Penerjemah : Jeffery Liu


Di bawah tatapan dua orang lainnya di ruangan itu, kultivator itu mengambil mangkuk air. Dengan punggung membungkuk, dia mulai meminumnya perlahan. Melalui bahasa tubuhnya, dia tidak tampak seperti seseorang yang kebetulan bertemu hujan turun di tengah musim kemarau panjang, melainkan pria yang ragu-ragu dan berjaga-jaga.

Bersamaan, ketika dia sedang minum air, Xie Lian jelas mendengar suara celepuk, celepuk, celepuk, seolah-olah air sedang dituangkan ke dalam stoples kosong.

Seketika, dia menyadari sesuatu. Meraih tangan yang lain, dia berkata, “Berhenti minum.”

Tangan kultivator itu bergetar ketika dia menatapnya dengan bingung. Xie Lian tersenyum dan berkata, “Tidak ada gunanya bahkan jika kamu minum. Benar, kan?”

Setelah mendengar apa yang dia katakan, warna kulit kultivator itu tiba-tiba berubah. Dengan tangannya yang lain, dia menghunuskan pedang besi yang berada di pinggangnya dan mengarahkannya untuk menusuk Xie Lian. Xie Lian berdiri di tempat, tidak bergerak, sebelum dia mengangkat tangan untuk menghalanginya. Dengan bunyi ‘clang’, dia dengan cepat memblokir ujung pedang itu.

Ketika pria itu melihat bagaimana dia masih memegang tangannya dengan kuat, dia menggertakkan giginya dan menarik tangannya. Xie Lian hanya merasakan tangan itu tiba-tiba mengempis, seolah itu adalah bola dengan udara yang bocor, benar-benar layu sebelum meluncur bebas dari genggamannya.

Begitu pria itu melepaskan diri, dia melarikan diri ke pintu. Xie Lian tidak khawatir karena di tempat seperti ini di mana tidak ada kekuatan eksternal yang bisa menghalanginya, bahkan jika pria itu mencoba berlari sepuluh kaki, Ruoye masih bisa menyeretnya kembali.

Namun, tepat ketika dia mengangkat pergelangan tangannya, suara ‘desing’ tajam melewatinya.

Suara itu terdengar seolah-olah seseorang telah menembakkan panah tajam dari belakangnya. Segera menembus perut pria itu dan memakukannya ke pintu. Xie Lian menatapnya sebelum menyadari bahwa itu sebenarnya adalah sumpit bambu.

Dia berbalik untuk melihat, dan mendapati bahwa San Lan telah berdiri dari meja, sikapnya santai dan tenang. Melewatinya, San Lang melepaskan sumpit bambu yang digunakannya. Dia mengayunkannya dua kali di depannya sebelum berkata, “Ini kotor. Aku akan membuangnya nanti.”

Sementara kultivator itu, meskipun menderita luka-luka berat, tidak sekali pun dia mengeluarkan teriakkan kesakitan. Sebaliknya, dia bersandar diam di pintu dan perlahan-lahan terjatuh merosot ke lantai. Apa yang berdeguk dan mengalir keluar dari dalam perutnya bukanlah darah, melainkan air jernih.

Air yang sama dengan yang baru saja diminumnya dari mangkuk.

Keduanya berjongkok di sebelah kultivator itu. Xie Lian menekan lukanya beberapa kali, dan merasa seolah-olah luka itu mirip dengan lubang di balon yang tertusuk, dengan udara yang berhembus keluar seluruhnya. Selain itu, ‘mayat’ kultivator itu juga mulai berubah. Penampilannya sebelumnya jelas terlihat sebagai pria yang kuat. Sekarang, tampaknya dia telah menyusut dan menyingkirkan seluruh lapisan lemak di tubuhnya. Wajah dan anggota tubuhnya menjadi sedikit kisut saat ukurannya menyusut, jadi penampilannya sekarang lebih mirip seperti pria tua.

Xie Lian berkata, “Ini adalah cangkang kosong.”

Beberapa iblis dan hantu tidak mampu mengubah diri mereka menjadi bentuk manusia yang sempurna. Dengan demikian, mereka akan memikirkan cara lain: membuat cangkang kosong.

Mereka akan menggunakan beberapa bahan yang sangat mirip manusia untuk membuat kulit manusia palsu dengan teliti. Lebih sering daripada tidak, ‘kulit’ semacam ini akan diambil dari orang sungguhan. Terkadang, mereka bahkan akan secara langsung menggunakan kulit seseorang. Dalam hal ini, garis telapak tangan, sidik jari, dan rambut mereka akan terlihat sempurna tanpa cacat.

Selain itu, untuk cangkang kosong seperti ini, selama mereka tidak memakai sendiri kulit itu, cangkang itu tidak akan terkontaminasi dengan aura hantu, jadi mereka tidak akan takut pada jimat-jimat yang menangkal kejahatan. Hal itu juga yang menjelaskan mengapa jimat di pintu tidak menghalangi pria itu untuk masuk.

