Penerjemah : Jeffery Liu


“Aku tidak pernah memiliki keberuntungan untuk bertemu dengan Master Hujan, jadi aku tidak mengetahui bahwa Master Hujan adalah seorang putri…” kata Xie Lian.

Di sisi lain, Xuan Ji menggertakkan giginya, “Apa… yang kamu lakukan… kenapa… aku tidak… bisa bergerak?!”

Master Hujan mengalihkan pandangannya dari Pei Ming dan berkata dengan lembut, “Aku membawa Pedang YuLong1.”

“Pedang YuLong?” Xie Lian bertanya-tanya.

“Itu adalah pedang pelindung suci yang berasal dari Kerajaan YuShi, yang dipegang oleh semua penguasanya dalam sejarah. Setelah Master Hujan naik, dia menempanya sebagai alat spiritual, dan, secara natural, pedang itu memiliki kekuatan untuk melumpuhkan orang-orang YuShi. Xuan Ji adalah seorang pengkhianat, ketakutan dan rasa bersalah masih melekat di dalam hatinya, jadi tentu saja dia tidak bisa melakukan apa pun selain patuh.

Master Hujan menyuruhnya untuk tidak bergerak, jadi dia tidak bisa bergerak. Rong Guang berseru, “Jika kamu tidak bisa bergerak, aku akan melakukannya sendiri!” Lalu, tepat ketika dia akan menusuk Pei Ming lagi, sebelum pedangnya bahkan menusuk setengah inci ke dalam tubuh Pei Ming, ada ledakan asap merah, dan CLUNK! Pedang yang menembus dada Pei Ming menghilang. Sebuah pisau kecil berukuran tidak lebih dari satu jari jatuh ke tanah, dan Rong Guang berteriak dengan marah, “APA YANG TERJADI? KENAPA AKU JUGA TIDAK BISA BERGERAK??”

Xie Lian dan yang lainnya akhirnya berhenti menonton dari jauh, dan berjalan keluar. Hua Cheng melirik pedang Ming Guang kecil yang seperti mainan tergeletak di tanah dan menyeringai, “Jauh lebih baik.”

“Lepaskan dia, Xuan Ji.” Kata Master Hujan.

Tangan Xuan Ji mulai jatuh tanpa terkendali dari leher Pei Ming, tetapi dia menolak untuk menyerah, tangannya gemetar, “AKU TIDAK AKAN! AKU SUDAH BERHASIL MENANGKAPNYA, AKU TIDAK AKAN MELEPASKANNYA!”

“Jika kamu harus memegang sesuatu agar bisa merasa lebih baik, mengapa kamu tidak mengambil saja apa yang sudah kamu buang sebelumnya, dan memegangnya kembali dengan tanganmu?”

Kekuatan pedang pelindung suci itu terlalu kuat, dan Xuan Ji ditarik paksa, jatuh kembali ke tanah, tidak terawat dan menyedihkan, “Apa hakmu untuk mendisiplinkanku? Apakah kamu benar-benar menganggap dirimu sendiri sebagai seorang penguasa kerajaan? Aku pikir kamu sudah melupakan bagaimana martabat sebagai seorang ratu itu kamu peroleh! AKU TIDAK AKAN MENGAKUIMU! AKU TIDAK AKAN!”

Master Hujan terdiam. Di sampingnya, Ban Yue mengambil kesempatan itu dan dia melemparkan kendi, langsung menghisap Xuan Ji, dan dengan cepat menyegelnya!

Dengan demikian, sumber dari semua kekacauan itu akhirnya telah diatasi. Xie Lian mendekat ke sisi Pei Ming dan membantunya berdiri, “Jenderal Pei baik-baik saja?”

“Ini tidak akan membunuhku,” kata Pei Ming. “Aku bilang, Yang Mulia, apakah kalian semua mungkin sudah tiba beberapa saat yang lalu?”

Xie Lian, “…Haha, apa maksudmu.”

Pei Ming mengambil pedang Ming Guang kecil yang sekarang telah tersegel di tangannya, “Hujan Darah Mencapai Bunga, seberapa tangguh kekuatan segelmu? Itu tidak akan hancur hanya karena tekanan biasa, bukan?”

“Tentu saja tidak.” Hua Cheng menjawab, “Kecuali jika kamu memegangi gagangnya dan mengalirkan kekuatan spiritualmu padanya, dan secara mental mengizinkannya untuk dilepaskan, maka segel itu tidak akan hancur karena kecelakaan atau karena penipuan entah apa itu.”

Baru saat itulah Pei Ming menghela napas panjang. Adapun para petani yang telah berhasil lolos dari penangkapan Qi Rong, mereka semua bergegas maju, “TUAN MASTER HUJAN!”

Satu orang yang ada di sisi ini berbalik. Xie Lian mencondongkan kepalanya untuk membungkuk, “Ratu YuShi.”

Master Hujan juga turun dari atas tubuh sapi hitam tunggangannya, dengan tali di tangan, dan dia juga menundukkan kepalanya untuk mengembalikan rasa hormat, “Yang Mulia.”

Selama salam itu berlangsung, Xie Lian secara tidak sengaja melihat pada lehernya dan sedikit terkejut, tetapi kemudian dia segera berkata, “Saat itu ketika terjadi kekeringan di Xian Le, bahwa tuanku mau meminjamkan Topi Master Hujan-mu dan membantuku disaat aku membutuhkannya, aku tidak sempat mengucapkan tasa terima kasihku secara langsung, dan sekarang keinginanku telah terwujud hari ini.” Kemudian, dia mencondongkan diri ke depan dan membungkuk dalam-dalam. Master Hujan berdiri di sana, terdiam, dan menunggu sampai dia selesai membungkuk sebelum berkata, “Aku telah berpikir, bahwa jika aku tidak membiarkan Yang Mulia membungkuk untuk sekali ini, tuanku mungkin tidak akan pernah merasa santai. Sekarang setelah selesai, mari kita lupakan urusan ini.”

Nada suaranya jelas dan jernih, lambat dan tenang dengan sedikit senyuman, terlihat begitu tenteram. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil, “Hei Pei Ming, bukankah ini memalukan? Membutuhkan seorang wanita untuk menyelamatkanmu, dan itu tidak lain adalah Yu Shi Huang! Hehehahahaha…”

Sikap Master Hujan tetap tidak berubah, masih sangat nyaman, tetapi Pei Ming tidak lagi terlihat senyaman itu. Xie Lian memperhatikan hal ini dan dengan cepat dia menempelkan jimat pada pedang kecil itu untuk menutup mulutnya. Sapi yang dipegang oleh Master Hujan juga tiba-tiba mulai meniupkan napas keras ke arah Pei Ming, menggelengkan kepalanya dan mengayunkan ekornya. Meskipun itu tidak mengarah pada Hua Cheng, tetapi Xie Lian tahu bahwa ketika sapi jantan itu melihat warna merah, mereka akan marah, dan mengingat kembali berbagai pengalaman menyakitkan seperti dikejar-kejar dan diserang, jadi dia dengan cepat memblokir di depan Hua Cheng, takut jika sapi itu akan lebih terpancing oleh warna merah jubah Hua Cheng. Pei Ming harus mengatakan sesuatu pada titik ini, dengan demikian, dia menggaruk hidungnya, dan berkata dengan sopan, “Terima kasih kepada Ratu YuShi karena telah menyelamatkan Pei Kecil.”

Master Hujan juga sopan, “Bukan apa-apa.”

Ban Yue datang mendekat dan menarik lengan Master Hujan, “Tuan Master Hujan, Pei Su gege pingsan karena kelaparan…”

Hua Cheng mendongak dan menyapu, “Ayo kita kembali terlebih dahulu.”

Masalah Ban Yue yang paling efektif adalah diselesaikan oleh orang-orang dari Kerajaan YuShi. Karena Master Hujan memerintah daerah pertanian, makanan seringkali tidak pernah meninggalkan orang-orang mereka. Begitu mereka kembali ke atas tanah, malam telah berlalu dan matahari telah terbit. Master Hujan langsung mengambil benih dari tas yang dibawa oleh sapinya, menemukan ladang, dan menanamnya di tempat. Tidak butuh waktu lama sebelum ladang kecil tanaman yang siap panen itu telah tumbuh. Mereka yang kelaparan semuanya bersorak.

Xie Lian mengingat bahwa Gu Zi mungkin juga tidak makan dengan baik dalam beberapa hari terakhir, dan membangunkannya. Namun, hal pertama yang diminta Gu Zi ketika dia bangun adalah di mana ayahnya berada, dan dia mengira bahwa ayahnya telah meninggalkannya lagi. Dia menangis dan terisak untuk sementara waktu, dan Xie Lian tidak punya pilihan lain selain memberinya boneka daruma yang sangat jelek itu untuk dipegangnya. Ketika Gu Zi mendengar bahwa itu adalah ayahnya, rasanya seperti dia telah diberi sebuah harta karun dan dia berhenti menangis, memeluk boneka itu erat-erat saat dia makan.

Sementara itu, Xie Lian, Hua Cheng, Master Hujan, dan Pei Ming berdiri di samping untuk membicarakan urusan yang serius.

Mereka sudah bisa melihat ‘tungku’ di depan sana. Setelah melihat lebih dekat lagi, bagian bawah gunung itu adalah bercak merah tua besar yang seperti darah, dan bagian atasnya tertutup oleh lapisan salju yang keras. Xie Lian berbicara, “Bukan hanya Jenderal Pei Kecil saja, tetapi Ban Yue, Gu Zi, dan yang lainnya semua harus tetap tinggal di sini. Mereka tidak bisa terus maju. Jika perlu, mungkin kita harus mendaki gunung bersalju.”

Pei Ming mengoleskan obat asap dari botol kecil di atas lukanya, menggelengkan kepalanya ketika dia menghela nafas, “Aku sangat tidak beruntung selama perjalanan ini, rintangan demi rintangan.”

Kata-kata itu benar-benar menggambarkan perjalanannya sejauh ini, sangat disayangkan, dan dia merasa sangat sedih. Master Hujan duduk di sebelah Xie Lian, dan setelah beberapa lama merenung, dia berkata, “Yang Mulia, misimu kali ini adalah untuk mengatasi dan menaklukkan semua monster dan iblis yang memiliki potensi untuk menjadi Golongan Tertinggi. Lalu, ada satu yang mungkin perlu diwaspadai.”

Xie Lian menjadi bersemangat, “Apakah Tuan Master Hujan telah bertemu dengan sesuatu di perjalanan?”

Master Hujan sedikit mengangguk, “Ya. Dalam perjalanan ke sini, aku bertemu dengan seorang pria muda berpakaian putih.”

Xie Lian mengeluarkan suara “ah” lembut dan berkata, “Yang Tuanku bicarakan itu, kami juga telah mendengar tentangnya di perjalanan. Banyak monster dan iblis yang takut padanya, dan kami hampir bertemu dengannya juga. Apakah tuanku melihatnya secara langsung? Bagaimana kamu bisa lolos?”

“Sangat memalukan.” Master Hujan berkata, “Jika bukan karena kekuatan kaki dari Kesatria Pelindung ini yang begitu menakjubkan dan kurangnya minat dari pemuda itu untuk berselisih, maka akan sulit untuk mengatakan bagaimana pertemuan itu akan berakhir.”

“Bagaimana ciri-cirinya?” Xie Lian menekan.

“Itu tidak jelas,” Master Hujan berkata, “Karena kepalanya terbungkus oleh perban.”

Kepalanya terbungkus oleh perban?!

Xie Lian tercengang, “Apakah itu Lang Ying?!”

Pei Ming mengerutkan keningnya, “Yang Mulia mengenalnya?”

“Aku tidak begitu yakin.” Xie Lian menjawab, lalu langsung berbalik ke arah Hua Cheng, “San Lang, Lang Ying masih berada di Kota Hantu, kan?”

Hua Cheng juga terlihat serius, dan baru menjawab setelah jeda beberapa saat, “Ya, tetapi apakah dia sekarang masih berada disana atau tidak, itu sulit untuk dikatakan. Gege, mengapa kamu tidak memastikannya lebih lanjut?”

Dengan demimian, Xie Lian melanjutkan pertanyaannya, “Tuan Master Hujan, Kamu mengatakan bahwa pemuda berpakaian putih ini kepalanya dibalut oleh perban, apakah usianya sekitar sepuluh tahun, atau mungkin sedikit lebih tua? Bagaimanapun, apakah dia adalah seorang bocah yang kurus.”

Namun tanpa diduga, Master Hujan menjawab, “Tidak. Pemuda itu berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun, dan perawakan tubuhnya mendekati perawakan tubuh Yang Mulia.”

“Hah?” Sekarang ini benar-benar di luar dugaan Xie Lian. “Enam belas, tujuh belas? Lang Ying tidak setua itu.”

Jadi apakah itu dia? Berdasarkan informasi saat ini, tidak ada yang bisa disimpulkan. Pei Ming melemparkan botol obat kecil itu ke arah samping setelah selesai memakainya dan dia berkata, “Bagaimanapun, kita semua akan berakhir di dalam tungku pada akhirnya, jadi mari kita tunggu dan lihat saja.”

Dia adalah dewa bela diri, dan kecepatan pemulihannya sangat cepat. Dengan hanya sebotol obat, luka parah itu sudah cukup banyak disembuhkan. Master Hujan mencondongkan kepalanya, “Mengapa Jenderal Pei tidak memiliki pedang?”

Pei Ming tidak menyangka bahwa dia akan secara aktif bertanya padanya dengan pertanyaan itu, dan dia belum menemukan cara yang terbaik untuk menjawabnya, ketika di sisi yang lain, Pei Su yang akhirnya telah sadarkan diri, menjawab sambil memakan kentang manis bakar, “Pedang milik Jenderal Pei, patah.”

Ketika m Master Hujan mendengar hal ini, dia merenung sejenak sebelum melepas pedangnya sendiri, dan menyerahkannya kepada Pei Ming dengan kedua tangannya.

Tidak ada yang aneh dari ekspresinya, dan kata-kata juga tindakannya pun sangat sopan. Namun, wajah Pei Ming sedikit berubah, seolah-olah dia telah memberinya ular yang berbisa. Setelah merasa ragu untuk beberapa saat, dia berkata, “Terima kasih, tapi ini adalah pedang pelindung suci dari Master Hujan. Itu mungkin tidak pantas dipegang oleh tanganku.”

“Jenderal Pei adalah dewa bela diri, seorang ahli pedang yang terampil.” Master Hujan berkata, “Karena tujuan kita di sini adalah untuk mencegah kelahiran raja iblis baru, maka pedang ini akan lebih efektif jika dipegang olehmu daripada dipegang olehku.”

Pei Ming merasa ragu lagi untuk beberapa saat, tetapi pada akhirnya dia tetap menolaknya dengan sopan, “Pei berterima kasih kepada Ratu YuShi atas kebaikannya. Tapi itu tidak perlu.”

Melihat hal ini, Master Hujan tidak lagi mendesaknya. Beberapa dari mereka kemudian mengobrol sebentar, dan Master Hujan juga bertanya apakah mereka memiliki berita tentang Master Angin. Baru saat itulah Xie Lian mengetahui bahwa Master Hujan ternyata juga telah mengirimkan orang untuk mencarinya, tetapi tidak membuahkan hasil, dan dia tidak bisa menahan untuk tidak menghela napas.

Kelompok mereka memutuskan bahwa mereka akan beristirahat selama dua jam sebelum melanjutkan perjalanan. Xie Lian berjalan sebentar dan hanya ingin menemukan sebatang pohon untuk bersandar dan berbaring sebentar, tetapi Hua Cheng menarik keluar seutas tali dan kain yang entah siapa yang tahu dari mana, dan menyiapkan dua tempat tidur gantung yang berayun di antara dua pohon. Mereka berdua naik ke atasnya, dan ada ruang yang cukup, sangat nyaman untuk berbaring. Setelah berbaring sebentar, Xie Lian menyandarkan lengannya ke belakang untuk digunakan sebagai bantalan kepalanya, dan bertanya-tanya dalam kebingungan, “San Lang, mengapa Jenderal Pei tidak mengambil pedang Tuan Master Hujan?”

Seorang dewa bela diri yanh kehilangan senjatanya tetapi dia tidak ingin menemukan senjata yang lain lagi? Apakah dia menunggu untuk dikalahkan?

Hua Cheng juga menjadikan lengannya sebagai bantalan di belakang kepalanya dan dia menjawab dengan santai, “Seseorang seperti Pei Ming, sementara dia mencintai wanita, dia mungkin tidak berpikir terlalu tinggi terhadap wanita. Karena dia telah diselamatkan, dan oleh seorang wanita, dan itu adalah seseorang yang dia tahu di masa lalu, dia pasti sangat frustrasi, berpikir bahwa itu memalukan. Selain itu, Master Hujan juga telah mendisiplinkan keturunannya sebelumnya, jadi mungkin dia merasa Master Hujan sedang mencoba untuk mengolok-oloknya. Bagaimana dia bisa mengambil pedang itu?”

“Hah, sungguh harga diri yang tidak masuk akal.” Xie Lian berkomentar. “Omong-omong, San Lang, apa kamu melihatnya? Ada bekas luka lama di leher Tuan Master Hujan.”

“Aku tidak perlu melihat untuk mengetahuinya,” Hua Cheng berkata, “Dia adalah ‘Putri yang Membelah Tenggorokannya’.”

Xie Lian sedikit bangkit, “Aku tahu itu.”

Hua Cheng juga bangkit, “Apakah gege memperhatikan bahwa Master Hujan berbicara dengan perlahan-lahan? Itu juga disebabkan oleh bekas luka lama yang ada di lehernya.”

“Ah! Dan di sini aku berpikir bahwa itu karena kepribadiannya.” Xie Lian berkata, “Sebagai seorang putri, mengapa dia harus menggorok lehernya sendiri? Xuan Ji berkata, “Apakah kamu melupakan bagaimana martabat sebagai seorang ratu itu kamu peroleh” itu membuat orang penasaran. Bagaimana dia memperoleh martabat dan kedudukan sebagai ratu?”

“Ceritanya panjang, tapi aku akan membuatnya menjadi singkat,” Hua Cheng menjawab.

Ternyata, meskipun Yu Shi Huang tentu saja adalah keturunan bangsawan dari Kerajaan YuShi, tapi, pertama, dia adalah anak perempuan; kedua, dia dilahirkan dari selir dengan pangkat yang paling rendah, jadi statusnya tidaklah tinggi. Dengan kepribadiannya yang tertutup dan canggung, lima belas kakak laki-laki dan perempuan di atasnya dan adik laki-laki dan perempuan di bawahnya, masing-masing dari mereka lebih dihargai dan diterima dengan baik daripada dirinya.

Aula Kultivasi Kerajaan di Kerajaan YuShi adalah Kuil YuLong, dan sepanjang sejarah, setiap penguasa akan memilih keturunan kerajaan untuk pergi dan berkultivasi disana, berdoa untuk kemakmuran dan kedamaian sebagai bentuk mengekspresikan ketulusan mereka kepada surga. Kedengarannya memang agung, tetapi sebenarnya itu adalah kerja keras. Metode kultivasi yang dilakukan Kuil YuLong adalah kerja keras; tidak ada pelayan atau barang kenyamanan apa pun yang diizinkan, dan begitu mereka di sana mereka harus melakukan kerja manual juga. Di masa lalu, posisi ini terdorong ke sekeliling, dan beberapa dari mereka bahkan akan menghabiskan keberuntungan mereka yang mengesankan itu untuk mencari pengganti mereka. Namun, ketika generasi ini muncul, tidak ada proses seleksi. Yu Shi Huang telah diputuskan sejak ia berangkat.

“Tidak heran jika Xuan Ji terdengar tidak berpikir terlalu tinggi terhadap Master Hujan,” komentar Xie Lian.

“Tentu saja.” Hua Cheng berkata, “Xuan Ji mungkin bukan seorang putri, tetapi dia juga berasal dari latar belakang yang mengesankan dengan banyak peminang. Dia jauh lebih dihargai di mata bangsawan dan kerajaan.” Namun, sekarang Xuan Ji telah menghancurkan dirinya sendiri seperti ini, tidak heran dia tidak tahan dengan Master Hujan yang masih menanam ladang dengan begitu tenang. Master Hujan mendesaknya untuk melepaskan Pei Ming, tetapi di mata Xuan Ji, kata-katanya mungkin dipandang sebagai sarkastik dengan maksud untuk merendahkan.

Xie Lian menggelengkan kepalanya. Sementara mereka berdua berasal dari latar belakang kerajaan dan keduanya memasuki Aula Kultivasi Kerajaan, pengalaman Master Hujan sepenuhnya berbeda dengan pengalamannya.

Dalam sebuah kasus, setelah itu, Master Hujan menghabiskan hari-harinya dengan damai dan berkultivasi di Kuil YuLong. Hingga suatu hari, beberapa tamu terhormat datang dari Kerajaan XuLi.

XuLi dan YuShi tidak jatuh begitu saja; pada awalnya ada beberapa kesopanan yang dipaksakan dan rasa hormat yang palsu. Untuk menjaga perdamaian palsu itu, Kerajaan XuLi mengirim beberapa pejabat kerajaan, jenderal, dan ahli sasta untuk menghadiri jamuan makan nasional Kerajaan YuShi, dan berkunjung ke aula kultivasi kerajaan YuShi saat mereka berada di sana.

Hari itu, Yu Shi Huang sedang membersihkan papan nama di atap kuil, dan ketika dia akan turun, dia menemukan seseorang telah mengambil tangganya.

Orang-orang yang ada di bawah melihat seseorang terjebak di atas atap, tidak bisa turun, dan mereka menganggapnya lucu, dan bahkan para putri dan pangeran YuShi juga ikut tertawa terkekeh-kekeh dengan mulut tertutup. Hanya seorang jenderal XuLi yang, setelah terkekeh, melompat dan membawanya turun.

Jenderal ini tentu saja adalah Pei Ming. Saat itu, sebuah suara tiba-tiba berbicara, “Lelaki itu Pei Ming, dia selalu saja seperti itu ke mana pun dia pergi, seperti seekor anjing yang perlu mengencingi dan menandai wilayahnya di mana-mana.”

Xie Lian langsung ditarik kembali ke masa kini oleh perbandingan yang jahat dan vulgar itu. Ketika dia menoleh ke belakang, dia mengambil pedang kecil yang telah menyusut itu dan berkata, “Jenderal Rong, sejak kapan kamu membebaskan diri dari jimat penyegel mulut itu? Sepertinya kamu benar-benar ingin berbicara.”

“Biarkan leluhur ini berbicara!” Rong Guang berkata, “Aku tahu setiap hubungan mesum yang dimiliki oleh Pei Ming, tiga hari tiga malam tidak akan cukup untuk menceritakan semuanya! Dia sudah mengetahui bahwa XuLi akan menyerang YuShi tetapi tetap saja dia pergi dan merayu semua putri yang paling dihargai, dan mereka semua tergila-gila padanya, bertengkar satu sama lain karena cemburu. Tidakkah kamu berpikir bahwa itu sedikit tidak bermoral?”

Itu tentu saja tidak baik. Untuk tersenyum dan tertawa bersamaku kemarin, lalu menyerbu dan menginjak-injak rumahku hari ini. Xie Lian merasa sedikit menyesal. “Apakah Ratu YuShi dan Jenderal Pei dulu juga pernah menjalin hubungan yang baik?”

“Mereka tidak memiliki hubungan.” Rong Guang berkata, “Orang itu Pei Ming hanya pernah bertemu Yu Shi Huang sebanyak dua kali. Ada terlalu banyak wanita cantik di YuShi; dia akan melupakannya pada keesokan harinya.”

Di dunia ini, bukan hanya wanita yang jatuh dengan cepat; laki-laki bahkan jatuh dengan lebih cepat, satu-satunya perbedaannya adalah hasil akhirnya. Ketika seorang wanita jatuh, mungkin itu sudah akan berakhir setelah beberapa tamparan atau goresan saja, tetapi ketika seorang pria jatuh, akhirnya bisa jadi adalah kematianmu sendiri. Ketika XuLi tidak lagi ingin mempertahankan perdamaian palsu, mereka membuat beberapa alasan untuk menyerbu, dan Pei Ming memimpin pasukan dan menyerang sampai ke Gerbang Istana, memaksa raja YuShi pada saat itu untuk bersembunyi jauh di dalam istana, berpegang pada garis pertahanan terakhir. Namun, Pei Ming hanya perlu memberikan sedikit tekanan dan dia bisa memecahkan lapisan perlindungan tipis yang seperti cangkang siput yang bernama istana itu.

Tapi, dia tidak menghancurkan mereka dengan begitu sederhana, dan sebaliknya, mereka melakukan sesuatu yang lain berdasarkan saran dari Rong Guang.

Pasukan XuLi membawa ratusan penjahat yang seharusnya mendapat hukuman mati dari YuShi, membuat mereka berpakaian dan menyamar sebagai warga sipil biasa, dan menyeret mereka ke depan pintu gerbang istana. Kemudian, dia memberi tahu Raja YuShi bahwa dia harus keluar sendiri dan bersujud tiga kali untuk menunjukkan penebusan dosa karena telah menindas rakyatnya, dan bahwa dia harus bunuh diri dalam penebusan itu, maka mereka akan membiarkan orang-orang sipil itu pergi dan tidak akan menyentuh sedikitpun anggota kerajaan yang tersisa. Jika dia menolak, Pei Ming akan memenggal kepala warga sipil itu. Dia memberi waktu pada kerajaan selama tiga hari, dan setiap hari dalam tiga hari itu, kelompok baru akan terbunuh. Setelah tiga hari berlalu, mereka lalu akan menyerang istana untuk membunuh bangsawan dan kemudian membunuh seluruh warga sipil yang tersisa.

“Jenderal Rong, langkah yang licik tapi indah.” Kata Xie Lian.

Rong Guang tidak marah dan bahkan senang, “Aku akan menganggap itu sebagai pujian.”

Jadi alasan yang digunakan XuLi untuk menyerang YuShi adalah demikian: “Raja YuShi telah lalai dan kerap kali menindas dalam pemerintahannya, dan atas nama keadilan, XuLi akan menolong dan menyelamatkan orang-orang YuShi yang telah menderita”, sebuah langkah yang indah.

Jika Raja YuShi menolak untuk keluar, maka, dia adalah orang yang egois dan tidak mencintai rakyatnya. Anehnya adalah, Raja YuShi selalu mempublikasikan bahwa dia mencintai rakyatnya seperti anak-anaknya sendiri, jadi jika kata-kata dan tindakannya tidaklah cocok, itu pasti akan menghasilkan kebencian pada rakyat, berpikir bahwa mereka telah ditipu, “Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu mencintai rakyatmu seperti anak-anakmu sendiri? Mengapa kamu berbalik dan mengorbankan warga sipil demi keluarga kerajaan?” Ini kemudian akan menghancurkan kesetiaan mereka kepada keluarga kerajaan YuShi.

Setelah membunuh kelompok ‘warga sipil’ itu, mereka kemudian dapat mengumumkan bahwa mereka adalah penjahat yang sudah seharusnya mendapatkan hukuman mati, mereka telah ditakdirkan untuk mati, dan mereka hanya digunakan untuk mengungkapkan kebohongan dan keegoisan dari keluarga kerajaan YuShi. Kekontrasan yang begitu besar, itu pasti akan menenangkan ketakutan yang telah tumbuh di hati orang-orang YuShi, yang akan membuat segalanya jauh lebih mudah bagi XuLi untuk pengambilalihan selanjutnya.

Namun, jika Raja YuShi benar-benar keluar dan bunuh diri, apa pun, tidak ada bedanya, itu tetap akan menyelamatkan mereka dari kerepotan. Selain itu, mereka sangat percaya bahwa Raja YuShi tidak akan pernah keluar dan melakukan bunuh diri untuk penebusan itu. Atau lebih tepatnya, tidak ada raja yang mau mengakhiri hidup mereka dengan penghinaan. Untuk tunduk di hadapan warga sipil dan pasukan musuh, mengakui kesalahan mereka sendiri lalu mati? Bermimpilah!

Namun tiba-tiba, setelah hanya baru satu hari, tepat ketika Pei Ming akan memerintahkan untuk mengeksekusi kelompok ‘warga sipil’ pertama, penguasa YuShi benar-benar muncul.

Gerbang istana telah terbuka, raja dengan pedang suci ‘YuLong’ yang digantung di pinggangnya telah berjalan keluar, berlutut di depan orang-orang dan bersujud tiga kali, lalu pedang itu ditarik, menyayat tenggorokannya, menciprati gerbang dengan darah.

Xie Lian sudah bisa menebak apa yang terjadi, “Apakah Tuan Master Hujan lah yang keluar?”

“Ya, itu adalah dia.” Hua Cheng menjawab.

Kemudian, setelah menginterogasi petugas istana dan orang-orang keturunan kerajaan lainnya, mereka akhirnya mengetahui apa yang terjadi. Pei Ming dan Rong Guang, dan prajurit lainnya berteriak di luar istana, mondar mandir, tertawa tanpa henti, sangat arogan. Di dalam istana di sisi lain, ada kekacauan total, tangisan dan ratapan memenuhi udara. Tentu saja tidak mungkin untuk Raja YuShi keluar dan bunuh diri, dan dia duduk di atas takhtanya, wajahnya muram dan pucat. Sementara itu, setelah semua saudara dan saudari yang biasanya saling berkelahi begitu keras untuk berebut mendapatkan penghargaan telah menangis dan meratap begitu lama, ketika mereka tetap tidak melihat raja mereka menggerakkan ototnya sedikitpun, mereka masing-masing memulai dengan sangat hati-hati untuk mencoba membujuknya. Ada banyak alasan; seperti “semua ini untuk orang-orang YuShi”, “bahkan jika kamu mati namamu akan tercatat dalam sejarah”, “jika ini terus berlanjut, orang-orang akan mati”, semua kalimat iti keluar. Namun, tidak ada yang berhasil, dan segera, satu hari akan berlalu. Beberapa putranya menjadi gelisah dan mereka meraung kepada ayah mereka dalam keadaan gelisah.

Raja bahkan belum mati, dan dia langsung marah, mengayunkan tongkatnya untuk memukul mereka. Jika hal ini terjadi sebelumnya, maka putra-putra dan cucu-cucunya itu pasti tidak akan pernah membalasnya, tetapi sekarang mereka berada dalam keadaan yang kritis, dan tidak ada yang peduli. Dengan demikian, salah satu pangeran tidak bisa menanggungnya lagi dan dia melawan. Namun pukulan balik itu terlalu kuat, menjatuhkan raja yang berusia enam puluh tahun itu, membuat kepalanya berlumuran darah, dan dia tidak bisa bangkit kembali.

Kelompok pangeran dan putri itu tertegun pada awalnya, tetapi segera setelah itu, mereka menyadari bahwa mereka masih marah, dan mulai lagi mendiskusikan bagaimana caranya untuk menyeret raja yang tidak sadar itu, dan bagaimana caranya menyelesaikan permintaan sulit untuk bersujud dan melakukan penebusan itu. Bahkan ide-ide konyol seperti menggantungnya seperti boneka bersenar untuk mengendalikannya adalah bagian dari diskusi yang panas itu, dan mata sang raja memerah karena marah ketika dia mendengarnya. Setelah itu, mereka kemudian memutuskan bahwa mereka akan menemukan dua orang untuk membawa raja tua itu keluar untuk menyelesaikan penebusan. Namun, sekarang ada masalah baru. Siapa yang seharusnya menjadi dua orang itu? Berada dalam posisi yang berbahaya; siapa yang tahu kalau Pei Ming mungkin hanya akan menembakkan panah dan membunuh mereka di tempat jika dia merasa tidak senang.

Perselisihan dan argumen itu terus berlanjut, terus dan terus. Tiba-tiba, putri keenambelas yang selalu berdiri di sana tanpa suara dan tanpa perhatian, mengatakan sesuatu kepada raja tua yang terbaring di lantai.

Yu Shi Huang berkata, “Tolong berikan tahta kerajaan kepadaku.”

Raja YuShi memperhatikan anak perempuan ini yang hampir tidak pernah dia lihat seumur hidupnya, dan di sudut matanya, setetes air mata yang payah akhirnya mengalir turun.

Namun, itu hanya setetes.

Dengan demikian, dalam waktu kurang dari satu jam, dalam upacara suksesi paling kasar dan paling terburu-buru dalam sejarah Kerajaan YuShi, pemimpin yang paling tidak mungkin menjadi ratu telah terlahir.

Ratu YuShi yang baru lalu menggorok lehernya sendiri, dan darah mengalir seperti air mancur, tidak diragukan lagi itu adalah sebuah penyelamatan. Pei Ming tidak pernah berpikir bahwa semuanya akan berkembang menjadi seperti ini, dan dia benar-benar tertegun pada saat itu. Rong Guang mengutuk dengan keras, berteriak bagaimana keadaan bisa menjadi seperti ini? Bagaimana mereka bisa melakukan ini! Membuat seseorang yang tidak penting mati, mereka tidak hanya tidak bisa menghancurkan kesetiaan rakyat, mereka juga tidak bisa membunuh pria tua itu.

Meskipun bahkan tentara XuLi tidak tahan lagi menonton dan bergegas menyelamatkan sang ratu, pada akhirnya cederanya terlalu besar, dan semua petugas medis mengatakan dia tidak bisa diselamatkan. Dengan demikian, pada akhirnya, mereka hanya bisa menepati janji mereka, dan tidak menyentuh warga sipil atau keluarga kerajaan. Mereka mengirim ‘ratu’ ini ke Kuil YuLong, untuk membuatnya bernafas untuk yang terakhir kalinya sebelum menguburnya di makam kerajaan di Kuil YuLong.

Namun tidak ada yang membayangkan, bahwa malam itu juga, pada saat Yu Shi Huang menarik napas terakhirnya, patung dewa dari Master Hujan di atas kepalanya menghela napas.

Guntur meraung dan kilat memecah; Master Hujan yang baru telah naik.

Xie Lian merenung, “Tidak heran jika Jenderal Pei terlihat seperti itu saat dia melihat pedang itu.”


Bab Sebelumnya Ι Bab Selanjutnya

Dipindahkan oleh gladys ❤

KONTRIBUTOR

Jeffery Liu

eijun, cove, qiu, and sal protector

Footnotes

  1. [雨 龍] YuLong – artinya Naga Hujan
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments