Penerjemah : Jeffery Liu


Mungkin karena gelombang emosi yang terpancar di matanya terlalu kuat dan terlalu tajam, para pejabat junior yang sedang menatapnya dengan cepat melambaikan tangan mereka, “Kami tidak memberi tahu orang luar!”

Xie Lian masih tetap menuntut dengan mata merah, “Lalu bagaimana mungkin mereka bisa tahu??”

Tak satu pun dari tiga puluh pejabat surgawi yang hadir tampak terkejut ketika mereka mendengar pertanyaannya. Karena sudah ada begitu banyak pejabat surgawi yang tahu, lalu berapa banyak pejabat di Pengadilan Tinggi yang sudah mendengarnya?

Setelah diinterogasi olehnya, para pejabat surgawi itu agak bungkam sebelum mereka mulai berargumen, “Yah itu tidak seperti mereka adalah orang luar, kita semua teman dekat di sini. Tidak ada rahasia di antara kita, jadi memberi tahu mereka tidak sama dengan memberi tahu orang lain. Selain dari para pejabat surgawi yang berada di sini, kami tidak akan mengatakan apa-apa …” Xie Lian tidak menunggunya menyelesaikan kalimatnya sebelum dia berteriak dengan tajam, “BOHONG! BENAR-BENAR SEBUAH KEBOHONGAN BESAR! AKU TIDAK PERCAYA PADAMU!!!”

Mendengarnya menyela dengan sangat tajam, para pejabat junior itu juga mulai merasa sedikit malu, menyusut kembali ke kerumunan. Saat itu, salah satu pejabat surgawi tiba-tiba berteriak, “MEMANGNYA APA MASALAHNYA APAKAH KAMU PERCAYA ATAU TIDAK? Sudah cukup bagus bahwa tidak ada yang membeberkan perbuatan baik apa yang telah Yang Mulia lakukan di sini di dunia fana, dan kamu masih meminta mereka untuk merahasiakannya untukmu? Memangnya kewajiban apa yang kami miliki dengan merahasiakan masalah ini untukmu? LELUCON MACAM APA INI!”

Kata-kata itu seperti seember air dingin yang dilemparkan ke wajah Xie Lian secara langsung dan diikuti oleh pisau yang menusuk tepat di hatinya, dan dia dengan cepat berkata, “TIDAK! AKU…”

Yang lain menjawab, “Jika kamu tidak melakukan sesuatu yang tidak bermoral, kamu tidak akan takut berbicara. Kamulah yang rusak, dan kamu menyalahkan orang lain karena tidak menepati janji mereka? Jika ada orang yang merahasiakan urusan yang tidak adil seperti itu untukmu, maka itu adalah kejahatan sejati!”

“TIDAK!!!” Xie Lian berteriak, “Aku …”

Dia ingin mengatakan bahwa ada alasan mengapa dia melakukan hal-hal hingga sejauh itu, bahwa dia juga tidak ingin melakukannya, tetapi dia juga tahu betul bahwa tidak peduli apapun alasan yang dikatakannya, semua itu tidak penting bagi mereka. Yang penting adalah, dia memang mencoba merampok!

Cela seperti ini adalah seperti sebuah tanda rasa malu yang ditandai tepat di wajahnya, dan itu membuatnya menjadi sangat kecil di depan para pejabat surgawi ini, terlalu takut untuk mengangkat suaranya untuk kembali membela diri. Melihat kehendaknya semakin berkurang, salah satu dewa bela diri melangkah keluar, “Yang Mulia, sekarang apakah kamu mengerti mengapa kami tidak ingin kamu berkultivasi di sini bersama kami?”

Xie Lian menunduk dan mengepalkan tinjunya.

Dewa bela diri itu melanjutkan, “Kita tidak berada di jalan yang sama, dan mereka yang tidak berada di jalan yang sama tidak akan menyeberang. Kamu sebaiknya pergi.”

Mendengar dia berkata, ‘Mereka yang tidak berada di jalan yang sama tidak akan menyeberang’ dengan begitu sombong, Xie Lian tiba-tiba mengerti.

