyum palsu, “Tuan muda ini benar-benar tahu banyak.”

San Lang balas tersenyum, “Bukan apa-apa. Kamu hanya tahu sedikit, itu saja.”

“…”

Xie Lian menahan tawa, terhibur dengan lidah tajam San Lang. San Lang melanjutkan dengan malas, “Tapi itu semua hanya rumor dan kabar angin. Siapa yang tahu apakah Penyihir BanYue itu memang benar-benar ada. Atau mungkin, Kerajaan BanYue sebenarnya tidak ada.”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
V10n4 Kaneshiro (@v1v10n4)

bab ini lucu banged sihhh interaksi 2 penjaga ini so cuteeee