Namun, cangkang kosong seperti ini juga dapat dengan mudah dilihat, karena bagaimanapun, mereka hanyalah boneka kosong. Jika tidak ada yang memakai kulit, maka itu hanya bisa bergerak sesuai dengan perintah yang diterimanya.

Selain itu, perintah itu tidak bisa terlalu rumit dan harus sederhana, seperti gerakan berulang atau yang dibuat seseorang sebelumnya. Dengan demikian, penampilan cangkang itu biasanya akan tampak relatif kusam dan tak bernyawa, tidak seperti orang hidup yang sebenarnya.

Misalnya, mereka akan mengulangi satu atau dua frasa, melakukan hal yang sama berulang-ulang, menjawab pertanyaan mereka sendiri, atau menjawab untuk mengelak. Jika mereka harus melakukan percakapan dengan orang-orang, mereka akan dengan cepat mengekspos diri mereka sendiri.

Namun, dalam hal membedakan cangkang kosong dari orang yang sebenarnya, Xie Lian memiliki metode yang lebih praktis. Membuat mereka minum semangkuk air atau makan sesuatu, itu sudah cukup. Lagipula, cangkang-cangkang itu berongga, sehingga mereka tidak akan memiliki lima jeroan dan enam perut.1 Ketika mereka makan sesuatu atau minum air, hasilnya akan sama dengan seseorang menjatuhkan sesuatu atau menuangkan air ke dalam stoples kosong. Mereka akan bisa mendengar gema yang jelas, sesuatu yang sama sekali berbeda dengan manusia hidup ketika makan atau meminum air.

Tubuh kultivator itu telah benar-benar mengempis. Pada saat ini, dia tampak seperti genangan kulit lembut. San Lang menggunakan sumpitnya untuk menyodok kulit itu beberapa kali, sebelum dia membuang sumpit itu dan berkata, “Cangkang ini agak menarik.”

Xie Lian tahu apa yang dimaksud remaja itu. Mereka berdua telah mengamati ekspresi dan perilaku pria ini dan mengingatnya. Tidak hanya dia berperilaku seperti manusia, dia benar-benar seperti orang yang hidup. Ketika dia berbicara dengannya, dia bisa menjawab dengan cepat dan lancar. Bisa dikatakan bahwa orang yang mengendalikannya memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Xie Lian melirik San Lang dan berkata, “Sepertinya San Lang juga mengetahui tentang ini.”

San Lang tersenyum, “Tidak banyak.”

Cangkang kosong itu secara khusus mengirim dirinya ke depan pintu untuk memberi tahu dia tentang masalah BanYue Pass ini. Terlepas dari apakah informasi itu asli atau palsu, tujuannya adalah untuk memancingnya ke Ban Yue Pass.

Untuk amannya, dia harus memasuki array komunikasi spiritual dan bertanya-tanya. Xie Lian menjepit jari-jarinya dan menghitung bahwa kekuatan spiritual yang tersisa cukup untuk dia gunakan untuk keperluan lain. Dengan demikian, dia pun mengucapkan kata sandi rahasia dan memasuki array komunikasi apiritual.

Begitu dia memasuki array, dia bertemu dengan kejadian langka yang diisi dengan kegembiraan yang ramai. Selain itu, kegembiraan itu bukan jenis keaktifan yang disertai dengan urusan resmi yang sibuk, tetapi lebih seperti mereka semua bermain game, di mana mereka dengan senang hati tertawa dan terkikik bersama. Xie Lian merasa benar-benar kagum sebelum mendengar Ling Wen berkata, “Yang Mulia sudah kembali? Bagaimana hari-harimu di alam fana?”

Xie Lian berkata, “Tidak buruk, tidak buruk. Ada apa dengan semua orang? Mereka sangat gembira.”

Ling Wen berkata, “Master Angin telah kembali dan menyebarkan pahala. Apakah Yang Mulia akan pergi dan mengambil beberapa juga?”

Benar saja, Xie Lian mendengar banyak Pejabat Surgawi dalam array komunikasi spiritual berteriak sampai suara mereka terdengar serak.

“Seratus pahala! Aku sudah mengambilnya!”

“Kenapa aku hanya mendapat satu pahala…”

“Seribu! Seribu! Ah! Terima kasih Master Angin! Hahahaha…”

Xie Lian berpikir, mungkinkah ini koin yang jatuh dari langit saat semua orang bergegas mengambilnya?

Di satu sisi, meskipun kotak pahalanya benar-benar kosong, tetapi Xie Lian tidak tahu bagaimana dia harus mengambilnya bebarapa. Di sisi lain, semua Pejabat Surgawi di sini sangat akrab satu sama lain. Mengambil pahala satu sama lain untuk bersenang-senang dan bercanda bukan masalah besar. Akan aneh jika dia tiba-tiba mengambil bagian di dalamnya.

Setelah itu, dia berhenti memikirkan hal itu dan bertanya, “Apakah ada yang tahu tentang tempat yang disebut ‘BanYue Pass‘?”

Saat kata-kata itu keluar, array komunikasi spiritual yang sebelumnya terdengar gembira dan bersemangat karena tengah berebut pahala langsung terdiam.

Sekali lagi, Xie Lian merasa sedikit tertekan.

Sebelumnya, saat dia memberi tahu mereka sebuah puisi atau resep rahasia, tidak masalah jika Pejabat Surgawi lain tidak memberikan tanggapannya karena mereka juga tidak membicarakan hal-hal seperti itu. Karena ketika Xie Lian memulai pembicaraan, dia memang seperti pasak persegi di lubang bundar.

Tetapi, dalam array komunikasi spiritual, sering kali ada seorang Pejabat Surgawi yang mengajukan pertanyaan sehubungan dengan urusan resmi. Misalnya, ‘Apakah ada yang tahu tentang hantu ini? Apakah mereka mudah ditangani?‘ atau, ‘Apakah ada wilayah di dekat sini dan bisa memberi bantuan?

Pada saat seperti itu, semua orang akan memberikan pendapat mereka sendiri. Orang-orang yang memiliki saran akan menawarkan saran mereka dan memberikan tanggapan, seseorang yang tidak memberikan tanggapan akan bertanya-tanya apakah mereka akan memiliki kesempatan lain untuk melakukannya setelah mereka kembali.

Jadi, ketika Xie Lian bertanya tentang BanYue Pass, itu bisa dianggap sebagai urusan resmi. Seharusnya tidak ada alasan bagi semua orang untuk diam saat dia membuka mulutnya menanyakan hal itu, seperti apa yang telah terjadi di masa lalu.

Setelah beberapa saat, seseorang tiba-tiba berteriak, “Master Angin melemparkan seratus ribu pahala lain!!!”

Array komunikasi spiritual langsung menjadi hidup kembali. Satu per satu, Pejabat Surgawi mulai memperebutkan pahala, yang juga berarti tidak ada yang peduli tentang pertanyaan yang baru saja dia tanyakan. Xie Lian tahu bahwa masalah yang dia hadapi mungkin bukan masalah yang mudah, jadi dia mungkin tidak akan bisa bertanya lebih lanjut di dalam array.

Dalam hatinya, dia berpikir Master Angin benar-benar murah hati, karena seratus ribu pahala dalam sekali lemparan cukup menakjubkan. Xie Lian baru saja akan keluar dari array ketika tiba-tiba, Ling Wen secara pribadi mengiriminya pesan.

Ling Wen bertanya, “Yang Mulia, mengapa kamu tiba-tiba bertanya tentang BanYue Pass?”

Jadi, Xie Lian memberitahunya tentang bagaimana cangkang kosong telah mengirim dirinya ke depan pintu kuilnya dan memberi tahu masalah itu. Dia melanjutkan, “Cangkang itu berpura-pura bahwa dia adalah orang yang selamat dari BanYue Pass, jadi tidak bisa dibantah bahwa dia datang dengan suatu tujuan. Aku tidak tahu apakah yang dia katakan itu benar atau salah, jadi aku datang ke sini untuk bertanya. Apa yang terjadi dengan tempat itu?”

Di sisi lain, Ling Wen merenung sejenak sebelum dia berkata, “Yang Mulia, sehubungan dengan masalah ini, aku menyarankan agar kamu tidak mengambil bagian.”

Xie Lian sudah menduga akan diberi tahu seperti itu. Kalau tidak, tidak mungkin masalah itu akan bertahan selama seratus lima puluh tahun tanpa ada yang bertanya tentang hal itu. Selain itu, saat dia bertanya tentang masalah tersebut, seluruh Pengadilan Surgawi menjadi hening. Xie Lian berkata, “Setiap kali sebuah kelompok melewati BanYue Pass, lebih dari setengah orang akan hilang. Apakah itu benar?”

Setelah jeda, Ling Wen menjawab, “Sulit untuk berbicara lebih jauh tentang masalah ini.”

Xie Lian bisa mendengar pertimbangan dalam nada suara Ling Wen. Satu hal yang bisa dia pastikan adalah bahwa Ling Wen pasti berada dalam situasi yang sulit. Dia berkata, “Baiklah, aku mengerti. Karena hal ini tidak nyaman untukmu, maka kamu tidak perlu mengatakan lebih banyak. Selain itu, kita berdua tidak pernah melakukan percakapan ini secara pribadi.”

Setelah menenangkan diri, Xie Lian meninggalkan array komunikasi spiritual. Dia berdiri dan menyapu kulit palsu ke samping dengan sapu saat dia bergumam sendiri. Kemudian, sambil mengangkat kepalanya, dia berkata, “San Lang, aku khawatir aku akan bepergian ke tempat yang jauh.”

Dadi sikap Ling Wen, orang bisa mengatakan bahwa ini bukan masalah kecil. Karena cangkang kosong itu telah mengirim dirinya sendiri ke pintunya, maka pastilah dia ingin memancingnya untuk pergi, jadi tempat itu tidak mungkin menyenangkan. Namun, San Lang berkata, “Baiklah, gege. Jika kamu tidak keberatan, bawa aku bersamamu?”

Merasa sedikit aneh, Xie Lian bertanya, “Perjalanan ini akan sangat panjang dengan adanya angin pasir yang mengganggu dan menyulitkan, mengapa kamu ingin ikut?”

San Lang tertawa dan berkata, “Apakah kamu ingin tahu apa yang terjadi di BanYue Pass?”

Xie Lian terdiam sebelum berkata, “Kamu bahkan tahu tentang hal itu?”

San Lang menyilangkan tangannya dan berkata dengan nada santai, “BanYue Pass awalnya tidak bernama ‘Ban Yue Pass’. Dua ratus tahun yang lalu, itu adalah lokasi Kerajaan kuno BanYue.”

Dia memperbaiki posisi duduknya menjadi sedikit lebih tegak, dan, dengan matanya seterang bintang, dia melanjutkan, “Kultivator iblis BanYue, pada kenyataannya…”

Xie Lian meletakkan sapu ke dinding dan baru saja akan duduk dan mendengarkan. Namun, pada saat yang sama, suara ketukan terdengar dari luar pintu.

Sekarang, hari sudah malam. Semua penduduk desa dengan takut sudah kembali ke rumah mereka, takut keluar rumah mengingat kata-kata Xie Lian tentang kultivator yang ‘kerasukan’. Jadi, siapa yang mungkin mengetuk pintu mereka?

Xie Lian berdiri di samping pintu dan menahan napas sejenak, tetapi dia tidak merasakan sesuatu yang aneh datang dari jimat di pintunya. Setelah itu, dia sekali lagi mendengar dua ketukan lagi. Dari suara ketukan ini, sepertinya ada dua orang yang secara bersamaan mengetuk pintu.

Dia berpikir sejenak sebelum membuka pintunya. Benar saja, dua remaja berpakaian hitam berdiri di luar pintu rumahnya. Yang satu tampak ceria dan tampan, yang lain anggun dan halus. Mereka adalah Nan Feng dan Fu Yao. Xie Lian berbicara, “Kalian berdua…”

Fu Yao memulai dan memutar matanya. Tepat setelah itu, Nan Feng bertanya, “Apakah kamu akan pergi ke BanYue Pass?”

Xie Lian berkata, “Dari mana kalian mendengar itu?”

Nan Feng menjawab, “Beberapa Pejabat Surgawi membicarakannya di jalan. Aku mendengar bahwa kamu bertanya tentang BanYue Pass hari ini di array komunikasi spiritual.”

Xie Lian langsung mengerti. Dengan kedua tangan yang tertutup lengan bajunya, dia berkata, “Aku mengerti. ‘Aku dengan sukarela menawarkan diri‘, kan?”

Keduanya menampilkan ekspresi yang menyimpang, seolah-olah disebabkan oleh sakit gigi. “…Uhm …Iya.”

Xie Lian tidak bisa menahan tawa. “Aku mengerti, aku mengerti. Tapi mari kita sepakati ini terlebih dahulu, jika kita menemukan sesuatu yang tidak bisa kita tangani di luar sana, jangan ragu untuk melarikan diri kapan saja.”

Dia kemudian menggeser tubuhnya ke samping dan mengundang mereka masuk untuk menjelaskan detailnya. Tapi siapa yang menyangka, begitu mereka berdua melihat remaja yang duduk miring di belakangnya, kulit mereka yang semula gelap langsung berubah pucat.

Nan Feng bergegas masuk ke dalam, menempatkan dirinya di depan Xie Lian sebelum dia berteriak, “Mundur!”


Bab Sebelumnya | Bab Selanjutnya

KONTRIBUTOR

HooliganFei

I need caffeine.

Footnotes

  1. ] Ini benar-benar “Lima jeroan, enam perut”. 五脏 (hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal), 六腑 (kandung empedu, usus kecil, lambung, usus besar, kandung kemih, San jiao (tiga bagian yang menyusun batang tubuh seseorang).
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
V10n4 Kaneshiro (@v1v10n4)

sebenernya g baca ini 2 kali msh bingung mreka berdua tiba2 pucat krn emank ud tau itu hua cheng atau terlalu proteksi xie lian dr org tdk dikenal?