Mereka bisa berbicara berputar-putar, tetapi pada akhirnya, itu hanya supaya dia mau melepaskan tanah spiritual ini!

Buku-buku jari tinjunya retak dan benjolan di tenggorokannya terasa menekan beberapa saat sebelum Xie Lian berkata dengan gelap, “… Aku tidak akan pergi. Aku akan tinggal di sini dan berlatih.”

Pada saat ini, kemarahannya terhadap tiga puluh pejabat surgawi itu telah melampaui rasa malunya.

Karena semuanya telah berkembang ke titik ini, maka ia mungkin juga sudah menghancurkan semua stoples yang rusak dan memberikan semua miliknya. Alih-alih lari dengan ekor di antara kedua kakinya, ia lebih suka menebalkan wajahnya dan tetap berdiri di atas tanah, memaksanya untuk mengalah. Xie Lian mengangkat kepalanya dan kembali menegaskan, “Aku akan tinggal di sini untuk berlatih. Gunung ini bukan milikmu, tidak ada di antara kalian yang memiliki hak untuk memintaku pergi!”

Melihat bagaimana dia telah mengeraskan sikapnya, tiga puluh wajah semua pejabat surgawi itu menjadi gelap. Xie Lian mendengar seseorang bergumam, “Mengapa harus seperti ini?”

“Aku belum pernah melihat orang yang begitu berkulit tebal …”

Tetap saja, mereka bisa mengatakan semua yang mereka inginkan, Xie Lian akan tetap berdiri tegak disana. Bahkan jika jantungnya sekarang mengeluarkan darah yang begitu deras karena ditusuk oleh tombak bibir dan pedang lidah mereka, tetap saja ia akan dengan keras kepala tetap bertahan tanpa bergerak di tempatnya berdiri saat itu.

Dewa bela diri itu berkata, “Tampaknya Yang Mulia akan memaksakan jalanmu dan membawa ketidaksenangan kepada semua orang?”

Xie Lian berkata dengan dingin, “Ayo kejar aku jika kamu sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan! Bahkan jika kalian semua menginginkannya, kalian tidak memiliki keterampilan!”

Saat dia mengatakan ini, sejumlah pejabat surgawi langsung menjatuhkan wajah mereka dan mengeluarkan senjata!

Tentu saja mereka menginginkannya. Bagi para dewa bela diri, kata-katanya tadi adalah sebuah provokasi besar. Beberapa dari mereka yang hadir adalah seorang dewa bela diri; tidak mungkin mereka bisa berpura-pura tidak mendengarnya.

Setelah dikepung seperti itu, Xie Lian tidak takut sedikit pun. Dia tidak memiliki bilah di tangannya dan hanya bisa menggenggam erat ke cabang yang dia gunakan sebagai tiang pendakian. Salah satu dewa bela diri berkata dengan keras, “Yang Mulia, jika kamu segera meminta maaf, kami bisa berpura-pura jika kamu tidak menyinggung kami.”

Namun, Xie Lian menjawab, “Jika aku membawa ketidaksenangan kepada kalian, aku menolak untuk meminta maaf.”

Mencengkeram dahan pohon itu, dia menunjuk ke depan, “Karena tidak ada di antara kalian yang layak menjadi dewa!”

Di depannya ada sebuah gelombang kemarahan yang memuncak.

Seseorang mendecakkan lidahnya, “Kami tidak layak? Dan apakah seseorang sepertimu yang merampok manusia layak?!”

Xie Lian tidak bisa menahan amarahnya lagi, dan dia juga tidak mau lagi untuk menahannya. Dia menyapukan cabang pohon itu menjadi sebuah serangan dan maju, berteriak, “KAU PENGGANGGU!”

Para dewa bela diri disana mulai menyiapkan senjata mereka untuk menyambut serangannya. Pejabat surgawi yang berdiri di belakang berseru, “Ini bukan berarti kami memaksamu untuk merampok, jadi apa alasanmu harus menghina kami seperti itu?”

Namun, kebahagiaan mereka muncul terlalu dini. Awalnya mereka berpikir jika tanpa kekuatan spiritual dan tanpa senjata, Xie Lian pasti mudah untuk dijatuhkan. Namun tanpa diduga, itu tidak terjadi sama sekali. Meskipun apa yang ada di tangan Xie Lian hanyalah sebuah cabang pohon, namun dia mengayunkannya seperti pisau ganas, memaksa mereka mundur, sangat kuat. Kedua belah pihak tidak bertarung terlalu lama sebelum sejumlah pedang milik semua dewa bela diri disana dikirim terbang ke arahnya, dan mereka bahkan takut tergores oleh angin tajam yang disapukan oleh cabang berayun itu, masing-masing dari mereka begitu terkejut hingga mereka melarikan diri untuk bersembunyi di belakang.

Pejabat surgawi yang terhormat bahkan tidak bisa mengalahkan manusia fana yang dibuang, sungguh memalukan!

Saat itu, salah satu pejabat surgawi yang menyaksikan perkelahian itu tiba-tiba menjerit dari kejauhan, “APA INI?!”

Dengan seruan itu, para pejabat surgawi lainnya menjadi lebih cemas, “APA YANG TERJADI?”

Pejabat surgawi itu tampak kesakitan luar biasa, menutupi wajahnya dan membungkuk di pinggang, “Bo, bola api hantu menghantam mataku barusan … apakah dia bermain trik?”

Xie Lian ingat bahwa seseorang yang berbicara ini adalah pejabat surgawi yang menunjuk padanya dan meneriakinya seorang perampok, dan dia mendengus, “Bola api hantu apa? Jika kamu ingin merampok tanah spiritual ini dariku maka katakan saja, tidak perlu memfitnahku lebih jauh!”

Amarahnya kembali berkobar, dan serangannya menjadi lebih agresif. Tombak dan bilah dari lingkaran para dewa bela diri itu tersapu oleh rantingnya yang normal dan berukuran sempurna, dan senjata -senjata itu pecah ketika mereka semua jatuh di tanah. Tiba-tiba, seseorang berteriak, “BERHASIL DITANGKAP! BERHASIL DITANGKAP! LIHATLAH!”

Xie Lian berhenti dan memantapkan dirinya, arah pandangannya tertuju kepada para pejabat surgawi itu yang tengah dalam kerusuhan besar, dan ada sesuatu di tangan seseorang yang diangkat tinggi untuk dilihat semua orang, “Benar-benar ada bola api hantu, dia bermain kotor! Kami punya bukti!”

Xie Lian melihatnya dari dekat, dan tentu saja itu adalah bola api hantu kecil yang menyala-nyala. Dia berteriak dengan marah, “AKU BAHKAN TIDAK TAHU APA YANG SEDANG TERJADI! BAGAIMANA MUNGKIN KAMU MENUDUHKU BERMAIN KOTOR HANYA KARENA KAMU MENANGKAP BOLA API HANTU ITU? INI BUKAN SEPERTI BOLA API HANTU ADALAH SESUATU YANG LANGKA! APAKAH KAMU MELIHAT NAMAKU DIUKIR PADA BENDA ITU??”

Pejabat surgawi yang menjerit sebelumnya tampak memegang matanya, “Mengapa bola api hantu normal menyerang mataku? Jika api hantu itu tidak di bawah kendalimu mengapa ia bertindak seperti ini?”

Xie Lian menegur, “Dan disini aku juga bisa mengatakan jika bola api hantu itu adalah adalah roh pengembara gunung ini yang takut akan kedatangan kalian semua kemudian menyerangmu! Bukti macam apa itu?!”

Dewa bela diri pertama mulai bergerak dan mengambil bola api hantu itu. “Siapa yang peduli bola api hantu itu ada di bawah kendali siapa. Hal yang berbahaya seperti ini, hancurkan saja!” Katanya sambil mencengkeramnya lebih keras, tampak seperti dia akan memeras roh itu. Melihat ini, Xie Lian berkata, “LEPASKAN DIA!”

Pada akhirnya dia masih tidak tahan jika roh-roh pengembara diseret ke dalam pertengkaran mereka, dan dia pergi untuk melawan dewa bela diri itu untuk mengambil bola api hantu dalam genggamannya. Karena niatnya adalah untuk mengambil roh itu kembali, dia menahan sedikit kekuatannya, dan keduanya terhenti. Tiba-tiba, beberapa pejabat surgawi dari belakang berseru, “Kamu di sini?! Ayo cepat! Ayo lihat sendiri apa yang sedang terjadi!”

Kedengarannya seolah seseorang datang. Semua pejabat surgawi disana mulai melihat ke atas dan berkata, “Kamu akhirnya ada di sini!” “Kami sudah menunggumu, ayo bantu kami!”

Mendengar ini, Xie Lian terkejut pada awalnya, dan berpikir, ‘Mungkinkah dia adalah seseorang yang kuat?’ Kemudian dia berpikir, ‘Siapa yang peduli siapa itu. Jika mereka akan memberiku masalah, aku akan bertarung lagi! Aku tidak takut pada siapa pun!!!’

Xie Lian benar-benar dipenuhi dengan kebencian saat ini, dan siap untuk memasuki perkelahian. Namun tiba-tiba, ketika kerumunan disana mulai bergerak untuk memberi jalan, dia melihat seseorang tampak berjalan mendekatinya, Melihat sosoknya, Xie Lian benar-benar terpana.

Dia tidak pernah berpikir bahwa orang yang datang adalah Mu Qing!

Mu Qing jelas tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Xie Lian dalam situasi seperti itu. Saat mata mereka bertemu, mereka berdua terkejut. Mata Xie Lian melebar dan benar-benar lupa tentang para dewa bela diri yang telah ia lawan, dan ia bergumam, “… Kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu … “

Xie Lian berhasil memperhatikan sesuatu setelah hanya mengatakan beberapa kata, dan dia langsung mengerti dan terdiam.

Apa yang dipakai Mu Qing saat ini bukanlah jubah hitam usang yang dipakai saat mereka dalam pelarian, tetapi pakaian resmi dewa bela diri dari Pengadilan Rendah.

Di masa lalu, ketika Feng Xin dan Mu Qing bekerja sebagai tangan kiri dan tangan kanan Xie Lian, kemampuan mereka sangat dikagumi dan dihargai, begitu menarik perhatian banyak orang. Kemudian ketika Xie Lian dibuang, ada sejumlah pejabat surgawi yang menganggapnya memalukan bahwa Feng Xin dan Mu Qing juga dibuang bersamanya, dan bahkan ada beberapa yang datang bertanya secara diam-diam apakah mereka mau berpindah ke istana lain untuk melayani dewa yang lain. Bukan tidak mungkin bagi pejabat surgawi, karena begitu kagum dengan kemampuannya, akan menarik Mu Qing ke Pengadilan Rendah untuk melayani mereka.

Itu pasti. Selain itu, dia pasti melakukannya dengan baik untuk dirinya sendiri, kalau tidak, dia tidak akan bersatu dengan kelompok pejabat surgawi ini untuk datang mencari tanah yang baik untuk berkultivasi.

Xie Lian masih dalam tubuh manusianya, tetapi Mu Qing sudah kembali ke Pengadilan Rendah. Untuk memiliki skenario seperti ini, betapa ironisnya.

Di sisi lain, Mu Qing akhirnya menenangkan dirinya dengan usaha keras dan bertanya dengan bingung, “Apa yang terjadi di sini?”

Para pejabat surgawi itu semua berjuang untuk menceritakan kisah mereka. Xie Lian berdiri jauh darinya, tubuhnya sangat kaku.

Dia memperhatikan bahwa mereka tidak secara khusus memberi tahu Mu Qing tentang perampokannya. Apa artinya ini?

Itu berarti Mu Qing sudah mendengar tentang kejadian itu. Mu Qing juga tahu dia melakukan perampokan!!!

Tetes demi tetes keringat dingin turun dari sisi wajah Xie Lian, dan tanpa sadar dia mundur beberapa langkah. Dewa bela diri yang telah menghadapinya sebelumnya tampak marah, “Dia ingin mengambil tanah spiritual untuk dirinya sendiri dan mengusir kita, Mu Qing, cepat dan bantu kami!”

Membantu apa?

Apakah Mu Qing akan membantu mereka melawannya?

Xie Lian mati rasa karena amarah, kaget sampai ke inti. Dia akhirnya tersentak dan tergagap dengan marah, “… Kalian, kalian semua memberikan penjelasan palsu, sangat tak tahu malu! Sama sekali tidak seperti itu! Jelas aku tidak melakukannya!”

Mu Qing hanya menonton dari samping, dan Xie Lian benar-benar cemas dengan amarah dan dibebankan dengan permasalahan lainnya. Dewa-dewa bela diri itu mengalami kesulitan untuk bertahan, mundur dalam kekalahan, dan mereka berteriak lagi, “MU QING! APA YANG KAMU LAKUKAN DENGAN MASIH BERDIRI DI SANA??”

Pejabat surgawi lainnya juga ikut berteriak, tapi Mu Qing masih tampak ragu-ragu, seolah dia tidak tahu apakah dia harus menyerang. Xie Lian mendengar mereka mendesak Mu Qing untuk menyerangnya, dan hatinya menyala dengan marah, “MU QING TIDAK SEPERTI KALIAN SEMUA. DIA ADALAH TEMANKU, DIA TIDAK AKAN PERNAH MEMBANTU KALIAN!!!”

Xie Lian mulai berteriak dan mengamuk, memberikan lebih banyak kekuatan ke tangannya, mengirim deretan senjata lain terbang menjauh. Petugas surgawi lainnya melihat bahwa dia semakin berani saat dia bertarung, bahwa segalanya tidak akan berjalan dengan benar, dan mereka kembali berteriak dengan penuh desakan, “MU QING! APA KAMU BENAR-BENAR HANYA AKAN MELIHATNYA TERUS BERULAH SESUKA HATINYA SEPERTI INI?”

Ekspresi Mu Qing berubah menjadi sesuatu yang tidak dapat dibaca, dan dia mengambil langkah ke depan, jari-jarinya berkedut. Para pejabat surgawi di sebelahnya berbisik padanya, “Jangan hanya berdiri di sana, bantu kami!”

Detik berikutnya terdengar suara seseorang berkomentar dengan sarkastik, “Dapat dimengerti bahwa Mu Qing tidak ingin menyerang. Bagaimanapun juga, dia adalah pelayan pribadi Yang Mulia, jadi bahkan jika Yang Mulia merampok manusia dan tanah spiritual ini, dia masih harus mempertimbangkan kasih sayang lama dari hubungan mereka di masa lalu. Sudah lebih dari cukup bahwa dia tidak bergabung dengan Yang Mulia, jadi bagaimana mungkin kita bisa mengharapkannya untuk membantu kita?”

Kata-kata itu terdengar seperti mereka memprovokasi Mu Qing untuk menyerangnya, benar-benar jahat. Segera setelahnya, pembuluh darah muncul di dahi Mu Qing.

Udara semakin lembut, dan Xie Lian bisa mengatakan jika ada yang salah darinya, “Mu Qing …”

Dia hanya memanggil nama itu, tetapi saat berikutnya, tangannya terasa begitu ringan diikuti oleh suara sesuatu yang disayat.

Xie Lian berkedip dan melihat ke bawah. Apa yang berhasil disayat adalah satu-satunya ‘senjata’ miliknya, dahan pohon itu. Ketika dia mendongak lagi, Mu Qing di depannya sudah memegang zanbato.

Tepat pada saat itu, ujung bilahnya menunjuk ke arah Xie Lian, dan orang yang mengendalikan pedang itu berkata dengan dingin, “… Tolong pergilah.”

“…”

Xie Lian menatap Mu Qing dengan dahan patah di tangannya, dan setelah beberapa lama, dia mencoba berkata, “Aku … tidak benar-benar ingin merampok siapa pun. Aku juga tidak akan mengambil alih tanah spiritual ini. Aku sudah datang ke sini lebih dulu dari mereka. “

“…”

Mu Qing mengulangi kata-katanya tanpa ekspresi, “Tolong pergilah.”

Xie Lian menatapnya dan tampak ragu-ragu untuk sesaat, “… Kamu tahu aku tidak berbohong, kan?”

Ketika dia menanyakan hal ini, dia sedikit berharap tetapi juga sedikit takut. Sebuah suara memberitahunya, jangan bertanya lagi, berbalik dan berjalanlah pergi! Tetap saja, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.

Sebelum Mu Qing menjawab, tubuh Xie Lian tiba-tiba merosot ke depan, dan dia jatuh dengan keras ke tanah.

Tanah itu adalah sebuah tanah berlumpur di jalur gunung, diisi dengan lubang dan parit, ditutupi oleh bebatuan dan dedaunan yang jatuh. Xie Lian terbaring di tanah itu, matanya melotot dan masih dalam kondisi tidak percaya.

Salah satu pejabat surgawi telah mendorongnya ketika dia masih dalam keadaan kebingungan, dan membuatnya jatuh dengan begitu memalukan seperti ini di depan begitu banyak pasang mata.

Itu terlalu memalukan. Di sekelilingnya terdengar suara-suara yang terus berbicara, tinggi dan rendah, memenuhi udara tempat itu, semua suara itu memasuki telinga Xie Lian. Matanya melebar, dan dia menatapnya di tanah yang menghitam sebelum perlahan mengangkat kepalanya dan melihat Mu Qing yang berdiri tidak terlalu jauh darinya.

Mu Qing berdiri di antara para pejabat surgawi itu, sama sekali tidak menatapnya, dan sama seperti yang lainnya, dia tidak berniat memberikan Xie Lian bantuan untuk membantunya berdiri.

Dengan demikian, Xie Lian mengerti. Tidak ada yang akan membantunya berdiri.

Dia berbaring di sana untuk sementara waktu sebelum dia merangkak sendiri.

Para pejabat surgawi itu mengira jika dia akan memulai pertarungan lain dan sangat khawatir, tetapi Xie Lian tidak berusaha untuk bertarung dengan siapa pun lagi. Kepalanya tertunduk rendah ketika dia meraba-raba tanah di sekitarnya, dan setelah menemukan tas kecil miliknya, yang sudah disiapkan secara pribadi oleh ratu, dia mengambilnya dengan diam-diam, membawanya kembali di punggungnya, berbalik dan menuju ke puncak gunung selangkah demi selangkah.

Saat dia berjalan, langkahnya tumbuh semakin cepat. Tidak butuh waktu lama sebelum Xie Lian mulai berlari dengan gila.

Dia menahan napas dan berlari menuruni gunung, sama sekali tidak mengambil waktu untuk beristirahat. Dia tidak tahu seberapa jauh dia berlari, dan tiba-tiba, tanpa memedulikan pijakannya, dia tersandung dan jatuh sekali lagi, dan napas yang dia tahan akhirnya keluar dengan mulut penuh amarah berdarah.

Di saat kepanikannya itu, dia tidak berpikir untuk bangun, dan dia hanya bisa terduduk di tanah itu dengan terengah-engah. Bahkan ketika napasnya kembali normal, dia tidak berpikir untuk berdiri, dan mulai melamun di tempat itu.

Tiba-tiba, sebuah tangan terulur padanya.

Xie Lian mengerjap pelan, dan matanya mengikuti lengan itu dan melihat ke atas. Itu adalah Mu Qing lagi.

Dia berdiri di sebelah Xie Lian, wajahnya sedikit pucat dengan tangannya yang terulur padanya. Sesaat kemudian, dia berkata dengan kaku, “Apakah kamu baik-baik saja?”

Xie Lian mengawasinya dengan tatapan mata kosong dan tidak berbicara.

Mungkin itu karena dia merasa tidak nyaman dengan tatapan dingin ini, Mu Qing mengalihkan pandangannya.

Namun tetap saja tangannya masih terulur padanya. “Bangunlah.”

Tapi, uluran tangan ini sudah terlambat untuk menjangkaunya.

Xie Lian tidak mengambil uluran tangannya, dan dia juga tidak bangun. Dia hanya terus menatapnya dengan mata yang tidak berkedip.

Keduanya terhenti untuk waktu yang lama, dan wajah Mu Qing semakin gelap. Tepat saat dia akan mengambil tangannya kembali, Xie Lian tiba-tiba meraih segenggam lumpur dan mengayunkannya ke Mu Qing dengan suara nyaring, “PA!

Mu Qing tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal seperti itu dan benar-benar tidak tahu apakah itu bisa disebut kasar atau kekanakan. Sebuah bola lumpur kotor berceceran di dadanya, memercikkan bintik-bintik yang mengotori wajahnya, dan dia tampak bingung. Beberapa saat kemudian, kemarahan menggulung di dadanya tetapi dia memaksanya turun dan dia berkata dengan gelap, “… Aku tidak punya pilihan lain!”

Dia memang tidak punya pilihan lain. Dia cukup akrab dengan para pejabat surgawi itu, dan jika dia hanya berdiri dan menyaksikan rekan-rekannya dipukuli oleh Xie Lian tanpa memberikan bantuan, pejabat surgawi yang lain akan berpikir jika dia ada di pihak Xie Lian, dan itu akan merusak hari-harinya.

Seolah-olah Xie Lian lupa bagaimana caranya berbicara, yang hanya bisa dia lakukan adalah terus melemparkan lumpur padanya. Mu Qing menahan lemparan lumpur itu beberapa kali tetapi dia tidak bisa melanjutkannya, dan dia berteriak dengan marah, “APAKAH KAMU SUDAH GILA?? BUKANKAH AKU SUDAH MENGATAKANNYA PADAMU, AKU TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN? BUKANKAH KAMU JUGA MERAMPOK KARENA TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN??”

Enyahlah! Keluar dari sini! Pergi!

Itu adalah satu-satunya kata yang bergema di benak Xie Lian, tapi dia tidak bisa mengucapkan satu suara pun, dan hanya bisa dengan gila meraih apa saja yang ingin dia lemparkan. Dia juga tidak peduli siapa yang dia lempar. Pada akhirnya, Mu Qing tidak tahan lagi, dan dia menguatkan wajahnya saat dia menyapu lengan bajunya dan pergi. Xie Lian terengah-engah sedikit dan kembali jatuh, melamun lagi.

Dia duduk di posisi itu sampai malam tiba.

Setelah langit menjadi gelap, sejumlah besar bola api berpendar datang melayang, menari-nari di sekitarnya. Xie Lian tetap berada disana terdiam dan seolah-olah tidak melihat mereka dan tidak repot-repot mengumpulkan kekuatan untuk melihatnya.

Namun, nyala api berpendar itu tampak kesal karena mereka tidak disadari olehnya, dan semakin banyak berkumpul di sisinya. Xie Lian masih mengabaikan mereka.

Sampai sosok seseorang muncul dari dalam api berpendar itu.

Kedatangan orang itu tampaknya selalu disertai dengan firasat buruk yang sangat besar. Xie Lian merasakan sesuatu dan perlahan mengangkat kepalanya.

Sekitar sepuluh kaki jauhnya, siluet seorang pria berpakaian putih berdiri di tengah-tengah bola api berpendar yang tak terhitung jumlahnya, dan setengah dari topeng di wajahnya tersenyum angkuh.

Dia menyapa dengan suara yang terdengar begitu ramah, “Apa kabar, Yang Mulia.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh gladys ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments